10 research outputs found

    Haqiqatu al-khalqi qa nadzhariyyatu al-tathawwur

    No full text
    Buku ini membahas mengenai hakikat dari penciptaan manusia. Pembahasannya meliputi: usthuratu al-hashan dzi al-adzhafar al-khamsah, haqiqatu al-khalqi fi al-Qur'an, al-khalqu kama warada fi al-kitab al-muqoddas, dan lain-lain

    Takhrij dan Syarah Hadis tentang Sabar dalam menghadapi musibah pada kitab Minhājul Muslim karya Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi: Bab Akhlāq pasal Fī Khalqi aṣ-Ṣabr

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap takhrij dan syarah hadis tentang sabar dalam menghadapi musibah pada kitab Minhājul Muslim karya Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi. Karena, dalam kitab Minhājul Muslim ini banyak mengutip hadis Nabi Saw, tapi tidak mencantumkan sanad hadis secara lengkap. Demikian, keadaan perawi hadis yang ṡiqah sangat menentukan kualitas hadis dari segi sanad dan matan. Sehingga berdasarkan latar belakang masalah tersebut, terdapat rumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana takhrij hadis tentang sabar dalam menghadapi musibah menurut Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi pada kitab Minhājul Muslim? (2) Bagaimana penjelasan para ulama dalam kitab syarah hadis mengenai hadis tentang sabar dalam menghadapi musibah pada kitab Minhājul Muslim? Untuk menjawab rumusan masalah di atas, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Selanjutnya, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode takhrij hadis dan syarah hadis tahlili. Adapun sumber primer dalam penelitian adalah Kitab Minhājul Muslim karya Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi bab Akhlāq pasal Fī Khalqi aṣ-Ṣabr yang membahas mengenai sabar dalam menghadapi musibah serta Kutub al-Tis’ah dan kitab syarah hadis sebagai sumber sekunder. Hasil dan pembahasan penelitian ini adalah terdapat takhrij dan syarah hadis tentang sabar dalam menghadapi musibah pada kitab Minhājul Muslim karya Abu Bakar Jabir Al-Jazairi bab akhlāq pasal Fī Khalqi aṣ-Ṣabr. Dari segi kualitas, hadis yang dinukil oleh Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi pada bahasan sabar dalam menghadapi musibah pada kitab Minhājul Muslim bab Akhlāq pasal Fī Khalqi aṣ-Ṣabr mayoritas berkualitas ṣahih. Adapun, dari segi kuantitas, hadis yang dinukil oleh Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi pada bahasan sabar dalam menghadapi musibah pada kitab Minhājul Muslim bab Akhlāq pasal Fī Khalqi aṣ-Ṣabr mayoritas terkategorikan sebagai hadis ahad. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat enam hadis yang membahas secara spesifik tentang sabar dalam menghadapi musibah pada kitab Minhājul Muslim karya Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi. Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi melakukan penukilan hadis secara teliti dan hati-hati untuk dijadikan dalil dalam kitabnya Minhājul Muslim agar hadis-hadis tersebut dapat tetap relevan dengan waktu, situasi dan kondisi juga dapat menjadi hujjah atau dasar pedoman hidup bagi seorang muslim

    PENGARUH FINANCIAL LITERACY, LIFESTYLE, DAN FINANCIAL SELF-EFFICACY TERHADAP CASHLESS TRANSACTION BEHAVIOR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial literacy, lifestyle dan financial self-efficacy terhadap cashless transaction behavior. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jumlah 173 koresponden dengan menggunakan metode purposive sampling. Objek dari penelitian ini merupakan mahasiswa aktif 2020-2023, memiliki uang saku minimal Rp800.000/Bulan, dan aktif melakukan transaksi non-tunai. Data yang diambil berdasarkan kuesioner yang telah dibagikan secara online. Data di oleh menggunakan metode SEM menggunakan aplikasi SmartPLS4. Hasil dari penelitian ini adalah financial literacy memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap cashless transaction behavior, bisa dikatakan bahwa semakin baik financial literacy seseorang, maka semakin kuat kebisaan dalam melakukan transaksi cashless. Financial self-effiacy dan lifestyle berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap cashless transaction behavior, hal ini bisa dikatakan bahwa semakin baik financial self-efficacy dan semakin tinggi lifestyle seseorang maka orang tersebut akan cenderung menggunakan transaksi cashless dalam berbagai kegiatan transaksi namun tidak terlalu signifikan atau memiliki faktor lai

    Hubungan Ketersediaan Fosfor dan Kelarutan Fe pada Tanah Sawah Sulfat Masam

    No full text
    One of the prospective places for agricultural usage in acid sulfate rice fields, which are typically spread out in lowland areas along coastlines that occasionally undergo flooding. If handled effectively in accordance with the issues found in the land, this site can be developed as a productive agricultural region. Agricultural development on acid sulfate soils frequently encounters a number of issues, including (pH) acidic soil, high iron content, a lack of phosphate availability, and the presence of pyrite (FeS2). In this study, the relationship between P availability, Fe solubility, the Fe-P fraction, pH, Eh, and pyrite depth in acid sulfate paddy fields will be examined. Purposive sampling was used in field research utilizing the survey method in the acid sulphate rice fields of Barito Kuala Regency. This research was based on the distribution map of Fe solubility in Barito Kuala Regency. The results of this study indicate that there are three variables that have a significant effect on P availability: soluble Fe amd Fe-P fraction with the power regression form and a very strong relationship; and soil pH with a linear regression form and a strong relationship. Pyrite depth and soil Eh had no significant relationship with P availability in acid-sulfate lowland rice fields.One of the prospective places for agricultural usage in acid sulfate rice fields, which are typically spread out in lowland areas along coastlines that occasionally undergo flooding. If handled effectively in accordance with the issues found in the land, this site can be developed as a productive agricultural region. Agricultural development on acid sulfate soils frequently encounters a number of issues, including (pH) acidic soil, high iron content, a lack of phosphate availability, and the presence of pyrite (FeS2). In this study, the relationship between P availability, Fe solubility, the Fe-P fraction, pH, Eh, and pyrite depth in acid sulfate paddy fields will be examined. Purposive sampling was used in field research utilizing the survey method in the acid sulphate rice fields of Barito Kuala Regency. This research was based on the distribution map of Fe solubility in Barito Kuala Regency. The results of this study indicate that there are three variables that have a significant effect on P availability: soluble Fe amd Fe-P fraction with the power regression form and a very strong relationship; and soil pH with a linear regression form and a strong relationship. Pyrite depth and soil Eh had no significant relationship with P availability in acid-sulfate lowland rice fields

    Whorkshop penyusunan perangkat pembelajaran berbasis HOTS bagi guru di MA Assawiyah

    No full text
    Since Indonesia participated in the Program for International Students Assessment (PISA) and the Trend in International Mathematics and Science Study (TIMMS) in 2000, the mathematics test results have never been satisfactory. Even until 2018, the results were still unsatisfactory. In other words, the test results are stagnant. To improve the results of these tests, the government has issued a policy of minimum competency assessment (AKM) or known as the Computer-Based National Assessment (ANBK). One of the tests in it is the provision of questions that are included in the Higher Order Thinking Skills (HOTS) category, as are usually given on the PISA and TIMMS tests. Training for teachers in HOTS-integrated learning tools is needed to prepare schools or madrasas to face HOTS-integrated learning. The service partners are all teachers at MA Assawiyah Pringgasela Timur. The community service is on 7-8 August 2021, which 17 teachers attend. The method used is lecture and demonstration. The result of community service activities is that MA Assawiyah teachers gain knowledge about the basic concepts of Higher Order Thinking Skills (HOTS), implementation of HOTS in learning planning, and measuring HOTS in students. This can be seen from the learning tools that have been compiled into the HOTS category.Sejak Indonesia ikut dalam Program for International Students Assessment (PISA), dan Trend In International Mathematics and Science Study (TIMMS) pada tahun 2000, hasil tes bidang matematika yang didapatkan tidak pernah memuaskan, bahkan sampai tahun 2018 hasilnya masih tidak memuaskan. Dengan kata lain hasil tes tersebut stagnan. Sebagai upaya membenahi hasil tes tersebut, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan asesmen kompetensi minimal (AKM) atau dikenal juga dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Salah satu tes yang ada di dalamnya adalah pemberian soal-soal yang termasuk dalam kategori Higher Order  Thinking Skills (HOTS), seperti yang biasa di berikan pada tes PISA maupun TIMMS. Sebagai upaya mempersiapkan sekolah atau madrasah menghadapi kebijakan tersebut diperlukan pelatihan kepada guru-guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran yang terintegrasi HOTS. Mitra pengabdian adalah seluruh guru di MA Assawiyah Pringgasela Timur. PKM dilaksanakan pada tanggal 7-8 Agustus 2021 yang dihadiri oleh 17 Guru. Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah pada guru MA Assawiyah memperoleh pengetahuan tentang konsep dasar Higher Order  Thinking Skills (HOTS), implementasi HOTS dalam perencanaan pembelajaran dan bagaimana mengukur HOTS di siswa. Hal ini terlihat dari perangkat pembelajaran yang telah disusun sudah termasuk dalam kategori HOT

    Highly Sensitive Magnesium-Doped ZnO Nanorod pH Sensors Based on Electrolyte–Insulator–Semiconductor (EIS) Sensors

    No full text
    For highly sensitive pH sensing, an electrolyte insulator semiconductor (EIS) device, based on ZnO nanorod-sensing membrane layers doped with magnesium, was proposed. ZnO nanorod samples prepared via a hydrothermal process with different Mg molar ratios (0–5%) were characterized to explore the impact of magnesium content on the structural and optical characteristics and sensing performance by X-ray diffraction analysis (XRD), atomic force microscopy (AFM), and photoluminescence (PL). The results indicated that the ZnO nanorods doped with 3% Mg had a high hydrogen ion sensitivity (83.77 mV/pH), linearity (96.06%), hysteresis (3 mV), and drift (0.218 mV/h) due to the improved crystalline quality and the surface hydroxyl group role of ZnO. In addition, the detection characteristics varied with the doping concentration and were suitable for developing biomedical detection applications with different detection elements

    Electrochemical Hydrogen Peroxide Sensor Based on Macroporous Silicon

    No full text
    Macroporous silicon was prepared through an anodization process; the prepared samples showed an average pore size ranging from 4 to 6 microns, and the depth of the pores in the silicon wafer was approximately 80 microns. The prepared samples were tested for hydrogen peroxide (H2O2) concentrations, which can be used for industrial and environmental sensing applications. The selected H2O2 concentration covered a wide range from 10 to 5000 μM. The tested samples showed a linear response through the tested H2O2 concentrations with a sensitivity of 0.55 μA μM–1∙cm–2 and lower detection limits of 4.35 μM at an operating voltage of 5 V. Furthermore, the electrode exhibited a rapid response with a response time of ca. two seconds. Furthermore, the prepared sensor showed a reasonable stability over a one-month time period

    Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam tarekat : studi Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Desa Sumber Telaseh, Kec. Dander, Kab. Bojonegoro

    No full text
    Dewasa ini perkembangan teknologi melahirkan fenomena menarik dalam kehidupan masayarakat. Salah satunya ditandai dengan adanya gadget dan internet yang menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Akan tetapi mempengaruhi perilaku-perilaku yang dapat meningkatkan dekadensi moral. Seperti contoh maraknya peredaran informasi atau berita bohong (hoax). Sehingga perlu adanya pembinaan nilai-nilai pendidikan akhlak untuk meminimalisir dampak dari fenomena ini. Nilai-nilai akhlak tersebut diambil dari salah satu organisasi keagamaan yaitu Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) yang bertempat di Desa Sumber Telaseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Tujuan dalam penelitian ini, Pertama: Untuk mengetahui dan menjelaskan nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN). Kedua: Untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana metode pembinaan akhlak dalam ajaran tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Dalam menggali nilai-nilai tersebut penulis menggunakan metode kualitatif lapangan, dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interpretatif. Adapun hasil penelitian ini: Pertama nilai-nilai pendidikan akhlak dalam ajaran TQN Sumber Telaseh Bojonegoro diperoleh melalui riyadlah dan dzikir. Di dalam riyadlah dan dzikir mengandung tiga tahapan yaitu takhalli, tahalli, dan tajalli. Nilai-nilai akhlak dalam ajaran TQN diantaranya : yaitu: al-Qana’atu (neriman: Jawa), al-Tawadlu’u (kerendahan hati), al-Shabru (sabar), al-Tawakkulu (pasrah kepada Allah), al-Syukru (syukur kepada Allah), dan al-Luthfu (lemah lembut), dan al-Shahfu ‘an dzunubil khalqi (pemaaf), al-Ikhlashu (ikhlas), al-Wara’u (wira’i), dan Tanggung Jawab. Kedua: Penanaman nilai pendidikan akhlak dalam TQN Sumber Telaseh Bojonegoro, menggunakan metode dzikir, rabithah, dan muraqabah, yang dilaksanakan melalui kegiatan khususiyah setiap Sabtu Kliwon. ABSTRACT: Today the development of technology gives birth to interesting phenomena in people's lives. One of them is marked by the existence of gadgets and the internet which are basic needs for the community. However, it affects behaviors that can increase moral decadence. For example, the widespread circulation of information or fake news (hoax). So it is necessary to foster the values of moral education to minimize the impact of this phenomenon. These moral values are taken from one of the religious organizations, namely Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) which is located in Sumber Telaseh Village, Dander District, Bojonegoro Regency. The objectives of this study are: First: To find out and explain the values of moral education in the Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN). Second: To find out and explain how the method of moral development in the teachings of the Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. In exploring these values the author uses a qualitative field method, with a phenomenological approach. Data collection techniques through interviews, observation and documentation, then analyzed interpretatively. The results of this study: First, the values of moral education in the teachings of TQN Sumber Telaseh Bojonegoro are obtained through riyadlah and dhikr. In riyadlah and dhikr there are three stages, namely takhalli, tahalli, and tajalli. Moral values in TQN teachings include: namely: Generous, al-Qana'atu (neriman: Java), al-Tawadlu'u (humility), al-Shabru (patience), al-Tawakkulu (surrender to Allah), al-Shukru (thanks to Allah), and al-Luthfu (meekness), and al-Shahfu 'an dzunubil khalqi (forgiving), al-Ikhlashu (sincere), al-Wara'u (wira'i), and Responsibility. Second: Instilling the value of moral education in TQN Sumber Telaseh Bojonegoro, using the dhikr, rabithah, and muraqabah methods, which are carried out through special activities every Kliwon Saturday
    corecore