117 research outputs found
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR BERBASIS E-LEARNING PADA MATERI DESAIN WEB UNTUK PENDIDIKAN JARAK JAUH (PJJ)
ABSTRAK Rahayu, Wiwit. 2011. Pengembangan Sumber Belajar Berbasis E-Learning pada Materi Desain Web untuk Pendidikan Jarak Jauh. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Wahyu Sakti Gunawan Irianto, M.Kom., (2) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. Kata kunci: pengembangan sumber belajar, e-learning, desain web, pendidikan jarak jauh. Keterbatasan ruang dan waktu menjadi kendala utama bagi peningkatan kualitas pengajaran dan kesempatan belajar, terutama di Indonesia yang wilayahnya tersebar di berbagai daerah. Untuk mengatasi hal tersebut, pendidikan dapat memanfaatkan salah satu teknologi jaringan belajar yang disebut online technology. Teknologi pendidikan jarak jauh (PJJ) ini sebagai alternatif pemerataan kesempatan belajar yang memungkinkan peserta didik dapat mengakses sendiri materi atau bahan yang dibelajarkan (self contained materials) yaitu dalam bentuk e-learning. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sumber belajar berbasis e-learning pada materi desain web untuk PJJ. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Susilana dan Riyana yang disesuaikan dengan pengembangan sumber belajar berbasis e-learning. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada pengembangan ini berupa angket yang disebarkan kepada ahli media, ahli materi, dan responden. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Sampel uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan diambil dari peserta didik SMK Negeri 1 Panggungrejo-Blitar dan anggota Karang Taruna Desa Panggungrejo dan Desa Margomulyo. Produk sumber belajar berbasis e-learning ini menggunakan software Moodle. Hasil validasi sumber belajar dari ahli media mendapat persentase 92.5%, dari ahli materi mendapat persentase 85%, dan dari responden 91%. Berdasarkan hasil validasi tersebut, sumber belajar berbasis e-learning pada materi desain web untuk pendidikan jarak jauh dapat disimpulkan valid/layak dan efektif digunakan sebagai sumber belajar jarak jauh. Deseminasi sumber belajar ini dapat diterapkan pada sanggar belajar, kejar paket, dan pertemuan rutin anggota Karang Taruna. Pengembangan sumber belajar lebih lanjut dapat ditambahkan materi lain baik materi tentang desain web maupun materi lain
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Dipadu dengan Model Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kepanjen
ABSTRAK Rahayu, Wiwit. 2017. Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Dipadu dengan Model Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Masjhudi, M.Pd (2) Dra. Amy Tenzer, M.S. Kata kunci: inkuiri terbimbing, NHT, kemampuan berkomunikasi, hasil belajar. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Biologi saat melakukan Kajian dan Praktik Lapangan (KPL) tanggal 17 September - 29 Oktober 2016 di SMAN 1 Kepanjen, didapatkan data bahwa persentase ketuntasan hasil belajar klasikal pada ranah pengetahuan siswa kelas X-MIA 5 sebesar 58,3%. Kemampuan berkomunikasi siswa juga rendah dilihat dari siswa yang masih belum mampu menjelaskan dengan baik, bertanya dan menjawab pertanyaan dengan baik serta masih membaca LKS saat menjelaskan. Hal ini disebabkan belum digunakannya model pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan saintifik. Melalui penerapan Model Inkuiri Terbimbing dipadu dengan Model Numbered Heads Together (NHT) diharapkan kemampuan berkomunikasi dan hasil belajar siswa dapat meningkat. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Subjek penelitian ialah siswa kelas X MIA-5. Data keterlaksanaan pembelajaran, kemampuan berkomunikasi siswa diperoleh dari lembar observasi. Data hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan diperoleh dari nilai tes akhir siklus yang dilakukan setiap akhir siklus. Data hasil belajar ranah keterampilan dan sikap diperoleh dari lembar observasi selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penerapan model Inkuiri Terbimbing dipadu dengan model Numbered Heads Together (NHT) sudah terlaksana dengan sangat baik sesuai dengan sintaksnya. Rata-rata nilai kemampuan berkomunikasi siswa meningkat dari 62,6 pada siklus I menjadi 79,3 pada siklus II. Persentase ketuntasan hasil belajar klasikal ranah pengetahuan meningkat dari 72,2% pada siklus I menjadi 88,9% pada siklus II, persentase ketuntasan hasil belajar klasikal ranah keterampilan meningkat dari 63,9% pada siklus I menjadi 86,1% pada siklus II, dan persentase ketuntasan hasil belajar klasikal ranah sikap meningkat dari 61,1% pada siklus I menjadi 86,1% pada siklus II. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penerapan model Inkuiri Terbimbing dipadu dengan model NHT dapat meningkatkan kemampauan berkomunikasi dan hasil belajar siswa kelas X-MIA 5 SMA Negeri 1 Kepanjen. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, saran bagi peneliti lain maupun guru bidang studi yang ingin menerapkan model Inkuiri Terbimbing dipadu dengan model NHT yaitu sebaiknya menjelaskan kepada siswa bagaimana kegiatan pembelajaran yang menggunakan perpaduan inkuiri terbimbing dan NHT sebelum proses pembelajaran, menekankan kepada siswa untuk mengikuti pembelajaran sesuai waktu yang ditentukan oleh guru terutama pada saat merancang prosedur investigasi dan mengadakan pre-test dan post-test
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) / MAGANG III LOKASI SEKOLAH DASAR NEGERI 4 WATE
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)/ Magang III merupakan salah satu
rangkaian mata kuliah yang wajib diikuti mahasiswa. SD Negeri4 Wates merupakan
salah satu sekolah yang ditunjuk oleh pihak UNY untuk menjadi lokasi PPL/ Magang
III pada tahun 2015.Tujuan dari program PPL/Magang III adalah untuk memberikan
pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran di sekolah atau lembaga,
dalam rangka melatih dan mengembbangkan kompetensi keguruan Xatau
kependidikan; untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal,
mempelajari, dan menghayati permasalahan sekolah atau lembaga yang terkait
dengan proses pembelajaran; untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk
menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai secara
interdisipliner ke dalam pembelajaran di sekolah, klub, atau lembaga pendidikan.
Program kegiatan PPL/Magang III adalah mengajar mata pelajaran dasar selama
1bulan dimulai tanggal 10 Agustus sampai dengan 12 September 2015. Sebelum
proses pembelajaran dilaksanakan di kelas, praktikan menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat media pembelajaran, dan alat penilaian.
Dari pelaksanaan kegiatan PPL/Magang III, dapat disimpulkan bahwa
kegiatan PPL/Magang III, dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam
pengembangan kompetensi di bidang pendidikan, memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk belajar dan mengenal segala permasalahan di sekolah yang terkait
dengan proses pembelajaran, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
menerapkan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang telah dipelajari dalam
kehidupan nyata di sekolah, serta dapat meningkatkan hubungan kemitraan yang baik
antara UNY dengan sekolah yang terkait, yaitu SD Negeri 4 Wates
PENINGKATAN USAHA KERIPIK SINGKONG RASA GADUNG MENUJU UKM YANG BERDAYA SAING
ABSTRAKKeripik singkong rasa gadung merupakan salah satu hasil olahan dari singkong yang memiliki rasa gadung. Usaha pembuatan kripik ini telah lama dilakukan oleh masyarakat di Desa Pule Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri, diantaranya UKM Jawi rahayu dan UKM Surami. Kegitan pengabdian dilakukan dalam rangka meningkatkan usaha keripik singkong rasa gadung agar memiliki daya saing di tengah persaingan yang ketat dalam usaha pengolahan pangan. Kegiatan yang dilaksanakan agar kedua UKM mitra menjadi UKM yang berdaya saing meliputi : 1) Pelatihan dan pendampingan manajemen usaha, 2) Fasilitasi dan pendampingan perijinan usaha, 3) Pelatihan dan fasilitasi kemasan, serta 4) Pendampingan pemasaran. Hasil yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan adalah 1) perbaikan manajemen usaha khususnya pembukuan keuangan, 2) UKM mitra memiliki sertifikat P-IRT, 3) Kemasan lebih marketable, dan 4) daerah pemasaran semakin luas. Pada akhirnya kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan jumlah produksi, kualitas produk, dan pendapatan UKM. Kata kunci: daya saing, keripik singkong rasa gadung,UKM
Ketersediaan Pangan Pokok pada Rumah Tangga Petani Padi Sawah Irigasi dan Tadah Hujan di Kabupaten Karanganyar
This study aims to determine the supply pattern of staple food , the availability of staple food, and energy avaibility from staple foods on the irrigated and rainfed rice farmers household in Karanganyar Regency. Samples totaling 150 rice farming households consisting of 90 irrigated rice farmers households and 60 rainfed rice farmers households in four districts ( Karanganyar, Gondangrejo, Jaten, and Jatipuro District ) in the Karanganyar Regency. Data used include the primary and secondary data. Data were analyzed descriptively. The results showed that the supply pattern of staple food on rice farmer households in Karanganyar is from production itself and production itself plus of purchase. Average of staple food avaibility on irrigated rice farmer household was 64.75 Kg per month and 65.05 kg per month on rainfed rice farmers household. Average availability of energy from staple food on irrigated rice farmers household was 2516.69 kcal / person / day and on the rainfed rice farmer households was3584.53kcal/person/day.Keywords: Availability, staple food, energy, Karanganyar Regenc
Retraction Notice: Ruang Budaya Pada Proses Daur Hidup (Pernikahan) dan Tradisi Wiwit di Desa Sumber Polaman, Lawang Jawa Timur : Vol 3 no 1 2017
We hereby announce that the article entitled "Ruang Budaya Pada Proses Daur Hidup (Pernikahan) dan Tradisi Wiwit di Desa Sumber Polaman, Lawang Jawa Timur" published in Vol 3 No in 2017 has been withdrawn / retracted at the request of the author on October 13, 2021. The reason for the withdrawal is because it is indicated that the paper quoted without mentioning the source (misconduct) on the article "Nilai Kosmologi Pada Tata Spasial Pada Permukiman Desa Kapencar Lereng Gunung Sindoro Wonowsobo (https://journal.ugm.ac.id/mft/article/view/654)
Thus, we convey this notice so that it can be used properlyThis withdrawal was made at the request of the autho
Upaya Penurunan Angka Stunting Melalui Program Penyulahan Pernikahan Dini Pada Sekolah Perempuan Di Desa Cendana
Pernikahan dini merupakan masalah yang sangat krusial dan sangat berdampak pada berbagai aspek yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi sosial dan psikologis. Pernikahan bisa membahayakan ibu maupun bayi yang lahir, ibu yang melakukan pernikahan dini bisa melahirkan bayi yang premature yang akan berakibat terkena stunting. Menurut observasi yang dilakukan melalui kegiata ibu-ibu PKK di desa cendana Kecamatan Kutasari Purbalingga terdapat data stunting yang tinggi, yaitu 113 anak pada 2023 sedangkan tahun 2024 hingga bulan Februari sebanyak 158 anak. Data kelahiran di tahun 2023 sebanyak 96 orang pertahun. Selain itu, meningkatnya pernikahan dini karena pergaulan bebas menjadi masalah yang tengah dihadapi pemerintah desa. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu adanya sosialisasi untuk menekan angka stunting agar tidak semakin melonjak dan edukasi kepada remaja tentang bahaya yang ditimbulkan dari pergaulan bebas. Metode yang digunakan observasi, perencanaan, sosialisasi, dan evaluasi dengan tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya pernikahan dini dan stunting sehingga dapat menekan penurunan angka stunting dan pernikahan dini
 
PENGARUH JUMLAH DATA DAN LOKASI TRAFFIC COUNT TERHADAP ESTIMASI MATRIKS ASAL-TUJUAN KOTA BANDAR LAMPUNG BERDASARKAN ARUS LALU LINTAS
The more data traffic count using in process with unconventional methods, will estimate the better OD matrix, but it spend a lot of times, effort, and cost. Efficiency can be done by finding the amount of data and point the exact location, making it more effective in terms of time and costs but still produce an optimal estimate of O-D Matrix. The use of 42 traffic count produce estimate of OD Matrix model (100%) with R-square is 0,3114 for the current level. Scenarios is done by selecting roads with the lowest flow rate, 2 data for each scenario. Selection of input data traffic flow yield of the 13 scenarios, each of scenarios produce estimate of O-D Matrix with variation Rsquare. R-square of 0,9517 for linear trend line shows the amount of data has a tremendous influence in the decline in the value of R-square for the current level. Inconsiderably the condition of dependence, inconsistency, and the proportion movement make estimate of O-D Matrix has not been seen significantly. The optimum number of traffic count data is about 32 traffic count data, or about 76,19% of the total data traffic count (100%). Roads that could be recommended to input data to estimate O-D Matrix traffic count of more effective and efficient based on the study of the road with a large amount of movement of vehicles, roads with a large proportion of the movement of traffic between the zones, and roads are not only through private vehicles but also by public transport
Analisa Titik Pas Kebaya Sistem Pola So-En, Meyneke, dan Boho Menggunakan Bahan Brokat pada Bentuk Tubuh Wanita Ukuran M( Medium )
ABSTRAK Jiati, Wiwit. 2016. Analisa Titik Pas Kebaya Sistem Pola So-En, Meyneke, dan Boho Menggunakan Bahan Brokat pada Bentuk Tubuh Wanita Ukuran M ( Medium ). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata kunci: Titik Pas/Fitting factor, kebaya wanita ukuran M menggunakan “Pola So-En, Meyneke, dan Boho”. Kebaya wanita merupakan pakaian tradisional wanita Indonesia yang dalam pengerjaannya, memerlukan waktu yang lama dan ketelitian yang tinggi, serta pengambilan ukuran yang tepat. Tidak semua pola cocok digunakan pada setiap bentuk tubuh wanita, pada penelitian ini, sistem pola yang akan digunakan yaitu: Pola So-En, Meyneke, dan Boho, untuk mengetahui titik pas kebaya wanita pada bentuk tubuh wanita ukuran M (medium). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis titik pas kebaya wanita sistem Pola So-En, Meyneke, dan Boho dengan menggunakan bahan brokat pada bentuk tubuh wanita ukuran “M”. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang datanya berupa angka-angka dan analisa datanya menggunakan statistik deskriptif. Obyek pada penelitian ini kebaya wanita dengan pola So-En, Meyneke, dan Boho yang diuji cobakan pada tubuh wanita ukuran M. Penelitian ini menggunakan metode observasi, yaitu dengan pengamatan yang dilakukan oleh 3 panelis ahli bidang busana khususnya kebaya wanita. Jenis data berupa data ordinal dengan alternatif tepat dan tidak tepat. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan yang berjumlah 13 item kriteria penilaian dan teknik analisa datanya berupa persentase. Hasil titik pas/Fitting factor kebaya wanita ukuran M menggunakan “pola So-En,Meyneke,dan Boho” persentase pada pola So-En dinyatakan tepat sebanyak 74,35% dan tidak tepat sebanyak 25,66%. Pada pola Meyneke dinyatakan tepat sebanyak 84,62% dan tidak tepat sebanyak 15,39%. Pada pola Boho dinyatakan tepat sebanyak 92,31% dan tidak tepat 7,69%. Dari ketiga kebaya dengan sistem “pola So-En, Meyneke, dan Boho” yang dinilai oleh tiga panelis secara keseluruhan sudah tepat, namun sebaiknya diperhatikan pada jarak kupnat pada puncak dada, lingkar pinggang, garis bahu, dan panjang kebaya. Kesimpulan titik pas kebaya wanita ukuran M menggunakan sistem “Pola So-En,Meyneke, dan Boho” sudah tepat, namun proses pengukuran ketika pembuatan pola yang tepat dan teliti harus diperhatikan karena sangat mempengaruhi hasil akhir kebaya wanita, untuk penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan percobaan dengan membuat media pembelajarannya atau diujicobakan lagi dengan melakukan percobaan pada sistem pola dan ukuran yang lainnya dengan menggunakan ukuran yang berbeda dari ukuran yang sudah diteliti. Pada penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan percobaan dengan membuat media pembelajarannya atau dengan melakukan percobaan pada system pola yang lain dengan menggunakan ukuran dan menggunakan bahan yang berbeda dari ukuran yang sudah diteliti, misalnya ukuran sesuai dengan personal size dan menggunakan bahan yang berbeda
Penerapan Pembelajaran Langsung Tipe Snowball Throwing Pada Pembelajaran Tematik Kelas V di MI Negeri 1 Banyumas
Dalam proses pembelajaran guru membutuhkan beberapa model pembelajaran untuk menyampaikan materi kepada siswa, demi tercapainya tujuan pendidikan. Salah satu model yang digunakan dalam penyampaian materi tersebut yaitu dengan menyampaikan materi secara langsung kepada siswa, atau biasa kita sebut dengan pembelajaran langsung, selain itu ada model pembelajaran lain yang dikenal dengan pembelajaran snowball throwing.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan penerapan model pembelajaran langsung tipe snowball throwing siswa kelas V MI Negeri 1 Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data: observasi, wawancara, serta dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V Umar Bin Khattab kelas MI Negeri 1 Banyumas. Adapun objek penelitian ini adalah penerapan pembelajaran langsung tipe snowball throwing dalam mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa dalam proses pembelajaran siswa kelas V MI Negeri 1 Banyumas. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran langsung tipe snowball throwing pada pembelajaran tematik kelas V di MI Negeri 1 Banyumas dilakukan secara langsung dengan metode ceramah, setelah melewati langkah-langkah pembelajaran, untuk kegiatan akhir guru membagi siswa menjadi 5 kelompok, kemudian guru memberikan selembar kertas pada tiap kelompok lalu setiap kelompok menuliskan beberapa pertanyaan terkait materi yang telah dibahas. Selanjutnya kertas tersebut diremas menyerupai bola dan dilemparkan kepada kelompok lain. Setiap kelompok menjawab pertanyaa kelompok lain dengan cara presentasi, lalu setiap siswa mempuyai hak untuk menyanggah atau menambahkan jawaban dari teman yang sedang presentasi. Untuk tahap evaluasi dilakukan dengan dua cara yaitu teknik tes menggunakan soal pilihan ganda, soal uraian, dan soal isian. Dan teknik nontes guru melakukan pengamatan terhadap perilaku siswa dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
- …
