7,803 research outputs found

    Tema dan objek lukisan M. Pramono, IR

    No full text
    Objek lukisan M. Pramono IR terdiri dari 3 objek utama, yaitu alam benda, wanita & anak-anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi M. Pramono IR dalam mengangkat objek tersebut adalah : untuk objek alam benda, kadang-kadang pelukis ingin penyegaran di luar tema inti; untuk objek wanita, pelukis sangat menghormati & menghargai harkat & martabat wanita, karena dia hanya dibesarkan oleh seorang ibu; untuk objek anak-anak, pelukisa sebagai anak tunggal sangat merindukan kehadiran anakanak sebagai saudara

    KIPRAH PRAMONO EDHIE WIBOWO DALAM BIDANG MILITER DI INDONESIA TAHUN 1980-2013

    Full text link
    Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Pramono Edhie Wibowo dalam Bidang Militer di Indonesia Tahun 1980-2013” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya mengenai latar belakang kehidupan Pramono Edhie Wibowo, kontribusi Pramono Edhie Wibowo terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1980-2011, kebijakan yang diterapkan Pramono Edhie Wibowo serta dampak dari kebijakan yang diterapkan ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas serta tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau metode historis yang dibagi ke dalam empat tahapan yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Pramono Edhie Wibowo merupakan seorang tokoh militer yang lahir pada 5 Mei 1955 di Magelang, Jawa Tengah. Pramono Edhie Wibowo lahir dan tumbuh dalam keluarga militer. Selama hampir 20 tahun kariernya di bidang militer, Pramono Edhie Wibowo memberikan banyak kontribusi terhadap satuan Kopassus untuk selanjutnya bertugas di luar satuan Kopassus. Pramono Edhie Wibowo pernah menjabat dalam jabatan-jabatan strategis dalam tubuh militer seperti menjadi Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Daerah III Siliwangi, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat serta puncaknya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Berdasarkan hasil temuan, ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat, Pramono Edhie Wibowo menerapkan kebijakan-kebijakan baik itu secara lisan maupun secara tertulis seperti modernisasi alutsista, pengadaan rumah dinas bagi prajurit, peningkatan profesionalisme TNI-AD serta pembinaan organisasi yang tentunya memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai bidang khususnya bagi kesatuan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. The research titled "The Role of Pramono Edhie Wibowo in the Military Field in Indonesia from 1980-2013," several issues are examined, including the background of Pramono Edhie Wibowo's life, his contributions to Indonesia through the military from 1980 to 2011, the policies implemented by Pramono Edhie Wibowo, and the impact of these policies during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army. The aim of this research is to obtain clear and accurate information regarding the issues studied. In this research, the author employs the historical research method, which is divided into four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. According to the findings, Pramono Edhie Wibowo was a military figure born on May 5, 1955, in Magelang, Central Java. He was born and raised in a military family. Throughout his nearly 20-year career in the military, Pramono Edhie Wibowo made significant contributions to the Kopassus unit before moving on to assignments outside of Kopassus. Pramono Edhie Wibowo held various strategic positions within the military, including Commander General of Kopassus, Commander of Region III Siliwangi, Commander of the Army Strategic Command, and ultimately, Chief of Staff of the Indonesian Army. Based on the research findings, during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army, Pramono Edhie Wibowo implemented both verbal and written policies, such as modernizing military equipment, providing official housing for soldiers, enhancing the professionalism of the Indonesian Army, and organizational development, all of which had a significant impact in various areas, particularly for the Indonesian Army

    Pesona sansevieria/ Pramono

    No full text
    v, 144 hal. : ill.; 23 cm

    Pesona sansevieria/ Pramono

    No full text
    v, 144 hal. : ill.; 23 cm

    Faktor Elektoral dan Persepsi Kolektif: Studi Explanatory Sequential atas Kemenangan Paslon Pramono-Rano di Pilkada DKI Jakarta 2024

    Full text link
     This study aims to analyze and describe the factors of Pramono-Rano's victory in the 2024 Jakarta Special Region Provincial Election. The approach used in this research is a mixed methods approach with an explanatory sequential design. Quantitative data collection in this study was conducted through the use of electoral survey results. The results of this study indicate that Pramono-Rano's victory in the Election of Governor and Deputy Governor was influenced by several factors; (1) An effective campaign strategy, carried out by Pramono-Rano both directly and indirectly. Directly, the campaign carried out by Pramono-Rano was carried out using the door-to-door method on a massive scale. Pramono-Rano also campaigned massively through billboards, pamphlets, banners and campaign advertisements (indirectly) by raising the slogan "Jakarta Menyala". (2) Pramono-Rano's victory was also supported by the provision of support from Anies Baswedan followed by a shift in the votes of his supporters in Jakarta. (3) Pramono-Rano's victory was also supported by the accumulation of a number of issues that were not beneficial to Ridwan Kamil-Suswono. Starting from Suswono's joke which was considered insulting to the Prophet Muhammad, the Ridwan Kamil-Suswono couple who were considered not to be from Jakarta, to the issue of insults that Ridwan Kamil had once thrown at The Jack.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguraikan tentang faktor-faktor kemenangan Pramono-Rano pada Pilkada Provinsi Daerah Khusus Jakarta tahun 2024. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods atau metode campuran dengan desain explanatory sequential. Pengumpulan data kuantitatif dalam penelitian ini dilakukan melalui pemanfaatan hasil survei elektoral. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemenangan Pramono-Rano pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dipengaruhi oleh beberapa faktor; (1) Strategi kampanye yang efektif, yang dilakukan oleh Pramono-Rano baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, kampanye yang dilakukan oleh Pramono-Rano dilakukan dengan metode dor to dor secara masif. Pramono-Rano juga masif melakukan kampanye melalui baliho, pamphlet, bener dan iklan kampanye (tidak langsung) dengan mengangkat jargon “Jakarta Menyalaâ€. (2) Kemenangan Pramono-Rano juga didukung oleh adanya pemberian dukungan dari Anies Baswedan diikuti pergeseran suara masa pendukungnya di Jakarta. (3) Kemenangan Pramono-Rano juga didukung oleh akumulasi sejumlah isu yang tidak menguntungkan Ridwan Kamil-Suswono. Dimulai dari candaan Suswono yang dianggap menghina Nabi Muhammad, Pasangan Ridwan Kamil-Suswono yang dianggap bukan berasal dar Jakarta, sampai dengan isu penghinaan yang pernah dilontarkan Ridwan Kamil kepada The Jack. Â

    PATUNG PEREMPUAN KARYA PRAMONO PINUNGGUL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk patung dan makna yang terkandung dalam patung perempuan karya Pramono Pinunggul dengan menggunakan pendekatan kritik seni. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, pengumpulan data tentang patung perempuan diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan alat bantu berupa: fotografi (kamera), alat perekam (Handphone). Sedangkan pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan , ketekunan pengamat dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk yang diciptakan Pramono memiliki tiga corak yaitu corak representatif pada karya Gadis Formal(in), Nawaitu dan Wonderwoman, abstraksi pada karya STOP, realisme pada karya Gangnam Kepang. (2) unsur-unsur visual yang terlihat yaitu garis lurus, lengkung dan zigzag, warna yang natural , warna antik seperti warna hijau dan coklat tua, warna putih dan warna merah yang terkesan romantik. (3) makna yang terkandung dari lima karya tersebut adalah pada karya STOP dimaknai dengan stop kekerasan pada diri sendiri dan stop aborsi, pada karya Gadis formal(in) dimaknai dengan rasa ketidakpuasan, karya nawaitu dimaknai dengan manusia tidak akan lupa dengan Sang Pencipta, karya Wonderwoman dimaknai sebagai perempuan kuat, tangguh dan pekerja keras, yang terakhir gangnam kepang dimaknai dengan pentingnya menjaga kesenian tradisional yaitu tarian kuda lumping. Perempuan juga dimaknai sebagai perempuan yang penuh dengan misteri

    Proses Pembuatan Mouthpiece Instrumen Trumpet Oleh Pengrajin Logam Budi Pramono Di Langen Lastran Lor Yogyakarta

    No full text
    Proses pembuatan mouthpiece instrumen trumpet Budi Pramono belum pernah diteliti, sudah banyak musisi tiup logam yang menggunakan produknya dan mengakui kualitas mouthpiece Budi Pramono, selain itu sangat sulit menemukan seorang pengrajin logam yang mampu membuat mouthpiece instrumen trumpet seperti Budi Pramono. Harga jual mouthpiece produksinya terbilang murah berkisar Rp.500.000 hingga Rp.600.000 per mouthpiece. Adapun permasalahan penelitian adalah apa sajakah bahan yang di gunakan untuk pembuatan mouthpiece dan bagaimanakah proses pembuatan mouthpiece instrumen trumpet oleh Budi Pramono. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data yang dilakukan dengan tahapan reduksi, klasifikasi data, interpretasi data, dan deskripsi data dalam bentuk kata-kata, kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan-bahan proses pembuatan mouthpiece instrumen trumpet oleh pengrajin logam Budi Pramono di Langen Lastran Lor Yogyakarta adalah logam kuningan yang berasal dari jenis logam tembaga murni dipadukan dengan jenis logam seng, maka akan terjadi suatu jenis logam paduan lain, yang dinamakan Loyang. warna loyang kuning menyerupai emas, oleh karena itu logam ini disebut kuningan. Ada 10tahapan proses pembuatan mouthpiece antara lain 1.pembuatan Desain, 2.pengeboran Lubang, 3.pembentukan Cup Mouthpiece dan Shank, 4.pembentukan Lubang Cup Mouthpiece, 5.pembentukan Shoulder, 6.pembentukan Backbore, 7.pembentukan Throat, 8.pembentukan Rim, 9.pembentukan Shank, 10.Penyelesaian (finishing). Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran agar pengrajin logam Budi Pramono diharapkan dapat mencari dan mendidik SDM (Sumber Daya Manusia) untuk dijadikan karyawan di Sanggar seni Budi Pramono tersebut agar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan omset penjualan mouthpiece instrumen trumpet buatannya

    VISUALISASI TOKOH WAROK PONOROGO PADA KARYA TARI “PRAMONO ROGO”

    Full text link
    Warok Ponorogo merupakan tokoh kebanggaan masyarakat Ponorogo yang mempunyai tekd suci, serta siap memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. Warok berasal dari kata wewarah. Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran yang lain tentang hidup yang baik. Warok merupakan tokoh yang sudah sempurna dalam laku hidupnya, dan sampai pada pengendapan batin. Warok sangat disegani dan dihormati. Penggambaran wantah dari seorang Warok adalah diwujudkan dalam bentuk perawakan besar, berkumis, dan bagian dada tumbuh bulu-bulu hitam. Menurut kepercayaan hitam mengandung makna keteguhan, sedangkan kesucian budi, ilmu, an tingkah laku digambarkan berupa kolor yang bewarna putih, panjang dan terurai ujungnya. Dari sini didapatkan pengertian bahwa manusia itu perlu sekali dikuatkan dengan kesucian budi, ilmu dan tingkah laku.Pada penggarapan karya tari ini memfokuskan pada suasana yang mencoba dibangun melalui isi cerita penggambaran sosok Warok melalui karya tari “Pramono Rogo”. Pramono Rogo merupakan asal kata dari Ponorogo yang bearti Pramono berarti daya kekuatan, rahasia hidup, sedangkan Rogo berarti badan, jasmani. Kedua kata tersebut bisa ditafsirkan bahwa dibalik badan manusia tersimpan suatu rahasia hidup berupa olah batin yang mantap dan mapan berkaitan dengan pengendalian sifat-sifat amarah, yang berarti harus mampu melihat diri kita dan mengerti luar dalamnya. Bila kita mampu mengenal diri kita secara utuh, kita akan mengenal Tuhan. Hal tersebut merupakan awal pencapaian cinta yang nantinya Manunggaling Gusti lan Kawulo. Manusia yang memiliki olah batin mantap dan mapan mampu menempatkan diri dimanapun dan kapanpun berada.Pada penggarapan karya tari ini menggunakan metode kontruksi yang meliputi rangsang awal, eksplorasi, dan improvisasi. Rangsang awal berupa gagasan yang dibentuk melalui intensi untuk menyampaikan gagasan atau menggelarkan cerita. Eksplorasi berupa motif gerak yang sesuai dengan motivasi kekuatan badan manusia yang tercermin dalam arti “Pamono Rogo” dengan berpijak pada gerak-gerak Panoragan. Improvisasi berupa penggabungan motif gerak dengan pengembangan gerak Panoragan melalui penentuan transisi, ekspresi atau rasa sehingga terbentuklah gerak-gerak yang dinamis. Kata Kunci : Warok, Pramono, Rog

    Framing Pemberitaan Kasus Narkoba Ardhito Pramono dalam Media Online Detik.com dan Kompas.com (Analisis Framing Zhondhang Pan)

    Full text link
    This study took the title "Framing of Ardhito Pramono's Narcotics Case Reporting in Detik.com and Kompas.com Online Media". This study aims to determine the framing of news of Ardhito Pramono's drug abuse case on online media Detik.com and Kompas.com framing news of Ardhito Pramono's drug abuse case with Zhondhang Pan's Framing Analysis. This study uses theories including framing analysis theory, social reality construction theory, and mediating the message theory from Pamela J Shoemaker and Stephen D Resse. The data sources were obtained from document study data and literature studies. The objects of this research are four news from Detik.com and four news from Kompas.com related to the Ardhito Pramono drug case. This study uses qualitative research, and the analytical technique used is the Framing Analysis Model Zhondang Pan and Gerald M. Kosicki. In this study, the data source triangulation validity technique was used. The results of this study indicate that the media Detik.com and Kompas.com frame news of the Ardhito Pramono drug case in a less consistent manner and do not focus on the topic of discussion of the Ardhito Pramono drug case. Detik.com and Kompas.com not only reported on the drug case experienced by Ardhito Pramono, but also several times slipped other issues about Ardhito Pramono. Not only that, the two media in some news seem to side with one side only

    Analisis Usaha Peternakan Sapi Perah CV. Pramono Farm Boyolali

    Full text link
    Kuliah Kerja Lapangan bertujuan untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja dalam bidang peternakan khususnya pada Menejemen Pemeliharaan Induk Laktasi Sapi Fries Holland. Pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan dilaksanakan pada tanggal 21 Maret sampai dengan 2 April 2016 di peternakan sapi perah CV. Pramono Farm Boyolali. Metode dasar yang digunakan dalam praktek ini adalah praktek lapang, diskusi, wawancara, pengumpulan data dan studi pustaka. Sedangkan pengambilan lokasi praktek magang adalah secara sengaja dipilih CV. Pramono Farm Boyolali untuk tempat magang karena banyak induk laktasi yang dipelihara. Menejemen Pemeliharaan Induk Laktasidi CV. Pramono Farm di kelola untuk menghasilkan produksi susu dari usaha peternakan sapi perah, tidak hanya terletak pada keunggulan induk untuk menghasilkan susu, akan tetapi juga tergantung pada manajemen pakan, kesehatan, sanitasi kandang dan yang paling penting adalah kondisi lingkungan setempat. Kesalahan dalam pemeliharaan induk laktasi akan mengakibatkan turunnya produksi susu serta indukan mudah terjangkit penyakit. Penanganan induk laktasi yang intensif, dilakukan untuk menjaga produksi susu agar tetap stabil bahkan dapat berproduksi lebih. Banyaknya susu yang dipancarkan oleh induk sangat tergantung pada pemberian pakan dan kualitas pakan. Karena pakan yang kurang baik sangat berpengaruh pada bau dan rasa susu. Kata kunci : Menejemen pemeliharaan induk laktasi, Anlisa Usaha, Sapi PF
    corecore