Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
Not a member yet
    1996 research outputs found

    SEJARAH PERADILAN HINDU DI INDONESIA

    No full text
    Adil dan keadilan merupakan tema menarik pada setiap zaman dan pada setiap bangsa. Pada prinsipnya peradilan adalah bentuk pelaksanaan dari kekeuasaan kehakiman. Kekuasaan kehakiman di Indonesia dilaksanakan oleh badan peradilan umum, badan peradilan agama, badan peradilan militer, dan badan peradilan tata usaha negara. Badan-badan peradilan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman. Undang-undang ini merupakan perubahan dari undang-undang sejenis dari UU No.4 Tahun 2004, UU No. 35 Tahun 1999, UU No. 14 Tahun 1970, dan UU No. 19 Tahun 1964. Dapat diduga bahwa undang-undang ini perubahan dari undang-undang sejenis sebelumnya. Masa penjajahan dan masa kerajaan misalnya, terkenalnya dua fungsi raja, yaitu panotoprojo dan panotogomo. Ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang erat antara agama dan sistem pemerintahan. Apalagi sumber-sumber sejarah menyebutkan bahwa pada masa kerajaan terdapat hanya satu agama, yaitu Hindu, sebelum kedatangan Budha. Untuk mengetahui dan memahami kejelasan tentang sejarah peradilan Hindu merupakan perhatian utama tulisan ini. Kata Kunci: Sejarah dan Peradilan Hind

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 POHSANTEN

    Full text link
    Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh paradigma pembelajaran Picture and Picture terhadap hasil belajar saintifik pada siswa kelas V SDN 1 Pohsanten. Penelitian ini dilatarbelakangi kenyataan yaitu prosedur pembelajaran saintifik yang ada di SD Negeri 1 Pohsanten belum optimal. Perihal ini dikarenakan terdapat banyak kendala yakni: 1) Pembelajaran masih memakai model buku, 2) Pembelajaran masih memakai pendekatan ceramah sehingga siswa kesulitan dalam memahami materi, 3) Pembelajaran masih belum membawa siswa buat belajar secara langsung dengan Dunia alami. Sehingga persoalan ini belum sanggup menumbuhkan gairah, motivasi, keaktifan dan perasaan senang siswa terhadap proses pembelajaran. Jenis riset ini ialah riset eksperimen semu mempergunakan Non-Equivalent Post-test Only Control Group Design. Populasi riset ini ialah keseluruhan siswa kelas V SD Negeri 1 Pohsanten yakni 60 anak. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan mempergunakan pendekatan simple random sampling karena anggota populasi dipilih dengan cara pegundian. Selanjutnya buat tahun pelajaran 2021/2022 kelas VA dipilih dengan 20 siswa menjadi golongan eksperimen dan kelas VB dengan 20 siswa menjadi golongan kontrol di SD Negeri 1 Pohsanten. Instrumen ujian objektif (pilihan ganda) dipergunakan buat mendapatkan data ata hasil belajar saintifik siswa. Berlandaskan output pemeriksaan diperoleh hasil thitung sebesar 8,403 > ttabel 2,024. Dari rerata hitung diketahui bahwa rerata hasil belajar IPA golongan eksperimen adalah 84,10, sebaliknya rerata hasil belajar IPA golongan kontrol adalah 68,10 sehingga rata-rata hasil belajar IPA golongan eksperimen lebih besar dari pada rata-rata hasil belajar IPA golongan eksperimen. rata-rata hasil belajar. Golongan kontrol IPA (84.10 > 68.10). Jadi model pembelajaran Picture and Picture berpengaruh akan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 1 Pohsanten, maka bisa diambil simpulan yakni terdapatnya perbedaan yang signifikan model pembelajaran Picture and Picture terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 1 Pohsante

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) BERBANTUAN PERMAINAN TRADISIONAL CURIK-CURIKTERHADAP KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA KELAS V PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) Berbantuan Permainan Tradisional Curik-Curik Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Kelas V Dalam Pembelajaran Matematika SD Gugus IV Kecamatan Banjar Tahun 2022/2023. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah kurangnya kemampuan literasi numerasi dalam pembelajaran matematika khususnya di kelas V. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan desaign post test only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Banjar Tahun Pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 175 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD N 1 Banjar yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SD N 9 Banjar yang berjumlah 27 orang sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kemampuan liteasi numerasi matematika. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu test pilihan ganda yang diberikan saat post-test. Data yang dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji t varians polled berbantuan aplikasi Microsoft excel 2016, for Widows. Hasil analisis data menujukkan rata-rata nilai kelompok eksperimen 20,4 dan kelompok control 19,70 Berdasarkan uji t-test menggunakan rumus polled varians diperoleh thitung > ttabel yaitu 8,461 > 2,005 Hal ini membuktikan bahwa HO ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) Berbantuan Permainan Tradisional Curik-Curik Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Kelas V Dalam Pembelajaran Matematika SD Gugus IV Kecamatan Banja

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER BERBANTUAN PERMAINAN KELERENG TERHADAP MINAT BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA

    No full text
    Studi ini menelaah terkait pengaruh model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berbantuan permainan kelereng terhadap minat belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD. Jenis darstudinyaitu eksperimen semu dengan design ialah post-test only control group design. Populasstudinsebanyak 160 siswa kelas IV SD Gugus V Kecamatan Buleleng. Dengan sampel yang dipilih menggunakan metode simple random sampling yaitu 31 siswa kelas IV SD Neger3 Kalintu sebagakelas eksperimen dan 34 siswa kelas IV SD Neger4 Kaliuntu sebagakelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, obervasi, kuesioner, dokumentasi, dan studdokumentasi. Seluruh data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistic deskriptif, ujprasyarat, dan ujhipotesis (uji-t) dengan bantuan SPSS 25.00. Maka daritu berdasarkan atas hasil olah data tersebut didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Numbered Heads Together berbantuan permainan kelereng terhadap minat belajar Bahasa Indonesia siswa Kelas IV SD Gugus V Kecamatan Buleleng

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE BERORIENTASI PERMAINAN BOLA BEKEL TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menelaan terkait pengaruh model pembelajaran scramble berorientasi permainan bola bekel terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimental Research). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I di SD Gugus II Kecamatan Kubutambahan dengan jumlah siswa 233. . Dalam penelitian ini digunakan metode pemilihan sampel yaitu dengan Simple Random Sampling dan didapatkan hasil SD Negeri 2 Kubutambahan sebagai kelas eksperimen dan SD Negeri 4 Kubutambahan sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, studi dokumentasi, dan tes. Analisis data terdiri dari statistic deskriptif, uji prasyarat, dan uji hipotesis (uji-t) dengan bantuan SPSS 25.00. Berdasarkan atas hasil pengolahan data didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran scramble berorientasi permainan bola bekel terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa Kelas I SD Gugus II Kecamatan Kubutambahan

    EKSISTENSI PENYULUHAN AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN MODERASI BERAGAMA MELALUI SIARAN RADIO DI SINGARAJA

    Full text link
    Agama Hindu merupakan agama yang memiliki sistem pelaksanaan mengikuti budaya dari dimana Hindu itu berkembang, segala bentuk ritual keagamaan yang dilaksanakan oleh umat Hindu selalu berpedoman kepada ajaran-ajaran dharma yang dipelajari oleh umat Hindu melalui Veda Sruti dan Veda Smrti. Tri kerangka dasar agama Hindu adalah tiga konsep ajaran Hindu. Tattwa, Susila dan Upacara atau ritual merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dilakukan secara seimbang saat menjalankan praktik keagamaan Hindu. Karena ketiga aspek tersebut saling melengkapi satu sama lain. Penyuluhan agama Hindu tidak hanya dilaksanakan secara berhadapan langsung ke lapangan kepada masyarakat tetapi bisa melalui acara jagra winungu, siaran dharma, pelita dharma di radio sebagai perantara untuk memberikan edukasi, pembinaan, pendidikan ataupun permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan agama dapat dihindari. Kegiatan penyuluhan melalui radio ini sangat penting dilaksanakan yang bertujuan untuk membantu mengedukasi masyarakat terkait dengan moderasi beragama atau sikap toleransi dalam beragama kepada sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Eksistensi penyuluhan agama Hindu dalam meningkatkan moderasi umat melalui siaran radio di Singaraja. 2) Faktor pendukung terkait eksistensi penyuluhan agama Hindu dalam meningkatkan moderasi umat melalui siaran radio di Singaraja. 3) Implikasi eksistensi penyuluhan agama Hindu dalam meningkatkan moderasi beragama melalui siaran radio di Singaraja. Pendekatan dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian fenomenologi, Penelitian dengan menggunakan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, analisis dokumen dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu 1) Meningkatkan moderasi beragama. 2) Menjaga kebhinekaan. 3) Menjalin rasa saling menghargai. 4) Meningkatkan pemahaman beragama. 5) Meningkatnya animo masyarakat dalam mendengarkan nuansa rohani di siaran radio

    STRATEGI BRANDING MUSEUM GEDONG KIRTYA DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK PENGUNJUNG

    Full text link
    Museum Gedong Kirtya adalah tempat yang berisi daun palem dan buku-buku kuno dari era Belanda. Kepentingan publik untuk mengunjungi museum sangat minim karena orang berpikir Museum Gedong Kirtya hanyalah tempat untuk menyimpan daun palem. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi branding Museum Gedong Kirtya dalam meningkatkan daya tarik pengunjung. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Menggunakan data kualitatif, yaitu data yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian dan teknik menentukan informant menggunakan pengambilan sampel intensif, di mana teknik sampling diambil dengan pertimbangan tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, literatur dan dokumentasi. Penyebab penurunan kunjungan publik ke Museum Gedong Kirtya adalah kebijakan Pembatasan Kegiatan Komunitas (PPKM) yang diterapkan oleh pemerintah sebagai tanggapan terhadap pandemi, kurangnya kesadaran dan minat publik, persaingan dengan hiburan modern di era digital dan kemajuan teknologi, perubahan tren dan preferensi publik, kekurangan inovasi dan tidak memberikan pengalaman yang menarik sehingga pengunjung kehilangan minat. Ada delapan strategi branding yang diimplementasikan di Museum Gedong Kirtya untuk meningkatkan daya tarik pengunjung, termasuk: menyajikan pameran menarik, memasuki museum ke sekolah, mengatur kegiatan publik, melakukan inventaris lontar, berkolaborasi dengan seniman dan komunitas lokal, kolaborasinya dengan sektor pariwisata, penggunaan media sosial dan pemasaran digital dan umpan balik pengunjung. Implikasi dari strategi branding dalam meningkatkan daya tarik pengunjung di Museum Gedong Kirtya adalah peningkatan kesadaran dan visibilitas yang merujuk pada sejauh mana museum ini dikenal pengunjung. Memperkuat identitas dan diferensiasi di mana Museum Gedong Kirtya membedakan dirinya dari museum lain dalam beberapa aspek

    TINJAUAN YURIDIS KEJAHATAN PEDOFILIA DALAM HUKUM POSITIF DI INDONESIA

    No full text
    Penelitian ini berjudul tinjauan yuridis kejahatan pedofilia dalam hukum positif di Indonesia. Peningkatan kasus pedofilia terjadi belakangan ini, pedofilia adalah kejahatan seksual yang dikukan oleh laki-laki yang telah dewasa dna yang menjadi korbannya adalah anak, konteks pedofilia meliputi kejatahan persetubuhan dan perbuatan cabul yang korbannya adalah anak. Pengaturan pedofilia di Indonesia diatur oleh 2 (dua) UndangUndang yaitu KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak, yang dimana terjadi konflik norma bahwa terdapatnya perbedaan masa hukuman penjara bagi para pelaku pedofilia. Penelitian ini membahas pengaturan pedofilia di Indonesia dan pengaturan pedofilia dalam pembaharuan KUHP. Penelitian ini dikaji menggunakan metode hukum normatif. Pengaturan pedofilia di Indonesia ditelaah dengan asas hukum yaitu asas hukum Lex Specialis Derogat Legi Generalis, artinya jika terjadi kasus kejahatan pedofilia di Indonesia maka dasar hukum yang digunakan yakni Undang-Undang Perlindungan anak karena lebih khusus daripada KUHP. Pengaturan pedofilia di Indonesia dalam pembaharuan KUHP juga telah memberikan rasa keadilan bagi korban. Kata Kunci : Pengaturan, Pedofilia, Sanks

    KOMUNIKASI PENGELOLAAN HUTAN DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG

    Full text link
    Manfaat hutan sangat besar bagi kehidupan manusia. Namun seiring meningkatnya kebutuhan manusia seringkali lahan hutan dikorbankan hanya untuk memenuhi kepentingan manusia secara instan. Banyak sudah upaya-upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk menjaga dan melindungi hutan dari kerusakan. Pemerintah misalnya dalam usaha menjaga kelestarian hutan dan menghindari konflik dengan masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan, mencanangkan program perhutanan sosial yang salah satunya adalah program hutan desa. Hutan desa bermaksud untuk memberikan arah pengelolaan hutan dengan mempertimbangkan kepentingan ekonomi, lingkungan dan masyarakat desa secara seimbang dan berintegritas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :1. Bagaimana peran pemerintah dalam pengelolaan hutan Desa Sambangan Kecamatan Sukasada, Buleleng, 2. Bagaimana pelaksanaan pengelolaan hutan Desa Sambangan oleh LPHD Giri Amertha ?, 3. Apa dampak dari pengelolaan hutan Desa Sambangan oleh LPHD Giri Amertha ? Hasil penelitian yang dilakukan selama 6 bulan diperoleh data bahwa: 1. pemerintah melalui UPTD telah melakukan fasilitasi, pendampingan dan usaha pemberdayaan masyarakat pengelolaan hutan Desa Sambangan. 2. Pengelolaan hutan desa masih belum maksimal yang disebabkan beberapa kendala seperti kendala komunikasi, kurang maksimalnya pendampingan, kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat serta terbatasnya kemampuan LPHD dalam mengakses permodalan. 3. Dampak dari belum maksimalnya pengelolaan hutan Desa Sambangan adalah belum ada peningkatan kesejahteraan masyarakat, masih ada potensi konflik dimasyarakat, serta terjadi kerusakan lingkungan yang menyebabkan adanya ancaman bencana alam

    Membangun Jiwa Wirausaha Siswa Sekolah Dasar Melalui Kegiatan Market Day

    Full text link
    This research aims to build the entrepreneurial spirit of elementary school students through market day activities. This type of research is qualitative descriptive research. The research method used is literature study. This is done by looking for relevant reference sources, whether from previous articles, books or other sources. The research results show that, (1) Implementation of market day activities in elementary schools can be carried out in 3 stages, namely activity planning, activity implementation, and activity evaluation. The planning for this market day activity has been stated in the RPPH because this activity is the culmination of a certain theme, the themes that allow for market day activities include the themes of plants, professions, needs. This activity was carried out by dividing classes 4, 5 and 6 into 2 groups as sellers, so that there were 6 stalls. Meanwhile, students in grades 1, 2 and 3, as well as their parents, are the buyers. Evaluation of activities is carried out by teachers making direct observations of changes in children's behavior, interviews with students' parents, and analyzing student development records; (2) Market day activities can instill an entrepreneurial spirit with 8 values, namely self-confidence, courage to take risks, leadership. creative and innovative, cooperation, responsibility, honesty, hard work and perseveranc

    1,814

    full texts

    1,996

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇