E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBELI SEMEN
The research is aimed to investigate the factors that influence the consumer’s decision in buying cement. It is hoped that the research could give the contribution to the cement producers in Indonesia, especially PT Semen Baturaja as one of the cement producer in South Sumatera to design their marketing strategies based on the consumer’ needs. The Research used not only secondary but also primary data. The primary data was collected by delivering questionnaire to selected respondens. The questionnaire was delivered to 150 respondens. In addition, likert scale were used in asking responden. Research area are restricted to Palembang.. Purposive sampling was used. It is due to the limitation of time and resources. The result of this reseach shows that there is tied correlation between dependent and independent variables. It can be seen from the value of correlation, namely R 0.946. The research also indicates that promotion and product quality are the dominant variables that influenced the consumer’s buying decision making. It is concluded that product quality and the continuity of the product are main factors that can influence consumers in buying cement. In addition, Baturaja cement become the first choice amaong the other brands
MEMBANGUN, MEMODIFIKASI DAN MENGADAPTASIKAN BALANCED SCORECARD UNTUK SEKTOR PUBLIK
Sebelum Pemerintah dan organisasi non profit dapat mengembangkan Balances Scorecard mereka harus mempertimbangkan perubahan georafi mengenai model yang cocok mengenai keadaan mereka. Banyak penelitian mengenai inplementasi BSC untuk sector non profit. Sampai sekarang beberapa peneliti telah mengamati sektor publik melalui beberapa beberapa pengukuran. Yang jelas untuk sektor ini sudah melihat manfaat pengukuran dengan berbagai tingkatan melalui prakarsa pengukuran. Yang menjadi pertanyaan Apa ada kekurangan? apa mereka membuat pengukuran tanpa membeda-bedakan masarakat luas. Menilai fondasi organisasi, membangun strategi bisnis, membuat tujuan organisasi, membuat strategic map bagi strategi bisnis organisasi, pengukuran kinerja dan menyusun inisiatif. Merupakan tapahan yang perlu untun membangun balanced scorecad. Misi organisasi publik, sangat erat hubunganya dalam memodifikasi balanced scorecad sehingga tujuan utama suatu organisasi publik adalah memberi pelayanan kepada masyarakat dapat tercapai secara efektif dan efisien. Langkah terakhir adalah mengadaptasikan apa yang telah dibangun atau disusun. Diantaranya adalah Team yang telah disusun melakukan identifikasi data yang diperlukan untuk mengadaptasikan balanced scorecard. Selanjutnya menentukan teknologi informasi yang digunakan untuk memudahkan proses mengkomunikasikan balanced scorecard. Implementasi dari balance scorecard tidak bisa langsung dilakukan pada setiap unit organisasi secara bersamaan, tetapi harus dilakukan secara bertahap. Unit–unit dalam organisasi diterjemahkan lagi kedalam balanced scorecard departemen, tim atau individu. Tim yang terbentuk mengkominukasikan inisiatif strategis dan ukuran yang dibutuhkan untuk setiap perspektif kepada manager dari masing-masing unit organisasi. Manager dari setiap unit organisasi berpartisipasi dalam menentukan ukuran dari setiap proses yang dilakukan oleh unitnya. Pada tahapan ini terjadi pertukaran informasi dari tim pusat kepada manager unit dan sebaliknya
PERBANDINGAN RETURN DAN RESIKO ANTARA INDEK ISLAMIC DENGAN INDEK COMPOSITE
Penelitian dilakukan dengan menggunakan data harian Indek Composite dan Indek Islamic dari bulan Januari 2006 sampai dengan 31 Januari 2008. Tujuan penelitian ini adalah ingin melihat hubungan resiko dan return antara Indek Composite dan Indek Islamic. Teknik Analisis yang digunakan adalah time series regresi dan cross sectional regresi, kemudian dilakukan regresi secara separate dan single equation untuk indek composite dan indek. Hasil yang diperoleh adalah bahwa untuk perusahaan yang tergolong dalam indek composite mempunyai hubungan yang negatif antara resiko dan return dan untuk perusahaan yang tergolong dalam indek islamik mempunyai hubungan yang positif. Sedangkan untuk return kedua indek ini menunjukkan tidak ada perbedaan, dan untuk resiko ada perbedaan, ini berarti tidak ada pengaruh criteria Islamic indek terhadap return dan ada pengaruhnya terhadap resiko
PENGARUH DESENTRALISASI DAN INTERAKSINYA DENGAN PENGAWASAN MELEKAT TERHADAP KINERJA DINAS INSTANSI PEMERINTAH DI KOTA PALEMBANG
Decentralization is a management philosophy that attempts to make each division of a business as autonomous as practical. The primary responsibility and the necessary authority to plan and control division operations are delegated to division management. Central management provides only general operating guidelines and profit goals for each division. The creation of decentralized, semiautonomous divisions within a company leads to the need for measuring and evaluating divisional performance.This research will investigate relationship between decentralization and its interaction with build-in control to management performance in government institution as Palembang city. Using questioners design to get data from respondent. Research result show that decentralization and its interaction with build-in control simultaneous have significant and positively influence to the government performance. It means when a decision process delegate to lower management will increase the institution performance
PENGARUH PARTISIPASI MANAJER DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PENGGUNAAN INFORMATION TECHNOLOGY TERHADAP KINERJA MANAJER (STUDI KASUS PADA INDUSTRI PERHOTELAN DI KENDARI)
The research’s aim is to find out the positive impact of manager’s participation in budgeting on performance and the impact of information technology implementation on relation between manager’s participation in budgeting and performance. The object of this research are managers hotels in Kendari which participate in budgeting and the hotel is already implement information technology. The population consists of 62 managers. Technique of collecting sample used jugmend sampling. The analysis uses multiple linear regression application, the moderating regression analysis.The results show that managers’ participation in budgeting has positive impact on managers’ performance, but information technology has no strengthening impact on the relation between manager’s participation in budgeting and performance due to its low usage. Managers’ participation in budgeting was proven to be having positive impact on managers’ performance, so it would be better if managers’ participation in budgeting is increased. Though information technology has not been maximally used by hotel industry in Kendari, it would also be better if the company starts to take the benefit of information technology available in the company, because at the moment the company must be able to accommodate the need of the global market, especially for the hotel industry
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN STRUKTUR GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA
Komite audit mempunyai kemampuan untuk mengaitkan berbagai pihak yang ikut serta dalam proses pelaporan keuangan dan mengawasi pelaksanaan pemrosesan pembuatan laporan keuangan. Sehingga perumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: apakah terdapat perbedaan kinerja perusahaan publik sebelum dan sesudah penerapan good corporate governance di Indonesia. Bagaimana pengaruh penerapan tingkat good corporate governance terhadap kinerja perusahaan. Proses pemilihan sampel menghasilkan 130 perusahaan dengan periode penelitian tahun 1998 sampai dengan tahun 2005 (data laporan keuangan diperoleh di pusat referensi pasar modal sampai dengan September 2007). Hasilnya diperoleh 972 sampel pengamatan. Analisis diskriminan dipergunakan untuk mengelompokkan setiap objek ke dalam dua atau lebih kelompok berdasarkan pada kriteria variabel bebas. Hipotesis pertama tentang adanya perbedaan antara profitabilitas sebelum dan sesudah diterapkannya GCG berhasil ditolak. Penelitian ini tidak searah dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh penelitian Hamonangan dan Mas’ud 2006. Hipotesis kedua yang menyatakan terdapat perbedaan antara solvabilitas sebelum dan sesudah diterapkannya GCG tidak dapat menolak Ha. Penelitian ini searah dengan Daily dan Dalton (1994) yang menyimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara komposisi direksi dan struktur kepemimpinan direksi tersebut dengan kemungkinan perusahaan mengalami kebangkrutan
PENGARUH BISNIS KELUARGA TERHADAP MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Bisnis keluarga menjadi sesuatu yang menarik untuk diteliti, hal ini dikarenakan banyaknya bentrokan kepentingan yang sering kali terjadi dalam bisnis keluarga. Tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh tidak tertagihnya piutang usaha eksternal terhadap profitabilitas perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami karakteristik bisnis keluarga sehingga bisa diambil intisari positif dan menghilangkan sisi negatif sehingga dapat dimanfaatkan untuk dikembangkan pengaruhnya terhadap manajemen sumber daya manusia dan kinerja individu sumber daya manusia itu sendiri. Simpulan dari penelititan ini, adalah: 1) Di perusahaan bisnis keluarga manajemen sumber daya manusia berfungsi sebagai kepersonaliaan saja dan hanya dianggap „clerk? dan karyawan administrasi, 2) Perekrutan karyawan ditangani sesuai dengan keinginan „owner? serta tidak menggunakan ahli psikologi atau ahli SDM yang memadai, dan 3) Informasi dari Direksi dan manajer menunjukkan bahwa kinerja perusahaan mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir
ANALISIS HARGA SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH DITERBITKANNYA RIGHT ISSUE (Studi Kasus Saham di BEJ)
The right issue was announced and intended for the investors who are to take decision in selling and buying stocks. This study was aimed at obtaining the empirical evidence on the influence of the announcement of the right issue toward firms stocks price. In this study, descriptive method and t-test were used. The results of descriptive analysis showed that the mean value of stocks price before the right issue was 989.128, and after the right issue was 880.124 whereas the standard deviation of stocks price before the right issue was 862.29279 and after the right issue was 741.96757. The results of T-test showed that there was no significant difference between the stocks price before and after the right issue. This is demonstrated by the t-value which was lower than that of the t-table (1.240<2.262), with the significant value above 0.05 (0.246). The results of correlation analysis showed that that there was a strong and significant correlation with r-value of 0.951, and level of siginicance of 0.000