1,720,977 research outputs found
Strategi dakwah bagi narapidana narkoba di lembaga pemasyarakatan perempuan kelas IIA Semarang 2017-2018 : dalam perspektif strategi dakwah al-Bayanuni
Narapidana narkoba di Indonesia saat ini mengalami pertambahan jumlah yang signifikan. Pertambahan jumlah narapidana narkoba tersebut menunjukkan narkoba merupakan persoalan massif. Penyalahgunaan narkoba bisa menimpa terhadap siapa saja yang berada di dekatnya tidak hanya dilakukan oleh kalangan laki-laki, tetapi banyak pula perempuan yang terjerat dalam kasus barang haram tersebut. Lembaga Pemasyarakatan (disingkat LAPAS ) Perempuan Kelas II A Semarang di huni oleh narapidana dengan berbagai kasus, jumlah narapidana narkoba menempati urutan pertama. Keberadaan Lembaga Pemasyarakatan tidak hanya sebagai tempat hukuman, tetapi sebagai tempat pembinaan narapidana yang tujuannya sejalan dengan tujuan dakwah yaitu upaya merubah suatu keadaan menjadi keadaan yang lebih baik menurut ajaran islam, mengamalkan islam sebagai ajaran dan pandangan hidup. Namun untuk melakukan perubahan tersebut tidaklah mudah, memerlukan strategi yang sesuai dengan keadaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Semarang tahun 2018. Melalui penelitian ini, peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan dakwah di Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang. Dalam penelitian ini rumusan masalah yang akan diteliti meliputi (1) Bagaimana strategi dakwah dan aplikasinya bagi narapidana narkoba di Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang dalam perspektif strategi dakwah al Bayanuni?. (2) Apa faktor-faktor penghambat dan pendukung efektifitas dakwah bagi narapidana narkoba di Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang?. Untuk mendalami masalah yang telah dirumuskan sebagaimana tersebut di atas, peneliti menggunakan metode pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi dengan harapan dapat diperoleh data-menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah
FAKTOR-FAKTOR PERILAKU MANAJEMEN KEUANGAN PADA UKM DI PEKANBARU RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan, Efikasi Diri Keuangan dan Sifat Kepribadian terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan pada UMKM di Pekanbaru, baik secara parsial maupun simultan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 99 orang dan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka dan internet. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, buku-buku literatur dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian. Metode analisis data yang digunakan meliputi uji kualitas data, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda dan uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan, Efikasi Diri Keuangan, dan Sifat Kepribadian berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan pelaku UMKM di Pekanbaru secara simultan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,264 atau 26,4% yang berarti Perilaku Pengelolaan Keuangan dipengaruhi oleh Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan, Efikasi Diri Keuangan dan Sifat Kepribadian dan sisanya sebesar 73,6% dapat dijelaskan oleh faktor lain yang tidak didefinisikan dalam penelitian ini
PROSES REKRUTMEN POLITIK PPP DALAM MENJARING CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI PADA PEMILUKADA KABUPATEN AGAM 2010
Dalam rekrutmen calon kepala daerah yang dilakukan oleh partai PPP ini, PPP lebih memilih calon yang bukan dari kadernya sendiri, seharusnya fungsi partai politik sebagai sarana rekrutmen politik adalah untuk mencari orang-orang berbakat untuk turut aktif dalam kegiatan politik seperti pemilihan kepala daerah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan alasan PPP mengusung calon yang bukan dari kadernya dan untuk mendeskripsikan proses rekutmen politik Partai PPP dalam menjaring bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Agam pada pemilihan kepala daerah 2010 di Kabupaten Agam.
Peneliti mengacu kepada konsep yang dijabarkan oleh Cornelis Lay tentang fungsi rekrutmen yang dilakukan oleh partai politik, bahwa rekrutmen yang dilakukan oleh partai politik berfungsi untuk menduduki posisi-posisi politik yang strategis yaitu anggota legislatif, kepala negara, kepala daerah. Proses rekrutmen politik partai PPP dianalisis dengan melihat dari proses terbentuknya koalisi, kemudian proses pemilihan dan kriteria pemilihan calon oleh koalisi PPP Plus.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian eksplanasi. Untuk memperoleh data, penulis melakukan wawancara, catatan lapangan, foto, dan dokumen-dokumen resmi lainnya. Wawancara dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yakni peneliti yang menentukan kriteria informannya. Sementara dalam teknik keabsahan data, penulis memakai proses triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini adalah PPP berkoalisi dengan partai yang lebih kecil Hanura dan PPRN hanya untuk mencapai suara minimal sehingga PPP tetap mendominasi, sementara Golkar bergabung setelah PPP menetapkan calon yang dipilih untuk diusung pada pemilukada. Penelitian ini menemukan bahwasanya PPP tidak memilih kader sendiri karena PPP menilai kadernya tidak lebih baik dari Indra Catri dan juga PPP kecewa dengan Guspardi Gaus yang dinilai tidak punya komitmen terhadap partai
Supervisi Pendidikan Agama Islam berbasis aplikasi e-pengawas di Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu
Adanya pandemi covid-19 berdampak pada kegiatan pengawasan yang tidak bisa dilaksanakan secara tatap muka. Hal ini menambah permasalahan sebelumnya yakni kurangnya jumlah pengawas PAI SMP di Kabupaten Rejang Lebong ang hanya 1 orang membina 63 SMP padahal jika menurut PMA Nomor 2 Tahun 2012 pengawas PAI pada sekolah Pengawas PAI pada Sekolah adalah ekuivalen dengan 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam per minggu, Pengawas Madrasah melaksanakan tugas pengawasan terhadap minimal 7 (tujuh) Madrasah/Sekolah, dan Pengawas PAI pada Sekolah melaksanakan tugas pengawasan terhadap paling minimal 20 (dua puluh) Guru.
Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian dan evaluasi supervisi Pendidikan Agama Islam berbasis aplikasi e-pengawas di SMP Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yakni data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data didalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data hasil penelitan yang didapat lalu diolah dan dianalisis menggunakan analisis yang melingkupi empat langkah, yakni koleksi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan Supervisi PAI adalah Menyusun Program Pengawasan yang terdiri dari: Program Pengawasan Tahunan, Program Pengawasan Semester, dan Rencana Kepengawasan Akademik (RKA). Program pengawasan yang disusun tersebut diinput pada aplikasi e-pengawas. 2) Pelaksanaan supervisi PAI terdiri dari a). kegiatan pembinaan guru PAI melalui teknik tidak langsung yaitu secara online, b). pembimbingan profesionalisme guru PAI melalui zoom meeting pada kegiatan MGMP, c). pemantauan SNP PAI oleh pengawas PAI dan d). penilaian kinerja guru PAI dengan pengisian instrumen penilaian yang dibuat pada google form selanjutnya dikirim ke grup whatsapp guru PAI. 3). Evaluasi supervisi meliputi penilaian hasil pelaksanaan program pengawasan. dan pelaporan pelaksanaan tugas kepengawasan yang diolah pada aplikasi e-pengawas versi 5.0 untuk menghasilkan fortofolio digital. Pada evaluasi ini pengawas menganalisis temuan permasalahan selama kegiatan supervisi untuk secara langsung dicari solusi kongkrit untuk membantu sekolah/guru
EVALUASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN WAJIB BELAJAR 9 TAHUN DI KABUPATEN BENER MERIAH PEMERINTAH ACEH 2005-2010
Kepedulian pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas diawali dari adanya program pendidikan yang bermutu. Salah satu kebijakan tersebut adalah adanya program pendidikan wajib belajar 9 tahun. Program wajib belajar 9 tahun ini dicanangkan pada tahun 1994 yang merupakan kelanjutan dari program wajib belajar 6 tahun. Sejak tahun 1984, tepatnya pada masa Menteri Pendidikan Nugroho Notosusanto pendidikan wajib belajar 9 tahun sudah ditetapkan. Namun pada waktu itu pendidikan belum dapat dinikmati oleh seluruh anak Indonesia. Sebab, akses ekonomi masyarakat Indonesia belum mencukupi untuk bisa mengenyam pendidikan secara komplit. Padahal, bagi bangsa Indonesia pendidikan sesungguhnya adalah komitmen antara Pemerintah dan masyarakat, seperti yang tertuang dalam UUD 1945 bahwa tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan Wajib Belajar 9 tahun sejalan dengan semangat untuk membebaskan bangsa Indonesia dari kungkungan kebodohan dan kemiskinan, jalan satu-satunya adalah dengan pendidikan. Pada batang tubuh pasal 31 UUD 1945 lebih tegas lagi menyatakan ”(1) setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”, dan ”(2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”.
Bahkan, program wajib belajar sembilan tahun mengakomodir semangat pendidikan secara Internasional. Pengakuan bahwa pendidikan merupakan hak setiap umat manusia termuat dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, yang pada pasal 26 ayat 1 berbunyi “Setiap orang berhak memperoleh pendidikan. Pendidikan harus dengan cuma-cuma, setidak-tidaknya untuk tingkatan sekolah rendah dan pendidikan dasar. Pendidikan rendah harus diwajibkan. Pendidikan teknik dan kejuruan secara umum harus terbuka bagi semua orang dan pendidikan tinggi harus dapat dimasuki dengan cara yang sama, berdasarkan kepantasan.
Babaluk
Babaluk merupakan karya yang terinspirasi dari tradisi ngabeluk yang berada di Kabupaten Pandeglang sebagai media suara panggilan atau informasi pada masa lalu dalam masyarakat agraris maupun masyarakat maritim untuk memberikan kabar baik atau buruk keadaan yang sedang dijalani seseorang ketika dalam kesulitan.
Bentuk karya babaluk menggunkan tari kontemporer yang berakar dari tradisi Banten sedangkan musik yang dikomposisikan tidak lepas dari nuansa Banten
PENGARUH IMPLEMENTASI PROGRAM PERCEPATAN BELAJAR (AKSELERASI) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI MTs. NEGERI PONOROGO
Keyword: Implementasi, Akselerasi, Motivasi belajar, Pendidikan Agama Islam. Akselerasi adalah program percepatan belajar yang dikhususkan kepada anak yang termasuk dalam cerdas istimewa dalam kriteria tertentu. Sama seperti yang diterapkan di MTs. Negeri Ponorogo. Pada program kelas akselerasi guru mengajarkan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sama dengan sekolah-sekolah lain, namun kemungkinan besar siswa akan lebih fokus terhadap mata pelajaran umum yang akan diujikan untuk kelulusan atau Ujian Nasional. Disisi lain, secara umum siswa kelas akselerasi yang mempunyai kecerdasan tinggi cenderung terlihat merasa superior, ego lebih tinggi dan high class. Hal ini memberi pengaruh terhadap pembelajaran pada materi Pendidikan Agama Islam. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan program akselerasi yang dilakukan terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dan juga mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan program akselerasi yang dilakukan terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara menganalisis data yang diarahkan untuk menjawab rumusan masalah, selanjutnya diarahkan untuk menguji dan menjawab hipotesis. Dengan rumus Product moment dan rumus koefisien determinan (R2). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi akselerasi berpengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Agama Islam. Dengan menggunakan rumus product moment yang hasilnya 0,98 berada diantara 0,80 s/d 1,000 yang tergolong sangat kuat (skala likert). Selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya maka digunakan rumus koefisien determinan (R2) yang hasilnya adalah 96%. Menunjukkan bahwa variabel terikat (motivasi belajar siswa) dipengaruhi sebesar 96 % oleh variabel bebas (Implementasi program percepatan belajar (akselerasi) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI))
Pendapatan Pengelolaan Operasi Asuransi (Dana Ujrah) Dan Pengarunya Terhadap Laba/Rugi Pada PT. Asuransi Takaful Umum Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapabesar pengaruh pendapatan pengelolaan operasi asuransi (danaujrah) terhadap Laba/Rugi pada PT. Asuransi Takaful Umum diIndonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian inimenggunakan deskriptif kuantitatif, data yang digunakan dalampenelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder diperolehdari data Laporan Keuangan PT. Asuransi Takaful Umumpublikan selama 5 (lima) tahun periode 2011 sampai dengantahun 2015. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabelPendapatan Pengelolaan Operasi Asuransi (Dana Ujrah) (X1)berpengaruh signifikan terhadap variabel Laba/Rugi (Y)sebesar 0,048 sesuai dengan angka signifikan 0,048 < 0,005.Artinya, kenaikan pendapatan pengelolaan operasi asuransi(dana ujrah) akan mempengaruhi laba/rugi perusahaan
PENGARUH DPK, INFLASI, DAN NPF TERHADAP PEMBIAYAAN UKM; STUDI PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA 2012-2013
Keberlangsungan UKM sangat dipengaruhi oleh pembiayaan danpembiayaan UKM dipengaruhi secara signifikan oleh jumlah DPK,inflasi, dan NPF. Ketiganya mampu menjelaskan perubahan sebesar98,6% yang secara parsial dengan level of significant 5% ketigavariabel dependen memengaruhi secara signifikan terhadappembiayaan UKM kecuali tingkat inflasi. Hal ini ditunjukkan olehnilai koefisien beta sebesar -636,008. Secara berurut palingberpengaruh adalah DPK, kemudian NPF, dan terakhir factorinflasi. Alat analisa yang penulis gunakan yaitu kuantitatif analisisregresi linier berganda dengan pertimbangan R2, Uji T-test, Uji F,serta uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, multikolinieritas,heteroskedastisitas, dan autokorelasi
Pengaruh Tabungan Haji Terhadap Tingkat Laba pada Unit Perbankan Syariah di Indonesia.
Tabungan haji berbanding lurus dengan tingkat laba pada unitperbankan syariah di Indonesia. Tabungan haji merupakan halbaru dalam perbankan syariah dengan akad al-qard wa al-ijārahyaitu pinjaman kebajikan atau murni tanpa imbalan. Bank tidakmengambil keuntungan dari akad ini, akan tetapi bankmengambil keuntungan dari penggunaan akad ijarah, denganmengambil upah jasa (free ujarah) dari biaya-biaya pengurusanibadah haji. Apakah jenis pembiayaan yang dijalankan oleh unitsyariah sesuai dengan prinsip kedua akad tersebut, padahal bankmerupakan salah satu lembaga profit yang senantiasa mengambilkeuntungan pada setiap transaksi yang dijalankan, kemudian darimana bank mendapatkan keuntungan dari pembiayaan jenis ini
- …
