E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
    3618 research outputs found

    The Relationship Between Social Media Education and Donor Motivation and the Prevalence of Voluntary Blood Donors in Makassar City

    No full text
    Ketersediaan darah sangat bergantung pada partisipasi pendonor darah sukarela, namun di Indonesia, termasuk Kota Makassar, pasokan darah masih menghadapi tantangan keberlanjutan. Di era digital, media sosial berpotensi menjadi sarana edukasi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi donor darah, tetapi efektivitasnya dalam konteks lokal belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi melalui media sosial terhadap motivasi pendonor darah sukarela, hubungan motivasi pendonor dengan prevalensi pendonor darah sukarela, serta distribusi pemanfaatan media sosial oleh pendonor darah di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 98 pendonor darah dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur efektivitas edukasi media sosial dan tingkat motivasi pendonor, sedangkan data sekunder prevalensi pendonor diperoleh dari UTD PMI Kota Makassar dan UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Prevalensi pendonor darah sukarela di Kota Makassar sebesar 4,17%, melebihi standar minimal WHO. Sebagian besar responden memanfaatkan media sosial secara sering hingga sangat sering, dengan Instagram sebagai platform utama. Mayoritas responden menilai media sosial efektif sebagai sumber edukasi donor darah, dan tingkat motivasi pendonor berada pada kategori tinggi hingga sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas penggunaan media sosial dan tingkat motivasi pendonor darah sukarela (p = 0,038). Edukasi melalui media sosial berperan penting dalam meningkatkan motivasi pendonor darah dan berkontribusi terhadap tingginya prevalensi pendonor darah sukarela di Kota Makassar

    “Antibacterial Activity of Olive Oil Against Salmonella Typhi.”

    No full text
    Salmonella typhi merupakan penyebab utama demam tifoid yang sering memerlukan pengobatan antibiotik, namun masalah resistensi bakteri terhadap antibiotik menjadi tantangan besar dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antimikroba dari tiga jenis minyak zaitun: Extra Virgin Olive Oil (EVOO), Extra Light Olive Oil (ELOO), dan Olive Pomace Oil (OPO) terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Metode yang digunakan adalah uji difusi cakram selama tiga hari di Laboratorium UP3M Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis minyak zaitun menunjukkan zona hambat terbatas antara 7,0 mm hingga 9,0 mm, yang semuanya dinilai “Resisten”, mengindikasikan efektivitasnya yang terbatas. Meskipun EVOO memiliki zona hambat rata-rata tertinggi (8,37 mm), tidak ada perbedaan signifikan antara ketiga jenis minyak zaitun maupun dengan Ciprofloxacin (kontrol positif) yang menunjukkan zona hambat sebesar 33 mm. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan terapi alternatif berbasis alami untuk mengatasi infeksi bakteri seperti Salmonella typhi, namun juga menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami potensi penuh minyak zaitun dan cara untuk meningkatkan efektivitasnya, termasuk modifikasi kimia atau pengolahan lebih lanjut

    APLIKASI PUPUK ORGANIK LIMBAH TANAMAN DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan pupuk organik limbah tanaman dan pupuk organik dengan dosis yang terbaik terhadap hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2025 di lahan petani di Talang Kelapa Blok 3 RT. 61 RW. 08, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan 9 kombinasi perlakuan sehingga didapatkan 27 petak, adapun perlakuan penelitian sebagai  berikut.  Faktor  pertama  Pupuk Organik Limbah  Tanaman  (L)  :  L1  =  7,5 ton/ha, L2 = 15 ton/ha, L3 = 22,5 ton/ha. Faktor kedua Pupuk Anorganik (A) : A1 = N (37,5 kg/ha), P (75 kg/ha), K (62,5 kg/ha), A2 = N (75 kg/ha), P (150 kg/ha), K (125 kg/ha) dan A3 =N (112,5 kg/ha), P (226 kg/ha), K (187,5 kg/ha. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah umbi per rumpun (umbi), berat umbi per rumpun (g) dan berat umbi per petak (kg). Hasil penelitian menunjukan bahwa secara tabulasi kombinasi pupuk organik limbah tanaman dosis 22,5 ton/ha dengan pupuk anorganik  N (37,5 kg/ha), P (75 kg/ha), K (62,5 kg/ha) memberikan hasil tertinggi terhadap bawang merah sebanyak 0,26 kg/petak (setara 1,04 ton/ha).This study aims to determine and determine the best dose of organic fertilizer from plant waste and organic fertilizer for shallot (Allium ascalonicum L.) yield. This study was conducted from June to September 2025 in farmer's land in Talang Kelapa Block 3 RT. 61 RW. 08, Talang Kelapa District, Banyuasin Regency, South Sumatra. The research method used an experimental method with a factorial randomized block design (RAK) with 3 replications of 9 treatment combinations so that 27 plots were obtained, the research treatments were as follows. The first factor is Organic Fertilizer from Plant Waste (L): L1 = 7.5 ton/ha, L2 = 15 ton/ha, L3 = 22.5 ton/ha. The second factor of Inorganic Fertilizer (A) : A1 = N (37.5 kg/ha), P (75 kg/ha), K (62.5 kg/ha), A2 = N (75 kg/ha), P (150 kg/ha), K (125 kg/ha) and A3 = N (112.5 kg/ha), P (226 kg/ha), K (187.5 kg/ha). The variables observed in this study were the number of tubers per clump (tuber), tuber weight per clump (g) and tuber weight per plot (kg). The results of the study showed that tabulated combination of organic fertilizer from plant waste at a dose of 22,5 tons/ha with inorganic fertilizer N (37,5 kg/ha), P (75 kg/ha), K (62,5 kg/ha) gave the highest yield of shallots at 0,26 kg/plot (equivalent to 1,04 ton/ha)

    PENGARUH PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleracea Var. botrytis L.) TERHADAP PEMBERIAN DOSIS PUPUK KOTORAN AYAM DAN NPK

    Full text link
    Kubis bunga merupakan tanaman hortikultura yang banyak diminati masyarakat secara luas sebagai sayuran pendamping makanan utama. Pemupukan merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan budidaya tanaman. Penerapan teknik pemupukan yang berimbang serta penggunaan kombinasi dosis pupuk yang tepat dapat memperbaiki sistem budidaya dan meningkatkan kembali produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui pertumbuhan dan hasil kubis bunga yang dipengaruhi oleh kombinasi pupuk kotoran ayam dan pupuk NPK. Penelitian ini dilakukan di Talang Jambe, Kecamatan Sukarame, Palembang, Sumatera Selatan, pada periode akhir musim kemarau di bulan Juni hingga Agustus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 12 perlakuan dengan 3 ulangan dan 3 ulangan setiap perlakuan. Faktor pertama terdiri dari pupuk kotoran ayam: 437,50 g/tan (A1); 656,25 g/tan (A2), 875 g/tan (A3) dan faktor kedua terdiri dari pupuk NPK: kontrol (N0); 10 g/tan (N1), 15 g/tan (N2), 20 g/tan (N3). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi antara pemberian pupuk kotoran ayam dan pupuk NPK dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Pemberian pupuk kotoran ayam dengan perlakuan A2= 656,25 g/tan dan perlakuan pupuk NPK yaitu, N2= 15 g/tan  memberikan hasil rata - rata terbaik pada berat segar komersial tanaman kubis bunga.Cauliflower is a horticultural crop widely sought after by the public as a side dish. Cultivation techniques are one of the challenges faced by farmers today. One way to improve the cultivation system is through balanced fertilization, and the appropriate combination of fertilizer doses will restore plant productivity to be better. This study aims to determine the growth and yield of cauliflower as affected by a combination of chicken manure and NPK fertilizer. This study was conducted in Talang Jambe, Sukarame District, Palembang, South Sumatra, during the end of the dry season in June to August. This study used a Factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 12 treatments with 3 replications and 3 replications per treatment. The first factor consists of chicken manure fertilizer: 437.50 g/plant (A1); 656.25 g/plant (A2); 875 g/plant (A3); and the second factor consists of NPK fertilizer: control (N0), 10 g/plant (N1), 15 g/plant (N2),  20 g/plant (N3). The results of this study indicate that the combination of chicken manure and NPK fertilizer can increase the growth and yield of cauliflower plants. The application of chicken manure fertilizer with treatment A2= 656.25 g/plant and NPK fertilizer treatment, namely N2 = 15 g/plant, gave the best average results on the commercial fresh weight of cauliflower plants

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN BUAH KELAPA DI DESA TIRTA KENCANA KECAMATAN MAKARTI JAYA KABUPATEN BANYUASIN

    Full text link
    ABSTRACKThe purpose of this study was to determine what factors influence coconut sales and to analyze income in coconut farming in Tirta Kencana Village, Makarti Jaya District, Banyuasin Regency. The research method used in this study is a survey method. The sampling method used in this study is the Simple Random Sampling method. The data collection methods used are observation, interviews and documentation. The data processing methods used are editing, coding and tabulating while the data analysis method used is descriptive with a quantitative approach. The results of the study indicate that there are 2 variables that have a significant effect on coconut sales, namely: the transportation cost factor has a significant and positive effect and the percentage of cuts has a significant and negative effect on coconut sales while the selling price factor does not have a significant effect on coconut sales in Tirta Kencana Village, Makarti Jaya District, Banyuasin Regency. The average income obtained by farmers from oil palm farming in Tirta Kencana Village, Makarti Jaya District, Banyuasin Regency is IDR.35.556.149/area of cultivation/3 Months. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penjualan buah kelapa dan untuk menganalisis pendapatan pada usahatani kelapa di Desa Tirta Kencana Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survey. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Simple Random Sampling (acak sederhana). Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan  data yang digunakan adalah editing, coding dan tabulating sedangkan metode analisis data yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 2 variabel yang berpengaruh signifikan terhadap penjualan buah kelapa yaitu: faktor biaya angkut berpengaruh signifikan dan bernilai posotif serta faktor persentase potongan berpengaruh signifikan dan bernilai negatif terhadap penjualan buah kelapa sedangkan faktor harga jual tidak berpengaruh signifikan terhadap penjualan buah kelapa di Desa Tirta Kencana Kecamatan makarti Jaya Kabupaten Banyuasin. Rata-rata pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani kelapa di Desa Tirta Kencana Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin sebesar Rp.35.556.149/Lg/3 Bln

    Pembentukan Kabinet Berdasarkan Koalisi Partai Politik Dalam Sistem Presidensialisme

    Full text link
    Pemilihan presiden secara langsung merupakan salah satu ciri utama sistem pemerintahan presidensial yang menempatkan presiden sebagai pemegang mandat rakyat serta menuntut adanya keseimbangan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Namun, penerapan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) mendorong partai politik untuk membentuk koalisi dalam pengusungan calon presiden dan wakil presiden. Koalisi tersebut tidak jarang melahirkan kesepakatan politik yang berlanjut hingga tahap pembentukan kabinet, khususnya terkait dengan pembagian kuota jabatan menteri. Dalam praktiknya, hak prerogatif presiden dalam pengangkatan menteri kerap dilaksanakan berdasarkan kesepakatan koalisi politik, sehingga membuka ruang intervensi partai politik dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan prinsip sistem presidensialisme yang menekankan independensi eksekutif. Di sisi lain, meningkatnya kasus korupsi yang melibatkan pejabat kementerian menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola pembentukan kabinet. Seiring dengan perkembangan konsep negara hukum, pelaksanaan hak prerogatif presiden di berbagai negara mengalami pembatasan melalui prinsip dan regulasi hukum. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan hak prerogatif presiden dalam pembentukan kabinet berdasarkan koalisi partai politik serta menelaah kesesuaiannya dengan prinsip sistem presidensialisme dan negara hukum di Indonesia

    Bibliometric Analysis of Research on ESBL-Producing Escherichia coli in Healthcare Settings

    Full text link
    This study mapped the global research landscape on ESBL–producing E. coli in healthcare settings and examined trends in scientific output, major contributors, and thematic focus. Articles indexed in Scopus up to 2025 were analyzed using Bibliometrix (R) and VOSviewer to evaluate publication growth, country and institutional productivity, leading authors, core journals, collaboration networks, and keyword patterns. A total of 4,032 documents were identified, showing substantial expansion since the mid-2000s, especially after 2010. The United States, China, and several European and Asian countries emerged as dominant contributors. Keyword and network analyses revealed a thematic shift from early enzyme-focused studies toward high-risk clones, carbapenemase co-production, therapeutic strategies, and one health–related transmission. Overall, the field appears mature yet continuously evolving, reflecting broader global antimicrobial resistance trends

    Factors Related To The Incidence Of Pityrasis Capitis In Students Of The Faculty Of Medicine, Muslim University Of Indonesia, Class 2021

    No full text
    Ketombe, atau Pityriasis Capitis, merupakan masalah kulit yang umum terjadi di kalangan wanita, terutama pada wanita yang mengenakan jilbab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan jilbab, durasi pemakaian jilbab, bahan jilbab, warna jilbab, serta perawatan rambut dengan pertumbuhan ketombe pada wanita yang menggunakan jilbab. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengumpulan data melalui kuisioner yang diisi secara offline dan online. Sampel penelitian terdiri dari 199 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, dengan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square two-tailed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi pemakaian jilbab, bahan jilbab tipis, warna jilbab gelap, serta kebiasaan perawatan rambut yang tidak teratur berhubungan signifikan dengan peningkatan kejadian ketombe (p-value < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebiasaan perawatan rambut dan pemilihan jilbab yang tepat memiliki pengaruh penting dalam mencegah ketombe. Diperlukan edukasi lebih lanjut mengenai kebersihan kulit kepala dan pemilihan jilbab yang mendukung kesehatan kulit kepala untuk wanita

    PRODUKTIVITAS USAHATANI PADI RAWA LEBAK PEMATANG IP 300 DI DESA AIR BALUI KECAMATAN SANGA DESA KABUPATEN MUSI BANYUASIN

    Full text link
    ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the reasons behind Rawa Lebak Pematang rice farmers implementing the 300 Cropping Index in Air Balui Village, Sanga Desa District, Musi Banyuasin Regency and to analyze the productivity of Rawa Lebak Pematang rice farming with 300 Cropping Index in Air Balui Village, Sanga Desa District, Musi Banyuasin Regency. This research was conducted in Air Balui Village, Sanga Desa District, Musi Banyuasin Regency, South Sumatra Province from June to August 2025. The research method used was a survey method. The sampling method for extension workers was purposive sampling method with 1 field agricultural extension worker (PPL) in Air Balui Village and the sampling method for farmers was census with 27 people. The data collection methods used in this study were interviews, observation and documentation. The data processing methods used were data editing, coding and tabulation. The data analysis used to answer the first objective used qualitative descriptive Cropping Index and for the second objective used calculations of land productivity, labor and capital. The results of the study showed that the reasons behind the implementation of the 300 Cropping Index in Air Balui Village consisted of internal factors such as land area, experience and production, then external factors such as government support, frequency of extension and water availability. Then the productivity of swamp rice farming in the embankment with the 300 Cropping Index system in Air Balui Village for land productivity is 5,561 Kilograms per Hectare, which indicates that every 1 hectare is able to produce a production of 5,561 Kilograms. Meanwhile, labor productivity reaches 91.24 Kilograms per Male Equivalent Workday where each worker is able to produce 91.24 Kilograms of rice. As for capital productivity of 0.00110 Kilograms per Rupiah which indicates that every one rupiah of capital spent is able to produce 0.00110 Kilograms of rice. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan melatarbelakangi petani padi Rawa Lebak Pematang menerapkan IP 300 di Desa Air Balui Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin dan untuk menganalisis produktivitas usahatani padi Rawa Lebak Pematang IP 300 di desa Air Balui Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Air Balui Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Juni – Agustus 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode penarikan contoh pada penyuluh dengan metode purposive sampling sebanyak 1 orang penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Desa Air Balui dan metode penarikan pada petani secara sensus sebanyak 27 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengeditan data, pengkodean dan tabulasi. Analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan pertama menggunakan deskriptif kualitatif dan pada tujuan kedua mengunakan perhitungan produktivitas lahan, tenaga kerja dan modal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alasan yang melatarbelakangi petani padi rawa lebak pematang menerapkan IP 300 di Desa Air Balui terdiri dari faktor internal yang meliputi luas lahan, pengalaman dan produksi, kemudian faktor eksternal yang meliputi dukungan pemerintah, frekuensi penyuluhan dan ketersediaan air. Kemudian produktivitas usahatani padi rawa lebak pematang dengan sistem IP 300 di Desa Air Balui untuk produktivitas lahan sebesar 5.561 Kg/Ha, yang mengindikasikan bahwa setiap 1 hektar mampu menghasilkan produksi sebesar 5.561 Kg. Sementara itu, produktivitas tenaga kerja mencapai 91,24 Kg/HKSP (Hari Kerja Satuan Pria), yang dimana setiap tenaga kerja mampu menghasilkan padi sebanyak 91,24 Kg. Adapun produktivitas modal sebesar 0,00110 Kg/Rp yang menunjukkan bahwa setiap satu rupiah modal yang dikeluarkan mampu menghasilkan 0,00110 Kg padi

    Peran Preventif Dan Kuratif Notaris Dalam Sengketa Waris

    Full text link
    Inheritance disputes constitute one of the most prevalent family conflicts in Indonesia, primarily caused by unclear testamentary intentions, differing perceptions of fairness in inheritance distribution, and limited public understanding of the pluralistic inheritance law system. The coexistence of customary law, Islamic law, and civil law often leads to legal uncertainty and increases the potential for disputes among heirs. In this context, notaries play a strategic role as public officials authorized to draw up authentic deeds and provide legal certainty and protection. This study aims to analyze the preventive and curative roles of notaries in inheritance disputes, particularly through the drafting of wills, certificates of inheritance, and inheritance distribution deeds, as well as their involvement in non-litigation dispute resolution. This research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches. The findings reveal that notaries perform a preventive role by preventing inheritance disputes through the preparation of authentic deeds and legal counseling, and a curative role at the pre-litigation stage by facilitating agreements and conducting non-litigation mediation. Nevertheless, the authority of notaries is strictly limited once inheritance disputes enter judicial proceedings

    3,176

    full texts

    3,618

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇