Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
    282 research outputs found

    IMPLEMENTASI PENDEKATAN SISTEM AMONG KI HAJAR DEWANTARA DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK

    Full text link
    Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu ditumbuhkan melalui pendekatan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan Sistem Among Ki Hajar Dewantara dalam mengembangkan kemandirian anak usia 4–5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan Sistem Among melalui prinsip Asah, Asih, dan Asuh berkontribusi terhadap perkembangan kemandirian anak dalam aspek pengambilan keputusan, keterampilan mengurus diri, kemampuan memecahkan masalah, serta kemandirian sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan praktik pendidikan anak usia dini berbasis karakter dan budaya Indonesia yang mengedepankan kebebasan bertanggung jawab, keteladanan, dan pembiasaan positif dalam membentuk sikap mandiri anak sejak dini

    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI APLIKASI MARBEL BELAJAR BERHITUNG

    Full text link
    Kemampuan berhitung permulaan merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap anak, dalam kehidupan sehari-hari anak akan dihadapkan langsung oleh konsep bilangan namun banyak anak yang tidak memiliki cukup kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan pembelajaran berhitung permulaan Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak usia 5-6 tahun melalui aplikasi Marbel Belajar Berhitung. Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc Taggart. Subjek pada penelitian ini yaitu anak usia 5-6 tahun. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, tes unjuk kerja dan dokumentasi. Hasil penelitian berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan berhitung permulaan sesuai indikator yang ditetapkan untuk anak usia 5-6 tahun yaitu 1) Menyebutkan lambang bilangan 1-10, 2) Menghitung jumlah benda 1-10, 3) Menentukan lambang bilangan sesuai dengan jumlah benda, 4) Menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan 1-10 dengan benda, dan 5) Membandingkan besar kecil nilai bilangan dengan benda. Peningkatan diketahui dari hasil sebelum tindakan ketuntasan diperoleh 26,67% dan setelah tindakan siklus I memperoleh ketuntasan 60%, dan 86,67% pada siklus II. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan penggunaan aplikasi Marbel Belajar Berhitung terbukti mampu meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak usia 5-6 tahun

    DAMPAK GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK USIA AWAL 2-3 TAHUN

    No full text
    Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia 2–3 tahun menimbulkan kekhawatiran terhadap perkembangan kemampuan berbahasa di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan kemampuan berbahasa anak usia 2–3 tahun di Kelurahan KI. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada lima orang tua dan observasi langsung terhadap perilaku bicara anak. Validitas data diperkuat dengan teknik triangulasi antara wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang terpapar gadget selama 2–3 jam per hari menunjukkan perkembangan bahasa yang tertunda yang ditandai dengan menurunnya minat berinteraksi sosial, lambatnya respon terhadap teriakan, menurunnya komunikasi karena lebih suka menunjuk daripada berbicara, dan ketergantungan emosional yang menyebabkan tantrum ketika gadget diambil dari mereka. Faktor utamanya adalah pola asuh orang tua yang menggunakan gadget sebagai obat penenang bagi anak tanpa pendamping yang interaktif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori perkembangan bahasa anak di era digital dengan mengonfirmasi hipotesis periode kritis dan teori kognitif sosial Bandura dalam konteks teknologi modern serta menyediakan dasar empiris bagi pengembangan strategi pendidikan anak usia dini yang menggabungkan literasi digital dengan dukungan optimal bagi perkembangan bahasa

    PENGARUH PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI ANAK 4-5 TAHUN

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 4-5 tahun di beberapa taman kanak-kanak yang berada di kota Surabaya. Ditemukan penyebab dari rendahnya kemampuan mengenal betuk geoemetri anak usia 4-5 tahun yang disebabkan pembelajaran berpusat pada guru dan tidak melibatkan anak secara langsung sedangkan model pembelajaran yang diterapkan adalah model pembelajaran kelompok dengan sudut bermain. Dimana kita ketahui bahwa anak belajar sambil bermain sehingga penting untuk melibatkan anak dalam kegiatan pembelajarannya. Selain itu, model pembelajaran kooperatif terkhusus model pembelajaran kooperatif tipe talking stick masih begitu asing bagi guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 4-5 tahun. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Design. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun yang memiliki karakteristik sama sebanyak 50 anak yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji Mann-Whitney U dengan SPSS 25 For Windows menunjukkan asymp. Sig (2-tailed) bernilai 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 4-5 tahun

    PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA DUAL-CAREER FAMILY TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK

    Full text link
    Keluarga dengan kedua orang tua bekerja atau disebut dengan dual-career family sekarang ini semakin banyak. Kondisi ini memiliki dampak terhadap orang tua maupun keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keterlibatan orang tua dual-career family terhadap perkembangan sosial emosi anak usia 4-5 tahun. Penelitian menggunakan metode korelasi dengan jenis kausal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan pada orang tua dan observasi langsung pada anak. Subjek penelitian ini berjumlah 28 anak usia 4-5 tahun dan kedua orang tua anak yang keduanya bekerja. Hasil uji koefisien determinasi diperoleh bahwa nilai r-square sebesar 0.340. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 dengan kriteria Sig. < 0,05, maka H1 diterima. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh positif antara keterlibatan orang tua dual-career family dengan perkembangan sosial-emosional anak usia 4-5 tahun, yaitu sebesar 34%

    TARI KREASI KEHIDUPAN SEBAGAI STIMULASI MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Full text link
    Seni tari sebagai media pembelajaran telah terbukti mampu meningkatkan berbagai aspek perkembangan anak termasuk motorik kasar, kreativitas, dan kemampuan sosial. Tari tradisional dan kreasi yang dirancang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, dapat menjadi media yang efektif untuk menciptakan harmoni antara tubuh dan pikiran anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tari kreasi kehidupan kelinci sebagai media stimulasi motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan langkah-langkah pengembangan meliputi analisis kebutuhan, identifikasi model pengembangan, validasi ahli, uji coba skala kecil, dan uji coba lapangan. Produk pengembangan ini berupa tari kreasi bertema kehidupan kelinci dengan durasi 3 menit lebih 18 detik, yang melibatkan gerakan motorik kasar seperti melompat, berjalan jinjit, berputar, dan menggoyangkan tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dapat dengan mudah melakukan gerakan tari kreasi kehidupan kelinci dengan tepat dan dapat meningkatkan motorik kasar anak

    PENGARUH MEDIA DIGITAL ABC ALFABET TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Full text link
    Kemampuan literasi merupakan fondasi penting dalam perkembangan anak usia dini, namun banyak anak masih mengalami kesulitan mengenali huruf dan memahami bunyi huruf. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media digital ABC Alfabet terhadap kemampuan literasi anak usia 5–6 tahun di TK Muthmainnah, Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan desain Quasi Experimental dengan teknik sampling jenuh, melibatkan 22 anak yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,003 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan media digital ABC Alfabet terhadap peningkatan kemampuan literasi anak. Temuan ini mengindikasikan bahwa media digital interaktif dapat menjadi alternatif efektif bagi guru dalam meningkatkan keterampilan literasi sejak usia dini

    PERAN ORANG TUA DALAM MENGATUR PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA DINI

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran penting orang tua dalam mengelola penggunaan gadget pada anak usia dini. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, gadget menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Penggunaannya tidak hanya terbatas pada orang dewasa, namun kini juga melibatkan anak-anak sejak usia dini. Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka. Oleh karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting dalam mengatur dan mengontrol penggunaan gadget agar tidak menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini dilakukan di RT.05 Dusun Pelita Dasan Agung Baru, Kota Mataram, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini menggambarkan secara rinci situasi di lapangan melalui wawancara dengan orang tua serta observasi mengenai cara orang tua dalam mengatur pemakaian gadget pada anak-anak mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat krusial dalam mengontrol penggunaan gadget, yang bertujuan untuk memastikan gadget digunakan secara tepat dan bertanggung jawab. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menekankan peran orang tua dalam mengatur pemakaian gadget pada anak usia dini. Pengawasan yang baik dapat menghindarkan anak dari dampak negatif terhadap kesehatan, perkembangan mental, serta perkembangan sosial mereka, sehingga memastikan anak dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawabThis study aims to identify the role of parents in regulating the use of gadgets among young children. Gadgets, as one of the evidences of technological advancement in the present era, not only attract the attention of adults but also children. The study was conducted in RT.05, Dusun Pelita Dasan Agung Baru, Mataram City. This research uses a descriptive qualitative method, which details the field conditions through interviews with parents and observations regarding the role of parents in regulating gadget use among young children. The results show that parents play a very important role in regulating gadget use among young children, with the goal of preventing the negative effects of excessive gadget use and ensuring that gadgets are used in a proper and responsible manner. Therefore, the role of parents is crucial in managing gadget use among young children to avoid the negative impacts of excessive gadget use, whether in terms of health, mental well-being, or child development

    PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN GURU DALAM MENATA RAGAM MAIN EDUPLAY ZONE BERBASIS MINAT ANAK

    Full text link
    Pendidikan anak usia dini memerlukan sumber belajar yang inovatif dan terstruktur untuk membantu guru menciptakan kegiatan bermain yang bermakna sesuai tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan buku panduan guru (Eduplay Zone) sebagai media pembelajaran dalam menata ragam kegiatan bermain berbasis minat anak. Penelitian menggunakan desain mixed-method dengan pendekatan Research and Development (R&D) melalui model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian terdiri atas 22 guru dan kepala sekolah dari dua TK di Kota Bekasi. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan wawancara. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan tinggi: 95,0% dari ahli materi, 97,5% dari ahli bahasa, dan 82,5% dari ahli media, dengan revisi minor. Pada tahap implementasi, efektivitas panduan terlihat dari peningkatan keterampilan guru dalam menata ragam main, di mana kategori “sangat terampil” meningkat dari 5% menjadi 35%. Selain itu, panduan ini berdampak positif pada perkembangan anak, dengan peningkatan kreativitas sebesar 32,1%, interaksi sosial 24,5%, dan kemandirian 21,7%. Dengan demikian, buku panduan Eduplay Zone dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk mendukung guru PAUD serta memperkuat praktik pembelajaran berbasis bermain dan minat anak

    IMPLEMENTASI PERMAINAN TRADISIONAL BENTENGAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KERJASAMA ANAK USIA DINI

    Full text link
    Kerja sama adalah salah satu bentuk interaksi sosial yang terdapat aktivitas tertentu yang ditunjukkan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami aktivitas masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerja sama pada anak melalui permainan tradisional bentengan di PAUD Azkya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini merupakan wali kelas dan anak umur 5-6 tahun di kelas B sejumlah 24 anak yang meliputi 11 anak perempuan dan 13 anak laki-laki. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dihasilkan tersebut selanjutnya peneliti analisis menggunakan reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan permainan tradisional anak usia 5-6 tahun di kelas B di PAUD Azkya sudah dilakukan dengan baik sesuai indikator kerja sama anak. Kegiatan permainan tradisional ini dapat dijadikan salah satu alternatif pengembangan kemampuan kerja sama dan sarana pengembangan berbagai aspek perkembangan bagi anak usia dini

    263

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇