83 research outputs found

    Rancang Bangun Generator Magnet Permanen Fluks Aksial 2 Stator 3 Rotor 1 Fasa

    No full text
    Rancang Bangun Generator Magnet Permanen Fluks Aksial 2 Stator 3 Rotor 1 Fasa Feri Prasetyo Nugroho Yusuf Ismail Nakhoda [email protected] ABSTRAK Generator sebagai penggerak penghasil energi mula .karna pada umunya generator dengan putaran tinggi maka Pada perancangan Generator Magnet Permanen Fluks Aksial 2 Stator 3 Rotor memiliki putaran rendah dengan konstruksi yang berbentuk piringan sehinggan magnet permanen serta kumpuaran dengan memiliki piringan ganda sebagai arah kutub yang menggunakan magnet batangan ,magnet neodymium-iron-boron NdFeB yang ditempelkan di bahan yang sudah di bentuk crakram bahan akrilik dan alumunium sebagai alas yang ringan berputar dengan di porosnya menimbuljkan medan magnet yang mengahasilakan energi listrik dengan perencanaan yang di keluarkan sebesar 35 Volt di harapkan dalam pembuatan dan hasilnya juga memiliki hasil yang tidak jauh dari perencanaan dengan keluaran 1 fasa maka masing-masing Generator bisa di pakai dan bisa pula di sambung dengan sambungan seri supaya Volt naik dengan sambungan seri dalam pengujian dapat meghasilkan 50 Volt . Kata Kunci : Generator Fluks Aksial,Magnet Permanen,Generator Multi Cakram,3 rotor,2 stator. iv Designning a Generator Permanent Magnet Axial Flux 2 Stator 3 Rotor 1 Phase Feri Prasetyo Nugroho Yusuf Ismail Nakhoda [email protected] ABSTRACT The generator as a driving energy generator starts. The color in general is a high speed generator. In the design of the Axial Flux Permanent Magnet 2 Generator Stator 3, the rotor has a low rotation with a disk-shaped construction so that the permanent magnet and the output have a double disk as the direction of the pole using the bar magnet , neodymium-iron-boron NdFeB magnet that is attached to the material that has been in the form of cracram acrylic material and aluminum as a lightweight base rotates with its axis creating a magnetic field that results in electrical energy with the plan released at 35 Volts expected in the making and the results also has results that are not far from planning with 1 phase output so that each Generator can be used and can also be connected to a series connection so that the Volt rises with the serial connection in the test can produce 50 Volts Keywords : Axial Flux Generator, Permanent Magnet, Multi Disc Generator, 3 rotors, 2 stators

    PENGARUH POLA ANYAMAN RAMI TERHADAP KEKUATAN BENDING DAN IMPACT MATERIAL FIBERGLASS KOMPOSIT HYBRID DENGAN MATRIKS EPOXY

    No full text
    Nugroho, Feri Prasetyo. 2021. Pengaruh Pola Anyaman Rami Terhadap Kekuatan Bending dan Impact Material Fiberglass Komposit Hybrid dengan Matriks Epoxy. Pembimbing: Dr. Rahmat Doni Widodo, S.T., M.T. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Bumper dari bahan serat sintetis tergolong tidak ramah lingkungan. Serat rami sebagai bahan alternatif, saat ini belum dimanfaatkan optimal dalam aplikasi teknik. Untuk mengoptimalkan fungsinya, penelitian ini menggunakan serat rami sebagai penguat komposit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pola anyaman rami terhadap kekuatan bending dan impact material fiberglass komposit hybrid bermatriks epoxy. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Parameter penelitian meliputi pola anyaman plain, twill, random, dan fiberglass sebagai variabel bebas, pengujian three point bending mengacu ASTM D790-03 dan pengujian impact charpy mengacu ASTM D256 sebagai variabel terikat, serta perendaman serat rami dengan NaOH selama 4 jam sebagai variabel kontrol. Komposit dibuat dengan metode hand lay up, teknik pengumpulan data menggunakan metode uji laboratorium dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kekuatan bending dan modulus elastisitas bending tertinggi pada variasi anyaman twill sebesar 150,03 MPa dan 7,8 GPa. Sedangkan regangan bending tertinggi pada variasi anyaman plain sebesar 0,02904 mm. Rata-rata kekuatan impact tertinggi juga pada variasi anyaman twill sebesar 0,02333 J/mm2 yang melampaui kekuatan impact bumper mobil karimun yang hanya sebesar 0,01448 J/mm2. Kesimpulan penelitian ini adalah pola anyaman mempengaruhi kekuatan bending dan impact pada komposit. Perlu adanya penggunaan variasi pola anyaman lain untuk mengetahui kekuatan bending dan impact yang lebih optimal

    Tittle : Internalization Of Character Education Models Through Preneur Social Leadership In Basic Education To Toward Industrial Revolution 4.0 Indonesia Progress. Author : Feri Tirtoni. “International Conference and Innovation Exhibition on Global Education”, to be held on 28th - 29th November 2018 at School of Education and Modern Languages at Universiti Utara Malaysia Sintok, Kedah, Malaysia.

    Full text link
    This is a complete description of scientific publications in the international conference with the titleTittle : Internalization Of Character Education Models Through Preneur Social Leadership In Basic Education To Toward Industrial Revolution 4.0 Indonesia Progress. Author : Feri Tirtoni. “International Conference and Innovation Exhibition on Global Education”, to be held on 28th - 29th November 2018 at School of Education and Modern Languages at Universiti Utara Malaysia Sintok, Kedah, Malaysia

    White Wand: Ruminations, Meditations, Reflections Toward a Feri Aesthetic

    Full text link
    This digital asset is a preservation copy authorized by the author given to the Valdosta State University Archives & Special Collections to be part of their of the New Age Movements, Occultism, and Spiritualism Research Library.Anaar, student of Victor Anderson, describes the Feri Tradition from an artist's’ perspective. Defining the various names used for the triplicity of Self, Anaar articulates how an individual's creativity and art melds with one’s own Godself. “God is Self, Self is God, and God is a person like Myself.” She describes “a white wand witch is a bard of the coven, the artist witch.” And so, with exercises and meditations, she instructs us in how to connect with the Fey

    Peranan LMUI dalam mensyiarkan agama Islam di tengah masyarakat majemuk: Lembaga Musyawarah Umat Islam Desa Tlogo Kec. Tuntang Kab. Semarang

    Full text link
    Penulis Antoni Feri Budi Prasetyo, NIM : 1601036043, Skripsi Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi dengan Judul “Peranan Lembaga Musyawarah Umat Islam (LMUI) Desa Tlogo Kec. Tuntang Kab. Semarang Dalam Mensyiarkan Agama Islam Ditengah Masyarakat Majemuk”. Skripsi ini membahas tentang peranan LMUI dalam mensyiarkan agama Islam ditengah masyarakat majemuk. LMUI merupakan Lembaga Musyawarah Umat Islam yang didirikan dari adanya problematika umat Islam yang disertai dengan kondisi minoritasnya masyarakat muslim didesa Tlogo. Karena minimnya umat muslim, pada zaman dahulu semua birokrasi di kuasai oleh Non Muslim. Dengan problematika yang sedemikian rupa, hal tersebut yang menjadikan masyarakat muslim pada saat itu tidak begitu diperhatikan oleh para pimpinan desa. LMUI memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting didesa Tlogo dalam rangka mempersatukan umat muslim dan mensyiarkan agama Islam. Peranan tersebut dapat dilihat melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh LMUI yaitu, pertama merintis kegiatan Islami kegiatan yang bermaksud supaya masyarakat bisa tertarik untuk mengikuti dan bisa mengenal agama Islam lebih dalam lagi. Kedua, Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) hal itu bertujuan untuk membangkitkan semangat dalam mensyiarkan agama Islam dikalangan masyarakat majemuk. Ketiga, Pendidikan agama Islam hal tersebut bertujuan karena anak merupakan sebagai ujung tombak dan generasi penerus dimasa yang akan dating maka dari itu pentingnya kegiatan tersebut dilakukan untuk persiapan kegiatan syiar dimasa yang akan dating. Penelitian ini bertujuan mengetahui secara jelas Peranan Lembaga Musyawarah Umat Islam (LMUI) dalam mensyiarkan agama Islam ditengah masyarakat majemuk, apa metode dakwah LMUI dalam mensyiarkan agama Islam ditengah masyarakat majemuk, dan Faktor pendukung dan penghambat LMUI dalam mensyiarkan agama Islam ditengah masyarakat majemuk. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, untuk mendapatkan data yang di perlukan peneliti menggunakan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Setelah data terkumpul langkah selanjutnya adalah menganalisis data tersebut dengan tahapan analisis yaitu reduksi data, penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan dari penelitian menunjukkan bahwa LMUI merupakan lembaga sosial masyarakat yang hanya ada didesa Tlogo yang tujuannya yaitu mensyiarkan agama Islam dan Menghimpun paham-paham yang ada untuk bersatu bersama-sama untuk kemajuan agama Islam didesa Tlogo. Peranan LMUI bisa dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan untuk umat Islam desa Tlogo seperti, Yasinan, Tahlilan, Dzibaan dan Pengajian Umum. Metode dakwah yang di gunakan yaitu metode cramah, metode Uswatun Niswah dan metode pembinaan pendidikan anak. Faktor pendukungnya semangat pengurus, biaya, dan dukungan dari perangkat desa sehingga kegiatan bisa berjalan dengan semestinya. Hal ini dapat disimpulkan banwa peranan LMUI ini sangat berpengaruh baik untuk umat Islam didesa Tlogo

    ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DENGAN FOKUS STUDI SINDROM LANSIA LEMAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGBANTENG

    No full text
    ABSTRAKASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN STROK ISKEMIK DENGAN FOKUS STUDI SINDROM LANSIA LEMAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGBANTENG Feri Prasetyo1), Taat Sumedi, S.Kep.NS. M. H.2), Ani Kuswati, S. Kep. Ns. MH.,3)1) Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang2) Dosen Jurusan Keperawatan Purwokerto Poltekkes Kemenkes SemarangEmail: [email protected] Stroke iskemik adalah stroke yang disebabkan karena adanya hambatan atau sumbatan pada pembuluh darah otak tertentu sehingga daerah otak yang diperdarahi oleh pembuluh darah tersebut tidak mendapat pasokan energi dan oksigen, sehingga pada akhirnya jaringan sel-sel otak di daerah tersebut mati dan tidak berfungsi lagi Tujuan penelitian ini untuk memberikan asuhan keperawatan pada gerontik yang menderita stroke non hemoragik dengan sindrom lansia lemah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa program peningkatan perlindungan dengan pendidikan kesehatan dan Range Of Motion (ROM) dapat meningkatkan kemampuan gerak bagi pasien penderita stroke non hemoragik. Hal ini ditunjukan dari tangan dan kaki kedua pasien sudah lebih mudah digerakkan, dan lingkungan rumah aman terhindar dari resiko jatuh. Simpulan penelitian ini adalah respon tingat peningkatan gerak pada setiap pasien hampir sama. Hal ini dibuktikan dari kekakuan pada tangan dan kaki yang kaku sudah lebih mudah untuk digerakan dengan melakukan ROM secara teratur, menjaga keamanan rumah, dan memotivasi setiap pasien untuk melakukan pemeriksaan rutin. Saran dalam penelitian ini agar pasien dan keluarga mengubah pola hidup yang lebih baik yaitu melakukan ROM secara rutin, tetap menjaga keamanan rumah, dan melakukan pemeriksaan secara rutin kefasilitas kesehatan. Kata kunci: Stroke non hemoragik, Sindrom lansia lemah

    PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS V MI DARUSSALAM PIKATAN II WONODADI BLITAR

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Penerapan Pembelajaran Berbasis Inquiry Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Peserta Didik Kelas V MI Darussalam Pikatan II Wonodadi Blitar” ini ditulis oleh Feri Prasetyo, NIM 2817123065, Jurusan PGMI, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Tulungagung yang dibimbing oleh Moh. Arif M.Pd Kata Kunci: Pembelajaran Inquiry, Hasil Belajar Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurang aktif dan antusiasnya peserta didik saat pembelajaran IPA berlangsung. Peserta didik cenderung pasif saat proses pembelajaran dikarenakan pembelajaran yang dilakukan menggunakan ceramah dan guru terlalu mendominasi. Hal itu membuat hasil belajar peserta didik MI Darussalam Pikatan II Wonodadi Blitar kurang memuaskan. Oleh sebab itu untuk mengatasi rendahnya hasil belajar peserta didik adalah dengan menerapkan pembelajaran berbasis inquiry, khususnya pada pembelajaran IPA. Dengan penerapan pembelajaran berbasis inquiry diharapkan dapat mengatasi masalah yang ditemukan dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana proses pembelajaran berbasis inquiry pada mata pelajaran IPA pokok bahasan sifat-sifat cahaya pada peserta didik kelas V MI Darussalam Pikatan II Wonodadi Blitar ? (2) Bagaimana peningkatan hasil belajar melalui proses pembelajaran berbasis inquiry pada mata pelajaran IPA pokok bahasan sifat-sifat cahaya peserta didik kelas V MI Darussalam Pikatan II Wonodadi Blitar? Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendiskripsikan proses pembelajaran berbasis inquiry pada mata pelajaran IPA pokok bahasan sifat-sifat cahaya pada peserta didik kelas V di MI Darussalam Pikatan II Wonodadi Blitar. (2) Untuk mendiskripsikan peningkatan hasil belajar melalui proses pembelajaran berbasis inquiry pada mata pelajaran IPA pokok bahasan sifat-sifat cahaya peserta didik kelas V MI Darussalam Pikatan II Wonodadi Blitar Skripsi ini bermanfaat bagi MI Darussalam Pikatan II sebagai sumbangan pemikiran dan peningkatan mutu pembelajaran bagi kepala madrasah, guru dan peserta didik MI Darussalam Pikatan II Wonodadi Blitar, dan peneliti lain sebagai bahan referensi dan sumber belajar. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) model spiral dari Kemmis dan Mc.Taggart sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V MI Darussalam Pikatan II Wonodadi Blitar. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data antara lain tes, observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini apabila peserta didik mencapai nilai sesuai KKM yaitu 70 dan penguasaan materi mencapai 75% dari jumlah peserta didik. Langkah-langkah pembelajaran inquiry yaitu orientasi, merumuskan masalah, menentukan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan hasil belajar dengan diterapkannya pembelajaran berbasis inquiry. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik yang dimulai dari tes awal nilai rata-rata peserta didik 59,3 dengan persentase ketuntasan 20,8%, dilanjutkan siklusI nilai ratarata peserta didik mencapai 69,7 dengan persentase ketuntasan belajar 66,7%, dan pada siklus II nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 82,08 dengan persentase ketuntasan 91,67%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis inquiry dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V di MI Darussalam Pikatan II Wonodadi Blitar Tahun Ajaran 201 5/201

    FERI LAINŠČEK: MISLICE, DESEJT PRAVLIC: Murska Sobota: Društvo za humanistična vprašanja Argo, Digitalni tisk. 2014. 101 str.

    Full text link
    The author describes the Prekmurje edition of the fairy tales Mislice by Feri Lainšček, which were translated from literary Slovene into Prekmurje by Vesna Radovanovič (2014).Avtorica opisuje prekmursko izdajo pravljic Mislice Ferija Lainščka, ki jih je iz knjižne slovenščine v prekmurščino prevedla Vesna Radovanovič (2014)

    Kewenangan dalam Penerapan Pengaturan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin): Authority in Implementing Traffic Impact Analysis Arrangements (Andalalin)

    No full text
    Traffic Impact Analysis (Andalalin) as a special study on the construction of any buildings and other land use of the city's transportation system, especially the road network in the building. In order to support it, hotels, malls and so on were built. Along with those development would lead to changes in land use, for example, change of land designation that turned into centers of activity. Implementation traffic impact analysis (andalalin) in Sidoarjo did not maximal yet. There are some weaknesses, namely the gap between legislation and implementation. Residential areas with a density high enough such as offices, shops and trade, hotels, hospitals, schools, industrial and sports stadiums. This problem can be solved by traffic impact analysis prior to the issuance of building permits (IMB) and some were after. In addition, traffic management as an approach also be designed to deal with the impact of the trip was awakened to the existing road network

    PENILAIAN TINGKAT KEMATANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN DIGITAL STUDI PADA HTTP://E-LIBRARY.BSI.AC.ID

    Full text link
    Abstract—Assessment maturity level is a form of appreciation for the level of preparedness and the existence of an information system, whether the system is fit for use and whether the system needs improvement or development. E-Library is a library system integration which has a collection of books and other reading materials that though digital concepts that can be accessed by computer media and smartphones, While the student is the level of additional insight information on the various kinds of information and good news in theory or practice. To determine the level of maturity of an information system activities can be carried out with reference to the CMMI. CMMI stands for Capability Maturity Model Integration This model can also improve the process in the organization. CMMI can be used to guide process improvement in a project, a division, or even the company. CMMI measure the quality of the processes in an organization, where the existing assessment ranged from 1 (Initial stage) to 5 (Optimizing phase). While the purpose of this paper is to measure the maturity level of use of e-library of information systems with method BSI Capability Maturity Model Integration (CMMI, and for the solution of the existing problems with IsikawaIntisari - Penilaian tingkat kematangan merupakan suatu bentuk pemberian apresiasi terhadap tingkat kesiapan serta keberadaan sebuah sistem informasi, apakah sistem tersebut sudah pas untuk digunakan dan apakah sistem tersebut perlu perbaikan atau pengembangan. E-Library merupakan merupakan integrasi sistem perpustakaan dimana memiliki koleksi buku-buku dan sumber bacaan lain yang di olah dengan konsep digital sehingga dapat di akses dengan media komputer dan smartphone. Sedangkan wawasan mahasiswa adalah tingkat penambahan informasi mengenai berbagai macam informasi dan berita baik secara teoritis atau praktek.Untuk mengetahui tingkat kematangan suatu kegiatan sistem informasi dapat dilakukan dengan mengacu kepada CMMI. CMMI kepanjangan dari Capability Maturity Model Integration Model ini juga dapat meningkatan proses di dalam organisasi. CMMI dapat digunakan untuk memandu peningkatan proses di dalam suatu proyek, divisi, atau bahkan perusahaan. CMMI mengukur kualitas berbagai proses di dalam suatu organisasi, dimana penilaian yang ada berkisar dari 1 (tahap Initial) sampai 5 (tahap Optimizing). Sedangkan tujuan dari penulisan ini adalah Untuk mengukur tingkat kematangan penggunaan sistem informasi E-library BSI dengan metode Capability Maturity Model Integration (CMMI, dan Mencari solusi dari permasalahan yang ada Dengan IsikawaKata Kunci: Tingkat Kematangan SI, E-Library, Capability Maturity Model Integration (CMMI
    corecore