Irfani
Not a member yet
251 research outputs found
Sort by
URGENSI PERAN TANTANGAN DAN STRATEGI DALAM MENGHADAPI MASA DEPAN PENDIDIKAN INKLUSI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
This study aims to examine the roles, challenges, and strategies for the future of inclusive education in Indonesia through a Systematic Literature Review (SLR) of 30 relevant academic articles. The findings indicate that Special Education Schools (SLB) now play a crucial role as training centers, assessment service providers, and innovation hubs for regular schools. The primary challenges identified include human resource limitations, infrastructure gaps, policy inconsistencies, and socio-cultural barriers. Future strategies are focused on teacher competency development, the integration of assistive technology, and the creation of a collaborative educational ecosystem. The novelty of this research lies in the strategic repositioning of SLB, no longer merely as segregative institutions but as comprehensive resource centers that integrate assistive technology into a collaborative framework between the government and regular schools. These findings provide a foundation for policymakers to formulate more technical regulations regarding the standardization of SLB as national inclusion support centers to ensure equal educational rights for all children with special needs.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran, tantangan dan strategi dalam menghadapi masa depan pendidikan inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review yang merupakan bentuk studi kepustakaan dengan mengumpulkan 30 artikel yang memiliki keterkaitan dengan variabel yang diteliti. Selanjutnya buat review yang hasil tersebut akan disimpulkan dan ditampilkan sebagai pembahasan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan sekolah luar biasa memiliki peran sebagai pendidik dan pelatih bagi sekolah reguler; pusat layanan asesmen dan terapi; lembaga advokasi dan pusat inovasi pembelajaran. Tantangan dalam pendidikan inklusi yaitu keterbatasan SDM, infrastruktur, kebijakan dan aspek sosial budaya. Strategi dalam menghadapi masa depan pendidikan inklusi yaitu pengembangan kompetensi guru, assitive tehnology memaikan peran signifikan dalam meningkatkan akses belajar dan kolaborasi antara SLB, sekolah reguler dan pemerintah dan masyarakat menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif.
 
Peran Guru Penggerak dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru non penggerak di SMA Negeri 5 Barru
This study investigates the role of Guru Penggerak (Teacher Mobilizers) in enhancing the pedagogical competence of non-Guru Penggerak teachers at SMA Negeri 5 Barru, Indonesia. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and documentation involving the principal, Guru Penggerak, non-Guru Penggerak teachers, and students. The findings indicate that Guru Penggerak contribute significantly to pedagogical improvement through three main roles: (1) facilitating professional learning communities via internal training, workshops, regular discussions, and sharing best practices; (2) serving as model practitioners by demonstrating differentiated instruction, technology integration, and contextual curriculum development; and (3) fostering collaborative spaces for peer dialogue, reflective practice, and problem-solving. These roles promote improved mastery of learning theories, curriculum design, ICT utilization, and empathetic communication among non-Guru Penggerak teachers. Supporting factors include principal leadership, a collaborative school culture, and teacher motivation. Challenges identified include limited time, uneven ICT access, and varied teacher readiness. Overall, Guru Penggerak act as key agents of educational transformation by sustainably strengthening teaching quality and professional capacity within the school context.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam peran Guru Penggerak dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru non penggerak di SMA Negeri 5 Barru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru penggerak, guru non penggerak, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Penggerak menjalankan beberapa peran strategis yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru non penggerak. Pertama, menggerakkan komunitas belajar, melalui pelatihan internal, lokakarya, diskusi rutin, dan berbagi praktik baik untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan pemahaman teori pembelajaran. Kedua, menjadi pengajar praktik, dengan memberikan contoh konkret pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, penggunaan teknologi, dan penyusunan kurikulum yang kontekstual. Ketiga, membuka ruang diskusi dan kolaborasi, yaitu menciptakan budaya dialog antar guru dalam merancang pembelajaran, melakukan refleksi, serta menyelesaikan permasalahan pembelajaran secara kolektif. Peranperan tersebut mendorong guru non penggerak untuk meningkatkan penguasaan teori pembelajaran, kemampuan menyusun kurikulum, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta membangun komunikasi yang efektif dan empatik dengan peserta didik. Dukungan kepala sekolah, budaya kolaboratif, dan motivasi dari dalam diri guru menjadi faktor pendukung utama. Sementara itu, hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, fasilitas TIK yang belum merata, dan variasi kesiapan guru non penggerak terhadap perubahan. Dengan demikian, peran Guru Penggerak terbukti menjadi penggerak perubahan nyata di sekolah, yang tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat kapasitas profesional guru lainnya secara berkelanjutan.
Kata kunci: Guru Penggerak, Kompetensi Pedagogik, Guru Non Penggerak, Komunitas Belajar, Pengajar Praktik, Kolaborasi
A, The "EVALUASI PROGRAM GURU PENGGERAK ( MENGGERAKKAN KOMUNITAS PRAKTISI) DI UPT SDN 13 BINAMU KABUPATEN JENEPONTO"
This study examines the Evaluation of the Driving Teacher Program (Moving the Practitioner Community) at UPT SDN 13 Binamu, Jeneponto Regency. The Driving Teacher Program is a policy from the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia that aims to form teachers who are reflective, innovative, and able to build a collaborative culture in the school environment. Program evaluation is needed to find out the extent to which the implementation is effective and in accordance with the needs of the school. This study aims to evaluate the implementation of the Driving Teacher Program using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The research uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research informants consisted of the Principal, one Driving Teacher, and one Classroom Teacher. The results of the evaluation show that in the context aspect, the program is relevant to the needs of schools and is in line with national education policies. In the input aspect, school resources have been used quite well even though there are still limitations in facilities and external resource persons. In the Process aspect, the activities of the practitioner community run in a structured and participatory manner, but face time constraints and IT capabilities. In the Product aspect, the program has a positive impact on improving teachers\u27 professional competence and student participation. Overall, the program is considered effective in improving the quality of learning. However, it is necessary to strengthen facilities and infrastructure, continuous assistance, and adequate facility support so that the sustainability of the program can be guaranteedABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang “Evaluasi Program Guru Penggerak (Menggerakkan Komunitas Praktisi) Di UPT SDN 13 Binamu Kabupaten Jeneponto”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pelaksanaan Program Guru Penggerak (Menggerakkan Komunitas Praktisi) di sekolah tersebut dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, satu orang Guru Penggerak, dan satu orang Guru Kelas sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Guru Penggerak di sekolah tersebut telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru dan budaya kolaboratif di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil evaluasi pada aspek Context, program ini relevan dengan kebutuhan sekolah dan sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional dalam membentuk guru reflektif dan inovatif. Pada aspek Input, program telah memanfaatkan sumber daya sekolah secara baik, meskipun masih terkendala fasilitas dan kurangnya narasumber eksternal. Pada aspek Process, kegiatan komunitas praktisi terlaksana secara terstruktur dan partisipatif, meski dihadapkan pada keterbatasan waktu, kemampuan IT, dan pemateri eksternal. Sedangkan pada aspek Product, program terbukti meningkatkan kompetensi profesional guru, keterampilan IT, serta partisipasi siswa dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, Program Guru Penggerak di sekolah tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru. Namun, dibutuhkan penguatan sarana, strategi pendampingan yang berkelanjutan, serta dukungan fasilitas untuk memastikan keberhasilan program di masa mendatang. Kata kunci: Evaluasi, Guru Penggerak, Komunitas Praktisi, Model CIPP, Pendidikan Dasa
Humanisme Masa Depan Dalam Tradisi Konjengan: Etika Islam Dan Penguatan Solidaritas Komunal Kiai Madura
This study aims to analyze the konjengan tradition of kiai in Madura as a socio-religious practice that not only represents symbolic reverence but also functions as a strategic mechanism for strengthening communal solidarity within the context of contemporary Islam. Konjengan is understood as a manifestation of future-oriented humanism because it integrates spiritual authority with lived ethical practices embedded in everyday community life. This research employs a qualitative approach through participant observation and in-depth interviews to comprehensively explore interactional patterns, symbolic meanings, and relational dynamics between kiai and community members. The analysis focuses on how the sustained presence of the kiai, contextually grounded moral guidance, and consistent social engagement cultivate collective attachment, a sense of belonging, and social trust at the community level. The findings indicate that konjengan facilitates the internalization of Islamic ethical values such as empathy, humility, social responsibility, and participatory leadership, thereby counterbalancing the rise of modern individualism. Accordingly, konjengan can be understood as an adaptive, culturally grounded model of social ethics that significantly contributes to the preservation of social cohesion and community resilience.Penelitian ini mengkaji bagaimana tradisi konjengan kiai di Madura berfungsi bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat solidaritas komunal dalam kehidupan Islam kontemporer. Dalam penelitian ini konjengan merepresentasikan orientasi humanisme masa depan dengan menghubungkan otoritas spiritual dan praktik etika keseharian. Melalui pendekatan kualitatif berbasis observasi partisipatif dan wawancara mendalam, penelitian ini menganalisis bagaimana kehadiran kiai yang berkelanjutan, bimbingan moral, dan keterlibatan sosial membentuk pola keterikatan kolektif. Pembahasan menunjukkan bahwa konjengan menginternalisasi nilai etika Islam, kepemimpinan empatik, kerendahan hati, dan tanggung jawab komunal yang sekaligus menyeimbangkan meningkatnya individualisme. Temuan ini menegaskan bahwa konjengan menjadi model etika sosial berbasis budaya yang memperkuat kohesi masyarakat dan menjaga bentuk humanisme Islam yang adaptif
PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DIGITAL DI SMA NEGERI 1 MAROS
This study aims to determine the utilization of the digital library at SMA Negeri 1 Maros. The research focuses on how students use the digital library to support learning activities, increase reading interest, reduce dependence on teachers, and improve efficiency in searching for learning resources. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. The research informants consist of five students from different grade levels, two teachers, and one librarian. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and method triangulation. The results of the study indicate that the utilization of the digital library at SMA Negeri 1 Maros has a positive impact on improving access to learning resources, enhancing students’ reading interest, and fostering independent learning, although there are still challenges related to internet connectivity and some students’ preference for printed books.Penelitian ini mengkaji mengenai pemanfaatan perpustakaan digital di SMA Negeri 1 Maros. Kajian difokuskan pada bagaimana perpustakaan digital digunakan siswa dalam menunjang kegiatan belajar, meningkatkan minat baca, mengurangi ketergantungan terhadap guru, serta efisiensi dalam pencarian sumber belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian diarahkan pada aspek, yaitu: pemanfaatan perpustakaan digital oleh siswa SMA Negeri 1 Maros. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pemanfaatan perpustakaan digital di SMA Negeri 1 Maros. Sumber data penelitian terdiri atas siswa dan SMA Negeri 1 Maros, ditunjang oleh dokumen resmi sekolah seperti inventaris perpustakaan dan arsip digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan digital memberikan dampak positif bagi siswa, di antaranya mempermudah akses bahan bacaan kapan saja dan di mana saja, meningkatkan minat baca, mendukung kemandirian belajar, serta membantu efisiensi dalam menemukan materi pembelajaran. Meskipun demikian, sebagian siswa masih merasa lebih nyaman belajar melalui buku fisik atau penjelasan guru. Koleksi digital dinilai cukup lengkap meskipun masih ada kekurangan dalam ketersediaan beberapa buku.
Kata kunci: Perpustakaan Digital, Pemanfaatan Perpustakaan, Minat Baca
PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN APE PEMBELAJARAN
Berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan di TK Kasih Bunda, peneliti menemukan bahwasanya penggunaan media pembelajaran masih dilakukan secara konvensional. Penggunaan media pembelajaran yang ada di sekitar siswa masih belum dilakukan dengan baik, sementara itu, banyak sumber media pembelajaran yang sebenarnya bisa dioptimalkan untuk media pembelajaran yang berasal dari benda-benda yang ditemui anak-anak dalam kehidupan sehari-hari masih belum dimanfaatkan. Pengembangan APE selain agar media pembelajaran lebih bervariasi, juga diharapkan dapat menggunakan media-media dengan memanfaatkan sumber bahan dari lingkungan dan alam sekitar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan meneliti kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive sampling, teknik pengumpulan dengan trianggulasi, analisis data bersifat kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna. Kesimpulan penelitian ini adalah peran guru dalam pengembangan APE pembelajaran di TK Kasih Bunda dimulai dengan perencanaan pembelajaran yang memperhatikan peran media yang tidak dapat dipisahkan dari rangkaian proses pembelajaran itu sendiri, saat pelaksanaanya guru telah berusaha melaksanakan semua yang direncanakan dalam pembelajaran, dan mengevaluasi pembelajaran dengan baik
H HUBUNGAN PENGUASAAN MUFRADAT DAN QUWAID TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ARAB SISWA MAN 2 PALEMBANG
Arabic plays an important role in education, but many students have difficulty writing due to their weak mastery of basic grammar. This research aims to analyze the relationship between mastery of mufradat (vocabulary) and qawaid (grammar) on students\u27 ability to write Arabic. This study was quantitative with a correlational design. The sample consisted of 31 students who answered a questionnaire containing 30 statements and a test to measure mastery of vocabulary, qawaid, and writing skills. Data analysis was conducted using validity, reliability (Cronbach\u27s alpha), and Pearson correlation. All questionnaire items were declared valid. The results showed that 74.2% of students had good vocabulary mastery, 83.9% had a good understanding of qawaid, and 61.3% had good writing skills. The correlation test produced a correlation coefficient of 0.691, indicating a positive and significant relationship between vocabulary and qawaid mastery and writing ability. These findings emphasize the importance of mastering understanding and grammar as the basis for learning Arabic. This research is expected to contribute to teachers in developing effective learning strategies, as well as encouraging students to actively broaden their horizons and understand qawaid, in order to improve their Arabic writing skills accurately and communicatively.Bahasa Arab memegang peranan penting dalam pendidikan, tetapi banyak siswa mengalami kesulitan menulis akibat lemahnya penguasaan tata bahasa dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penguasaan mufradat (kosakata) dan qawaid (tata bahasa) terhadap kemampuan siswa menulis bahasa Arab. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri dari 31 siswa yang menjawab angket yang berisi 30 pernyataan dan tes untuk mengukur penguasaan kosakata, qawaid, dan keterampilan menulis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas (Cronbach\u27s alpha), dan korelasi Pearson. Semua item angket dinyatakan valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74,2% siswa memiliki penguasaan kosakata yang baik, 83,9% memiliki pemahaman qawaid yang baik, dan 61,3% memiliki keterampilan menulis yang baik. Uji korelasi menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,691 yang menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara penguasaan kosakata dan qawaid dengan kemampuan menulis. Temuan ini menegaskan pentingnya penguasaan pemahaman dan tata bahasa sebagai dasar pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif, serta mendorong siswa untuk aktif memperluas wawasan dan memahami qawaid, sehingga dapat meningkatkan kemampuan menulis bahasa Arab secara akurat dan komunikatif
STRATEGI KOMUNIKASI GURU DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PKBM DISABILITAS PLUS TEMANGGUNG
This study aims to analyze teachers’ communication strategies in supporting the learning process of children with special needs at PKBM Disabilitas Plus Temanggung. This institution serves as a non-formal educational center that provides inclusive learning opportunities for children with various conditions such as autism, ADHD, and intellectual disabilities. The research employs a qualitative case study method through interviews, observations, and documentation involving teachers, parents, the head of PKBM, and volunteers. Data analysis follows the Miles & Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers’ communication strategies reflect Schramm’s two-way communication model, emphasizing encoding, decoding, field of experience, feedback, and shared meaning. Teachers construct adaptive learning messages using simple language, repetition, and both verbal and nonverbal channels suited to each child’s characteristics. Empathy and patience in teachers’ approaches create shared experiences that strengthen children’s understanding. Feedback from children’s expressions and behaviors serves as a basis for teachers to continuously adjust their teaching strategies. Furthermore, communication with parents reinforces the continuity of meaning between school and home. Thus, teachers’ communication strategies play a vital role in fostering inclusive learning that is adaptive, empathetic, and collaborative, ultimately supporting the independence of children with special needs in non-formal education settings.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi guru dalam mendukung proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus di PKBM Disabilitas Plus Temanggung. Lembaga ini menjadi wadah pendidikan nonformal yang berupaya memberikan layanan belajar inklusif bagi anak dengan berbagai kebutuhan seperti autisme, ADHD, dan tunagrahita. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru, wali siswa, kepala PKBM, serta relawan. Analisis data mengikuti model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi guru mencerminkan prinsip model komunikasi dua arah Schramm, yang menekankan proses encoding, decoding, field of experience, serta feedback dan shared meaning. Guru menyusun pesan pembelajaran yang adaptif melalui bahasa sederhana, pengulangan, serta penggunaan saluran verbal dan nonverbal yang sesuai dengan karakter anak. Pendekatan empatik dan kesabaran guru menciptakan kesamaan pengalaman yang memperkuat pemahaman anak. Umpan balik dari ekspresi dan perilaku anak menjadi dasar bagi guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran secara berkelanjutan. Selain itu, komunikasi dengan orang tua turut memperkuat kesinambungan makna antara sekolah dan rumah. Dengan demikian, strategi komunikasi guru berperan penting dalam menciptakan pembelajaran inklusif yang adaptif, empatik, dan kolaboratif, serta mendukung kemandirian anak berkebutuhan khusus di lingkungan pendidikan nonformal.
 
H HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN ILMU PENDIDIKAN: AKAR FILOSOFIS DALAM PRAKTIK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI QURAN HADITS
This study aims to examine the relationship between philosophy and educational science as the philosophical roots of Islamic religious education practices, particularly in the context of the Quran and Hadith. This study highlights the importance of understanding philosophical values in improving the quality of learning and instilling profound spiritual and ethical meaning in students. The methods used were literature study and conceptual analysis to explore the philosophical foundations relevant to the practice of Islamic religious education. The results of the study indicate that the integration of philosophical principles into educational science can enrich teaching methods, so that learning the Quran and Hadith is not merely rote, but also fosters authentic character and understanding, as well as moral responsibilityPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara filsafat dan ilmu pendidikan sebagai akar filosofis dalam praktik pendidikan agama Islam, khususnya pada materi Al-Quran dan Hadits. Kajian ini menyoroti pentingnya pemahaman nilai-nilai filosofis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta menanamkan makna spiritual dan etis yang mendalam pada peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konseptualisasi untuk menggali landasan filsafat yang relevan dengan praktik pendidikan agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi prinsip-prinsip filsafat dalam ilmu pendidikan mampu memperkaya metode pengajaran, sehingga pembelajaran materi Al-Quran dan Hadits tidak hanya bersifat hafalan, tetapi juga membentuk karakter dan pemahaman yang autentik dan bertanggung jawab secara moral
REVOLUSI PEMBELAJARAN PAI: OPTIMALISASI TEKNOLOGI DAN MEDIA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN MODERN: REVOLUSI PEMBELAJARAN PAI: OPTIMALISASI TEKNOLOGI DAN MEDIA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN MODERN
Technology and digital media have transformed the world of education, including PAI learning. The purpose of this research is to examine how the utilization of technology and media in PAI learning in the modern era. This research conducted a literature review using a descriptive qualitative approach. The research shows that although technology and media can enhance the quality of learning, they can also present problems such as a shortage of educators and infrastructure imbalances. The use of technology in Islamic Education (PAI) can be an innovative way to improve the quality of Islamic education by optimizing the right strategies