Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
Not a member yet
1996 research outputs found
Sort by
PENGARUH MEDIA PAPAN GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL PECAHAN KELAS III DI SD NEGERI 91 PALEMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh media papan gambar terhadap kemampuan siswa menyelesaikan soal pecahan Kelas III di SD Negeri 91 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu Quasi Eksperimental Design dengan bentuk desain Nonequaivalent Control Group Desain. Sampel penelitiannya yaitu peserta didik kelas IIIA dan IIIB yang berjumlah 50 siswa, diambil dengan teknik Nonprobability Sampling. Metode pengumpulan datanya yaitu melalui observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang didapatkan peneliti dalam soal prettest kelas eksperimen adalah 63,4, sedangkan nilai rata-rata dari soal prettest kelas kontrol adalah 67 dan hasil posttest untuk kelas eksperimen dengan nilai rata-rata 83,4 sedangkan untuk kelas kontrol nilai yang didapat peneliti dengan rata-rata 81,6. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan Uji-t dua tidak bebas (Independent Sampel T-Test dan diperoleh thitung = 1,700 dan nilai ttabel = 1,708 dengan a = 0,05, maka thitung < ttabel, dapat disimpulkan bahwasanya ada pengaruh media papan gambar terhadap kemampuan siswa menyelesaikan soal pecahan kelas III di SD Negeri 91 Palemban
MANAJEMEN PENGELOLAAN PENDIDIKAN PADA YAYASAN DHARMA LAKSANA
Manajemen menjadi unsur yang sangat menentukan kemajuan dunia pendidikan untuk membantu generasi muda mampu bersaing di era perubahan dan kemajuan teknologi informasi, sosial budaya dan ekonomi Pengelolaan pendidikan dengan penerapan yang mudah dan bermanfaat serta manajemen yang baik dapat membiasakan penerapan konsep secara terstruktur, tepat dan produktif. Lokasi penelitian adalah di Yayasan Dharma Laksana karena yayasan ini menjadi satu-satunya yayasan Hindu di Kota Mataram yang keberadaanya masih eksis sampai sekarang dalam mengahadapi tantangan perkembangan serta perubahan zaman yang semakin cepat, dengan tujuan penelitian agar dapat mengetahui dan menganalisis lebih mendalam mengenai manajemen pengelolaan pendidikan sekolah Hindu, strategi apa yang digunakan dalam pengelolaan pendidikan dan bagaimana implikasi manajemen pengelolaan pada Yayasan Dharma Laksana Kota Mataram. Penelitian menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan prilaku yaitu menggabungkan antara hubungan sosial dengan struktur dalam manajemen pengelolaan pendidikan. Untuk mempertajam analisanya, dipergunakan sejumlah teori, yaitu teori manajemen pendidikan, teori strategi dan teori struktural fungsional. Manajemen pengelolaan pendidikan pada Yayasan Dharma Laksana dilihat dari pengelolaan kurikulum mengikuti kurikulum nasional dan menerapkan pengelolaan yang bersifat kooperatif, efektif dan efisien, pengelolaan sumber daya manusia untuk saat ini secara kuantitas memang tidak banyak tetapi secara kualitas mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan dan proses pembelajaran, pengelolaan keuangan dilakukan oleh masing-masing jenjang pada unit pendidkan,, dan pengelolaan sarana prasaran yang semakin lebih baik terlihat dari penataan secara signifikan dan bertambahnya fasilitas pendidikan yang mendukung keberlangsungan pembelajaran serta bertambah luasnya lahan yang dimiliki oleh Yayasan Dharma Laksana.2) Strategi pengelolaan pendidikan pada Yayasan Dharma Laksana adalah menerapkan startegi terbuka dengan cara melakukan kerjasama atau melibatkan banyak pihak, mencari relasi atau donatur melalui sosialisasi dan memanfaatkan sosial media dengan, 3) Implikasi pengurus adalah menjadi wadah dalam memanajamen pengelolaan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan yang ada dan membantu para alumni untuk lebih mudah dalam mendapatkan lapangan pekerjaan
Pencegahan Bayi Stunting Dengan Perlindungan Kehamilan Dari Sejak Dini Perspektif Perlindungan Hukum
Stunting disebabkan oleh faktor langsung maupun tidak langsung. Faktor langsung adalah asupan gizi yang rendah dalam kurun waktu yang lama dan adanya penyakit infeksi. Sedangkan faktor tidak langsung adalah pola asuh, pelayanan kesehatan, ketersediaan pangan, faktor budaya, ekonomi dan masih banyak lagi faktor lainnya. gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan penyebabnya adalah ibu hamil yang kekurangan gizi atau asupan makanan dan juga perawatan yang tepat. Tingginya angka stunting yang ada di indonesia tidak lepas dari cara ibu dan keluarga melakukan pemeliharaan kehamilan sejak dini. Pemerintah dalam hal ini memiliki kewajiban untuk menjaga dan memelihara ibu yang sedang hamil dan juga bayi yang ada di kandungan sesuai dengan Hak Asasi Manusia yang hakiki. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dan empiris untuk mengkaji bagaimana penerapan undang-undang dalam pencegahan bayi stunting sejak dini. Harus dipahami bayi yang sehat dan memiliki pertumbuhan yang baik merupakan generasi bangsa yang cemerlang. Perlindungan terhadap individu adalah tugas negara, dan perlindungan individu iniharus sama terhadap semua warga negara (Eguality Before The Law) tanpa terkecuali, termasuk terhadap anak. Kata Kunci : Stunting, anak, perlindungan, huku
BENTUK DAN KONSEP ESTETIKA PERAHU-PERAHUAN DALAM TRADISI MUHU-MUHU DI DESA ADAT TENGANAN PEGRINGSINGAN
Hakikat pelaksanaan tradisi Muhu-Muhu. sesungguhnya adalah penyucian Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit (makrokosmos dan mikrokosmos) untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin (jagadhita dan moksa), terbinanya kehidupan yang berlandaskan satyam (kebenaran), siwam (kesucian), dan sundaram (keharmonisan/keindahan).Tradisi Muhu-muhu dilaksanakan tepat pada sasih kapitu hud pang solas kajengkliwon, dengan serangkaian tindakan yang dilakukan terutama dalam tradisi ini yakni untuk nilai simbolis dalam upaya melaksanakan kewajiban pola hidup seimbang antara alam sekala dan alam niskala. Pola bentuk dan konsep estetika yang diperoleh krama desa muani dalam pemaknaan perahu-perahuan, memberikan manfaat yang signifikan dalam kehidupan bermasyarakat serta memperluas pengetahuan dan penyempurnaan pengertian tentang unsur-unsur objektif yang membangkitkan rasa indah, serta memperluas pengetahuan dan penyempurnaan pengertian tentang unsur-unsur subjektif yang berpengaruh terhadap kemampuan menikmati rasa indah.
Metodologi dalam penelitian bentuk dan konsep estetika perahu-perahuan dalam tradisi Muhu-muhu ini termasuk kedalam jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan etnografi. penelitian ini akan menggunakan metode pengumpulan data diantaranya melalui observasi, wawancara, kepustakaan
PENGARUH MODEL TGT (TEAMS GAMES TOURNAMEN) BERORIENTASI PADA PERMAINAN SEPIT- SEPITAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV DI GUGUS VII KECAMATAN SUKASADA
Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini yaitu: perbedaan minat belajar IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial) pada Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournamen) Berorientasi Permainan Sepit- sepitan pada siswa Kelas IV di Sekolah Dasar. Penelitian ini memakai jenis penelitian exsperimen semu. Jumlah populasi penelitian yaitu 161 siswa dan sampel penelitian sebanyak 50 siswa dibagi 30 siswa kelas percobaan serta 20 siswa kelas normal. Berdasarkan hipotesis yang telah diujikan pengkajian data dengan uji paired sampel t- test, didapatk jumlah responden untuk kelas exsperimen adalah df = n1 - 1 = 30 - 1 = 29 dengan taraf sig. 5% didapat nilai t-tabel yaitu 1,669. Berdasarkan hasil yang didapat dimana t-hitung> t-tabel yaitu 38,962 > 1,669 dan nilai Sig.(2- tailed)<0,05 (0,000< 0,05). Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan ditemukan perbedaan minat belajar IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial) pada Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournamen) Berorientasi Permainan Sepit- sepitan pada siswa Kelas IV sekolah dasar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERORIENTASI LAGU DAERAH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BAHASA INDONESIA KELAS IV
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan Model Pembelajaran Talking Stick Berorientasi pada Lagu Daerah Terhadap Pemahaman Konsep Pada Mata Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV di Gugus II Kecamatan Tejakula. Masalah yang mendorong penyelidikan ini ialah pemahaman yang buruk terhadap konseep Bahasa Indonesia khususnya di kelas IV. Jenis penelitian ini ialah eksperimen semu (quasi eksperimen). Teknik pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini yaitu simple random sampling sampel yang terpilih yakni IV SD N 3 Les kelompok eksperimen serta IV B SD N 1 Les kelas kontrol. Design penelitian inii post-test only control design . Instrumen pengumplan data yang digunakan adalah soal essay yang diberikan saat post-test. Hasil analisis data menunjukan rata rata nilai kelas eksperimen 78,71 dan kelas kontrol 57,22. Berdasarkan uji t-test menggunkan rumus polled varians diperoleh ℎ 2,02. Hal ini membuktikan bahwa ditolak dan diterima sehingga tedapat Pengaruh yang signifikan Model Pembelajaran Talking Stick Berorientasi Lagu DaerahTerhadap Pemahaman Konsep Bahasa Indonesia Kelas IV di SDGugus II Kecamatann Tejakula
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) BERBANTUAN MEDIA KARTU PECAHAN BANGUN DATAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif Course Review Horay (CRH) terhadap pemahaman konsep matematika menggunakan media kartu pecahan datar. Populasi siswa kelas IV SD Negeri 2 Banyuning berjumlah 70 siswa, dan sampel penelitian eksperimen semu ini berjumlah 48 siswa. Data dianalisis menggunakan independent t-test untuk skor N-Gain. Dengan hasil pengujian data diperoleh thitung = 4,878 dengan df = n1 + n2 - 2 = 28 + 20 - 2 = 46 pada derajat yang sangat besar 5%, maka nilai ttabel adalah 2,013 . Dari perhitungan tersebut diketahui bahwa thitung>ttabel adalah 4,878 lebih dari 2,013 dan nilai Importance (2 diikuti) lebih kecil dari 0,05 (.000 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas IV SD Negeri 2 Banyuning yang menggunakan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) berbantuan media kartu pecahan datar memahami konsep matematika secara signifikan lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran tradisional
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBANTUAN DRAMA JAYAPRANA LAYONSARI TERHADAP KOMPETENSI KETERAMPILAN BERBICARA DALAM BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SD N 1 POHSANTEN KABUPATEN JEMBRANA
Fokus penelitian ialah menganalisis pengaruh model pembelajaran role playing berbantuan drama jayaprana layonsari terhadap kompetensi keterampilan berbicara dalam bahasa indonesia siswa kelas IV SD N 1 Pohsanten Kabupaten Jembrana. Penelitian berlandaskan paradigma kuantitatif yang berjenis eksperimen semu dan menggunakan desain pretes dan postes. Populasi berjumlah 36 siswa dari SD Negeri 1 Pohsanten (kelas IV). Random sampling dipergunakan dalam pemilihan sampel, diperoleh IV A (control class) dan IV B (experiment class). Data primer didapatkan dengan mempergunakan instrumen tes yang telah dianalisa kevalidan dan kehandalannya. Hipotesis dibuktikan kebenarannya dengan mempergunakan uji statistik parsial (uji-t). Berdasarkan analisis, didapatkan nilai thitung > ttabel. Oleh karenanya, dapat digeneralisasikan bahwasanya kompetensi keterampilan berbicara siswa yang dibelajarkan mempergunakan model pembelajaran Role Playing berbantuan Drama Jayaprana Layonsari lebih unggul
EKSISTENSI KONTEN PENYULUHAN AGAMA HINDU MELALUI MEDIA YOUTUBE DI KELURAHAN BANYUNING
Penyuluh agama Hindu adalah orang yang berfungsi atau mempunyai posisi sebagai pemberi sesuluh/ penjelasan mengenai ajaran agama Hindu. Komunikasi dalam penyuluhan merupakan kegiatan berbagi ilmu terutama ilmu agama, juga mengembangkan gagasan dengan diskusi-diskusi keagamaan serta mencari solusi bagi setiap permasalahan yang dihadapi. Perkembangan teknologi seperti adanya fitur youtube di Handphone dapat memudahkan penyuluh agama Hindu dalam melakukan pembinaan dan penyuluhan keagamaan dengan cara membuat konten-konten penyuluhan, sehingga diharapkan dengan adanya konten penyuluhan yang dibagikan di media youtube generasi muda Hindu lebih terbuka wawasan dan pengetahuannya mengenai ajaran agama Hindu. Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana bentuk konten penyuluhan agama Hindu melalui media Youtube di Kelurahan Banyuning? (2) Apa implikasi penyuluhan agama Hindu melalui media Youtube di kelurahan Banyuning? Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Bentuk konten penyuluhan agama Hindu melalui media youtube, yaitu: podcast merupakan metode diskusi antara dua orang atau lebih dengan membahas suatu persoalan atau permasalahan di media sosial, dharma wacana adalah pesan dharma yang disampaikan oleh penyuluh atau tokoh agama, animasi video merupakan video dalam bentuk kartu, tulisan dan lainnya yang bergerak, dan film pendek adalah sebuah adegan yang melibatkan tokoh dengan karakter masing-masing yang memiliki sebuah makna atau pesan dharma. (2) Implikasi penyuluhan agama Hindu melalui media youtube ialah meningkatkan pemahaman ajaran agama Hindu salah satu contohnya adalah mengetahui ajaran catur guru sehingga lebih menghormati dan menyayangi orang tua, meningkatkan Sraddha dan Bhakti hal ini dapat
dilihat dari perilaku beragama yang semakin rajin sembahyang, dan meningkatkan motivasi dalam mempelajari ajaran agama Hindu
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KEHIDUPAN DALAM ESAI MENITIP MAYAT DI BALI
Seni sastra modern belum banyak dikaji dalam membedah nilai-nilai kehidupan yang ada di dalamnya. Padahal seni sastra modern menjadi media kontekstual yang dekat dengan generasi muda yang bisa dengan cepat memengaruhi pandangan maupun argumentasi. Salah satunya yaitu esai. Esai sebagai karya sastra modern bisa menawarkan argumentasi yang kritis untuk menganalisis persoalan dan dinamika dalam kehidupan bermasyarakat. Kumpulan esai Menitip Mayat di Bali menjadi rujukan sebagai media pembelajaran yang memuat nilai-nilai pendidikan keagamaan dan penguatan karakter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam dimensi linguistic dan berdasarkan analsiis wacana kritis yang dijabarkan oleh Norman Fairclough ditemukan nilai-nilai pendidikan keagamaan Hindu yang terdapat dalam dimensi pariwisata, persoalan ritual kematian, pemertahanan budaya, dan hal lain yang dialami oleh masyarakat di Bali. Kata kunci: analisis wacana kritis, pendidikan, esa