122 research outputs found

    Kepemimpinan H. Nadjamuddin : Ulama, Umara dan Wirausahawan Bugis dalam Kiprahnya Membangun Umat di Kalimantan Timur

    No full text
    Tulisan ini mengkaji tentang Ulama Bugis H. Nadjamuddin yang memiliki multi talenta, yaitu Ulama, Umara dan Bisnisman. H. Nadjamuddin adalah ulama besar di Kalimantan Timur yang telah sukses dalam membangun umat di Kalimantan Timur. Dia mendirikan sekolah al-Islah yang murid-muridnya banyak yang sukses sebagai pemimpin di wilayah Kalimantan Timur. H. Nadjamuddin dalam masa hidupnya sukses berkarir sebagai pimpinan wilayah Muhammadiyah Kaltim, kepala sekolah, ketua partai Masjumi, dan bahkan sukses dalam dunia bisnis yang digelutinya untuk menopang dakwahnya. Di masa pensiun, H. Nadjamuddin menghabiskan waktunya berdakwah dan mengabdikan diri dalam dunia pendidikan non-formal dengan menjadikan Masjid besar ukhuwah Muara Badak sebagai sentral aktifitas keagamaan yang dia bangun sendiri di atas tanah milik yang dia wakafkan. Masyarakat Muara Badak sangat menghormatinya sebagai ulama kharismatik dan H. Najamudin atau lebih akrab dikenal di kalangan keluarganya dengan nama Mappatoba adalah seorang ulama Bugis asal kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan

    BIOGRAFI IBU MUNASIAH NADJAMUDDIN SEBAGAI SENIMAN TARI DI MAKASSAR

    No full text
    ABSTRAK Reny Angraeni. A, 2019. Biografi Ibu Munasiah Nadjamuddin Sebagai Seniman Tari di Makassar. Skripsi Program Studi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Bapak Tony Malumbot, S.Sn, M.Hum dan Ibu Dr. Hj. Heriyati Yatim, M,Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab masalah (1) Bagaimana Perjalanan Hidup Ibu Munasiah Nadjamuddin Sebagai Seniman Tari di Makassar. (2) Bagaimana Prestasi Yang Dicapai Ibu Munasiah Nadjamuddin Sebagai Seniman Tari di Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yaitu penelitian deskriptif dengan desain penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perjalanan Hidup Ibu Munasiah Nadjamuddin Sebagai Seniman Tari di Makassar. Ditarik kesimulan yaitu, perjalanan hidup dan karir ibu Munasiah tidak dicapai begitu saja. Namun, dengan melalui beberapa proses dan usaha sertake beranian, ketekunan, dan keinginan yang begitukuat dan besar sehingga beliau mampu menjadi seorang seniman seperti yang dikenal pada saat ini. Setelah bergemul dengan beberapa seniman dan belajar bersama mereka, ibu Munasiah mampu menciptakan beberapa karya tari, dan mengayomi beberapa kegitan yang tidak jauh dari seni seperti, bermain film dan menulis beberapa puisi. Ibu Munasiah dikenal sebagai seniman wanita multi talenta dengan beberapa pembuktian yang telah dilakukannya, dan beberapa penghargaan besar yang didapatkannya. Meski ibu Munasiah pernah menjabat sebagai anggota dewan, demi sebuah keprofesionalannya sebagai seniman, ibu Munasiah tetaplah seniman tari hingga yang kita kenal hingga saat ini. (2) Prestasi seni yang telah dicapai oleh ibu Munasiah Suatu kebanggan bagi ibu Munasiah, Karenaapa yang telah dilakukannya dan segala usahanya menuai banyak apresias idari berbagai pihak. Sebelumnya, sejak usia kanakkanak hingga saat ini ibu Munasiah telah meraih berbagai prestasi dalam bidang seni, khususnya pada seni tari. Salah satu kebangaannya yaitu, ibu Munasiah mendapat penghargaan dari Presiden RI sebagai penerima Gelar Tanda Kehormatan Presiden Kelas Satyalancana Kebudayaan, ibu Munasiah dinobatkan sebagai Profesi Koreografer, peneliti dan pembina seni tari tradisional Sulawesi Selatan. Kata Kunci : Biografi Ibu Munasiah Nadjamuddi

    FRAME BERITA UTAMA KASUS AGUSRIN M NADJAMUDDIN PADA HALAMAN MUKA DI SURAT KABAR HARIAN RAKYAT BENGKULU DAN BENGKULU EKSPRESS

    No full text
    Fame sebuah berita berkaitan dengan bagaimana realitas pada sebuah peristiwa dikonstruksi oleh wartawan dan redaksi dalam proses produksi berita, sehingga menghasilkan realitas baru dalam bentuk teks berita. Teks berita menggambarkan bagaimana realitas pada sebuah peristiwa disusun, dituliskan, dikisahkan dan ditekankan dengan cara tertentu oleh media. Sebuah peristiwa yang besar akan menjadi menarik untuk diliput oleh media, Apalagi jika peristiwa tersebut berkaitan dengan kepala daerah seperti kasus Agusrin M Nadjamuddin. Kasus tersebut tentunya menjadi sangat menarik terlebih jika media menempatkannya menjadi berita utama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana wartawan mengkonstruksi realitas pada peristiwa kasus Agusrin M Nadjamuddin menjadi realitas dalam bentuk teks berita pada halaman muka di suratkabar harian rakyat Bengkulu dan Bengkulu Ekspress. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M Koscki, yakni menganalisis bagaimana teks berita kasus Agusrin M Nadjamuddin dibingkai oleh surat kabar dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari melakukan analisis terhadap teks berita kasus Agusrin M Nadjamuddin serta melakukan wawancara dengan informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rakyat Bengkulu dan Bengkulu Ekspress sama-sama menghadirkan lebih banyak narasumber yang mendukung pihak terdakwa sementara narasumber yang mendukung pihak JPU hanya 1 narasumber dihadirkan oleh Rakyat Bengkulu sedangkan Bengkulu Ekspress tidak sama sekali. Harian Rakyat Bengkulu mengisahkan kasus Agusrin denganmenempatkan argumen dari narasumber untuk memperkuat fakta yang ditonjolkan.Harian Bengkulu Ekspress mengisahkan kasus Agusrin dengan memberikan argumen pada fakta-fakta dari narasumber yang mendukung Agusrin. Surat Kabar RakyatBengkulu menonjolkan fakta-fakta mengenai dakwaan JPU mengada-ada atau errorin persona, menonjolkan tudingan Agusrin terhadap lawan politik pilkadanya, dan menonjolkan jawaban Agusrin atas tuduhan suap hakim. Kemudian mengaburkan fakta mengenai surat tanda tangan asli Agusrin dan mengaburkan 12 tuduhan ICW.Harian Bengkulu Ekspress menonjolkan dukungan pendukung Agusrin, menonjolkan keputusan hakim membebaskan Agusrin, menonjolkan penilaian Agusrin atastuntutan JPU dan menonjolkan komentar Agusrin terkait tuduhan suap. Kemudian menyamarkan surat dengan tanda tangan asli Agusrin, menyamarkan isi kesaksian dari para saksi yang dihadirkan dipersidangan dan menyamarkan 12 tuduhan ICW

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA BANK MUAMALAT CABANG MAKASSAR ( MENGGUNAKAN INDIKATOR FAST)

    No full text
    ABSTRAK MARYAM NADJAMUDDIN. Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Nasabah pada Bank Muamalat Cabang Makassar (dibimbing oleh Basri Modding dan Jeni Kamase). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk : (1) mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah Bank Muamalat Cabang Makassar; (2) menganalisis dimensi yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan nasabah Bank Muamalat Cabang Makassar ; (3) mengetahui perbedaan kepuasan nasabah berdasarkan karakteristik responden. Penelitian ini merupakan survei terhadap nasabah Bank Muamalat Cabang Makassar. Unit analisis dalam penelitian ini adalah individual. Sampel dipilih dengan metode nonprobabilitas sebanyak 398 reesponden. Survei dilakukan dari bulan Januari sampai Maret 2014. Data dianalisis dengan menggunakan program SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) secara simultan friendly, accesibble, secure, dan to your need berpengaruh terhadap kepuasan nasabah Bank Muamalat Cabang Makassar ; (2) secara parsial, kualitas pelayanan yang berkontribusi paling dominan terhadap kepuasan nasabah berdasarkan karakteristik responden adalah friendly ; (3) tidak terdapat perbedaan kepuasan nasabah berdasarkan karakteristik responden

    STUDI POTENSI ENERGI TERBARUKAN DI KAWASAN TIMUR INDONESIA BERBASIS ANALISIS RETScreen INTERNATIONAL

    No full text
    IMRAN AMIN. Studi Potensi Energi Terbarukan Di Kawasan Timur Indonesia Berbasis Analisis RETScreen International (dibimbing oleh Nadjamuddin Harun dan Ansar Suyuti). Potensi energi matahari (kWh/m2/d) 5,43 (Maluku), 4,97 (Papua) dan 5,66 (Sulawesi Barat) dan Potensi energi angin rata-rata 6,9 m/s perlu dikembangkan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan kelayakan pembangkit berdasarkan model energi, lingkungan dan ekonomi menggunakan software RETScreen International dan evaluasi kebijakan ketenagalistrikan. Simulasi PLTS 100 kWdengan modul Samsung LPC235SM dan PLTB 50.000 kWdengan50 unit turbin angin AAER 1000S 70, diperoleh energi PLTS (MWh) 126 (Maluku), 117,5 (Papua) dan 126,5 (Sulawesi Barat)dan energi PLTB (MWh) 92.650126 (Maluku), 91.269 (Papua) dan 91.937 (Sulawesi Barat). Pengurangan emisi GRK PLTS dan PLTB (t CO2/tahun) 92,2 dan 17.816 (Maluku), 85,9 dan 17.551 (Papua) dan 91,8 dan 17.679 (Sulawesi Barat). Hasil analisa finansial PLTS diperoleh IRR dan NPV 27,8% dan 269.489(Maluku),24,9269.489 (Maluku), 24,9% dan 230.709 (Papua) dan 27,6% dan 267.080(SulawesiBarat)sedangkanhasilanalisafinansialPLTBdiperolehIRRdanNPV13,1267.080 (Sulawesi Barat) sedangkan hasil analisa finansial PLTB diperoleh IRR dan NPV 13,1% dan 2.294.471(Maluku) 12,5% dan 1.021.172(Papua)dan12,8 1.021.172 (Papua) dan 12,8% dan 1.637.070 (Sulawesi Barat). Kebijakan tarif dan subsidi untuk PLTS 30sen/kWh(30 sen/kWh (300 per MWh) dan untuk PLTB Rp. 1250 per kWh ( $100 per MWh) sudah memberikan hasil sebanding dengan biaya investasi dan operasional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa PLTS dan PLTB pada provinsi Maluku, Papua dan Sulawesi Barat layak dan menguntungkan.

    PENGARUH GAYA BELAJAR SISWA TERHADAP KREATIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN (SBK) MATERI SENI RUPA MENGGAMBAR KELAS 4 DI MADRASAH IBTIDAIYAH DARUL ULUM KARANG BINANGUN BELITANG OKU TIMUR

    No full text
    Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini dibuat sebagai berikut untuk mengetahui bagaimana sistem belajar mengajar yang baik untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar; untuk mengetahui lebih jelas tipe gaya belajar visual siswa dalam proses pendidikan; dengan mengetahui tipe gaya belajar siswa, guru dapat mudah dengan memadukan kreativitas siswa melalui gaya belajar yang mereka miliki.Adapun permasalah dari data-data yang adabahwa siswa-siswi kelas 4 MI Darul Ulum Karang Binangun Belitang OKU Timur mudah bosan dalam proses pembelajaran SBK materi seni rupa menggambar, Siswa seolah menganggap menggambar itu sulit dalam mengikuti pembelajaran  sehingga kurangnya  semangat  dalam   mengembangkan karyanya di kelas. Kurangnya pemahaman guru tentang tipe gaya belajar visual siswa sehingga siswa kurang berminat dalam mengikuti pembelajaran SBK. Dari sejumlah 17 siswa 10 diantaranya sudah mempunyai gaya belajar visual yang terarah, sedangkan 7 siswa lainnya hampir mendekati karakteristik gaya belajar siswa. Dengan karakteristik yang telah ada ini, penulis dapat dengan mudah mengembangkan ilmu kepada siswa kelas 4 MI Darul Ulum. Dengan gaya belajar siswa guru dapat membangkitkan kreativitas siswa yang mulanya tidak kreatif menjadi kreatif, yang awal mula pasif menjadi sedikit aktif dengan gaya belajar yang ia miliki. Berdasarkan penelitian penulis bahwa penelitian ini berhasil untuk siswa kelas 4 menjadi kreatif dengan hasil karya menggambar mereka yang berwarna-warni inilah penulis menyimpulkan bahwa siswa kelas 4 memiliki kreativitas, ada 7 siswa tergolong sangat kreatif dalam menggambar di kelas, sedangkan 10 siswa lainnya tergolong kreatif setelah adanya penelitian.Dapat disimpulkan bahwa dari uji data dengan menggunakan Korelasi Product Moment ini bahwa “ada hubungan antara gaya belajar siswa terhadap kreativitas siswa mata pelajaran SBK materi seni rupa mengambar” karena keriteria apabila &lt; r tabel maka Ho diterima jika &gt; r tabel maka Ho ditolak. Dapat dinilai bahwa df 15 pada taraf 5%= 0,514 dan 1% = 0,641, jika kita menggunakan salah satu dari r tabel maka dapat dinilai (3,919) &gt; r tabel (0,641), berarti Ho ditolak. </jats:p

    Sistem Informasi Penjualan, Pembelian dan Jasa Grooming pada Tera Petshop

    No full text
    Tera is one Petshop Petshop in Bandung, which provides cat food, dog food, hamster food, cage, bags etc. In addition selling a variety of foods and accessories Tera pet shop also offer grooming services or known with animals salon especially for cats only, such as treatments, baths, and cut nails. But one of the problems faced is data processing is not computerized such as sales and purchasesdata processing, sales and purchasesreport making , cat grooming and inventory. With the computerized system or the proposed system. Tera pet shop can perform data processing more quickly, accurate, and efficient. Especially in the sales and purchaseprocessing.System approach usedthe structured method with the analysis tools are Flowmap, Context Diagram, and Data Flow Diagram. While the programming language used PHP and the database used MySQL database.Sales, Purchasing and Grooming Service Information System in Tera Petshop was built as one of the solutions of the problems faced by Tera Petshop with building an application that can simplydata processingfaster, and data required can also be betterstored and processed

    The relationship between socioeconomic background and academic achievement of Adamson University Boy\u27s High School and its implications to vocational guidance program

    No full text
    The study describes and determines the relationship between socioeconomic background and academic achievement of Adamson University Boys\u27 High School students and its implications to vocational guidance program. This study is a correlational research which involves the identification of socioeconomic background which could influence the academic 1 and career choice of the students. The subjects of the study were the Adamson University High School boys registered for school year 1978-1979. The total number of those students were 632. The sample taken represents 20% of the total population. A stratified random sampling process was used to draw the representative proportion of students. Information was gathered from a questionnaire, interview and from the report cards of the students. The conclusions drawn from the findings of the study were: 1. That academic achievement of the students is not determined by socioeconomic background 2. That the father\u27s occupation is more similar to the children\u27s career choice 3. That students choose career without regard for ability, interest or ability to pay 4. That a career guidance program is necessary to help students make realistic and intelligent career choices

    Counseling process and outcome variables of Indonesian paraprofessional and professional counselors in the initial interview

    No full text
    This study compares Indonesian paraprofessional and professional counselors on the basis of counseling process: counseling climate, counselor comfort, verbal response, personality characteristics and counseling outcome or client satisfaction, as observed in the initial interview. The subjects of the study were 10 counselors and 100 clients. The study used the Counseling Evaluation Inventory (CEI) and the Sixteen Personality Factor Questionnaire (16-PF) to measure client experiences and counselor personality characteristics, respectively. Each counselor met 5 male and 5 female clients individually in a 20-30 minute initial interview. All sessions were audiotaped. To compare paraprofessional and professional counselors in the counseling process, the arithmetic mean and standard deviations of individual counseling scores were computed. Multiple regression was done to test for significant difference between the 2 groups at .05 level. Significant difference was established by determining the contribution of the grouping factor over and beyond the individual counselor aspects. The two groups were also compared by computing the arithmetic mean of the frequencies of each response type per counselor. Again multiple regression was done to test for significant differences between the 2 groups. The relationships between client satisfaction and counselor personality characteristics were computed for each group and each of 16 personality factors by using the Pearson r. The difference between the r\u27s for the 2 groups were compared using the z-test. Among the 3 components of client experiences, it was only in counselor comfort where a significant difference was found between paraprofessional and professional counselors. Clients of professional counselors rated their counselors significantly higher than did those counseled by paraprofessionals. In the counselor personality-client satisfaction correlation coefficients obtained for both groups, significant difference was found in only 4 factors. The largest difference in r\u27s between the 2 groups was on Factor Forthright vs. Astute, followed by Humble vs. Assertive, then by Trusting vs. Suspicious, and Conservative vs. Experimenting. These difference indicated that client satisfaction tends to vary directly with forthrightness and docility for paraprofessional counselors while it tends to vary directly with shrewdness, assertiveness, obstinacy, and willingness to experiment for professional counselors. Conclusions made, were : 1) Effectiveness of counseling as measured by client satisfaction, is independent of the counselor level of training. 2) The primary job of counselor and his habitual approach to others may influence responses of the individual in his counseling role. 3) Dual roles of the counselor may create a conflict of philosophies which can lead to inconsistency in relating to clients. 4) Some personality traits are more closely associated to effective counseling than others
    corecore