202 research outputs found
130119069_DIAH NOVI ANGGRAENI
Diah Novi Anggraeni / 130119069
Pengaruh antara keterkaitan teknologi informasi dan kinerja perusahaan menjadi ketertarikan para akademisi dan para praktisi. Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya menemukan teknologi informasi berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. keterkaitan teknologi informasi tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaa
130119069_DIAH NOVI ANGGRAENI
Teori kontingensi adalah teori kesesuaian pemimpin yang berarti menyesuaikan
pemimpin dengan kondisi yang tepat. Secara sederhana teori kontigensi menekankan
terhadap gaya kepemimpinan dan pemahaman situasi yang tepat oleh pemimpin.
Sebuah usaha oleh perusahaan dengan otonomi kewirausahaan untuk mencapai kinerja
memiliki risiko besar untuk gagal. Teori kontijensi (Contingency Theory) dengan memasukkan variabel-variabel lain
seperti ketidakpastian lingkungan, ketidakpastian tugas, budaya, teknologi informasi
dan sebagainya. Variabel mediasi Sebuah variabel mediasi atau variabel intervensi merupakan salah
satu yang permukaan antara waktu variabel Tbk mulai beroperasi untuk review
mempengaruhi variabel dependen dan dampak waktu dirasakan di atasnya. Variabel
yang diperkirakan dapat mempengaruhinya adalah kualitas pelayanan metode
CARTER yang dimediasi oleh kepuasan. Penelitian ini ditujukan untuk melihat efek
mediasi kepuasan konsumen dalam hubungan antara service quality (CARTER) dan
loyalitas konsumen. Pemasaran Wirausaha memediasi
hubungan antara kemampuan dinamis lingkungan dengan keunggulan kompetitif yang
berkelanjutan. Analisis menunjukkan bahwa kapabilitas yang sangat dinamis dan
pemasaran kewirausahaan cenderung memiliki keunggulan kompetitif yang
berkelanjutan. Hal tersebut menunjukkan kapabilitas dinamis dan pemasaran
kewirausahaan menawarkan model sistematis untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah (UMKM) membangun lingkungan yang terjaga dengan baik dan
keunggulan kompetitif yang berkelanjutan
130119069_DIAH NOVI ANGGRAENI
Entrepreneurial Orientation dengan optimal akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan sehingga dapat meningkatkan finansial dari perusahaan. Open innovation adalah istilah yang digunakan untuk memaparkan pola pikir di era informasi menuju inovasi yang akan datang. Operasional merupakan risiko yang timbul karena kegagalan dari proses internal, manusia, sistem atau kejadian ekternal. Risiko juga dapat dianggap sebagai kendala/penghambat pencapai-an suatu tujuan
130119069_DIAH NOVI ANGGRAENI
Kinerja Perusahaan sangat penting dalam dunia industri modern, Strategi pengembangan perusahaan yang berkelanjutan akan mengarah pada keunggulan kompetitif yang lebih baik serta menghasilkan kinerja perusahaan yang lebih tinggi untuk mengukur suatu performa perusahaan. Kinerja Perusahaan melakukan kegiatan pencarian eksternal guna mengakses arus informasi baru yang berkelanjutan tentang teknologi dan pasar, dengan demikian perusahaan melakukan indikator kinerja untuk meningkatkan kemampuan mereka beradaptasi dengan lingkungan persaingan yang semakin gencar
PENGARUH PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 23 TAHUN 2018 TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN WAJIB PAJAK UMKM DAN PENERIMAAN PPH PASAL 4 AYAT (2)
Novi Anggraeni 4315500113. Pengaruh penerapan PP No. 23 Tahun 2018 terhadap tingkat pertumbuhan wajib pajak UMKM dan penerimaan PPh Pasal 4 ayat 2 (Studi kasus pada KPP Pratama Tegal).
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pertumbuhan jumlah wajib pajak UMKM sebelum dan setelah penerapan PP No. 23/2018, dan 2) Mengetahui kontribusi penerimaan PPh UMKM terhadap PPh Pasal 4 Ayat 2 sebelum dan setelah penerapan PP NO. 23/2018. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif mengenai jumlah wajib pajak dan penerimaan pajak UMKM selama periode Januari – Desember 2018 di wilayah kerja KPP Pratama Tegal. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis triangulasi.
Hasil penelitian dari penurunan tarif pajak UMKM menjadi 0,5 % dari tarif sebelumnya 1 % setelah penerapan PP No. 23/2018 di KPP Pratama Tegal adalah : 1) Terjadi penurunan tingkat rata –rata pertumbuhan wajib pajak UMKM yaitu sebesar 0,18% dari rata – rata pertumbuhan wajib pajak sebelum penerapan PP No. 23/2018, 2) Kontribusi penerimaan PPh UMKM terhadap penerimaan PPh Pasal 4 Ayat 2 sebelum penerapan PP No. 23/2018 adalah sebesar 13,29% dengan kategori kurang dan setelah penerapan PP No. 23/2018 adalah sebesar 13,10 % dengan kategori kurang, sehingga dapat disimpulkan bahwa kontribusi penerimaan PPh UMKM terhadap PPh Pasal 4 Ayat 2 mengalami penurunan sebesar 0,19% dengan kategori kurang
TRANSFORMASI NOVEL REFRAIN KARYA WINNA EFENDI KE FILM REFRAIN KARYA FAJAR NUGROS SEBUAH KAJIAN EKRANISASI
Anggraeni, Novi Febryan. 2019. "Transformation of Novel Refrain by Winna Efendi into Refrain Movies by Fajar Nugros (An Assassment of Ecranisation Study)". Bachelor program of Indonesian Literature, Semarang, Faculty of Humanities, Diponegoro University. Supervisor I Dr. Muh. Abdullah, M.A., Supervisor II Khothibul Umam, S.S., M. Hum.
Film Refrain is one of the films by Fajar Nugros which was adapted from a popular novel with same title by Winna Efendi. Refrain novels and films tell the lives of teenagers who are close to friendship and conflict about love.
The study intended to identify structural changes that occurred in the novel Refrain to Refrain films. The results of the identification of the structure will be used as a formula for formulating subtraction, additions, and varied changes made to the characters, settings, and settings of the novel Refrain to the film Refrain. This research can be used as a reference material in understanding and interpreting the process of ekranisasi that occurs in Indonesian novels and films.
In this study, the authors made comparisons between elements that construct novel (structural) and elements that build films (narrative structure of cinema). This is done by collecting data using the note-taking technique.
After comparing, the ecranisation process of the novel into the film will cause changes in the form of subtracting, adding, and varying changes to the structure of the work. The results of the analysis carried out indicate a change, subtractions and additions related to the plot, character and characterization. Even though the process of the novel's expansions to the film Refrain does not change the core of the story but gives its own interest to the audience. This can be seen from the best-seller label carried by the novel does not affect the number of viewers in this film.
Keywords: Ecranization. Subtractions. Additions. Variations Changes
Hubungan Tingkat Kemudahan dan Kebermanfaatan dengan Penerimaan Institutional Repository Oleh Mahasiswa Universitas Negeri Malang Di Perpustakaan Universitas Negeri Malang
ABSTRAK RINGKASAN Anggraeni, Novi 2017. Hubungan Tingkat Kemudahan dan Kebermanfaatan Dengan Penerimaan Institutional Repository oleh Mahasiswa Universitas Negeri Malang di Perpustakaan Universitas Negeri Malang.. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Hj.Titik Harsiati, M.Pd (II) Setiawan S.Sos, M.IP Kata Kunci : Kemudahan, Kebermanfaatan, Penerimaan Institutional Repository Perpustakaan Universitas telah memiliki institutional repository perpustakaan yang beralamatkan http://mulok.library.um.ac.id/. Institutional repository merupakan langkah strategis bagi universitas untuk mempertahankan relevansinya dalam masyarakat baru yang berbasis teknologi informasi. Sebagai ruang publik perpustakaan digital dan institutional repository telah memungkinkan untuk dikunjungi oleh berbagai anggota masyarakat, baik dari dalam kampus maupun dari luar kampus. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui empat hal, yaitu (1) tingkat kemudahan penerimaan institutional repository, (2) tingkat kebermanfaatan penerimaaninstitutional repository, (3) hubungan persepsi kemudahan dengan penerimaan institutional repository di perpustakaan, (4) hubungan persepsi kebermanfaatan dengan penerimaan institutional repository di perpustakaan. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Objek penelitian ini adalah institutional repositoryPerpustakaan Universitas Negeri Malang, sedangkan populasinya adalah pemustaka yang menggunakan institutional repositoryPerpustakaan Universitas Negeri Malang. Teknik pengambilan sampel adalah probability sampling dengan metode random sampling. Adapun analisis data yang digunakan untuk pengujian hipotesis adalah teknik analisis korelasi product moment pearson. Dari analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) tingkat kemudahan penerimaan institutional repository terdapat 64% responden yang menyatakan kemudahan penerimaan institutional repository termasuk dalam kategori sedang dengan nilai mean sebesar 42. (2) tingkat kebermanfaatan penerimaan institutional repository terdapat 70% responden yang menyatakan kebermanfaatan penerimaan institutional repository termasuk dalam kategori sedang dengan nilai mean sebesar 48. (3) hasil penelitian kemudahan dengan penerimaan institutional repositoryterdapat hubungan yang positif. Dengan rincian hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikasi antara tingkat kemudahan dengan penerimaan institutional repository sebesar 0,593 yang termasuk dalam kategori sedang. (4) hasil penelitian kebermanfaatan dengan penerimaan institutional repository juga terdapat hubungan yang positif. Dengan rincian hasil penelitian sebesar 0,626 yang termasuk dalam kategori kuat. Saran dan penelitian seharusnya perpustakaan dapat meningkatkan kemudahan dan kebermanfaatan terhadap penerimaan institutional repository agar pengguna yang menggunakan institutional repository meningkat dan dapat memudahkan dalam pencarian informasi di institutional repository perpustakaan Universitas Negeri Malang. Peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lain yang dapat menggambarkan penerimaan institutional repository dan dapat melihat perguruan tinggi lain yang tidak hanya meneliti institutional repository dan bisa mengganti dengan sistem informasi yang lebih baik
STUDY REMAJA CABE-CABEAN DI KOTA BUNGA
ABSTRAK Anggraeni, Novi Tri. 2015. Study Remaja “Cabe-Cabean” di Kota Bunga. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I)Dr. Hj. Muslihati S. Ag., M.Pd (II)Yuliati Hotifah.,S.Psi, M. Pd Kata Kunci: Remaja, Self-Control,Cabe-cabean. Remaja merupakan tahap perkembangan dan pertumbuhan dari anak menjadi dewasa. Perubahan fisik maupun psikis pada masa ini membuat beberapa remaja mengalami kebimbangan identitas. Hal ini berdampak pada perilaku remaja. Remaja yang mengalami kebimbangan umumnya kurang memiliki self control pada dirinya. Self control adalah bagaimana seseorang mengendalikan diri serta dorongan-dorongan dari dalam dirinya. Istiah Cabe-cabeansemulanya digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan fenomena kelakuan remaja yang tergabung dalam kelompok balapan motor liar dan pemenang balapan bisa mengencani si gadis “cabe-cabean”.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian fenomenologi dengan subjek 3 remaja cabe-cabean. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Analisis data pada penelitian ini bersifat induktif dan berkelanjutan.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karakteristik dan aktivitas remaja ‘cabe-cabean” ini memiliki perbedaan yang cukup menonjol dibandingkan dengan remaja lainya, ciri-ciri yang melekat pada remaja “cabe-cabean” ini adalah helm yang selalu melekat pada saat mereka berkumpul, menggunakan baju yang menunjukkan lekukan badan serta memasang behel ataupun soft lens.sedangkan aktivitas mereka tidak banyak perbedaan, selain senang berkumpul di GOR mereka juga bersekolah, kuliah bahkan kerja, berpacaran dan beraktivitas di lingkungan masyarakat. Self-control remaja “cabe-cabean” dalam hal perilaku seksual kurang bisa mereka kontrol dengan berbagai alasan. Dan sebagai mahluk sosial para remaja “cabe-cabean” ini juga mempunyai permasalahan eksternal dan internal. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan beberapa hal sebagai berikut: 1) Bagi konselor atau sekolah, diharapkan dalam melihat dan memahami karakteristik dan aktivitas remaja “cabe cabean”. Sehingga konselor mampu mengenali sejak dini, mengawasi dan melakukan pendektan khusus terhadap siswa yang terlibat dalam aktivitas seperti ini. Diharapkan program BK dapat memberikan pelayan berkaitan self-control dan dapat merancang layanan apa yang sesuai untuk pencegahan maupun untuk remaja yang sudah terlanjur terjerumus ke dalam aktivitas seperti itu, 2) Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian yang lebih lengkap dan lebih mendalam. Serta diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan faktorlain yang menyebabkan seorang remaja terjerumus dalam dunia “cabe-cabean”, bagaimana remaja “cabe-cabean” mengentaskan suatu permasalahan, dan faktor yang berkaitan dengan remaja kehidupan remaja “cabe-cabean”
PANDANGAN DUNIA DEWI ANGGRAENI DALAM NOVEL MY PAIN MY COUNTRY: KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK LUCIEN GOLDMANN (DEWI ANGGRAENI’S WORLD VIEW IN MY PAIN MY COUNTRY: LUCIEN GOLDMANN GENETIC STRUCTURALISM STUDY)
Abstract Dewi Anggraeni’s World View in My Pain My Country: Lucien Goldmann Genetic Structuralism Study. This research aims to uncover human facts, collective subject, the structure of the novel My Pain My Country, which illustrates the character's problems, both concerning other characters and the environment, and the worldview expressed by the author as part of a social class group supported by Dewi Anggraeni's authorship helped to reconstruct the author's worldview. The analysis uses genetic structuralism with a dialectical method based on the concept of understanding and explanation in finding coherence of meaning. The data source is Dewi Anggraeni’s novel ”My Pain My Country”. The results showed that the author described “My Pain My Country” as human facts through geographical, sociological, psychological, historical, and ideological facts. Dewi Anggraeni describes the collective subject in two different social classes, namely the Chinese ethnic group to be described as the capitalists and indigenous people as the proletarians. The structure of “My Pain My Country” was constructed by relating the characters and the environment. The author represented the relationship between the characters in human opposition. Meanwhile, the relationship between the characters and the environment were represented through natural, social and cultural oppositions. The structure of the novel reflected the Dewi Anggraeni’s worldview as a form of sympathy, not only towards the victims of the 1998 tragedy from Chinese but also towards the lower middle class of indigenous people; and world views on nationalism, justice, and Chinese integration. Key words: genetic structuralism, human fact, world view Abstrak Pandangan Dunia Dewi Anggraeni dalam Novel My Pain My Country: Kajian Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fakta kemanusiaan; subjek kolektif; struktur novel My Pain My Country yang menggambarkan permasalahan tokoh, baik dalam hubungannya dengan tokoh lain maupun dengan lingkungannya; dan pandangan dunia yang diekspresikan pengarang sebagai bagian dari kelas sosial yang didukung oleh jejak kepengarangan yang turut merekonstruksi pandangan dunia Dewi Anggraeni. Analisis menggunakan strukturalisme genetik dengan metode dialektik yang berdasarkan pada konsep pemahaman dan penjelasan dalam menemukan koherensi makna. Sumber data adalah novel My Pain My Country karya Dewi Anggraeni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel My Pain My Country sebagai fakta kemanusiaan digambarkan pengarang melalui fakta geografis, sosiologis, psikologis, historis, dan ideologis. Subjek kolektif dimunculkan Dewi Anggraeni dalam dua kelas sosial yang berbeda, yaitu kelompok etnis Tionghoa yang digambarkan sebagai kaum kapitalis dan pribumi sebagai proletar. Struktur novel My Pain My Country dibangun oleh hubungan antartokoh, serta tokoh dan lingkungan. Hubungan tokoh dan tokoh digambarkan dalam oposisi manusia. Sementara itu, hubungan tokoh dan lingkungan digambarkan melalui oposisi alamiah, sosial, dan kultural. Struktur novel itu merefleksikan pandangan dunia Dewi Anggraeni sebagai wujud keprihatinan, baik terhadap korban tragedi 1998 dari Tionghoa maupun kelompok menengah ke bawah, serta pandangan tentang nasionalisme, keadilan, dan integrasi Tionghoa. Kata-kata kunci: strukturalisme genetik, fakta kemanusiaan, pandangan duni
- …
