108 research outputs found

    An Analysis Of Errors by the 11th Grade Students in Using Simple Past Passive Voice At Senior High School 3 Bangko Pusako Rokan Hilir

    No full text
    ABSTRACT Anggi Permatasari, (2019): An Analysis Of Errors by the 11th Grade Students in Using Simple Past Passive Voice At Senior High School 3 Bangko Pusako Rokan Hilir This research is aimed at analyzing students’ errors made by the elevent grade students of Senior High School 3 Bangko Pusako in using Passive Voice. Specifically, it is aimed at obtaining and identifying the common error in using passive voice in simple past tense and finding out the causes why the students make such errors. The data sources of this research were 48 students of elevent grade of Senior High School 3 Bangko Pusako which were taken by Random Sampling. The researcher used the descriptive quantitative in this research to describe students’ errors and analyzed the data . The data were taken from the test. The findings showed that there are 263 errors made by students. It can be classified from the highest to the lowest: misformation (78 errors or 30%), omission (92 errors or 35%), misordering (93 errors or 35%). So, the most dominant errors is misordering with 93 errors or 35%. Key Words : Error, Passive Voice, Simple Past Tense   ABSTRAK Anggi Permatasari, (2019): Analisis Kesalahan-Kesalahan Siswa Kelas 11 dalam Menggunakan Kalimat Pasif di Masa lampau yang Sederhana di SMA 3 Bangko Pusako Rokan Hilir Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas sebelas SMAN 3 Bangko Pusako dalam menggunakan kalimat pasif. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh serta mengidentifikasi jenis kesalahan yang paling banyak dalam menggunakan kalimat pasif dalam Simple Past Tense serta mencari tahu penyebab mengapa siswa melakukan kesalahan. Sumber data dalam penelitian ini adalah 48 siswa kelas sebelas SMAN 3 Bangko Pusako yang diambil dengan Random Sampling. Peneliti menggunakan metode analisa kuantitatif deskripstif dalam penelitian ini untuk menggambarkan kesalahan siswa serta menganalisa data. Data diambil dari tes. Temuan menunjukkan bahwa ada 263 kesalahan yang dibuat oleh siswa. Itu dapat diklasifikasikan dari yang tertinggi ke yang terendah: misformation (78 kesalahan atau 30%), kelalaian (92 kesalahan atau 35%), dan misordering (93 kesalahan atau 35). Jadi, kesalahan yang paling dominan adalah misordering dengan 93 kesalahan atau 35%. Kata Kunci : Kesalahan, Kalimat Pasif, Kalimat Sederhana Bentuk Lampau ABSTRACT Anggi Permatasari, (2019): An Analysis Of Errors by the 11th Grade Students in Using Simple Past Passive Voice At Senior High School 3 Bangko Pusako Rokan Hilir This research is aimed at analyzing students’ errors made by the elevent grade students of Senior High School 3 Bangko Pusako in using Passive Voice. Specifically, it is aimed at obtaining and identifying the common error in using passive voice in simple past tense and finding out the causes why the students make such errors. The data sources of this research were 48 students of elevent grade of Senior High School 3 Bangko Pusako which were taken by Random Sampling. The researcher used the descriptive quantitative in this research to describe students’ errors and analyzed the data . The data were taken from the test. The findings showed that there are 263 errors made by students. It can be classified from the highest to the lowest: misformation (78 errors or 30%), omission (92 errors or 35%), misordering (93 errors or 35%). So, the most dominant errors is misordering with 93 errors or 35%. Key Words : Error, Passive Voice, Simple Past Tense   ABSTRAK Anggi Permatasari, (2019): Analisis Kesalahan-Kesalahan Siswa Kelas 11 dalam Menggunakan Kalimat Pasif di Masa lampau yang Sederhana di SMA 3 Bangko Pusako Rokan Hilir Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas sebelas SMAN 3 Bangko Pusako dalam menggunakan kalimat pasif. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh serta mengidentifikasi jenis kesalahan yang paling banyak dalam menggunakan kalimat pasif dalam Simple Past Tense serta mencari tahu penyebab mengapa siswa melakukan kesalahan. Sumber data dalam penelitian ini adalah 48 siswa kelas sebelas SMAN 3 Bangko Pusako yang diambil dengan Random Sampling. Peneliti menggunakan metode analisa kuantitatif deskripstif dalam penelitian ini untuk menggambarkan kesalahan siswa serta menganalisa data. Data diambil dari tes. Temuan menunjukkan bahwa ada 263 kesalahan yang dibuat oleh siswa. Itu dapat diklasifikasikan dari yang tertinggi ke yang terendah: misformation (78 kesalahan atau 30%), kelalaian (92 kesalahan atau 35%), dan misordering (93 kesalahan atau 35). Jadi, kesalahan yang paling dominan adalah misordering dengan 93 kesalahan atau 35%. Kata Kunci : Kesalahan, Kalimat Pasif, Kalimat Sederhana Bentuk Lampa

    Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas Informasi Akuntansi (Studi Pada Kantor Pemerintah Kota Bandung)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komitmen organisasi dan kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas informasi akuntansi pada Kantor Pemerintah Kota Bandung. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan verifikatif dengan menggunakan data primer. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan nonprobability sampling. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik, uji validitas, uji reliabilitas, analilis regresi linear berganda, koefisien determinasi. Banyaknya populasi dan sampel penelitian ini 86 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan sumber yang diperoleh melalui hasil pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh komitmen organisasi dan kompetensi sumber daya mnausia berpengaruh terhadap kualitas informasi akuntansi baik secara parsial maupun simultan. Secara parsial komitmen organisasi berpengaruh terhadap kualitas informasi akuntansi sebesar 48,4% dan kompetensi sumber daya manusia berpengaruh terhadap kualitas informasi akuntansi sebesar 48,9%. Secara simultan komitmen organisasi dan kompetensi sumber daya manusia berpengaruh terhadap kualitas informasi akuntansi sebesar 55%.Putri Anggi Permatasari - NPM : C10140296 ; Dibawah Bimbingan : Dr. H. Usdi Suryana, SE., MM., Ak., CA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komitmen organisasi dan kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas informasi akuntansi pada Kantor Pemerintah Kota Bandung. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan verifikatif dengan menggunakan data primer. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan nonprobability sampling. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik, uji validitas, uji reliabilitas, analilis regresi linear berganda, koefisien determinasi. Banyaknya populasi dan sampel penelitian ini 86 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan sumber yang diperoleh melalui hasil pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh komitmen organisasi dan kompetensi sumber daya mnausia berpengaruh terhadap kualitas informasi akuntansi baik secara parsial maupun simultan. Secara parsial komitmen organisasi berpengaruh terhadap kualitas informasi akuntansi sebesar 48,4% dan kompetensi sumber daya manusia berpengaruh terhadap kualitas informasi akuntansi sebesar 48,9%. Secara simultan komitmen organisasi dan kompetensi sumber daya manusia berpengaruh terhadap kualitas informasi akuntansi sebesar 55%

    Differences The Effects of Types of Cigarette on Lung Physiology in High School Students in Medan

    No full text
    Background Aerosols known to come from e-cigarettes usually contain 40-120 chemicals. Decreased lung function, especially at FEF25% and FEF75% in patients who initially smoked using tobacco after 3 months of stopping then switched to ecigarettes. The sputum content of patients with e-cigarettes is innate protein which will be released if there is inflammation of the bronchi and damage to the bronchial structures, which include neutrophil elastase, proteinase3, azurocidin1 and myeloperoxidase as well as other secondary neutrophil granule proteins. Method This study took a sample of research subjects using three groups where each group consisted of 22 students, these groups were entered according to inclusion and exclusion criteria, with statistical tests used in the form of ANOVA and Kruskall Walis Results The age of 17 years is the most age for using electric cigarettes and tobacco cigarettes, more males than females, which affects differences in lung function values based on the characteristics of electric smokers where the content of cigarettes plays a role in FEF 25-75% and ⌂SVC-KVP (p <0.05). Tobacco cigarettes affect SVC, KVP and VEP1 values (p < 0.05) while electric cigarettes affect ⌂SVC-KVP and APE values (p < 0.05). Conclusion Statistically, there is an effect of nicotine levels on ⌂SVC-KVP and FEF values of 25-75%. Tobacco cigarettes statistically affect the decrease of SVC, KVP, and VEP1, while e-cigarettes affect the value of ⌂SVC-KVP and APE84 PagesTesis Magiste

    Differences in Levels of Co-Exhalation Using Pico Between Electric Cigarette and Tobacco Cigarettes in High School Students in Medan

    No full text
    Background CO and hemoglobin bonds will be released through the expiratory route, so this can be measured with a portable CO meter such as a smokelyzer. Patients abstained from smoking for 12 hours then smoked using e-cigarettes, in this study found a gradual increase in exhaled CO levels during e-cigarette use. Method This study took samples of research subjects using two groups where each group numbered 70 students, these groups were entered according to the inclusion and exclusion criteria, with the statistical test used in the form of an independent Ttest. Results The age of 17 years is the age that uses the most electric cigarettes and tobacco cigarettes, more men than women. There is a difference in the value of increasing CO levels in e-cigarettes and tobacco cigarettes (p 0.007), where the increase in CO levels in tobacco cigarettes is higher than in e-cigarettes with an average increase value of 2.86. Conclusion A not too significant increase occurred in electric cigarettes because the device used used atomization in the fourth generation electric cigarette generator.67 PagesTesis Magiste

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN HIPERTERMI PADA PASIEN ANAK DENGAN KEJANG DEMAM

    No full text
    ABSTRAKAsuhan Keperawatan Gangguan Hipertermi Pada Pasien Anak Dengan Kejang Demam Anggi Febrianti (2021) Program Studi DIII Keperawatan Pekalongan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang Yuniske Penyami, S. Kep., Ns., M. Kep, Mardi Hartono, S.Kep,Ns,M.Kes, Tri Anonim, SST, M.KesKata Kunci : Keperawatan Anak, Post Kejang Demam, Penatalaksanaan Demam Post Kejang Demam merupakan kondisi seseorang setelah mengalami kejang tetapi masih dalam suhu yang tinggi, jika tidak segera ditangani dengan benar akan menimbulkan terjadinya kejang berulang/masalah yang lebih serius bahkan bisa menyebabkan kematian. KTI ini bertujuan agar penulis mampu melaksanakan Asuhan Keperawatan gangguan hipertermi pada pasien anak dengan kejang demam. Metode, penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus, Peneliti menggunakan dua anak dengan kejang demam yang dirawat di RSUD Bendan Pekalongan. Pengambilan data dilakukan selama 3 hari. Hasil, pengkajian dilakukan secara Aloanamnesa pada 2 anak penderita kejang demam dengan Hipertermi. Intervensi masalah tersebut menggunakan pentalaksaan kejang demam yang dibutuhkan pasien dan implementasi dilakukan selama 3 hari dengan tujuan yang dibuat, lalu dilakukan evaluasi dengan hasil masalah teratasi. Kesimpulan, anak kejang demam dengan fokus studi hipertermi dapat diberikan asuhan keperawatan dengan penatalaksanaan demam pada anak. ABSTRACT Nursing care of hyperthermic disorders in pediatric patients with febrile seizures Anggi Febrianti (2021)DIII Nursing Study Program in PekalonganHealth Polytechnic Semarang Ministry of HealthYuniske Penyami, S. Kep., Ns., M. Kep, Mardi Hartono, S.Kep, Ns, M.Kes, Tri Anonim, SST, M.KesKeywords: Child Nursing, Post Fever Seizure, Fever Management Post Seizures Fever is a condition of a person after having a seizure but still in a high temperature, if not treated immediately will cause repeated seizures / more serious problems can even cause death. This KTI aims to enable the author to carry out nursing care for hyperthermic disorders in pediatric patients with febrile seizures. Methods, descriptive research in the form of case studies, researchers used two children with febrile seizures who were treated at the Bendan Pekalongan Hospital. Data collection was carried out for 3 days. The results, the study was carried out using an anamnesa on 2 children with febrile seizures with hyperthermia. The problem intervention uses the management of febrile seizures that the patient needs and the implementation is carried out for 3 days with the objectives made, then an evaluation is carried out with the results of the problem being resolved. In conclusion, children with febrile seizures with a focus on hyperthermia studies can be given nursing care with fever management in children

    OPTIMALISASI PEMUATAN BATU BARA DI KAPAL MV. ENERGY PROSPERITY MENGGUNAKAN FLOATING CRANE

    No full text
    ABSTRAKSI Anggi Yunanta, 2019, NIT : 52155645 N, “ Optimalisasi Pemuatan Batu Bara Di Kapal MV. Energy Prosperity Menggunakan Floating Crane ”, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Capt. Dwi Antoro, MM, M.Mar, Pembimbing II: Sri Murdiwati, S.Sos, M.Si Untuk mencapai pelaksanaan memuat batu bara yang optimal dengan menggunakan floating crane. Maka dalam penulisan skripsi ini, penulis menjabarkan teori tentang pelaksanaan persiapan dan penataan muatan batu bara. Muatan batu bara mempunyai karakter khusus dalam pemuatannya, sehingga dalam memuat batu bara harus memperhatikan bahaya yang dimiliki oleh muatan ketika kegiatan memuat dilaksanakan oleh floating crane. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif kualitatif, sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan kepustakaan yang berhubungan dengan penanganan muatan terutama pada saat bongkar muat. Dari hasil penelitian yang dilakukan Penulis selama praktek di kapal MV. Energy Prosperity mengenai pelaksanaan memuat batu bara dengan menggunakan floating crane ditemukan kendala-kendala dalam persiapan dan pelaksanaan memuat batu bara di kapal MV. Energy Prosperity, yaitu dalam persiapan terdapat kendala seperti terbatasnya bahan untuk perawatan palka di atas kapal, sehingga palka sering tidak bisa terbuka dan tertutup. Kendala selama pemuatan adalah operator crane yang kurang terampil, tidak tersedianya loader vehicle, komunikasi yang kurang baik antara kapal dan operator crane. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa kurangnya persiapan pada saat sebelum melaksanakan pemuatan dan kurangnya pengawasan dari personil di kapal pada saat pelaksanaan memuat mengakibatkan pelaksanaan memuat batu bara tidak optimal, saran Penulis adalah agar perusahaan dapat lebih memperhatikan terhadap permintaan kapal, agar dapat meningkatkan perawatan di kapal dalam persiapan memuat, kemudian setiap crew lebih meningkatkan pengawasan terhadap kerja floating crane pada saat proses pemuatan berlangsung. ABSTRACTION Anggi Yunanta , 2019 , NIT : 52155645 N Optimization of Coal Loading In MV. Energy Prosperity by Floating Crane , Merchant Marine polytecnic Semarang. Preceptors I: Capt . Dwi Antoro, MM, M.Mar, Preceptors II: Sri Murdiwati, S.Sos, M.Si To achieve the implementation of the coal load with optimal by floating crane. Then in writing this thessis the author describes a theory about the preparation and implementation load of the coal. Coal cargo has special characters inside are loaded ,so the load should pay attention to the dangers of coal owned when the loading carried out by a floating crane. The method used by the author is descriptive qualitative method , while the data collection methods used were interviews , observation and literature relating to cargo handling especially during loading and unloading . The results of research conducted during practice at the author MV . Energy Prosperity coal load on the implementation by using a floating crane found obstacles in the preparation and implementation of the coal load in the MV . Energy Prosperity , is there are constraints such as the limited preparation of materials for maintenance hatch on the boat , hatch cover not able to open and closed. Constraints during loading is less skilled crane operator , loader vehicle unavailability , poor communication between the ship and the crane operator . In this case it can be concluded that the lack of preparation at the time before carrying out loading and lack of supervision of the personnel on board at the time of loading resulted in the implementation of the load coal can not be optimal , author advice is for the company to pay more attention to the request of the ship , in order to improve care on board in preparation to load , then each crew further improve the supervision of floating crane work during the loading procces take place

    Iklim Komunikasi Organisasi Di Bagian Master Control Room Pt. Riau Media Televisi Pekanbaru

    No full text
    Organizational Communication Climate in the Master Control Room Section PT. Riau Media Television Pekanbaru Anggi Alfando 179110164 The title of this research is the organizational communication climate in the master control room of PT. Riau Media Televisi Pekanbaru. The results of presurvey interviews with temporary researchers in the Master Control Room of PT. Riau Media Televisi Pekanbaru that the author sees a communication gap between superiors and subordinates at MCR where superiors reduce employees due to the pandemic carried out by MCR which has an impact on a lack of Human Resources (HR) in the MCR section which can consequently affect implementation. The location of this research is at PT. Riau Media Televisi Pekanbaru. The purpose of this study was to determine the organizational communication climate in the master control room of PT. Riau Pekanbaru television media. The research subjects were Ms. Ifur as the head of the RTV section, Mr. Yudi as the Manager of the MCR section, Jo as the senior master control room (MCR), Riski as the junior master control room (MCR), and Usman as the crew, staff or employees outside the MCR. Data collection techniques in this study were interviews, observation and documentation. Organizational Communication Climate Master Control Room Section PT. Riau Media Televisi Pekanbaru is measured using indicators of Support (supportiveness), Decision Making, Trust, Openness, and High Performance Goals that have not run optimally such as lack of trust and openness from superiors to subordinates and lack of support given in completing a given job

    PERLAWANAN PEREMPUAN TERHADAP PENINDASAN DALAM FILM MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK DAN SERIAL NETFLIX 13 REASONS WHY SEASON 3; KAJIAN SASTRA BANDINGAN

    No full text
    Mayriska, Nadya Anggi. 2020. "Comparison of Women's Resistance To Oppression in Marlina the Killer in Four Acts Movie and 13 Reasons Why Seasons 3 Netflix Series: A Comparative Literature Study". Thesis. (S1) Faculty of Humanities Diponegoro University of Semarang. The object of research that author use is the Marlina the Killer in Four Acts Movie and 13 Reasons Why Season 3 Netflix series. The purpose of this study is to describe (1) elements of the structure of narratology in Marlina The Killer in Four Acts movie (2) elements of the stucture of narratology 13 Reasons Why Season 3 Netflix series (3) comparison of women's resistance in Marlina The Killer in Four Acts movie and 13 Reasons Why Season 3 Netflix series. The research method that used is a comparative method with a structural approach. Based on the research that has been done, it can be concluded that the structure of Marlina The Killer in Four Acts movie and 13 Reasons Why Season 3 Netflix series includes: (1) story and plot, (2) time sequence, (3) space, (4) characters and characterization, (5) objectives, (6) problems and conflicts, and (7) narrative structure patterns. There are similarities in women’s resistence, it is that two object are equally resistant because there is physical, psychological, and sexual violence experienced previously. The difference between these two objects is the support of the people around and the availability of facilities in women's resistance activities carried out. Keywords: comparison, feminism, movi

    TINJAUAN YURIDIS PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH MELALUI LELANG HAK TANGGUNGAN

    No full text
    Kredit bermasalah merupakan suatu keadaan dimana debitur tidak mampu membayar hutang yang dimilikinya kepada kreditur dengan tepat waktu. Dalam perkreditan ini tentu ada jaminan yang harus diberikan kepada kreditur, salah satunya adalah jaminan Hak Tanggungan. Jika terjadi kredit bermasalah dan debitur tidak mampu dalam memenuhi kewajibannya, maka jaminan Hak Tanggungan ini dapat sampai pada lelang. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penyelesaian kredit bermasalah melalui lelang Hak Tanggungan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan kendala yang terjadi dalam pelaksanaan lelang. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Semarang dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan yuridis normatif yaitu menyatukan bahan-bahan dari data sekunder dan data primer. Data sekunder peneliti mengambil dari kepustakaan sedangkan data primer peneliti mengambil dari hasil wawancara yang telah peneliti laksanakan di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Semarang. Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, bahwa proses penyelesaian kredit bermasalah tidak selalu dapat berjalan dengan lancar. Terdapat kendala yang sering terjadi yaitu segi pendaftaran maupun pelaksanaannya. Dasar hukum yang dilakukan dalam lelang Hak Tanggungan yaitu sesuai dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 213 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah

    ANALISIS KELAYAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA BAGI SISWA SMA KELAS XI SEMESTER GENAP

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai analisis kelayakan multimedia interaktif pada materi sistem ekskresi manusia yang dilakukan di dua sekolah yang berada di Jawa Barat dengan tujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan multimedia interaktif pada materi sistem ekskresi manusia yang digunakan di dua sekolah tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh status kelayakan multimedia interaktif yang beredar dipasaran masih mengelirukan artinya belum layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi penilaian kelayakan multimedia interaktif yang diadaptasi dari sebuah jurnal yang ditulis oleh Crozat et al., (1999) dan penelitian yang ditulis oleh Saputro (2012), serta angket dan pedoman wawancara. Kedua multimedia interaktif dianalisis dari aspek media dan pedagogik. Hasil analisis menunjukkan bahwa persentase kelayakan CD A dilihat dari aspek media yaitu sebesar 71,67%, dengan kategori layak, sedangkan aspek pedagogik yaitu sebesar 45,83%, dengan kategori cukup. Hal tersebut disebabkan pada CD A tidak terdapat penekanan-penekanan pembelajaran berupa perbedaan warna atau ornamen kotak yang membedakan informasi penting, serta tidak terdapat animasi pada CD A yang mempengaruhi tingkat kelayakan aspek pedagogik pada CD A tersebut. Sedangkan persentase kelayakan CD B sebesar 75,83% untuk aspek media dan 67,50% untuk aspek pedagogik, sehingga dikategorikan layak. Hasil penyebaran angket dan wawancara juga menunjukkan bahwa CD A dan CD B telah layak digunakan dalam pembelajaran dengan materi sistem ekskresi manusia. Kata kunci : kelayakan, multimedia interaktif, sistem ekskresi manusi
    corecore