Jurnal Bindo Sastra
Not a member yet
122 research outputs found
Sort by
PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD DALAM CERPEN SENTIMENTALISME CALON MAYAT DAN INSOMNIA KARYA SONY KARSONO
Cerpen merupakan sebuah akronim dari kata cerita pendek, yaitu salah satu jenis karya sastra yang menyajikan cerita yang singkat, padat, dan jelas dengan ruang pengembangan tokoh yang relatif terbatas karena unsur-unsur pembangun ceritanya yang terpusat pada satu cerita, sehingga memberikan kesan tunggal dalam cerita. Pada cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan Insomnia karya Sony Karsono, tokoh yang dihadirkan pada cerpen tersebut memiliki aspek psikologis yang unik dalam memengaruhi tindakan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepribadian pada tokoh cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan Insomnia Karya Sony Karsono menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Metode yang digunakan dalam menganalisis cerpen ini ialah metode penelitian kualitatif dengan teknik simak catat. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 4 tokoh dalam cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan 3 tokoh pada cerpen Insomnia karya Sony Karsono, yang didominasi oleh struktur kepribadian id pada masing-masing cerpen.
ANALISIS DEIKSIS PERSONA, TEMPAT, DAN WAKTU PADA CERPEN “CINTA TAK ADA MATI” KARYA EKA KURNIAWAN
Penggunaan deiksis sering kali ditemukan dalam karya sastra seperti cerpen. Pemahaman terkait salah satu aspek semantik ini penting karena penggunaan deiksis berfungsi dalam membangun cerita dan memberikan perspektif baru tentang bagaimana sebuah cerita disampaikan pada pembaca. Dalam artikel ini, peneliti memakai penelitian deskriptif kualitatif yang memiliki tujuan guna memaparkan bentuk penggunaan deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu dalam cerita pendek “Cinta Tak Ada Mati” karya Eka Kurniawan. Peneliti memilih teknik pengumpulan data berupa teknik baca-catat, dengan instrumen penelitian dalam bentuk kartu data. Data yang digunakan berupa kata atau kalimat dalam kutipan-kutipan cerita pendek tersebut yang memiliki unsur penggunaan deiksis persona, tempat dan waktu. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan data penggunaan deiksis persona, tempat, dan waktu sejumlah 874. Data tersebut terdiri dari 843 deiksis persona, 15 deiksis tempat, dan 16 deiksis waktu
PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA TERHADAP ISU KESETARAAN GENDER DALAM PENDIDIKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Prima Indonesia terhadap isu kesetaraan gender dalam pendidikan. Latar belakang penelitian ini berpijak pada pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membentuk kesadaran kritis mahasiswa terhadap ketimpangan gender, terutama dalam lingkungan akademik yang masih kerap mereproduksi stereotip dan dominasi patriarkal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui angket, wawancara semi-terstruktur, dan observasi. Sebanyak 47 mahasiswa aktif PBSI UNPRI semester empat ke atas menjadi informan utama. Instrumen penelitian divalidasi oleh ahli bidang pendidikan dan gender untuk memastikan akurasi dan relevansi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki pandangan yang positif terhadap kesetaraan gender, di mana 100% menyetujui hak yang sama dalam akses pendidikan tinggi. Namun demikian, wawancara mendalam mengungkap adanya ketimpangan nyata, terutama dalam representasi kepemimpinan organisasi dan persepsi terhadap kebijakan kampus yang belum sepenuhnya dirasakan inklusif. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa meskipun pemahaman normatif mahasiswa telah terbentuk, diperlukan upaya lebih lanjut dalam integrasi perspektif gender ke dalam kurikulum, serta penguatan kebijakan institusional yang adil dan inklusif. Rekomendasi diarahkan pada pentingnya pelatihan sensitisasi gender bagi dosen dan mahasiswa, serta peningkatan representasi perempuan dalam posisi strategis kampus guna membentuk budaya akademik yang setara.
KAJIAN HERMENEUTIKA WILHELM DILTHEY PADA LIRIK LAGU SANG SURYA KARYA DJARNAWI HADIKUSUMA
Penelitian ini mengkaji makna mendalam dalam lagu Sang Surya karya Djarnawi Hadikusuma melalui perspektif hermeneutika Wilhelm Dilthey, khususnya konsep Erlebnis, Ausdruck, dan Verstehen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang pada dasarnya menerapkan pola berpikir induktif, yaitu menarik kesimpulan dari berbagai aspek spesifik menuju pemahaman yang lebih umum Erlebnis dalam lagu ini mencerminkan pengalaman hidup Djarnawi sebagai tokoh Muhammadiyah yang memiliki komitmen tinggi terhadap dakwah dan pembaruan Islam. Hal ini tercermin dalam lirik-lirik yang menggambarkan dedikasi spiritual dan perjuangannya dalam Muhammadiyah. Dari aspek Ausdruck, lagu Sang Surya mengandung berbagai bahasa kiasan yang memperkuat makna perjuangan, optimisme, dan semangat kebangkitan. Metafora seperti “Sang Surya tetap bersinar” melambangkan keteguhan iman dan keberlanjutan perjuangan Islam, sementara “mengusir kabut hitam” merepresentasikan usaha untuk menghilangkan kebodohan dan keterpurukan umat. Dalam kerangka Verstehen, lagu ini tidak hanya sekadar himne Muhammadiyah, tetapi juga refleksi dari pengalaman hidup, keyakinan, serta perjuangan Djarnawi dalam membangkitkan semangat keislaman. Lagu ini menjadi simbol identitas kolektif Muhammadiyah, mengajak umat Islam untuk terus berjuang dalam dakwah dan meneguhkan komitmen terhadap ajaran Islam
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIOVISUAL RENDERFOREST: MENULIS PUISI UNTUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 INDRALAYA UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran audiovisual berbasis aplikasi renderforest pada materi menulis puisi untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Indralaya Utara. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) dengan metode pengembangan Allensi & Trollip (planning, design, dan development). Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, wawancara dengan siswa dan guru, serta validasi oleh para ahli. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa angket tertutup memperoleh skor 85,1% yang menunjukkan bahwa media sangat dibutuhkan. Didukung dengan angket terbuka yang menyatakan bahwa siswa membutuhkan media audiovisual renderforest dalam pembelajaran menulis puisi. Validasi kelayakan dilakukan oleh ahli materi, bahasa, dan media. Hasil validasi materi memperoleh skor 44 dari 48 (95,8%), ahli bahasa 47 dari 52 (90,3%), dan ahli media 42 dari 44 (93,3%). Media ini telah melalui tahapan revisi berdasarkan masukkan dari para ahli, sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran yang interatif dan efektif.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUSUN RPP MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS TRIDINANTI DENGAN MEMANFAATKAN SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
Bahasa dan Sastra Indonesia semester 4 dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan sintaks model pembelajaran berbasis masalah (PBM) pada mata kuliah perencanaan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei 2023 dan berlangsung selama tiga bulan. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 4 reguler pagi berjumlah 23 orang. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, digunakan metode tes dan pengamatan. Nilai tes untuk setiap siklus akan dihitung untuk menguji hasil pengumpulan data. Dengan tingkat keberhasilan individu minimal 75 dan, secara keseluruhan, 80%, rata-rata hasil belajar mahasiswa semester 4 dalam program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia diakui sebagai tingkat persentase keberhasilan belajar berdasarkan hasil setiap siklus. Temuan penelitian ini menunjukkan kemahiran mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 4 di Universitas Tridinanti tahun akademik 2022/2023 dalam mendesain rencana pelaksanan pembelajaran dengan menggunkan sintak model pembelajaan berbasis masalah pada siklus 1 skor rata-rata 76.08 dan tingkat keberhasila belajar 65,21%. Sikluls 2 diperoleh nilai rata-rata 79 dan tingkat ketuntasan belajar 86 %. Dengan peningkatan rata-rata pada siklus 1 (76,08) dan siklus 2 (79) sebanyak 3,31%, hasil peningkatan nilai penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran mencakup semua unsur yang dijadikan kriteria penilaian. Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 4 Universitas Tridinanti dapat lebih mahir menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan sintaks model pembelajaran berbasis masalah
ANALISIS TINDAK TUTUR IMPERATIF DALAM FILM NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI KARYA ANGGA DWIMAS SASONGKO
Tindak tutur imperatif memainkan peran yang sangat penting dalam berbagai aspek komunikasi, baik dalam interaksi sehari-hari maupun dalam media seperti film. Penggunaan tindak tutur ini membawa berbagai fungsi yang esensial untuk mengatur, mengendalikan, dan mengarahkan tindakan orang lainPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan fungsi tindak tutur imperatif dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Angga Dwimas Sasongko serta mengetahui relevansinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Teori yang digunakan adalah teori Searle dan Kunjana Rahardi. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini yang rilis pada Januari 2020. Dengan menggunakan pendekatan metodologis yang berupa deskriptif kualitatif dan pendekatan teoritis dengan kajian pragmatik berupa tindak tutur imperatif. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahap mulai dari menonton, mentranskrip, menganalisis, mengklasifikasi, mengidentifikasi, hingga memberikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 24 data tuturan imperatif dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Semua 24 data tersebut dikumpulkan menjadi lima fungsi tindak tutur imperatif, yaitu: (1) permintaan, (2) suruhan, (3) ajakan, (4) pemberian izin (5) larangan. Kemudian data tersebut diklasifikasikan dalam empat kategori yaitu: (1) Sangat baik, (2) baik, (3) cukup, (4) sangat kurang.
KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL RAHASIA SALINEM (ANALISIS DENGAN PERSPEKTIF TEORI FEMINIS KONTEMPORER)
Novel merupakan salah satu jenis karya sastra yang sering kali digunakan sebagai media penyampai pesan. Baru-baru ini, suara mengenai ketidakadilan gender merupakan satu dari banyak topik yang ramai dimuat dalam novel, salah satunya adalah novel “Rahasia Salinem”. Meskipun novel tersebut berfokus mengisahkan tokoh perempuan tangguh, tetapi bentuk ketidakadilan gender tetap ditemukan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang diterima oleh tokoh perempuan dalam novel. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Rahasia Salinem. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan teknik close reading .(membaca secara cermat, detail, dan repetitif). Seluruh data dianalisis menggunakan teori bentuk ketidakadilan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima bentuk ketidakadilan gender dapat ditemukan dalam novel Rahasia Salinem, yaitu: beban kerja ganda: harus bekerja di rumah dan mencari nafkah, kekerasan, marginalisasi, subordinasi, dan stereotipe terhadap perempuan
RASA BENCI SEBAGAI API PERLAWANAN: ANALISIS PSIKOLOGIS MARSINAH DALAM MONOLOG MARSINAH MENGGUGAT
Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran emosi dalam perjuangan Marsinah melawan ketidakadilan. Teori yang digunakan adalah teori emosi David Krech yang menitikberatkan pada perasaan terhadap orang lain yaitu kebencian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dimana tidak menggunakan data variabel melainkan data diambil dari teknik studi pustaka naskah monolog Marsinah Menggugat. Dengan menggunakan pendekatan interpretatif, dimana peneliti akan menafsirkan makna dan implikasi dari temuan yang diperoleh dari studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebencian yang dirasakan oleh Marsinah merupakan reaksi yang kompleks terhadap kondisi sosial dan pribadi, seperti ketidakadilan dalam upah, kekerasan seksual, dan ketidakpedulian dari pihak berwenang. Kebencian ini tidak berdiri sendiri, melainkan terjalin dengan emosi lainnya, seperti kemarahan, ketakutan, kekecewaan, rasa bersalah, dan kesedihan. Monolog Marsinah mencerminkan kebencian sebagai motivasi yang kuat untuk melawan ketidakadilan dan penindasan, yang terlihat dalam pilihan kata dan ekspresi emosionalnya
WACANA MARJINALISASI DAN DELEGITIMASI DALAM CERPEN IHWAL NAMA MAJID PUCUK KARYA T AGUS KHAIDIR
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap marjinalisasi dan delegitimasi yang ada pada cerpen Ihwal Nama Majid Pucuk karya T Agus Khaidir dengan analisis wacana kritis model Michel Foucault. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Data dibaca berulang-ulang dan ditandai, kemudian dicatat beberapa data temuan dan ditulis dalam bentuk tabulasi data. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis model Miles dan Huberman. Dalam teknik analisis model Miles dan Huberman terdapat tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Penyajian data pada penelitian ini dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. .Hasil penelitian menunjuk terdapat tiga data marjinalisasi dan tiga data delegitimasi yang ada dalam cerpen Ihwal Nama Majid Pucuk karya T Agus Khaidir. Harapannya dengan terkuaknya dua nilai tersebut pemaknaan cerpen karya T Agus Khaidir ini menjadi semakin dalam. Dengan melalui pembacaan krtitis pada karya sastra, diharapkan dapat mendorong pemahaman lebih lanjut tentang keadilan dan hak asasi manusia dalam konteks sastra