32 research outputs found
Musik Kiai Kanjeng dalam Acara Maiyah Mocopat Syafaat di Tamantirto Kasihan Bantul
Maiyah Mocopat Syafaat merupakan aktivitas keilmuan untuk saling asah, asih, asuh dengan merupakan acara rutin yang di adakan setiap tanggal 17 di setiap bulannya yang diprakarsai oleh Emha Ainun Nadjib yang dimulai pada pukul 20.00-03.00 WIB di daerah Tamantirto Kasihan Bantul dengan rangkaian acara yaitu dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, diskusi keilmuan yang dipimpin oleh narasumber, pertunjukan musik oleh grup musik Kiai Kanjeng yang merupakan bagian utama dalam acara Maiyah Mocopat Syafat, yang menjadi beda dengan forum keilmuan atau pengajian yang lain yaitu di Maiyah Mocopat Syafaat ini tidak ada lagi batasan hak, status sosial, derajat bahkan pria dan wanita, karena sejatinya semua manusia memiliki hak dan derajat yang sama di hadapan Allah SWT dan semua saling belajar, memahami dan bersaudara dalam kebersamaan (Maiyah).
Kiai Kanjeng merupakan kelompok musik yang ide awalnya dari Cak Nun kemudian diciptakanlah seperangkat instrumen oleh Novi Budianto dengan instrumen terdiri dari: Bonang, Demung, Saron, Kendang, Suling, Drum Set, Rebana, Biola, Guitar Elektrik, Bass Elektrik, dan Keyboard. Garap dan peran musik Kiai Kanjeng dalam acara Maiyah Mocopat Syafaat sangatlah besar dan penting karena memalui penggarapan lagu-lagunya salah satunya lagu Shohibul baiti mampu membawa suasana yang hikmat, religius dan sebagai saran berdoa serta perefleksi kegundahan hati dan fikiran jamaah dan mengajak untuk selalu mengingat Allah AWT, berdoa dan mengharap Syafaat Allah melalui pertolongan Nabi Muhammad SAW dengan cara berdoa dan bersholawat dengan lagu-lagu Kiai Kanjen
DZIKIR TAUBAT SEBUAH KONTEMPLASI: PENGANTAR BER-TAREKAT
Kata Kunci : tarekat, makrifat, hakekat, syariat, toriqot, taubat, zikir, dzikir, suluk, latifah, wali, sunan, ampel, giri, naqsyabandi, manunggal, muhamad, nur, syafaat, ruh, bidah, baharu, sesat, syirik, tabut, jimat, wasilah, karomah, keramat, tawasul, jin, dupa, bunga, religi, mekanik, quantum, kontemplasi, mesin, muhammad, cakra, jahar, khofi, thought, sugesti, semedi, samadi, kawula, gust
Penafsiran ayat tentang Syafa'at dalam Alquran Surat Al-Baqarah Ayat 48: studi komparatif antara Tafsir An-Nur dan The Holy Qur’an
Syafa’at merupakan salah satu prinsip (ushul) islam, seluruh ulama ahlussunnah wal jama’ah bersepakat bahwa penghuni neraka yang memiliki keimanan dalam hatinya, meskipun hanya seberat butir atom akan keluar dari neraka. Baik dengan syafa’at para nabi, malaikat, atau orang mukmin, maupun dengan rahmat Allah Azza wa jalla.dalam kajian ini syafa’at akan diteliti dan disajikan melalui dua sudut pandang yakni menurut penafsiran Hasbi ash-Shiddieqy dalam tafsir An-Nur dan Mirza Bashiruddin Ahmad dalam tafsir The Holy Quran. Dalam Penelitian ini dirumuskan tiga tujuan dalam penafsiran syafa’at pertama menjelaskan penafsiran Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy tentang syafa’at. Kedua menjelaskan penafsiran Mirza Bashiruddin Ahmad tentang syafa’at. Ketiga menjelaskan persamaan dan perbedaan penafsiran Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy dan Mirza Bashiruddin Ahmad
Penelitian menggunakan metode komparatif atau muqarin yaitu sebuah metode yang membahas penafsiran Alquran dengan cara membandingkan pendapat para ulamak tafsir terhadap penafsiran beberapa ayat Alquran yang telah ditentukan. Objek pembahasan penelitian ini adalah terkait penafsiran ayat syafa’at, sedangkan ulamak tafsir yang pendapatnya akan menjadi studi perbandingan adalah Hasbi ash-Shiddieqy dalam tafsir An-Nur dan Mirza Bashiruddin Ahmad dalam tafsir The Holy Quran. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa penafsiran Hasbi ash-Shiddieqy dan Mirza Bashiruddin Ahmad dalam kitabnya masing-masing, keduanya memiliki persamaan dan perbedaan dalam menafsirkan ayat syafa’at, Persamaannya adalah keduanya setuju adanya syafa’at. Menurut Hasbi ash-Shiddieqy Syafa’at merupakan memohon atau meminta untuk dihapuskan dosa dan kesalahan seseorang sedangkan menurut Mirza Bashiruddin Ahmad mengatakan bahwa syafa’ah berasal dari syafa’a yang berarti satu pengampunan jadi syafa’ah itu suatu wasilah untuk mendapatkan pengampunan tuhan kepada hambanya. dalam metodenya juga sama-sama memakai metode tahlili. perbedaanya tentang syafaat antara dua tokoh yakni terletak pada penyebutan analogi. hasbi ash-Shiddieqy menganggap bahwa pemberi syafaat laksana seoang hakim. hakim yang adil tentu tidak akan mau menerima syfa’at seperti itu. Dia tidak akan membebaskan seseorang yang sudah jelas kesalahannya, hanya karena diminta oleh seseorang. Yang mau menerima syafa’at seperti itu hanyalah hakim yang zalim, yang mau melakukan pelanggaran terhadap keadilan, atau hanya mau mengutamakan kekerabatan (nepotisme) dan persahabatan (kroni) daripada keadilan. namun, analogi yang di pakai oleh hasbi disalahkan oleh Mirza Bashiruddin Ahmad bahwa pemberi syafaat itu bukan seperti hakim melainkan pemilik dan majikan. maka tiada yang dapat mencegah Dia dari memperlihatkan kasih-sayang-Nya kepada siapapun yang dikehendakiNya
Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam Al-Farabi dengan Generasi Z
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran filosofis Al-Farabi tentang pendidikan Islam. Artikel ini menggunakan jenis penelitian library reseach (kepustakaan) dengan menggunakan analisis deskriptif tentang pemikiran pendidikan Islam Al-Farabi dan relevansinya terhadap generasi Z yang bertujuan menggambarkan secara sistematis dan faktual tentang data yang ditemukan, kemudian diolah dan dianalisis sesuai teori yang ada. Al-Farabi membagi intelejensia menjadi tiga bagian yaitu akal aktual, akal potensial, dan akal capaian. Ketiga bagian tersebut merupakan gambaran bagaimana akal manusia digunakan dan mentransformasi pengetahuan. Pemikiran Al-Farabi tentang pendidikan Islam membagi klasifikasi pembelajaran menjadi beberapa aliran yakni konservatif, religius nasionalis dan pragmatis. Klasifikasi aliran tersebut untuk membantu untuk mencapai kecerdasan intelektual dan moral praktis. Gen Z yang saat ini masih dalam masa pembelajaran menjadi objek pendidikan yang cenderung berkembang secara intelektual karena mereka sejak lahir sudah dekat dengan teknologi, akan tetapi secara moralitas mereka membutuhkan bimbingan. Tujuan pendidikan Islam menurut Al-Farabi membentuk manusia yang sempurna, hal tersebut masih sangat relevan dengan gen Z, perkembangan teknologi yang semakin maju harus diimbangi dengan penguatan nilai moral sehingga dapat terbentuk intelektual yang cerdas dan perilaku yang baik pula
BUDIDAYA PEMBESARAN KEPITING BAKAU Scylla tranquebarica (Fabricius, 1798) HASIL PEMBENIHAN PADA LOKASI TAMBAK YANG BERBEDA
Kegiatan pembesaran kepiting bakau hasil pembenihan di tambak masih terbatas dan pada umumnya masih merupakan kegiatan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan, sintasan, produksi, dan membuat analisis usaha pembesaran krablet kepiting bakau hasil pembenihan pada beberapa lokasi tambak tradisional. Penelitian dilakukan di tiga lokasi tambak yaitu Maros, Pangkep, dan Polewali Mandar (Polman). Tambak yang digunakan pada setiap lokasi merupakan tambak tradisional berkonstruksi tanah dengan sistem penggantian air berdasarkan pasang surut. Krablet kepiting bakau dengan kisaran bobot 0,05-0,1 g/ekor ditebar dengan kepadatan 0,24 ekor/m2 dan 0,27 ekor/m2 untuk Kabupaten Pangkep dan Polman secara berurutan sedangkan pada Kabupaten Maros dengan kepadatan 0,53 ekor/m2. Jenis pakan yang diberikan yaitu ikan rucah atau ikan liar yang ada di sekitar lokasi tambak dengan dosis 5%-10% dari biomassa dan diberikan dua atau tiga hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kepiting bakau di tiga lokasi pada bulan ketiga diperoleh bobot akhir rata-rata dengan kisaran 131,05-199,50 g/ekor (163,17 ± 34,42); sintasan 22%-36,94% (30,41 ± 7,65); dan produksi 79,25-272,12 kg/ha (176,07 ± 96,43). Keuntungan tertinggi diperoleh pada lokasi Maros yaitu Rp5.454.750,00/ha/siklus dan terendah di lokasi Polman yaitu Rp317.150,00/ha/siklus. Nilai R/C rasio untuk semua lokasi menunjukkan lebih besar dari satu yang berarti bahwa usaha pembesaran kepiting bakau di tambak menggunakan krablet asal hatchery merupakan usaha yang layak. Ketersediaan pakan yang cukup, keberadaan shelter, pergantian air secara rutin dan kondisi kualitas air yang optimal merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan produksi pada ketiga lokasi di samping meningkatkan kepadatan sampai 1 ekor/m2.The grow-out cultures of hatchery-produced mudcrab seed in pond are rare and mostly part of research activities. The purpose of this study was to determine the performance of growth, survival rate, production, and develop a business analysis of mudcrab (S. tranquebarica) grow-out culture in different pond locations using hatchery-reared seed. The study was conducted in three pond areas in Maros, Pangkep, and Polewali Mandar (Polman). The ponds used in each location were traditional soil ponds with sufficient tidal system for water exchange. Crablets with a weight range of 0.05-0.1 g were reared in the ponds located in Pangkep, Polman and Maros with stocking densities of 0.24, 0.27 and 0.53 ind./m2, respectively. The feed used was trash fish or locally caught wild fish and given 5%-10% of the total crab biomass once every two or three days. The results showed that the average final weight of mudcrab in the three locations during three months rearing period was 131.05-199.50 g/ind. (163.17 ± 34.42) with survival rates of 22%-36.94% (30.41 ± 7.65), and crab production of 79.25-272.12 kg/ha (176.07 ± 96.43). The highest profit was obtained by grow-out culture in Maros location (IDR 5,454,750/ha/cycle) followed by Pangkep location (IDR 4,624,400/ha/cycle) and the lowest at Polman location (IDR 317,150/ha/cycle). The R/C ratio for all locations was greater than one which means that mudcrab culture in pond using seed from hatchery is economically feasibility
Rancang Bangun Sistem Informasi Administrasi Santri Di Ponpes Roudlotus Syifa Azzakia Berbasis Web
Perkembangan teknologi informasi pesat, khususnya internet dan website yang memberikan kemudahan dalam pengelolaan data administrasi lembaga pendidikan. Sistem informasi sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Namun, administrasi di Pondok Pesantren Roudlotus Syifa masih dilakukan secara manual dengan kelemahan seperti kurangnya akurasi data, kesulitan pencarian informasi, keterbatasan pengelolaan data santri, dan proses yang lambat. Untuk mengatasi masalah ini, sistem informasi administrasi santri menjadi salah satu solusi, dengan membuat sistem informasi administrasi santri dapat memberikan kemudahan pengurus dalam mengelola data administrasi santri. sistem dikembangkan dengan menggunakan metode waterfall yang melibatkan tahapan analisis kebutuhan, desain, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan. Dari penelitian ini mengahsilkan sistem informasi administrasi santri di ponpes Roudlotus Syifa Azzakia berbasis web. Sistem ini memberikan kemudahan dalam pengelolaan data administrasi santri di ponpes Roudlotus Syifa, dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Selain itu, sistem ini memudahkan santri dan wali santri dalam mengakses data administrasi seperti pembayaran bulanan, daftar ulang, dan sisa uang saku. Sistem yang dikembangkan telah disesuaikan dengan kebutuhan Pondok Pesantren Roudlotus Syifa Azzakia
Dasar Program Perencanaan Dan Perancangan Arsitektur (DP3A) Apartemen Mahasiswa UMS Surakarta Dengan Pendekatan Arsitektur Islam
Abstract
The city of Surakarta is faced with a problem about the need for shelter for residents who are temporary considering that the city of Surakarta has a campus of more than 50 universities which we need to know the need for housing will continue to grow considering that PTS and PTN in Surakarta continues to increase in the number of registrants and the number the students. Then with the increase in the number if it is not handled properly then what will happen is the imposition of land for housing, boarding for example. as happened in the author's environment. Even worse, it is not only land that is forced to use buildings for unsuitable dwellings or in Javanese language "sak-sake tok". They are landowners in the campus environment because their interest is to make a profit by increasing students and then how to solve this problem? , let us update it turns out that the city of Surakarta has already planned an apartment building in Solo Urbana in Mojosongo. But the problem of absorption will only occur next to the imbalance between the other sides, for example the southwest side of the city of Surakarta, the best solution is to build vertical housing because with limited land able to absorb quite a lot, but as a Muslim I miss student apartments with Islamic architectural concepts as forms or reflections my love for ISLAM and the prophet MUHAMMAD SAW so that cultural heritage in the form of Islamic style can continue to be sustainable.
Keywords: apartments, students, islamic architecture, love
Ketika al-Quran tak lagi diagungkan
Buku ini diawali dengan cahaya pertama, yaitu Menggali Al-Qur?an Lebih Dalam. Anda akan diajak untuk menyelami tentang pemaknaan hakikat Al-Qur?an, keutamaannya serta posisi manusia di dalam Al-Qur?an. Cahaya kedua, yaitu Al-Qur?an Imam Setiap Muslim yang mengeksplorasi kisah dan renungan betapa mulianya seorang yang memperjuangkan Al-Qur?an. Cahaya ketiga, yaitu Ketika Al-Qur?an Tak Lagi Diagungkan yang merupakan inti dari buku ini, Anda akan diajak untuk mendalami lebih jauh rahasia kitab suci dan memupuk kecintaan mendalam terhadap Al-Qur?an. Cahaya keempat, yaitu Syafaat Al-Qur?an, Anda akan dibawa pada terbukanya hati nurani dalam menyelami tujuan hidup secara hakiki.
Ditutup dengan cahaya kelima, yaitu Segera Hidupkan Cahayamu yang menjadi penekanan kembali agar berhati-hati jangan sampai lalai terhadap Al-Qur?an serta memotivasi umat muslim untuk terus mempelajari Al-Qur?an sepanjang masa. Buku ini tidak hanya menjadi motivasi agar benar-benar menjadikan Al-Qur?an sebagai rujukan hidup kita sebagai seorang muslim sejati, namun juga memberi nasihat sederhana, renungan, teladan, inspirasi serta motivasi yang menggugah dan mencerdaskan demi tercapainya cita-cita mulia dalam hidup yaitu memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat
ISLAMIC BOARDING SCHOOL CURRICULUM CONTROVERSY AND CHALLENGES IN BUILDING EDUCATIONAL QUALITY STANDARD: FINDING A BALANCE BETWEEN TRADITION AND MODERNIZATION
The Islamic boarding school curriculum is considered not to suit the demands of the modern world. There are also challenges for Islamic boarding schools to improve the quality standards of their education. This research aims to determine curriculum design and improve the quality standards of Islamic boarding school education in achieving a balance of tradition and modernization. The research uses a qualitative approach with the literature study method. Data collection techniques use document studies in the form of journals, books and other sources. Data analysis uses content analysis. Research findings show that there is educational curriculum controversy and challenges to quality standards in Islamic boarding schools. Several solutions were found, namely: Development of an integrated and interdisciplinary curriculum, teacher training and development, use of technology in education, collaboration with other Islamic education institutions, and continuous evaluation. This solution must be implemented with the principle of continuity and change.
 
TRANSFORMASI SISTEM CASHLESS PAYMENT SEBAGAI UPAYA DIGITALISASI MANAJEMEN PEMBIAYAAN DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM BLOKAGUNG BANYUWANGI
Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi merupakan salah satu pondok pesantren yang telah mengikuti perkembangan zaman di era teknologi. Hal ini dibuktikan dengan adanya inovasi berbasis digital yang telah digagas dengan program pendukung adanya financial technologi, yakni digitalisasi kepada pelayanan keuangan seperti transaksi pembiayaann dengan menggunakan sistem e-money. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dasar syariah yang digunakan sebagai landasan adanya sistem transaksi cashless payment. Bagaimana implementasi dari transaksi cashless payment Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, serta untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan penggunaan cashless di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah tim audit Koppontren Ausath Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa system cashless Pondok Pesantren Darussalam Blokagung merupakan sistem transaksi secara transparan sehingga memudahkan untuk mengendalikan beberapa masalah keuangan di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Terdapat kekurangan dalam penerapan sistem cashless payment, diantaranya sulitnya menjangkau dan memverifikasi wajah pembeli dengan wajah di aplikasi pada saat koperasi dalam kondisi obesitas ditengah keramaian santri
