1,720,967 research outputs found

    Pola konsumsi makanan di luar rumah sebagai faktor risiko terjadinya obesitas pada remaja SMP di Kota Palembang

    No full text
    Background: Teenagers nutriture are complicated because teenagers often ignore meal time, have snacks and do not eat regularly so that eating out such as having fast foods becomes a favorite choice. Prevalence of obesity among teenagers in Yogyakarta is 7.8%, Tangerang 5.01% and Surabaya 6.5%. Changes of eating pattern in the family and habit of eating out at restaurants or food courts are presumed as factors that increase prevalence of obesity at Palembang Municipality. Objectives: To explore  prevalence of obesity and identify relationship of eating out pattern among obese and non obese junior high school teenagers at Palembang Municipality. Method: First, a survey was done to 1,300 junior high school teenagers at Palembang Municipality to find out prevalence of obesity using cross sectional design with cluster random sampling technique. Next, to find out relationship between eating out consumption pattern and obesity, case control study with simple random sampling technique was used. Total number of samples in case control design was as many as 174 people, matched with age, sex, and grade. The study was conducted in July–December 2005. Data were analyzed using univariable, bivariable, and multivariable techniques. Results: Prevalence of obesity among junior high school teenagers at Palembang Municipality was 6.62%. There was no significant relationship (p>0.05) between eating out fre- quency, consumption of energy, protein, fat and carbohydrate, and occurence of obesity. There was significant relationship  (p<0.05) between total consumption of energy, fat, carbohydrate, frequency of eating in, obese status of parents, social economic status of the family, education of fathers and mothers, and occurence of obesity. Conclusions: Factors related to occurence of obesity were frequency of eating in, total consumption of energy, obese status of parents and education of fathers. The factor most dominantly related to obesity was frequency of eating in

    Edukasi Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai

    Get PDF
    Cleanliness is an essential factor in supporting health programs in Indonesia, one of which is handwashing with soap (CTPS). The application of CTPS in everyday life in the community is able to prevent various diseases. Knowledge of CTPS among the elderly is still relatively low and is often neglected. Meanwhile, the highest number of deaths by age in Indonesia is at the age of &gt;60 years (elderly) due to a drastic decline in the immune system in the group. Therefore, increasing knowledge of CTPS in the elderly and education in the health sector is necessary. The main objective of this community service program was to improve the attitudes, knowledge, and skills of the elderly in social institutions in maintaining health, especially on hygiene. Accordingly, this is expected to increase life expectancy for the elderly. The methods in this service program were through tutorials and mentoring practices. This community service activity was conducted for the elderly at the Tresna Werdha Teratai Social Home in Palembang. The results were reflected by the enthusiasm of the elderly participants who attended. The result showed the improved posttest score in the average knowledge of the elderly from the initial score of 54 to 71 points. Increasing the knowledge and skills of the elderly towards CTPS can be applied in everyday life, thereby reducing susceptibility to various diseases

    P Pengaruh Pemberian Modifikasi Makanan Selingan Puding Labu Kuning & Wortel Terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Di RSUD Palembang BARI

    No full text
    Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang meningkat yang memerlukan pengelolaan pola makan yang efektif. Labu kuning dan wortel mengandung serat larut, beta-karoten, serta antioksidan yang berpotensi menstabilkan glukosa darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian puding labu kuning dan wortel terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus di RSUD Palembang Bari. Metode: Penelitian quasi-experiment dengan desain one group pre-test–post-test pada 32 pasien diabetes melitus yang mengonsumsi puding selama tujuh hari berturut-turut. Kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji t-dependent. Hasil: Terdapat penurunan signifikan kadar glukosa darah sewaktu (p&lt;0,05) dengan rata-rata penurunan sebesar 54,9 mg/dL setelah intervensi. Simpulan: Puding labu kuning dan wortel efektif menurunkan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus. Saran: Diperlukan penelitian lanjutan dengan desain uji klinis terkontrol, sampel lebih besar, dan durasi intervensi lebih panjang untuk memperkuat pedoman praktik gizi rumah sakitDiabetes melitus merupakan penyakit metabolik ditandai dengan hiperglikemia yang disebabkan karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Kasus diabetes melitus setiap tahun terus meningkat, sehingga penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Penatalaksanaan diabetes melitus dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologis dan non&nbsp;farmakologis. Salah satu intervensi non farmakologis yang penting yaitu melalui pengaturan konsumsi serat harian. Salah satu altelrnatif untuk melnurunkan kadar glukosa dalam darah dipelrlukan altelrnatif belrupa modifikasi makanan sellingan tinggi selrat yakni puding labu kuning &amp; wortel. Penelitian ini bertujuan untuk melngeltahui pelngaruh pelmbelrian puding labu kuning &amp; wortel selbagai makanan sellingan pasien diabetes mellitus di RSUD Palembang Bari. Penelitian quasi elxpelrimelnt ini menggunakan rancangan onel&nbsp;group prel-telst - post-telst dengan sampel 32 pasien diabetes mellitus di RSUD Palembang Bari. Kelompok perlakuan diberikan puding labu kuning &amp; wortel selama 7 hari berturut-turut. Hasil uji statistik (t-delpelndelnt) menunjukkan signifikansi perubahan kadar glukosa darah setelah pemberian puding labu kuning &amp; wortel dengan nilai P &lt; 0,05. Puding labu kuning &amp; wortel bermanfaat sebagai alternatif makanan selingan tinggi serat yang dapat mengontrol kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus

    PENGARUH PENDAMPINGAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN DI SMA NEGERI 19 PALEMBANG

    No full text
    Latar belakang: Salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh remaja di Indonesia adalah kekurangan mikronutrien, khususnya anemia defisiensi besi. Pada tahun 2018, persentase anemia pada kelompok umur 15-24 tahun meningkat menjadi 32%. Anemia dapat dicegah dengan memberikan TTD. Edukasi dan pendampingan pemberian tablet TTD dapat meningkatkan kadar Hb. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dan pendampingan pemberian TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin remaja putri di SMA Negeri 19 Palembang. Metode: Jenis penelitian quasy eksperimental, desain one grup pretest and posttes. Intervensi berupa edukasi dan pemberian tablet TTD selama 4 minggu. Jumlah sampel sebesar 37 responden, dihitung menggunakan rumus Lameshow, Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data kadar hemoglobin di ukur dengan cara mengambil darah kapiler menggunakan alat hemoglobinmeter (easy touch GCHB). Data asupan zat gizi yakni energi, protein, lemak, karbohidrat, Fe dan vitamin C diperoleh dengan menggunakan food recall 24 jam. Analisis data menggunakan uji dependent t-test untuk melihat pengaruh perlakuan pendampingan pemberian TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 11,378 g/dl dan rata-rata kadar hemoglobin setelah intervensi sebesar 11,932 g/dl, terdapat perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi, kenaikan rata-rata kadar hemoglobin responden sebesar 0,55 g/dl dengan (p=0,000). Terdapat pengaruh intervensi pendampingan pemberian TTD dan edukasi terhadap asupan Fe, Vitamin C, energi, karbohidrat, lemak, protein (p value = 0,000).  Simpulan: Pendampingan pemberian tablet tambah darah berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan asupan remaja putri di SMA Negeri 19 Palembang

    PERBEDAAN SIKAP, PENGETAHUAN DAN ASUPAN GIZI PASIEN KARDIOVASKULER SETELAH DIBERIKAN EDUKASI DENGAN MEDIA VIDEO ANIMASI DAN LEAFLET “CINTAI JANTUNGKU” DI RSUD SITI FATIMAH AZ-ZAHRA PALEMBANG

    Get PDF
    If the heart and blood vessels are disturbed, the body will also feel the effects. Cardiovascular disease is a disorder that occurs in the heart and blood vessels, which is quite common in society. Cardiovascular diseases include coronary heart disease, heart failure, hypertension, and stroke. To enhance knowledge and attitudes regarding cardiovascular diseases, one way to do so is through education. It is known that there is a difference in the impact of education using animated video media and leaflets on the knowledge, attitudes, and intake of cardiovascular patients at Siti Fatimah Az-Zahra Regional General Hospital. The type of research used is quantitative research employing a quasi-experimental design with a pretest and posttest arrangement for two groups. The results of this study indicate that there are differences in the average values before and after the intervention in knowledge (p=0.000), attitudes (p=0.000), protein intake (p=0.006), fat intake (p=0.000), and carbohydrate intake (p=0.000). However, there was no significant difference in average energy intake before and after the intervention (p=0.245). It can be concluded that there are differences in knowledge, attitudes, and nutritional intake among cardiovascular patients at Siti Fatimah Az-Zahra Regional Hospital

    Pengaruh Edukasi Dash Menggunakan Leaflet terhadap Pengetahuan, Sikap, Pola Makan dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi

    No full text
    Hypertension is a chronic disease with increasing prevalence in Indonesia, including Pangkalpinang City. Risk factors can be controlled through diet, one of which is the DASH diet. Education using leaflets is needed to improve the knowledge, attitudes, and dietary patterns of hypertensive patients. The aim was to determine the effect of DASH education using leaflets on knowledge, attitudes, dietary patterns, and blood pressure of hypertensive patients in Bukit Besar Village. This pre-experimental study used a one-group pretest-posttest design. The population was 921 patients with hypertension. The sampling technique was simple random sampling of 96 people with hypertension in Bukit Besar Village, Pangkalpinang City, Bangka Belitung Province. Analyzed using SPSS version 17 for Windows with a Paired Sample t-test. The results of DASH education using leaflets on knowledge (0.000), attitudes (0.000), dietary patterns (0.000), systolic blood pressure (0.000) (&lt;0.05), and diastolic blood pressure 0.545 (&gt;0.05). There is an effect of DASH education using leaflets on knowledge, attitudes, eating patterns, and systolic blood pressure of hypertensive patients .There is no effect of DASH education using leaflets on diastolic blood pressure of hypertensive patients. Hypertensive patients in Bukit Besar Village, Pangkalpinang City, Bangka Belitung Province.are expected to apply the DASH diet in their daily lives, manage stress, and maintain rest. Increased education, monitoring, and routine blood pressure checks are needed to prevent the high prevalence of hypertension

    EDUKASI GIZI ONLINE MELALUI MEDIA VIDEO DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DIET PENDERITA DM

    Get PDF
    Edukasi gizi merupakan pilar utama penatalaksanaan DM yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan mengubah perilaku kepatuhan diet menjadi lebih baik. Media edukasi yang dipilih adalah video dan leaflet yang penyebarannya secara online menyesuaikan kondisi pandemi dan perkembangan teknologi informasi yang membuat semakin banyak cara dan jenis alat bantu untuk melakukan edukasi. Penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Non-Randomized Control Group Pretest Posttest Design bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh edukasi gizi online melalui media video dan leaflet terhadap pengetahuan dan kepatuhan diet penderita DM di Puskesmas Padang Selasa Palembang. Sampel berjumlah 60 orang yang dibagi dua kelompok yaitu intervensi dan kontrol dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan food recall 3 x 24 jam. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan pada uji t-dependent didapatkan p-value pengetahuan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebesar 0,000 (p-value &lt;0,05) dan kepatuhan diet kelompok intervensi sebesar 0,048 dan kelompok kontrol sebesar 0,039 (p-value &lt;0,05). Pada uji t-independent didapatkan p-value pengetahuan sebesar 0,000 (p-value &lt;0,05), sedangkan p-value kepatuhan diet sebesar 0,902 (p-value &gt;0,05). Edukasi gizi online melalui media video dan leaflet ada pengaruh terhadap pengetahuan namun tidak ada pengaruh terhadap kepatuhan diet penderita DM di Puskesmas Padang Selasa Palembang. Kata kunci : Edukasi, Kepatuhan Diet, Online, Pengetahuan Die

    P Pengaruh Pemberian Modifikasi Makanan Selingan Puding Labu Kuning & Wortel Terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Di RSUD Palembang BARI

    No full text
    Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang meningkat yang memerlukan pengelolaan pola makan yang efektif. Labu kuning dan wortel mengandung serat larut, beta-karoten, serta antioksidan yang berpotensi menstabilkan glukosa darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian puding labu kuning dan wortel terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus di RSUD Palembang Bari. Metode: Penelitian quasi-experiment dengan desain one group pre-test–post-test pada 32 pasien diabetes melitus yang mengonsumsi puding selama tujuh hari berturut-turut. Kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji t-dependent. Hasil: Terdapat penurunan signifikan kadar glukosa darah sewaktu (p&lt;0,05) dengan rata-rata penurunan sebesar 54,9 mg/dL setelah intervensi. Simpulan: Puding labu kuning dan wortel efektif menurunkan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus. Saran: Diperlukan penelitian lanjutan dengan desain uji klinis terkontrol, sampel lebih besar, dan durasi intervensi lebih panjang untuk memperkuat pedoman praktik gizi rumah sakitDiabetes melitus merupakan penyakit metabolik ditandai dengan hiperglikemia yang disebabkan karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Kasus diabetes melitus setiap tahun terus meningkat, sehingga penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Penatalaksanaan diabetes melitus dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologis dan non&nbsp;farmakologis. Salah satu intervensi non farmakologis yang penting yaitu melalui pengaturan konsumsi serat harian. Salah satu altelrnatif untuk melnurunkan kadar glukosa dalam darah dipelrlukan altelrnatif belrupa modifikasi makanan sellingan tinggi selrat yakni puding labu kuning &amp; wortel. Penelitian ini bertujuan untuk melngeltahui pelngaruh pelmbelrian puding labu kuning &amp; wortel selbagai makanan sellingan pasien diabetes mellitus di RSUD Palembang Bari. Penelitian quasi elxpelrimelnt ini menggunakan rancangan onel&nbsp;group prel-telst - post-telst dengan sampel 32 pasien diabetes mellitus di RSUD Palembang Bari. Kelompok perlakuan diberikan puding labu kuning &amp; wortel selama 7 hari berturut-turut. Hasil uji statistik (t-delpelndelnt) menunjukkan signifikansi perubahan kadar glukosa darah setelah pemberian puding labu kuning &amp; wortel dengan nilai P &lt; 0,05. Puding labu kuning &amp; wortel bermanfaat sebagai alternatif makanan selingan tinggi serat yang dapat mengontrol kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore