56 research outputs found

    HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 3 PALU

    No full text
    HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 3 PALU Made Giri Putri*, Ryka Marina Walanda**, Sumarni***, Intania Riska Putrie**** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Gizi-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Departemen Biokimia, Fakultas Kedokeran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi pada remaja. Kelebihan energi karena rendahnya aktivitas fisik dapat meningkatkan faktor terjadinya obesitas. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja di SMA Negeri 3 palu Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui adanya hubungan aktivitas fisik dengan status gizi pada anak sekolah kelas X di SMA Negeri 3 Palu. Penelitian ini menggunakan data primer. Hasil : Pada penelitian ini mengunakan uji korelasi Spearman Rank untuk kedua variabel dikatakan berhubungan apabila

    TRADISI NYEPI SUBAK DALAM RANGKAIAN UPACARA BALIK SUMPAH DI DESA GIRI EMAS KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG

    No full text
    Bali is famous as an island that has many unique traditions. The unique tradition found on the island of Bali is generally an ancestral heritage. This tradition contains values that want to be inherited and cannot be changed. The values in the tradition can be a guide in behaving for the supportive community. One of the unique traditions found in Bali is the tradition of the subak nyepi in Giri Emas Village by way of a collective agreement or arrangement in local village customs and traditions with no meaning or traditional ceremony or ritual ceremony. In accordance with the observations made by the authors, the community in Giri Emas Village in the implementation of the Bhuta Yad ceremony had little difference with the people in other regions. Differences of opinion will be the study of the author, but the understanding of the community is more of a priority.Keyword : Subak Nyepi Tradition, Oath Behind Ceremon

    TINGKAT NASIONALISME ANGGOTA UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) ONI-GIRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat nasionalisme mahasiswa yang menjadi anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Oni-Giri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah 85 orang mahasiswa yang mengikuti UKM Oni-Giri. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuisioner angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Oni-Giri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur memiliki tingkat nasionalisme yang tinggi. Data menunjukkan bahwa 65 orang (76,47%) memiliki tingkat nasionalisme yang tinggi, 20 orang (23,53%) memiliki tingkat nasionalisme sedang, dan tidak ada seorang pun anggota UKM Oni-Giri UPN “Veteran” Jawa Timur yang memiliki tingkat nasionalisme rendah. Asumsi awal yang menyatakan bahwa kemungkinan UKM Oni-Giri memiliki tingkat nasionalisme yang rendah, tidak terbukti dalam penelitian ini. Data menunjukkan bahwa UKM Oni-Giri memiliki komponen pengetahuan moral dan perasaan moral tentang nasionalisme yang baik, tetapi terindikasi memiliki komponen perilaku moral yang rendah. Ditinjau dari indikator tingkat nasionalisme, diketahui bahwa indikator mengutamakan persatuan dan kesatuan menjadi indikator terendah diantara indikator-indikator lainnya. Meskipun indikator tersebut sekarang masih dalam kategori tinggi, tetapi jika tidak segera ditindak lanjuti maka mungkin saja sikap mengutamakan persatuan dan kesatuan yang dimiliki olehanggota UKM Oni-Giri semakin lama justru semakin mengalami penurunan. Jika hal tersebut terjadi maka akan berimbas pada menurunnya nasionalisme bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Kata Kunci: Tingkat Nasionalisme, UKM Oni-Giri, Budaya, Sikap

    Peran Whatsapp dalam model blended learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS selama pandemi Covid-19: Studi kasus siswa Kelas VIII SMP NU Sunan Giri Kepanjen

    No full text
    INDONESIA: Persebaran virus Covid-19 dengan cepat menyebar, membuat beberapa aspek kehidupan mengalami perubahan, termasuk pada sistem pendidikan. Menteri pendidikan mengeluarkan surat edaran tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid- 19. Kebijakan ini berlaku juga di SMP NU Sunan Giri Kepanjen yang menerapkan model blended learning dan WhatsApp sebagai model dan media pembelajaran. Pemilihan model dan media pembelajaran ini merupakan kebijakan yang diambil mengingat situasi dan kondisi saat pembelajaran masa pandemi saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui peran WhatsApp dalam mendukung model blended learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP NU Sunan Giri Kepanjen. (2) mengetahui fungsi WhatsApp dalam mendukung model blended learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP NU Sunan Giri Kepanjen.(3) mengetahui hambatan yang dihadapi dalam penggunaan WhatsApp dalam mendukung model blended learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP NU Sunan Giri Kepanjen. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian dara dan penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) peran WhatsApp dalam mendukung model blended learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMP NU Sunan Giri Kepanjen belum terlaksana secara maksimal khususnya pada mata pelajaran IPS. Akan tetapi dengan diberlakukannya model blended learning ini memberikan kesempatan siswa ataupun guru untuk memperjelas penyajian materi ataupun tugas. (2) fungsi WhatsApp di SMP NU Sunan Giri ini sebagai media pembelajaran yang bisa digunakan guru untuk mendeliver tugas kepada peserta didik, ketika itu dilakukan maka guru sudah mendorong siswa untuk mengerjakan latihan yang sesuai baik saat pembelajaran online maupun offline. (3)hambatan yang terjadi saat berlangsungnya proses pembelajaran adalah sebagian siswa yang tidak memiliki handphone, terkendala sinyal dan jaringan internet, pengumpulan tugas kurang tepat waktu, sulit memahami materi pembelajaran, adanya gangguan belajar di rumah, sebagian siswa masih belum mampu memanfaatkan teknologi. ENGLISH: The spread of Covid-19 virus is undeniable, it changes some life aspects including our education system. The Education Ministry has made an obligation to study and work from home as a prevention from Covid-19 deploment. This obligation is also enforced at SMP NU Sunan Giri Kepanjen. The school applies blended-learning model and Whatsapp as a model and learning media. The elecrion of chosen model and learning media is an obligation that applied according to the situation happens and the condition of learning process at this pandemic era. The purpose of this research are (1) to determine the role of Whatsapp in supporting the blended-learning model to improve the student’s learning outcomes at SMP NU Sunan Giri Kepanjen. (2) to determine the function of Whatsapp in supporting the the blended-learning model to improve the student’s learning outcomes at SMP NU Sunan Giri Kepanjen. (3) to determine the obstacles faced by using Whatsapp in supporting the blended-learning model to improve the student’s learning outcomes at SMP NU Sunan Giri Kepanjen. This research uses qualitative approach focusing on the descriptive research. The data are collected by interviews, observations, and documentations. The collected data are being analyzed by reducing data, serving data, and taking a conclusion. Triangulation techniques is being used to chech the validity of the data. As a result, this research determine that (1) the role of Whatsapp in supporting the blended-learning model is able to support the learning process, even though not every students get the same treatment. The definition of able to support is able to maximize the student’s learning outcomes in facing the tests at school. (2) By applying blended-learning and Whatsapp as learning media at SMP NU Sunan Giri Kepanjen, it gives the students an opportunity to ask specific tasks or material they have not undertand yet while studying from home. (3) The obstacles happened on the learning process is some students who do not have handphone has a problem with signal and internet network, late in submitting the task, have a difficulty in understanding the learning material, have a learning disorders at home, and some students could not maximize the use of technology. ARABIC: انتشر انتشار فيروس كوفيد -19 بسرعة ، يجعل إلى تغيير بعض جوانب الحياة ، بما في ذلك نظام التعليم ، فأصدر وزير التعليم النشرة حول التعلم عبر الإنترنت والعمل من المنزل في محاولة لمنع انتشار فيروس كوفيد -19. تنطبق هذه السياسة أيضًا في مدرسة نهضة العلماء سونان جيري المتوسطة كيبانجين التي تطبق نموذج Blended Learning وواتساب كالنموذج التعليمي والوسيلة التعليمية. إن اختيار هذا نموذج التعلم والوسيلة التعليمية سياسةً مأخوذةً مع مراعاة الوضع الحالي وظروف التعلم أثناء الوباء الحالي. كانت الأهداف لهذا البحث هي (1) لوصف دور واتساب في دعم نموذج Blended Learning لتحسين النتيجة التعليمية للتلاميذ في مدرسة نهضة العلماء سونان جيري المتوسطة كيبانجين. (2) لوصف وظيفة واتساب في دعم نموذج Blended Learning لتحسين النتيجة التعليمية للتلاميذ في مدرسة نهضة العلماء سونان جيري المتوسطة كيبانجين. (3) لمعرفة العقبات التي تواجه عند استخدام واتساب في دعم نموذج Blended Learning لتحسين النتيجة التعليمية للتلاميذ في مدرسة نهضة العلماء سونان جيري المتوسطة كيبانجين. يستخدم هذا البحث مدخل البحث الكيفي مع نوع البحث الوصفي. أسلوب جمع البيانات باستخدام المقابلة والملاحظة والتوثيق. تحلل البيانات المجموعة بطريق تقليل البيانات وعرض البيانات واستخلاص النتائج. لتفتيش تصديق البيانات باستخدام التثليث. تدل نتائج هذا البحث على أن (1) دور واتساب في دعم نموذج Blended Learning قادر على دعم التعلم ولو أنه لا يغطي جميع التلاميذ. الدعم يعني القدرة على تعظيم النتيجة التعليمية للتلاميذ في أنشطة التعليم والتعلم خلال الظروف الحالية والقدرة على إعداد التلاميذ لمواجهة الامتحان في المدرسة (2) تطبيق نموذج Blended Learning وواتساب كوسيلة تعليمية في مدرسة نهضة العلماء سونان جيري المتوسطة كيبانجين يوفر فرصًا للتلميذ ليسأل الوظيفة أو المواد الأخرى التي تشعر أنها غير مفهومة عندما تقديم التعلم عبر الإنترنت (3) والعقبات التي تحدث أثناء عملية التعلم هي بعض التلاميذ ما عندهم المحمول ، مقيدون بالإشارة وشبكة الإنترنت ، جمع الوظيفة ليس في تمام الوقت ، صعوبة فهم المواد التعليمية ، وجود اضطرابات التعلم في المنزل ، لا يزال بعض التلاميذ غير قادرين على استخدام التكنولوجيا

    PENGOLAHAN MINUMAN KOPI SUSU AREN ‘KOPISA’ DI DESA GIRI MADIA KECAMATAN LINGSAR LOMBOK BARAT

    No full text
    ABSTRAKDesa Giri Madia Kecamatan Lingsar memiliki potensi Gula Aren, kopi, dan tanaman perkebunan lainnya. Dengan potensi tersebut apa yang dapat dikembangkan sehingga dari sisi ekonomi masyarakat Giri Madia dapat meningkat. Tulisan ini menjelaskan pemanfaatan potensi gula aren dan kopi menjadi produk kewirausahaan masyarakat oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram pada Periode Januari sampai Februari 2023. Kegiatan Pengabdian ini secara metodologis menempuh beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data potensi desa (menggunakan metode survei (langsung dan literatur) dan wawancara), perumusan kegiatan pencapatan pengabdian kepada masyarakat (menggunakan metode diskusi), workshop kewirausahaan (menggunakan metode presentasi dan diskusi), pembuatan produk kewirausahaan Kopisa (menggunakan metode simulasi dan uji coba), serta sosialisasi produk (menggunakan metode unjuk kerja). Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa Desa Giri Madya memiliki potensi penghasil gula merah (aren) dan kopi karena berada di dataran tinggi dan dingin. berdasarkan potensi tersebut telah dirumuskan beberapa kegiatan kepada masyarakat, yaitu workshop kewirausahaan, pembuatan minuman yang berbahan dari gula merah dan kopi yang disebut kopisa (kopi, susu, gula aren). Sebelum menjadi suatu minuman kemasan telah dilakukan beberapa kali uji coba. Produk kemudian disosialisasi kepada masyarakat Desa Giri Madya dan masyarakat Nusa Tenggara Barat (di Car Free Day) yang menyangkut cara pembuatan serta kelebihan produk. Kata kunci: gula aren; kopi; pengolahan; susu. ABSTRACTThis paper describes the community service activities carried out by Mataram University Student Community Service (KKN) in Giri Madia Village, Lingsar District, West Lombok Regency, from January to February 2023. The community service activities methodologically take several stages, namely collecting village potential data (using survey methods (direct and literature) and interviews), formulation of community service achievement activities (using discussion methods), entrepreneurship workshops (using presentation and discussion methods), making Kopisa entrepreneurial products (using simulation and trial methods), and product socialization ( using the performance method). The results of observations and interviews show that Giri Madya Village has the potential to produce brown sugar (aren) and coffee because it is located in the highlands and is cold. Based on this potential, several activities have been formulated for the community, namely entrepreneurship workshops, making drinks made from brown sugar and coffee called kopisa (coffee, milk, palm sugar). Before becoming a packaged drink, several trials have been carried out. The product was then socialized to the Giri Madya Village community and the West Nusa Tenggara community (on the Car Free Day) regarding how to make it and the advantages of the product. Keywords: palm sugar; coffee; processing; milk

    IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN MASALAH KEBIJAKAN UNTUK PENGEMBANGAN WISATA RELIGI DI DESA GIRI KECAMATAN KEBOMAS KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR

    No full text
    AbstractThe high number of tourists visiting Indonesia certainly has a positive impact on state revenues. Gresik Regency, East Java Province is considered to be a district that is successful in managing tourism potential in its area. Meanwhile, Giri Village is one of the villages that has received serious attention from the Gresik Regency government to be developed as a religious tourism village. However, the Gresik Regency Government still faces many obstacles, the most important problem is coordination between stakeholders regarding media promotion or information and transportation and management, this is because Giri Village still gets the title of a village in Gresik Regency. Therefore, the purpose of this study was to determine the policy problem in the Development of Religious Tourism in Giri Village, Kebomas District, Gresik Regency, East Java. This study uses a descriptive qualitative research method, with the object of research on policy formulation. The results of this study indicate that the policies made cannot represent the needs of the human resources that are there both in terms of economic, social, and cultural. There are several stakeholder groups involved in it, but there are no standard policies and separate policies between the Giri Village government, cemetery managers, and mosque managers.Keywords: Tourism Village, management, formulationAbstrakTingginya jumlah wisatawan yang berkunjung di Indonesia tentu saja memberikan dampak positif pada pendapatan negara. Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur dinilai menjadi kabupaten yang berhasil dalam mengelola potensi wisata yang ada di daerahnya. Sementara itu, Desa Giri adalah salah satu desa yang mendapat perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Gresik untuk dikembangkan sebagai desa wisata religi. Akan tetapi, Pemerintah Kabupaten Gresik masih banyak menghadapi kendala, masalah yang paling utama adalah kordinasi antar stakeholder terkait media promosi atau informasi dan transportansi serta pengelolaan, hal ini disebabkan Desa Giri masih mendapat predikat desa kumuh yang ada di Kabupaten Gresik. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui masalah kebijakan dalam Pengembangan Wisata Religi di Desa Giri Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, dengan obyek penelitian pada tahapan formulasi kebijakan (perumusan kebijakan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dibuat tidak bisa mewakili kebutuhan sumber daya manusia yang ada disana baik dari segi ekonomi, sosial, dan budaya. Sehingga terdapat beberapa kelompok stakeholder yang terlibat didalamnya namun tidak terikat pada satu kebijakan yang baku dan menghasilkan kebijakan-kebijakan tersendiri baik itu antara pemerintah Desa Giri, pengelola makam, dan pengelola masjid.Kata Kunci: Desa Wisata, manajemen, formulasi DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v12i1.282

    Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan di BUMDesa Kecamatan Petang, Kabupaten Badung

    No full text
    Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) merupakan salah satu pendekatan pemerintah untuk mewujukan desa yang mandiri. BUMDesa diharapkan juga dapat menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan, sehingga perlu untuk memahami penyusunan laporan keuangan yang baik dan benar. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka teknik pendampingan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dirasa menjadi metode yang paling tepat. Kegiatan pendampingan yang dilaksankan secara intensif, memberikan hasil yang lebih baik terhadap pemahaman anggota BUMDesa yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan yang baik. Ketiga BUMDesa yang terlibat yakni BUMDesa Harta Wana Giri Plaga, BUMDesa Teranggana Sari dan BUMDesa Giri Jaya Abadi merasakan dampak positif terkait dengan pendampingan yang diberikan. Melihat respon positif tersebut, kegiatan pendampingan secara intensif dirasa menjadi metode pengabdian yang paling tepat untuk menjawab permasalahan mitra

    The Representation of Non-Heterosexuality in YouTube: Study on K-Pop Girl Group Music Video

    No full text
    Since the late 2000s, the Korean pop music industry (K-pop) has made significant progress outperforming the music industry of other countries. The abundance of South Korean media content showing the concept of “Girl Band” is engaging because of changes in gender representation in the Korean pop music industry. This study focuses on the representation of non-heterosexuality in the music videos of the K-Pop girl groups Mamamoo, Loona, and Red Velvet. The Music Video (MV) of the three girl bands shows other sexual orientations, as is often shown in the South Korean media. By observing the three music videos, the author found that South Korea has begun to represent several sexualities and genders that exist through the KPop industry. This study aims to analyze how the South Korean entertainment industry began to represent non-heterosexuality in the music video clips of K-Pop girl groups. The method used in the study uses a qualitative approach with semiotic analysis by John Fiske. The results of this study indicate the existence of a non-heterosexual ideology implied by the three girl groups through the content in the music video uploaded on the Youtube media platfor

    Upaya Guru dalam Mengatasi Sifat Pemalu Anak Usia Dini di TK Dharma Wanita Ponorogo

    No full text
    In the current era of education, the role of teachers in guiding early childhood development is very important, especially in overcoming obstacles related to social-emotional aspects. One of the challenges often encountered is the shy nature of children, which can affect their interaction patterns both in the classroom and in the wider social environment. For this reason, it is important to know what are the factors that cause shyness in early childhood and what are the efforts made by teachers to overcome this condition. The purpose of this study was to determine the perceptions and efforts of teachers in overcoming shyness in early childhood at TK Dharma Wanita Ponorogo. This research is field research with a descriptive qualitative approach, using data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The data obtained were then processed using a qualitative analysis method with inductive reasoning.Based on the results of the study, the most dominant factors causing shyness in children include family environment, personal psychological factors, and limited experience in social interaction. Meanwhile, the efforts made by teachers include providing motivation, creating a supportive learning environment, involving children in group activities, and using a personal approach. The results of this study indicate that with consistent and patient teacher efforts, children gradually show positive changes, such as daring to answer greetings, participate in class activities, and interact with peers

    Submarine Operational Risk Management Design in Support of the Indonesian Navy's Tasks

    No full text
    This research discusses risk management faced by submarines and their crews. One of the risks that can occur is that the submarine cannot surface because the steering and propulsion system is not functioning properly. With the submarine unable to surface, it will cause the ship to sit on the seabed. A submarine that experiences an emergency so that it cannot surface is called a Distressed Submarine (DISSUB). Through the FMEA method the author identifies risks and aims to prioritize different causes based on their priority. FMEA itself is a systematic method, so it can find out the root of the problem that actually occurs. By knowing how urgent the priority is, the author can focus on problems that have a big impact on ship operational risks. It is hoped that the research results can be used as recommendations for mitigating risks that occur on submarines, providing a risk management framework for submarines
    corecore