4897 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO KOTA PALU TAHUN 2024
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO KOTA PALU TAHUN 2024
Rizka Dwiyulianti1, Sumarni2, Ketut Suarayasa3, Devi Oktaviani4 1Mahasiswa Program studi Kedokteran Universitas Tadulako
2Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Departemen IKM Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 4Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Email: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Angka kejadian anemia pada ibu hamil meningkat setiap tahunnya. Kadar hemoglobin yang rendah selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, yaitu kelahiran prematur, hipoksia janin, keguguran, dan berat badan lahir rendah.
Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara random dari rekam medis di Puskesmas Mamboro Kota Palu tahun 2024 sebanyak 69 responden.
Hasil: Kadar hemoglobin pada Ibu yang melahirkan tahun 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro Kota Palu rata-rata adalah normal (>11 g/dL) sebanyak 45 ibu (65,2%), terdapat 3 ibu (6,7 %) diantaranya melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah ( 0,05)
Kata Kunci: Kadar Hemoglobin, Anemia, Kehamilan, Berat Badan Lahir Bay
EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK 10% BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT (Vulnus scissum) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)
EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK 10% BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT (Vulnus scissum) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)
Tiara Khairunnisa1, Asrawati Sofyan2, Nur Syamsi3, Junjun Fitriani4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Luka merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian tinggi di Sulawesi Tengah sebesar 13,8%. Kondisi ini banyak dialami oleh masyarakat dengan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan yang dapat memperlambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi. Penggunaan tanaman obat sebagai terapi alternatif banyak diminati masyarakat karena dianggap lebih aman dan mudah diperoleh. Salah satu tanaman yang memiliki potensi terapeutik adalah biji pepaya (Carica papaya L.) yang mengandung senyawa aktif flavonoid yang berperan sebagai antioksidan, antiinflamasi, serta mendukung pembentukan kolagen sehingga mempercepat proses penyembuhan luka.
Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian gel ekstrak biji pepaya 10% terhadap proses penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus).
Metode: Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan rancangan posttest with control group design. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok penelitian, yaitu kontrol positif Bioplacenton gel@, kontrol negatif basis gel dan kelompok uji gel ekstrak 10% biji pepaya.
Hasil: Uji Shapiro-Wilk tidak terdistribusi normal (
HUBUNGAN KADAR BILIRUBIN TOTAL DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TALISE KOTA PALU TAHUN 2025
ABSTRAK
HUBUNGAN KADAR BILIRUBIN TOTAL DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TALISE KOTA PALU TAHUN 2025
Adillah Putri Ramadhani*, Tri Setyawati**, Sumarni***, Intania Riska Putrie**
* Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
** Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
*** Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
e-mail : [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat ketidakseimbangan insulin, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti disfungsi hepar. Hiperglikemia kronis memicu stres oksidatif melalui produksi reactive oxygen species (ROS) yang menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan tubuh. Fungsi bilirubin sebagai antioksidan alami berperan dalam menetralisir radikal bebas dan berpotensi sebagai biomarker prognostik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar bilirubin total dengan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Talise Kota Palu Tahun 2025.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Talise tahun 2025. Sampel berjumlah 51 pasien DMT2 yang dipilih secara purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data kadar glukosa darah puasa diperoleh melalui metode Point of Care Testing (POCT), serta pemeriksaan bilirubin total menggunakan metode jendrassik grof. Analisis data dilakukan menggunakan uji Pearson.
Hasil: Rata-rata kadar glukosa darah puasa adalah 188,67 mg/dL, sedangkan rerata kadar bilirubin total adalah 0,5802 mg/dL. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif yang sangat lemah (r = 0,155) namun tidak signifikan secara statistik (p-value = 0,278).
Kesimpulan: Terdapat hubungan tidak signifikan antara kadar bilirubin total dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien DMT2. Arah korelasi positif mengindikasikan bahwa peningkatan kadar glukosa darah puasa diikuti oleh peningkatan kadar bilirubin total.
Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Bilirubin Total, Glukosa Darah Puas
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KELUARGA BERENCANAPASCA PERSALINAN DI PUSKESMAS BULILI KOTA PALU
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang keluarga Berencana Pasca Persalinan Di Puskesmas Bulili Kota Palu
AGNES USI ARI N21022054
ABSTRAK
Latar Belakang :. Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, kehamilan, melalui promosi perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Tujuan : untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang keluarga berencana pasca persalinan di Puskesmas Bulili Kota Palu. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang ada, yaitu fenomena alam atau fenomena buatan manusia, atau yang digunakan untuk menganalisis atau menggambarkan hasil subjek tetapi tidak dimaksudkan untuk memberikan implikasi yang lebih luas.Hasil : Penelitian ini menunjukan bahwa menurut pengetahuan di puskesmas bulili kota palu dari 30 ibu berpengetahuan baik sebanyak 20 (66,7%) responden, Hasil penelitian menurut sikap dari 30 ibu hamil memiliki sikap positif sebanyak 15 ( 50.0%) responden, sikap negatif sebanyak 15 (50,0%) responden. Kesimpulan : Disimpulkan bahwa Karakteristik responden ibu hamil berdasarkan pengetahuan yaitu mayoritas ibu hamil bepengetahuan baik. Karakteristik responden ibu hamil berdasarkan sikap yaitu antar sikap positif dan negatif seimbang.
Kata Kunci : Pengetahuan Ibu Hamil; Sikap Ibu Hamil; Keluarga Berencana Pasca Persalina
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS BULILI
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Karya Tulis Ilmiah, 23 Juni 2025
Irmawati
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU
PADA PENDERIA HIPERTENSI DI PUSKESMAS BULILI
ABSTRAK
Latar Belakang : Hipertensi adalah tekanan darah tinggi mencapai atau lebih dari angka 140 mmHg untuk tekanan sistolik dan 90 mmHg untuk tekanan diastolik. Pengetahuan adalah hasil dari tahu, dan hasil dari mengetahui sesuatu setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap sesuatu. Sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu terhadap situasi tertentu. Sedangkan perilaku sebagai reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku pada penderita Hipertensi di Puskesmas Bulili. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang melakukan pengobatan di Puskesmas Bulili dengan jumlah sampel 97 responden. Data dikumpulkan dengan kuesioner kemudian diolah dengan menggunakan Statistik Deskriptif. Hasil : Sebagian besar responden dalam kategori pengetahuan baik sebanyak 66 orang (68,0%), pengetahuan cukup sebanyak 26 orang (26,8%) dan kategori pengetahuan kurang sebanyak 5 orang (5,2%). Sikap penderita pada kategori positif sebanyak 74 orang (76,3%) dan kategori negatif sebanyak 23 orang (23,7%). Perilaku penderita pada kategori mendukung sebanyak 73 orang (75,3%) dan kategori tidak mendukung sebanyak 24 orang (24,7%). Kesimpulan : Pengetahuan responden dengan kategori baik sebanyak 66 orang (68,0%), sikap penderita pada ketegori positif sebanyak 74 orang (76,3%) dan perilaku penderita pada kategori mendukung sebanyak 73 orang (75,3%). Saran : Pengetahuan, sikap dan perilaku penderita terhadap penyakit hipertensi dapat dipengaruhi oleh pengalaman pribadi penderita dalam mempelajari atau mencari informasi tentang hipertensi, menjalankam self monitoring, perubahan gaya hidup dan kepatuhan dalam pengobatan agar penderita hipertensi mampu mengendalikan penyakitnya supaya tidak menimbulkan berbagai komplikasi.
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Hipertens
GAMBARAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANGAN HEMODIALISA RSUD LUWUK
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2025
Miftahul zana gita putri tuamadji
GAMBARAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANGAN HEMODIALISA
RSUD LUWUK
ABSTRAK
Latar Belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kondisi menurunnya fungsi ginjal secara progresif dan permanen, yang menimbulkan gangguan keseimbangan cairan, elektrolit, serta akumulasi zat toksik dalam tubuh. Salah satu upaya penting dalam pengelolaan GGK adalah kepatuhan terhadap diet yang tepat, meliputi pembatasan asupan cairan, protein, kalium, dan fosfor. Namun, dalam praktiknya masih banyak pasien yang belum mematuhi anjuran diet, yang berpotensi memperburuk kondisi klinis mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Luwuk. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berisi 20 pernyataan terkait kepatuhan diet. Populasi penelitian adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Luwuk sebanyak 90 orang, dan diperoleh sampel 48 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 25 responden (52,1%) tidak patuh terhadap diet, sedangkan 23 responden (47,9%) patuh. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (75%), berusia 36–45 tahun (66,7%), berpendidikan terakhir SD (68,8%), dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga (68,8%). Mayoritas pasien telah menderita GGK lebih dari 5 tahun (66,7%). Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan diet masih rendah meskipun pasien telah lama menjalani hemodialisa. Kesimpulan: Kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Luwuk masih rendah. Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, dukungan keluarga, serta kejenuhan terhadap rutinitas hemodialisa berpengaruh terhadap kepatuhan pasien. Diperlukan program edukasi berkelanjutan, pendekatan komunikasi empatik dari tenaga kesehatan, dan pelibatan aktif keluarga untuk meningkatkan kepatuhan diet pasien GGK.
Kata Kunci: Kepatuhan Diet, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Edukasi Pasie
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BULILI
Gambaran Pengetahuan Tentang Kepatuhan Minum Obat
Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Bulili
Livia Ananda (2025)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas kedokteran Universitas Tadulako
Abstrak
Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara abnormal dan terus menerus pada beberapa kali pemeriksaan tekanan darah yang disebabkan satu atau beberapa faktor risiko yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam mempertahankan tekanan darah secara normal, Hipertensi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Hipertensi sering menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan semakin tingginya tekanan darah. Pengobatan awal pada hipertensi sangatlah penting karena dapat mencegah timbulnya komplikasi pada beberapa organ tubuh seperti jantung, ginjal, dan otak. Kepatuhan adalah sebagai perilaku untuk menaati saran-saran dokter atau prosedur dari dokter tentang penggunaan obat, yang sebelumnya didahului oleh proses konsultasi antara pasien dengan dokter sebagai penyedia jasa medis. Kepatuhan dalam menjalani pengobatan merupakan salah satu faktor penting dalam mengontrol tekanan darah pasien hipertensi itu sendiri. Tujuan: untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan tentang kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Metode Penelitian: metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil: Di dapatkan bahwa dari 97 responden 3 responden dengan pengetahuan yang kurang (3.1%), pengetahuan yang cukup sebanyak 40 responden (41.2%). Dan yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 54 responden (55.7%). Kesimpulan: pada penelitian ini disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan kepatuhan minum obat pada hipertensi memiliki pengetahuan yang baik.Saran: Bagi penderita hipertensi penting untuk meningkatkan pengetahuan tentang kepatuhan minum obat.
Kata kunci :Pengetahuan, Hipertensi, Kepatuha
PENERAPAN INTERVENSI HORTIKULTURA DALAM MENGENDALIKAN PENERAPAN INTERVENSI HORTIKULTURA DALAM MENGENDALIKAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT UMUM MADANI PALU
ABSTRAK
PENERAPAN INTERVENSI HORTIKULTURA DALAM MENGENDALIKAN
RISIKO PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA
DI RUMAH SAKIT UMUM MADANI PALU
(Diruang Srikaya RSUD Madani Palu Tahun 2025)
Oleh:
Wulandari
(N21022036)
Risiko perilaku kekerasan merupakan salah satu tantangan utama dalam perawatan pasien skizofrenia, yang sering kali muncul akibat ketidakmampuan mengelola emosi dan persepsi yang terganggu. Intervensi hortikultura berupa terapi berkebun dengan polybag dipandang sebagai pendekatan nonfarmakologis yang potensial dalam mengalihkan emosi negatif serta meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan terapi hortikultura dalam mengurangi tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia di Ruangan Srikaya RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua pasien skizofrenia yang menunjukkan risiko perilaku kekerasan. Intervensi dilakukan selama 14 hari dengan melibatkan pasien dalam aktivitas berkebun menggunakan polybag. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah rekam medis, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas emosi negatif, peningkatan kemampuan mengontrol emosi, serta pengurangan perilaku agresif pada kedua pasien. Respon positif ditunjukkan baik secara verbal, fisik, maupun emosional. Dapat disimpulkan bahwa terapi hortikultura dengan metode berkebun menggunakan polybag efektif digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam praktik keperawatan jiwa.
Kata Kunci: Risiko Perilaku Kekerasan, Skizofrenia, Terapi Berkebun dengan polybag, Hortikultur
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DALAM MENGENAL MASALAH KESEHATAN HIPERTENSI
PROGRAM STUDI D-111 KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Karya Tulis Imiah, Maret 2025
Eli Susan
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DALAM MENGENAL MASALAH KESEHATAN HIPERTENSI
ABSTRAK
Latar belakang : Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang beresiko dan mengarah kepada penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke dan penyakit ginjal yang sering di temukan setiap negara. Hipertensi dikategorikan sebagai the silent disease atau the silent killer, karena penderita tidak mengetahui sebelum memeriksa tekanan darahnya.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan hipertensi di Puskesmas Bulili. Metode : penelitian ini mengunakan penilitian deskriptif dengan desain survei dimana peniliti ingin menggambarkan tingkat pengetahuan keluarga dalam mengenal masalah hipertensi. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 85 sampel mengunakan rumus slovin. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil : Hasil penelitian menunjakan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang adalah sebanyak 56 responden ( 65,9 %), dan pengetahuan baik 29 responden ( 34,1% ). Kesimpulan : kesimpulan dari penelitian ini bahwa Gambaran Tingkat pengetahuan keluarga dalam mengenal masalah Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bulili sebagian keluarga memeiliki pengetahuan yang kurang.
Kata Kunci : Pengetahuan,Umur, Pendidika
HUBUNGAN KECUKUPAN ASUPAN KALORI DENGAN KEJADIANSTUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU TAHUN 2024
HUBUNGAN KECUKUPAN ASUPAN KALORI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU TAHUN 2024
Dzakwan Adib1, Sumarni2
1 Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2 Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan: Stunting merupakan sebuah masalah kurang gizi kronis yang dapat menyebabkan gangguan di masa yang akan datang seperti kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. (Kemenkes RI, 2022). Menurut data SSGI Tahun 2022, angka stunting di provinsi Sulawesi Tengah masih berada di angka yang mengkhawatirkan.Kalori adalah salah satu nilai yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan berat badan. Makanan yang berkalori tinggi ialah makanan yang memiliki jumlah nutrisi makro besar yang dibutuhkan oleh tubuh untuk beraktivitas sehari-hari. Semua kalori makanan seperti karbohidrat, lemak, serta protein dapat dikonversi menjadi lemak. Jika terjadi peningkatan pada akumulasi lemak dapat menyebabkan terjadinya kelebihan berat badan atau pertambahan berat badan (Teddy santya et al., 2019).
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analisis observasional dengan rancangan case control. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh hubungan kecukupan kalori dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu tahun 2024.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kecukupan asupan kalori dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu tahun 2024.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat 47 balita dengan asupan kebutuhan gizi kurang diantaranya 32 balita (68,1%) mengalami stunting dan 15 balita (31,9%) tidak mengalami stunting. Pada balita dengan asupan kebutuhan gizi yang cukup, terdapat 17 balita (34,7%) yang mengalami stunting dan 32 balita (65,3%) tidak mengalami stunting dengan total 49 balita. Terdapat 14 balita dengan asupan kebutuhan gizi berlebih, diantaranya 6 balita (42,9%) mengalami stunting dan 8 balita (57,1%) tidak mengalami stunting.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan dengan hasil uji statistik menunjukkan angka p-value 0,004 (p-value < 0,005) yang artinya terdapat hubungan antara kecukupan asupan kalori dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja puskesmas sangurara kota palutahun 2024
Kata Kunci: Stunting, Status Gizi, Asupan Kalor