Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
Not a member yet
    1996 research outputs found

    POLA KOMUNIKASI PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A) DALAM PENANGGULANGAN TINDAK KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK DI KABUPATEN BULELENG

    Full text link
    P2TP2A di bawah Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng adalah lembaga yang menawarkan berbagai layanan untuk anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan. P2TP2A bertujuan mendukung, melindungi, serta memberikan bantukan pemulihan korban kekerasan sekaligus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai berbagai isu-isu kekerasan terhadap anak dan perempuan. Anak-anak di bawah umur sering kali menjadi korban kekerasan seksual, yang merupakan ironi mengingat peran penting mereka selaku generasi penerus bangsa yang mewarisi cita-cita progresif. Metode penelitian digunakan adalah kualitatif. Pendekatan dalam penelitian yaitu pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi yang terjalin antara P2TP2A Kabupaten terhadap korban kekerasan berjalan dengan baik yang berpengaruh dengan penanganan dan pelayanan terhadap korban kekerasan tersebut. Dengan komunikasi interpersonal, proses tatap muka terjadi terus menerus merupakan dinamika komunikasi yang meningkatkan keterikatan psikologis, menumbuhkan saling percaya dan kesamaan tujuan. Bagi korban kekerasan, membuka diri untuk menceritakan kejadian yang terjadi pada dirinya kepada konselor. Konselor juga perlu menumbuhkan rasa percaya diri yang cukup pada korban. Dalam beberapa kasus berujung pada keterikatan yang berlebihan antara korban terhadap konselor. Keterikatan ini pada akhirnya mempengaruhi emosi korbannya. Model S-O-R ini dapat berdampak positif atau negatif. Stimulus adalah sesi konseling korban kekerasan. Organism adalah psikolog dP2TP2A. Respon yang dihasilkan yaitu adanya perubahan perilaku konseli ke arah yang lebih positif. Meningkatnya jumlah laporan ini disatu sisi membuktikan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan tindak kekerasan, namun dilain pihak juga menimbulkan keprihatinan bahwa dengan banyaknya kebijakan yang dibuat pemerintah, ternyata tidak mampu memberikan efek jera yang signifikan terhadap pelaku kekerasa

    STRATEGI KOMUNIKASI PERBEKEL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN DESA DI DESA PANJI ANOM KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG

    Full text link
    Strategi komunikasi yakni menyusun perencanaan pada usaha menyampaikan sebuah informasi melalui penggabungan elemen komunikasi, maka informasi yang diberikan dapat diterima serta dimengerti serta bisa merubah tingkah laku sesuai tujuan komunikasi yang dikehendaki. Adapun tujuan strategi komunikasi ini yakni memotivasi, menggerakkan, menyebarkan informasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Seperti halnya yang terjadi di Desa Panji Anom, di mana kurangnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa membuat Perbekel atau pemerintahan Desa Panji Anom harus menyusun strategi komunikasi agar dapat meningkatkan partisipasi masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan oleh Pemerintahan Desa Panji Anom adalah strategi komunikasi verbal dan non verbal yaitu melakukan komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi maupun musyawarah desa, selain itu strategi komunikasinya juga dibantu oleh media komunikasi seperti Facebook dan Website dengan tujuan agar lebih efisien. Terdapat tiga hambatan dalam strategi komunikasi yakni hambatan fisik yaitu sulitnya akses yang menjadikan masyarakat terpaksa tidak terlibat dalam kegiatan desa. Hambatan semantik yakni adanya miskomunikasi dalam proses pelayanan. Sedangkan, hambatan sosialnya yakni adanya ketidaktepatan pemilihan waktu dalam menyampaikan pesan, karena terkadang jadwal kegiatan desa bersamaan dengan jam kerja masyarakat. Strategi komunikasi yang telah dilakukan oleh Perbekel atau Pemerintahan Desa Panji Anom menunjukkan dampak positif dan negatif. Adapun dampak positifnya yakni mampu membuat masyarakat ikut berpastisipasi dalam pembangunan desa. Sedangkan dampak negatifnya yakni tidak semua aspirasi masyarakat dapat terealisasika

    STRATEGI KOMUNIKASI PIMPINAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KINERJA PEGAWAI BAGIAN PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BULELENG TAHUN 2023

    Full text link
    Pemimpin adalah orang yang mempunyai kapasitas untuk membujuk sekelompok individu agar bekerja mencapai tujuan bersama dan memberikan bimbingan kepada bawahan. Karyawan yang mendapatkan komunikasi kepemimpinan yang jelas cenderung lebih termotivasi dalam bekerja. Hal ini dapat digunakan oleh karyawan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pekerjaannya. Dengan bantuan teknik komunikasi organisasi kepemimpinan ini, dimungkinkan untuk mengidentifikasi karyawan yang termotivasi dan yang tidak. Harus ada perencanaan dari pimpinan untuk memberikan motivasi kerja kepada karyawan karena akan timbul permasalahan baru jika pendekatan komunikasi organisasi dalam memberikan inspirasi tidak tepat. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kajian ini adalah (1) observasi lapangan, (2) wawancara, (3) studi dokumen, (4) studi kepustakaan, yang meliputi referensi buku dan internet searching. Keseluruhan data yang telah diperoleh, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil dan simpulan dalam kajian ini yaitu: (1) Strategi Komunikasi Pimpinan dalam Memotivasi Kerja Pegawai Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng dengan Teknik Strategi Komunikasi Redundancy (Repetition), Canalizing, Informatif, Persuasif, dan Edukatif. (2) Faktor Penghambat dalam Strategi Komunikasi Pimpinan dalam Memotivasi Kerja Pegawai Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng yaitu dalam proses penyampaian komunikasi dan aspek semantik. (3) Imlpikasi Strategi Komunikasi Pimpinan dalam Memotivasi Kerja Pegawai Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng yaitu implikasi terhadap kinerja pegawai dan pencapaian target pekerjaan

    PENGARUH LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS

    Full text link
    Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa terutama dalam matematika masih tergolong rendah salah satunya disebabkan kurang tersedianya bahan ajar yang efektif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui apakah terdapat pengaruh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SD Negeri 008 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan teknik analisis uji t Paired Sampel T-Test dengan desain penelitian The One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD Negeri 008 Palembang sebanyak 155 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V yang berjumlah 30 siswa. Adapun eknik dalam pengumpulan data pada penelitian ini berupa tes dalam bentuk 10 soal uraian. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SD Negeri 008 Palembang

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI BALI MODERN DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) PADA SISWA KELAS VII H SMP DHARMA WIWEKA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2021/2022”

    Full text link
    The ability to write modern Balinese poetry in class VII H SMP Dharma Wiweka Denpasar  is still low. To overcome this, the researcher offers to apply the Team Assisted Individualization type of cooperative learning model. The formulation of the problem in this study are: (1) Can the application of the Team Assisted Individualization (TAI) learning model improve the ability to write modern Balinese poetry for students of class VII H SMP Dharma Wiweka Denpasar ? (2) How are the students of class VII H SMP Dharma Wiweka Denpasar responding to the application of the Team Assisted Individualization (TAI) learning model? The application of the Team Assisted Individualization (TAI) learning model can improve the ability to write modern Balinese poetry in class VII H SMP Dharma Wiweka Denpasar . This can be seen from the test results of students in the first cycle obtaining an average score of 76.19 with a total percentage of 71.79%. In the second cycle there was an increase with an average score of 83.14 with a total percentage of 89.74%, besides that an increase also occurred in student responses with an average score of 12.43 in the first cycle to 16.76 in the second cycle from a maximum score of 20 with a very positive category. It is recommended that Balinese language teachers apply the Team Assisted Individualization (TAI) learning model in learning to write modern Balinese poetry, students are advised to improve their abilities by practicing more in writing modern Balinese poetry, for the school the Team Assisted Individualization (TAI) learning model can be used as a learning model. material for consideration to be applied to other lessons. Keywords: Team Assisted Individualization (TAI) model, writing modern Balinese poetry

    Pencegahan Pernikahan Dini melalui Pasraman berdasarkan Keputusan Pesamuhan Agung II MDA tahun 2021 di Kabupaten Buleleng

    No full text
    Kabupaten Buleleng merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Bali memiliki jumlah kasus yang cukup memprihatinkan mengenai kasus pernikahan ini. Hal ini tentu terjadi karena banyak faktor sehingga hal itu masih terjadi. Kepala Dinas P2KBP3A Buleleng mengatakan bahwa pernikahan dini juga menjadi faktor pemicu lahirnya anak stunting. Rekomendasi dari BKKBN, usia ideal bagi laki-laki untuk menikah minimal 25 tahun dan perempuan 21 tahun. Rekomendasi usia ideal menikah yang dikeluarkan oleh BKKBN dibuat bukan tanpa alasan. Pada usia 21 tahun, diketahui tubuh seorang perempuan sudah berhenti tumbuh dan dewasa. Hormon dalam tubuh pun juga sudah stabil, sehingga siap bereproduksi. Upaya pencegahan pernikahan dini dengan adanya pembentukan pasraman berdasarkan keputusan pesamuhan agung II MDA tahun 2021. Dukungan dari desa adat dibentuknya pasraman sebagai pendidikan non formal bisa membantu upaya pencegahan pernikahan dini khususnya di kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan Penelitian hukum empiris adalah sebuah metode penelitian hukum yang berupaya untuk melihat, meneliti bagaimana bekerjanya hukum di masyarakat, yang kemudian menggunakan pendekatan penelitian jenis pendekatan kualitatif. Pada bab V mengenai materi pembelajaran pada pasraman sesuai dengan isi dari keputusan pesamuhan agung II MDA tahun 2021 materi pembelajaran di sesuaikan dengan jenjang sisya atau siswa pada pasraman. Materi pembelajaran ini dibagi menjadi tiga jenjang diantaranya a. Jenjang kelas anak-anak siswa tingkat PAUD sampai SD; b. Jenjang kelas remaja siswa tingkat SMP sampai SMA; dan c. Jenjang kelas dewasa siswa tingkat mahasiswa dan umum. Sebagai pencegahan pernikahan dini, desa adat menfokuskan pada jenjang kelas anak-anak dan remaja untuk memberikan materi pembelajaran yang sesuai. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Desa Adat, Pasrama

    IMPLEMENTASI PERGUB PROVINSI BALI NOMOR 80 TAHUN 2018 DI SMP DHARMA WIWEKA DENPASAR

    Full text link
    Dharma Wiweka Middle School Denpasar is a Junior High School located in Denpasar. As an educational institution, Dharma Wiweka Middle School Denpasar participated in implementing the Governor of Bali Province Regulation No. 80 of 2018 concerning the preservation of Balinese Script, Language and Literature and the implementation of the Balinese Language Month. This research method is descriptive qualitative with research results namely, the implementation of the Governor of Bali Province Regulation No. 80 of 2018 at SMP Dharma Wiweka Denpasar divided into four namely: A. Preservation of scripts by installing school name boards with a combination of Balinese script and Latin letters. Placement of Balinese script boards in each class as a means of student learning. B. Language preservation is carried out by using Balinese every Thursday, full moon and tilem which are carried out at the end of collective prayers, and the use of Balinese posters. C. Literature preservation is carried out with the availability of Balinese language literacy books and the availability of tembang extracurriculars. D. Balinese Language Month is held with various competitions, both participated by students and by teachers. Among them are Balinese poetry competitions, Balinese script writing competitions, and Masatua competitions.Keywords: Dharma Wiweka Junior High School , Implementation, Governor Regulatio

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE BERORIENTASI TRI HITA KARANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture berorientasi tri hita karana terhadap hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Melaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan quasi experiment yang dirancang dengan menggunakan post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 81 orang dari peserta didik kelas IV SD Gugus II Kecamatan Melaya. Sebanyak 18 peserta didik kelas IV SD Negeri 6 Melaya terpilih sebagai kelompok eksperimen, sementara 18 peserta didik kelas IV SD Negeri 3 Melaya terpilih sebagai kelompok kontrol dengan menggunakan teknik simple random sampling. Adapun instrumen yang digunakan adalah tes soal pilihan ganda. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan analisis data dapat dibuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPAS yang ditunjukkan melalui rata-rata hasil belajar peserta didik kelompok eksperimen adalah 82,35, sedangkan rata-rata hasil belajar peserta didik kelompok kontrol adalah 58,61. Hasil uji hipotesis mendapatkan thitung sebesar 8,425 dan ttabel sebesar 2,028 yang artinya thitung > ttabel. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture berorientasi tri hita karana memiliki pengaruh terhadap hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV Sekolah Dasar. (pµ2)

    TELAAH ATAS PEMIKIRAN HENRY ARMAND GIROUX TENTANG PEDAGOGI KRITIS DAN RELEVANSINYA DENGAN PENGEMBANGAN SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA

    Full text link
    Pendidikan dewasa ini hanya diartikan sempit sebagai pengajaran. Artinya, pendidikan telah selesai ketika anak didik mampu untuk menghafal materi pelajaran, pendidikan juga dikatakan telah selesai ketika anak didik mampu untuk menjawab semua tes dan ujian yang diberikan oleh guru. Anak didik juga akan lebih dihargai ketika patuh dan tunduk pada semua perintah guru. Demikian juga bagi seorang pendidik bahwasanya semua tugas mendidik telah selesai apabila telah melengkapi seluruh administrasi pendidikan. Sehingga gaya pendidikan konservatif ini justru akan memenjarakan anak didik hingga kepada guru untuk tidak dapat bebas dalam melakukan kreativitas. Di samping itu, orientasi pendidikan hanya untuk memenuhi industri kapital serta dunia kerja, bukan pada aspek menumbuhkan seluruh potensi yang dimiliki oleh anak didik. Dengan demikian, pedagogi kritis dari Henry A. Giroux ini hadir untuk membongkar gaya pendidikan yang konservatif. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan hermeneutik filosofis, maka hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa gagasan pedagogi kritis ini bermula dari kekhawatiran Giroux mengenai pendidikan yang telah kehilangan esensinya untuk menumbuhkan segenap potensi yang dimiliki oleh anak didik, dan justru pendidikan telah dipengaruhi oleh unsur kapital, neoliberal, politik dan juga kekuasaan. Pedagogi kritis dalam pandangan Giroux ini dapat diimpelemtasikan dalam pengembangan sistem pendidikan di Indonesia yakni untuk membongkar bentuk-bentuk formalisme dan fundamentalisme agama dalam pendidikan dengan menghadirkan kembali demokrasi dalam pendidikan di Indonesia

    PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN FILOSOFI COK BAKAL STUDI ETNOPEDAGOGI DI UTAMA WIDYA PASRAMAN GANESHA PARWATI KABUPATEN BANYUWANGI

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman akan pentingnya pendidikan karakter dan penerapannya pada siswa di Utama Wiya Pasraman. Dengan mengadopsi Cok Bakal sebagai filosofi yang bersumber dari kearifan lokal masyarakat Jawa, penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan Cok Bakal sebagai tradisi kekayaan budaya yang perlu dilestarikan dalam implementasinya kepada siswa di Utama Wiya Pasraman. Penelitian dilakukan di Utama Widya Pasraman Ganesa Parwati di Desa Karetan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi yang menjadi Pasraman Formal Pertama tingkat Utama Widya Pasraman dalam implementasi tradisi atau budaya lokal terhadap peningkatan pendidikan karakter Siswa.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dengan Filosofi Cok Bakal Studi Ednopedagogi merupakan salah satu kearifan lokal yang diimplementasikan secara intensif di Utama Widya Pasraman Ganesa Parwati Banyuwangi. Penelitian ini mengkaji tiga permasalahan yaitu; (1) Makna Filosofi Cok Bakal sebagai tradisi atau budaya lokal masyarakat Jawa, (2) Proses Penguatan Pendidikan Karakter Siswa dengan Filosofi Cok Bakal sebagai media pembelajaran, (3) Implikasi Filosofi Cok Bakal sebagai media pembelajaran dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) siswa. Adapun teori yang dipergunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut adalah; (1) Teori Makna menurut Hornby, (2) Teori Karakter Menurut Thomas Lichona, dan (3) Teori Perkembangan Moral menurut Teori Belajar Sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mempergunakan pendekatan fenomenologis.Hasil penelitian menyatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dengan Filosofi Cok Bakal Studi Ednopedagogi di Utama Widya Pasraman Ganesa Parwati meliputi; (1) Makna Filosofi Cok bakal, merupakan  hasil dari  interaksi  manusia  simbolik bisa dalam bentuk ritual maupun karakter, dimana interaksi simbolik terjadilah interaksi yang didalamnya akan terkontruksi makna dari simbol yang terdapat pada Cok Bakal kemudian makna tersebut dapat dijadikan nilai-nilai teladan bagi siswa seperti nilai religi, toleransi, disiplin, kerja keras, semangat kebangsaan, cinta  tanah  air, serta peduli sosial, (2) Proses Penguatan Pendidikan Karakter meliputi pelaksanaannya dengan cara mengintegrasikan kedalam lima poin kegiatan, yaitu intra kurikuler, ekstra kurikuler, adiwiyata, dan keagamaan serta dinamika kelompok, (3) Implikasinya yaitu Pertama bagi Guru adalah secara otomatis menjadi motivator serta teladan, edukator (pendidik), pemimpin (leader) di kelas, dan sebagai Evaluator, Kedua bagi Siswa dapat memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) mulai dari datang sampai pulang, Ketiga bagi Masyarakat dapat memberikan dampak yang positif pada pemahaman agama siswa terhadap pembiasaan, pembelajaran dan kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat

    1,814

    full texts

    1,996

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇