1,721,536 research outputs found
Maj. Gen. Muhammad Said Barre President of the Council Somalia.
A photograph of Maj. Gen. Muhammad Said Barre President of the Council Somalia.It is a photograph taken of Maj. Gen. Muhammad Said Barre President of the Council Somalia.Government of Uganda, Makerere University Research and Innovations Funds (RIF) and Makerere University Library
Interview with Muhammad Said al-Attar
لقاء مع نائب رئيس الوزراء اليمني الدكتور محمد سعيد العطار حول مجالات و آفاق المستقبل البترولي في اليمن. أجرى هذا اللقاء إبراهيم عابدين.An interview with Yemeni Deputy Prime Minister Dr. Muhammad Said al-Attar about the areas and prospects for the future of oil in Yemen. Interview conducted by Ibrahim Abdeen
Interview with Muhammad Said al-Attar
لقاء مع محمد سعيد العطار نائب رئيس الوزراء ووزير الصناعة في اليمن حول زيارة الرئيس الفرنسي فرنسوا ميتران لليمن. أجرى هذا اللقاء إبراهيم عابدين.An interview with Muhammad Said al-Attar, deputy prime minister and minister of Industry of Yemen, about French President François Mitterrand's visit to Yemen. Interview conducted by Ibrahim Abdeen
KEMAS HAJI MUHAMMAD SAID (1770-1819): PERANANNYA DALAM PERANG PALEMBANG MELAWAN BELANDA
Penelitian ini mendeskripsikan terkait peranan tokoh Kemas Haji Muhammad Said dalam peristiwa pertempuran Palembang melawan penjajah Belanda. Pokok permasalahan dari penelitian ini ialah yang pertama, bagaimana situasi dan kondisi kota Palembang semasa hidup Kemas Haji Muhammad Said. Kedua, bagaimana peran dari Kemas Haji Muhammad Said dalam pertempuran Palembang melawan Belanda. Kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian Sejarah Sosial Intelektual Islam dengan menggunakan pendekatan Historis dan Sosiologi. Penelitian ini menggunakan teori peranan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan analisis data secara deskriptif serta metodologi penelitian sejarah dengan empat tahapan yaitu: heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penulisan sejarah). Dari penelitian ini, dapat diketahui bahwa peranan Kemas Haji Muhammad Said dalam peristiwa pertempuran Palembang melawan Belanda dibagi menjadi dua sub pembahasan yaitu: Bidang Sosial Keagamaan dan Bidang Pergerakan. Dalam bidang sosial keagamaan, Kemas Haji Muhammad Said berperan melalui kegiatan keagamaan Tarekat Sammaniyah di Keraton Kesultanan Palembang. Dalam bidang pergerakan, pemikiran-pemikiran Kemas Haji Muhammad Said tentang konsep dan keutamaan jihad, mampu mempengaruhi para elit keraton serta menggerakkan hati jamaah dan para haji untuk melakukan perlawanan secara langsung terhadap kolonial Belanda melalui gerakan laskar jihad fi sabilillah dalam Perang Palembang tahun 1819
Penokohan dalam Novel Mamu Zein karya Asy-Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi (Suatu Tinjauan Struktural)
Penelitian ini berjudul Penokohan dalam Novel Mamu Zein karya Asy-Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi : Suatu Tinjauan Struktural. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mengidentifikasi peran tokoh dalam novel Mamu Zein karya Asy-Syaikh Mohammad Said Romdhan Al-Buthi.(2) Menganalisis pelukisan karakter tokoh yang terdapat dalam novel Mamu Zein karya Asy-Syaikh Muhammad Said Romdhan Al-Buthi. (3) Menganalisis hubungan Penokohan dengan unsur lain dalam novel Mamu Zein karya Asy-Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi menggunakan tinjauan Struktural. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka yaitu deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa teks kutipan yang terdapat dalam novel Mamu Zein karya Asy-Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca-catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskripitf. Adapaun Teknik atau tahapan analisis data yaitu (1) reduksi, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pada novel Mamu Zein karya Asy-Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi terdapat beberapa tokoh dan peran yang diemban diantaranya : Mamu dan Zein berperan sebagai tokoh utama. Siti, Tajuddin, Pangeran Zainuddin, Bakar, dan Hailanah berperan sebagai tokoh tambahan. (2) teknik pelukisan karakter tokoh dalam novel ini menggunakan teknik ekspositori dan teknik dramatik. (3) Hubungan penokohan dengan unsur lain yakni: hubungan penokohan dengan tema, hubungan penokohan dengan alur, hubungan penokohan dengan latar, dan hubungan penokohan dengan Amanat.
Kata Kunci: Novel Mamu Zein, Penokohan, Struktura
River training works using geotextiles / Muhammad Hisham Muhammad Said
In this project the use of geotextiles in river training works is dealth with. The objectives are ; first to outline the use of geotextiles in river training works. Secondly, to clearly define the geotextile; its definition, functions as well as its properties. Thirdly, to explain the concept of river training works. Fourthly, to discuss and provide the design, construction and maintenance criteria required and lastly to provide a case study of river training works using geotextiles. Emphasis is placed on the design, construction and maintenance criteria only
PENGGUNAAN HIJAB MENURUT MURTADHA MUTHAHHARI DAN MUHAMMAD SAID AL-ASYMAWI
iperbolehkan untuk terlihat. Para ulama berbeda pendapat mengenai batasanbatasan
yang boleh untuk dilihat, ada yang mengatakan bahwa seluruh tubuh
wanita adalah aurat sehingga harus ditutup kecuali mata, ada yang mengatakan
bahwa wajah dan kedua telapak tangan tidak wajib untuk ditutup, ada juga yang
mengatakan bahwa rambut tidak wajib untuk ditutup. Busana penutup atau
ungkapan lainnya hijab, merupakan salah satu ajaran islam yang diklaim sebagai
bagian dari budaya islam. Ayat-ayat yang berbicara mengenai hijab ini turun
untuk merespon kondisi dan konteks budaya masyarakat, yang penekannya pada
persoalan etika, hukum dan keamanan masyarakat dimana ayat itu diturunkan.
Tokoh yang membicarakan soal hijab diantaranya adalah Murtadha Muthahhari,
seorang filsuf dari Iran, dan Muhammad Said al-Asymawi, seorang tokoh liberal
yang berasal dari Mesir.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah yaitu bagaimana
pemikiran Murtadha Muthahhari dan Muhammad Said al-Asymawi tentang hijab,
dan juga akan menjawab bagaimana metode pemikiran Murtadha Muthahhari dan
Muhammad Said al-Asymawi dalam merumuskan konsep hijab, untuk kemudian
dibandingkan dimana letak persamaan dan perbedaan antara keduanya.
Penelitian yang digunakan adalah kepustakaan (library reseach) yaitu
penyusun mengkaji dan menelaah sumber-sumber tertulis seperti buku-buku,
majalah, artikel, dan lainnya yang berkaitan dengan masalah hijab serta kedua
tokoh tersebut. Adapun pendekatan yang digunakan adalah analisis kualitatif
yakni setelah data yang diperoleh terkumpul kemudian diuraikan dan akhirnya
disimpulkan dengan metode induktif ialah menganalisa data-data berupa pendapat
kedua tokoh yang bersifat khusus untuk kemudian ditarik menjadi kesimpulan
umum; deduktif ialah menganalisa pendapat kedua tokoh yang bersifat umum
untuk ditarik menjadi kesimpulan yang khusus; komparatif yaitu menganalisa data
atau pendapat Murtadha Muthahhari dan al-‘Asymawi tentang hijab dengan cara
membandingkan pendapat kedua tokoh.
Hasil dari analisis skripsi ini adalah Murtadha Muthahhari memandang
bahwa memakai hijab merupakan suatu perintah yang wajib dilaksanakan wanita
muslimah agar terhindar dari pergaulan bebas dan hubungan seksual di luar
pernikahan yang sah, dengan pengecualian diperbolehkannya menampakkan
wajah dan kedua telapak tangan. Sedangkan al-‘Asymawi memandang bahwa
memakai hijab bukanlah kewajiban, melainkan hanya anjuran yang boleh
dilaksanakan atau ditentang. Karena memakai hijab merupakan perintah yang
ditujukan bagi istri-istri Nabi saja. yang terpenting adalah seorang wanita bisa
mengendalikan diri dari syahwat dan membentengi diri dari dosa tanpa terkait
dengan busana tertentu
The Textological Analysis of the Qur’anic Manuscript Written by Syekh Muhammad Said Ranah Kumpai Kampar Riau
This article examines a manuscript of the Qur'anic mushaf inherited from Sheikh Muhammad Said Ranah Kumpai (1885), from Riau, written around 1850. This article focuses on two aspects, namely, describing the type of writing and reading used in the manuscript and then comparing it with the writing and reading of other manuscripts that were contemporary with it or with the current Indonesian Standard Mushaf. Using a philological approach, this study shows that the manuscripts of Sheikh Muhammad Said were written using a mixed rasm between Usmani and Imlai. One of the factors is because the habits of the people of the archipelago at that time were stronger with oral traditions. On the other hand, the use of Usmani rasm in the Mushaf has not been a deep concern in copying the Mushaf. The qiraat used is the qiraat of Imam 'Ashim from narration of Hafs, although there are some marginal notes on certain words that can be read with other readings
Kontribusi Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthy dalam Penulisan Sirah Nabawiyah tahun 1968
Sirah Nabawiyah adalah studi tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW yang mencakup berbagai aspek seperti akhlaq, fisik, perang dan ekspedisi yang beliau jalani. Kajian ini sangat penting bagi umat Islam karena memberikan pemahaman yang dalam tentang ajaran Islam dan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Dr. Muhammad Said Ramadhan Al - Buthy, seorang cendekiawan Muslim terkemuka memiliki kontribusi yang besar dalam penelitian dan penulisan tentang Sirah Nabawiyah yang menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang dalam memahami kehidupan Nabi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai sejarah penulisan dan Karya – karya mengenai Sirah Nabawiyah serta untuk menjelaskan kontribusi Dr. Muhammad Said Ramadhan Al – Buthy dalam penulisan Sirah Nabawiyah Tahun 1968.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang meliputi empat tahap utama: Heuristik (pengumpulan sumber), Kritik (verifikasi atau seleksi sumber), Interpretasi (penafsiran sumber), dan Historiografi (penulisan sejarah).
Berdasarkan hasil penelitian, sejarah penulisan Sirah Nabawiyah menunjukkan bahwa literatur Islam berkembang untuk memahami kehidupan Nabi Muhammad SAW, dipengaruhi oleh konteks sejarah dan budaya. Karya-karya utama seperti Sirah Ibnu Ishaq dan Ibnu Hisyam memberikan fondasi penting bagi literatur sirah dengan berbagai pendekatan yang digunakan dalam menggambarkan kehidupan beliau. Ar-Rahiq Al-Makhtum, sebagai contoh, menjadi karya monumental dalam memahami nilai-nilai yang diajarkan Nabi, sementara kajian terbaru mengeksplorasi relevansi kehidupan beliau dalam ilmu sosial dan humaniora modern. Karya-karya ini tidak hanya berperan dalam memperkaya literatur Islam, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang ajaran dan pesan Nabi Muhammad SAW bagi umat Islam dan dunia pada umumnya. Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthy berperan penting dalam penulisan Sirah Nabawiyah melalui dua bukunya yang berpengaruh. Buku pertamanya mengkaji secara mendalam kehidupan Nabi Muhammad SAW dengan pendekatan ilmiah yang menegaskan keunggulannya dan menolak pandangan yang meremehkan. Buku kedua tidak hanya menceritakan kehidupan Nabi tetapi juga mengaitkannya dengan Khalifah Rasyidin. Kedua buku tersebut menggunakan ilmu hadis dan sanad untuk penulisan serta memeriksa dan menolak sejarah yang tidak akurat
Kisah Nabi Ibrahim dalam tafsir Nurul Ihsan karya Muhammad Said bin Umar
Ilmu tafsir penting dipelajari supaya pesan al-Quran dapat dipahami dengan benar dan dapat diaplikasi dalam kehidupan seharian. Salah satu cara memahami isi al-Quran adalah dengan membaca karya tafsir. Sekiranya berfokus kepada tafsir nusantara karangan ulama Malaysia, yang termasuk karya monumental adalah tafsir Nurul Ihsan karya Muhammad Said bin Umar. Kedudukan tafsir ini sebagai tafsir pertama karangan ulama Malaysia dilihat penting untuk dikaji agar tafsir ini lebih mendapat tempat dalam kalangan masyarakat lokal terutamanya. Penelitian ini fokus untuk mengkaji bagaimanakah kisah Nabi Ibrahim dalam Tafsir Nurul Ihsan dan apakah metodologi yang Muhammad Said gunakan dalam menafsirkan ayat-ayat al-Quran yang menceritakan tentang kisah Nabi Ibrahim pada tafsir karangannya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analitis dengan menerapkan metode studi pustaka. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber kepustakaan baik primer maupun sekunder. Lalu, data yang diperoleh akan disusun sesuai kategori berdasarkan pertanyaan penelitian yang mana hasilnya kelak akan ditampilkan sebagai temuan penelitian. Akhirnya, data-data tersebut diabstraksikan supaya menghasilkan fakta yang kemudian akan diinterpretasi menggunakan pendekatan studi tokoh untuk menghasilkan informasi ataupun pengetahuan.
Muhammad Said membuat tema bahasan kisah Nabi Ibrahim pada kitab tafsir Nurul Ihsan. Tema tersebut adalah: Percubaan Nabi Ibrahim dengan sepuluh perkara, Kisah Nabi Ibrahim dengan bapanya, Berhujah Nabi Ibrahim dan Kisah Ibrahim. Adapun, tema-tema ini membahas tentang Janji Allah kepada Nabi Ibrahim, Agama yang dianut oleh Ibrahim as, Dasar-dasar agama yang dibawa para nabi adalah sama, Penyaksian Allah yang disembunyikan, Cara Nabi Ibrahim membimbing kaumnya kepada agama tauhid, Bukti kebenaran agama tauhid dan batilnya kemusyrikan, Kisah dakwah Nabi Ibrahim as., Dalil tentang adanya hari kebangkitan, Ibrahim dijatuhi hukuman bakar dan Ibrahim hijrah ke Syam.
Metodologi Muhammad Said dalam menafsirkan tema bahasan kisah Nabi Ibrahim pada kitab tafsir Nurul Ihsan adalah menggunakan metode Ijmali, menggunakan sumber bi ar-ra’yi, mengetegahkan corak bahasa serta memasukkan nilai lokal (adabi al-ijtima’i) dan fakta sejarah (tarikhi) dalam penafsiran. Penulis berharap di masa akan datang akan muncul lebih banyak kajian yang menjadikan tafsir Nurul Ihsan sebagai bahan kajian agar tafsir ini lebih dikenali masyarakat umum. Penulis juga berharap semoga kelak akan ada usaha untuk merumikan tafsiran pada kitab ini di samping ada usaha secara legit untuk mengaudit bahasa yang digunakan pada tafsirannya agar lebih mudah untuk dipahami masyarakat
- …
