594 research outputs found
ANALISIS LUKISAN ‘ORANAMEN TROPIS’ KARYA JOKO PRAMONO DENGAN PENDEKATAN TEORI IKONOGRAFI DAN IKONOLOGI
\u27Ornamen Tropis\u27 karya Joko Pramono merupakan lukisan dengan gaya surealis. Peneliti mengambil judul penelitian tentang lukisan surealis, karena lukisan surealis merupakan karya yang sulit dipahami oleh masyarakat umum karena lukisan surealis mengandung idiom bentuk dan simbol yang tidak bisa langsung dicerna. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna lukisan \u27Hiasan Tropis\u27 karya Joko Pramono. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dengan teori utama ikonografi dan ikonologi. Sumber data dalam penelitian ini adalah pencipta, peneliti, dan pemerhati seni. Dengan menggunakan deskriptif kualitatif eksplanasi melalui data yang diperoleh dari proses pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara langsung dan tidak langsung, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh dengan melakukan studi informan dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lukisan Joko Pramono “Dekorasi Tempat” memiliki berbagai objek surealis seperti manusia berkepala burung, kepala burung yang disambungkan ke bambu, perempuan dengan tubuh berupa anyaman bambu. , para kurcaci menatap potongan puzzle, dan para peri. Dimana benda-benda tersebut mengandung beberapa makna, baik makna primer dengan alat konfirmasi sejarah, makna sekunder menggunakan alat konfirmasi sejarah, jenis dan makna intrinsik dengan alat konfirmasi sejarah budaya.
Kata Kunci : Ikonografi, Ikonologi, Sejarah, Surealis, Kontempore
PERANCANGAN GAME 2 DIMENSI TENTANG JOKO TINGKIR
ABSTRAK Zulianto, Ade. 2015. Perancangan Game 2 Dimensi Tentang Joko Tingkir. Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang: (I) Andy Pramono S.Kom, M.T, (II) Joko Samodra, S.Kom Kata Kunci: Joko Tingkir, Game 2 Dimensi Dirancangnya Game 2 Dimensi Tentang Joko Tingkir ini adalah agar cerita tersebut tidak hilang ditelan perkembangan zaman dan cerita tersebut dapat dikenal kembali oleh generasi muda dan disebarluaskan keseluruh Indonesia. Perancangan ini juga menunjukkan bahwa cerita rakyat juga bisa dijadikan dasar ataupun ide untuk membuat karya yang tidak kalah dengan perkembangan zaman. Berdasarkan perancangan Game 2 Dimensi tentang “Joko Tingkir” yang menceritakan tentang kisah Joko Tingkir ini dapat ditarik kesimpulan bahwa game joko tingkir yang dibuat dapat mengangkat cerita rakyat joko tingkir. Sehingga media game menjadi alternatif lain untuk mengenalkan cerita rakyat joko tingkir. Setelah dilakukan proses uji coba game joko tingkir pada 5 laptop dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Dari semua proses dalam Game yang digunakan sebagai acuan penilaian. Diketahui dari 5 laptop yang digunakan untuk uji coba, 4 laptop berjalan lancar dan 1 laptop yang berjalan tersendat. Berdasarkan proses uji coba diatas dapat diketahui bahwa spesifikasi minimal untuk bisa menjalankan game joko tingkir ini dengan lancar, adalah Intel Core i3, Nvidia Geforce 1 GB dan RAM 2 G
AKTIVITAS PUBLIC RELATIONS DALAM UPAYA PENCITRAAN KAFE LIQUID NEXT GENERATION
Joko Pramono D 1204063 Aktivitas Public Relations Dalam Upaya
Pencitraan Kafe Liquid Next Generation(Studi Deskriptif Kualitatif Tentang
Aktivitas Public Relations Dalam Upaya Pencitraan Kafe Liquid Next
Generation Yogyakarta), skripsi Jurusan Ilmu Komunikasi S1 Non Reguler
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret, 2009.
Penelitian dengan judul Aktivitas Humas Dalam Dalam Upaya Pencitraan
Kafe Liquid Next Generation adalah sebuah penelitian yang mengangkat tema
aktivitas humas dalam memperkenalkan citra perusahaannya,yaitu citra kafe
Liquid yang berusaha menjadi kafe dengan menghadirkan pelayanan yang prima
dan program-program hiburan terbaik. Alasan pemilihan tema ini dikarenakan
banyaknya persaingan bisnis yang sama sehingga diperlukan startegi-strategi
untuk tetap eksis di dunia industri hiburan.
Dalam penelitian ini metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif,
sehingga penelitian ini menggambarkan keadaan yang terjadi sebenarnya,tidak
menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis, atau membuat prediksi, akan
tetapi berusaha mengungkap suatu masalah, keadaan sebagaimana adanya
sehingga bersifat mengungkap fakta tentang aktivitas Public Relations di Kafe
Liquid Next Generation dalam hal pencitraan perusahaan dan juga tanggapan
public eksternal terhadap Kafe Liquid Next Generation . Dalam pengumpulan data
kualitatif, penulis melakukan pengolahan informasi yang diperoleh dari sumbersumber
data primer yang menggambarkan data yaitu dengan uraian penjelasan
yang berasal dari transkrip wawancara lapangan dengan bagian-bagian yang
berhubungan dengan Kafe Liquid Next Generation, mulai dari humas, tokoh
masyarakat sekitar juga konsumen itu sendiri sehingga informasi yang didapat di
cek silang untuk memperoleh informasi yang mendekati obyektifitas, dan untuk
sumber data sekunder didapat melalui literatur-literatur terkait.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat menunjukkan bahwa humas
Kafe Liquid Next Generation bekerja di bawah koordinasi programmer yang
bertanggung jawab langsung kepada Executive Manager. Dalam usaha pencitraan,
humas Kafe Liquid Next Generation terlihat telah melakukan perencanaan
strategis yang meliputi penentuan masalah, perencanaan dan pemrograman,
berkomunikasi dan bertindak, serta evaluasi program. Pembentukan citra yang
positif dilakukan dengan menghadirkan event-event yang menarik serta
penanganan krisis dengan baik melalui bantuan media telah dilakukan oleh humas
Kafe Liquid Next Generation.
Untuk saran bagi humas Kafe Liquid Next Generation dalam kegiatan
sosial perlu ditingkatkan karena masih ada sebagian masyarakat merasa kontribusi
Kafe Liquid Next Generation terhadap lingkungan sekitar masih kurang. Menjaga
hubungan baik dengan media massa sangat penting dilakukan karena peran media
dalam menyebarkan informasi apabila terjalin dengan baik maka citra yang
terdapat dalam perusahaan Kafe Liquid Next Generation terbentuk pula dengan
baik
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) TERHADAP PEMBERIAN BEBERAPA PUPUK ORGANIK CAIR DAN PADAT
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk
organik cair dan padat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah
(Arachis hypogaea L.). Penelitianini menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama aplikasi beberapa pupuk organik
cair dengan 4 taraf yaitu: P0 = tanpa POC(kontrol), P1 = POC urin sapi (150 ml/l
air), P2 = POC urin kelinci (150 ml/l air), P3 = POC urin kambing (150 ml/l air)
dan faktor kedua yaitu aplikasi beberapa pupuk organik padat dengan 4 taraf
yaitu: K0= tanpa pupukkandang (kontrol), K1= pupuk kandang sapi (1 kg/plot), K2
= pupuk kandang ayam (1 kg/plot), K3=pupuk kandang kambing (1 kg/plot).
Terdapat 16 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali menghasilkan 48plot
percobaan. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, umur
berbunga, jumlah polong per tanaman, jumlah polong per plot, berat polong per
tanaman, berat polong per plot dan berat 100 butir biji.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian beberapa pupuk organik cair
berpengaruh nyata pada perlakuan P2 (Urin kelinci) terhadap jumlah cabang (7,53
cabang umur 4 MST) dan berat 100 butir biji (74,03 g). Pemberian beberapa
pupuk organik padat berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang terbaik yaitu K2
(7,61 cabang umur 4 MST). Interaksi kedua perlakuan berpengaruh nyata
terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah cabang
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA DAN KEDISIPLINAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PPKN SISWA KELAS IV SDN GUGUS JOKO TINGKIR KOTA SALATIGA
Hasil belajar siswa menjadi salah satu penentu keberhasilan pelaksanaan
pendidikan. Penggunaan media dan kedisiplinan belajar menjadi salah satu faktor
yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil wawancara
dengan guru kelas IV SDN Gugus Joko Tingkir Kota Salatiga, diketahui bahwa
penggunaan media dan kedisiplinan belajar masih rendah ditandai dengan terdapat
guru yang mengajar tanpa menggunakan media inovatif dan masih banyaknya
siswa yang terlambat mengumpulkan tugas. Selain itu hasil belajar siswa pada
muatan pelajaran PPKn masih rendah ditandai dengan adanya siswa yang belum
tuntas KKM. Tujuan Penelitian ini yaitu: (1) menguji hubungan penggunaan
media pembelajaran terhadap hasil belajar PPKn siswa kelas IV SDN Gugus Joko
Tingkir Kota Salatiga, (2) menguji hubungan kedisiplinan belajar terhadap hasil
belajar PPKn siswa kelas IV SDN Gugus Joko Tingkir Kota Salatiga, (3) menguji
hubungan penggunaan media dan kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar PPKn
siswa kelas IV SDN Gugus Joko Tingkir Kota Salatiga.
Penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Gugus Joko
Tingkir Kota Salatiga, yang berjumlah 130 siswa. Pengambilan sampel dilakukan
dengan teknik cluster sampling sejumlah 100 siswa. Teknik analisis yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi sederhana dan analisis
korelasi ganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang positif
dan signifikan antara penggunaan media terhadap hasil belajar PPKn siswa kelas
IV SDN Gugus Joko Tingkir Kota Salatiga, dengan rhitung 0,538 serta berkontribusi
sebesar 45,7%; (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara
kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar PPKn siswa kelas IV SDN Gugus Joko
Tingkir Kota Salatiga, dengan rhitung 0,642 serta berkontribusi sebesar 41,3%; (3)
terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penggunaan media dan
kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar PPKn siswa kelas IV SDN Gugus Joko
Tingkir Kota Salatiga, dengan rhitung 0,660 serta berkontribusi sebesar 43,6%.
Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan
penggunaan media dan kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar PPKn siswa
Kelas IV SDN Gugus Joko Tingkir Kota Salatiga. Saran dalam penelitian ini, guru
hendaknya meningkatkan penggunaan media pembelajaran, serta memperhatikan
kedisiplinan belajar siswa, sehingga siswa mampu menyerap materi yang
disampaikan dan dapat meningkatkan hasil belajar dalam muatan pelajaran PPK
Studi perbandingan sikap mental wiraswasta antara pedagang etnis Madura dan pengaruhnya terhadap pendapatan : (Studi kasus pada pedagang di pasar sepanjang Kecamatan Taman Kabupaten Sidoardjo tahun 2005) -
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan sikap mental wiraswasta antara pedagang etnis Jawa dan pedagang etnis Madura dan pengaruhnya terhadap pendapatan pedagang kedua etnis tersebut
Financing Constraint and Firm-Level Investment Following a Financial Crisis in Indonesia
This paper deals with the sensitivity relation between firm investment and internal liquidity by splitting samples into two different groups of firm, namely the tradable (T) and non-tradable (N) sectors. This paper finds that during boom periods, there is no significant financial constraint on the T and N sectors. In post-crisis periods, it seems that both sectors also have no significant important problem in their internal finance. Both sectors basically move comparably. The main finding is relatively different with several theoretical predictions, especially Tornell and Westermann (2002a, 2004), in which the T-sector would be predicted as experiencing less financial constraint in burst period. However, we find that debt is important variable for sustaining investment in Indonesia. By employing panel data analysis, the findings of this study can shed light on the financing behavior of listed companies in Indonesia, as well as on their investment behavior in the midst of financing constraints and credit market imperfections. The study's sample contains 147 companies listed on the Jakarta Stock exchange for at least 5 five consecutive years between 1994 – 2004.asymmetric financing opportunities; financial crisis; financing constraint; firm investmen
Pengaruh Norma Terhadap Perilaku Presiden Joko Widodo Dalam Pembuatan Kebijakan Penanganan Pengungsi Di Indonesia (Studi Kasus: Peraturan Presiden No 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri)
This research aims to find out the reason why President Joko Widodo issued Presidential Regulation No. 125 of 2022. This study uses a qualitative descriptive method by using secondary data types where the source of research data is obtained through intermediary media or indirectly in the form of books, journals, papers, newspapers. , articles and the internet. The results of this study indicate that the reason President Joko Widodo made Presidential Regulation No. 125 of 2016 regarding the handling of refugees is due to the influence of norms such as international norms, domestic norms, human rights norms and as an alternative to the 1951 Convention and 1967 Protocol not being ratified
ANALISA KERJA VALVE ACTUATOR TERHADAP PENGOPERASIAN BALLAST WATER TREATMENT SYSTEM DI MV. PERMATA
ABSTRAKSI
Ari Eko Pramono, 2019, NIT: 51145431.T, “Analisa Kerja Valve Actuator
Terhadap Pengoperasian Ballast Water Treatment System di
MV. PERMATA”, skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Abdi Seno, M.Si,
M.Mar.E, Pembimbing II: Budi Joko Raharjo, M.M
Ballast water treatment system (BWTS) adalah sistem yang dirancang
untuk menghilangkan dan menghancurkan organisme biologis yang tidak aktif.
Sistem ini menggunakan salah satu teknologi terkini yang digunakan dalam
pengolahan ballast water yaitu advanced oxidation technology (AOT). Ballast
water treatment system memiliki komponen-komponen yang berfungsi untuk
menunjang kelancaran pengoperasiannya. Salah satu contoh komponenkomponen
tersebut adalah valve actuator. Kerja valve actuator sangat
berpengaruh terhadap kelancaran pengoperasian ballast water treatment system.
Dengan demikian, kondisi valve actuator harus diperhatikan dan dijaga agar
selalu dalam kondisi baik, sehingga dalam pengoperasian ballast water treatment
system tidak mengalami hambatan.
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penyampaian
masalah adalah dengan gabungan metode SHEL (Softwere, Hardwere,
Environment, Livewere) untuk mengidentifikasi masalah yang diteliti, dan metode.
USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk menghasilkan perioritas rumusan
masalah berupa faktor penyebab, dampak dan upaya terhambatnya kerja valve
actuator pada ballast water treatment system.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis di kapal
MV. PERMATA pada tanggal pada 07 Oktober 2016 sampai dengan 13 Oktober
2017 dapat disimpulkan bahwa penyebab terhambatnya kerja valve actuator pada
ballast water treatment system terdapat empat faktor prioritas masalah yaitu;
kategori software berupa Pelaksanaan jadwal perawatan tidak tepat waktu, kategori
hardware berupa Macetnya Solenoid valve Pada Actuator, kategori environment
berupa tingkat kelembaban udara yang terlalu tinggi, kategori lifeware berupa
kurangnya pengetahuan crew kapal. Upaya yang dilakukan dari ke empat faktor
prioritas dengan menjalankan maintenance plan yang sudah tertera pada manual
book ballast water treatment system, melakukan tindakan preventive maintenance
dan predictive maintenance , mempercepat sirkulasi udara, belajar tentang aspek
yang belum diketahui melalui manualbook.
ABSTRACTION
Ari Eko Pramono, 2019, NIT: 51145431.T, “Analysis of Valve Actuator Work on
Operation of Ballast Water Treatment Systems in MV. PERMATA”,
Thesis Teknika Studies,Diploma Program IV, Merchant Marine
Polytecnic of Semarang, Supervising I: Abdi Seno, M.Si, M.Mar.E, and
Supervising II: Budi Joko Raharjo, M.M
Ballast water treatment system (BWTS) is a system designed to save
and build biological systems that are not active. This system uses one of the
latest technologies used in processing ballast water, namely advanced oxidation
technology (AOT). Ballast water treatment system has components that function
to support the smooth operation. One example of these components are valves
and actuators. Valve actuator work is crucial to the smooth thinking of the ballast
water treatment system. Thus, the condition of valve actuators must be
considered and maintained to be in good condition, so that in consideration of
the ballast water treatment system does not require constraints.
The research method used by the author in delivering the problem is by
combining the SHEL method (Softwere, Hardwere, Environment, Livewere) to
identify the problem under study, and the method. USG (Urgency, Seriousness,
Growth) to produce priority formulation of the problem in the form of factors,
impacts and efforts to hamper the work of the valve actuator in the ballast water
treatment system.
Based on the results of research conducted by the author in the
MV. PERMATA on the date of October 7, 2016 to October 13, 2017 it can be
concluded that the causes of the inhibition of the work of the valve actuator in the
ballast water treatment system are four priority factors of the problem, namely; the
software category is in the form of the implementation of the treatment schedule
not on time, the hardware category is the Solenoid valve jam. In the Actuator, the
environment category in the form of air humidity is too high; Efforts are made from
the four priority factors by running a maintenance plan that has been printed on the
manual ballast water treatment system, taking preventive maintenance and
predictive maintenance actions, accelerating air circulation, learning about
unknown aspects through the manualbook
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SD MUHAMMADIYAH MUTIHAN
Praktik pengalaman lapangan (PPL) merupakan salah satu rangkaian mata
kuliah yang wajib diikuti mahasiswa. Kegiatn PPL dilakukan bersamaan dengan
KKN. PPL bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa di bidang
pembelajaran maupun administrasi sekolah. Kegiatan adminintrasi itu meliputi
pembuatan administrasi kelas, program semester, rekapitulasi data siswa baru,
inventarisasi buku, dan analisis kurikulum 2013. Sebelum kegiatan PPL
dilaksanakan, mahasiswa telah melaksanakan beberapa tahap yaitu ; observasi,
menonton video AVA, micro teaching, supervise kelas dan kelompok serta real
pupil.
Kegiatan observasi dimulai pada tanggal 25 Februaridan Pelaksanaan PPL
dilaksanakan sejak tanggal 2 Juli sampai dengan 17 September 2014. Kegiatan
mahasiswa meliputi 8 kali praktik terbimbing, 2 kali mandiri, dan 2 kali ujian. Selain
praktik mengajar, mahasiswa juga berkesempatan untuk melaksanakan program
administrasi sebagai bekal ketika menjadi guru kelak.
Pelaksanaan kegiatan PPL merupakan sarana bagi mahasiswa untuk belajar
dan menimba ilmu di sekolah untuk menjadi guru profesional. Kegiatan ini juga
diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang menarik dan inovatif sehingga
menciptakan pembelajaran efektif
- …
