1,720,958 research outputs found
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI DI SMA/SMK/MA NEGERI SE KECAMATAN CEMPAKA PUTIH
Nanda Eka Putri, 2022 : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Minat Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi di SMA/SMK/MA Negeri se
Kecamatan Cempaka Putih. Skripsi, Jakarta : Pendidikan Ekonomi, Fakultas
Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta, Tim Pebimbing : Dr. Mardi, M.Si. dan
Aditya Pratama, S.Pd., M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi pada siswa/siswi kelas
XII SMA/SMK/MA Negeri se Kecematan Cempaka Putih tahun ajaran 2021/2022.
Peneliti menggunakan Person-Obyek Theory of Interest (POI) sebagai teori dasar
penelitian ini. Variabel yang digunakan yaitu minat melanjutkan studi ke peguruan
tinggi sebagai variabel endogen, lingkungan teman sebaya dan status sosial
ekonomi orang tua sebagai variabel eksogen, dan motivasi belajar sebagai variabel
intervening. Metode penelitian ini adalah kuantitaif dengan teknik analisis data
Anlisis Jalur (Path Analysis). Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 268
responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan teman sebaya
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan
tinggi, status sosial ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap minat
melanjutkan studi ke perguruan tinggi, motivasi belajar berpengaruh positif dan
signifikan terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi, lingkungan teman
sebaya berpengaruh tidak langsung terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan
tinggi melalui motivasi belajar secara signifikan, status sosial ekonomi orang tua
memiliki pengaruh tidak langsung terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan
tinggi melalui motivasi belajar secara signifikan.
Kata Kunci : Minat Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi, Lingkungan Teman
Sebaya, Status Sosial Ekonomi, Motivasi Belajar, Person-Obyek Theory of Interest
(POI
PENGUASAAN KELEBIHAN HASIL LELANG PADA PT. PEGADAIAN UNIT PELAYANAN CABANG KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG DITINJAU DARI PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 106/PMK.06/2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN LELANG DAN FIQIH MUAMALAH
ABSTRAK
Nanda Eka Putri, NIM. 17101163070, Penguasaan Kelebihan Hasil Lelang pada
PT. Pegadaian Unit Pelayanan Cabang Kecamatan Ngunut
Kabupaten Tulungagung Ditinjau dari Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 106/PMK.06/2013 Tentang Petunjuk
Pelaksanaan Lelang Dan Fiqih Muamalah, Jurusan Hukum
Ekonomi Syariah, IAIN Tulungagung, 2020, Pembimbing: Dr.
H. M. Darin Arif Mu’allifin, S.H., M. Hum.
Kata Kunci: Penguasaan, Kelebihan Hasil Lelang, Pegadaian, Permen Keuangan
Nomor 106 Tahun 2013 dan Fiqih Muamalah.
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan banyaknya nasabah PT. Pegadaian
UPC Ngunut yang pada setiap tahunnya mengalami peningkatan dengan
mayoritas nasabah berasal dari masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah
kebawah. Selain itu pengalaman peneliti secara pribadi ketika menjadi nasabah
PT. Pegadaian UPC Ngunut dimana ketika peneliti menggadaikan gelang dengan
harga jual Rp. 1.700.000,00 dan saat itu barang di taksir dan peneliti hanya
mendapatkan pinjaman uang Rp. 700.000,00. Ketika sudah jatuh waktu tempo,
peneliti belum mampu untuk menebus, dan otomatis gelang tersebut di lelang oleh
pihak pegadaian. Pihak Pegadaian hanya memberi tahu jumlah harga gelang
setelah dilelang sedangkan sisa dari penjualan hasil lelang tidak diberitahukan
kepada peneliti. Peneliti merasa hal tersebut merugikan pihak nasabah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penguasaan
kelebihan hasil lelang pada PT. Pegadaian UPC Ngunut? (2) Bagaimana
penguasaan kelebihan hasil lelang pada PT. Pegadaian UPC Ngunut ditinjau dari
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106/PMK.06/2013 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Lelang? dan (3) Bagaimana penguasaan kelebihan hasil lelang pada
PT. Pegadaian UPC Ngunut ditinjau dari fiqih muamalah? Adapun tujuan dari
penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui penguasaan kelebihan hasil lelang
pada PT. Pegadaian UPC Ngunut, (2) Untuk mengetahui penguasaan kelebihan
hasil lelang pada PT. Pegadaian UPC Ngunut ditinjau dari Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 106/PMK.06/2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang, dan
(3) Untuk mengetahui penguasaan kelebihan hasil lelang pada PT. Pegadaian UPC
Ngunut ditinjau dari fiqih muamalah.
Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif dan
jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data (data reduction),
penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penguasaan kelebihan hasil
lelang pada PT. Pegadaian Unit Pelayanan Cabang Ngunut dikuasai oleh pihak
pegadaian bukan dikuasai oleh pemberi gadai atau nasabah. (2) Penguasaan
kelebihan hasil lelang pada PT. Pegadaian Unit Pelayanan Cabang Ngunut belum
sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106 Tahun 2013 tentang
Petunjuk Pelaksanaan Lelang, karena a) pemahaman tentang gadai dan lelang
hanya di pahami pihak PT. Pegadaian Unit Pelayanan Cabang Ngunut saja, untuk
pihak nasabah kebanyakan belum mengetahui tentang gadai dan lelang. Dalam hal
prosedur lelang pun juga belum sepenuhnya transparan dan belum sesuai prosedur
lelang yang tepat. Karena masih ada nasabah yang tidak tahu menahu mengenai
barang yang telah digadaikannya. Dan b) pada pasal 74 angka (3) Peraturan
Menteri Nomor 106 Tahun 2013 disebutkan bahwa hasil bersih lelang diberikan
kepada pemiliki barang, dan faktanya pada PT. Pegadaian Unit Pelayanan Cabang
Ngunut jika terjadi kelebihan hasil lelang hanya pada beberapa kasus yang
diberikan kepada nasabah, dan pada kasus yang lain tidak diberikan kepada
nasabah. Dan (3) Penguasaan kelebihan hasil lelang pada PT. Pegadaian Unit
Pelayanan Cabang Ngunut belum sesuai dengan konsep fiqih muamalah rahn.
Karena Pada beberapa kasus PT. Pegadaian Unit Pelayanan Cabang Ngunut tidak
memberitahukan sama sekali tentang informasi lelang dan hasil lelang apakah
lebih atau tidak. Pengusaan kelebihan hasil lelang oleh PT. Pegadaian Unit
Pelayanan Cabang Ngunut merugikan pihak nasabah. Dan hal ini tidak sesuai
dengan syarat dan rukun rahn
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEDISIPLINAN PEKERJA DALAM PENGGUNAAN APD DI PT. PLN (PERSERO) RAYON NGAWI
Kecelakaan kerja masih menjadi hal yang sering terjadi karena angkanya yang terbilang masih tinggi. Kecelakaan kerja bisa terjadi di semua bidang antara lain di bidang kontruksi bangunan maupun di bidang perindustrian. Diperkirakan 2,3 juta pekerja meninggal setiap tahun akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK). Lebih dari 160 juta pekekrja menderita penyakit kibat kerja dan 313 juta pekerja mengalami kecelakaan non-fatal per tahunnya. PT.PLN (Persero) Rayon Ngawi adalah salah satu perusahaan kelistrikan yang berisiko kecelakaan ringgi. Kecelakaan tersebut bisa dipengaruhi salah satunya oleh penggunaan alat pelindung diri yang baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan pekerja dalam penggunaan APD di PT.PLN (Persero) Rayon Ngawi. Dalam penelitian ini jenis penelitin yang digunakan adalah kuantitatif dimana data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik. Populasi peneitian di PT.PLN (Persero) Rayon Ngawi adalah pekerja lapangan yang berjumlah 20 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yaitu semua anggota dari populasi dijadikan sampel penelitian.Jadi jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 20 orang dari seluruh jumlah pekerja lapangan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dengan spss16 dengan uji pearson Rank Spearmen untuk mengetahui hubungan antar variabel dan sebeapa kuat hubungan tersebut dengan melihat koefisien relasinya. Hasil dari uji Rank Spearmen menunjukkan menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pekerja tentang penggunaan APD (p=0,802), pengawasan K3 dan safety talk (p=0,690) dan kedisiplinan pekerja dalam penggunaan APD(p=0,655) dengan (p= > 0.05) Saran untuk pengawas K3 mengadakan program Reward and Punishment untuk meningkatkan kedisiplinan pekerja. Meningkatkan pelaksanaan safety talk agar lebih efektif untuk membangun kedisiplinan penggunaaan APD para pekerja
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD (Studi Kasus Pada RS. Jiwa Tampan Provinsi Riau)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja RS. Jiwa
Tampan Provinsi Riau dengan menggunakan metode balanced scorecard ditinjau
dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif
proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Jenis
penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang merupakan penelitian
non hipotesis, sehingga dalam penelitiannya tidak perlu merumuskan hipotesa.
Berdasarkan hasil penelitian ditinjau dari perspektif keuangan, rumah sakit
mampu melakukan penghematan dalam penggunaan anggaran dan mampu
mencapai target pendapatan yang telah dianggarkan. Perspektif pelanggan
terlihat dari akuisisi,retensi pelanggan dan tingkat kepuasan pelanggan pada
rumah sakit yang meningkat setiap tahunnya menunjukkan keberhasilan rumah
sakit memberikan pelayanan terbaiknya. Perspektif bisnis internal rumah sakit
memiliki inovasi pelayanan yang bertambah setiap tahunnya dan proses operasi
yang berada pada standar ideal. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan
dilihat dari rumah sakit mampu meminimalisir tingkat keluar masuknya karyawan
sehingga dapat dilihat bahwa SDM yang dimiliki oleh rumah sakit mempunyai
loyalitas terhadap rumah sakit, meskipun pada pelatihan karyawan rumah sakit
mengalami penurunan pada tahun berikutnya. Dari pembahasan diatas dapat
disimpulkan bahwa rumah sakit dapat dikatakan mampu menggunakan metode
balanced scorecard sebagai alat ukur alternatif dan juga sebagai alat
pembanding untuk mengukur dan menilai kinerjanya.
Kata Kunci : Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard, Sektor Publik, dan
Rumah Sakit
Peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan Self Persistence siswa Tunagrahita melalui pembelajaran konstruktivisme berbasis Math Game
Peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self persistence siswa tunagrahita melalui pembelajaran konstruktivisme berbasis math game. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self persistence pada siswa tunagrahita melalui pembelajaran konstruktivisme berbasis math game. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas, dan dilakukan sebanyak dua siklus. Dengan hasil pembelajaran konstruktivisme berbasis math game dan kemampuan komunikasi matematis siswa tunagrahita dalam pembelajaran konstruktivisme berbasis math game mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Akan tetapi untuk self persistence siswa tunagrahita tidak mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Dalam penelitian ini math game yang digunakan sebagai media pembelajaran berupa media pembelajaran digital, dengan materi bilangan dan operasi hitungnya
Pola Penyebaran dan Pemetaan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Surabaya menggunakan Spatial Pattern Analysis dan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic
Demam berdarah dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah
kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Jumlah penderita dan
luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan
meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Menurut Dinas
Kesehatan Jawa Timur, Surabaya menempati urutan pertama sebagai
kota dengan penemuan jumlah kasus DBD terbanyak di Jawa Timur
pada tahun 2012. Penelitian ini dilakukan analisis pola penyebaran
kejadian penyakit DBD di Kota Surabaya tahun 2010 – 2014, pengujian
dependensi spasial dengan spatial pattern analysis, serta dilakukan
pendeteksian kantong DBD dan peta kerawanan dengan local indicator
of spatial autocorrelation (LISA) dan flexibly shaped spatial scan
statistic. Hasil penelitian ini yaitu terdapat fluktuasi kasus DBD selama
5 tahun terakhir. Tahun 2010, 2011, 2013, dan 2014, Surabaya memiliki
pola penyebaran kasus DBD yang mengelompok serta tahun 2014
memiliki autokorelasi spasial negatif. Peta yang menunjukkan
kecamatan rawan dengan pendekatan LISA menunjukkan bahwa daerah
yang dikategorikan rawan adalah Kecamatan Sawahan, Asemrowo,
Tandes, dan Bulak, sedangkan dengan pendekatan flexibly shaped
spatial scan statistic menunjukkan bahwa daerah yang dikategorikan
rawan adalah Kecamatan Pakal, Benowo, Tandes, Sambikerep,
Bubutan, Sawahan, Lakarsantri, Wiyung, Dukuhpakis, Karangpilang,
Jambangan, dan Gayungan
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
