6,377 research outputs found

    Analisis Dakwah Multikuktural KH. Ahmad Mustofa Bisri Rembang (Konsep dan Metode Dakwah)

    No full text
    Multiculturalism or what is often referred to as cultural diversity is one of the hegemony possessed by the Indonesian nation. However, there are still forms of movement carried out by a religious community to create diversity both in religion and in society, this has resulted in terms of intolerance developing and leading to extremism to replace the ideology of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). KH Ahmad Mustofa Bisri's multicultural da'wah in the midst of diversity in society, where diversity can give birth to a moredat (balanced) attitude, is fair and chooses to be wise and wise towards something or what is often called moderation (middle attitude). KH Ahmad Mustofa Bisri's approach and method of preaching is a process of social interaction in order to spread Islamic teachings that are rahmatal lil alamin to be implemented in social, cultural and religious life in Indonesia. KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) 's concept and view on multiculturalism strongly recognizes and respects the existence of various cultures and different religions. The multicultural da'wah carried out by KH Ahmad Mustofa Bisri is a mission to create peace and comfort in the midst of Indonesian people with different ethnic, racial, religious, ethnic and cultural backgrounds. Analysis The results of this study are the multicultural da'wah concept and the multicultural da'wah method carried out by KH. Ahmad Mustofa Bisri is through preaching media such as (1) The method of preaching bi al-kalam such as his writings on Facebook, Twitter, books, Springs Websites, paintings and poetry (2) Methods of da'wah bi alkalam / bi al-oral such as lectures - Gus Mus's lectures can be viewed through the YouTube channel, (3) Biological method, this can be seen from the personality of Gus Mus, who is very simple and soothing so that he can be accepted in the midst of a diverse society. The multicultural da'wah carried out by KH. Ahmad Mustofa Bisri has two models, namely (1) a cultural approach as a solution for the community to always live in harmony and side by side between religious communities. (2) A social approach as an effort to solve humanitarian problems together

    SYARAH AHMAD MUSTOFA BISRI TERHADAP TAFSIR AL-IBRiZ

    No full text
    Penelitian ini mengkaji syarah Ahmad Mustofa Bisri terhadap Tafsir al-Ibrīz. Objek ini dipilih dengan tiga alasan, yaitu: Tafsir al- Ibrīz menggunakan bahasa Jawa yang merupakan penduduk mayoritas di Indonesia sehingga memiliki potensi besar dalam penyebaran khazanah keislaman; sosok Ahmad Mustofa Bisri sebagai pemegang otoritas keagamaan sehingga syarah yang disampaikannya memiliki legitimasi yang kuat dalam masyarakat; dan adanya hubungan genealogis antara penulis Tafsir al-Ibrīz dan pemberi syarah. Penelitian ini berusaha menjawab tiga pertanyaan besar: bagaimana konteks sosio-kultural personal Ahmad Mustofa Bisri; bagaimana karakteristik dan metode yang digunakan; dan mengapa terjadi dinamika dalam syarah Ahmad Mustofa Bisri terhadap Tafsir al-Ibrīz. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan sumber utama video yang terdokumentasi dalam akun YouTube GusMus Channel dan didukung oleh referensi lain yang terdokumentasi secara fisik dan digital. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Penulis juga menggunakan pendekatan tekstual, semi-tekstual, dan kontekstual yang dikembangkan oleh Abdullah Saeed sebagai bingkai analisis. Penelitian ini menemukan adanya perbedaan metodologis dan corak tafsir antara Tafsir al-Ibrīz dan syarah Ahmad Mustofa Bisri. Tafsir al-Ibrīz menggunakan metode ijmali yang cenderung ringkas dan literal, sedangkan syarah Ahmad Mustofa Bisri membuka ruang lebih luas yang dinamis dan disesuaikan dengan kompleksitas audiens kontemporer. Syarah Ahmad Mustofa Bisri terhadap Tafsir al-Ibrīz menampilkan dominasi pendekatan linguistik sebagai alat utama memahami dan menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an, terutama melalui pembacaan akar kata dan struktur gramatikal. Dalam isu sosial dan teologis, Ahmad Mustofa Bisri memperkaya syarahnya dengan narasi moral dan historis, namun tetap berada dalam batas tafsir normatif dan tunduk pada makna tekstual. Sebaliknya, dalam isu muamalah tampak kecenderungan elaborasi makna yang lebih kontekstual, seperti dalam. pembahasan suap, korupsi, dan bunga bank. Reinterpretasi kritis hanya tampak terbatas dalam isu poligami, yang melahirkan inkonsistensi tafsir gender di mana pada satu sisi ia menekankan prinsip keadilan, sedangkan pada sisi yang lain seperti warisan dan kepemimpinan rumah tangga, ia masih mempertahankan pembacaan tradisional. Syarah Ahmad Mustofa Bisri juga merefleksikan ideologi dan identitas kolektif yang tampak dari pemilihan diksi “santri”, “tawāsuṭ”, dan “ukhuwwah nahḍiyyah” yang lekat dengan tradisi Perkumpulan Nahdlatul Ulama. Kata kunci: Al-Qur’an dan Tafsir, Syarah, YouTube, Tafsir al-Ibrīz

    Dakwah Moderat Dr (HC). KH. Ahmad Mustofa Bisri di Dunia Virtual

    No full text
    Dakwah moderat berada pada posisi tengah di antara dua kelompok yang berseberangan. Muslim liberal memberikan potensi dalil ‘aqli sekuat-kuatnya dalam menafsirkan agama, sedangkan muslim radikal memegang teguh dalil naqli daripada dalil ‘aqli. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimana dakwah moderat diwacanakan Dr (HC). KH. Ahmad Mustofa Bisri di dunia virtual? 2) Strategi bahasa seperti apa yang digunakan Dr (HC). KH. Ahmad Mustofa Bisri dalam mengembangkan wacana dakwah moderat di dunia virtual? 3) Ideologi apa yang ditekankan Dr. (HC). KH. Ahmad Mustofa Bisri dalam mewacanakan dakwah moderat di dunia virtual? Tujuan penelitian ini sebagai berikut: 1) Untuk mendeskripsikan dan membongkar dakwah moderat yang diwacanakan Dr (HC). KH. Ahmad Mustofa Bisri di dunia virtual. 2) Untuk mendeskripsikan strategi bahasa yang digunakan Dr (HC). KH. Ahmad Mustofa Bisri dalam mengembangkan wacana dakwah moderat di dunia virtual. 3) Untuk mendeskripsikan secara kritis ideologi yang ditekankan Dr (HC). KH. Ahmad Mustofa Bisri dalam mewacanakan dakwah moderat di dunia virtual. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis teks media model Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian antara lain: 1) Toleran, seimbang dan adil merupakan dakwah moderat yang diwacanakan oleh Dr (HC). KH. Ahmad Mustofa Bisri di dunia virtual. 2) Narasi reflektif merupakan strategi bahasa yang digunakan Dr (HC). KH. Ahmad Mustofa Bisri dalam mengembangkan wacana dakwah moderat di dunia virtual. 3) Ideologi Islam moderat yang ditekankan Dr (HC). KH. Ahmad Mustofa Bisri dalam mewacanakan dakwah moderat di dunia virtual dipengaruhi oleh ajaran Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah al-Ash’ariyyah

    ANALISIS KONSEP PENCIPTAAN SENI LUKIS KALIGRAFI ISLAMI KARYA AHMAD MUSTOFA BISRI

    No full text
    Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep penciptaan Seni Lukis Kaligrafi Islami karya Ahmad Mustofa Bisri dari tahun 2000 sampai 2017, yang ditekankan pada unsur tema dan bentuk karya Seni Lukis Kaligrafi Islami dari aspek khat dan warna. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian  adalah  Seni  Lukis Kaligrafi Islami karya Ahmad Mustofa Bisri, sedangkan obyek penelitian meliputi obyek material dan obyek formal dalam karya.  Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan konsep penciptaan karya Seni Lukis Kaligrafi Islami. Data diperoleh dengan wawancara terstruktur, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) penciptaan karya Ahmad Mustofa Bisri dipengaruhi latar belakang kehidupan. Konsep penciptaan Seni Lukis Kaligrafi Islami karya Ahmad Mustofa Bisri adalah lafadz doa dan dzikir. Doa yang terdapat dalam karya Ahmad Mustofa Bisri ialah doa malam  lailatul qodr, surat Al-Baqarah: 201, surat Al-Kahf: 10,  surat Al-Fatihah dan doa sujud malam, kemudian dzikir berupa lafadz dzikir malam, asmaul husna dan basmallah. Ahmad Mustofa Bisri dalam memvisualisasikan idenya dengan berpegang kaidah agama Islam; berupa larangan menggambar yang menyerupai makhluk hidup, (2) bentuk  Seni Lukis Kaligrafi Islami Ahmad Mustofa Bisri yaitu:  lafadz  Al-Qur’an. Karakter  khat Ahmad Mustofa Bisri  bergaya klasik, terdiri atas  khat  muhaqqah, raihani  dan  tsulut, bercorak  kaligrafi figural, ekspresionis dan simbolis. Kaligrafi memanfaatkan warna cerah dan harmonis sebagai dekorasi lafadz

    ANALISIS KONSEP PENCIPTAAN SENI LUKIS KALIGRAFI ISLAMI KARYA AHMAD MUSTOFA BISRI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep penciptaan Seni Lukis Kaligrafi Islami karya Ahmad Mustofa Bisri dari tahun 2000 sampai 2017, yang ditekankan pada unsur tema dan bentuk karya Seni Lukis Kaligrafi Islami dari aspek khat dan warna. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah Seni Lukis Kaligrafi Islami karya Ahmad Mustofa Bisri, sedangkan obyek penelitian meliputi obyek material dan obyek formal dalam karya. Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan konsep penciptaan karya Seni Lukis Kaligrafi Islami. Data diperoleh dengan wawancara terstruktur, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) penciptaan karya Ahmad Mustofa Bisri dipengaruhi latar belakang kehidupan. Konsep penciptaan Seni Lukis Kaligrafi Islami karya Ahmad Mustofa Bisri adalah lafadz doa dan dzikir. Doa yang terdapat dalam karya Ahmad Mustofa Bisri ialah doa malam lailatul qodr, surat Al-Baqarah: 201, surat Al-Kahf: 10, surat Al-Fatihah dan doa sujud malam, kemudian dzikir berupa lafadz dzikir malam, asmaul husna dan basmallah. Ahmad Mustofa Bisri dalam memvisualisasikan idenya dengan berpegang kaidah agama Islam; berupa larangan menggambar yang menyerupai makhluk hidup, (2) bentuk Seni Lukis Kaligrafi Islami Ahmad Mustofa Bisri yaitu: lafadz Al-Qur’an. Karakter khat Ahmad Mustofa Bisri bergaya klasik, terdiri atas khat muhaqqah, raihani dan tsulut, bercorak kaligrafi figural, ekspresionis dan simbolis. Kaligrafi memanfaatkan warna cerah dan harmonis sebagai dekorasi lafadz

    Representasi Degradasi Keimanan Dalam Cerpen “Wabah” Karya Ahmad Mustofa Bisri

    No full text
    Penelitian ini menggali nilai-nilai yang tidak sesuai dengan etika transendensi sebagai degradasi keimanan dalam cerpen Wabah karya Ahmad Mustofa Bisri. Etika transendensi tersebut diambil dari etika sastra profetik Kuntowijoyo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Data dibaca berulang-ulang dan ditandai, kemudian dicatat beberapa data temuan dan ditulis dalam bentuk tabulasi data. Teknik analisis data dilakukan sesuai dengan teknik analisis kompetensial. Peneliti menganalisis data dengan mengontraskan teori etika transendensi sastra profetik dengan fenomena transendensi dalam cerpen dan kemudian mendeskripsikan fenomena-fenomena tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan potret degradasi keimanan berupa penyimpangan Iman yaitu perbuatan syirik, penyimpangan Ihsan yaitu perbuatan fitnah dan gibah, serta gambaran tentang perbuatan dosa yang dianggap lumrah. Penelitian tenang potret degradasi keimanan dapat dijadikan salah satu alternatif literatur dalam meningkatkan kualitas beragama. Kegiatan literasi ini dapat meningkatkan kesadaraan akan pentingnya kualitas dalam beramal. Kesadaran akan hal ini penting untuk ditingkatkan demi kualitas beragama umat semakin tinggi

    Representasi Degradasi Keimanan Dalam Cerpen “Wabah” Karya Ahmad Mustofa Bisri

    No full text
    Penelitian ini menggali nilai-nilai yang tidak sesuai dengan etika transendensi sebagai degradasi keimanan dalam cerpen Wabah karya Ahmad Mustofa Bisri. Etika transendensi tersebut diambil dari etika sastra profetik Kuntowijoyo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Data dibaca berulang-ulang dan ditandai, kemudian dicatat beberapa data temuan dan ditulis dalam bentuk tabulasi data. Teknik analisis data dilakukan sesuai dengan teknik analisis kompetensial. Peneliti menganalisis data dengan mengontraskan teori etika transendensi sastra profetik dengan fenomena transendensi dalam cerpen dan kemudian mendeskripsikan fenomena-fenomena tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan potret degradasi keimanan berupa penyimpangan Iman yaitu perbuatan syirik, penyimpangan Ihsan yaitu perbuatan fitnah dan gibah, serta gambaran tentang perbuatan dosa yang dianggap lumrah. Penelitian tenang potret degradasi keimanan dapat dijadikan salah satu alternatif literatur dalam meningkatkan kualitas beragama. Kegiatan literasi ini dapat meningkatkan kesadaraan akan pentingnya kualitas dalam beramal. Kesadaran akan hal ini penting untuk ditingkatkan demi kualitas beragama umat semakin tinggi

    Interaksionisme Simbolik dalam Moderasi Dakwah KH. Ahmad Mustofa Bisri di Instagram

    No full text
    The digital era encourages Kiai to convey da'wah messages through Instagram. This study describes the symbolic interactionism that occurs in the moderation of KH. Ahmad Mustofa Bisri’s da’wah on Instagram. The study was conducted on the Instagram account of @s.kakung managed by KH. Ahmad Mustofa Bisri. The analytical method uses qualitative data collection techniques utilizing observation, notes, and documentation. The results of this study show that: First, the concept of moderation of da'wah uploaded by KH. Ahmad Mustofa Bisri consists of three symbols, namely: the display of pictures, the display of videos, and the display of writing related to national commitment, respect for local culture, love of the motherland, faith in Allah, love of peace, and being forgiving. Second, in general, the symbolic interactionism that occurs between KH. Ahmad Mustofa Bisri and his followers can be divided into three parts, namely: Mind occurs when KH. Ahmad Mustofa Bisri and his followers understand each other what they are talking about. Self occurs when followers respond by liking posts or leaving comments. Meanwhile, society occurs when followers can actualize the influence gained daily

    Dakwah multikultural : KH. Ahmad Mustofa Bisri / Gus Mus

    No full text
    Multikulturalisme (kemajemukan budaya) adalah salah satu tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini. Namun masih ada ketakutan bahwa agama tetap memiliki potensi melahirkan kaum militan yang masih merasa terganggu dan menjadi penganjur intoleran dan kekerasan di Indonesia. Dakwah multikultural KH Mustofa Bisri di tengah kemajemukan masyarakat, di mana kemajemukan dapat melahirkan integrasi (harmoni kehidupan beragama), sebagaimana juga dapat melahirkan konflik. Proses dan metode dakwah KH Mustofa Bisri adalah proses interaksi sosial guna menyebarkan ajaran Islam yang rahmatal lil alamin untuk diimplementasikan dalam kehidupan sosial, budaya di Indonesia. Fokus penelitian ini adalah ingin melihat (1) Bagaimana konsep dan pandangan dakwah Multikultural menurut KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) dan (2) Bagaimana metode dakwah Multikultural menurut KH. Bisri Mustofa (Gus Mus). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tekhnik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data penelitiannya yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer didapatkan melalui sumber utama KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Sedangkan data sekunder didapatkan melalui referensi-referensi yang berkaitan dengan dakwah multikultural seperti buku, jurnal dan internet. Teknik analisis data dengan cara menganalisis deskriptif yang bertujuan mengumpulkan data yang berkaitan dengan dakwah multikultural KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). Konsep dan pandangan dakwah KH Mustofa Bisri (Gus Mus) tentang multikultural sangat mengakui serta menghormati eksistensi berbagai budaya dan agama yang berbeda. Dakwah multikultural yang dilakukan oleh KH Mustofa Bisri merupakan dakwah untuk menciptakan kedamaian, kenyamanan di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang berbeda latar belakang baik etnis, budaya,agama dan suku. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa metode dakwah multikultural yang dilakukan KH Mustofa Bisri adalah dengan melalui media dakwah antara lain (1) melalui metode dakwah bi al-kalam seperti tulisan beliau yang ada di Facebook, Twiter, Buku, Website Mara Air, lukisan dan puisi (2) Melalui Metode dakwah bi al-kalam/ bi al- lisan seperti ceramah-ceramahnya Gus Mus bisa di lihat melalui chanel youtube, (3) melalui metode bi al- hal, hal ini bisa dilihat dari kepribadian Gus Mus yang sangat sederhana dan menyejukan sehingga bisa diterima ditengah-tengah masyarakat yang multikultural. Dakwah multikultural yang dilakuakn oleh KH Mustofa Bisri memiliki dua model yakni (1) Pendekatan budaya sebagai solusi bagi masyarakat untuk hidup rukun dan berdampingan antar umat beragama. (2) Pendekatan sosial sebagai upaya untuk mengatasi problem-problem kemanusian secara bersama

    Bahasa Figuratif Pada Kumpulan Puisi Aku Manusia Karya Ahmad Mustofa Bisri Dan Implementasinya Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMA

    No full text
    Dhanu Widi Wijaya, S200160105. Figurative Language in a Collection of Poems Aku Manusia Ahmad Mustofa Bisri's Work and Implementation on Indonesian Language Learning at High School Level. Thesis. Postgraduate Studies Language, Muhammadiyah University of Surakarta, Surakarta, April 2018. This study aims to (1) describe the socio-historical background of A. Mustofa Bisri as author of the collection of poetry Aku Manusia, (2) to describe the use of figurative language used by A. Mustofa Bisri in the collection of poetry of Aku Manusia, (3) to describe meaning in figurative language used by A. Mustofa Bisri in the collection of poetry Aku Manusia, and (4) describes the implementation of the results of this study on Indonesian language learning at high school level. This study used descriptive qualitative method. The data in the research here are words, phrases, and sentences containing figurative language contained in the collection of poetry Aku Manusia A. Mustofa Bisri. The method used to take the sample data in this study by using purposive sampling technique. Data collection techniques in this study using library techniques, techniques refer and note. The results of this study are (1) Mustofa Bisri as a poet santri has uniqueness in his work. (2) A. Mustofa Bisri in a collection of poems Aku Manusia use several majas among them: simile, personification, allegory, metaphor, and repetition. (3) The constancy and consequences that A. Mustofa Bisri holds in describing the meanings in his poetry shows the soul of a true Muslim. (4) The results of this analysis can be implemented into Indonesian language and literature learning in high school
    corecore