Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
Not a member yet
1996 research outputs found
Sort by
KONSEP HUKUM KARMA PHALA DALAM AGAMA HINDU DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEADILAN SOSIAL
Agama Hindu merupakan salah satu agama tertua di dunia yang memiliki berbagai konsep unik yang mencakup berbagai aspek kehidupan manusia termasuk hukum dan keadilan. Salah satu konsep kunci dalam agama Hindu yaitu konsep “Karma Phala” yang mengacu pada hasil atau konsekuensi dari tindakan seseorang dalam kehidupan mereka. Konsep karma phala merupakan salah satu aspek fundamental dalam keyakinan Hindu yang menghubungkan perbuatan individu dengan konsekuensi atau hasil yang akan mereka terima dalam kehidupannya. Konsep ini berdampak signifikan pada pemahaman Hindu tentang keadilan sosial karena mendasari pandangan mereka tentang tindakan, karma, dan pengalaman hidup. Tulisan ini mencakup pemahaman dasar tentang konsep hukum karma phala dan implikasinya terhadap keadilan sosial dalam masyarakat Hindu. Selain itu tulisan ini juga membahas bagaimana konsep ini dapat diintegrasikan atau diterjemahkan ke dalam konteks keadilan sosial dalam masyarakat yang heterogen secara agama dan budaya. Kata Kunci: Karma phala, Keadilan Sosia
PENGARUH SATUA BALI BERBASIS E-COMIC TERHADAP KARAKTER HINDU ANAK USIA DINI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh satua Bali berbasis e-comic terhadap pembentukan karakter Hindu pada anak usia dini. Dengan berkembangnya teknologi digital, penggunaan e-comic sebagai media pembelajaran telah menjadi semakin relevan. Penelitian ini melibatkan anak-anak usia dini sebagai responden yakni di Pratama Widya Pasraman (PWP) Kabupaten Buleleng, Bali, dengan mengamati dampak penggunaan satua Bali berbasis e-comic dalam meningkatkan pemahaman mereka terhadap karakter Hindu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Responden dibagi menjadi dua kelompok, kelompok perlakuan diperkenalkan dengan satua Bali berbasis e-comic sementara kelompok kontrol tidak menerima intervensi tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan satua Bali berbasis e-comic memiliki pengaruh positif terhadap pembentukan karakter Hindu pada anak usia dini yang dianalisis menggunakan hal ini dapat dilihat dari uji statisti (uji t) menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05 siesuai diengan dasar piengambilan kieputusan dalam Pairied Samplie t-tiest, maka dapat disimpulkan pula bahwa pienierapan satua bali bierbasis e-comic e-combierpiengaruh tierhadap pienanaman karaktier hindu pada anak usia dini. Anak-anak yang terlibat dalam intervensi menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap nilai-nilai ajaran agama Hindu. Dalam kelompok perlakuan, terlihat peningkatan dalam pemahaman etika, moralitas, dan keterlibatan positif dalam aktivitas sehari-hari. Pentingnya identitas budaya dalam membentuk karakter anak juga terlihat melalui peningkatan rasa kebanggaan terhadap warisan budaya Bali. E-comic memberikan pengalaman yang interaktif dan menarik, memungkinkan anak-anak untuk terlibat langsung dalam cerita dan mendalami ajaran Hindu.
Kata Kunci: Satua berbasis e-comic, Pembentukan karakter Hindu, Pendidikan anak usia dini, Pengembangan karakter, PWP Pratama Widya Pasraman
TAHAYUL SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER ANAK: KAJIAN ETNOPEDAGOGIEK
Growing children's character needs to be done from an early age with various efforts made by parents to their children. There are many ways to do it, starting with the easiest one, which is to scare with various superstitions. In this era of globalization, there are still many people educating children's character with superstition because they have the belief that the child's character will be good, some people have left superstition as an alternative to educating children because they think it is outdated. The superstition that develops in Bali generally begins with the phrase sing dadi, which is then apang tusing this implies an element of cause and effect. As for some examples of character education developed with this superstition are religious character, character of discipline, character of responsibility, and character of manners.Keywords: Superstition, Character Education, Ethnopedagogie
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN PERMAINAN CURIK-CURIK TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR GUGUS VI YUDISTIRA KECAMATAN NEGARA
Penelitian Eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pada mata pelajaran IPAS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan permainan curik-curik dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPAS kelas IV Sekolah Dasar Gugus VI Yudistira Kecamatan Negara Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian eksperimen ini termasuk jenis quasi eksperimen yang didesain dengan konsep Post Test Only Control Group. Populasi pada penelitian adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus VI Yudistira Kecamatan Negara dengan jumlah populasi 238 orang. Sampel penelitian ini adalah Kelas Eksperimen yaitu kelas IV B dengan jumlah siswa 23 orang dan Kelas Kontrol yaitu kelas IV A dengan jumlah siswa 24 orang di SD Negeri 2 Kaliakah. Hasil tersebut diperoleh dari penentuan sampel melalui simple random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes dan instrumen berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 25 soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada kelas IV SD Negeri 2 Kaliakah Kecamatan Negara, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan permainan curik-curik terhadap hasil belajar IPAS. Hal ini dapat dilihat berdasarkan rata-rata hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan permainan curik-curik yaitu 85,7 dengan standar deviasi 6,80, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional yaitu 76,8 dengan standar deviasi 6,34. Taraf signifikan t (tabel) dengan jumlah responden 45= 0,2876, sehingga dapat dilihat dari signifikansi yang dihasilkan pada uji-t dinyatakan bahwa 12,36 > 0,2876. Jadi, dengan demikian model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan permainan curik-curik mempunyai pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV Sekolah Dasar Gugus VI Yudistira Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2022/2023
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ENE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 5 SDN 1 BAKTISERAGA
Riset ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Pembelajaran examples non examples atas peningkatan hasil belajar IPA peserta didik kelas 5 SDN 1 Baktiseraga tahun ajaran 2021/2022. Metode survei yang dipakai yaitu riset kuantitatif quasi-eksperimental dan dikembangkan melalui desain survei pre-test post-test dengan menggunakan non-equivalent control group design. Besar sampel untuk penelitian ini adalah jumlah populasi 60 peserta didik dan dibagi menjadi dua kelompok, kelas 5A dengan 28 peserta didik sebagai kelas kontrol dan kelas 5B dengan 32 peserta didik sebagai kelas eksperimen. Saat menghitung analisis data penelitian menggunakan statistik deskriptif, uji hipotesis t. Hasil perhitungan hipotesis dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa kedua kelas menunjukkan t-hitung sebesar 5,197 > t-tabel sebesar 2,000 X = 5%. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA kelas 5 SD Negeri 1 Baktiseraga berbeda antara siswa yang diajar dengan model yang belum pernah ada dan yang diajar dengan pembelajaran konvensional
PERAN VIDEOGRAFI SEBAGAI KOMUNIKASI VISUAL DALAM PROMOSI WISATA PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DINAS PARIWISATA KABUPATEN BULELENG
Dinas pariwisata buleleng menggunakan media sosial Instagram untuk mempromosikan berbagai macam wisata yang ada di kabupaten buleleng, dinas pariwisata kabupaten buleleng menggunakan video untuk mempromosikan wisata. Sehingga penelitian ini dilakukan bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk dari komunikasi visual dari Videografi pada media sosial instagram dispar buleleng sehingga khalayak akan tahu bagaimana pentingnya mengetahui tujuan atau pesan dari sebuah visual. (2) mengetahui kendala dispar dalam mempromosikan pariwisata menggunakan videografi sebagai bentuk komunikasi visual melalui media sosial instagram. (3) mengetahui dampak yang dihasilkan dalam sebuah komunikasi visual dalam mempromosikan wisata serta pesan yang akan disampaikan kepada khayalak umum, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam mengartikan sebuah videografi sebagai karya visual. Teori yang digunakan dalam menganalisis rumusan masalah adalah Teori Komunikasi Visual, Teori Agenda Setting, Teori Stimulus, Organism dan Respon (SOR). Hasil penelitian menunjukkan (1) Dispar Buleleng menggunakan Komunikasi Visual untuk memberikan informasi kepada masyarakat melalui media sosial instagram Dispar Buleleng berupa konten dalam bentuk videografi. (2) Dispar Buleleng perlu adanya menganalisis target menurut dari rentang umur atau yang lainnya, sehingga bisa mendapatkan fokus jenis konten dan arah konten sesuai dengan perkiraan dan sasaran yang dianalisis sebelum pembuatan konten promosi wisata. (3) media sosial instagram memiliki dampak yang besar dalam sebuah promosi wisata yaitu pesan yang disampaikan tersebut berbentuk sebuah video pendek atau reels untuk mempromosikan sebuah tempat wisata, penerima pesan adalah khalayak luas atau masyarakat daerah dan luar daerah, dan terakhir adalah respon masyarakat dibeberapa konten promosi wisata pada media sosial instagram dispar buleleng
Peran Desa Adat Dalam Pencegahan Tindak Pidana Pelecehan Seksual di Kabupaten Buleleng
Salah satu kabupaten yang terletak di utara pulau Bali beberapa kali terjadi kasus pelecehan seksual pada anak di bawah umur. Tidak jarang kasus-kasus ini sering di ungkap melalui sosial media. Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam hubungannya dengan teknik yang efektif untuk mencegah dan merawat korban kekerasan seksual terhadap anak. Dalam konteks ini keterlibatan masyarakat mengacu pada keterlibatan desa adat. Dalam hal ini, desa adat berperan penting dalam menghasilkan generasi muda berkualitas bagi bangsa. Tentu saja desa adat dapat dilibatkan dalam melahirkan anak-anak berkualitas melalui berbagai upaya untuk menghindari kekerasan seksual terhadap anak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris dan menggunakan pendekatan kualitatif. Kajian hukum empiris kadang juga disebut dengan penelitian lapangan, yaitu suatu jenis penelitian yang fokus pada pengumpulan data empiris di lapangan. Pendekatan penelitian hukum empiris ini menggunakan jenis studi lapangan dimana penulis melakukan penelitian di tempat untuk memperoleh dan mengumpulkan data. Maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di kabupaten Buleleng tentu menjadi tugas penting bagi desa adat untuk melakukan berbagai upaya. Hal ini sebagai bentuk penurunan kasus yang sering terjadi. Peran desa adat sangat dibutuhkan dalam hal ini, tidak hanya memberikan edukasi dan pemahaman tetapi juga melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah terhadap korban yang mengalami pelecehan seksual. Hukum adat di Bali disebut dengan awigawig. Pengertian awig-awig adalah aturan yang dibuat oleh krama Desa Adat dan atau Krama Banjar Adat yang berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan Tri Hita Karana yakni keharmonisan hubungan antara maausia dengan Tuhan Yang Maha Esa (Prahyangan), keharmonisan hubungan antara manusia dengan manusia (Pawongan) dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan lingkungan alam (Palemahan). Awig-awig dijadikan sebagai hukum adat Bali bagi yang melanggar pelecehan seksual. Kata Kunci: Desa Adat, Pelecehan Seksual, Hukum Awig-Awi
HUBUNGAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS IV SD NEGERI 28 PEMULUTAN
Prestasi belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik dengan melakukan usaha secara maksimal yang dilakukan oleh seseorang setelah melakukan usaha-usaha belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 28 Pemulutan. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji signifikansi dan uji pearson product moment. Subyek penelitian adalah kelas IV di SD Negeri 28 Pemulutan, dengan teknik pengambilam sampel menggunakan random sampling. Hasil penelitian diperoleh setelah menggunakan uji signifikansi di SD Negeri 28 Pemulutan diketahui bahwa nilai signifikansi ≤ 0,05 yang artinya ada hubungan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan prestasi belajar siswa di SD Negeri 28 Pemulutan dan memiliki tingkat hubungan yang termasuk dalam kategori “Cukup Kuat”
Nilai Pendidikan Karakter Dalam Pagelaran Wayang Kulit
Wayang kulit merupakan bagian dari bentuk budaya lokal Indonesia yang telah ada dan bertahan sejak zaman nenek moyang. Pertunjukan wayang kulit tidak hanya ditujukan untuk hiburan semata, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang dapat diwujudkan dalam setiap sendi kehidupan. Citra manusia diwujudkan melalui permainan wayang. Seni wayang kulit berkembang sebagai sarana penanaman nilai dan penyebaran agama Islam yang cukup efektif. Nilai pendidikan dalam pertunjukan wayang kulit didasarkan pada nilai-nilai logika, etika, teologis, dan estetika. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji, menjelaskan dan menggali nilai pendidikan yang disampaikan melalui pertunjukan wayang kulit
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA FILM DOKUMENTER UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR KELAS XII / IPS-1 SMA NEGERI 4 SIDOARJO
There are many learning models that can be selected for student achievement. One learning model that can be used is Problem Based Learning where students are required to solve problems. The purpose of this research is to increase student activity in learning history. The type of research used is PTK with a quantitative method approach. The data collection tools used were observation sheets, field notes, and questionnaires. The results of the study show that the learning outcomes obtained at the end of each cycle always increase significantly. There were 6 students (19.35%) who achieved a complete grade in cycle I, in cycle II there were 21 students (67.75%), in cycle III there were 26 students (83.87%). With an average score in cycle I (68.08), an average in cycle II (80.80) and an average in cycle II (85.80) with KKM 80. This proves that the Application of the Problem Based Learning Model and Documentary Film Media can improve student achievement in class XII/IPS-1 SMA Negeri 4 Sidoarjo