Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    HUBUNGAN KECUKUPAN ASUPAN KALORI DENGAN KEJADIANSTUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU TAHUN 2024

    No full text
    HUBUNGAN KECUKUPAN ASUPAN KALORI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU TAHUN 2024 Dzakwan Adib1, Sumarni2 1 Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 2 Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan: Stunting merupakan sebuah masalah kurang gizi kronis yang dapat menyebabkan gangguan di masa yang akan datang seperti kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. (Kemenkes RI, 2022). Menurut data SSGI Tahun 2022, angka stunting di provinsi Sulawesi Tengah masih berada di angka yang mengkhawatirkan.Kalori adalah salah satu nilai yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan berat badan. Makanan yang berkalori tinggi ialah makanan yang memiliki jumlah nutrisi makro besar yang dibutuhkan oleh tubuh untuk beraktivitas sehari-hari. Semua kalori makanan seperti karbohidrat, lemak, serta protein dapat dikonversi menjadi lemak. Jika terjadi peningkatan pada akumulasi lemak dapat menyebabkan terjadinya kelebihan berat badan atau pertambahan berat badan (Teddy santya et al., 2019). Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analisis observasional dengan rancangan case control. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh hubungan kecukupan kalori dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu tahun 2024. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kecukupan asupan kalori dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu tahun 2024. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat 47 balita dengan asupan kebutuhan gizi kurang diantaranya 32 balita (68,1%) mengalami stunting dan 15 balita (31,9%) tidak mengalami stunting. Pada balita dengan asupan kebutuhan gizi yang cukup, terdapat 17 balita (34,7%) yang mengalami stunting dan 32 balita (65,3%) tidak mengalami stunting dengan total 49 balita. Terdapat 14 balita dengan asupan kebutuhan gizi berlebih, diantaranya 6 balita (42,9%) mengalami stunting dan 8 balita (57,1%) tidak mengalami stunting. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan dengan hasil uji statistik menunjukkan angka p-value 0,004 (p-value < 0,005) yang artinya terdapat hubungan antara kecukupan asupan kalori dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja puskesmas sangurara kota palutahun 2024 Kata Kunci: Stunting, Status Gizi, Asupan Kalor

    PROFIL DERAJAT KEPARAHAN BERDASARKAN PEMERIKSAAN TROMBOSIT, LEUKOSIT, HEMATOKRIT PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RAWAT INAP RSUD ANUTAPURA PALU TAHUN 2023

    No full text
    PROFIL DERAJAT KEPARAHAN BERDASARKAN PEMERIKSAAN TROMBOSIT, LEUKOSIT, HEMATOKRIT PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RAWAT INAP RSUD ANUTAPURA PALU TAHUN 2023 Onyx Qinaya Sitammu¹, Nur Indang², Amirah Basry3, Ary Anggara4 ¹Mahasiswa Progran Studi Pendidikan Dokter Universitas Tadulako ²Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 4Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Email : [email protected] ABSTRAK Latar belakang: Demam berdarah dengue adalah masalah global, dengan 390 juta kasus infeksi setiap tahun menurut WHO. Infeksi demam berdarah terjadi di beberapa negara, khususnya di Asia Tenggara. Demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang umum ditemukan di Indonesia. Kementerian kesehatan RI memperkirakan 143.000 kasus DBD di Indonesia pada akhir 2022. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat derajat keparahan DBD berdasarkan pemeriksaan trombosit, leukosit, hematokrit pada pasien demam berdarah dengue di rawat inap RSUD Anutapura Palu tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder berupa rekam medis yang diambil di RSUD Anutaptra Palu. Populasi pada penelitian berjumlah 217 sampel kemudian dipilih 143 sampel melalui metode purposive sampling. Hasil: Berdasarkan hasil yang diperoleh, dari 143 sampel, terdapat 119 orang DBD derajat 1 dengan jumlah trombosit rendah yaitu 100 orang, hematokrit normal yaitu 72 orang, dan leukosit rendah yaitu 63 orang. Pada pasien derajat 2 sebanyak 20 orang dengan jumlah trombosit rendah yaitu 20 orang, hematokrit normal yaitu 12 orang, dan leukosit rendah yaitu 13 orang. Pasien derajat 3 sebanyak 4 orang dengan jumlah trombosit rendah yaitu 4 orang, hematokrit normal 3 orang dan leukosit rendah yaitu 2 orang dan jumlah leukosit tinggi yaitu 2 orang. Hasil analisis menggunakan uji Kruskall Wallis menunjukkan nilai signifikan pada trombosit (p=0,037) dan hematokrit (p=0,044), sedangkan leukosit tidak signifikan (p=0,225). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada nilai trombosit dan leukosit antar derajat keparahan DBD, namun tidak ada perbedaan signifikan pada nilai hematokrit. Kata Kunci: Derajat Keparahan DBD, Trombosit, Hematokrit, Leukosi

    EVALUASI PENYELENGGARAAN PMT BERBAHAN LOKAL PADA BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO

    No full text
    EVALUASI PENYELENGGARAAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BERBAHAN LOKAL PADA BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PKM MAMBORO Surya Yuro Punggava1, Ketut Suarayasa2 1 Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2 Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Dan Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRACT Pendahuluan: Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan Pembangunan Kesehatan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Pembangunan nasional. Menurut data hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi wasting di kota palu mencapai 24,7%, meningkat dari 23,9% pada 2021. Pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi pada Balita. Puskesmas Mamboro juga sudah melaksanakan program PMT berbahan pangan loal kepada Balita gizi kurang, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal Pada Balita Gizi Kurang di Puskesmas mamboro. Metode: Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Mix Method yaitu penelitian dengan mengkombinasikan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Penelitian Kuantitatif dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan indikator input (Perencanaan) proses (Persiapan dan pelaksanaan) dan output (Pencatatan dan pelaporan). Sedangkan penelitian kualititaf dilakukan untuk memperoleh informasi lebih mendalam tentang pelaksanaan program PMT berbahan loka pada Balita gizi kurang Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan indikator input (meliputi : penyusunan kerangka acuan, pembentukan tim pelaksana, penetapan data sasaran penerima PMT, penetapan lokasi kegiatan, penyusunan siklus menu, dan penyusunan Rencana Anggaran), indikator proses (meliputi : persiapan dalam bentuk sosialisasi dan pembekalan petugas, pembelian bahan makanan, pengolahan bahan makanan, pemberian makanan tambahan disertai edukasi, dan memperhatikan protokol kesehatan), serta indikator output (meliputi : pencatatan dan Pelaporan secara berjenjang dan berkesinambungan, pencatatan dan pelaporan dari penentuan sasaran hingga berakhirnya intervensi PMT), terlaksana dengan baik (100%). Hasil wawancara mendalam terhadap informan juga menyampaikan bahwa pelaksanaan program PMT berbahan lokal bagi balita gizi kurang telah berjalan dengan baik. Kesimpulan : Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal bagi balita gizi kurang berdasarkan indikator input, proses dan output terlaksana 100% dan sudah berjalan dengan baik. Kata Kunci : Evaluasi Program, Balita Gizi Kurang, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan loka

    PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) TERHADAP PERUBAHAN STATUS GIZI ANAK BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROBULI KOTA PALU TAHUN 2023

    No full text
    PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) TERHADAP PERUBAHAN STATUS GIZI ANAK BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROBULI KOTA PALU TAHUN 2023 Ihsaniaty Razqiyah*, Miranti** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, universitas Tadulako **Departemen Ikatan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Balita adalah anak dengan usia 12 bulan sampai dengan 59 bulan yang membutuhkan zat gizi seimbang. Hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan prevalensi balita gizi kurang di Indonesia sebesar 17,1% dan mengalami peningkatan sebesar 0,1%. Prevalensi balita gizi kurang di Sulawesi Tengah sebesar 25% dan di Kota Palu sebesar 3,37%. Pemberian makanan tambahan (PMT) merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mengatasi masalah gizi, baik PMT penyuluhan maupun PMT Pemulihan yang dibuat dari bahan makanan lokal yang tersedia dan mudah diperoleh masyarakat. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) terhadap perubahan status gizi anak balita gizi kurang di Puskesmas Birobuli Kota Palu tahun 2023. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quassy eksperimental dengan rancangan pre post test without control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita gizi kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu yang mendapatkan program pemberian makanan tambahan (PMT) pada rentang waktu Oktober – Desember 2023, yaitu sebanyak 30 balita gizi kurang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Data diolah dengan analisis uji univariat dan bivariat menggunakan uji “wilcoxon signed rank” Hasil: Uji normalitas dengan Shapiro-Wilk menunjukkan nilai si

    HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO KOTA PALU TAHUN 2024

    No full text
    HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO KOTA PALU TAHUN 2024 Rizka Dwiyulianti1, Sumarni2, Ketut Suarayasa3, Devi Oktaviani4 1Mahasiswa Program studi Kedokteran Universitas Tadulako 2Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Departemen IKM Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 4Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Email: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Angka kejadian anemia pada ibu hamil meningkat setiap tahunnya. Kadar hemoglobin yang rendah selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, yaitu kelahiran prematur, hipoksia janin, keguguran, dan berat badan lahir rendah. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara random dari rekam medis di Puskesmas Mamboro Kota Palu tahun 2024 sebanyak 69 responden. Hasil: Kadar hemoglobin pada Ibu yang melahirkan tahun 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro Kota Palu rata-rata adalah normal (>11 g/dL) sebanyak 45 ibu (65,2%), terdapat 3 ibu (6,7 %) diantaranya melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah ( 0,05) Kata Kunci: Kadar Hemoglobin, Anemia, Kehamilan, Berat Badan Lahir Bay

    EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK 10% BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT (Vulnus scissum) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

    No full text
    EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK 10% BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT (Vulnus scissum) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Tiara Khairunnisa1, Asrawati Sofyan2, Nur Syamsi3, Junjun Fitriani4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Luka merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian tinggi di Sulawesi Tengah sebesar 13,8%. Kondisi ini banyak dialami oleh masyarakat dengan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan yang dapat memperlambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi. Penggunaan tanaman obat sebagai terapi alternatif banyak diminati masyarakat karena dianggap lebih aman dan mudah diperoleh. Salah satu tanaman yang memiliki potensi terapeutik adalah biji pepaya (Carica papaya L.) yang mengandung senyawa aktif flavonoid yang berperan sebagai antioksidan, antiinflamasi, serta mendukung pembentukan kolagen sehingga mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian gel ekstrak biji pepaya 10% terhadap proses penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus). Metode: Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan rancangan posttest with control group design. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok penelitian, yaitu kontrol positif Bioplacenton gel@, kontrol negatif basis gel dan kelompok uji gel ekstrak 10% biji pepaya. Hasil: Uji Shapiro-Wilk tidak terdistribusi normal (

    HUBUNGAN KADAR BILIRUBIN TOTAL DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TALISE KOTA PALU TAHUN 2025

    No full text
    ABSTRAK HUBUNGAN KADAR BILIRUBIN TOTAL DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TALISE KOTA PALU TAHUN 2025 Adillah Putri Ramadhani*, Tri Setyawati**, Sumarni***, Intania Riska Putrie** * Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ** Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako *** Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako e-mail : [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat ketidakseimbangan insulin, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti disfungsi hepar. Hiperglikemia kronis memicu stres oksidatif melalui produksi reactive oxygen species (ROS) yang menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan tubuh. Fungsi bilirubin sebagai antioksidan alami berperan dalam menetralisir radikal bebas dan berpotensi sebagai biomarker prognostik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar bilirubin total dengan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Talise Kota Palu Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Talise tahun 2025. Sampel berjumlah 51 pasien DMT2 yang dipilih secara purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data kadar glukosa darah puasa diperoleh melalui metode Point of Care Testing (POCT), serta pemeriksaan bilirubin total menggunakan metode jendrassik grof. Analisis data dilakukan menggunakan uji Pearson. Hasil: Rata-rata kadar glukosa darah puasa adalah 188,67 mg/dL, sedangkan rerata kadar bilirubin total adalah 0,5802 mg/dL. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif yang sangat lemah (r = 0,155) namun tidak signifikan secara statistik (p-value = 0,278). Kesimpulan: Terdapat hubungan tidak signifikan antara kadar bilirubin total dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien DMT2. Arah korelasi positif mengindikasikan bahwa peningkatan kadar glukosa darah puasa diikuti oleh peningkatan kadar bilirubin total. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Bilirubin Total, Glukosa Darah Puas

    GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KELUARGA BERENCANAPASCA PERSALINAN DI PUSKESMAS BULILI KOTA PALU

    No full text
    Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang keluarga Berencana Pasca Persalinan Di Puskesmas Bulili Kota Palu AGNES USI ARI N21022054 ABSTRAK Latar Belakang :. Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, kehamilan, melalui promosi perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Tujuan : untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang keluarga berencana pasca persalinan di Puskesmas Bulili Kota Palu. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang ada, yaitu fenomena alam atau fenomena buatan manusia, atau yang digunakan untuk menganalisis atau menggambarkan hasil subjek tetapi tidak dimaksudkan untuk memberikan implikasi yang lebih luas.Hasil : Penelitian ini menunjukan bahwa menurut pengetahuan di puskesmas bulili kota palu dari 30 ibu berpengetahuan baik sebanyak 20 (66,7%) responden, Hasil penelitian menurut sikap dari 30 ibu hamil memiliki sikap positif sebanyak 15 ( 50.0%) responden, sikap negatif sebanyak 15 (50,0%) responden. Kesimpulan : Disimpulkan bahwa Karakteristik responden ibu hamil berdasarkan pengetahuan yaitu mayoritas ibu hamil bepengetahuan baik. Karakteristik responden ibu hamil berdasarkan sikap yaitu antar sikap positif dan negatif seimbang. Kata Kunci : Pengetahuan Ibu Hamil; Sikap Ibu Hamil; Keluarga Berencana Pasca Persalina

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS BULILI

    No full text
    PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Karya Tulis Ilmiah, 23 Juni 2025 Irmawati GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU PADA PENDERIA HIPERTENSI DI PUSKESMAS BULILI ABSTRAK Latar Belakang : Hipertensi adalah tekanan darah tinggi mencapai atau lebih dari angka 140 mmHg untuk tekanan sistolik dan 90 mmHg untuk tekanan diastolik. Pengetahuan adalah hasil dari tahu, dan hasil dari mengetahui sesuatu setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap sesuatu. Sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu terhadap situasi tertentu. Sedangkan perilaku sebagai reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku pada penderita Hipertensi di Puskesmas Bulili. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang melakukan pengobatan di Puskesmas Bulili dengan jumlah sampel 97 responden. Data dikumpulkan dengan kuesioner kemudian diolah dengan menggunakan Statistik Deskriptif. Hasil : Sebagian besar responden dalam kategori pengetahuan baik sebanyak 66 orang (68,0%), pengetahuan cukup sebanyak 26 orang (26,8%) dan kategori pengetahuan kurang sebanyak 5 orang (5,2%). Sikap penderita pada kategori positif sebanyak 74 orang (76,3%) dan kategori negatif sebanyak 23 orang (23,7%). Perilaku penderita pada kategori mendukung sebanyak 73 orang (75,3%) dan kategori tidak mendukung sebanyak 24 orang (24,7%). Kesimpulan : Pengetahuan responden dengan kategori baik sebanyak 66 orang (68,0%), sikap penderita pada ketegori positif sebanyak 74 orang (76,3%) dan perilaku penderita pada kategori mendukung sebanyak 73 orang (75,3%). Saran : Pengetahuan, sikap dan perilaku penderita terhadap penyakit hipertensi dapat dipengaruhi oleh pengalaman pribadi penderita dalam mempelajari atau mencari informasi tentang hipertensi, menjalankam self monitoring, perubahan gaya hidup dan kepatuhan dalam pengobatan agar penderita hipertensi mampu mengendalikan penyakitnya supaya tidak menimbulkan berbagai komplikasi. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Hipertens

    GAMBARAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANGAN HEMODIALISA RSUD LUWUK

    No full text
    PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Karya Tulis Ilmiah, Juli 2025 Miftahul zana gita putri tuamadji GAMBARAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANGAN HEMODIALISA RSUD LUWUK ABSTRAK Latar Belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kondisi menurunnya fungsi ginjal secara progresif dan permanen, yang menimbulkan gangguan keseimbangan cairan, elektrolit, serta akumulasi zat toksik dalam tubuh. Salah satu upaya penting dalam pengelolaan GGK adalah kepatuhan terhadap diet yang tepat, meliputi pembatasan asupan cairan, protein, kalium, dan fosfor. Namun, dalam praktiknya masih banyak pasien yang belum mematuhi anjuran diet, yang berpotensi memperburuk kondisi klinis mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Luwuk. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berisi 20 pernyataan terkait kepatuhan diet. Populasi penelitian adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Luwuk sebanyak 90 orang, dan diperoleh sampel 48 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 25 responden (52,1%) tidak patuh terhadap diet, sedangkan 23 responden (47,9%) patuh. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (75%), berusia 36–45 tahun (66,7%), berpendidikan terakhir SD (68,8%), dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga (68,8%). Mayoritas pasien telah menderita GGK lebih dari 5 tahun (66,7%). Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan diet masih rendah meskipun pasien telah lama menjalani hemodialisa. Kesimpulan: Kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Luwuk masih rendah. Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, dukungan keluarga, serta kejenuhan terhadap rutinitas hemodialisa berpengaruh terhadap kepatuhan pasien. Diperlukan program edukasi berkelanjutan, pendekatan komunikasi empatik dari tenaga kesehatan, dan pelibatan aktif keluarga untuk meningkatkan kepatuhan diet pasien GGK. Kata Kunci: Kepatuhan Diet, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Edukasi Pasie

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇