675 research outputs found
Studi komparasi penilaian Ali Mustafa Yaqub dan Nur Hidayat Muhammad tentang kualitas riwayat Mencari Ilmu Sampai Ke Negeri Cina
Riwayat “Mencari Ilmu Sampai ke Negeri Cina” sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia bahkan di seluruh penjuru dunia. Karena terkenalnya maka banyaknya pandangan ulama mengenai derajat riwayat “Mencari Ilmu Sampai ke Negeri Cina” ini. Di Indonesia ada dua ulama yang cukup terkenal ketika meneliti riwayat ini yaitu Ali Mustafa Yaqub dan Nur Hidayat Muhammad. Oleh karena itu perlu kita memahami atas dua penilaian ulama tersebut terhadap riwayat “Mencari Ilmu Sampai ke Negeri Cina”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami penilaian Ali Mustafa Yaqub dan Nur Hidayat Muhammad terhadap kualitas riwayat “Mencari Ilmu Sampai ke Negeri Cina” serta memahami persamaan dan perbedaan penilaiannya terhadap Riwayat “Mencari Ilmu Sampai ke Negeri Cina”. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menerapkan metode deskriptif analisis dan komparatif. Sementara Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah studi Pustaka (Library research).
Penelitian ini membahas tentang penilaian Ali Mustafa Yaqub dan Nur Hidayat Muhammad terhadap Riwayat “Mencari Ilmu Sampai ke Negeri Cina”. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa Ali Mustafa Yaqub menilai riwayat Mencari Ilmu sampai ke Negeri Cina ini sebagai hadis palsu, sementara Nur Hidayat Muhammad menilai riwayat Mencari Ilmu sampai ke Negeri Cina ini ialah hadis dhaif. Persamaan dalam penilaian mereka terletak pada penggunaan metode takhrij hadis dan melihat dari pandangan para ulama terdahulu. Namun, perbedaan mencolok terlihat dari pendekatan yang digunakan Ali Mustafa Yaqub lebih menekankan kritik sanad dan matan hadis, sedangkan Nur Hidayat Muhammad lebih fokus pada substansi matan
METODOLOGI KRITIK HADIS: Studi atas Pemikiran Ali Mustafa Yaqub
Penelitian ini berjudul Metodologi Kritik Hadis yang secara khusus membahas pemikiran Ali Mustafa Yaqub. Latar belakang pemilihan objek ini adalah usaha untuk menemukan ciri khas kajian hadis di Indonesia yang bercorak ke Indonesiaan, karena selama ini penelitian tentang kritik hadis selalu diarahkan pada pemikir hadis Timur Tengah. Sejumlah pertanyaan metodologis tentang kelayakan tokoh yang diangkat dalam penelitian dan pemikiran yang ditawarkan, merupakan dua pertanyaan yang harus dijawab terlebih dahulu. Jawaban terhadap pertanyaan pertama, tokoh ini sudah layak diangkat dalam penelitian. Sedangkan pemikiran yang ditawarkan tidak ada pemikiran baru terutama dari sisi metodologi. Namun dari segi pemikiran- yang berasal dari kajian yang dilakukannya banyak memunculkan sejumlah problem untuk pemikiran ulang karena berhubungan dengan metodologi yang digunakan Ali Mustafa Yaqub. Rumusan masalahnya adalah bagaimana prinsip dasar kritik hadis Ali Mustafa Yaqub dan bagaimana pengaruh kesarjanaan Muhammad Mustafa al A'zami pada Ali Mustafa Yaqub serta imp. kasihnya terhadap metodologi kritik hadis. Berkaitan dengan metode penelitian terdapat dua metode yakni metode pengumpulan data dan metode analisa data. Data primer berupa pemikiran Ali Mustafa Yaqub diperoleh lewat berbagai tulisannya dalam sejumlah buku sebagai sumber primer. Sedang data skunder prioritas diperoleh dalam berbagai tulisan yang ditulis ilmuwan Indonesia atau bukan. Metode interpretasi data menggunakan metode induksi yakni memadukan data dari tulisan Ali Mustafa Yaqub dan tulisan lain agar data-data tersebut berinteraksi satu sama lain. Peran penulis adalah subjektit-partisipatif-aktif Penelitian ini menemukan bahwa kritik Ali Mustafa Yaqub pada sejumlah pengkaji hadis karena sebagai pembelaan terhadap hadis-hadis Sahil Bukhari dan Sugih Mnelim Rumusan metodolooi kritik hadis Ali Mustafa Yaqub tidak jauhberbeda dengan metodologi kritik hadis yang telah ada ditambah dengan pendekatan rasio dan sains yang telah disepakati para ahli. Unsur terpenting metodologi kritik hadis adalah validitas kesahihan hadis yang menurut Ali Mustafa Yaqub berarti kesesuaian antara proses dan prosedur sebagai perangkat praksis metode kesahihan hadis Nabi tanpa melupakan unsur kemanusiaan seperti salah dan lupa. Pendekatan dan metode tersebut, kedudukannya lebih tinggi dari pada metode kritik sejarah Sedangkan hubungan Ali Mustafa Yaqub dan Muhammad Mustafa al A'zami ditemukan bahwa Ali Mustafa Yaqub banyak mengadopsi pemikiran Muhammad Mustafa al-A'zami sehingga sulit untuk mengatakan Ali Mustafa Yaqub betul-betul independen dari Muhammad Mustafa al-A'zami, meskipun demikian terdapat pergeseran pemikiran yakni Ali Mustafa Yaqub menerima pendekatan rasio dan sains yang ditolak Muhammad Mustafa al-A'zami. Temuan lainnya adalah pemikiran hadis Ali Mustafa Yaqub lebih tepat bila diletakkan dalam paradigma ilmiah yang dialogis bukan paradigma kebenaran
Ḥadīṡ- ḥadīṡ Bermasalah (Studi Atas Pemikiran Ali Mustafa Yaqub Dan Nur Hidayat Muhammad)
This research is entitled Problematic Ḥadīṡ-Ḥadīṡ which specifically discusses the thoughts of Ali Mustafa Yaqub and Nur Hidayat Muhammad. The background for choosing this object is to find out the thoughts of the two figures studied regarding the methods they use in identifying a ḥadīṡ. Judging from the results of research conducted by the two figures studied, it appears that the two figures have different perspectives through the approach used in identifying a ḥadīṡ. This study uses a qualitative approach, muqaranah, with data collection techniques through interviews, observation and document studies. Data analysis was carried out to produce an understandable understanding. The knowledge inherited from the two figures studied can be seen through the works of books, especially those related to the ḥadīṡ of the Prophet. The results of this study will: Knowing the methods used by Ali Mustafa Yaqub and Nur Hidayat Muhammad in identifying and verifying problematic ḥadīṡ-ḥadīṡ, and knowing the similarities and differences between the two figures
Kajian Otentisitas Hadis Dalam Pandangan Mustafa Ali Yaqub
Artikel ini membahas tentang cara membuktikan keotentikan hadis yang berasal dari nabi muhammad saw. Dalam tulisan ini ada lima hal yang menjadi pembahasan inti yaitu pertama tentang sosok mustafa ali yaqub, kedua tentang hadis dan sunnah, ketiga tentang otentisitas hadis, keempat tentang kritik hadis, dan yang kelima tentang otoritas sebuah hadis. Tulisan ini dibuat lantaran banyak pandangan yang meragukan bahwa hadis berasal dari nabi terutama para orientalis. Hal ini tentunya berbahaya apabila tidak diberikan pemahaman yang utuh tentang hadis terutama pada orang awam. Oleh karena itu, untuk menangkal hal tersebut maka perlu diketahui bagaimana cara membuktikan keotentikan suatu hadis. Dengan melakukan kajian pustaka dan kajian tokoh hadis indonesia yaitu mustafa ali yaqub untuk menambah wawasan tentang kajian hadis terutama di indonesia. maka artikel ini menyimpulkan bahwa cara membuktikan keotentikan hadis itu ada dua hal yang perlu dilakukan yaitu memahami hadis secara utuh dan melakukan kririk hadis
Balancing the Scales: Using GANs and Class Balance for Superior Malware Detection
Ensuring the security of a network infrastructure necessitates the
precise detection and categorization of malware. While existing
methodologies have demonstrated higher accuracy, their effective-
ness has predominantly been validated on a limited subset of mal-
ware families or samples. These analyses often focus on malware
families with a higher number of samples, potentially leading to bi-
ased and unrepresentative classification results. To address this gap,
our study aims to enhance the accuracy and robustness of malware
detection and categorization systems by investigating the impact
of dataset size, class balance, and data augmentation techniques
on classifier performance. We demonstrate the efficacy of our ap-
proach on a comparatively larger dataset titled Blue Hexagon Open
Dataset for Malware AnalysiS, comprising of 134k samples. Our
analysis, exploiting 85 malware families with at least 50 samples
each, results in the highest accuracy of 92.28% using Random Forest
as the classifier on the original imbalanced dataset. However, by
employing Generative Adversarial Networks to generate synthetic
samples and achieve balanced class distributions (resulted in bal-
anced datasets), our approach demonstrates the improvement in
the classifier’s accuracy to 99.35%
Kritik Matan Menurut Ali Mustafa Yaqub
Hadis sebagai sumber kedua setelah al-Qur'an (the second text) telah
diapresiasikan oleh umat Islam secara massif dalam aturan hidup sehari-hari. Adanya penggunaan hadis sebagai pegangan hidup ini tidak boleh dilakukan dengan menafikan sisi kesahihan hadis itu sendiri, dalam hal ini dibutuhkan adanya penelitian terhadap kualitas suatu hadis. Tolok ukur kesahihan suatu hadis sangat terkait dengan adanya studi sanad dan matan yang keduanya tidak dapat dipisahkan. Selama ini para ulama ataupun peneliti hadis banyak memfokuskan kajian pada sisi sanad saja, tanpa mencoba mengkaji lebih jauh suatu hadis dari sisi matannya. Sehingga muncul adanya asumsi di sebagian besar umat Islam bahwa ketika suatu hadis sahih secara sanad maka secara otomatis hadis tersebut dihukumi sahih. Pandangan ini ditolak oleh Ali Mustafa Yaqub dengan menyatakan bahwa sanad dan matan adalah dua hal yang kedua-duanya urgen dan harus dikaji secara integral. Berkaitan dengan kajian matan hadis, Ali Mustafa Yaqub berpendapat bahwa kesahihan matan suatu hadis tidaklah cukup hanya didekati dengan ada atau tidak adanya 'illah dan syaz, akan tetapi perlu adanya kontekstualisasi hadis dengan kondisi kekinian, khususnya untuk konteks masyarakat Indonesia, sehingga pada akhirnya hadis akan dapat dipahami secara komprehensif. Berkaitan dengan hal ini, penulis mencoba untuk mengungkapkan lebih jauh tentang metode kritik matan yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yaqub beserta letak konsistensi dirinya terhadap metode kritik matan yang dia pegangi. Dikarenakan kajian ini adalah kajian pustaka, maka kajian ini lebih difokuskan kepada eksplorasi data-data tertulis dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Data-data yang ada diperoleh dari karya-karya yang ditulis oleh Ali Mustafa Yaqub berikut karya orang lain yang membahas pemikiran hadis
Ali Mustafa Yaqub. Disamping itu, penulis menggunakan juga pendekatan
historis untuk mengetahu seberapa jauh peta perkembangan pemikiran hadis Ali Mustafa Yaqub, terutama terkait dengan kajian kritik matan.
Berdasarkan kajian yang penulis lakukan, terungkaplah bahwa secara
umum metode kritik hadis yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yaqub tidaklah jauh berbeda dengan gurunya sendiri Muhammad Mustafa al-A'zami. Akan tetapi khusus untuk kajian matan, Ali Mustafa Yaqub sedikit berbeda. Metode kritik matan yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yuqub adalah metode yang didasarkan pada beberapa ketentuan kesahihan matan suatu hadis, yaitu hadis sahih tidak boleh bertentangan dengan al-Qur'an dan hadis mutawiitir, tidak boleh bertentangan dengan kaidah bahasa Arab, tidak boleh bertentangan dengan fakta historis dan tidak boleh bertentangan dengan rasio. Setiap kali meneliti suatu hadis Ali Mustafa Yaqub mencoba menerapkan metodenya secara konsisten, dimana sebelum dilakukan kajian matan, dia terlebih dahulu melakukan kajian secara sanad. Meskipun dalam kasus hadis tertentu, terkadang Ali Mustafa Yaqub menerapkan metode kritik matannya secara parsial
“ KRITIK HADITS MENURUT ALI MUSTAFA YAQUB ”
Hadits sebagai sumber kedua setelah al-Qur'an telah diapresiasikan oleh umat Islam
secara massif dalam aturan hidup sehari-hari. Adanya penggunaan hadits sebagai pegangan
hidup ini tidak boleh dilakukan dengan menafikan sisi ke-sahi}-an hadits itu sendiri, dalam hal
ini dibutuhkan adanya penelitian terhadap kualitas suatu hadits. Tolok ukur ke-sahih-an suatu
hadits sangat terkait dengan adanya studi sanad dan matan yang keduanya tidak dapat
dipisahkan. Selama ini para ulama ataupun peneliti hadits banyak memfokuskan kajian pada sisi
sanad saja, tanpa mencoba mengkaji lebih jauh suatu hadits dari sisi matannya. Sehingga muncul
adanya asumsi di sebagian besar umat Islam bahwa ketika suatu hadits sahih secara sanad maka
secara otomatis hadits tersebut dihukumi sahih. Pandangan ini ditolak oleh Ali Mustafa Yaqub
dengan menyatakan bahwa sanad dan matan adalah dua hal yang kedua-duanya urgen dan harus
dikaji secara integral.
Kajian ini adalah kajian pustaka, maka kajian ini lebih difokuskan kepada eksplorasi
data-data tertulis dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Data-data yang ada diperoleh
dari karya-karya yang ditulis oleh Ali Mustafa Yaqub berikut karya orang lain yang membahas
pemikiran hadits Ali Mustafa Yaqub. Disamping itu, penulis menggunakan juga pendekatan
sejarah untuk mengetahui seberapa jauh peta perkembangan pemikiran hadits Ali Mustafa
Yaqub, terutama terkait dengan kajian kritik matan.
Berdasarkan kajian yang penulis lakukan, terungkaplah bahwa secara umum metode
kritik hadits yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yaqub tidaklah jauh berbeda dengan gurunya
sendiri Muhammad Mustafa al-A’zami. Akan tetapi khusus untuk kajian matan, Ali Mustafa
Yaqub sedikit berbeda. Metode kritik matan yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yaqub adalah
metode yang didasarkan pada beberapa ketentuan ke-sahih-an matan suatu hadits, yaitu hadits
sahih tidak boleh bertentangan dengan al-Qur'an dan hadits mutawatir, tidak boleh bertentangan
dengan kaidah bahasa Arab, tidak boleh bertentangan dengan fakta historis dan tidak boleh
bertentangan dengan rasio. Setiap kali meneliti suatu hadits Ali Mustafa Yaqub mencoba
menerapkan metodenya secara konsisten, dimana sebelum dilakukan kajian matan, dia terlebih
dahulu melakukan kajian secara sanad. Meskipun dalam kasus hadits tertentu, terkadang Ali
Mustafa Yaqub menerapkan metode kritik matannya secara parsial.
Kata Kunci: Kritik Hadits, Ali Mustafa Yaqu
Hadis Tentang Arah Kiblat : Kritik Pemikiran Ali Mustafa Yaqub
Dua hal penting yang dikaji dalam artikel ini: (1) pendapat-pendapat mengenai penetuan arah kiblat dan (2) pendapat Ali Mustofa Yaqub tentang penentuan arah kiblat. Pada dasarnya, penentuan arah kiblat mempunyai metode dan caranya sendiri. Secara geografis, Indonesia adalah wilayah yang jauh dari Masjid Al-Haram tempat dimana masyarakat Muslim diwajibkan untuk menghadap ke sana ketika melakukan ritual shalat. Letak geografis inilah yang mengharuskan masyarakat Muslim Indonesia harus jeli dan cermat dalam menentukan arahnya kiblatnya tersebut. Salah seorang pemikir Muslim asal Indonesia, Ali Mustafa Yaqub mempunyai pendapat yang berbeda dari pendapat umum yang dipahami selama ini. menentukan arah kiblat cukup dengan mengetahui empat penjuru angin; barat, timur, utara dan selatan. Sehingga untuk menentukan kiblat cukup hanya dengan mengetahui atau bertanya tentang empat penjuru angin. Untuk memahami konteks pemikiran Ali Mustafa Yaqub tersebut, maka digunakan teori analisis wacana yang menekankan kepada penelusuran pengaruh dan teks-teks yang melarbelakangi tercetusnya hasil suatu pemikiran
Hadith Hermeneutic of Ali Mustafa Yaqub
Hermeneutic hadith is disputed by academics; some refuse, others develop the theory (as long as it does not conflict with the source of Islamic teachings when the theory is used in the text of the hadith). The hermeneutics of hadith are from the West used in the Bible. The research method used is the library research with hermeneutical interpretation approach and produce several things, such as: First, in terminology, hadith according to Ali Mustafa Yaqub is a source of Islamic teachings both derived from the words, deeds and the characteristics of the Prophet Muhammad. The characteristics of the Prophet Muhammad are part of the sunnah. Secondly, in understanding the text of the traditions of the Prophet Muhammad is not only taken from the literary meaning, but must look for other meanings so that the text of hadith can be fully understood. Comprehensive understanding of hadith can be done by looking at the background of the emergence of Hadith (asbâb al-Wurûd), local and temporal (zamāni wa makâni), sentence causality ('illat al-kalam) and socio-cultural (taqâlid). Hermeneutic Gadamer states that the application of the hadith understanding can be understood as part of the hermeneutical process of hadith, although Ali Mustafa Yaqub does not explicitly explain the hermeneutic theory used in the understanding of a hadith text
Malware Detection using Anomaly Detection Algorithms
Malware, a diverse category of software specifically engineered to compromise devices, poses a serious threat to the security of computer systems and networks. Traditional malware detection methods, such as signature-based or behavior-based, rely on predefined patterns or manual analysis of mal ware characteristics or behaviors. However, these methods are ineffective against new or unknown malware, as they cannot recognize malware that does not match the existing patterns or profiles. Machine learning (ML) methods, on the other hand, can learn from data to detect malware based on complex patterns, without requiring prior knowledge or human intervention. In this paper, we propose and apply an anomaly detection approach on Programmable Executable files to detect and prevent malware installation. We evaluated our approach on a publicly available dataset, namely, Blue Hexagon Qpen Dataset for Malware AnalysiS (BODMAS) dataset using three classifiers, KNearest Neighbor, Support Vector Machine, and Random Forest to identify anomalies in the PE files. RF outperformed its counterparts and yielded highest accuracy of 99.73% with zero False Positive Rate
- …
