Jurnal Bindo Sastra
Not a member yet
122 research outputs found
Sort by
PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL PUNAKAWAN MENGGUGAT KARYA ARDIAN KRESNA
Novel Punakawan Menggugat karya Ardian Kresna mengkisahkan tentang Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong) sebagai abdi setia sekaligus penasihat Pandawa. Novel tersebut akan diulas menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pandangan dunia pengarang, latar belakang sosial dan budaya masyarakat, dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Punakawan Menggugat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode content analysis. Validasi yang digunakan adalah triangulasi teori dengan tahapan pembacaan, pencatatan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian diketahui bahwa (1)pengarang menampilan pandangan berbeda dari Punakawan sebagai tokoh utama melalui kisah heroik, pemikiran kritis, kebijaksanaan, kesetiaan, dan filosofi hidup, (2) latar belakang sosial budaya dalam novel Punakawan Menggugat dibagi dalam aspek pendidikan, agama, bahasa, dan adat kebiasaan budaya Jawa, dan (3) nilai pendidikan yang terkandung dalam novel tersebut adalah menanamkan serta mengajarkan nilai sosial, moral, budaya, agama, dan politik
BAHASA INDONESIA DAN DAERAH SEBAGAI PEREKAT JATI DIRI DAN MARTABAT BANGSA DI ERA GLOBALISASI
Pengangkatan status bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan ternyata bukan hanya isu.Bahasa Indonesia bisa menjalankan fungsi sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Dengan menggunakanbahasa Indonesia, rasa kesatuan dan persatuan bangsa yang berbagai etnis. Kehadiran bahasa Indonesia ditengah-tengah ratusan bahasa daerah tidak menimbulkan sentimen negatif bagi etnis yangmenggunakannya. Sebaliknya, justru kehadiran bahasa Indonesia dianggap sebagai pelindung sentimenkedaerahan dan sebagai penengah ego kesukuan. Penataan, pemilahan, dan pengalokasian fungsi bahasaIndonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing pada era globalisasi ini merupakan sebuah keniscayaan.Bahasa daerah yang dipelihara oleh para pemiliknya selayaknya tetap dijadikan ciri jati diri dan saranakomunikasi utama dilingkup lokalnya oleh sebagian besar para ahli warisnya