849 research outputs found
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL UHIBBUKA FILLAH (AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH) KARYA RIRIN RAHAYU ASTUTI NINGRUM: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Educational values are closely related to literary works. Literary works (including novel) always reveal good values that are beneficial to its readers. Educational values can also be referred to a message. The element of message becomes the idea underlying the creation of the literary works. It is expected to be interpreted by the readers to be used as educational values as well as social control that can be used as a guide to interact in real life. Therefore, the aim of the study was to describe the educational values contained in the novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) by Ririn Rahayu Astuti Ningrum with the approach of literary sociology. Data collection techniques were documentation techniques. The data were analyzed using the content analysis. The results showed that the educational values found in the novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) by Ririn Rahayu Astuti Ningrum consisted of religious, moral, social, and cultural. (1) The values of religious education, encompassing about loving all things must be due to Allah, having resignation, increasing the knowledge of religion, accustoming to fasting and sunnah prayer, covering aurat, and ghadhdhul bashar (holding sight). (2) The values of moral education, including about obedience to parents, good morals, sincerity and honesty. (3) The values of social education, including about love to orphans, help, and keep promises to others. (4) The value of cultural education is about the palace building that has implied meaning. The findings are very well used as the example in shaping positive values in real life. Nilai-nilai pendidikan sangat erat kaitannya dengan karya sastra. Setiap karya sastra yang baik (termasuk novel) selalu mengungkapkan nilai-nilai luhur yang bermanfaat bagi pembacanya. Nilai-nilai pendidikan dalam karya sastra dapat disebut juga sebagai amanat atau pesan. Unsur amanat atau pesan menjadi gagasan yang mendasari diciptakannya karya sastra tersebut. Hal tersebut diharapkan dapat ditafsirkan oleh pembaca agar bisa dijadikan sebagai ilmu atau nilai pendidikan sekaligus kontrol sosial yang bisa dijadikan pedoman berinteraksi dalam kehidupan yang nyata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) karya Ririn Rahayu Astuti Ningrum dengan pendekatan sosiologi sastra. Data dalam penelitian kualitatif deskriptif ini berupa kata, kalimat, atau wacana yang bersumber dari novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) karya Ririn Rahayu Astuti Ningrum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, simak, dan catat. Analisis data dilakukan dengan content analysis. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan yang ditemukan dalam novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) karya Ririn Rahayu Astuti Ningrum terdiri dari nilai pendidikan agama, moral, sosial, dan budaya. (1) Nilai-nilai pendidikan agama, mencakup ajaran untuk mencintai segala sesuatu harus karena Allah, tawakkal hanya kepada Allah, mendalami ilmu agama, membiasakan puasa dan sholat sunnah, menutup aurat, dan ghadhdhul bashar (menundukkan atau menahan pandangan). (2) Nilai-nilai pendidikan moral, mencakup ajaran untuk taat dan patuh kepada orang tua, berakhlak baik, berbuat tulus dan jujur. (3) Nilai-nilai pendidikan sosial, mencakup ajaran untuk mencintai anak yatim, tolong menolong, dan menepati janji kepada orang lain. (4) Nilai pendidikan budaya antaranya mengenai bangunan keraton yang memiliki makna tersirat. Dari keseluruhan nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam novel ini, sangatlah baik digunakan sebagai contoh dalam membentuk dan menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan nyat
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL UHIBBUKA FILLAH (AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH) KARYA RIRIN RAHAYU ASTUTI NINGRUM: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Educational values are closely related to literary works. Literary works (including novel) always reveal good values that are beneficial to its readers. Educational values can also be referred to a message. The element of message becomes the idea underlying the creation of the literary works. It is expected to be interpreted by the readers to be used as educational values as well as social control that can be used as a guide to interact in real life. Therefore, the aim of the study was to describe the educational values contained in the novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) by Ririn Rahayu Astuti Ningrum with the approach of literary sociology. Data collection techniques were documentation techniques. The data were analyzed using the content analysis. The results showed that the educational values found in the novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) by Ririn Rahayu Astuti Ningrum consisted of religious, moral, social, and cultural. (1) The values of religious education, encompassing about loving all things must be due to Allah, having resignation, increasing the knowledge of religion, accustoming to fasting and sunnah prayer, covering aurat, and ghadhdhul bashar (holding sight). (2) The values of moral education, including about obedience to parents, good morals, sincerity and honesty. (3) The values of social education, including about love to orphans, help, and keep promises to others. (4) The value of cultural education is about the palace building that has implied meaning. The findings are very well used as the example in shaping positive values in real life. Nilai-nilai pendidikan sangat erat kaitannya dengan karya sastra. Setiap karya sastra yang baik (termasuk novel) selalu mengungkapkan nilai-nilai luhur yang bermanfaat bagi pembacanya. Nilai-nilai pendidikan dalam karya sastra dapat disebut juga sebagai amanat atau pesan. Unsur amanat atau pesan menjadi gagasan yang mendasari diciptakannya karya sastra tersebut. Hal tersebut diharapkan dapat ditafsirkan oleh pembaca agar bisa dijadikan sebagai ilmu atau nilai pendidikan sekaligus kontrol sosial yang bisa dijadikan pedoman berinteraksi dalam kehidupan yang nyata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) karya Ririn Rahayu Astuti Ningrum dengan pendekatan sosiologi sastra. Data dalam penelitian kualitatif deskriptif ini berupa kata, kalimat, atau wacana yang bersumber dari novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) karya Ririn Rahayu Astuti Ningrum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, simak, dan catat. Analisis data dilakukan dengan content analysis. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan yang ditemukan dalam novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) karya Ririn Rahayu Astuti Ningrum terdiri dari nilai pendidikan agama, moral, sosial, dan budaya. (1) Nilai-nilai pendidikan agama, mencakup ajaran untuk mencintai segala sesuatu harus karena Allah, tawakkal hanya kepada Allah, mendalami ilmu agama, membiasakan puasa dan sholat sunnah, menutup aurat, dan ghadhdhul bashar (menundukkan atau menahan pandangan). (2) Nilai-nilai pendidikan moral, mencakup ajaran untuk taat dan patuh kepada orang tua, berakhlak baik, berbuat tulus dan jujur. (3) Nilai-nilai pendidikan sosial, mencakup ajaran untuk mencintai anak yatim, tolong menolong, dan menepati janji kepada orang lain. (4) Nilai pendidikan budaya antaranya mengenai bangunan keraton yang memiliki makna tersirat. Dari keseluruhan nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam novel ini, sangatlah baik digunakan sebagai contoh dalam membentuk dan menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan nyata</p
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA
JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Oleh:
Sri Rahayu Yuni Astuti
NIM 06104241032
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa tahun pertama jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Universitas Negeri Yogyakarta.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tahun pertama angkatan 2011-2012 Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Universitas Negeri Yogyakarta sebanyak 139 mahasiswa. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan angket harga diri dan angket perilaku konsumtif. Uji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini digunakan rumus Alpha Cronbach dan diperoleh koefisien reliabilitas harga diri sebesar 0,924 dan koefisien reliabilitas perilaku konsumtif sebesar 0,940. Untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan perilaku konsumtif digunakan teknik korelasi product moment.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif antara harga diri dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa tahun pertama jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Universitas Negeri Yogyakarta yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,279 dengan p=0,001. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diartikan semakin tinggi harga diri pada mahasiswa tahun pertama, maka semakin rendah perilaku konsumtifnya. Sebaliknya, semakin rendah harga diri pada mahasiswa tahun pertama, maka semakin tinggi perilaku konsumtifnya.
Kata kunci: Harga diri, perilaku konsumti
Tinjauan Pengendalian Internal Pembiayaan Murabahah Pada Pt Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Cianjur
Rahayu Puji Astuti - NPM : B00100125 ;
Pembimbing : Asep Ghofir Ali, SE., M.Ag.Pengendalian internal pada bank merupakan hal yang sangat penting. Dengan adanya pengendalian internal di dalam suatu lembaga keuangan yaitu bank maka keselamatan asset bank akan terjaga, apalagi bank merupakan perantara keuangan yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya lagi kepada masyarakat. Bank syariah menyalurkan dananya dengan bermacam-macam produk, salah satunya yaitu pembiayaan murabahah. Pembiayaan murabahah sangat sering digunakan oleh bank syariah dibandingkan dengan pembiayaan yang lainnya maka dari itu pengendalian internal dalam pembiayaan murabahah harus benar-benar dilaksanakan dengan baik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau sejauh mana pengendalian internal pembiayaan murabahah pada PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Cianjur Metoe yang digunakan adalah studi lapangan dan studi kepustakan. Studi lapangan yaitu dengan cara wawancara kepada pihak bank dan pengamatan yaitu dengan melihat langsung pada kegiatan yang dilakukan pada bank sehingga memperoleh kebenaran data. Studi kepustakaan yaitu pengumpulan data serta informasi dengna cara membaca yang telah didapatkan dari penyusun pada saat mengikuti perkuliaan.
Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa pengendalian internal pembiayaan murabahah pada PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Cianjur telah berjalan dengan baik. Hal ini dikarnakan telah terpenuhinya unsur-unsur dalam pengendalian internal
Analisis Forecasting Produksi dan Konsumsi Kentang (Solanu,n tuberosum L.) di Provinsi Sumatera Utara
RAHAYU INDRI ASTUTI (190304063) with the thesis title "Production and Consumption Forecasting Analysis of Potato (Solanum tuberosum L.) in North Sumatra Province". Case study in North Sumatra Province. Guilded by Nurul Fajriah Pinem SP., M.P. as a chairman of the supervisory committee and Dr. Ir. Sinar Indra Kesuma M.Si. as a member of the supervising commission.
North Sumatra Province is one of the potato production centers in Indonesia and consumption of potatoes in North Sumatra Province is also high due to its population. This study aims to determine the trend of potato production and consumption in North Sumatra Province in 2007-2021 and to determine the projected production and consumption of potatoes in North Sumatra Province in 2023-2032 by forecasting analysis using the SPSS program application. The methos of determining the area used is purposive area sampling. The data used in this study are secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics and the Department Food Security of North Sumatra Province. The results showed that in 2007-2021 in North Sumatra Province, potato production and consumption experinced a positive trend. For the years 2023-2032 in North Sumatra Province it shows that the forecasting of potato production and consumption is experiencing a positive trend. The results of the forecasting analysis show that potato production in North Sumatra Province can meet future potato consumption needs, namely in 2023-2032.100 HalamanSkripsi Sarjan
HUBUNGAN KETAHANAN PANGAN DAN KERAGAMAN PANGAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN STUNTING BALITA USIA 24-59 BULAN: Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat
Latar belakang: Desa Cihanjuang Rahayu di Kabupaten Bandung Barat merupakan wilayah prioritas penanganan stunting, dengan prevalensi yang masih tinggi dan penurunan indeks ketahanan pangan. Kondisi ini menuntut kajian terhadap faktor determinan gizi, khususnya ketahanan dan keragaman pangan keluarga. Tujuan: Menganalisis hubungan ketahanan pangan dan keragaman pangan dengan kejadian stunting balita usia 24-59 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 94 sampel balita yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Data tinggi badan diukur menggunakan mikrotoise dan dianalisis dengan WHO Anthro. Data ketahanan dan keragaman pangan dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik multivariat (SPSS v29). Hasil: Prevalensi stunting di Desa Cihanjuang Rahayu sebesar 30,9%. Ketahanan pangan berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,022; OR=3,130; 95%CI:1,182–8,284) dan keragaman pangan juga berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,009; OR=5,881; 95%CI:1,564–22,107). Kesimpulan: Ketahanan dan keragaman pangan keluarga berperan signifikan dalam mencegah stunting pada balita. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi gizi berbasis keluarga dalam upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa.
Background: Cihanjuang Rahayu Village in West Bandung Regency is a priority area for handling stunting, with a still high prevalence and a decrease in the food security index. This condition requires a study of nutritional determinants, especially family food security and diversity. Objective: To analyze the relationship between food security and food diversity with the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months. Method: This study used a cross-sectional design involving 94 toddler samples selected through proportional stratified random sampling techniques. Height data were measured using a microtoise and analyzed with WHO Anthro. Food security and diversity data were collected through questionnaires, then analyzed using multivariate logistic regression (SPSS v29). Results: The prevalence of stunting in Cihanjuang Rahayu Village was 30.9%. Food security is significantly associated with stunting incidence (p=0.022; OR=3.130; 95%CI:1.182–8.284) and food diversity is also significantly associated with stunting incidence (p=0.009; OR=5.881; 95%CI:1.564–22.107). Conclusion: Family food security and diversity play a significant role in preventing stunting in toddlers. This finding emphasizes the importance of family-based nutrition interventions in efforts to accelerate stunting reduction at the village level
Pembangunan Sektor Pertanian melalui Peningkatan Produktivitas Padi: Studi Kasus Pemberian Bantuan Benih Padi Bermutu di Kabupaten Bantul
The agricultural sector has an important role in national and regional development. In recent years, this sector has decreased its contribution to GDP. Based on the background of this situation, the author doing research in 2007 with the aim (1) Analizing productivity before and after aid program of good quality rice seed in Bantul Regency. (2) Analyzing income total of farmer he second increase rice productivity can increase the total income of farmersbefore and after aid program of good quality rice seed. Research result showed that, firstly, aid program of good quality rice seed increase the productivity of rice seed has been less than 5 per cent. Second, increasing productivity of rice can increase the total income of farmers
Respon fisiologis domba garut yang dipelihara secara semi intensif dengan perlakuan pencukuran di peternakan PT Indocement
The study was conducted to identify physiological response of garut sheep in different treatments (shearing and not shearing) and sex (male and female) in semi intensive system. The experiment was carried out at the PT Indocement Farm in Citereup district of Bogor regency, West Java. Design of this experiment was completely randomized design factorial with factor A was shearing, and factor B was sex. The parameters observed included body temperature, heartbeat, respiration rate and blood profile. The result showed that shearing significantly (P<0,01) effect on body temperature in the morning. Body temperature of shearing sheep (37.97±0.28 0C) was lower than not shearing (38.47±0.310C). In the afternoon showed that shearing significant (P<0.05) effect on body temperature. Body temperature of shearing sheep (38.45±0.20 0C) was lower than not shearing (38.70±0.25 0C). Heartbeat of male (86.72±6.47 rate/min) was significant higher than female (81.24±4.12 rate/min) in the evening. Respiration rate of male (24.08±2.78 rate/min) was significantly lower than female (28.16±2.20 rate/min) in the morning. For shearing sheep was lower than not shearing in the morning and afternoon. In the evening both male and female sheep that are not shearing was not significant, but significant with respiration of male sheared and female sheared. Stress indicated in male sheep and proved from neutrophils/lymphocytes ratio (0.88±0.36). Conclusion of this experiment showed that shearing, sex and time effected to the physiological response
Hoya batutikarensis R. Ahmad, S. Rahayu & Rodda 2021, sp. nov.
<i>Hoya batutikarensis</i> R. Ahmad, S. Rahayu & Rodda, <i>sp. nov</i>. (Figs. 2. 3) <p> <b>Type:</b> — INDONESIA. Sulawesi, Central Sulawesi, Luwuk, Air Terjun Batu Tikar Luwuk, 00°56’04.48”S, 122°47’26.00”E, 9 February 2019, <i>R. P. P</i> <i>.</i> <i>Ahmad RPPA 015</i> (holotype CEB!, isotype BO, SING!).</p> <p> <b>Diagnosis:—</b> Among the <i>Hoya</i> species occurring in Sulawesi, this new species is most similar to <i>H. camphorifolia</i> Warburg (in Perkins 1904: 129) in being an epiphytic climber, with elliptic-lanceolate leaf blades, actinodromous venation, and rotate corolla, from which it can be distinguished by the flat to slightly convex inflorescence in outline in <i>H. batutikarensis</i> (vs. globose in <i>H. camphorifolia</i>) and the corona basal spreading process and an apical triangular process (vs. corona with simple navicular lobes in <i>H. camphorifolia</i>).</p> <p> <i>Epiphytic climber</i> with white latex in all vegetative parts. <i>Roots</i> adventitious, produced all along the stems. <i>Leafy stems</i> terete, slender, up to 5 mm in diam., creeping on the host tree trunk or pendulous, glabrous, green or pale brown; internodes 8 <b>–</b> 12.5 cm long. <i>Leaves</i>: petioles terete, fleshy, 1.5 <b>–</b> 2 cm long, 3–5 mm in diam., pale green, glabrous; blades elliptic-lanceolate, 8 <b>–</b> 17 × 3.5 <b>–</b> 6 cm, coriaceous, stiff, apex and base acute, pale green above, paler below, venation actinodromous, with 1 prominent basal secondary vein on each side of the midrib and 2–4 further shorter secondary veins on each side of main vein, veins paler then lamina. <i>Inflorescence</i> umbelliform, flat to slightly convex, 3–4 cm in diam., 3–8 flowered; <i>peduncle</i> extra-axillary, positively geotropic or laterally held, terete, 0.5 <b>–</b> 1 cm long, ca. 1.5 mm in diam., pale brown, glabrous; <i>pedicels</i> filiform, 0.8–1.5 cm long, white flushed pink, glabrous. <i>Calyx</i> lobes deltoid, ca. 2 × ca. 1 mm, apex acute, pink, glabrous; basal internal colleters lanceolate. <i>Corolla</i> rotate 8 <b>–</b> 10 mm in diam.; tube 1.5–2.5 mm long, white tinged pink, densely papillose inside, glabrous outside; lobes broadly triangular, 0.35–4.5 × 0.25–0.30 mm, apex acute, white tinged pink, densely papillose inside, glabrous outside. <i>Gynostegium</i> sessile; <i>corona</i> staminal, ca. 1 mm tall, ca. 3.5 mm in diam., flesh, purple-red; corona lobes with a basal spreading process, almost round, 1.5–2 × 1 <b>–</b> 1.5 mm, with revolute margins beneath and apiculate outer tips, and apical process triangular, with rounded outer angles and acuminate inner tip. <i>Pollinia</i> oblong, 250–270 × 110–130 µm, with truncate apex and attenuate base and evident pellucid margin; <i>caudicles</i> ca. 50 µm long, attached towards the middle of the corpusculum, <i>corpusculum</i> elliptic, ca. 100 × 80 μm. <i>Ovaries</i> ovoid, ca. 0.5 × 0.5 mm, glabrous. <i>Fruit</i> and <i>seeds</i> not seen.</p> <p> <b>Etymology:</b> —The specific epithet refers to the collection locality of the type material, Batu Tikar in Central Sulawesi.</p> <p> <b>Distribution:</b> —Endemic to Sulawesi, Indonesia, where it is found in Luwuk, Air Terjun Batu Tikar Luwuk, Central Sulawesi; Latimojong and Malili-Luwu, South Sulawesi and Kolaka, South East Sulawesi.</p> <p> <b>Habitat and Ecology:</b> —This species was observed growing dangling from a tree along the tourist paths to Batu Tikar waterfalls, at ca. 400 m altitude. At Enrekang, South Sulawesi, this species was observed to be rooted in ant nests (S. Rahayu, pers. obs.), as also observed in other species in Sulawesi (Kleijn & van Donkelaar 2001). The relationship between <i>Hoya</i> species and ants is an important ecological adaptation and an aid to seed dispersal, especially for short distance, while long distance seed dispersal is by wind (Rahayu <i>et al</i>. 2010).</p> <p> <b>Provisional conservation assessment:—Endangered</b> (<b>EN</b>, B2(a), b(iii); IUCN 2012).This species is known from only four localities, and its area of occupancy (AOO) is of ca. 16 km 2. One of the localities is near Batu Tikar Waterfall which is one of the leading tourist attractions in the Luwuk area, and therefore is prone to habitat degradation.</p> <p> <b>Notes:</b> —The majority of <i>Hoya</i> species have a corona with simple, ovate, spreading lobes; however corona lobes can have innumerable modifications such as bearing bilobed apices, such as in species in section <i>Acanthostemma</i>, or erect, not spreading lobes as in <i>H. multiflora</i> Blume (1826: 1064). <i>Hoya batutikarensis</i> R. Ahmad, S. Rahayu & Rodda is unusual because its corona lobes are formed by two discrete parts, a basal spreading process and an apical triangular process. In Sulawesi, the only other species with a somewhat similar corona morphology is <i>H. surisana</i> Rodda & Rahayu (2020: 212), which however has large campanulate flowers and calyx lobes exceeding the corolla lobe sinuses. As mentioned in the diagnosis <i>H. batutikarensis</i> is similar to <i>H. camphorifolia</i> in foliage and type of corolla but distinguished by the inflorescence shape and corona morphology. Additionally, the peduncles of <i>H. batutikarensis</i> are 0.5 <b>–</b> 1 cm long, while <i>H. camphorifolia</i> generally has peduncles longer than 1 cm.</p> <p> <b>Additional specimens examined:</b> — INDONESIA. Central Sulawesi, Kulawi-Resort Gimpu, 400 m, 2002, <i>Saripudin 24</i> (HBBO); South Sulawesi, Enrekang, Baraka, Tiktok-Kadingeh, 500 m, 29 June 2002, <i>S</i> <i>.</i> <i>Rahayu 234</i> (HBBO); South East Sulawesi, Kolaka, Latambaga, Ulunggoloka, TWA Mangolo, 120 m, April 2002, <i>I. P</i> <i>.</i> <i>Astuti 308</i> (HBBO).</p>Published as part of <i>Ahmad, Roland Putra Pribadi, Rahayu, Sri & Rodda, Michele, 2021, One new species and a new record of Hoya (Apocynaceae, Asclepiadoideae) from Sulawesi, Indonesia, pp. 79-85 in Phytotaxa 502 (1)</i> on pages 81-84, DOI: 10.11646/phytotaxa.502.1.5, <a href="http://zenodo.org/record/5424922">http://zenodo.org/record/5424922</a>
Respon fisiologis Domba Lokal Ekor Tipis dengan sistem perkandangan dan jenis kelamin berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh sistem perkandangan terhadap respon fisiologis domba lokal ekor tipis jantan dan betina yang dipelihara dengan sistem perkandangan yang berbeda. Sebanyak 18 domba lokal ekor tipis umur I0 (7-8 bulan) dengan rataan bobot badan 11±1.72 kg terdiri atas 9 ekor domba jantan dan 9 ekor domba betina digunakan dalam penelitian ini. Perlakuan yang diberikan adalah sistem perkandangan yaitu kandang individu dan kelompok dan perlakuan jenis kelamin. Peubah yang diamati adalah respon fisiologis (denyut nadi, suhu rektal, dan laju respirasi) serta hematologis darah (BDM, BDP, hematokrit, Hb, eosinofil, neutrofil, basofil, monosit, limfosit, dan rasio neutrofil/limfosit). Data respon fisiologis dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji banding berganda Duncan, data hematologis darah dianalisis dengan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan sistem perkandangan dan jenis kelamin berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap respon fisiologis. Suhu rektal domba betina (38.83±0.13 ºC) lebih tinggi dibanding jantan (38.62±0.13 ºC), denyut nadi domba betina (87.86±3.61 ºC) lebih tinggi dibandingkan dengan jantan (87.25±6.39 ºC). Nilai rataan hematokrit (25.81±4.03), hemoglobin (Hb) (11.54±0.89), neutrophil (44.00±8.15), dan limfosit (38.56±10.15) berada pada kisaran normal. Nilai rataan rasio neutrofil/limfosit baik domba jantan dan domba betina yang dikandangkan individu maupun kelompok (1.37±0.84) berada di atas kisaran normal. Kesimpulan penelitian ini adalah respon fisiologis domba UP3J dipengaruhi oleh jenis kelamin dan sistem perkandangan, dan berdasarkan hasil rasio neutrofil/limfosit (1.37±0.84) menunjukkan bahwa domba mengalami stress
- …
