67 research outputs found

    Ajaran Dzikir Taubat Pada Majelis Dzikir Az-Zikra Pimpinan Muhammad Arifin Ilham

    No full text
    Dzikir Taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin Muhammad Arifin Ilham merupakan ajaran dzikir dan gerakan dakwah yang telah terlembaga dan dikenal serta diterima oleh masyarakat, bukan sebagai suatu gerakan tariqat atau gerakan tasauf. Hal inilah yang menjadi keunikan yang ada pada ajaran dzikir taubat Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan Muhammad Arifin Ilham. Adapun kunikannya terletak pada tidak ada aturan formal yang berlaku seperti tariqat pada umumnya. Sebagaimana telah diketahui, bahwa kebanyakan tariqat memiliki aturan formal dan tatacara ibadah tertentu seperti tahapan-tahapan dzikir yang harus dijalani dan dilalui (dalam bentuk dan jumlah wirid tertentu), maupun sumpah (bai?aḥ ) dan perjanjian (?aqd) baik pada seorang syeikh (mursyid), ataupun silsilah yang merupakan runtutan guru-guru tariqat yang menjadi seorang syeikh tariqat dari yang paling akhir sambung-menyambung sampai kepada Nabi Muhammad saw. Belum lagi tentang aturan formal dan tata cara tertentu yang wajib ditaati dan dipatuhi dalam berinteraksi yang menjadi adab khusus bagi seorang murid kepada syeikhnya. Hal-hal tersebut tidaklah terdapat dalam dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra, meskipun secara umum dapat dikatakan sebagai tariqat. Sekalipun ada, afiliasinya adalah afiliasi tariqat pada sunnah Nabi Muhammad saw. tidak kepada siapa dan apa ? afiliasinya tidak pada tariqat tertentu. Namun, secara pribadi Muhammad Arifin Ilham bukan seorang pengikut tariqat baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Sehingga, tidak ada sumpah dan perjanjian bagi yang masuk dan mengikuti dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan Muhammad Arifin Ilham ini. Karena sumpah dan perjanjian sebenarnya dilakukan oleh individu itu sendiri yang melakukannya kepada Allah swt. Sehingga penelitian ini ingin mengetahui ajaran dzikir taubat dengan bagaimana aplikasi nilai-nilai dan ajaran tasauf pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin Muhammad Arifin Ilham sebagai seorang yang berhasil membangkitkan semangat berdzikir dengan formula dan metode dzikir yang dikembangkannya tersebut, menjadi yang diminati dan sekaligus mengajak jama?ahnya aktif dalam perjalanan batin (spiritual) yang tetap bersumber pada ajaran al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad saw. Adapun subyek yang diteliti dan telah menjadi konsentrasi penulis di dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada penelitian tentang ajaran dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin oleh Muhammad Arifin Ilham secara terpusat dan serius

    PERILAKU KONSUMSI PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUL MANNAN STUDI PADA WARGA PEMUKIMAN MUSLIM BUKIT AZ – ZIKRA SENTUL BOGOR

    No full text
    Perilaku konsumsi dalam Islam berusaha untuk mengurangi kebutuhan material manusia yang luar biasa sekali pada zaman ini, untuk menghasilakn energy manusia dalam mengejar cita-cita spiritualnya (Mannan, 1997:45). Sekarang ini sebuah kemajuan berarti semakin tinggi tingkatan hidup yang mengandung arti semakin meluasnya kebutuhan-kebutuhan yang akan menambah rasa ketidakpuasan dan kekecewaan akan hal hal sebagaimana adanya, sehingga nafsu untuk mengejar tingkatan konsumsi yang tinggi semakin bertambah. Objek penelitian perilaku konsumsi ini adalah warga Pemukiman Muslim Bukit Az – Zikra Sentul, Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku konsumsi pada warga pemukiman Bukit Az – Zikra Sentul perspektif Muhammad Abdul Mannan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara langsung, dokumentasi dan observasi. Setelah pengumpulan data, hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis domain untuk mendapatkan interpretasi yang tepat dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemukiman Bukit Az-Zikra berdampak pada perilaku konsumsi setiap warganya yang memenuhi prinsipprinsip konsumsi Muhammad Abdul Mannan. Hal itu dikarenakan pemukiman Bukit Az-Zikra menjadi pemukiman yang sangat kompleks dan bersinergi menjadi satu sistem pemukiman muslim yang baik bagi konsumsi

    Metode Zikir Muhammad Arifin Ilham dalam Upaya membina akhlakul Karimah Di Majlis Zikir az-Zikra Depok

    No full text
    Tujuan Penelitian a. Untuk mengetahui pelaksanaan zikir di Majlis Zikir Az-Zikra b. Untuk mengetahui metode yang digunakan oleh pembimbing zikir c. Untuk mengetahui metode zikir Muhammad Arifin llham dalam upaya membina Akhlakul Karima

    METODE DAKWAH MUHAMMAD ARIFIN ILHAM

    No full text
    Dalam berdakwah, Muhammad Arifin Ilham pada awalnya menggunakan metode retorika atau ceramah. Dalam pemahaman M.Arifin Ilham suatu amalan akan terasa hampa dan kosong apabila tidak disertai dengan penguatan zikir kepada Allah. Pasalnya, Islam adalah agama yang tidak hanya dapat dipahami oleh akal, akan tetapi harus betul-betul dapat dihayati, dan sebagai penyejuk hati. Zikir merupakan pintu awal dalam dakwah Muhammad Arifin Ilham. Majelis Zikir Az-Zikra adalah majelis tarbiyah yang menekankan pada pemahaman, penghayatan, pengamalan akidah, ibadah, akhlak dan menghindari penyimpangan-penyimpangan zikir. Majelis zikir Az-Zikra memiliki beberapa konsep atau langkah-langkah untuk mendukung kegiatan zikirnya. Yakni Majelis Ilmu atau Majelis Tarbiyah, Dewan Syariat, Regenerasi, manajemen majelis zikir Az-Zikra, dan silaturahim. Secara garis besarnya, dakwah Muhammad Arifin Ilham dengan metode dzikir meliputi tiga unsur, yaitu, materi (adab dan sistematika zikir), strategi, dan pola dakwah

    Dzikir sebagai pendidikan akhlak: studi kasus metode dzikir Az-Zikra karya Muhammad Arifin Ilham

    No full text
    Penulis mengambil pemikiran Muhammad Arifin Ilham di dasari oleh keinginan mendalami pemikiran Muhammad Arifin Ilham mengenai metode dzikir sebagai pendidikan akhlak. Muhammad Arifin Ilham adalah tokoh agama muda yang konsisten berdakwah dengan dzikir-dzikirnya yaQg menyentuh hati semua kalangan masyarakat. Pemikirannya selalu berpedoman pada al-Qur'an dan hadits serta senantiasa di kontekskan dengan perkembangan zaman dan realita masyarakat sekitarnya. Melalui dzikimya serta beberapa hasil karya-karyanya Muhammad Arifin Ilham berperan cukup besar dalam perkembangan Islam di Indonesia terutama dalam bidang perbaikan akhlak di tengah-tengah dekandensi moral masyarakat khususnya generasi mudanya seperti zaman sekarang-sekarang ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa kontribusi metode dzikir az-Zikra karya Muhammad Arifin Ilham dalam pendidikan akhlak. Untuk memperoleh hal penelitian, penulis menggunakan library reseach dengan pendekatan deskriptif terhadap data (primer dan sekunder) yang bersifat kualitatif, serta menggunakan berbagai metode yaitu metide interpretasi, metode kesinambungan historis, metode komparatif. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa metode dzikir dzikra sebagai pendidikan akhlak menurut Muhammad Arifin ilham adalah metode takhalli, metode tahalli dan metode rajalli dari metode-metode tersebut seseorang dituntut untuk menghindari sifat-sifat tercela kemudian mengisi diri dengan akhlak terpuji kemudian merasa akan keagungan Allah. Menurut Muhammad Arifin Ilham, dzikir dibagi menjadi 4 bentuk diantaranya adalah: dzikir qalbiyah, dzikir aqliyah, dzikir lisan dan dzikir amaliyah. Pendidikan akhlak mengendalikan tindakan lahir, akan tetapi tindakan lahir itu tidak dapat terjadi bila tidak diketahui atau dikendalikan dengan tindakan batin. Oleh karena itu setiap insan diwajibkan dapat menguasai batinnya atau mengendalikan hawa nafsunya karena ialah yang merupakan motor dari segala tindakan lahir. Dengan dzikir yang apabila dilaksanakan secara istiqomah dapat mengantarkan anak didik berakhlak baik yang sesuai dengan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat sehingga dapat terwujud tujuan pendidikan Islam secara optimal fakni untuk bertaqwa kepada Allah SWT

    Bogor Az-Zikra Sharia Beauty Care And Fitness Centre (Penekanan Pada Arsitektur Modern)

    No full text
    In the era of digital and advanced technologies like nowadays, mostly people require modern, healthy, beautiful performances at any time in supporting their dayly activities. Sometimes, their overloaded activities, which make them fatique and gest bored, and their living in a crowded city make them feel stress The City of Bogor is one of the crowded and busiest cities in Indonesia. People living in the city who do not have enough time to take care of their health and fitness make them look pale, uncheerful, causing their skins dry and dult. Furthemore, the lack of open spaces and private places make it uncomfortable for the people living in the city. A beauty care and fitness centre based on Sharia is the answer to this matter. The beauty care and fitness centre based on Sharia is a private place in which the people can get beauty treatment and do fitness exercises to keep their bodies physically fit. Their Sharia-Based Beauty and Fitness Centre is named as Bogor Az-Zikra Sharia Beauty Care and Fitness Centre. As the centre is located and situated in the modern city of Bogor, the building of Bogor Az-Zikra Beauty Care and Fitness Centre has a concept of a building that stresses on a modern architecture, which is in the same time, matches with the first built building, namely Az-Zikra Islamic Centre. Az-Zikra Islamic Centre is a centre of Islamic activities located in the area of Sentul, Bogor, led by a prominent Moslem Leader, the Reverend Muhammad Arifin Ilham

    ITTIBA’ AL-RASUL PERSPEKTIF AL-QUR’AN

    No full text
    Abstrak Sebagai umat Nabi Muhammad, kita dituntut untuk mengikuti langkah beliau dalam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan karena Allah menanamkan uswatun hasanah dalam setiap perbuatannya. Oleh karena itu, salah satu contoh ittiba’ al-rasul pada zaman sekarang adalah berdakwah dengan metode tablik akbar, pengajian dan banyak metode dan cara-cara dakwah lainnya yang digunakan oleh para dai untuk mengikuti gaya berdakwahnya Nabi Muhammad Saw. Walaupun demikian masih ada juga sebagian dai’ melakukan kesalahan dalam menyampaikan dakwahnya. Maka pada penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang Ayat-ayat mengenai ittiba’ al-rasul perspektif al-Qur’an dan realisasinya dalam kehidupan sekarang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tafsir tematik, yang membahas ittiba’ al-rasul dalam al-Qur’an. Oleh karena itu, penelitian ini disusun menggunakan metode tafsir tematik atau maudui’ yang digagas oleh Abd Al-Hayy Al-Farmawi. Kemudian, hasil pada penelitian ini memuat tentang penjelasan penafsiran ayat-ayat ittiba’ al-rasul dalam perspektif al-quran, antara lain Surah al-imran : 31, Surah al-a’raf : 157, dan surah al-a’raf : 158. dan penjelasan ittiba’ al-rasul yang meliputi, pertama, mendapatkan hidayah. Kedua, petunjuk dari Allah. Ketiga, di permudahkan dalam meraih kebahagian dunia dan akhirat. Kata kunci : ittiba’, rasul, Al-Qur’a

    Directional wave spectra from video images data and SWAN model

    No full text
    In this paper, analysis of directional wave spectra in shallow water area estimated by video images data has been compared with numerical model of SWAN. Estimation of directional wave spectra from video images is based on the Bayesian Directional Method using a group of pixels brightness on the image. For this study, the pixels can be considered equivalent to fixed instruments as wave probe sensor after rectification process. The results show that there is a good agreement between directional wave spectra estimated by video images data and the SWAN model. Both methods estimate similar shape of directional wave spectra in the shallow water. In addition, the energy distribution of directional wave spectra in shallow water is concentrated significantly in frequency and direction

    Menggapai kenikmatan zikir: Fenomena Muhammadd Arifin Ilham dan Majelis Zikir Az-Zikir

    No full text
    Buku ini memuata antara lan untaian kalimat dzikir. Juga mengupas fenomena Muhammad Arifin Ilham dan majelis dzikir Az-Zikra yang dipimpinnya. Di tengah hiruk piuk dan rutinitas masyarakat kota, zikir seakan mengandung magnet yang menggoda, Ada kesyahduan,kerinduaan, dan kepuasanyang dirasakan oleh para jamaah saat lafal zikir dilantumkan. Dan yang terpenting dari semua proses zikir adalah melantunkan dengan lisan, memahami dengan hati, dan memantulkan dengan lisan memahami dengan hati dan memantulkan dalam bentuk perilaku ilahiak [akhlaqlkullah]

    Perancangan Struktur Dual Sistem Dan IMRF (Intermediatte Moment Resisting Frame)Dengan Shearwall

    No full text
    Dahun pcnuhsan tugas akhir Poruncangan Sistem Struktur Dual Sistcm dun IMRr den~an Shcnrwnll 101 pcnulis bcrusaha membertklln contoh perhitungan pernncangan otruktut· >C>UUi dcngun peraturan mau code yang dipakai yaitu Uniform Building Code 1997 ( UBC 1997 ). OimJnJ contoh pcrnncnngan >esuUJ permuran UBC 97 im nantinya dapm d•gunakan sebagai contoh untu~ ditcrapkan pad a peraturan tatum gempa untuk struktur rumah dan gedung di Indonesia khusu>n) a mengena1 penentuan pcngaruh gempa pada strukiUr gcdung ungg1. Pembohasan Per•ncangan S1Stem Struktur Duol Si,tcm dan IMRF dengan shearwall dolakukan pada gedung fiklif yang dijadil.an otruktur contnh dalam pernncangan oni. Struktur Dual Sistem adalah >Utotu >lruktur yung terdiri dari portal terbuka dun ststcrn pcnahan h'tt~r::tl )'allg hcrupa shcarwaJJ atnu braced frame yang bcrsama·sam;~ mennhan beban gnw1tn:.i dnn b~bun l~tcral. Kcdua sisteon ini bcl'interuk>i hcrdasarkan dcforo11asi kompaubilitas kc~tlkUanllyu dan sytoo·at vung harus dipenuhi dalam St>tcon Dual Sistem adalah muktur portal tcrbuka hnrus mcncnma to~ak holch kurang 25% dari Gaya Gcser Dasar struktur. Umuk struktur yang dirancang don~·'" lntcrm.:diJtoe Moonen Resisting Frame maka perancangan struktur portal terbuka atau >O>lCill pcnahan laternl yaitu shearwall pada dacrah geonpa menengah udnk men~butuhkan .pe,ial deta1hng untuk desain penulanganny
    corecore