1,727,036 research outputs found
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT MUHAMMAD IQBAL
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hal yang baru dalam pandangan Muhammad Iqbal tentang pendidikan dan relevansinya masa kini, serta melakukan evaluasi kritis terhadap pemikiran Muhammad Iqbal tentang pendidikan yang terdapat dalam beberapa karyanya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan menggunakan metode hermeneutika. Hasil Penelitian ini adalah Pendidikan Islam menurut Muhammad Iqbal seharusnya diarahkan untuk menghidupkan kembali dan menguatkan individualitas manusia sehingga menghasilkan aktifitas yang kreatif. Hakikat pemikiran Muhammad Iqbal tentang pendidikan dan relevansinya dengan masa kini adalah karakter bagi bangsa Indonesia dapat memberikan inspirasi setiap manusia Indonesia agar senantiasa dapat mawas diri terhadap pendidikan yang selama ini dilaksanakan, sehingga dapat terwujud suasana pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai luhu
Pandangan Muhammad Iqbal tentang Ego Insani
Pandangan Muhammad Iqbal mengenai ego insani perlu dimiliki oleh muslim (Indonesia), agar muslim dapat mengembangkan baik kehidupan pribadi maupun sosialnya dalam rangka pengabdiannya terhadap Allah SWT.
Untuk itu penelitian yang bersifat filosofis dilakukan. Cara-cara yang dipergunakan adalah dengan analisa sintesa dan penarikan kesimpulan. Dipergunakan juga langkah-langkah pemahaman, penafsiran dan penilaian. Semua ini dilakukan untuk memndapatkan hasil rumusan yang dapat dipertanggungjawabkan secara filosofis.
Hasil penelitian yang dialkukan menunjukkan bahwa pandangan mengenai ego insani yang dikemukakan oleh Muhammad Iqbal merupakan pandangan yang sempurna. Ini disebabkan pandangan Muhammad Iqbal tersebut merupakan penyempurnaan dari pandangan-pandangan yang ada sebelumnya. Sebagai pemikir Islam, Muhammad Iqbal mendasarkan pandangannya atas ajaran-ajaran Islam. dalam perspektif ini, pandangan Muhammad Iqbal tersebut dapat dipergunakan muslim untuk mencapai derajat insan kamil. (Fakultas Fisafat; No.UGM 3760 M 09 01 tanggal 3 Juli 1995
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT MUHAMMAD IQBAL
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hal yang baru dalam pandangan Muhammad Iqbal tentang pendidikan dan relevansinya masa kini, serta melakukan evaluasi kritis terhadap pemikiran Muhammad Iqbal tentang pendidikan yang terdapat dalam beberapa karyanya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan menggunakan metode hermeneutika. Hasil Penelitian ini adalah Pendidikan Islam menurut Muhammad Iqbal seharusnya diarahkan untuk menghidupkan kembali dan menguatkan individualitas manusia sehingga menghasilkan aktifitas yang kreatif. Hakikat pemikiran Muhammad Iqbal tentang pendidikan dan relevansinya dengan masa kini adalah karakter bagi bangsa Indonesia dapat memberikan inspirasi setiap manusia Indonesia agar senantiasa dapat mawas diri terhadap pendidikan yang selama ini dilaksanakan, sehingga dapat terwujud suasana pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai luhu
HAKIKAT MANUSIA MENURUT MUHAMMAD IQBAL
Sejarah mencatat bahwa umat Islam pernah berada di posisi terdepan dalam peradaban dunia. Belakangan sebuah kenyataan juga tidak terbantahkan ketika umat Islam harus mengakui keunggulan komunitas lain dalam berbagai aspek kehidupan. Sebagai upaya mengembalikan kejayaan masa lalu, Muhammad Iqbal menyeru umat Islam untuk tidak terbuai dengan kegemilangan atau romantika masa lalu dan melarang untuk taqlid buta pada pemikiran masa lalu yang mengakibatkan hilangnya kreasi dan inovasi dalam menghadapi realitas perkembangan zaman. Muhammad Iqbal juga menyeru umat Islam untuk tidak bersikap apriori terhadap Barat, sebaliknya dapat memanfaatkannya dan meresponsnya dengan kritis. Hal ini disebabkan Muhammad Iqbal cukup lama mengikuti pendidikan di Barat yang dipenuhi oleh semangat penelaahan dan penelitian ilmu pengetahuan yang tinggi, sehingga ia dengan jelas melihat dan merasakan langsung bergantinya aktifitas ilmiyah dari Timur ke Barat. Hal ini cukup membuatnya kagum dan menginginkan umat Islam untuk mengikuti semangat Barat dalam melakukan kajian-kajian ilmiyah yang notebene pernah dilakukan sebelumnya. Muhammad Iqbal juga menyadari bahwa faktor tersebut di atas tidak akan bermanfaat apa-apa apabila umat Islam sendiri tidak memiliki semangat dan kemauan untuk berobah. Kemunduran umat Islam dewasa ini secara garis besar disebabkan oleh 2 faktor; internal dan eksternal. Kedua faktor itu harus dibenahi demi mengembalikan kecemerlangan masa lalu. Dengan mengutip QS. Al-Ra’d ayat 11, Muhammad Iqbal mencoba mengembangkan gagasannya mengenai khudi yang notabene merupakan hakikat dari kemanusiaan itu sendiri. Menurutnya moralitas suatu bangsa ditentukan oleh pandangan masyarakatnya mengenai khudi ini, dan segala sesuatu di alam ini memiliki khudinya sendiri-sendiri. Setiap khudi akan bergerak maju sehingga mencapai titik perkembangannya masing-masing
Konsep manusia modern perspektif Muhammad Iqbal
Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana konsep manusia modern dalam prespektif Muhammad Iqbal, dimana bertujuan untuk mengetahui pandangan muhammad iqbal tentang manusia. Maksud dari pada penelitian ini ialah menelaah pemahaman tentang manusia modern prespektif muhammad iqbal, juga menggali konsep Muhammd iqbal tentang "khudi" atau "diri" yang berarti kesadaran diri Penggunaan metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka untuk bertujuan menemukan kembali penelitian
yang menarik. Penggunaan metode ini digunakan secara ekslusif dalam bentuk gambar, kosenp, dan peristiwa. Untuk membuahkan hasil peneleitian yang baik dan benar, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpukan data dan
sumber yang valid, analisis yang tepat, eksplisit, dan tepat. Rujukan yang disiapkan yaitu sumber primer dan sekunder.Adapun sumber primernya yiatu buku-buku karangan Muhammad iqbal, dan sumber sekunder yaitu karya-karya ilmiah
Pandangan Muhammad Iqbal tentang manusia modern mengandung
semangat optimisme dan aspirasi untuk mencapai kemajuan dalam segala aspek kehidupan. Iqbal adalah seorang cendikiawan atau pemikir yang menginspirasi dan pemikirannya terus relevan dalam menghadapi tantangan zaman hingga saat ini. Iqbal mendorong manusia untuk mencari makna dan tujuan hidup yang lebih tinggi, sertaagen perubahan positif bagi diri sendiri dan masyrakat.Kesimpulannya, pandangan Muhammad Iqbal tentang manusia modern dalam penelitian ini ialah menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek material dan spiritual dalam kehidupan manusia modern. Iqbal mengajak agar manusia meningkatkan kesadaran diri, mengembahkan potensi intelektual, dan menjadi agen perubahan positif dalam mencapai tujuan hidup yang lebih tinggi. Dengan menghargai keberagaman dan nilai-nilai moral, manusia modern dapat mencapai kemajuan dalam menghadapi tantangan zaman
Eksplorasi Dimensi Filosofis Muhammad Iqbal tentang Pendidikan Islam (Telaah pada Puisi Filosofis Muhammad Iqbal dalam Buku Asrar-I Khudi)
Kurangnya kajian komprehensif tentang keterkaitan antara faktor internal eksternal dalam kehidupan Iqbal dengan karya filsafat dan puisinya menciptakan sebuah kekosongan dalam studi tokoh Muhammad iqbal. Selain itu, gagasan Iqbal juga belum banyak dimanfaatkan sebagai basis pengembangan teori pendidikan Islam yang kontekstual dan progresif.
Pemikiran Iqbal pun sering dianggap utopis dan filosofis semata, sehingga belum banyak dikaji implementasinya dalam sistem pendidikan nyata. Perumusan masalah dari penelitian ini sebagai berikut (1) Bagaimana faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemikiran Muhammad Iqbal, serta bagaimana hal tersebut berkaitan dengan karya-karya filosofisnya? (2) Bagaimana gagasan ideal Muhammad Iqbal tentang pendidikan Islam dalam puisi filosofisnya ditinjau dari aspek ontologis, epistemologis dan aksiologis
dalam buku Asrar-I Khudi ? (3) Bagaimana implementasi dan kontribusi Muhammad Iqbal dalam pendidikan Islam dari abad ke-19 hingga abad modern?. Penelitian ini bertujuan (1) Menjelaskan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemikiran Muhammad Iqbal beserta karya-karya filosofisnya, (2) Menemukan gagasan ideal Muhammad Iqbal tentang pendidikan Islam dalam puisi filosofisnya ditinjau dari aspek ontologies, epistemologis dan aksiologis dalam buku Asrar-I Khudi (3) Menggambarkan implementasi dan kontribusi Muhammad Iqbal dalam pendidikan Islam abad ke-19 hingga abad modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran filosofis Muhammad Iqbal dilatar belakangi oleh didikan religius
yang ia terima sejak kecil dari kedua orangtuanya. Pemikirannya juga dipengaruhi oleh situasi penjajahan oleh kolonialisme inggris. Selain itu beberapa tokoh dari timur seperti Ibnu Arabi, Al-Jilli dan Jalaludin Rumi,
kemudian tokoh dari barat seperti Nietzsche dan Bergson juga turut mempengaruhi pemikiran filosofisnya. Terdapat 7 puisi dalam buku asrar-i khudi yang berkenaan langsung dan menjadi medan untuk Iqbal menuangkan gagasan filosofisnya tentang Pendidikan Islam. Muhammad Iqbal juga memberikan banyak kontribusi di abad 19-20 awal, hingga abad 21 atau abad modern. Pemikiran beliau juga sudah banyak diimplementasikan dalam berbagai hal khususnya dalam pendidikan Islam.
Kata Kunci: Pendidikan Islam, gagasan filosofis, Muhammad Iqbal
Konsep diri Muhammad Iqbal dan Murtadha Mutahhari
Konsep diri menjadi hal yang penting, sebab mengenali diri dengan baik, terutama secara spiritualitas (rohani), akan mengantarkan kita kepada derajat khalifah-Nya. Dalam pemikiran Muhammad Iqbal, akan meminimalisir perilaku buruk yang ada di dunia.
Tujuan penelitian ini adalah studi pemikiran Muhammad Iqbal dan Murtadha Mutahhari mengenai konsep diri. Metode yang digunakan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui library reseach atau studi literatur.
Temuan yang dapat disuguhkan dalam penelitian ini, pertama, keduanya mempunyai kesamaan dalam membahas perkembangan pribadi manusia untuk menjadi sempurna. Kedua, memiliki perbedaan, Muhammad Iqbal cenderung lebih mendalam melalui bahasan intuisi, menuju pada pemahaman akan diri pribadi, berlanjut pada memahami alam semesta, dan bertujuan untuk memahami Tuhan. Sedangkan Murtadha Mutahhari, bermula dari unsur rohani dan jasmani manusia, berlanjut pada sisi positif dan negatif, dan membagi manusia dalam beberapa dimensi, dengan menentukan bagaimana potensi itu lebih berpengaruh pada kehidupannya, Iqbal memakai konsep Khudi sedangkan Mutahhari memakai konsep manusia multidimensi.
Kata kunci: Konsep Diri, Muhammad Iqbal, Murtadha Mutahhar
MUHAMMAD IQBAL
Muhammad Iqbal dikenal sebagai pemikir dan penyair hebat dan pejuang kemerdekaan Pakistan bersama Muhammad Ali Jinnah. pemikiran filsafat, Iqbal mengumandangkan misi kekuatan dan kekuasaan Tuhan, selain itu beliau juga menyatakan bahwasanya pusat dan landasan organisasi kehidupan manusia adalah ego yang dimaknai sebagai seluruh cakupan pemikiran dan kesadaran tentang kehidupan. Tumbuh kembangnya individualitas tidak mungkin terjadi tanpa kontak langsung dengan lingkungan yang konkrit dan dinamis, begitulah Iqbal
KONSEP MORAL MENURUT MUHAMMAD IQBAL
Moral merupakan jalan hidup manusia. Kata moral selalu mengacu pada
manusia, dilihat dari segi kebaikan sebagai manusia. Nilai-nilai moral menjadi
tolok ukur untuk menentukan benar atau satu atau tindakan manusia sebagai
manusia itu sendiri. Untuk saat ini ada empat teori aliran filsafat moral: (1)
Hedonisme, yang baik itu yang disenangi saja. (2) Eudaimonisme, baik adalah
yang mengarah pada penyempurnaan. (3) Utilitarianisme, baik itu yang membawa
manfaat bagi banyak orang. (4) Deontologi, moral adalah perbuatan yang
didasarkan kepada panggilan hati nurani. Diantara tokoh filsafat Muslim yang
menuangkan pemikiran-pemikiran hebatnya dalam mempelajari manusia dan
moralitas adalah Muhammad Iqbal. Tokoh yang juga penyair, ahli hukum,
pemikir politik dan reformasi Muslim ini menjadi tokoh dominan umat Islam abad
kedua puluh.
Menyoroti pentingnya konsep moral untuk menerangi kehidupan manusia
yang semakin kompleks, serta permasalahan dalam diri setiap insan yang ingin
diselesaikan maka ada dua rumusan masalah yang akan dimunculkan dalam
skripsi ini: Bagaimana konsep moral menurut Muhammad Iqbal ?.
Penelitian ini adalah Library research sehingga hasil yang ditekan bersifat
kualitatif. Secara garis besar metode penelitian ini meliputi; sumber data, analisis
data, dan sistematika kajian pengolahan data. Objek material penelitian ini adalah
moral perspektif filsafat Islam. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan
adalah pendekatan filosofis dengan deskriptif dan interpretasi sebagai metode
pengolahan data.
Ada dua simpulan yang dapat dihasilkan dari skripsi ini: Pertama, konsep
moral yang digagas oleh Muhammad Iqbal dilatarbelakangi oleh kemunduran
moral yang dihadapi oleh masyarakat Muslim di India yang disebabkan imperealis
dan kapitalis dari Barat. Kedua, alur konsep moral yang ditawarkan oleh
Muhammad Iqbal berawal dari keabadian ego sebagai dasar dari moral, hati
sebagai teori moral dan insan kamil sebagi tujuan dari moral. Dasar konsep moral
Iqbal adalah ego, yang merumuskan bahwa yang dinamakan baik adalah
mempertahankan ego dan yang dinamakan buruk adalah melemahkan ego.
Menurut Iqbal, kebaikan bukanlah persoalan keterpaksaan, melainkan penyerahan
ego secara merdeka kepada cita-cita moral, kebaikan itu juga berasal dari suatu
kerjasama yang ikhlas antara ego yang merdeka. Makhluk yang gerakanya
ditentukan seluruhnya seperti sebuah mesin, tak akan dapat menghasilkan
kebaikan
Hermeneutics on Hadith; Study on Muhammad Iqbal Thought
AbstractThis study discussed the thoughts of Muhammad Iqbal about the study of hermeneutics in hadith. The study aimed to find out how Muhammad Iqbal\u27s thought about the study of hermeneutics in hadith. The study is a qualitative study based on the library (library research). The approach used is descriptive qualitative which aimed to illustrate or describe the reality that exists or what is happening or the actual reality of the object under the study. The result of this study showed that Muhammad Iqbal\u27s thought about hermeneutics studies in a hadith is Muhammad Iqbal\u27s thought in the hadith which was originated on an assumption that hadith as a second source that did not miss the contradictions of the people both the truth of the content (matan) and the chain of transmission (sanad) and it became wild critiques by the orientalists from the past time till now on. Iqbal suggested that an in-depth study of the hadith literature by directing the Prophet Muhammad himself as a person who has the authority to interpret his revelations. it is all because the Prophet was the one who knew the true purpose of the message conveyed by Allah SWT well.Keywords: Muhammad Iqbal, Hermeneutika, Hadith AbstrakStudi ini membahas pemikiran Muhammad Iqbal tentang studi hermeneutika dalam hadits. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran Muhammad Iqbal tentang studi hermeneutika dalam hadits. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif berdasarkan perpustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan atau menggambarkan kenyataan yang ada atau apa yang sedang terjadi atau kenyataan aktual dari objek yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Muhammad Iqbal tentang studi hermeneutika dalam sebuah hadis adalah pemikiran Muhammad Iqbal dalam hadits yang berawal dari asumsi bahwa hadits sebagai sumber kedua yang tidak ketinggalan kontradiksi masyarakat, baik kebenaran dari konten (Matan) dan rantai penularan (sanad), dan itu menjadi kritik liar oleh orientalis dari masa lalu sampai sekarang. Iqbal menyarankan agar penelitian mendalam tentang literatur hadits dengan mengarahkan Nabi Muhammad sendiri sebagai orang yang memiliki wewenang untuk menafsirkan wahyu-wahyunya. Itu semua karena Nabi adalah orang yang mengetahui tujuan sebenarnya dari pesan yang disampaikan oleh Allah SWT dengan baik.Kata Kunci: Muhammad Iqbal, Hermeneutika, Hadit
- …
