38 research outputs found

    HUBUNGAN PEMBERIAN LIRAGLUTIDE TERHADAP INDEK MASSA TUBUH (IMT) Studi Obeservasional Analitik Terhadap Anggota Polri di Rumah Sakit Prof. Dr Awaloedin Djamin Semarang

    No full text
    Latar Belakang: Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan satu metode untuk menilai status gizi seseorang. Pengukuran IMT atau indeks massa tubuh merupakan bentuk skrining komposisi tubuh dengan menggunakan nilai berat badan dan tinggi badan dan dimasukan kedalam rumus IMT, yaitu (BB/TB2 ). Berdasarkan nilai kisarannya IMT terbagi menjadi 3 kategori, yaitu : underweight (IMT≤18,4), normal (IMT 18,5-25), dan overweight (IMT≥25,1). Adanya peningkatan nilai dari IMT ini dapat menyebabkan obesitas yang berdampak pada kesehatan individu. Obesitas adalah keadaan kondisi tubuh yang abnormal dengan ditandai beberapa peningkatan komponen tubuh,terutama peningkatan lemak tubuh yang berlebih,yang tersimpan sebagai cadangan energi di jaringan subkutan, pada organ tubuh, dan di jaringan adiposa. Pengobatan pada obesitas ini salah satu alternatifnya adalah dengan glucagon-like peptide (GLP-1) yaitu Liraglutide. Liraglutide merupakan salah satu dari derivate hormone metabolic incretin, merupakan glucagon like peptide- (GLP-1) terasilasi yang digunakan sebagai agonis reseptor GLP-1. Berikatan dengan reseptor yang sama bekerja untuk menstimulasi sekresi insulin Hormone. GLP-1 endogen ini memiliki kemampuan menyeimbangkan kadar glukosa plasma. Metode: Penelitian Obeservasional berdisain cross sectional yang dilakukan pada suntikan liraglutide dan Indek Massa Tubuh pada polisi obestas. Suntikan liraglutide menggunakan dosis total selama 6 minggu yaitu dosis 7,2 mg (11 orang), dosis 8,4 mg (10 orang), dan dosis 9 mg (9 orang). Indek Massa Tubuh diambil dari nilai penurunan setelah diberikan suntikan liraglutide. Data ini diambil dari rekam medis Rumah Sakit Bhayangkara Prof. Dr Awaloedin Djamin Semarang. Uji korelasi Kendall,s Tau digunakan untuk menganalisis kedua hubungan tersebut. Hasil: Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 30 sampel, didapatkan hasil Uji Korelasi Kendall Tau p=0,446 dan r=0,129. Setelah dilakukan hitung rata-rata penurunan antar dosis didapatkan rata-rata penurunan pada dosis 7,2mg yaitu 7%, pada dosis 8,4mg yaitu 7% dan pada dosis 9 mg mengalami kenaikan yaitu 8%. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara suntikan liraglutide dengan Indek Massa Tubuh. Kata Kunci: Suntikan Liraglutide, Indek Massa Tubuh,Obesita

    HUBUNGAN ANTARA SUNTIKAN LIRAGLUTIDE DENGAN LEMAK BADAN Studi Obeservasional Analitik terhadap Anggota Polri di Rumah Sakit Bhayangkara Prof. Dr Awaloedin Djamin Semarang

    No full text
    Latar Belakang: Lemak badan (trunk fat) merupakan bagian dari lemak subkutan yang diklasifikasikan berdasarkan pembagian secara segmental dimana meliputi daerah thoraks dan abdomen. Fungsi dari lemak badan yaitu sebagai sumber energi, maintain body temperature, dan melindungi tubuh dari lingkungan luar. Akumulasi lemak badan yang berlebih dapat mengakibatkan obesitas sehingga mengganggu kesehatan. Terapi farmakologi menjadi alternatif dalam penatalaksanaan pasien dengan obesitas, dimana salah satunya menggunakan agen glucagon-like peptide-1 (GLP-1) yakni liraglutide Liraglutide selain sebagai terapi dalam DM tipe 2, juga menjadi terapi tambahan untuk diet pada kasus obesitas yang sudah disetujui oleh FDA. Karena banyaknya prevalensi obesitas, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara suntikan liraglutide dan lemak badan. Metode: Penelitian Observasional berdisain cross sectional yang dilakukan pada suntikan liraglutide dan lemak badan pada polisi obesitas. Suntikan liraglutide menggunakan dosis total selama 6 minggu yaitu dosis 7,2 mg (6 orang), dosis 8,4 mg (10 orang), dan dosis 9 mg (14 orang). Lemak badan diambil dari nilai penurunan setelah diberikan suntikan liraglutide. Data ini diambil dari rekam medis Rumah Sakit Bhayangkara Prof. Dr Awaloedin Djamin Semarang. Uji korelasi Kendall,s Tau digunakan untuk menganalisis kedua hubungan tersebut. Hasil: Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 30 sampel, didapatkan hasil Uji Korelasi Kendall Tau p=0,041 dan r=0,335. Setelah dilakukan hitung rata-rata penurunan antar dosis didapatkan rata-rata penurunan pada dosis 7,2 yaitu 8,45, pada dosis 8,4mg yaitu 10,17 dan pada dosis 9 mg yaitu 13,35 Kesimpulan: Ada hubungan antara suntikan liraglutide dengan lemak badan dengan tingkat keeratan korelasi rendah. Kata Kunci: Liraglutide, Lemak Bada

    Treatable traits qualifying for nonpharmacological interventions in COPD patients upon first referral to a pulmonologist: the COPD sTRAITosphere

    No full text
    Introduction: The present study assessed the prevalence of nine treatable traits (TTs) pinpointing nonpharmacological interventions in patients with COPD upon first referral to a pulmonologist, how these TTs co-occurred and whether and to what extent the TTs increased the odds having a severely impaired health status.Methods: Data were collected from a sample of 402 COPD patients. A second sample of 381 patients with COPD was used for validation. Nine TTs were assessed: current smoking status, activity-related dyspnoea, frequent exacerbations <12 months, severe fatigue, depressed mood, poor physical capacity, low physical activity, poor nutritional status and a low level of self-management activation. For each TT the odds ratio (OR) of having a severe health status impairment was calculated. Furthermore, a graphic representation was created, the COPD sTRAITosphere, to visualise TTs prevalence and OR.Results: On average 3.9 +/- 2.0 TTs per patient were observed. These TTs occurred relatively independently of each other and coexisted in 151 unique combinations. A significant positive correlation was found between the number of TTs and Clinical COPD Questionnaire total score (r=0.58; p<0.001). Patients with severe fatigue (OR: 8.8), severe activity-related dyspnoea (OR: 5.8) or depressed mood (OR: 4.2) had the highest likelihood of having a severely impaired health status. The validation sample corroborated these findings.Conclusions: Upon first referral to a pulmonologist, COPD patients show multiple TTs indicating them to several nonpharmacological interventions. These TTs coexist in many different combinations, are relatively independent and increase the likelihood of having a severely impaired health status.We would like to express our gratitude to all pulmonologists, respiratory nurses, pulmonary function technicians and workers of the clinometric department from both Bernhoven and Radboudumc who contributed to the collection of data for this study and for the interesting discussions we had during the process of explaining the results

    KORELASI KADAR HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN DENGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENYANDANG OBES

    No full text
    Obesitas terjadi karena akumulasi lemak berlebih di dalam tubuh. Akumulasi lemak menimbulkan low grade inflammation pada jaringan adiposa, menyebabkan peningkatan sitokin inflamasi seperti tumor necrosis factor-alpha, interleukin-1 beta, dan interleukin-6 (IL-6). Peningkatan sekresi IL-6 merangsang hepar meningkatkan produksi protein fase akut. High sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) sebagai penanda inflamasi merupakan protein fase akut. Low density lipoprotein (LDL-kolesterol) adalah lipoprotein yang paling banyak mengandung kolesterol. Peningkatan kadar hs-CRP dan kadar LDL-kolesterol pada obesitas diidentifikasi sebagai faktor risiko aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan hs-CRP dengan LDL-kolesterol pada penyandang obes, merupakan penelitian analitik rancangan potong lintang dilakukan  September 2018 sampai Agustus 2019. Kadar hs-CRP diperiksa dengan metode enzyme linked immunoassay (ELISA), sedangkan kadar LDL-kolesterol dengan metode kalkulasi (rumus Friedewald). Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisi data, jika didapatkan nilai p&lt;0,05 korelasi dinyatakan bermakna. Subjek penelitian berjumlah 26 penyandang obes terdiri dari 6 laki-laki (23,1%) dan 20 perempuan (76,9%). Rerata umur subjek penelitian adalah 36,46(7,68) tahun. Rerata kadar hs-CRP dan kadar LDL-kolesterol adalah 5,08(1,28) mg/L dan  154,69(45,8) mg/dL. Analisis korelasi menunjukkan korelasi positif lemah dan tidak bermakna secara statistik antara kadar hs-CRP dengan kadar LDL-kolesterol (r= 0,333, p=0,096). Simpulan: Terdapat korelasi positif lemah antara kadar hs-CRP dengan kadar LDL-kolesterol pada penyandang obes.Kata kunci: Obesitas, High Sensitivity C-Reactive, Low Density Lipoprotei

    KORELASI MEAN PLATELET VOLUME DENGAN PROKALSITONIN PADA PASIEN SEPSIS

    No full text
    Latar Belakang: Sepsis merupakan suatu kondisi klinis disfungsi organ yang berpotensi mengancam nyawa, yang disebabkan oleh respons pejamu terhadap infeksi. Diagnosis dan penanganan yang tertunda dari sepsis menyebabkan perburukan penyakit yang dapat menyebabkan kolapsnya sirkulasi, gagal organ multipel dan kematian. Peningkatan mean platelet volume (MPV) disebabkan peningkatan aktivasi trombosit oleh karena peningkatan pemakaian trombosit akibat sepsis. Penelitian menunjukkan nilai MPV dapat dijadikan salah satu parameter untuk menilai prognosis pasien sepsis. Prokalsitonin (PCT) adalah penanda diagnosis sepsis yang paling menjanjikan, paling banyak digunakan dan diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi MPV dengan prokalsitonin pada pasien sepsis. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang dilakukan terhadap 21 pasien sepsis di RSUP Dr. M. Djamil Padang mulai Januari 2020 hingga April 2021. Pemeriksaan nilai MPV dilakukan menggunakan alat hematologi otomati s berdasarkan rumus oleh alat. Pemeriksaan prokalsitonin menggunakan metode Enzym-linked immunofluorescent Assay. Data dianalisis dengan uji kolerasi Pearson, bermakna jika p <0,05. Hasil: Rerata umur subjek penelitian 54 tahun, rentang 22-77 tahun. Subjek penelitian hampir sama banyak antara laki-laki 10 orang (48%) dan perempuan 11 orang (52%). Rerata MPV adalah 10,59(0,56) fL dan median prokalsitonin adalah 9,35(2,08-200) ng/mL. Uji korelasi Pearson menunjukkan MPV berkorelasi positif sedang dengan prokalsitonin (r= 0,435, p= 0,049). Simpulan: Terdapat korelasi positif sedang antara MPV dengan prokalsitonin pada pasien sepsis

    Pemukiman sebagai kesatuan ekosistem daerah Kalimantan Tengah

    No full text
    Berdasarkan evaluasi perkembangan desa yang dilaksanakan secara berkala setiap tahun cukup menggembirakan. Sejak tahun 1974 sampai dengan 1978, jumlah desa swadaya makin berkurang. Sementara itu , proporsi desa swakarya dan desa swasembada makin besar. Perkembangan ini nampaknya sejalan dengan makin terbukanya isolasi daerah terpencil karena masuknya transmigrasi ke daerah ini. Pada tahun 1974 di Propinsi Kalimantan Tengah terdapat 883 buah desa swadaya, sedangkan pada 1978 berkurang menjadi 706. Desa swakarya yang pada tahun 1974 berjumlah 199 buah, pada tahun 1978 meningkat menjadi 341. Desa swasembada yang pada tahun 1974 berjumlah 25 buah, pada tahun 1978 meningkat menjadi 61 buah

    Hubungan Tingkat Stress Dengan Intensitas Dismenore Pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Prima Indonesia

    No full text
    Dismenore merupakan gangguan ginekologis yang sering dialami oleh wanita usia reproduktif dan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan intensitas dismenore pada mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas Prima Indonesia. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres dan Visual Analogue Scale (VAS) untuk menilai intensitas dismenore. Sebanyak 68 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa sembilan item pada PSS-10 dinyatakan valid, sedangkan reliabilitas memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,816, menunjukkan konsistensi yang kuat. Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai r = 0,423 (p &lt; 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara tingkat stres dan intensitas dismenore. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat stres yang dialami mahasiswi, semakin berat pula nyeri haid yang dirasakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya manajemen stres di kalangan mahasiswi untuk mengurangi risiko peningkatan dismenore serta meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas akademik mereka

    VALIDASl SPESIFlKASI CAMPURAN BIODIESEL-SOLAR HASIL PENGUKURAN DENGAN METODA PERHITUNGAN SEDERHANA

    No full text
    ABSTRACT Biodiesel is a fuel derived from vegetable oil or animal fats that can be used as an additive to or entirely replace conventional petroleum diesel fuel. In most cases, biodiesel is mixed with conventional diesel because of the higher cost of biodiesel, product availability and engine compatibility issues. In Indonesia, the decree No. 3675K/24/DJM/2006 regarding the quality and specification of diesel oil type Solsr 48 and Solar 51 has been issued this decree regulates the use of FAME (fatty acid methyl ester) up to the maximum of 10 percent of the volume of automotive diesel fuel with which it is to be blended. The cost to measure the properlles of fuel is expensive and time consuming, therefore it is important to develop a simple method to predict those blending properties. This paper presents the development of a simple calculation method for the validation of blend palm biodiesel-mineral diesel specification (density, viscosity, cetane number and lubricity) which has been measured in the author\u27s previous study The result shows that the lubricity and viscosity shows a higher average error value (difference value between calculation and measurement result) of 1.66% and 1.35%, whereas density and cetane number shows lower average error values of 0.06 and 0.6%. The average error value less than 2% is still acceptable. Keywords: Biodiesel, blend, fuel properties, density. cetane, viscosity, lubricity Diterima; 20 Agustus 2007; Disetujui: 31 Agustus 200

    The Influence of Spiritual Capital and Reward toward the Lecturers’ Performances of Muhammadiyah University, North Sumatera

    No full text
    This research done to investigate the influence of spiritual capital (SC) and reward toward the lecturers’ performances of Muhammadiyah University at North Sumatera or called by UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara). The subjects of research are lecturers of UMSU with the samples are 183 lecturers, taken by proportional random sampling and the data analysis is taken by multiple linear regression by using SPSS Application v.20. The result of study obtained that the variable between the spiritual capital and rewards partially given positive and significant influence toward the lecturers’ performance of UMSU. This study is also found that the variable of spiritual capital give more influence that is 0,249 than reward that is 0,225 toward the lecturers’ performance of UMSU
    corecore