335 research outputs found
PENERAPAN METODE SHOW AND TELL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS V UPT SDN 11 TAROWANG KECAMATAN TAROWANG KABUPATEN JENEPONTO
Esti Rahayu, 2023. Penerapan Metode Show and Tell Untuk Meningkatkan
Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V UPT 11 Tarowang Kecamatan Tarowang
Kabupaten Jeneponto. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas
Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Nur Abidah Idrus
dan Lutfi B).
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa kelas
V UPT SDN 11 Tarowang pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini ditunjukan
dengan gejala-gejala sebagai berikut: masih rendahnya kepercayaan diri siswa
berbicara di depan umum, siswa kurang mampu menjelaskan kembali isi bacaan
yang dibacanya, dan siswa tidak ada yang berani bertanya kepada guru tentang isi
teks bacaan yang kurang dipahaminya. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui penerapan metode show and tell untuk meningkatkan keterampilan
berbicara pada mata pelajarana Bahasa Indonesia di kelas V UPT SDN 11
Tarowang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua
siklus setiap siklus dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Agar penelitian
tindakan kelas ini berhasil dengan baik, peneliti menyusun tahapan-tahapan yang
dilalui dalam penelitian tindakan kelas, yaitu: 1) Perencanaan Tindakan, 2)
Pelaksanaan Tindakan, 3) Observasi, 4) Refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru
dan siswa kelas V UPT SDN 11 Tarowang Sebanyak 22 siswa dan satu guru. Hasil
penelitian yang diperoleh yaitu dengan menggunakan penerapan metode show and
tell mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dilihat dari skor rata-rata siklus
I 67,5 dan siklus II 77,2. Adapun nilai ketuntasan pada siklus I yaitu 50% menjadi
81% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan
keterampilan berbicara siswa kelas V UPT SDN 11 Tarowang melalui penerapan
metode show and tell mengalami peningkatan.
Kata Kunci : Keterampilan Berbicara, Metode Show and Tel
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KUNDUR
ABSTRAK
Esti Rahayu, (2021): Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kundur
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Untuk Meningkatkan hasil belajar siswa pada Mata pelajaran Ekonomi di Seolah Menengah Atas Negeri 1 Kundur. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperimen dengan rancangan penelitian Non-equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitin ini adalah seluruh siswa yang belajar Ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kundur yang berjumlah 247 orang.Sedangkan sampel penelitian ini adalah siswa IPS kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kundur yang berjumlah 68 siswa terdiri dari 34 siswa kelas eksperimen dan 34 siswa kelas control dengan menggunakan teknik pengambilan Purposive Sampling dengan pertimbangan nilai rata-rata hasil pretest kelas mendekati sama. Subjek dalam penelitian ini guru dan siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kundur, sedangkan objek pada penelitian ini adalah proses pelaksanaan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share sebagai usaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kundur dengan baik pada taraf signifikansi 5% maupun1%( 2,0012,663), dan nilai sig, <0,05 (0,001<0,05) yang berarti di terima dan ditolak . Hasil uji effect size menunjukkanbesaran pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe think pair share terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kundur adalah 0,80 tergolong besar.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Think Pair Share. Hasil Belaja
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS IV MI NURUL ISLAM KECAMATAN KEBONSARI
ABSTRAK
Rahayu, Esti Eka. 2022. Penerapan Model Pembelajaran Quantum Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS pada Mata Pelajaran IPS di Kelas IV MI Nurul Islam Kecamatan Kebonsari. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Athok Fuadi, M.Ag
Kata Kunci : Quantum Learning, Hasil Belajar, IPS.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar siswa yang rendah pada mata pelajaran IPS di kelas IV MI Nurul Islam Kecamatan Kebonsari dilihat dari nilai siswa UTS dan UAS yang berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 70. Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan menggunakan model pembelajaran yang konvesional sehingga guru membuat siswa merasa jenuh dan kurang memperhatikan guru.Hal ini mengakibatkan pada hasil belajar siswa yang belum mencapai nilai KKM yang ditentukan oleh sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS menggunakan model pembelajaran Quantum Learning pada siswa kelas IV MI Nurul Islam Kecamatan Kebonsari.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara bertahap dengan dua siklus perencanaan. Satu siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, obsevasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Nurul Islam Kecamatan Kebonsari yang berjumlah 12 siswa yang terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Learning pada mata pelajaran IPS siswa mampu mendapatkan nilai rata-rata pada aspek kognitif sebesar 75 pada siklus I serta siklus II sebesar 83,33. Dengan selisih peningkatan sebesar 8,33. Kemudian hasil presentase juga menunjukkan nilai belajar dari segi kognitif sebesar 75% , pada siklus I dan pada siklus II sebesar 100%. Sehingga dapat dilihat dengan jelas bahwa presentase perbandingan antara siklus I dan siklus II mengalami peningkatan sebesar 25%. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Quantum Learning dapat meningkatkan hasil belajar, khususnya pada mata pelajaran IPS
Kredit Mikro Dan Kredit Usaha Rakyat Bermasalah Berdasarkan Sektor Ekonomi Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Sumber Periode Tahun 2015-2016
ABSTRAK KREDIT MIKRO DAN KREDIT USAHA RAKYAT BERMASALAH BERDASARKAN SEKTOR EKONOMI PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk UNIT SUMBER PERIODE TAHUN 2015-2016 Esti Rahayu F3614048 Salah satu kegiatan utama bank ialah menyalurkan dana dalam bentuk pinjaman atau kredit, dimana kredit tersebut dapat dipergunakan di berbagai sektor ekonomi. Terdapat risiko yang diemban oleh pihak bank ketika menyalurkan kredit. Salah satu risiko adalah munculnya kredit bermasalah yang tidak jarang berujung pada kredit macet atau Non Performing Loan (NPL). Banyaknya jumlah kredit bermasalah akan berdampak buruk pada kesehatan suatu bank. Penyebab kredit yang bermasalah berbeda antara satu sektor dengan sektor yang lain. Penanganan kredit yang bermasalah dapat pula berbeda-beda tergantung pada situasi dan kondisi debitur maupun pihak bank. Penelitian mengenai kredit mikro dan kredit usaha rakyat bermasalah ini dilakukan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Unit Sumber, dengan tujuan mengetahui sektor ekonomi apa yang paling banyak mengalami kredit bermasalah di tahun 2015-2016 dan apa saja penyebab sekaligus tindakan penanganan pihak BRI Unit Sumber dalam mengatasi kredit bermasalah pada suatu sektor ekonomi. Hal tersebut karena kredit mikro dan kredit usaha rakyat rentan mengalami kredit bermasalah, khususnya pada unit-unit BRI. Pembahasan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data primer dan sekunder. Data primer meliputi wawancara dan pengamatan selama berada di lokasi, sedangkan data sekunder meliputi arsip-arsip dan dokumen pada unit tersebut. Hasil dari penilaian dan pengamatan menyatakan bahwa sektor jasa-jasa dunia usaha mengalami KUPEDES bermasalah terbanyak di tahun 2015 dan sektor konstruksi mengalami KUPEDES bermasalah terbanyak di tahun 2016. Sedangkan sektor industri mengalami KUR bermasalah terbesar baik di tahun 2015 mapun 2016. penyebab kredit bermasalah di masing-masing sektor cenderung karena perubahan cuaca yang tidak bersahabat dengan usaha debitur dan persaingan yang ketat. Kemudian penanganan-penanganan kredit bermasalah pada dasarnya sama yaitu dengan menggunakan langkah-langkah sesuai teori atau peraturan yang ada, namun pada BRI Unit Sumber sendiri mempunyai cara khusus untuk menangani kredit bermasalah yakni dengan mencarikan link kerja sama bagi debitur yang kesulitan membayar dan menawarkan untuk mendirikan stand pada event-event BRI khususnya bagi debitur yang mengalami masalah dalam mengangsur kewajibannya. Kata kunci: kredit bermasalah, sektor ekonomi kredit bermasalah, penanganan kredit bermasalah ABSTRACTION PROBLEM OF KREDIT MIKRO AND KREDIT USAHA RAKYAT BASED ON ECONOMIC SECTOR AT PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk UNIT SUMBER PERIODE 2015-2016 Esti Rahayu F3614048 One of the main bank activity is giving fund in the form of loans or credit, that credit can be use for many economic sectors. There are risk for bank by giving credits. One of the risk is there are problem loans which is often result an non performing loans (NPL) in the end. Many problem loans can caused bad things for healthy bank. The cause of problem loans in a sector was different from other sectors. So the handling problem loans is can be different too, depends on debitur and bank situation and conditions. This research about problem of Kredit Mikro and Kredit Usaha Rakyat performed at PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Sumber, with the purpose is to know what kind of economic sectors which most experience by problem loans in 2015-2016, and what thing can caused problem loans, and how steps to handling problem loans based on economic sectors at PT Bank Rakyat Indonesia Unit Sumber. That because of Kredit Mikro and Kredit Usaha Rakyat were susceptible by problem loan especially in units of Bank Rakyat Indonesia. This research discussion used qualitative descriptive methode with primary and secondary data. Primary data is by doing interview and observation at the location, which the secondary data by looking archives and documents in there. The result of observation and assessment is declare that service of business sector experience the most KUPEDES problem in 2015 and then construction sector experience the most KUPEDES problem in 2016. industrial sector experience the most KUR problem in 2015 and 2016. problem loans in an economic sector caused by tend to be change of weather or bad climate that can be bad effect to debiturs bussiness. Then for handling problem loans in every sectors is equal. Thats by doing the theory and regulation, but Bank Rakyat Indonesia Unit Sumber have special steps to handling problem loans by giving “cooperation link” and offering “stand” when there are Bank Rakyat Indonesia events. Especially for debiturs which having problem loans. Keywords: problem loans based on economic sector, cause of problem loans, handling problem loans
Implementasi Program Sekolah Perempuan Berdayakan Lindungi Perempuan dan Anak (SEKOPER BERLIAN) di Desa Tambakrejo Jombang
ABSTRACT
IMPLEMENTATION OF THE SCHOOL EMPOWERING PROGRAM PROTECTING WOMEN AND CHILDREN (SEKOPER BERLIAN)
IN TAMBAKREJO VILLAGE, JOMBANG
ESTI PUJI RAHAYU
NPM. 18041010112
The implementation of community empowerment is one of the efforts to achieve social welfare. In this case, to achieve social welfare, the Jombang Regency Government carries out the Women Empowering School program to protect women and children. The objective of this research is to describe and analyze the implementation of the Women Empowering School Protecting Women and Children Program (SEKOPER BERLIAN) in Tambakrejo Village, Jombang. The type of research used is qualitative with a descriptive approach. The focus of this research uses the factors that determine the success or failure of an implementation, as proposed by Erwan and Dyah in Public Policy Implementation (2015), which includes 6 factors: policy quality, adequacy of budget policy inputs, instrument accuracy, implementor capacity, characteristics and support of target groups, and socio-economic and political geographical environmental conditions. The data source in this research uses both primary and secondary data sources. Primary data is obtained through interviews, documentation, and observation. Meanwhile, secondary data is used to complement the primary data needs. The results of this study indicate that the implementation of the Empowering Women School program to Protect Women and Children in Tambakrejo Village can run well. This is because it has met 6 factors of policy implementation success, namely in the quality factor of the policy there are clear objectives and clarity of program implementers. In the adequacy of policy input factor, sufficient funding has been allocated for activities sourced from village funds. In the appropriateness of instruments factor, learning methods that are suitable for community conditions have been used and are implemented regularly. In the implementer's capacity factor, the number of program administrators is adequate, and the administrators have also received training from the DPPKBPPPA of Jombang Regency so that they have the necessary competencies. In terms of the characteristics and support factors of the target group, they have also received full support from the Tambakrejo village community. As for the socio-economic and political environmental conditions, they have been successfully implemented because the environmental conditions are conducive, thus supporting the efforts to achieve policy objectives.
Keywords: Policy Implementation; community empowerment; Sekoper Berlian progra
Struktur dan Makna Simbolik Gerak Tari Klana pada Wayang Topeng Versi Tumpang Kabupaten Malang dalam Cerita Joko Iman Takiyur
ABSTRAK Rahayu, Ayu Esti. 2015. Struktur dan Makna Simbolik Gerak Tari Klana pada Wayang Topeng Versi Tumpang Kabupaten Malang dalam Cerita Joko Iman Takiyur. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. E.W Suprihatin Dyah P, M.Pd, (2) Wida Rahayuningtyas, S.Pd, M.Pd, Kata Kunci: Struktur Gerak, Makna Simbolik, Klana, Wayang Topeng, cerita Joko Iman Takiyur. Klana merupakan salah satu tari pada wayang topeng versi Tumpang Kabupaten Malang dalam cerita Joko Iman Takiyur. Berdasarkan data penelitian belum adanya dokumentasi tertulis tentang struktur dan makna simbolik gerak tari Klana. Oleh karena itu, permasalahan ini menarik bagi peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Salah satu sanggar tari yang mengangkat cerita Joko Iman Takiyur yaitu sanggar tari Setyo Utomo.Tujuan penelitian yaitu: 1) Mendiskripsikan Struktur Gerak Tari Klana pada Wayang Topeng Versi Tumpang Kabupaten Malang dalam Cerita Joko Iman Takiyur; 2) Mendiskripsikan Makna Simbolik Gerak Tari Klana pada Wayang Topeng Versi Tumpang Kabupaten Malang dalam Cerita Joko Iman Takiyur.Penelitian termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data di mulai dari tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) struktur gerak tari Klana pada wayang topeng versi Tumpang Kabupaten Malang dalam cerita Joko Iman Takiyur terdiri dari unsur gerak kepala (tegak, toleh kiri, toleh kanan, dingkluk, dangak, ceklekan), unsur gerak tangan (supit urang, guntingan, singget, seblak sampur, bumi langit, miwir sampur), unsur gerak badan (tegak, mayug, degeg), unsur gerak kaki (junjungan, tanjak, gejuk, sirig), motif gerak statis dan dinamis (gedruk gawang, tanjak, junjungan, singget, labas, gejekan, sirig), dan ragam gerak statis dan dinamis (gedruk gawang, ongkek lambung, junjungan, pogokan, guwakan sampur, ngore rekmo, singget besutan, labas lombo, gejuk mundur, labas rangkep, gejekan ulap-ulap, gejekan tumpang tali, gelengan, kencrongan, kencak srodok, sirig). 2) Makna simbolik gerak tari Klana pada wayang topeng versi Tumpang Kabupaten Malang dalam cerita Joko Iman Takiyur, menggambarkan perjalanan hidup manusia atau mengandung makna tentang manusia. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan akan ada penelitian yang lebih lanjut dan lebih menyempurnakan hasil penelitian, misalnya tentang tata busana tari Klana dalam cerita Joko Iman Takiyur atau bentuk penyajian tari Klana dalam cerita Joko Iman Takiyur versi Tumpang Kabupaten Malang
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN
Praktik Lapangan Terbimbing (PLT) merupakan mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa kependidikan. Program PLT Universitas Negeri Yogyakarta dilaksanakan pada 15 September sampai 17 November 2017. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang telah didapat dalam bidang pendidikan ke tempat PLT. Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan kepribadian, profesionalisme, pedagogi, dan sosial dalam pelaksanaan PLT. SD Negeri Jlaban merupakan salah satu sekolah dasar yang ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan PLT pada tahun 2017.
Program PLT ini terbagi menjadi dua yaitu program mengajar dan non mengajar. Program mengajar meliputi 4 kali mengajar terbimbing, 4 kali mengajar mandiri, dan 2 kali ujian mengajar. Praktik mengajar terbimbing, mandiri, dan ujian dilaksanakan di kelas rendah dan kelas tinggi. Program PLT memiliki beberapa tahapan seperti persiapan, pelaksanaan, analisis hasil. Kegiatan non mengajar meliputi:pendampingan pramuka, senam angguk, lomba gobak sodor dan bakiyak, pengelolaan perpustakaan, outbound, pembuatan teks lagu daerah dan lagu nasional, perawatan mushola, inventarisasi sekolah, kerajinan barang bekas, taman obat dan hias, mural perpustakaan SD N Jlaban, perpisahan dan penarikan PLT
Berdasarkan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PLT), maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan PLT dapat mengembangkan kemampuan setiap mahasiswa kependidikan dalam kemampuan kepribadian, profesionalisme, pedagogi, dan sosialnya. Mahasiswa semakin memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam praktik mengajar di sekolah. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang dimiiki dan meningkatkan hubungan yang baik antara pihak sekolah dan UNY
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMK NEGERI 2 MAGELANG
Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata
kuliah praktek yang wajib ditempuh oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat dalam
menyelesaikan gelar sebagai sarjana pendidikan selain pelaksanaan KKN dan Tugas
Akhir serta Skripsi di Universitas Negeri Yogyakarta. Visi dari Praktik Pengalaman
Lapangan (PPL) adalah wahana pembentukan calon guru atau tenaga kependidikan
yang profesional. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) biasanya dilaksanakan pada
semester khusus.
Kegiatan PPL terbagi dalam beberapa tahapan yaitu: tahap persiapan,
pelaksanaan, evaluasi dan penyusunan laporan. Tahapan persiapan dilakukan di
kampus dengan kegiatan microteaching yang dilakukan mulai bulan Februari
hingga bulan Mei 2016. Tahapan pelaksanaan PPL meliputi tahap pembekalan,
penerjunan, dan praktik mengajar. Pelaksanaan program PPL dimulai dari tanggal
15 Juli 2016 sampai 15 September 2016 di SMK Negeri 2 Magelang. Pelaksanaan
program diisi dengan observasi kelas, konsultasi, pembuatan administrasi guru
(membuat agenda harian, membantu administrasi guru, membuat RPP, dan membuat
materi ajar), praktik mengajar dan evaluasi. Dalam praktik mengajar, kelas yang
diampu adalah kelas XI AK 2 dan X AK 3. Evaluasi dari guru pembimbing
meliputi penyampaian materi yang terlalu cepat dan pengaturan waktu yang kurang
tepat. Penyusunan laporan dilakukan ketika pelaksanaan PPL sudah selesai.
Secara umum Program PPL dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar
tanpa mengalami suatu hambatan yang berarti. Pada realisasinya kegiatan berjalan
sesuai dengan target yang sudah direncanakan. Kegiatan PPL ini dilaksanakan pada
saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung. Manfaat yang diperoleh dari
kegiatan PPL adalah meningkatkan kemampuan dalam menerapkan ilmu
pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh di bangku kuliah sekaligus
memperluas wawasan dan pengalaman tentang kegiatan pendidikan dan kegiatan yang
menunjang kelancaran proses belajar mengajar di sekolah. Sebagai upaya
peningkatan kualitas dan profesionalitas tenaga pengajar, kegiatan PPL perlu
ditingkatkan dengan membina hubungan antar lembaga pendidikan yang terkait.
Program-program yang telah terlaksana tersebut, merupakan indikasi
keberhasilan semua pihak yang terkait. Setelah masa PPL, diharapakan pihak siswa
akan terus berusaha berkarya untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya di
semua bidang, menemukan cara belajar yang efektif, dan berorganisasi dengan
dibimbing oleh guru pembimbing. Keberhasilan pelaksanaan PPL ini, hendaknya
disikapi oleh pihak Universitas Negeri Yogyakarta dengan meningkatkan jalinan
komunikasi dan kerjasama dengan SMK Negeri 2 Magelang, agar pelaksanaan PPL
di masa mendatang akan lebih baik dan bermanfaat bagi pengembangan sekolah,
siswa dan mahasiswa praktikan
LAPORAN PPL INDIVIDU SMA NEGERI 2 WONOSARI JL. KI AGENG GIRING 3, TRIMULYO II, KEPEK, WONOSARI GUNUNGKIDUL
Usaha peningkatan efisiensi dan kualitas penyelenggaraan proses
pembelajaran terus dilakukan, termasuk dalam hal ini mata kuliah lapangan seperti
Mata Kuliah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
Mata kuliah PPL mempunyai kegiatan yang terkait dengan proses
pembelajaran maupun kegiatan yang mendukung berlangsungnya pembelajaran. Mata
kuliah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa,
terutama dalam hal pengalaman mengajar, memperluas wawasan, pelatihan dan
pengembangan kompetensi yang diperlukan dalam bidangnya, peningkatan
keterampilan, kemandirian, tanggunga jawab, dan kemampuan dalam memecahkan
masalah.
Penyelanggaraan kegiatan PPL dilaksanakanmendukung satu dengan yang
lainnya untuk pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru atau tenaga
kependidikan
- …
