81 research outputs found
PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUNGAI KLAMPOK, KABUPATEN SEMARANG, JAWA TENGAH DENGAN PENDEKATAN METODE INDEKS PENCEMAR DAN METODE STORET
ABSTRAK
Penentuan Status Mutu Air Di Sungai Klampok, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Dengan Pendekatan Metode Indeks Pencemar Dan Metode Storet
Nabila Putri Lutfia Permana, Anik Sarminingsih, Winardi Dwi Nugraha
Air adalah sumber kehidupan bagi setiap mahluk hidup di bumi. Tetapi, adanya pertumbuhan dan perkembangan penduduk yang pesat mempengaruhi terhadap kebutuhan akan air bersih. Untuk mendapatkan air yang berkualitas baik sesuai dengan standar tertentu merupakan hal yang sulit karena air sudah tercemar oleh berbagai macam aktivitas manusia di sekitar perairan. Aktivitas pertanian, industri, dan pemukiman menyebabkan masalah lingkungan seperti pencemaran air dan penurunan kualitas sungai.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status mutu air pada Sungai Klampok Kabupaten Semarang. Kualitas sampel air dilakukan di 6 titik pengambilan sampel dan dibandingkan dengan PP No. 82 Tahun 2001. Sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 115 Tahun 2003, metode yang digunakan untuk menentukan status mutu air adalah metode Indeks Pencemar dan Metode Storet. Dari hasil penilaian perbandingan kedua metode tersebut menunjukan bahwa metode Storet lebih baik daripada metode IP karena metode IP memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap pencemaran. Sedangkan metode Storet mengevaluasi status mutu dengan kritis menggunakan data kualitas air secara berkala.
Kata kunci: Kualitas air, Metode Indeks Pencemar, Metode Storet, Sungai Klampo
Manajemen Kurikulum Merdeka Belajar Pada sekolah Berbasis Pondok (Studi Multisitus SMP Darul Hijrah Putri Martapura Dan MTs Darul Ilmi Banjarbaru)
Kurikulum Merdeka Belajar merupakan salah satu inovasi dalam dunia
pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan minat belajar
siswa secara maksimal. Kurikulum ini didesain agar siswa dapat belajar sesuai dengan
minat dan bakat mereka, di SMP Darul Hijrah Putri Martapura dan di MTs Darul Ilmi
Banjarabaru akan diketahui bagaimana Manajemen Kurikulum Merdeka Belajar di
lingkungan Pondok Pesantren. Yang meliputi tahap perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, hingga evaluasi kurikulum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Manajemen Kurikulum
Merdeka belajar pada perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan juga evaluasi
Pada SMP Darul Hijrah Putri Martapura dan MTs Darul Ilmi Banjarbaru.
Peneliti menggunakan metode penelitian lapangan, pendekatan kualitatif
dengan desain penelitian Multisitus. Teknik pengumpulan data menggunakan
wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu kondensasi data,
penyajian data dan penarikan Kesimpulan.
Hasil penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Darul Hijrah Putri
Martapura dan MTs Darul Ilmi Banjarbaru menyimpulkan bahwa pelaksanaan
kurikulum berlangsung secara terstruktur dan sinergis. Tahapan-tahapannya meliputi:
penyusunan rencana pembelajaran berorientasi proyek penguatan profil pelajar
Pancasila; pengaturan sumber daya melalui kolaborasi antar guru dan pimpinan
sekolah; pengajaran yang adaptif dengan penanaman literasi digital serta pembentukan
karakter; dan penilaian rutin berdasarkan asesmen otentik serta masukan dari berbagai
pihak. Kesimpulan ini menggambarkan keberhasilan penyesuaian Kurikulum Merdeka
dalam lingkungan pendidikan keislaman, walaupun hambatan seperti sarana terbatas
memerlukan penanganan lanjutan demi penyempurnaan.
Manajemen Kurikulum Merdeka Belajar di MTs Darul Ilmi dan SMP Darul
Hijrah Putri Putri telah mencerminkan pelaksanaan pendidikan yang holistik,
terstruktur, dan berorientasi pada pengembangan peserta didik secara menyeluruh,
mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Pendekatan kolaboratif antara guru dan tim
kurikulum memastikan bahwa setiap program pembelajaran relevan, efektif, dan sesuai
dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapka
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KETIDAKPUASAAN TERHADAP BENTUK TUBUH (BODY DISSATISFACTION) PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 13 JAKARTA
Remaja memiliki perhatian yang besar pada penampilan, salah satunya adalah bentuk tubuh. Sedikit remaja yang mengalami kateksis tubuh atau merasa puas dengan bentuk tubuhnya. Ketidakpuasaan bentuk tubuh pada umumnya lebih banyak dialami di beberapa bagian tubuh tertentu. Kegagalan mengalami kateksis tubuh menjadi salah satu penyebab timbulnya konsep diri yang kurang baik dan kurangnya harga diri selama masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara konsep diri dengan body dissatisfaction pada remaja putri di SMA Negeri 13. Sampel dalam penelitian ini adalah 120 siswi kelas XI di SMA Negeri 13 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendeketan penelitian kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sample. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian survei. Instrumen yang digunakan pada kedua variabel ini adalah angket atau kuesioner yang terdiri dari 71 butir pertanyaan. Setelah data yang didapat dan diolah dengan SPSS 20, diperoleh koefisien korelasi sebesar rₓᵧ = -0.476 dan p sebesar 0.00. karena koefisien korelasi bernilai (-) maka hubungannya berlawanan atau terbalik, artinya semakin remaja putri memiliki konsep diri positif maka semakin rendah siswi merasa tidak puas terhadap tubuhnya. Oleh sebab itu guru BK penting untuk menyadari gejala-gejala body dissatisfaction yang dialami remaja putri dan melakukan tindakan preventif dengan memberikan bimbingan klasikal mengenai pentingnya untuk membentuk konsep dir
Manajemen Kurikulum Merdeka Belajar Pada sekolah Berbasis Pondok (Studi Multisitus SMP Darul Hijrah Putri Martapura Dan MTs Darul Ilmi Banjarbaru)
Kurikulum Merdeka Belajar merupakan salah satu inovasi dalam dunia
pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan minat belajar
siswa secara maksimal. Kurikulum ini didesain agar siswa dapat belajar sesuai dengan
minat dan bakat mereka, di SMP Darul Hijrah Putri Martapura dan di MTs Darul Ilmi
Banjarabaru akan diketahui bagaimana Manajemen Kurikulum Merdeka Belajar di
lingkungan Pondok Pesantren. Yang meliputi tahap perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, hingga evaluasi kurikulum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Manajemen Kurikulum
Merdeka belajar pada perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan juga evaluasi
Pada SMP Darul Hijrah Putri Martapura dan MTs Darul Ilmi Banjarbaru.
Peneliti menggunakan metode penelitian lapangan, pendekatan kualitatif
dengan desain penelitian Multisitus. Teknik pengumpulan data menggunakan
wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu kondensasi data,
penyajian data dan penarikan Kesimpulan.
Hasil penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Darul Hijrah Putri
Martapura dan MTs Darul Ilmi Banjarbaru menyimpulkan bahwa pelaksanaan
kurikulum berlangsung secara terstruktur dan sinergis. Tahapan-tahapannya meliputi:
penyusunan rencana pembelajaran berorientasi proyek penguatan profil pelajar
Pancasila; pengaturan sumber daya melalui kolaborasi antar guru dan pimpinan
sekolah; pengajaran yang adaptif dengan penanaman literasi digital serta pembentukan
karakter; dan penilaian rutin berdasarkan asesmen otentik serta masukan dari berbagai
pihak. Kesimpulan ini menggambarkan keberhasilan penyesuaian Kurikulum Merdeka
dalam lingkungan pendidikan keislaman, walaupun hambatan seperti sarana terbatas
memerlukan penanganan lanjutan demi penyempurnaan.
Manajemen Kurikulum Merdeka Belajar di MTs Darul Ilmi dan SMP Darul
Hijrah Putri Putri telah mencerminkan pelaksanaan pendidikan yang holistik,
terstruktur, dan berorientasi pada pengembangan peserta didik secara menyeluruh,
mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Pendekatan kolaboratif antara guru dan tim
kurikulum memastikan bahwa setiap program pembelajaran relevan, efektif, dan sesuai
dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapka
ANALISIS KELAYAKAN ISI MATERI BUKU TEKS MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI PADA JENJANG SMA NEGERI DI KOTA BANDUNG
Kelayakan isi materi merupakan satu di antara empat kriteria penilaian kelayakan buku teks yang harus diperhatikan dan disesuaikan dengan peraturan yang telah ditetapakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Buku teks menjadi sumber utama dalam proses belajar mengajar dan dijadikan acuan untuk mencari informasi dan penunjang kegiatan pembelajaran oleh guru maupun peserta didik. Permasalahan yang dirasakan terdapat pembahasan dalam materi yang kurang mendalam dan konten yang kurang memadai dalam buku teks tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih spesifik tingkat kelayakan buku teks yang akan dinilai yaitu untuk mengetahui tingkat kelayakan buku teks ditinjau dari kesesuaian uraian materi dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) pada buku teks sosiologi, tingkat keakuratan materi, dan materi pendukung pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis konten, di mana peneliti melakukan analisis terhadap buku yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian dengan Komptensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) cukup layak karena kurang ditekankan aspek KI 1 dan KI 2. Keakuratan materi layak, hal ini menunjukkan secara keseluruhan materi yang tersaji sudah akurat hanya saja tidak setiap pembahasan dapat menampilkan teori. Materi pendukung pembelajaran berada pada status layak akan tetapi terdapat catatan karena kurang menekankan pada aspek teknologi, contoh dan gambar kurang memadai, tampilan yang kurang full colour dan terdapat beberapa soal yang kurang sinkron.
;---The appropriateness of content material is one amongst four text book appropriateness criteria that should be concerned and adjusted to the principles set by "National Education Standard Body"/ Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Text book becomes sources reference for teaching and learning process and a guidance to find an information and a supplement in teaching-learning process for teachers and students, thus, the appropriateness of material content is very important. The aim of this study is knows specifically the level of appropriateness of the text book and its material explanation coherence in accordance to Kompetensi Inti/Main competency (KI) and Kompetensi dasar/Basic competency (KD) of Sociology Text book, the level of material accuracy, and Learning supplementary material. This study used qualitative approach with descriptive method. The data collection used observation, interview, documentation study and literature study. The data analysed by the use of content analysis technique in which the author. The result of the research showed that the level of coherence towards Main competency/Kompetensi Inti (KI) and Basic Competency/ Kompetensi Dasar (KD) with quite decent, in this case, the aspects of KI 1 and KI 2 is less emphasised. The accuracy of the material is with quite decent, it shows that generally material presented is already accurate,but not every explanation can reflects theories and the last one,learning supporting materials in a proper status. However, the author noted that it less emphasised technology aspect,lack of examples and pictures, colourless view,and some of the question is not related to the material
العريب اإلنشاء على املطالعة مادة مفردات استيعاب عالقة كونتور السالم دار مبعهد اإلسالمية املعلمات بكلية اخلامس الفصل لطالبات : الدراسي العام احلديثة اإلسالمية للرتبية األول احلرم للبنات 1438ه -1439
Bahasa Arab adalah salah satu bahasa wajib yang dipakai di Pondok Modern
Gontor Putri 1 sebagai bahasa dalam percakapan dan pembelajaran di dalam kelas selain
bahasa Inggris. Dalam memahami pelajaran, santriwati haruslah menguasai kosakata
yang diajarkan dan dapat menggunakannya lagi untuk pelajaran lainnya. Namun pada
kenyataannya bahwa kelas 5 telah sampai pada tahun ke lima mereka dalam mempelajari
Muthola’ah dan masih belum memahami Muthola’ah dengan baik dan belum memakai
kosakata di Muthola’ah untuk digunakan untuk menulis Insya’ berbahasa Arab sedangkan
mereka seharusnya memahaminya dan dapat memakainya dengan baik.
Bertolak dari tujuan, pembahasan ini adalah : 1) Mengetahui pemahaman
kosakata dalam materi Muthola’ah santriwati kelas lima di Pondok Modern Darussalam
Gontor Putri Kampus 1 tahun ajaran 2017-2018. 2) Mengetahui Insya’ santriwati kelas
lima di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 tahun ajaran 2017-2018. 3)
Mengetahui adanya hubungan atau tidak adanya hubungan pemahaman kosakata materi
Muthola’ah santriwati kelas lima di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1
tahun ajaran 2017-2018.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang berjenis kuantitatif yang
menjadikan santriwati kelas 5 KMI sebagai populasi dari penelitian ini dengan jumlah
sempel sebanyak 20% dari jumlah tiap kelas dengan teknik Statisfied Random Sampling.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode Tes.
Dari analisis data telah ditemukan bahwasanya : 1) Nilai penguasaan kosatakata
materi Muthola’ah kelas 5 KMI baik (5,91), 2) Nilai menulis Insya’ bahasa Arab kelas
5 KMI baik sekali (6,06), 3)Tidak ada hubungan antara penguasaan kosakata materi
Muthola’ah dalam Insya’ bahasa Arab kelas 5 Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1
Tahun Pelajaran 1438-1439 H , dengan nilai r (0,0502), lebih kecil dari nilai df 1% (0,230)
dan nilai 5% (0,176).
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan walikelas untuk terus membimbing
kelas 5 dalam penguasaannya terhadap kosakata sampai meningkatnya kemampuan kelas 5
dalam berbahasa. Dan kepada pelajar kelas 5 untuk memahami qoidah bahasa dan kosakata
bahasa arab sampai memakai bahasa sampai mereka memakai bahasa arab sebagai bahasa
keseharian dan dalam ta’bir tahriri dan syafahi. Dan untuk peneliti selanjutnya, agar
meneliti dengan sebaik mungkin dan melengkapi kekurangan yang ada supaya lengkapa
dan menyeluruh
Navigating TRPML1 scholarly hotspots through a bibliometric lens / Lutfia Ilsahaida Abdul Malik, Aisyah Hasyila Jahidin and Mizaton Hazizul Hasan
Transient Receptor Potential Mucolipin 1 (TRPML1) is a calcium-permeable cation channel predominantly localised on late endosomes and lysosomes. Its multifaceted roles encompass lysosomal exocytosis, autophagy, and cellular processes, such as mitochondrial function and cancer cell invasion. Despite extensive research on TRPML1, there remains a need to systematically evaluate TRPML1-related studies for the scientific community. Our goals were to analyse TRPML1 research publications to pinpoint key contributors, trends, and major themes. The aim is to showcase significant discoveries and untapped areas within TRPML1 for future research endeavours. In this study, we employed bibliometric tools, specifically VOSviewer, to quantitatively analyse TRPML1 publications. TRPML1 research witnessed an upward trajectory, peaking in 2019. The United States emerged as the predominant contributor, with China gaining prominence in recent years. The Journal of Biological Chemistry stood out as a leading disseminator of TRPML1-related findings. Additionally, Nature and Nature Communications boasted the highest citation rates, emphasising the impact of TRPML1 research. Highly cited articles unravelled TRPML1's pivotal role in iron homeostasis and autophagy regulation, shaping scholarly discourse and therapeutic advancements. Author networks spotlighted influential contributors such as Haoxing Xu, and Susan A Slaugenhaupt. Keyword analysis identified clusters related to lysosomal disorders, cellular regulations, and cellular stress, providing insights into prevailing research priorities. Initially, TRPML1 research centered on understanding its role in endosomes and lysosomes, revealing its relevance in various physiological and pathological conditions. However, certain underexplored research avenues for TRPML1 deserve attention, particularly in the context of autophagy and cancer. Finally, this study explored seven key research frontiers of TRPML1, illuminating critical areas namely podocyte function, exosome release, neurodegeneration, autophagy regulation, cancer progression, apoptosis, and interactions with reactive oxygen species. By delving deeper into these domains, researchers can enhance their understanding of TRPML1 and potentially open avenues for innovative disease interventions
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN BRONKIOLITIS PADA AN. V DI RUANG SERUNI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TEMANGGUNG
Bronkiolitis adalah suatu peradangan pada bronkiolus yang disebabkan oleh virus (Suriadi 2010).Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa menjelang tahun 2020 prevalensi bronkiolitis akan meningkat sehingga sebagai penyebab penyakit tersering peringkatnya meningkat dari ke-12 menjadi ke-5 dan sebagai penyebab kematian tersering peringkatnya juga meningkat dari ke 6 menjadi ke-3.Jumlah kasus bronkiolitis di Amerika Serikat sebanyak 15.300 (17%) dari semua kasus perawatan pada anak di rumah sakit yaitu sebanyak 90.000 kasus. Kasus ini menyebabkan 4500 (5%) kematian setiap tahunnya. Frekuensi bronkiolitis di negara-negara berkembang hampir sama dengan di Amerika Serikat. Insiden terbanyak terjadi pada musim dingin atau musim hujan di negara-negara tropis (Rahajoe, 2010).Menurut data di Rumah Sakit Umum Daerah Temanggung prevalensi penyakit pada tahun 2014 hingga pertengahan juli 2015 yang menduduki peringkat pertama yaitu gastroentritis 361 (17.09%), kedua adalah typoid yaitu sebanyak 180 (8.52%), ketiga adalah bronkopneumonia sebanyak 34 (1.6%), yang keempat yaitu bronkiolitis sebanyak 21 kasus (0.99%) dan yang kelima yaitu bronkitis sebanyak 17(0.8%) dari keseluruhan jumlah pasien anak-anak (usia 0-14 tahun) di Rumah Sakit Umum Daerah Temanggung yaitu sebanyak 2.112 anak. Sedangkan bronkiolitis disini menduduki peringkat keempatPenyakit ini umumnya disebabkan oleh respiratory syncytial virus (RSV), biasanya terjadi pada anak usia 2 sampai 12 bulan (Speer dalam Marni 2014)Apabila Bronkiolitis tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan gagal napas, Apnea, hipoksia dan Bronkiolitis obliterans/degenerasi (Mandal, 2008).Komplikasi dari bronkiolitis sendiri yaitu apnea, penyakit paru kronis, atelektasis, gangguan asam basa asidosis metabolik, alkalosis respiratorik, dan asidosis respiratorik dan bisa menimbulkan kematian.Pencegahan terhadap penyakit Bronkiolitis dapat dilakukan dengan cara selalu mencuci tangan dengan benar sebelum menggendong bayi, minimalkan kontak dengan orang yang mengalami gejala common cold atau bronkiolitis, hindari membawa bayi ke tempat ramai, hindarkan bayi dari asap rokok (http://milissehat.web.id)
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN PRAKARYA MENGGUNAKAN BAHAN BEKAS DI KELOMPOK B2 TK PAPAHAN 03 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2015 / 2016
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan prakarya menggunakan bahan bekas di kelompok B2 TK Papahan 03 Karanganyar tahun ajaran 2015/2016.
Siklus ini terdiri atas empat tahapan, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Subjek penelitian adalah peserta didik kelompok B2 TK Papahan 03 Karanganyar tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 15 anak yang terdiri dari 9 anak perempuan dan 6 anak laki-laki . Adapun sumber data berasal dari sumber data primer dan sumber data sekunder.Teknik untuk mengumpulkan data adalah dengan wawancara, observasi, hasil karya, dan dokumentasi.Uji Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. yang terdiri dari empat komponen analisis yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kegiatan prakarya menggunakan bahan bekas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus di kelompok B2 TK Papahan 03 Karanganyar tahun ajaran 2015/2016. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan persentase ketuntasan kemampuan motorik halus yaitu pada prasiklus dari 15 peserta didik sebanyak 3 peserta didik atau 20%, kemudian pada siklus I dari 15 peserta didik sebanyak 10 peserta didik atau sebesar 66,7%, dan pada siklus II dari 15 peserta didik sebanyak 12 peserta didik atau 80%.
Simpulan penelitian ini adalah kegiatan prakarya menggunakan bahan bekas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus di kelompok B2 TK Papahan 03 Karanganyar tahun ajaran 2015/2016.
Kata kunci : Kemampuan motorik halus, kegiatan prakarya menggunakan bahan bekas
Analisis Peran International Labour Organization (Ilo) Dalam Penanganan Masalah Child Labour Di Nigeria Tahun 2009-2014
Fenomena buruh anak merupakan salah satu hal yang jarang tereskpos dalam
kehidupan sosial bermasyarakat. Akan tetapi fenomena ini sangat banyak terjadi dan
bahkan cenderung dianggap wajar, terutama di negara berkembang seperti misalnya di
Nigeria. Nigeria merupakan salah satu negara dengan angka buruh anak yang cukup
tinggi. Kondisi ini disebabkan karena tingginya angka kemiskinan dan juga kurang
meratanya persebaran pendidikan di Nigeria. Meluasnya fenomena buruh anak di
negara ini, menjadikan buruh anak sebagai hal yang wajar di tengah masyarakat
Nigeria, yang mana hal ini bertentangan dengan Konvensi ILO di bidang
ketenagakerjaan.
Anak merupakan individu yang tidak diijinkan untuk bekerja. Hal ini sudah
tercantum dalam Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989. Dalam penanganan masalah
buruh anak, Nigeria dirasa belum mampu menanganinya sendiri, sehingga
membutuhkan ILO dalam penanganan masalah buruh anak ini. Dalam hal buruh anak,
ILO dan Nigeria sudah bekerja sama sejak tahun 2002 melalui program internasional
ILO yang dinamakan International Programme on Elimination of Child Labour
(IPEC). Melalui program ini, diharapkan dapat membantu Nigeria dalam penanganan
masalah buruh anak di Nigeria serta menunjukka bahwa ILO sebagai organisasi
internasional dapat berperan penting dalam permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi
di negara anggotanya
- …
