294 research outputs found

    KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DI PUSKESMAS REJOSO NGANJUK

    No full text
    Patients isolate serious social problems against interaction interactions with other people. Isolation of social problems is mental nursing where the client is in a state of solitude that serves by individuals and is perceived as a negative and life-threatening condition. The aim of this study was to look at the interactions among patients with social isolation problems.This type of research is descriptive. The population in this study were all social isolation patients at Rejoso Public Health Center with a total sample of 25 respondents using purposive sampling. Collecting data using a questionnaire.Processing data by editing, coding, scoring, and tabulation.The results showed that social interaction in the category of social interaction was good for 3 respondents (12%), in the moderate category for 20 (80%), and in the category for 2 respondents (8%). The average social interaction ability that can be observed by observation is that the patient looks alone inside or outside the room, the second patient looks down if the researcher communicates with the patient, the third patient looks aloof and gloomy looks sad, the fourth patient looks looked aloof and gloomy-looking sad, the four patients seemed to be silent and chose to answer as neede

    HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN KEMATANGAN EMOSI REMAJA AWAL PADA SISWA SEKOLAH ALAM BILINGUAL MTs SURYA BUANA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Puspitasari, Dwi Nikmah. 2010. Hubungan antara Kemampuan Berpikir Kritis dengan Kematangan Emosi Remaja Awal pada Siswa Sekolah Alam Bilingual MTs Surya  Buana Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu  Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Kritis, Kematangan Emosi, remaja awal MTs Surya Buana   Remaja awal merupakan masa dimana kelabilan mulai terjadi, diakibatkan adanya  perubahan dalam tatanan kehidupan, pencarian jati diri, dan juga terjadi ketegangan emosi yang  tinggi yang diakibatkan adanya perubahan fisik dan kelenjar. Remaja awal dikatakan telah  mencapai kematangan emosi bila tidak meluapkan emosinya dihadapan orang lain, menilai  situasi kritis, dan memiliki reaksi emosi stabil. Melalui berpikir kritis remaja awal dapat  menyaring segala informasi yang masuk, sehingga dapat lebih matang dalam mengeluarkan  emosi. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kritis  remaja awal siswa Sekolah Alam Bilingual MTs Surya Buana Malang, (2) untuk mengetahui  tingkat kematangan emosi remaja awal siswa Sekolah Alam Bilingual MTs Surya Buana  Malang, (3) untuk mengetahui hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan kematangan emosi remaja awal pada siswa Sekolah Alam Bilingual MTs Surya Buana Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja awal kelas VII dan VIII Sekolah Alam Bilingual MTs Surya Buana Malang sebanyak 70 0rang. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis dan skala kematangan emosi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan berpikir kritis remaja awal Sekolah Alam Bilingual MTs Surya Buana Malang  termasuk dalam kategori sedang sebanyak 57,14%, (2) kematangan emosi remaja awal siswa Sekolah Alam Bilingual MTs Surya Buana Malang termasuk dalam kategori sedang sebesar 60%. (3) terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis dan kematangan emosi remaja awal Sekolah Alam Bilingual MTs Surya Buana Malang (r = 0,533 ; p

    PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL, KEKUATAN KOERSIF, TINGKAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem pengendalian internal, kekuatan koersif, tingkat pendidikan, dan pelatihan kerja terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Kabupaten Demak. Untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah Daerah perlu diketahui beberapa karakteristik yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan yaitu diantaranya relevan, handal, dapat dibandingkan dan dapat dipahami. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dandata yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner pada OPD Kabupaten Demak. Teknik pengambilan sampelnya dengan menggunakan metode purposive sampling, dengan total responden yang digunakan sebanyak 80 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keungan, sedangkan kekuatan koersif tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, tingkat pendidikan berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Kata kunci : sistem pengendalian internal, kekuatan koersif, tingkat pendidikan, dan pelatihan kerja, kualitas laporan keuangan

    PENGARUH CURRENT RATIO (CR), DEBT TO ASSET RATIO (DAR) DAN DEBT TO EQUITY RATIO (DER) TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2015-2019

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh CR, DAR dan DER terhadap ROA pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2015-2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang diteliti. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 30 perusahaan. Metode analisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan pengolahan data menggunakan SPSS. Hasil pengujian hipotesis secara parsial menyatakan bahwa variabel CR dan DAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA sedangkan variabel DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Secara simultan varibel CR, DAR dan DER berpengaruh signifikan terhadap ROA

    IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SMK BRANTAS KARANGKATES PADA MATERI STOIKIOMETRI MENGGUNAKAN INSTRUMEN DIAGNOSTIK THREE-TIER

    No full text
    ABSTRAK   Puspitasari, Intan . 2018. Identifikasi Miskonsepsi Siswa SMK Brantas Karangkates Pada Materi Stoikiometri Menggunakan Instrumen Diagnostik Three-Tier. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Endang Budiasih, M.S., (2) Laurent Octaviana, S.Pd, M.Si   Kata Kunci:miskonsepsi, stoikiometri, three-tier Ilmukimialebihsulituntukdipahamidibandingdenganbidangilmu yang lain. Salah satu materi yang dianggap sulit adalah stoikiometri. Hal ini dikarenakan banyaknya istilah, simbolik, maupun hubungan antar konsep yang harus dipahami siswa. Apabila siswa mengalami miskonsepsi pada salah satu konsep dasar, maka kemungkinan munculnya miskonsepsi pada konsep yang lebih kompleks akan semakin besar. Oleh sebab itu perlu dilakukan terlebih dahulu penelitian untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa. Identifikasi yang dilakukan menggunakan tesdiagnostikthree-tier. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Subyek penelitian adalah 60 siswa kelas X SMK Brantas Karangkates yang diambil berdasarkan pertimbangan dan saran guru kimia SMK Brantas Karangkates.Instrumen yang digunakan ialah soal pilihan ganda three-tier yang berjumlah 25 soal yang sudah diuji coba terbukti valid dan reliabel.Tes diagnostik three-tier ialah soal pilihan ganda yang memiliki tiga tier (pilihan jawaban). Tier pertama berisi soal pilihan ganda biasa, tier kedua berupa alternatif alasan dan tier ketiga adalah tingkat keyakinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas X SMK Brantas Karangkates mengalami miskonsepsi pada materi stoikiometri antara lain (1) massa zat hasil reaksi lebih kecil dari jumlah massa zat-zat sebelum reaksi, (2) massa reaktan lebih kecil daripada massa produk, (3) massa unsur dalam senyawa tertentu tidaklah selalu tetap melainkan bergantung pada koefisiennya, (4) massa salah satu unsur tetap maka perbandingan massa unsur yang lain merupakan perbandingan bilangan bulat tetapi bukan perbandingan yang paling sederhana, (5) siswa menganggap bahwa volum gas sesudah reaksi sama dengan jumlah volum gas sebelum reaksi, (6) pada suhu dan tekanan yang sama serta volume gas yang sama jumlah molekulnya berbeda karena memiliki massa molar yang berbeda, (7) koefisien reaksi sebelum dan sesudah reaksi adalah sama, (8) massa molekul relatif merupakan jumlah dari massa atom relatif tanpa memperhatikan jumlah atomnya, (9) jumlah partikel sama dengan bilangan Avogadro, (10) logam tersusun atas unsur-unsurnya, (11) massa senyawa yang bereaksi sebanding dengan koefisien reaksinya, (12) dua senyawa dengan volume sama akan memilki massa yang sama, (13) volum gas yang terbentuk sama dengan volum molar pada keadaan STP yaitu 22,4 L, (14) massa molar menyatakan jumlah mol zat, (15) massa molar merupakan merupakan jumlah dari massa molar unsur pembentuknya tampa memperhatikan jumlah unsur dalam senyawa tersebut, (16) tekanan berbanding lurus dengan volume, (17) jumlah mol berbanding terbalik dengan volume, (18) rumus empiris merupakan perbandingan massa atom penyusunnya

    PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PENDEKATAN KEMITRAAN DI SD NEGERI CANDISARI

    Get PDF
    Endang Titik LestariABSTRAKDalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di SDN Candisari, penulis menemukan permasalahan pada kemampuan guru dalam menyiapkan dan melaksanakan proses pembelajaran masih rendah. Motivasi guru untuk belajar dan meningkatkan kemampuan profesionalnya juga rendah, hubungan komunikasi dan kerjasama antara kepala sekolah, guru dan masyarakat renggang dan kurang terjalin dengan baik, serta keterlibatan partisipatif dari masyarakat khususnya orang tua siswa dalam pendidikan anak sangat rendah. Untuk mengatasi hal ini penulis memilih pendekatan kemitraanuntuk membuka peluang terciptanya komunikasi dua arah yang saling mengisi. Pendekatan ini direalisasikan ke dalam langkah nyata yang terbagi dua yaitu langkah operasional bagi guru melalui Fogrudismensupak (Foccus Group Discussion, Mentoring, Supervise Akademik) dan langkah operasional bagi orang tua siswa melalui PK Komsek (Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). Dalam pengaplikasiannya, semua langkah operasional ini terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru dan peran partisipasi orang tua siswa dalam peningkatan kualitas pendidikan anak di sekolah.Kata Kunci: Kemitraan, FGD, Mentoring, Supak, PK, KomsekIn managing duty as a Headmaster in SDN Candisari, the author discovered problems with regard to teachers’ ability in preparing and executing teaching program, which is considered inadequate. In addition, teachers’ motivation to improve their own professionalism is low, communication and cooperative relationship between the school principal, teachers and the society is sparse and less than developed and there is very minimal degree of participation from society as well as parents’ involvement in their children’s education. To handles this issues, the author preferred partnership approach with intention to build bi-directional chance for communication that can complement each other. This approach is put into practice by dividing into two operational steps i.e. Fogrudismensupak (Focus Group Discussion, Mentoring, Supervise Academically) for teachers as well an operatioal step for parents i.e. PK Komsek (Class Community, School Committee/ Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). In its application both operational steps are proven capable of improving teachers’ competence and parental involvement in the effort to develop better education at school.Keywords: Partnership, FGD, Mentoring, Supak, PK, Komse

    Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Badan Usaha-Badan Usaha Yang Terdaftar Di Bei Periode 2005-2007

    No full text
    Nowdays, most researches in corporate governance field are conducted by researchers based on rising of many firms to become public corporation. According to this situation, they have to separate their functions on ownership and control of the firm. As result, it will arise agency conflict between owners and managers. The corporation enable solve the problem by apply the corporate governance mechanism optimally. This research is a replication research is conducted by Sanda et al (2005). It's explained the specific study about the impact of corporate governance mechanism include managerial ownership, board size, outside directors, ownership concentration, and debt toward financial performance that measured by ROA, ROE, PER, and TOBINS'Q. The samples of this research are all corporations which listed at Bursa Efek Indonesia (BEI) by all sectors that delivered financial statement on time by regulation. The period of time in this research determined on 2005-2007. The model is extended by quadratic of managerial ownership, quadratic of board size, quadratic of ownership concentration, CEO foreign and firm size as control variables, and sectoral dummy. The result of this research explained that corporate governance mechanism simultaneously influence to ROA and ROE significantly. On partially, ROA is influenced by CEO foreign, debt, and firm size significantly. And ROE is inluenced by CEO foreign, firm size, and sector of basic industry significantly

    Analisis pengaruh pengembangan karier berbasis kompetensi dalam meningkatkan kinerja pegawai (Studi kasus pelaksana administrasi Institut Pertanian Bogor)

    Get PDF
    Sumber Daya Manusia mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pencapaian tujuan suatu organisasi. Berhasil atau gagalnya pelaksanaan fungsi-fungsi SDM sangat bergantung pada sejauh mana kualitas Sumber Daya Manusia. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran strategis pengembangan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dalam perusahaan atau organisasi yang terus berkembang sejalan dengan tuntutan era globalisasi. Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi pelaksanaan pengembangan karier berbasis kompetensi pada Institut Pertanian Bogor, (2) Mengidentifikasi sistem peningkatan kinerja pegawai pada Institut Pertanian Bogor, (3) Menganalisis pengaruh pengembangan karier berbasis kompetensi terhadap peningkatan kinerja pegawai Institut Pertanian Bogor. Data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari dokumen IPB, studi pustaka, internet, jurnal dan hasil penelitian terdahulu. Responden penelitian ini disebar berdasarkan rumus slovin sehingga diperoleh responden sebesar 91 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi dan uji hipotesis. Secara keseluruhan dari variabel pengembangan karir yaitu kompetensi dan kualifikasi dapat disimpulkan secara umum bahwa pengembangan karier tergolong kategori baik, dimana nilai skor kategori keseluruhah untuk kompetensi bernilai 3,78 dan kualifikasi bernilai 3,79. Hal ini menunjukkan persepsi pegawai yang berada dalam rentang setuju terhadap masing-masing indikator pengembangan karier. Hal ini berarti bahwa masing-masing indikator pengembangan karier sudah dilaksanakan dengan baik oleh Institut Pertanian Bogor. Secara keseluruhan dari variabel kinerja pegawai dengan indikator kualitas kerja, motivasi, komunikasi, pelatihan dan tanggung jawab dapat disimpulkan bahwa secara umum kinerja pegawai tergolong baik, dimana nilai skor rataan rataan keseluruhan bernilai 4,12 menunjukkan persepsi pegawai yang berada dalam rentang setuju terhadap masing-masing indikator kinerja. Hal ini berarti bahw

    AKU CINTA INDONESIA: NASKAH DRAMA TEMATIK BERBAHASA JAWA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI PADA KEGIATAN P5

    No full text
    Manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi untuk berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain, salah satunya adalah bahasa Jawa. Namun hingga saat ini, penggunaan bahasa Jawa Krama mengalami bahasa turunan yang dramatis. Oleh karena itu, perlu diterapkan metode pengajaran bahasa Jawa Krama yang efektif dan menyeluruh dimulai skala kecil, seperti pengajaran tubuh dan angka dalam bahasa Jawa Krama. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan naskah drama tematik berbahasa Jawa sebagai media pembelajaran anak usia dini pada kegiatan P5 tema “Aku Cinta Indonesia”. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah adanya media naskah drama tematikberbahasa Jawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan prosedur penelitian mengadaptasi model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian dengan validasi dariahli media menunjukkan bahwa media naskah drama tematik berbahasa Jawa sangat layak digunakan dengan persentase 94%, sementara validasi dari ahli materi menunjukkan kelayakan dengan persentase 80%. Hasil uji cobaterhadap kelompok kecil menunjukkan persentase keberhasilan 81,2%, dan pada kelompok besar sebesar 86%. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran naskah drama tematik berbahasa Jawa tidak hanya layak digunakan tetapi juga efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak tentang bahasa Jawa
    corecore