1,721,052 research outputs found
Modul keahlian ganda mata pelajaran agribisnis ternak ruminansia sekolah menengah kejuruan bidang agribisnis dan agroteknologi kelompok kompetensi mengelola hijauan pakan ternak ruminansia
Hijauan merupakan sumber makanan ternak terutama ternak ruminansia selain merupakan kebutuhan pokok untuk pertumbuhan dan sumber tenaga, juga merupakan komponen yang sangat menunjang bagi produksi dan reproduksi ternak
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PENERAPAN GOOGLE WORKSPACE FOR EDUCATION MELALUI WORKSHOP IN ON IN DI SMA NEGERI 1 TURI
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penerapan google workspace for education melalui workshop in on in di SMA Negeri 1 Turi. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang didukung dengan data kuantitatif. Objek penelitian ini adalah workshop in on in serta dampak peningkatan kompetensi guru dalam penerapan google workspace for education. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus meliputi empat kegiatan, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan dengan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan workshop in on in dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan google workspace for education di SMA Negeri 1 Turi . Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase guru yang kompeten. Rata-rata guru yang kompeten pada siklus pertama 38,7%dan siklus kedua 87%. Tingkat student wellbeing juga meningkat pada siklus pertama 73,4 dan siklus kedua 84,5. Proses workshop juga berjalan baik dengan skor 85. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan adanya worksop ini mampu memberikan pemahaman dan pengetahuan khususnya guru guru dalam menggunakan google workspace for education
Gejolak dalam Harmoni
Harmony in Frightening Natural Phenomenon. The main creation source is the aesthetic impressions of clouds and waves which implicitly express frightening, fearful, and scary passion. The objects of the creations are expressed in painting arts which tend to be expressionistic and abstract in style. The supporting sources of the creations are some paintings of Franz Kline, Willem de Kooning, Joan Mitchell, Anselm Kiefer, Piet Mondrian, and Ibrahim. The originality is emphasized in individual emotional expression. The methods of the creations begin with the exploration of ideas, improvisations, and creations which become one activity. The transformation of ideas into art products creates a subject matter which contains biomorphic forms from expressive brushing that is based on intuition and spontaneousness. The differences in the width of the brush, the stress of brushing, the level of painting thickness, and the color have become the supporting techniques. The results of the creation are the painting art products containing line configurations, organic forms, and coloring with the wild, free, uncontrolled, and ‘mleber’ effects. Keywords: Expressionistic abstract, art harmony, painting
ANALISIS KEKUATAN TARIK MATERIAL CAMPURAN HRS-B (Hot Rolled Sheet) MENGGUNAKAN SISTEM PENGUJIAN INDIRECT TENSILE STRENGTH
HRS-B (Hot Roller Sheet) merupakan jenis konstruksi perkerasan lentur
(flexible pavement) karena menggunakan aspal sebagai bahan pengikat antar agregat.
Gradasi agregat tersusun beberapa fraksi yaitu fraksi kasar, fraksi halus dan filler.
Karakteristik Indirect Tensile Strength ditentukan oleh proses pemadatannya. Proses
pengujian Indirect Tensile Strength untuk mengukur ketahanan campuran HRS-B
(Hot Rolled Sheet) terhadap gaya tarik dengan menggunakan alat ITS (Indirect
Tensile Strength) dan menentukan pengaruh antara jumlah tumbukan dalam
pemadatan (50 Kali dan 75 Kali) terhadap kekuatan tarik campuran HRS-B (Hot
Rolled Sheet) menggunakan alat Indirect Tensile Strength.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi kadar aspal 5%,
6%, 7%, 8%, 9%, 10% terhadap total berat agregat. Karakteristik Density, VMA,
VFWA, VITM. Karakteristik Indirect Tensile Strength dan pengaruh jumlah tumbukan
dalam pemadatan sebanyak 50 kali dan 75 kali terhadap nilai Density, VMA, VFWA,
VITM.
Penambahan aspal akan mempengaruhi karakteristik Indirect Tensile Strength.
Seiring dengan penambahan kadar aspal maka garis trendline pada nilai density,
VFWA, nilai tersebut menunjukan kenaikan namun garis trendline pada nilai VMA
menunjukan garis trendline yang tidak menentu, sedangkan garis trendline pada
VITM menunjukan turunan. Untuk nilai Indirect Tensile Strength cenderung
mengalami kenaikan bila trendline nilai Density menunjukan nilai maksimum sebesar
2,24 gr/cc pada saat nilai ITS sebesar 85 KPa ,VFWA dan VITM menunjukan nilai
maksimum sebesar 80 % dan 2,25 % pada saat nilai ITS sebesar 86 KPa untuk
jumlah tumbukan 50 kali, sedangkan pada saat nilai ITS sebesar 100 KPa maka nilai
VAM menunjukan nilai maksimum sebesar 20,5 % dan 19,5 % masing-masing
penumbukan 50 kali dan 75 kali
The Local Culture Application in the Contemporary Style of T-shirt Design as Development Strategy on Objects Tourism in Semarang
STUDI TENTANG FAKTOR PENYEBAB PERKAWINAN DIBAWAH UMUR DI KECAMATAN GAYAMSARI KOTA SEMARANGTAHUN 2014-2015
Materi pelatihan berbasis kompetensi berbasis SKKNI level IV : menyeleksi sapi potong untuk dipasarkan
Materi modul pelatihan yang berjudul menyeleksi sapi potong untuk dipasarkan ini mengacu pada unit kompetensi terkait yang disalin dari Standar Kompetensi Bidang Peternakan Ruminansia Besar dengan elemen kompetensi 1. Mengidentifikasi kebutuhan pasar yang meliputi mengumpulkan informasi pasar dan menyeleksi pasar sesuai dengan kebutuhan. 2. Menyeleksi ternak untuk dipasarkan yang meliputi: mengidentifikasi ternak yang akan dipasarkan, strategi pemasaran ternak, menyediakan alat transportasi dan prosedur transportasi, menyelesaikan administrasi penjualan, dan standar mutu ternak yang dipasarkan
ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA INDUSTRI KECIL KERAJINAN ROTAN (Studi Kasus di Sentra Industri Kecil Kerajinan Rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo)
New biocomposite material from ramie fibre and natural matrix of flee secretion on albasia tree as expansion effort of teaching material
Abstract: A biocomposite is a composite which consists of natural fiber as reinforcement and matrix as binder agents. Biocomposite materials are interesting phenomena because they are environmentally friendly, are renewable resources, and can increase the economic level of the neighbouring people. The objective of the present study is to look into the feasibility of biocomposite material from secretion of albasia flea as a binder agent and ramie fiber as reinforcement. Secretion of albasia flea was collected from Ciamisforest, WestJava, Indonesia with lumps type and then was reacted with methylated spiritus to liquefaction. Heating of the dilution offlea secretion at180°C in 15 minutes decreased the viscosity to become gel. The gels were layered on the surface of ramie fiber woven roving with the hand layout method. Molding of the biocomposite was done at 180-200°C in 10 minutes after 2-4 layers of ramiefiber were soaked with gel, pressing with pressure 40MPa, and cooling at room temperature in 4 hours. Density and tensile strengths of the biocomposite were evaluated with ASTM D638-90 standard and compared withpublicized biocomposites to know itsfeasibility. The tensile strength of the biocomposite from 60% of ramie fiber woven roving andsecretion of albasiaflea was 80 MPa with a density of 1.17g/cm'. This result showed that the biocomposite had a relatively higher tensile strength and lower density than an epoxy or polyester matrix. The biocomposite of the matrix of albasia flea secretion can become a novel material, have high feasibility based on availability of renewable resources, give simplicity of matrix processing, need no high technology on molding biocomposite, and have higher tensile strength relative to lower density. An implication of the results of the study can be in the development of new teaching material in the engineering material subject of study in the Faculty of Engineering of YogyakartaState University.Keywords: biocomposite, ramiefiber, secretion of .albasiaflea, natural matrix, tensile strength, density, binder agent, reinforcemen
HUBUNGAN ANTARA FUNGSI MANAJEMEN KEPALA RUANG DENGAN PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN
Pelayanan perwatan di Rumah Sakit sebenarnya terletak pada ruang rawat inap, dimana perawatan pasien dilakukan selama 24 jam terus menerus dengan penerapan suatu konsep pelayanan profesional oleh pelaksana perawatan. Tangung jawab penyelenggaraan pelayanan keperawatan dalam suatu ruang rawat inap Rumah Sakit sepenuhnya berada pada kepala ruang.
Oleh karena itu kepala ruang berperan dan bertanggung jawab sevara profesional, baik sebagai manajer maupun sebagai administrator. Untuk dapat melaksanakan peran dan tangung jawab tersebut kepala ruang dituntut untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen keperawatan.
Untuk dapat melaksanakan tugas keperawatan yang bermutu, setiap pengelola keperawatan harus menerapkan manajemen keperawatan yang meliputi perencanaan, penggerakan dan pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan penilaian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara fungsi manajemen kepala ruan gde pelayanan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.
Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel populasi berjumlah 14 orang. Data t entang fungsi menajemen dan pelayanan asuhan keperawatan diperoleh dari kuesioner dan observasi langsung. Dat aya diperoleh dideskripsikan melalui teknik analisis prosentase. Untuk mengetahui adakah hubungan antara fungsi manajemen dengan pelayanan asuhan keperawatan, digunakan teknik analisis korelasi Rank Spearman, dengan tingkat kepercayaan 95% (alfa=0,05)
hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi manajemen keperawatan telah baik, namun kiranya masih dapat ditingkatkan lagi dengan melibatkan kepala ruang dalam hal perencanaan sumber daya yang dibutuhkan di ruang rawat. Pelayanan asuhan keperawatan menunjukkan hasil yang cukup baik, karena sampai baik, tetapi hal ini jug amasih visa ditingkatkan lagi. Karena masih adanya keluhan pasiwn melalui kotak saran yang perlu ditanggapi dari bidang keperawatan. Fungsi manajemen ada hubungan yang signifikan dengan pelayanan asuhan keperawatan.
Kata Kunci: MANAJEMEN, PELAYANAN, ASUHAN KEPERAWATA
- …
