1,240 research outputs found

    PENERAPAN DIREKSI DALAM PENYAJIAN KARYA MUSIK BROTHER KOMPOSER ADI PRASETYA

    No full text
    “Brother” (kata dalam bahasa inggris yang berarti Adik   laki-laki).  Kata tersebut dipilih oleh komposer karena merupakan sebuah pengalaman hidup komposer yang kehilangan orang terdekat  yaitu adik laki–lakinya. Karya musik “Brother” ini dikemas dalam bentuk chamber orchestra, dan akan dipimpin oleh seorang konduktor. Seorang konduktor memerlukan ilmu yang banyak dan memadai. Selain itu, seorang konduktor juga harus memiliki sifat leadership, ketrampilan berkomunikasi yang baik dan cerdas, baik berkomunikasi secara verbal maupun non verbal. Bentuk musik karya Brother adalah bentuk variasi. Jenis variasi berpangkal dari tiga unsur pokok musik yaitu melodi, irama, harmoni/aransemen. Karya musik “Brother” terdiri atas 160 birama. Tempo yang digunakan adalah tempo Adegio, Allegro, dan Moderato Tangga nada yang dimainkan adalah tangga nada G mayor, A mayor, D mayor, B mayor, F mayor. Serta menggunakan tanda birama 4/4 , 2/4, dan 3/4. Dinamika yang mendukung penciptaan suasana yang diinginkan, seperti piano, pianisisimo, forte, mezzoforte, fortesisimo, cressendo, dan decressendo. Sedangkan untuk penulisan tentang direksi, komposer terinspirasi dari melihat konduktor dalam negeri dan luar negeri yang pada saat mengabah suatu kelompok musik dapat dengan baik memimpin pertunjukan tersebut. Dalam mendireksi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, langkah-langkah mendireksi dimulai dari mengetahui alur matra yang digunakan, gesture saat mengabah, gerakan attack gerakan release dan mimik atau ekspresi. Dengan terciptanya karya musik “Brother” ini, semoga bisa menjadi referensi bagi para mahasiswa dan masyarakat umum agar lebih mencintai dan memerhatikan musik, khususnya musik klasik karena musik klasik memiliki animo yang kecil di indonesia.Kata kunci : Brother, direksi, bentuk musik, chamber orchestra"Brother" (the word in English which means brother). The word chosen by the composer as a composer who lost their life experience that is the closest younger brother. Musical work "Brother" is packaged in a chamber orchestra, and will be led by a conductor. A conductor requires a lot of knowledge and adequate. In addition, a conductor must also have the nature of leadership, good communication skills and a smart, well communicate verbally and non-verbally. Brother works of musical form is a form of variation. Variations stem from three main elements of music are melody, rhythm, harmony / arranger. Musical work "Brother" consists of 160 bars. Tempo is used Adegio tempo, Allegro and Moderato Stairs tones played are scales of G major, A major, D major, B major, F major. As well as using the time signature 4/4, 2/4, and 3/4. Dynamics that support the creation of the desired atmosphere, like piano, pianisisimo, forte, mezzoforte, fortesisimo, Cressendo, and decressendo. As for the writing of the directors, composers inspired from seeing the conductor within the country and abroad at the time mengabah a musical group could well lead the show. In mendireksi there are a few things to note, steps mendireksi starts from knowing the groove dimensions are used, when mengabah gesture, movement and expression attack release movement or expression. With the creation of musical works "Brother" this may be a reference for the students and the general public to more love and attention of music, particularly classical music because music Classic have little interest in Indonesia.Keywords: Brother, directors, form of music, chamber orchestr

    PENERAPAN DIREKSI DALAM PENYAJIAN KARYA MUSIK BROTHER KOMPOSER ADI PRASETYA

    No full text
    “Brother” (kata dalam bahasa inggris yang berarti Adik   laki-laki).  Kata tersebut dipilih oleh komposer karena merupakan sebuah pengalaman hidup komposer yang kehilangan orang terdekat  yaitu adik laki–lakinya. Karya musik “Brother” ini dikemas dalam bentuk chamber orchestra, dan akan dipimpin oleh seorang konduktor. Seorang konduktor memerlukan ilmu yang banyak dan memadai. Selain itu, seorang konduktor juga harus memiliki sifat leadership, ketrampilan berkomunikasi yang baik dan cerdas, baik berkomunikasi secara verbal maupun non verbal. Bentuk musik karya Brother adalah bentuk variasi. Jenis variasi berpangkal dari tiga unsur pokok musik yaitu melodi, irama, harmoni/aransemen. Karya musik “Brother” terdiri atas 160 birama. Tempo yang digunakan adalah tempo Adegio, Allegro, dan Moderato Tangga nada yang dimainkan adalah tangga nada G mayor, A mayor, D mayor, B mayor, F mayor. Serta menggunakan tanda birama 4/4 , 2/4, dan 3/4. Dinamika yang mendukung penciptaan suasana yang diinginkan, seperti piano, pianisisimo, forte, mezzoforte, fortesisimo, cressendo, dan decressendo. Sedangkan untuk penulisan tentang direksi, komposer terinspirasi dari melihat konduktor dalam negeri dan luar negeri yang pada saat mengabah suatu kelompok musik dapat dengan baik memimpin pertunjukan tersebut. Dalam mendireksi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, langkah-langkah mendireksi dimulai dari mengetahui alur matra yang digunakan, gesture saat mengabah, gerakan attack gerakan release dan mimik atau ekspresi. Dengan terciptanya karya musik “Brother” ini, semoga bisa menjadi referensi bagi para mahasiswa dan masyarakat umum agar lebih mencintai dan memerhatikan musik, khususnya musik klasik karena musik klasik memiliki animo yang kecil di indonesia.Kata kunci : Brother, direksi, bentuk musik, chamber orchestra"Brother" (the word in English which means brother). The word chosen by the composer as a composer who lost their life experience that is the closest younger brother. Musical work "Brother" is packaged in a chamber orchestra, and will be led by a conductor. A conductor requires a lot of knowledge and adequate. In addition, a conductor must also have the nature of leadership, good communication skills and a smart, well communicate verbally and non-verbally. Brother works of musical form is a form of variation. Variations stem from three main elements of music are melody, rhythm, harmony / arranger. Musical work "Brother" consists of 160 bars. Tempo is used Adegio tempo, Allegro and Moderato Stairs tones played are scales of G major, A major, D major, B major, F major. As well as using the time signature 4/4, 2/4, and 3/4. Dynamics that support the creation of the desired atmosphere, like piano, pianisisimo, forte, mezzoforte, fortesisimo, Cressendo, and decressendo. As for the writing of the directors, composers inspired from seeing the conductor within the country and abroad at the time mengabah a musical group could well lead the show. In mendireksi there are a few things to note, steps mendireksi starts from knowing the groove dimensions are used, when mengabah gesture, movement and expression attack release movement or expression. With the creation of musical works "Brother" this may be a reference for the students and the general public to more love and attention of music, particularly classical music because music Classic have little interest in Indonesia.Keywords: Brother, directors, form of music, chamber orchestr

    Pengaruh Pajanan Bising Pesawat Udara terhadap Angka Kejadian Hipertensi pada Karyawan Bandara Adi Sumarmo Boyolali

    No full text
    Novandi Lisyam Prasetya, G 0011153, 2014. Pengaruh Pajanan Bising Pesawat Udara terhadap Angka Kejadian Hipertensi pada Karyawan Bandara Adi Sumarmo Boyolali. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar Belakang: Keterpaparan terhadap kebisingan dan getaran yang melebihi nilai ambang batas pada kurun waktu yang cukup lama akan berakibat pada perubahan frekuensi jantung, dan perubahan tekanan darah. Prevalensi kejadian hipertensi akibat paparan bising pesawat udara semakin meningkat, data menyebutkan paparan bising sebesar 50 dB atau di atasnya dapat meningkatkan angka kejadian hipertensi hingga 95% dan paparan bising sebesar 70 dB atau di atasnya dalam waktu yang lama dapat sangat meningkatkan angka kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pajanan bising pesawat udara terhadap angka kejadian hipertensi pada karyawan Bandara Adi Sumarmo Boyolali. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian obeservasional analitik dengan pendekatan potong melintang. Sampel penelitian ini adalah Karyawan Bandara Adi Sumarmo Boyolali yang dipilih dengan metode simple random sampling. Karyawan apron menjadi responden utama dan karyawan non apron sebagai kelompok kontrol. Teknik analisis data dengan Chi-Square. Hasil Penelitian: Pada karyawan yang terpajan bising rendah terdapat 9 orang (20,93%) yang mengalami hipertensi. Sedangkan pada karyawan yang terpajan bising tinggi, terdapat 22 orang (51,16%) yang mengalami. Dari data tersebut, hasil uji Chi-Square menunjuk tingkat kemaknaan menunjukkan angka 0.004, sehingga p < 0.05. Hal ini menunjukan penelitian ini bermakna. Simpulan: Terdapat pengaruh pajanan bising pesawat udara terhadap angka kejadian hipertensi pada Karyawan Bandara Adi Sumarmo Boyolali. Kata kunci: bising, hipertensi, tekanan darah, frekuensi, bandar

    MODEL PENYELESAIAN SENGKETA LINGKUNGAN HIDUP PABRIK KULIT PT. USAHA LOKA (Studi di Kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun Malang)

    No full text
    Dicky Adi Prasetya, Dr. Istislam, S.H., M.Hum, Lutfi Efendi, S.H, M.Hum Fakultas Hukum Universitas [email protected]   Abstrak Penelitian ini dititikberatkan pada permasalahan yang dilatarbelakangi oleh pencemaran sungai Badek di kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang oleh pabrik kulit PT. USAHA LOKA. Oleh karenanya penulis merumuskan model penyelesaian sengketa lingkungan hidup antara pabrik kulit PT. USAHA LOKA dengan masyarakat Ciptomulyo selama ini telah dilakukan dan faktor-faktor apa saja yang menghambat penyelesaian sengketa lingkungan hidup antara pabrik kulit PT. USAHA LOKA dengan masyarakat Ciptomulyo. Penelitian skripsi ini menggunakan metode yuridis empiris dengan metode pendekatan Yuridis Sosiologis. Lokasi penelitian yakni di Kelurahan Ciptomulyo. Kata Kunci: Penyelesaian Sengketa, Lingkungan Hidup. Abstract The research placed on problems that affected by the pollution of the river Badek Ciptomulyo Sub-district in kelurahan Breadfruit Malang by skin factory of PT. USAHA LOKA. Therefore the author to formulate a model of the environmental dispute resolution between the skin factory of PT. USAHA LOKA with the community Ciptomulyo as long as this has been done and what are the factors that inhibit the settlement of environmental disputes between the skin factory of PT. USAHA LOKA with community Ciptomulyo. This thesis research using an empirical juridical method with the Juridical Sociological approach method. The location of the research, which is in the village of Ciptomulyo. Keywords: Dispute Resolution, Environment. Â

    PENERAPAN SISTEM VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA SURYA ABADI FURNITURE GUNA MENINGKATKAN KUALITAS BARANG

    No full text
    ABSTRAKSI PENERAPAN SISTEM VERIFIKASI LEGALITAS KAYU DI SURYA ABADI FURNITURE GUNA MENINGKATKAN KUALITAS BARANG SURYA ADI PRASETYA F3112060 Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dan kendala yang dihadapi Surya Abadi Furniture dalam menerapkan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) Metode penulisan yang digunakan yaitu dengan cara deskriptif analisis. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan staff dan karyawan perusahaan dan data sekunder diperoleh dari sumber bacaan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, Surya Abadi Furniture merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang furniture. Produk yang dihasilkan yaitu indoor dan outdoor furniture. Surya Abadi Furniture memiliki SVLK sejak tahun 2014 dan sebagian besar produknya sudah diekspor ke Amerika dan Eropa. Dalam menerapkan SVLK Surya Abadi Furniture memperoleh beberapa manfaat antara lain SVLK dapat menjadi jaminan kepercayaan bagi pelanggan sebagai bukti bahwa kayu yang digunakaan adalah legal, kayu yang memiliki SVLK harganya jauh lebih tinggi, Surya Abadi Furniture dapat memperluas pangsa pasarnya untuk mendapatkan pembeli yang baru, produk yang dihasilkan dapat diterima oleh seluruh negara, sistem tatanan manajemen perusahaan lebih teratur, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) karyawan lebih diperhatikan. Sedangkan kendala yang dihadapi Surya Abadi Furniture antara lain lambatnya pembuatan laporan mutasi kayu bulat serta tata niaga kayu setiap bulannya untuk dilaporkan ke Sucofindo, kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dibidang perekapan atau pencatatan mutasi dan stock neraca kayu yang dimiliki setiap bulannya, dan kurangnya kesadaran karyawan untuk menggunakan peralatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada saat jam kerja maupun dalam lingkungan pabrik. Saran yang dapat diberikan kepada Surya Abadi Furniture yaitu melakukan perekrutan karyawan baru atau memberikan pembekalan bagi karyawan yang kurang menguasai dalam proses pencatatan laporan mutasi kayu dan stock neraca kayu, memberikan disiplin kerja kepada karyawan yang tidak menggunakan perlengkapan K3 pada waktu jam kerja serta memberi rambu-rambu kawasan berbahaya. Kata Kunci : SVLK, Kualitas Produk

    PENERAPAN PENDEKATAN BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR DRIBBLING DAN PASSING BAWAH SEPAK BOLA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 01 DAYU GONDANGREJO KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018

    No full text
    ABSTRACT Bintang Adi Prasetya. K4614025. APPLICATION APPROACH PLAYING TO INCREASE LEARNING RESULTS OF DRIBBLING BASE AND PASSING UNDER SOCCER ON STUDENTS IV PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL 01 DAYU GONDANGREJO KARANGANYAR LESSON LEARNING 2017/2018. Final Project. Surakarta : Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret University. May 2018. The purpose of this research is to improve the learning outcomes of dribbling and passing motion under the football using the approach of Playing on the fourth grade students of Public Elementary School 01 Dayu in Year of Lesson 2017/2018. This research is a classroom action research (PTK). Implemented in two cycles, with each cycle consisting of 2 meetings. The subjects of this research were the fourth grade students of Public Elementary School 01 Dayu was played by 33 students consisting of 12 female students and 21 boys students. The data sourceobtained from teachers, students and researchers. Data publishing techniques are works or archives or archives. The validity test of the data using the hottest triangulation technique. Data analysis using quantitative descriptive technique using percentage technique to see trends that occur in learning activities. The results of data analysis can be submitted as follows: Basic learning outcomes dribbling and passing under football in Cycle I of 33 students percentage 54.55% completeness or as many as 18 students have entered the criteria complete and in Cycle II increased to 81.82% or as much 27 students while 6 others have not completed with KKM 75, target while the achievement of specified by researcher is 80%. This research was conducted with the aim to improve learning outcomes from dribbling and passing down the ball on the fourth grade students of Public Elementary School 01 Dayu. Keywords: Learning Outcomes, Dribbling and Passing Under Soccer, Approach to Play

    PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP KESIAPAN UNTUK MEMASUKI DUNIA KERJA SISWA KELAS XII PROGAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2 YOGYAKARTA

    No full text
    PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP KESIAPAN UNTUK MEMASUKI DUNIA KERJA SISWA KELAS XII PROGAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2 YOGYAKARTA Oleh: Dian Adi Prasetya 09505244007 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) seberapa besar pengalaman Praktik Kerja Industri peserta didik kelas XII Kompetensi Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Yogyakarta untuk menunjang kesiapan di dunia kerja setelah praktik kerja industri; (2) seberapa besar kesiapan kerja peserta didik kelas XII Kompetensi Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Yogyakarta setelah Praktik Kerja Industri; (3) seberapa besar pengaruh Praktik Kerja Industri terhadap kesiapan peserta didik XII Kompetensi Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Yogyakarta di dunia kerja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian ex post facto yang dilakukan di SMK Negeri 2 Yogyakarta pada bulan Agustus 2013. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII Progam Keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 2 Yogyakarta yang berjumlah 91. Metode pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner dengan Skala Likert. Uji validitas instrumen dengan expert judgement dan pengujian validitas isinya dengan uji korelasi antar item. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Persyaratan analisis terdiri dari uji normalitas menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov test dan uji linieritas menggunakan Uji F. Hipotesis diuji dengan analisis regresi sederhana program SPSS v.15. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pengalaman Praktik Kerja Industri siswa termasuk dalam katagori tinggi dengan mean sebesar 86,76. Kecenderungan skor persepsi siswa variabel pengalaman praktik kerja industri kategori sangat tinggi sebesar 42,86%, kategori tinggi sebesar 50,55%, dan kategori rendah sebesar 6,59%; (2) Kesiapan Kerja siswa termasuk dalam katagori sangat tinggi dengan mean sebesar 91,86. Kecenderungan skor persepsi siswa variabel kesiapan masuk dunia kerja pada kategori sangat tinggi sebesar 72,53%, kategori tinggi terdapat sebesar 27,47%, kategori rendah dan sangat rendah tidak ada; (3) Terdapat pengaruh yang positif antara pengalaman praktik kerja industri dengan kesiapan masuk dunia kerja Siswa kelas XII Progam Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Yogyakarta dengan koefisien korelasi sebesar 0,472 > rtabel (0,202) dan p hitung sebesar 0,000. Nilai determinan R2 = 0,223 yang berarti pengalaman praktik kerja industri memberikan sumbangan efektif terhadap kesiapan masuk dunia kerja sebesar 22,3%. Kata kunci: praktik kerja industri, kesiapan masuk dunia kerj

    Perlindungan Hukum, Jual Beli, Tidak Disertai Bukti Perjanjian, Perjanjian Tidak Tertulis, Membeli Rumah, Hukum Perdata/ oleh Rama Kresna Prasetya

    No full text
    abstrak (A). Nama : Rama Kresna Prasetya (B). NIM : 205110048 (C). Judul Skripsi : Perlindungan Hukum Bagi Karyawan yang Membeli Rumah Dengan Mekanisme Potong Gaji Dengan Tidak Disertai Bukti Perjanjian (Studi Kasus: Putusan Mahkamah Agung No. 381/PK/PDT/2008jo.No.92.PDT.G/1999/PN.JKT.BAR.) (D). Halaman : viii + 83 + 34 +2015 (E). Kata Kunci :Perlindungan Hukum, Jual Beli, Tidak Disertai Bukti Perjanjian, Perjanjian Tidak Tertulis, Membeli Rumah, Hukum Perdata. (F). Isi : Perjanjian merupakan kegiatan yang sangat lazim dalam kehidupan masyarakat untuk melakukan suatu kegiatan yang berhubungan dengan jual beli, pinjam meminjam, perjanjian kerja dan sebagainya. Perjanjian dapat dalam bentuk lisan dan dapatdalam bentuktertulis. Perjanjian lisan biasanya lahir karena hanya membutuhkan kesepakatan antara para pihak, yang digunakan oleh masyarakat sederhana, sedangkan perjanjian tertulis lazimnya lahirdalam masyarakat yang relative modern yang berkaitan dengan bisinis yang hubungan hukumnya lebih kompleks. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini, yaitu mengenai perlindungan hukum terhadap pembelian rumah dengan mekanisme potong gaji dan kekuatan mengikat dari suatu perjanjian yang timbul dalam bentuk lisan. Oleh karena itu tulisan ini juga bertujuan untuk mengetahui tentang perlindungan hukum yang diberikan oleh KUHPer kepada pembeli rumah dengan mekanisme pemotongan gaji dan kekuatan mengikat dari perjanjian lisan yang lahir dari para pihak. Metode penelitian ini menggunakan metode normatif, yaitu memfokuskan penelitian terhadap prisnsip-prinsip hukum serta mengkaji dan meneliti peraturan-peraturan yang tertulis, dalam hal mengetahui kekuatan mengikat perjanjian dalam bentuk lisan. Jadi perjanjian lisan merupakan bentuk perjanjian yang mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan perjanjian bentuk tertulis, karena dalam perjanjian lisan telah terpenuhi unsur kata sepakat. Adanya dasar hukum yang kuat dan jelas,penulis berharap kepada para pihak untuk melaksanakan hak dan kewajibannya dari apa yang telah telah menjadi kesepakatan, sehingga tidak ada pihak yang merasa rugi. Kesimpulan dari penulis adalah antara perjanjian tertulis dengan perjanjian lisan adalah sama kuatnya dan keduanya sah menurut KUHPer, tetapi yang menjadi perbedaan adalah pembuktian antara keduanya, karena dalam Hukum Perdata, pembuktianya adalah pembuktian formil. (G). Daftar Acuan : 34 (1986-2013) (H). Pembimbing : I. Gusti Ayu Adi, S.H., M.H (I). Penulis : Rama Kresna Prasety

    Pemanfaatan Metakaolin Sebagai Bahan Dasar Alternatif Pembuatan Agregat Ringan Buatan.

    No full text
    ABSTRACT Adi, Edo Prasetya. 2016.  Pemanfaatan Metakaolin sebagai Bahan Dasar Alternatif Pembuatan Agregat Ringan Buatan. Skripsi, Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Puput Risdanareni, S.T., M.T. Pembimbing (II) Drs. Adjib Karjanto, S.T., M.T.Kata kunci : Metakaolin, Fly Ash, Furnace, Agregat Ringan Buatan Pemanfaatan Metakaolin sebagai Bahan Dasar Alternatif Pembuatan agregat Ringan Buatan. Berdasarkan informasi dari PUSDATIN ESDM potensi dan cadangan kaolin yang besar di Indonesia terdapat di Kalimantan barat, Kalimantan selatan dan pulau Bangka dan Belitung. Metakolin adalah hasil dari kalsinasi atau pembakaran dari mineral kaolin. Sedangkan bahan campuran dalam pembuatan agregat ringan ini adalah fly ash, dimana fly ash atau abu terbang adalah sisa pembakaran batu bara yang digunakan oleh pabrik pupuk Petrokimia Gersik. Fly ash merupakan bahan dasar pembuatan geopolimer dimana banyak mengandung unsur-unsur silika dan alumunia. Komposisi campuran untuk benda uji dalam penelitian ini menggunakan metode Trial dan Error dengan berat jenis target 1100 kg/m3. Dalam pembuatan agregat buatan, juga perlu adanya campuran dari pengikat aktivator basa yaitu natrium silikat (Na2SiO3) dan natrium hidroksida (NaOH) dengan perbandingan Na2SiO3/NaOh adalah 2:1 dan dengan konsentrasi 10 Molar. Untuk proses mixing dilakukan dengan menggunakan 5 variasi perbandingan antara lain, a) 100% metakaolin + 0% FA, b) 75% metakaolin + 25% FA, c) 50 metakaolin + 50% FA ,d) 25% metakaolin + 75% FA dan e) 0% metakaolin + 100% FA. Dalam pembuatan benda uji peneliti menggunakan dua benda uji yang berbeda yakni benda uji berbentuk silinder dengan diameter 2 cm dan tinggi 4 cm dimana untuk benda uji silinder dilakukan proses pembakaran (furnace) dengan suhu 900ºC selama 6 jam ditahap akhir dan untuk benda uji yang lain berbetuk bulat dengan diameter 2 cm.Semua hasil dan penelitian ini diharapkan bisa sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia) dan ASTM (America Society for Testing and Material). Penenetuan komposisi optimum untuk pembuatan agregat ditentukan dengan melakukan uji kuat tekan diusia 28 hari. Berdasarkan dari hasil tersebut komposisi optimum terdapat dalam komposisi penambahan 25 % metakaolin, dimana hasil kuat tekan untuk untuk komposisi optimum campuran fly ash dan metakaolin adalah 40,027 MPa. Dari penelitian ini juga dilakukan uji berat volume dan uji porositas dimana nilai berat volume untuk campuran MK 1,MK 2 dan MK 3 tidak memiliki perbedaan yang signifkan jika dibandingkan dengan campuran MK 4 dan MK 5. Sedangkan untuk uji porositas dilakukan dengan dua metode yaitu porositas terbuka dan tertutup dengan hasil yang didaptakan berbanding lurus dengan nilai kuat tekan, yang artinya semakin besar porositas tertutup semakin besar pula nilai kuat tekan yang di dapatkan Adi, Edo Prasetya. 2016.  Utilization of Metakaolin as Alternative Artificial Materials for Lightweight Aggregate. Thesis, Study Program Bachelor of Civil Engineering Faculty State University of Malang (I) Puput Risdanareni, S.T., M.T. Pembimbing (II) Drs. Adjib Karjanto, S.T., M.T.Keyword : Metakaolin, Fly Ash, Furnace, Lightweight AggregateUtilization of metakaolin as an Alternative Artificial Materials For Lightweight aggregate. Based on information from ESDM PUSDATIN, potential and large kaolin reserves in Indonesia were in West Kalimantan, South Kalimantan, Bangka and Belitung. Metakolin is the result of the calcination or burning of mineral kaolin. While the mixed materials in this making of lightweight aggregate is fly ash, which the fly ash was from coal combustion that used by the Petrokimia Gresik fertilizer plant. Fly ash was the based material on making geopolymer which contains many elements of silica and alumunia.The composition of the mixture to the specimen in this study used the method of Trial and Error with a target specific gravity 1100 kg / m3. In the making of artificial aggregate, it was also needed a mixture of alkaline activators binder which sodium silicate (Na2SiO3) and sodium hydroxide (NaOH) by comparison Na2SiO3 / NaOH was 2: 1 and a concentration of 10 Molar. For the process of mixing, it used 5 ratio variation among others, a) 100% metakaolin + 0% FA, b) 75% metakaolin + 25% FA, c) 50 metakaolin + 50% FA, d) 25% metakaolin + 75% FA and e) 0% metakaolin + 100% FA. In the making of test specimens, researcher used two different test specimens which the specimen was a cylinder with a diameter of 2 cm and 4 cm and tested the cylinder object by doing burning process (furnace) with a temperature of 900ºC for 6 hours gradually end and the other form of specimens was round with a diameter of 2 cm. All the results and the study was expected to be in accordance with the SNI (Indonesian National Standard) and ASTM (American Society for Testing and Materials). On deciding optimum composition for the making of the aggregate was determined to test the compressive strength at the age of 28 days. Based on these results the optimum composition contained in the composition of the addition of 25% metakaolin, which the results of the compressive strength of the composition to the optimum mix of fly ash and metakaolin is 40.027 MPa. This research also tested the weight of volume and porosity test in which the of volume for mixed MK 1, MK 2 and MK 3 did not have significant differences when compared with a mixture of MK 4 and MK 5. As for porosity test was done by two methods: open porosity and closed porosity with the result was proportional to the compressive strength, which means the bigger porosity was closed, the bigger the value of the compressive strength was got

    PENGARUH LATIHAN SMALL SIDED GAMESTERHADAP KETERAMPILANPASSING STOPPINGSISWA EKSTRAKURIKULERFUTSAL SMP NEGERI 2 PAKISAJI KABUPATEN MALANG

    No full text
    Adi, Octa Prasetya. 2017. Pengaruh Latihan Small-Sided Games terhadap Keterampilan Passing Stopping Siswa Ekstrakurikuler Futsal SMP Negeri 2 Pakisaji Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Febrita Paulina Haynoek, S.Pd.,M.Pd.   Kata Kunci : latihan small-sided games, keterampilan passing stopping  futsal.   Permainan futsal permainan bola besar yang dimainkan oleh dua tim, dan setiap tim terdiri dari lima orang pemain. Ada beberapa teknik dasar untuk bermain futsal, salah satu teknik dasar tersebut adalah passing bola. Pelaksanaan latihan yang dilakukan oleh siswa ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 2 Pakisaji Kabupaten Malang menunjukan adanya masalah yaitu keterampilan passing stopping yang kurang baik. Hal tersebut disebabkan karena pelatih jarang memberikan model latihan passing stopping. Salah satu model latihan yang dapat meningkatkan keterampilan passing stopping dengan menggunakan latihan small-sided games.             Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh latihan small-sided games terhadap keterampilan passing stopping siswa ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 2 Pakisaji Kabupaten Malang.             Rancangan penelitian yang digunakan berupa penelitian eksperimen semu yang dilakukan kepada siswa ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 2 Pakisaji Kabupaten Malang. Jumlah sampel yang digunakan 30 siswa dan dibagi dalam dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes keterampilan sepak dan tahan bola futsal (passing-stopping) dengan validitas 0,95 dan reabilitas 0,72. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Varian (ANAVA) satu jalur.             Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji F pada taraf signifikansi 0,05, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian. 1) Latihan small-sided games memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan passing siswa ekstrakurikuler futsal dengan Fhitung7,45>Ftabel4,20. 2) Latihan gaya komando memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan passing siswa ekstrakurikuler futsal dengan Fhitung 5,1470>Ftabel4,20. 3)  Tidak ada  perbedaan pengaruh yang signifikan antara model latihan small-sided games dengan model latihan gaya komando dengan Fhitung3,4681Ftabel4,20. Pembelajaran yang variatif mampu meningkatkan kemampuan fisik dan keterampilan teknik dasar seperti keterampilan passing tanpa menimbulkan kejenuhan kepada peserta ekstrakurikuler.         ABSTRACT Adi, Octa Prasetya. 2017. The Effect of Small-sided Game Practices toward Students’ Passing Stopping Skill in Futsal Extracurricular of SMP Negeri 2 Pakisaji Kabupaten Malang. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Malang. Advisors : (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Febrita Paulina Haynoek, S.Pd., M.Pd. Key Words: Small sided practice, passing stopping skill, futsal. Futsal is big ball game which is played by 2 teams, and each team consists of five people. There are some basic techniques for futsal. One of those techniques is ball passing. Futsal extracurricular in Junior High School of 2 Pakisaji Kabupaten Malang seems like having a problem that is passing skill of the students is still not good enough. It is because the coach rarely gives the model of passing practices. One of the practices that can be implemented to improve the passing skill is small-sided game. The purpose of this study is to know the effect of small-sided game practices toward passing stopping skill of the students who join futsal extracurricular in SMPN 2 Pakisaji, Malang. The research method that was used in this study was quasi experimental  research toward the member of futsal extracurricular in SMPN 2 Pakisaji. The sample of this study was 30 students who were divided into two groups using ordinal pairing matching technique. The instruments that were used in this study were passing and stopping the ball with the validity 0.95 and reliability 0.72. The analysis technique that was used in study was one tailed of ANAVA. The researcher used F-test on significant level 0.05 to analyze the data. The researcher found three conclusions. 1) Small-sided game practice significantly effected the students’ passing stopping skill in futsal extracurricular with F­hitung7.45>Ftabel4.20. 2) Practice of command style was significantly effected the students’ passing stopping skill in futsal extracurricular with F­hitung5.1470 >Ftabel4.20. 3) There was no significantly different effect between small-sided game method and command style method with F­hitung3.4681>Ftabel4.20. The researcher suggests for the coach of futsal extracurricular in SMPN 2 Malang to implement small-sided games practice as the method. This practice has been proven that it could improve the basic technique of passing stopping skill of the students with views from F­hitung7.45>Ftabel4.20. The variation of teaching method could improve the physical ability and basic skill like passing skill. In addition, the students would not be bored while practicing
    corecore