Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
Not a member yet
1996 research outputs found
Sort by
CERPEN MALING KARYA KOMANG ADNYANA ANALISIS STRUKTUR NARATOLOGI GERARD GENETTE
The short story Maling by Komang Adnyana is one of several short stories in the Metek Bintang short story collection. The themes raised in the collection of short stories by Metek Bintang are interesting and unexpected, because it is rare for themes such as transgender, LGBT, and even the theme of selling children to appear in modern Balinese literature. The themes that adorn modern Balinese literature are themes of teenage romance, social criticism, polemics on inter-caste marriages, love of Balinese Caucasians, and others. In this paper, we will examine a short story entitled Maling. The short story of Maling will be analyzed based on Gerard Genette's narrative theory which focuses on narrative order which refers to an attempt to tell an event. The result of this paper is to describe the plot chronologically and logically based on the main function in the short story.Keywords: Short story, Narrative, structure, narratology, modern Balinese literatur
STRATEGI KOMUNIKASI MASSA DINAS PARIWISATA KABUPATEN BULELENG DALAM PENGEMBANGAN WISATA SPIRITUAL DI KABUPATEN BULELENG
Rendahnya kunjungan wisatawan dan belum terekspos obyek wisata khususnya wisata spiritual di Kabupaten Buleleng disebabkan oleh masih lemahnya sistem promosi di masyarakat oleh karena itu perlu dikembangkan suatu model promosi obyek dan daya tarik wisata spiritual serta fasilitas wisata sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Buleleng. Untuk menyikapi fenomena tersebut, diperlukan strategi komunikasi massa karena strategi komunikasi merupakan panduan perencanaan komunikasi dan manajemen untuk mencapai tujuan strategi komunikasi harus menunjukan operasional secara taktis harus dilakukan, bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu tergantung situasi dan kondisi. Pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi. Pura Beji Sangsit Dan Pura Maduwe Karang sudah dikembangkan oleh dinas Pariwisata menjadi wisata spiritual sedangkan Pura Pucak Padi Mas dan Pura Mangening belum bekerja sama dengan dinas pariwisata dan baru dirancang menjadi wisata spiritual Strategi media sosial yang dipakai untuk 4 pura tersebut adalah facebook dan youtube namun untuk pengelola dan pengempon di pura tersebut belum memiliki media sosial tersebut, namun untuk pura beji dan pura maduwe karang sudah juga dibuatkan oleh dinas pariwisata dan wisatawan yang membuat video 2 pura tersebut dan media televisi seperti tv one dan trans 7 dan untuk pura Pucak Padi Mas dan Pura Mangening sudah lumayan juga wisatawan yang berkunjung di pura tersebut karena keindahan dan keunikanya dan tidak jarang dibuatkan video oleh wisatawan yang berkunjung kesana namun 2 pura tersebut baru dirancang menjadi wisata spiritual
UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TINDAKAN BULLYING ANAK DI LINGKUNGAN SEKOLAH
Pentingnya peindungan bagi anak yang dimulai dari perlindungan keluarga hingga mas anak-anak menginjak masa sosialisasi dilingkungan sekolah. Di Indonesia juga sudah banyak mendengar tindakan bullyng terhadap anak,bahkan dipergaulananak-anak di kalangan sekolah dasar,banyak kita lihat bahkan dirasakan orang terdekat kita yang menjadi anak korban bullying. Sampai saat ini belum sepenuhnya kita mengetahui hal yang menyebabkan tindakan bullying tersebut sampai terjadi,yang membuat pelaku bullying pun menjadi berani. Banyak dampak yang sudah terlihat anak-anak korban bullying mulai mengalami perubahan sikap dalam bersosialisasi dan betumbuh kembang dengan baik dikeluarga dan tempat bersosialisasi bahkan di lingkungan sekolah. Meningkatnya kasus bullying yang semakin marak di Indonesia sudah sepantasnya melakukan tindakan dan upaya untuk mulai mencegah tindakan bullying sebagai suatu bentuk perlindungan hukum bagi anak-anak. Sehingga mampu memberikan banyak pengenalan tentang perlindungan hukum bagi anak untuk menjagadan memberikan edukasi diri anak untuk tidak menjadi pelaku dan korban bullying di lingkungan sekolahnya sendiri Kata kunci:Perlindungan Hukum,bullying ,ana
PENGRUWATAN DALAM KALATATTWA
The Balinese tradition of meruwat is equated by restoring the state of objects, living things, or human beings. In addition to restore them, it means being free from all dirt, fatigue, or the like. Sometimes pengruwatan is believed to be a definition to get a better life, of course, through rituals that are carried out and believed in. Kalatattwa contains a narration that is narrated from the birth of Bhatara Kala to the gift he received from Lord Shiva. Wayang Sapuh Leger became a manifestation of religious ceremonies (rites) to emphasize the ritual. Palmer's hermeneutic theory is used to interpret the Kalatattwa, which emphasizes the rites of healing and Sapuh Leger
REPRESENTASI EKOLEKSIKON DALAM TEMBANG SEKAR RARÉ DAN EKSISTENSINYA DI LINGKUNGAN ANAK-ANAK
Sekar Raré is Balinese game folksongs for children. This paper discusses the forms of lexicons related to ecology in Sekar Raré folksongs. The object of this qualitative descriptive study is the text of Balinese kid’s folksongs which are grouped into three types, namely dolanan, gending jangér, and gending Sang Hyang. The data collection grouped and interpreted using the perspective of ecolinguistic theory. The results showed that the ecolexicon in Sekar Raré folksongs are (1) flora lexicons (tunjung, dapdap, poh,…) and fauna lexicons (meong, goak, bé,…); (2) derivative word forms (padi, mamula, durén-durén,…); (3) onomatopoeia (kung kék kék kung kék kong); and (4) nouns (dongkang), adjectives (miik), verbs (mencar). 50.4% of students grade 7 until 9 no longer sing Sekar Raré and only 49.5% of students still sing the songs for certain activities. Students are familiar with ecolexicons such as semut api, mencar, dungki, waluh, and alang-alang. However, while just a few are familiar with the sesapi putih, sowane, katilampo nguda, nunun, and pudak.Keywords: Balinese, Sekar Raré, Ecolinguistic
HAGEMONI KEKUASAAN PADA NOVEL BASUR: ANALISIS WACANA KRITIS FAIRCLOUGH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hagemoni kekuasaan yang terdapat pada novel “Basur” Karya Putu Yudiantara dengan teori hagemoni Antonio Gramsci dan dianalisis dengan pendektan analisis wacana kritis Fairclough. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga dimensi analisis wacana Fairclough yang meliputi: dimensi text (mikrostruktural), discourse practice (mesostruktural), dan sociocultural practice(makrostruktural). Dimensi mikrostruktural pada novel “Basur” karya Putu Yudiantara diketahui bahwa hagemoni kekuasaan yang terdapat pada novel tersebut digambarkan melalui diksi, frasa, kalimat, serta narasi yang digunakan penulis. Dimensi mesostruktural hasil analisisnya menunjukkan bahwa hagemoni kekuasaan yang terdapat pada novel ‘Basur” karya Putu Yudiantara secara jelas ditunjukkan oleh karakter tokoh Gede Basur sebagai orang kaya dan berilmu dan digunakan untuk menghagemoni warga desa agar hormat, segan kepadanya. Analisis dimensi makrostruktural menunjukkan hagemoni kekuasaan yang diwakili oleh kedua tokoh novel (Basur, dan Tigaron) menjelaskan bahwa kekuasaan muncul bersandarkan pada sejumlah pengetahuan, dan pengetahuan akan melahirkan sebuah kekuasaan. Novel ini juga berusaha mengedukasi pembaca bahwa ilmu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia, dan sekaligus mampu menjerumuskan/mencelakai
PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PERSPEKTIF GEGURITAN TAMTAM
Secara Umum Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Profil Pelajar Pancasila dalam perspektif Geguritan Tamtam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat Geguritan yang luwes sehingga berlaku sepanjang zaman, mampu menjawab berbagai tantangan yang bebeda pada setiap zaman, dalam hal ini berupa tantangan pada era globalisasi dan revolusi industri 4.0. Keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila yang meliputi (1) berkebinekaan global, (2) bergotong royong, (3) kreatif, (4) bernalar kritis, (5) mandiri, dan (6) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, semuanya secara tersurat maupun tersirat dimuat dalam Geguritan Tamtam
Kata Kunci : Profil Pelajar Pancasila, Pancasila, Geguritan Tamta
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ALC BERBANTUAN MEDIA QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN LITERASI NUMERASI MATEMATIKA SISWA KELAS 4 SD GUGUS 3 DESA TEJAKULA TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui : pengaruh yang signifikan model ALC berbantuan media quizizz terhadap literasi numerasi matematika siswa kelasIV sekolah dasar. Jenis penelitian yaitu eksperimen semu. Jumlah populasi penelitian ialah 161 siswa dan sampel penelitian sebanyak 60 siswa dibagi 30 siswa kelas percobaan serta 30 siswa kelas normal. Berdasarkan hipotesis yang telah diujikan pengkajian data menggunakan uji paired sampel t-test, menunjukkan bahwa jumlah responden untuk kelas eksperimen adalah df = n1 - 1= 29 signifikan 5% didapat nilai ttabel yaitu 2.045. Sehingga diketahui bahwa thitung > ttabel yaitu 12.338 > 2.045 dan nilai Sig. (2-tailed) < 0.05 (0.000 < 0.05). Hal tersebut menunjukkan ditemukan perbedaan pengaruh yang signifikan literasi numerasi matematika siswa pada kelas eksperimen sebelum maupun setelah diberikan perlakuan Model Pembelajaran ALC berbantuan media quizizz terhadap literasi numerasi matematika siswa kelas 4 Sekolah Dasar
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN PADA PASRAMAN NON FORMAL SEMARA RATIH DENGAN MODEL GOAL FREE EVALUATION
Pasraman non formal merupakan merupakan lembaga pendidikan yang memberikan program pendidikan dan pembelajaran serta kegiatan terstruktur lainnya berbasis agama Hindu. Tujuan evaluasi program ini, yaitu mendeskripsikan: (i) pengaruh positif sesuai tujuan yang dikehendaki; (ii) side-effect negatif yang tidak dikehendaki; dan (iii) side-effect positif di luar tujuan yang dikehendaki dalam proses pendidikan dan pembelajaran di Pasraman Non Formal Semara Ratih. Penelitian ini merupakan evaluasi program menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Goal Free Evaluation (GFE) yang bertujuan untuk mengevaluasi suatu program tanpa melihat tujuan program yang akan di evaluasi. Prosedur model GFE pada penelitian ini, yaitu: (i) analisis blueprint program; (ii) identifikasi tujuan evaluasi program; (iii) analisis kesesuaian pelaksanaan program; dan (iv) justifikasi pelaksanaan program. Sampel penelitian ini adalah program pendidikan dan pembelajaran pada Pasraman Non Formal Semara Ratih. Informan penelitian ini adalah pengelolan pasraman dan 20 orang sisya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian kuisioner, wawancara, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan penyajian data, reduksi data, dan triangulasi. Hasil evaluasi program menunjukkan bahwa program pendidikan dan pembelajaran pada Pasraman Non Formal Semara Ratih telah terlaksana dengan baik untuk mendukung tercapainya visi, misi, dan tujuan pasraman. Tiga efek relevan yang menjadi temuan dalam penelitian ini, yaitu: (i) efek positif program sesuai tujuan yang dikehendaki, yaitu meningkatkan pemahaman sisya sesuai program pendidikan dan mengembangkan nilai-nilai karakter; (ii) side-effect positif, yaitu meningkatkan kepedulian lingkungan, prestasi sisya, dan kualitas pembelajaran dimasa pandemi; dan (iii) side-effect negatif, yaitu banyaknya program menyebabkan alokasi waktu praktik atau latihan kesenian sedikit
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SD NEGERI 008 PALEMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V di SD Negeri 008 Palembang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V. Objek penelitian ini menganalisis minat belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V di SD Negeri 008 Palembang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan minat siswa kelas V dalam pembelajaran Bahasa Indonesia masih kurang. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V SD Negeri 008 Palembang yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kondisi dalam diri siswa seperti minat belajar siswa yang masih belum termotivasi dan tidak ada semangat dalam mengikuti proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Sedangkan faktor eksternal meliputi kondisi dari luar diri siswa seperti metode, media dan materi pembelajaran yang diberikan guru