1,721,387 research outputs found

    Dahlan/ Musyafa

    No full text
    414 hal.; 21 c

    Nilai Religius Dalam Novel Tuhan, Aku Kembali Karya Haidar Musyafa

    Full text link
    This research motivated by the existence of Islamic religious values in novel God\u27s I Back by Haidar Musyafa. The value of Islamic religion in terms of the value of aqidah, sharia values and moral values by Haidar Musyafa. The purpose of this research to describe the values of aqidah, shari\u27a and morals in novel by Haidar Musyafa. The type of research is qualitative research. The method used in this research descriptive method of analysis. The data of this research are religious data about the value of creed, morals and characters contained in the novel by Haidar Musyafa. Based on the analysis of research data can be concluded that the value of aqid contained in the novel Haidar Musyafa\u27s, namely (a) faith to Allah SWT (belief in Allah) seen on the character Umi stating that God\u27s promise that His pleasure depends on the pleasure of both parents. (b) faith in the books of Allah swt reflected on the character of Jefry who likes to read the holy verses of the Qur\u27an in the race. Sharia value is depicted on Apih figures who ordered their children to perform congregational prayers and chips in order not to leave the prayer. Furthermore, the moral values are (a) morals towards Allah (khalik) is depicted on the character of Jefry who initially have habbit not good then repent to be good people. (b) morals towards humans depicted on the character Jefry who like do something not good, being rude and not obeying the words of parents

    Kajian Fenomenologi dalam Novel Dahlan Karya Haidar Musyafa

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena-fenomena dalam novel Dahlan karya Haidar Musyafa yang mampu mengispirasi para pembaca untuk mengikuti jejak sang pembaharuan yang amal-amalanya menerangi dan menggerakkan umat untuk mencapai kemajuan. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana fenomenologi eidetik dalam novel Dahlan karya Haidar Musyafa?”. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi oleh Endraswara (2013). Sumber data penelitian adalah novel Dahlan karya Haidar Musyafa yang terdiri atas 26 Bab, 414 halaman. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan dan metode yang digunakan adalah content analysis dengan menggunakan teknik hermeneutik. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya fenomenologi eidetik sebanyak 39 data dalam novel Dahlan karya Haidar Musyafa. K.H Ahmad Dahlan diceritakan sebagai Kiai yang mendirikan sekaligus mengembangkan organisasi Muhammadiyah. Dalam sejarah tercatat bahwa organisasi Muhammadiyah berdiri pada tanggal 12 November 1912. Selanjutnya pembaharuan pertama yang dilakukan oleh K.H Ahmad Dahlan adalah mengubah arah kiblat yang dinilai tidak mengarah ke Kakbah. Kemudian dengan adanya organisasi Muhammadiyah ini dapat mengubah pola pikir masyarakat mengenai tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, banyak hal nyata yang disampaikan secara langsung untuk menghindari pemaknaan ganda terhadap fakta yang ada, dan dengan adanya fenomenologi eidetik yang muncul dalam novel biografi dan novel sejarah dapat memudahkan pembaca memahami isi novel serta mengetahui kisah hidup tokoh tanpa harus membaca buku sejarah

    Nilai-Nilai Pendidikan dalam Novel Ki Hadjar Sebuah Memoar Karya Haidar Musyafa: Perspektif Diane Tillman

    Full text link
    Novel Nilai-Nilai Pendidikan dalam Novel Ki Hadjar Sebuah Memoar merupakan novel yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Novel ini mengisahkan tentang kehidupan bapak pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara. Perjuangan Ki Hadjar dan pemuda Indonesia diceritakan dalam novel ini mulai dari terbentuknya Boedi Oetomo, tamansiswa hingga kemerdekaan Indonesia dari penjajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk nilai-nilai pendidikan dalam novel Ki Hadjar Sebuah Memoar karya Haidar Musyafa Perspektif Diane Tillman. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif dan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data yang diperoleh melalui novel Ki Hadjar Sebuah Memoar. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu dengan membaca dan mencatat. Dalam menganalisis data pada novel  Ki Hadjar Sebuah Memoar karya Haidar Musyafa, peneliti melakukan beberapa tahapan, yaitu: mengidentifikasi, mengklasifikasikan, mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam novel Ki Hadjar Sebuah Memoar karya Haidar Musyafa, sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan melalui ketekunan/keajengan pengamatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa novel ini kaya akan nilai pendidikan

    Telaah Historiografi Terhadap Buku Hadji Agus Salim: Diplomat Nyentrik Penjaga Martabat Republik Karya Haidar Musyafa

    No full text
    Haidar Musyafa merupakan penulis kenamaan dan dikenal melalui karya-karyanya yang berbentuk sejarah, meskipun ia bukan seorang sejarawan akademis. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menelaah terkait aspek historiografi yang terkandung dalam buku Hadji Agus Salim karangan Haidar Musyafa. Peneliti menggunakan teori historiografi dari perspektif Sartono Kartodirdjo serta pendekatan biografi sebagai alat analisis dalam mengkaji topik ini. Adapun penelitian ini tergolong sebagai penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sedangkan metode yang digunakan yaitu metode sejarah yang memiliki empat tahapan: heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Haidar Musyafa dalam hal penulisannya, Ia menyajikan pembahasan terkait fakta sejarah secara komprehensif yang dibalut dalam bahasa novel. Di mana pembaca seolah olah terbawa suasana bahwa tokoh tersebut adalah Haji Agus Salim sendiri, sehingga fakta sejarah yang disajikan dapat lebih mudah dipahami oleh pembaca

    Character Education in Novels “Dahlan” by Haidar Musyafa: Religious Value and Curiosity Value

    Full text link
    Character education is undoubtedly found in many things. They are included in the family and language. Individuals can understand character education by looking at current conditions that shape personalities. Character education can also be found in literary works. In this study, researchers focused only on two character education values, namely religious values and curiosity values in the novel Dahlan by Haidar Musyafa. The research aims to reveal the spiritual and curiosity values of the Darwis character that represent daily behaviors with the quotations obtained. The research approach used by the researcher is literary psychology. The literary psychology approach is a scholarly work created by the author related to the character's character, the character's psychology, and the emotions he writes about. The data collection technique in this study uses heuristics and hermeneutics. It can be concluded that Dahlan's novel by Haidar Musyafa contains positive things that can shape good characters for readers. Character education values include religion and curiosity. The results of the research show and represent that humans always obey their beliefs so that they are always grateful for all the certainties that God gives. The results show and represent humans to always obey their beliefs to be continually thankful for all the certainties God gives. Then, the value of character education in the form of the value of curiosity seeks to reveal the unknown with the meaning of language

    ANALISIS NILAI MORAL PADA BUKU BUYA HAMKA SEBUAH NOVEL BIOGRAFI KARYA HAIDAR MUSYAFA

    Full text link
    Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra. Novel ditulis oleh seorang pengarang biasanya bertujuan untuk memperbaiki perilaku pembacanya. Seiring dengan perkembangan zaman, cerita dalam novel tidak hanya berisi tentang khayalan melainkan berkembang menjadi novel yang berisi cerita tentang fakta. Jenis novel yang berisi tentang fakta disebut novel biografi. Tujuan penelitian ini adakah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai moral yang berhubungan dengan religiusitas, sosialitas, mandiri dan bekerja keras yang terdapat dalam buku Buya Hamka Sebuah Novel Biografi Karya Haidar Musyafa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada buku Buya Hamka Sebuah Novel Biografi Karya Haidar Musyafa terdapat nilai-nilai moral yang berhubungan dengan religiusitas. Nilai moral yang berhubungan dengan religiusitas yaitu berkaitan dengan kepedulian terhadap ajaran agama yang dianut.. Nilai moral yang berhubungan dengan sosialitas antara lain kebermanfaatan diri untuk menolong sesama. Nilai moral mandiri berkaitan dengan sikap tidak mudah bergantung kepada orang lain. Nilai moral bekerja adalah sikap pantang menyerah dalam menyelesaikan tugas

    Aspek Religi dan Kepribadian dalam Novel Tuhan, Aku Kembali Karya Haidar Musyafa

    Full text link
    This research is motivated by aspects of Islamic religious values with the personality contained in the novel by Haidar Musyafa, namely God I Return. The value aspects reviewed include the values of aqidah, sharia values and moral and personality values. This research aims to describe the values of aqidah, sharia and morals as well as the personalities of the characters in the Haidar Musyafa novel. This study uses a qualitative type with descriptive analysis method. Analysis of the data taken is based on religious and psychological data so that it can be concluded that the value of aqidah in the Haidar Musyafa novel includes (a) having faith in Allah SWT which is seen in Umi\u27s character who is flat in his statement that Allah\u27s pleasure depends on the pleasure of parents. (b) having faith in the book of Allah SWT which can be seen in the character of Jefrrey who always reads the Koran in every step. (c) have faith on the Day of Judgment which is seen when Uje dreams of death and repents. The value of sharia is reflected in the character of Apih who always reminds her children to always pray in congregation and not to leave prayers. The moral values contained in the novel include (a) morals towards the creator, namely Allah SWT, which is reflected in the character of Jefrrey who initially behaved badly then repented to become a good person. (b) morals towards fellow human beings which is reflected in the character of Jefrrey who likes to do bad things, behaves rudely and is disobedient to his parents. Who finally got the guidance to be a good person. (c) Moral towards oneself is reflected in the character of Uje who realizes his mistakes and does not torture himself any longer from disobedience. The personality aspect is reflected in the behavior of Uje who really does Allah\u27s orders after receiving guidance, And habits that often give charity

    Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas

    Full text link
    Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Program Pembangunan adalah satu dari wujud kepedulian yang dimiliki masyarakat terlaksanaannya pembangunan. Partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap berhasil atau tidaknya suatu program pembangunan yang dilakukan dalam suatu wilayah. Partisipasi masyarakat perlu karena adanya program pemerintah yang dilakukan antara lain yaitu untuk masyarakat itu sendiri. Masyarakat seharusnya bersama-sama dengan pemerintah desa dalam memberikan perannya untuk meningkatkan dan mempermudah jalannya pelaksanaan program pembangunan. Metode Penelitian ini mengunakan jenis atau metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Model penelitian kualitatif ini biasanya digunakan dalam pengamatan dan penelitian sosial. Teori ini menggunakan Teori Cohen dan Uphoff yang dikutip oleh Sari (2011 : 61-63). Partisipasi di bagi menjadi empat (4) yaitu: Partisipasi dalam Pengambilan Keputusan, Partisipasi dalam Pelaksanaan, Partisipasi dalam Pengambilan Keputusan, Partisipasi dalam Evaluasi. Hasil Penelitian Menujukkan bahwa partisipasi masyarakat Desa Karangduren dalam pembangunan infrastruktur kurang atau rendah. Hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya antusias masyarakat untuk menghadiri rapat-rapat dalam perencanaan pembangunan, masih rendahnya masyarakat dalam menyampaikan ide dan gagasan dalam pelaksanaan pembangunan, masih kurangnya bentuk sumbangan barang atau peralatan dan bahan-bahan bangunan. Penyebab rendahnya tingkat partisipasi masyarakat di Desa Karangduren, respon masyarakat yang kurang terhadap Program Pembangunan Infrastruktur Desa dan kurangnya sosialisasi. Keterlibatan masyarakat merupakan hal yang paling utama dan penting dalam mempercepat dan memperlancar jalannya proses pembangunan. Tanpa adanya keterlibatan masyarakat, maka kegiatan pembangunan tidak akan berjalan dengan baik. Kesimpulan dari penelitin ini yaitu: (a) Partisipasi dalam pengambilan keputusan di Desa Karangduren, masih tergolong kurang atau rendah karena dimana kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menghadiri rapat musyawarah atau pertemuan-pertemuan untuk membahas dan menghasilkan suatu program kegiatan pembangunan infrastruktur desa hanyalah beberapa orang perwakilan masyarakat saja; (b) Partisipasi dalam pelaksanaan di Desa Karangduren, juga masih rendah terutama kesadaran dan keterlibatan dari masyarakat karena dalam proses pelaksanaan pembangunan desa ada beberapa orang yang dipengaruhi atau sibuk dengan kepentingan masing-masing; (c) Partisipasi dalam pengambilan manfaat yang didalamnya kesadaran menjaga, merawat dan memelihara setiap hasil dari pembangunan desa yang sudah dilaksanakan juga masih rendah yang membuat hasil dari pembangunan infrastruktur desa mengalami kerusakan atau tidak terawatt; dan (d) Partisipasi masyarakat dalam evaluasi di Desa Karangduren, satu sering mengkritik pemerintah, karena penilaian masyarakat selama berjalannya kegiatan pelaksanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah kurang memberikan perhatian yang membuat semangat masyarakat menurun
    corecore