Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
Not a member yet
    1996 research outputs found

    Pendidikan Pancasila Sebagai Upaya Membentuk Karakter/Moral Pelajar IT Telkom Surabaya

    Full text link
    The increasingly advanced era has resulted in the erosion of student behavior to be arrogant, damaged morale, and lack of tolerance. Their behavior is getting farther and farther away from religious values. There are many influencing factors, such as environmental influences and misuse of advanced  technology. The purpose of this study is to awaken and shape character and moral through Pancasila Education among IT Telkom Surabaya students. The research method uses qualitative with data  collection techniques in the form of interviews with my friends (active students) ITTS. The results of  this study show that Pancasila Education has an important role in solving all problems, especially in  this religious character education. The hope of the researcher is that the next one can describe the  religious character as a formula to unite Indonesian society, especially ITTS students who are  multicultural

    TINJAUAN YURIDIS TERHADAP AWIG – AWIG DI DESA ADAT DALAM MELAKSANAKAN SUATU UPACARA SUDHI WADANI

    No full text
    Awig-awig merupakan sumber hukum Hindu yang dijadikan pedoman bagi masyarakat dalam suatu desa adat tertentu dalam upaya mampu mengatur, menjaga serta membangun kehidupan yang harmonis untuk masyarakatnya. Setiap perbuatan yang dilakukan dalam suatu desa adat tidak terlepas dari awig-awig. Salah satunya adalah upacara Sudhi Wadani merupakan salah satu upacara pengukuhan atau pengucapan janji suci yang tulus Ikhlas menganut agama Hindu tanpa unsur paksaan serta siap menerima ajaran agama yang terkandung didalamnya. Adapun folosofi yang bisa dipetik bahwa melalui upacara sudhi wadani dimana perbedaan yang awalnya menjadi halangan namun dapat menyatu secara utuh dan setia terhadap ajaran agama Hindu melalui sumpah yang diucapkan dalam upacara tersebut. melalui upacara sudhi wadani diharapkan akan terbentuknya rumah tangga yang harmonis dalam setiap pasangan dan tentu rumah tangganya akan hancur apabila sumpah itu dilanggar. Apabila ditinjau secara yuridis sifatnya sangat kuat dan mengikat serta tunduk terhadap awig-awig, karena apabila hal itu tidak diindahkan sudah tentu mendapat sanksi yang tertuang dalam awig-awig tersebut baik sifatnya secara sekala maupun niskala. Kata kunci : Tinjauan Yuridis, awig-awig, upacara Sudhi Wadan

    PENTINGNYA PENJAMINAN MUTU DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN SENI BUDAYA KEAGAMAAN HINDU YANG BERKUALITAS

    Full text link
    Pendidikan memiliki peran untuk mengembangkan dan mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang mampu berinovasi dan membangun martabat bangsa. Pendidikan dapat dilakukan di lingkungan informal (keluarga), lingkungan formal (sekolah) maupun lingkungan non formal (pada masyarakat). Pendidikan sebagai kebutuhan dasar yang penting bagi kehidupan manusia, maka diperlukan adanya kualitas atau penjaminan mutu pendidikan. Bermutu dapat diartikan apabila sebuah lembaga pendidikan dalam aspek input, proses dan output nya dapat memenuhi syarat yang dituntut oleh pihak terkait pendidikan. Apabila ketiga aspek tersebut diatas memenuhi bahkan melebihi persyaratan maka lembaga pendidikan tersebut dapat dikatakan bermutu. Realitas yang muncul bahwa mutu pendidikan di Indonesia masih cukup jauh dari yang diharapkan, apalagi mutu pendidikan seni budaya dan keagamaan Hindu yang masih banyak mengalami kendala. Banyak pendidikan seni budaya dan keagamaan Hindu yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan, seperti tenaga pendidik dan kependidikan yang belum memenuhi kualifikasi dan kompetensi yang distandarkan, serta sarana dan prasarana yang belum memadai. Pendidikan Seni Budaya Keagamaan dalam institusi pendidikan berbasis Hindu memerlukan penguatan adaptasi faktor agama, sosial dan budaya untuk meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan di dalamnya. Pendidikan agama mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk pribadi-pribadi yang berakhlak mulia dan bermoral pada peserta didik hal ini dikarenakan pendidikan agama Hindu, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membentuk perilaku peserta didik yang sebenarnya. Kata kunci: Penjaminan Mutu, Pendidikan Seni Budaya Keagamaan Hind

    PENDIDIKAN KARAKTER DALAM SENI KEAGAMAAN HINDU: REFLEKSI ETNOPEDAGOGI

    Full text link
    Pendidikan seni keagamaan Hindu refleksi etnopedagogi adalah topik yang kompleks. Ini mengacu pada pendidikan seni yang berfokus pada agama Hindu dengan pendekatan etnopedagogi. Etnopedagogi adalah pendekatan pendidikan yang mempertimbangkan budaya dan konteks sosial dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini mungkin melibatkan pembelajaran seni Hindu yang mencerminkan nilai-nilai, tradisi, dan praktik dalam masyarakat Hindu secara lebih luas. Ini dapat menjadi cara yang baik untuk memahami dan menghormati warisan budaya dan agama Hindu melalui seni. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif, agar pendekatan dan kajian dapat dilakukan dengan lebih dalam yang diulas berdasarkan pengalaman dan sumber bacaan. Temuan dari kajian ini adalah berkaitan dengan cerminan integrasi nilai-nilai budaya dan spiritual Hindu ke dalam pembelajaran seni. Ini dapat menghasilkan berbagai hasil yang positif, seperti, Pemahaman yang Lebih Mendalam tentang Hinduisme, Pengembangan Kualitas Karakter, Refleksi dan Kontemplasi, Penghargaan terhadap Seni dan Kreativitas, Etika dan Moralitas, Toleransi dan Keberagaman, Kepedulian Sosial. Pendidikan karakter dalam seni keagamaan Hindu dengan pendekatan etnopedagogi tidak hanya membantu siswa memahami warisan budaya dan spiritual Hindu, tetapi juga membantu mereka mengembangkan karakter yang kuat dan penuh makna. Hal ini mencerminkan nilai-nilai positif dalam masyarakat Hindu yang dapat membantu membentuk individu yang lebih baik

    FUNGSI DAN PERAN AGUNG RAI ART OF MUSEUM (ARMA) SEBAGAI KLUSTER INDUSTRI PARIWISATA BUDAYA DI DESA PELIATAN, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR, BALI

    Full text link
    Fenomena masifnya perkembangan industri pariwisata budaya di Bali berdampak kepada motivasi masyarakat untuk melakukan konservasi budaya melalui pengelolaan sebuah museum. Penelitian ini dilakukan di Agung Rai Art of Museum (Arma) atau yang dikenal dengan Museum Arma. Museum Arma terletak di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud , Kabupaten Bali. Metode penelitan ini bersifat kualitatf. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawamcara dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan peran Museum Arma dalam Kluster Industri Pariwisata Budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Museum memiliki tiga fungsi yaitu 1) menggenalkan seni dan budaya Bali kepada wisatawan , 2) mampu membangun hubungan yang harmonis antar negara atau berkerjasama dengan lembaga-lembaga kebudayaan. 3) mampu menjadi wadah bagi wisatawan untuk dapat berpikir secara kreatif dan inovatif . Peran Museum Arma dalam kluster industri pariwisata budaya di Kecamatan Ubud adalah dapat meningkatkan perekonomian daerah dengan kegiatan kepariwisataan yamg ditawarkan dan mampu memberikan pemahaman lintas budaya antar masyarakat lokal dan wisatawan Kata Kunci : Museum, Pariwisata Budaya, Ubud, Bali

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk dapat untuk mengetahui adanya pengaruh pembelajaran Project Based Learning berbantuan media Powerpoint terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila. Berdasarkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan model pembelajaran project based learning (pjbl) berbatuan media power point. Nilai rata-rata dari hasil belajar siswa dengan menggunakan model project based learning (pjbl) berbatuan media power point adalah 70 dengan standar deviasi 8.660, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Konvensional adalah 90 dengan standar deviasi 8.098. Sehingga berdasarkan hasil uji t yang telah dilakukan dengan melihat hasil thitung dan ttabel, maka yang dihasilkan adalah ttabel 2,007. Jadi dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran project based learning (pjbl) berbatuan media power point memiliki pengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila kelas IV SD Dana Punia Singaraja Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2023/2024

    PENGARUH MODEL INDEX CARD MATCH (ICM) BERBANTUAN PERMAINAN MEONG-MEONG TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MAPEL IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR DI DESA BALUK JEMBRANA

    Full text link
    Fokus penelitian adalah menganalisis pengaruh model pembelajaran index card match berbantuan permainan meong-meong terhadap hasil belajar siswa pada mapel IPAS kelas IV sekolah dasar di Desa Baluk Jembrana. Quasi experiment dengan posttest control group design digunakan dalam penelitian. Jumlah populasi keseluruhan 108 orang, selanjutnya dengan random sampling didapatkan kelas IV SD N 4 Baluk (kelompok eksperimen) dan kelas IV SD N 2 Baluk (kelompok kontrol). Wawancara, tes, observasi, dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang diaplikasikan dalam penelitian. Instrumen tes dievaluasi melalui validity test, reliabillty test, daya beda soal, dan daya sukar. Sementara itu, uji-t dipakai untuk menguji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis didapatkan thitung >ttabel yaitu 6,714 > 2,022. Hal ini berarti ada perbedaan terhadap hasil belajar IPAS antara siswa dibelajarkan dengan model index card match berbantuan permainan meong-meong dengan siswa tidak dibelajarkan dengan model index card match berbantuan permainan meong-meong untuk kelas IV sekolah dasar di Desa Baluk Jembrana

    PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMAN 1 BANGLI TAHUN AJARAN 2021/2022

    Full text link
    Application of Inquiry-Based Learning in an Effort to Improve Understanding of Hindu Religious Education Lessons for Class XI Social Sciences 1 Semester II SMAN 1 Bangli Academic Year 2021/2022. The purpose of this study was to describe the learning process through the implementation of inquiry-based learning for Class XI IPS 1 SMAN 1 Bangli students, to find out to what extent the implementation of inquiry-based learning could improve students' understanding of Class XI IPS 1 SMAN 1 Bangli on Hindu religious education subjects and manners. , to find out to what extent the implementation of inquiry-based learning can increase the creativity of Class XI IPS 1 students of SMAN 1 Bangli and to determine student responses to the implementation of inquiry-based learning of Class XI IPS 1 students of SMAN 1 Kintamani. This research is a classroom action research involving 33 students of Class XI IPS 1 Semester II SMAN 1 Bangli. Some of the variables investigated in this study are as follows (1) the results of creativity, and (2) students' understanding in learning Hindu religious education, especially morals & sad atatayi. This research procedure will be carried out through 2 (two) cycles, each cycle is carried out for 2 x 40 minutes. Student responses to the implementation of inquiry-based learning for Class XI IPS 1SMAN 1 Bangli students were positive, namely the number of students who responded positively as much as 71.42% and responded negatively as much as 13.57%

    PEMBELAJAARAN MIARSA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD BERBANTUAN AUDIO LAGU POP BALI

    Full text link
    Miarsa atau menyimak adalah salah satu keterampilan dalam berbahasa. Dalam pembelajaran Bahasa Bali miarsa amat penting kedudukanya. Untuk itu perlu sebuah model pembelajaran yang inovatif dalam proses pembelajaranya. Model pemelajaran Cooperative Learning Tipe STAD berbantuan audio adalah salah satu model pembelajaran yang inovatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif,. Data diperoleh dengan studi kepustakaan serta dilakukan triangulasi terhadap data yang diperoleh. Hasilnya terdapat 6 sintaks yang dapat dilakukan dengan model pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD, selanjutnya audio yang dipilih berupa lagu pop Bali

    HARMONISASI PERAYAAN HARI RAYA NYEPI DI DESA ADAT KEROBOKAN MELALUI TRADISI NGAYAH (PERSPEKTIF NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU)

    Full text link
    Perkembangan ilmu pengetahauan dan teknologi memberikan dampak yang signifikan bagi kegiatan keagamaan di Bali khususnya di Desa Adat Kerobokan, Kabupaten Buleleng. Berbagi sarana upacara yang dibutuhkan saat ini sudah dijual dipasar, sehingga generasi muda malas untuk belajar membuat banten, dengan asumsi lebih praktis dan efisien. Upaya yang dilakukan desa adat untuk melestarikan dan melatih generasi muda Hindu tentang cara membuat banten adalah melaksanakan tradisi ngayah sebagai wahana dalam pembelajaran pendidikan Hindu yang mencakup Tattwa, Susila dan Upacara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk mengkaji fenomena yang terjadi di Desa Adat Kerobokan dengan harapan mampu berkontribusi dalam meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui tradisi ngayah yang diselenggarakan menjelang Hari Raya Nyepi untuk menumbuhkan harmonisasi. Melalui tradisi ngayah yang diselenggarakan pada Hari Raya Nyepi mampu meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesuai dengan ajaran panca sradha (filsafat keTuhanan Hindu). Nilai susila tradisi ngayah adalah wahana berinteraksi dan menjaga kebersamaan. Nilai acara tradisi ngayah adalah sebagai wujud bhakti mempersembahkan korban suci tulus iklas yadnya.Kata kunci ; Ngayah, Nyepi, Nilai Pendidikan Agama Hind

    1,814

    full texts

    1,996

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇