53 research outputs found

    ANALISIS KOMPARATIF KINERJA SAHAM AKTIF DAN SAHAM TIDAK AKTIF (SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2020)

    No full text
    ABSTRAK “ANALISIS KOMPARATIF KINERJA SAHAM AKTIF DAN SAHAM TIDAK AKTIF (SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2020)” OLEH: RAHMAD SYAH PUTRA NIM: 11673101448 Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji apakah ada perbedaan kinerja antara perusahaan saham aktif dan perusahaan saham tidak aktif. Penelitian ini menggunakan Profitabilitas, Leverage, Price Earning Ratio (PER) dan Market Value Added (MVA) untuk menilai kinerja perusahaan. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 40 perusahaan dengan metode penarikan sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan tahunan. Metode analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji hipotesis menggunakan uji Mann Whitney U-test. Hasil analisis uji Mann Whitney U-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai profitabilitas dan Market Value Added (MVA) antara saham aktif dan saham tidak aktif. Sedangkan nilai leverage dan Price Earning Ratio (PER) antara saham aktif dan saham tidak aktif tidak terdapat perbedaan. Kata Kunci : Saham Aktif, Saham Tidak Aktif, Profitabilitas, Leverage, Price Earning Ratio(PER) dan Market Value Added (MVA

    STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PADA SMA NEGERI 3 MEULABOH KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT

    No full text
    STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PADASMA NEGERI 3 MEULABOH KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARATOleh: Rahmad Syah PutraNIM: 1409200050039Komisi Pembimbing:1. Prof. Dr. Murniati AR, M. Pd.2. Dr. Bahrun, M. Pd.ABSTRAKPeningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu keharusan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: perencanaan, implementasi, pengawasan dan evaluasi program peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Ketua MGMP, Komite Sekolah dan Pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peren-canaan peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan oleh Kepala Sekolah dengan menyusun program sekolah sesuai dengan visi dan misi sekolah. Program yang disusun berupa penambahan jam pelajaran, peningkatan mutu guru melalui penataran, pelatihan guru, pelaksanaan supervisi, dan pendidikan lanjutan bagi guru. Sedangkan program perencanaan peningkatan mutu bagi siswa meliputi peningkatan pendidikan siswa melalui program kegiatan kokurikuler seperti: praktik ibadah, pramuka, latihan kepemimpinan, pembinaan bakat minat yang difokuskan kepada empat bidang kegiatan yang meliputi: bidang keagamaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, olah raga, serta bidang kesenian; (2) Implementasi program peningkatan mutu dilakukan dengan melaksanakan program sekolah yang telah direncanakan seperti: pemberian tugas dalam kegiatan kurikuler dan kokurikuler, memberi dukungan dan motivasi bagi guru yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, pemantapan UAS dan UAN, mendatangkan narasumber, mengadakan rapat rutin, serta memberdayakan Komite Sekolah. (3) Pengawasan program peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan oleh Kepala Sekolah pada personil pada awal dan akhir semester untuk mengetahui tingkat ketercapaian kurikulum yang diterapkan. (4) Evaluasi program peningkatan mutu pendidikan dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah dengan mengacu pada program pengendalian mutu dan pedoman evaluasi pendidikan dilengkapi dengan instrumennya, dengan mencakup evaluasi hasil, proses pelaksanaan, dan faktor-faktor manajerial pendukung proses pendidikan.Kata kunci: Strategi, Peningkatan Mutu, dan Pendidika

    Teungku Inong & Tradisi Pengajian di Aceh

    No full text
    Teungku Inong merupakan seorang figur yang merupakan guru di dalam masyarakat. Selain itu, Teungku Inong adalah sebuah sebutan untuk ulama perempuan yang merupakan intelektual yang sangat berpengaruh di dalam masyarakat Aceh dalam kegiatan keagamaan. Mereka ialah tokoh agama sekaligus pakar dalam ilmu pengetahuan yang mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada masyarakat dengan moralitas yang terpuji. Pengaruh Teungku Inong dalam kegiatan keagamaan masyarakat di Pantai Barat Selatan Aceh cukup besar terutama dalam mencetak kader Qurani yang bisa membaca Alquran dengan baik dan benar serta memahami ilmu-ilmu agama Islam. Khusus di Aceh Barat, kiprah Teungku Inong ini merupakan sesuatu yang tidak asing; hampir seluruh pengajian yang tumbuh di wilayah ini diprakarsai oleh kaum wanita

    PELANGGARAN MENGGUNAKAN KNALPOT YANG TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN TEKNIS KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA RN(SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH)

    No full text
    ABSTRAKRahmad Syah Putra,2014PELANGGARAN MENGGUNAKAN KNALPOT YANG TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN TEKNIS KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Banda Aceh)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.(iv,51), pp., bibl. M. Iqbal, S.H., M.HPasal 285 ayat (1) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur tentang pengemudi sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis laik jalan yang meliputi kaca, knalpot, lampu penunjuk arah. Ancaman yang termuat dalam Pasal 106 (3) jo Pasal 48 (2) dan (3) baik pidana maupun denda bagi pelanggar. Meskipun terdapat ancaman pidana maupun denda masih banyak masyarakat yang melanggar peraturan tersebut.Tujuan pembahasan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan Knalpot yang tidak memenuhi persyaratan teknis kendaraan bermotor roda dua, untuk menjelaskan upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya pelanggaran menggunakan knalpot yang tidak memenuhi persyaratan teknis kendaraan bermotor roda dua.Data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian Kepustakaan dimaksudkan untuk memperoleh data sekunder dilakukan dengan cara mempelajari peraturan Perundang-undangan, literatur-literatur yang ada hubungannya dengan masalah dibahas. Penelitian lapangan dimaksudkan untuk memperoleh data primer dilakukan dengan cara mewawancarai para responden.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat tidak menggunakan Knalpot Standar dalam mengendarai kendaraan bermotor di Kota Banda Aceh antara lain :Mengikuti modifikasi model kendaraan, tidak mengetahui kalau hal tersebut melanggar hukum, pengaruh teman, kurang nyaring bunyi knalpot dari pabrikan serta kurang menariknya bentuk yang dipasang dari pabrik. Kurangnya kesadaran hukum penggunaan. Upaya pencegah dan menanggulangi terjadi pelanggaran lalu lintas, adalah dengan cara : Preventif yaitu melakukan sosialisasi mengenai penggunaan Knalpot Standar, baik manfaat yang ditimbulkannya maupun kerugian dari penggunaan knalpot yang tidak standar, memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada anggota masyarakat serta, melakukan himbauan-himbauan. Represif yaitu dengan melakukan Razia, penilangan terhadap pelaku pelanggaran.Disarankan kepada pelaku pelanggaran agar tidak mengulangi pelanggaran dimasa yang akan datang. Disarankan agar pihak kepolisian lebih meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 ini di Kota Banda Aceh khususnya bagi pengendara kendaraan yang menggantikan Knalpot standar dengan yang tidak standar dengan menerapkan sanksi pidana yang sesuai dalam Undang-Undang No. 22Tahun 2009

    Islamic Education in Sri Ratu Tajul Safiatuddin’s Period (Historical Review)

    No full text
    The background of this study is to see how the Islamic education in Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin's period, at that time the kingdom of Aceh Darussalam peak of its glory (Century XVII), it was visited by many scholars (Ulama and the Poet), foreign and domestic. Among those who came, there are some scholars who stayed in Aceh and return to his homeland as well. While in Aceh, they became a teacher, especially in the science of religion and the author of books on various branches of science. Since the number of teachers and authors who live in Aceh make Aceh as "Qibla" the study of Islam and other sciences in the archipelago at that time. The purpose of this study was to determine how the system of Islamic education in the XVII century (1050-1086 H = 1641-1675 AD), the progress and the development of Islamic education in Aceh during the reign of Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin and compliance with the current context. Data from this study were obtained through the collection of a variety of references and relevant sources, then in their analysis authors use literature review, the results of the processing of these data are concluded that the Islamic Education In Sri Ratu  Tajul Alam Safiatuddin's period was very advanced, because he encouraged the importance of education and science when he lead, at that time science and education in Aceh were developed so well, the literature of Malay-Aceh was very well-known to all over the world

    Peran Farid Husain dalam Perdamaian Aceh

    No full text
    This study concerns the process of resolving the Aceh’s conflict and the role of one of the leaders in Aceh\u27s peace, Farid Husain. The purpose of this study is to examine and to discuss the history of the resolution of the Aceh’s conflict, and the role of Farid Husain in Aceh peace In collecting the data, this study uses historical and descriptive analytical methods. The method of data collection is through three methods, namely observation, interview and documentation study. The results showed that during the conflict in Aceh, very much effort was made by the Government of the Republic of Indonesia to resolve the Aceh’s conflict, starting from the reigns of President Soekarno, Suharto, BJ, Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, to President Susilo Bambang Yudhoyono\u27s Government and Vice President M. Jusuf Kalla who became the solution to the peaceful conflict in Aceh through intensive direct dialogue between facilitated by the Crisis Management Initiative (CMI). Farid Husain was one of the people involved in the Aceh peace process who played a role in opening communication with GAM leaders and working behind the scenes to supply information about Aceh and GAM in the interests of the Indonesian peace team in resolving the Aceh conflict through peaceful means. The results of the study also found that the Aceh peace process was collectively carried out by various parties, not involving one actor, one of which was Farid Husain who played the role of To See The Actor, also involving various other figures including the Acehnese leaders themselves

    MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN FATIH BILLINGUAL SCHOOL ACEH

    No full text
    Improving the quality of education is a must to meet the needs of the school and community. This study aims to determine the planning, implementation, monitoring and evaluation of programs to improve education. The method used in this research is descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques: observation, interviews and documentation study. Subjects were Principal, Vice Principal, committees and supervisors. The results of the study will describe how Planning, Implementation, and Evaluation of education quality improvement programs are carried out by Fatih Billingual School in Aceh every year, but also conducted on a monthly and semester basis. includes internal evaluation and external evaluation as a reference for improving the quality of schools in Aceh

    Alfian Ibrahim dan Universitas Teuku Umar

    No full text
    xxviii, 25 hlm; 20 c

    Potensi Bangkitan Perjalanan Berbasis Guna Lahan Sekolah

    No full text
    AbstractCitizen growth will cause the increasing of amount trip due to fullfil the needs. School is a place that students go to, to get the education. Those activities can cause human movements and further can cause traffic jam if there are no proper configurations. The main aim of this study is to know the potential trip generation that caused by high schools in Bandar Lampung, to analize factor that affected by student movements and make the trip generation that caused by school’s function in Bandar Lampung. The main aim of this study is to know the potential trip generation that caused by high schools in Bandar Lampung, to analize factor that affected by student movements and make the trip generation that caused by school’s function in Bandar Lampung.The data were drawn from the responses of quesionaire that given to students of 4 high schools in bandar lampung and itsrelationship between transportation modes, vehicles ownership and pocket money. The data analysis is using category analysis and comparison descriptive. Trip generation from the category analysis counts from kepemilikan kendaraan, pemilihan moda dan besaran uang saku as one of factor that affected. The results of the category analysis obtained the total movement of students from the four schools that have been studied is 1259 movementsKeywords: high school students, trip generation, category analysis. AbstrakPertumbuhan penduduk akan mengakibatkan meningkatnya jumlah perjalanan guna memenuhi berbagai kebutuhan. Sekolah merupakan tempat tujuan aktivitas pelajar untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Aktivitas tersebut dapat menyebabkan perpindahan manusia dalam satu waktu dan kemudian hari dapat menimbulkan masalah seperti kemacetan apabila tidak dilakukan pengaturan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bangkitan dan tarikan perjalanan yang ditimbulkan dari dan oleh sekolah menengah atas di Bandar Lampung, menganalisis faktor yang mempengaruhi pergerakan pelajar dan membuat model bangkitan yang diakibatkan fungsi sekolah di Bandar Lampung. Pengambilan data dilakuan dengan pembagian kuesioer kepada pelajar di empat sekolah yang telah ditentukan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mengenai asal tujuan perjalanan, moda transportasi, kepemilikan kendaraan serta uang saku. Kemudian dilakukan analisis data yaitu analisis kategori dan desktiptif komparatif Model bangkitan yang diperoleh dari hasil analisis kategori dihitung dengan kepemilikan kendaraan, pemilihan moda, dan besaran uang saku sebagai faktor yang mempengaruhinya. Hasil dari analisi kategori didapatkan pergerakan total pelajar dari keempat sekolah yang telah diteliti adalah sebesar 1259 pergerakan. Kata kunci : pelajar SMA, model bangkitan, analisa kategori

    Pengenalan Wajah Secara Real Time dengan Fisherface Menggunakan Satu Gambar Per Orang dalam Android

    No full text
    Rapid development in technology, especially in multimedia provides feature to visualize data. In this research, author choose to visualize student data which can be obtained from student directory. For better visualization, face recognition would ease users. But face recognition needs a lot of train data before recognizing people. This would be a problem as in student directory, each student only have one image. To implement face recognition, the system needs a method where face recognition system could be trained with one single image per person. With Fisherface Methods, it is possible to have face recognition with only one image per person. A pre-processing technique is applied in this system as it increase the accuracy of face recognition. This system is developed in mainstream mobile operating system, Android. This research result concludes that Fisherface Methods with student directory data achieved 85% in accuracy.Perkembangan pesat dalam dunia teknologi, terutama di bidang multimedia dapat dimanfaatkan untuk memvisualisasikan data. Dalam penelitian ini, peneliti memilih memvisualisasikan data mahasiswa.yang didapatkan pada direktori mahasiswa. Untuk memudahkan visualisasi ini, maka sistem menggunakan pengenalan wajah. Namun pengenalan wajah memerlukan banyak data dalam melatih sistem sebelum mengenali wajah. Hal ini merupakan masalah utama karena pada direktori mahasiswa, setiap mahasiswa hanya memiliki sebuah gambar. Untuk menerapkan pengenalan wajah, sistem memerlukan sebuah metode dimana sistem pengenalan wajah dapat dilatih hanya dengan satu gambar per orang. Dengan metode Fisherface, pengenalan wajah menggunakan satu gambar per orang memungkinkan. Teknik pre-processing pun digunakan dalam sistem ini karena mampu meningkatkan akurasi pengenalan wajah. Sistem ini dibangun untuk perangkat mobile yang sering digunakan orang, Android. Hasil penelitian ini menunjukkan metode Fisherface dengan data direktori mahasiswa memberikan akurasi hingga 85%.Skripsi Sarjan
    corecore