Irfani
Not a member yet
251 research outputs found
Sort by
PENDIDIKAN BERKARAKTER PESERTA DIDIK SDN 10 TALANG UBI MELALUI PROGRAM IMTAQ
ABSTRACT
This study aims to analyze the role of the Faith and Piety Program (IMTAQ) in character building of students at SD Negeri 10 Talang Ubi. Using a qualitative descriptive method, this study collected data through literature studies, observations, interviews, and questionnaires. The survey results showed that the implementation of the IMTAQ Program contributed to improving students\u27 discipline, responsibility, and social attitudes. However, there are challenges in implementing the program, such as limited facilities and infrastructure and the need to increase parental and community involvement. This study recommends increasing support for facilities, teacher training, and periodic evaluations to optimize the effectiveness of the program.
Keywords: IMTAQ Program, character education, elementary school, moral development.ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Iman dan Taqwa (IMTAQ) dalam pembentukan karakter peserta didik di SD Negeri 10 Talang Ubi. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil survei menunjukkan bahwa implementasi Program IMTAQ berkontribusi dalam meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap sosial peserta didik. Meskipun demikian, terdapat tantangan dalam pelaksanaan program, seperti keterbatasan sarana dan prasarana serta perlunya peningkatan keterlibatan orang tua dan masyarakat. Studi ini merekomendasikan peningkatan dukungan fasilitas, pelatihan guru, serta evaluasi berkala guna mengoptimalkan efektivitas program.
Kata kunci: Program IMTAQ, pendidikan karakter, sekolah dasar, pengembangan moral.
 
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN HADIS DI MADRASAH ALIYAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran hadis di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa problematika dalam proses pembelajaran hadis, antara lain metode pengajaran yang masih tradisional, keterbatasan kompetensi pedagogis guru, minimnya pemanfaatan teknologi, rendahnya motivasi siswa, dan kurangnya relevansi kurikulum dengan konteks sosial-budaya lokal dimana Problematika ini berdampak pada kurangnya pemahaman siswa terhadap hadis dan minimnya aktualisasi nilai-nilai hadis dalam kehidupan sehari-hari yang lebih kontekstual. Selanjutnya Upaya yang bisa dilakukan ialah dengan melakukan inovasi metode pembelajaran dengan pendekatan berbasis proyek dan kolaboratif, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, optimalisasi penggunaan teknologi pendidikan, serta penguatan kurikulum berbasis kontekstual yang relevan dengan budaya lokal. Dengan demikian, diharapkan pembelajaran hadis di madrasah dapat menjadi lebih dinamis, menarik, dan mampu menghasilkan siswa yang tidak hanya memahami hadis secara teoritis tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam realitas kehidupan
INTEGRATION OF ISLAMIC ETHICAL VALUES IN STRATEGIC LEADERSHIP AT ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATIONAL INSTITUTIONS
This study looks at how Islamic moral qualities including trust (amanah), justice (ʿadl), honesty (ṣidq), and tabligh are used in strategic leadership at SMK Nurul Abror Al Robbaniyin. Using a qualitative technique with a case study design, interviews were done with the principal, vice principal, and institutional managers, and participatory observations were collected. These results reveal that these principles are utilized to handle administration and finance, communicate inside the institution, make decisions, and divide up roles. These results help us learn more about the type of Islamic educational leadership that is both morally and spiritually right and good for managing. Islamic ethics builds a company culture that is transparent, responsible, and encourages everyone to get involved. By putting these values into practice, leaders not only show that they are moral people, but they also create a management system that makes sure that institutions are good and that everyone is treated fairly. In theory, this study helps to create a framework for value-based leadership in Islamic education. To reach this goal, this research suggests improving value-based leadership training and doing more research in other settings of other Islamic institutions to make a more adaptable ethical leadership model that can change with the times
METODE SMALL GROUP DISCUSSION DALAM MEMBENTUK KOMPETENSI KOMPETENSI CRITICAL THINKING DAN COMMUNICATION PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Small Group Discussion dalam membentuk kompetensi critical thinking dan communication peserta didik, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan metode ini dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan metode Small Group Discussion di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak telah berkontribusi positif dalam membentuk kemampuan critical thinking dan communication skills siswa, meskipun masih menghadapi tantangan. Guru telah merancang pembelajaran berbasis kolaborasi, namun tujuan yang kurang spesifik dan panduan diskusi yang belum terstruktur menjadi hambatan. Metode ini meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah dan menyampaikan pendapat, tetapi partisipasi sering terhambat oleh dominasi siswa tertentu dan dinamika diskusi yang tidak merata. Evaluasi menunjukkan kemajuan dalam analisis informasi dan penyampaian ide, meskipun keterampilan mendengarkan aktif dan pola pikir logis masih perlu ditingkatkan. Kendala seperti keterbatasan waktu, minimnya teknologi, dan rendahnya kepercayaan diri siswa dapat diatasi dengan pelatihan intensif, media pembelajaran inovatif, dan integrasi tugas kelompok. Perbaikan menyeluruh pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dapat mengoptimalkan metode ini untuk membangun kompetensi abad ke-21.
Kata Kunci: Small Group Discussion, critical thinking, communicatio
PENGEMBANGAN KURIKULUM PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PESERTA DIDIK
This study discusses the development of a project-based learning curriculum as a strategy to improve students\u27 skills in facing the challenges of the 21st century. Project-based learning emphasizes the active involvement of students through the completion of real projects that encourage the development of critical thinking skills, creativity, collaboration, and communication. This approach is designed so that the curriculum focuses on projects as the core of learning, and emphasizes constructive investigation, student autonomy, and the contextual relevance of the project. The study uses a literature study method to analyze the principles, design, implementation, and evaluation of project-based learning. The results of the study indicate that this model is effective in improving students\u27 motivation, problem-solving skills, and active participation. Despite challenges such as limited resources and uneven distribution of work, project-based learning provides great opportunities in shaping students\u27 character and connecting learning with social reality.
Penelitian ini membahas pengembangan kurikulum pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) sebagai strategi untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menghadapi tantangan abad 21. Pembelajaran berbasis proyek menekankan pada keterlibatan aktif siswa melalui penyelesaian proyek nyata yang mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Pendekatan ini dirancang agar kurikulum berfokus pada proyek sebagai inti pembelajaran, serta menekankan investigasi konstruktif, otonomi peserta didik, dan relevansi kontekstual proyek. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan untuk menganalisis prinsip, desain, implementasi, serta evaluasi pembelajaran berbasis proyek. Hasil kajian menunjukkan bahwa model ini efektif dalam meningkatkan motivasi, kemampuan problem solving, dan partisipasi aktif siswa. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan distribusi kerja yang tidak merata, pembelajaran berbasis proyek memberikan peluang besar dalam membentuk karakter siswa dan menghubungkan pembelajaran dengan realitas sosial
PERAN PENGAWAS DI UPT SMP NEGERI 2 BINAMU KABUPATEN JENEPONTO
This research aims to describe the implementation of academic supervision by school supervisors at UPT SMP Negeri 2 Binamu. The study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including interviews, observation, and documentation, involving informants such as the school supervisor, the principal, and teachers. The results of the study show that: 1. The supervisor serves as a partner for teachers in enhancing the quality of the teaching and learning process and student achievement. Teachers act as pioneers in disseminating best practices and innovations in student-centered learning, employing differentiated instruction tailored to students’ needs, interests, and learning styles, while also integrating character education, 21st-century learning, and the school literacy movement in a holistic manner. 2. Innovators at SMP Negeri 2 Binamu, including the principal and proactive teachers, play a crucial role as drivers of change and developers of creative and adaptive learning models, actively seeking new ideas and designing innovative teaching strategies that align with students’ needs and contemporary demands. 3. The supervisor acts as an educator, mentor, and educational consultant who guides and motivates, fosters a positive school climate, and encourages teachers’ professional growth as well as overall educational quality. As a mentor, the supervisor provides ongoing assistance to teachers in implementing teaching practices and guidance services, supporting students both academically and non-academically. 4. Motivators at UPT SMP Negeri 2 Binamu, often the principal or other school leaders, play a significant role in inspiring and maintaining the work spirit of all school staff so they can perform optimally and contribute fully to achieving the school’s vision and mission by providing consistent direction, support, and appreciation, ensuring that staff feel valued and motivated to improve their performance.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan supervisi akademik pengawas sekolah di UPT SMP Negeri 2 Binamu, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdirii atas pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Mitra Guru dalam meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran dan bimbingan sekolah binaanya meningkatkan mutu proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Mitra guru berperan sebagai pionir penyebar praktik baik dan inovasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. Mereka juga mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter, pembelajaran abad 21, dan gerakan literasi sekolah secara terpadu. 2. Inovator dan Pelopor dalam mengembangkan inovasi pembelajaran dan bimbingan sekolah binaany Inovator di SMP Negeri 2 Binamu berperan penting sebagai penggerak perubahan dan pengembangan model pembelajaran yang kreatif dan adaptif. Inovator, seperti kepala sekolah maupun guru yang berinisiatif, aktif mencari gagasan baru serta mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan tuntutan zaman.3. Pembina, Pembimbing, dan Konsultan Pendidikan di sekolah binaan SMP Negeri 2 Binamu: Pembina berperan sebagai pengarah dan motivator yang menciptakan iklim sekolah positif serta mendorong pengembangan profesionalisme guru dan mutu pendidikan. Pembimbing aktif mendampingi guru dalam pelaksanaan pembelajaran dan layanan bimbingan konseling untuk membantu siswa secara akademik dan nonakademik4.Motivator untuk meningkatkan kinerja semua staf sekolah di UPT SMP Negeri 2 Binamu adalah sebagai berikut: Motivator di UPT SMP Negeri 2 Binamu memiliki peran penting dalam mendorong dan memelihara semangat kerja seluruh staf sekolah agar dapat bekerja secara optimal dan berkontribusi maksimal dalam mencapai visi misi sekolah. Motivator, yang biasanya adalah kepala sekolah atau pemimpin lain di sekolah, memberikan arahan, dukungan, dan apresiasi yang konsisten sehingga staf merasa dihargai dan termotivasi untuk meningkatkan kinerja.
Kata kunci: Peran Pengawas Sekolah, Supervisi Akademik, Supervisi Manajerial, Peningkatan Mutu Pendidika
OPTIMALISASI PERAN GURU TK DALAM INTERVENSI GANGGUAN EMOSI DAN PERILAKU ANAK USIA DINI
ABSTRACT
This study aims to analyze the optimization of kindergarten teachers’ roles in intervening with emotional and behavioral disorders in early childhood. The research focuses on four indicators, namely teachers’ understanding and knowledge of children’s emotional-behavioral development, their skills in implementing interventions, attitudes of concern toward children’s conditions, and collaboration with parents as well as intervention evaluation. The study employed a quantitative approach with a survey design. The sample consisted of 30 kindergarten teachers from the Sa’adah Foundation in Martapura, selected using purposive sampling. Data were collected through a rating-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics, categorized into low, medium, high, and very high levels. The findings indicate that the role of kindergarten teachers has not been optimized in most indicators. Teachers’ understanding and knowledge (mean score 8.65), intervention skills (12.94), and collaboration with parents and evaluation (10.2) were categorized as low. Meanwhile, teachers’ attitudes and concern for children (21.28) were categorized as high. This reveals a gap between teachers’ emotional concern and their conceptual as well as technical competence in carrying out interventions. Therefore, optimizing the role of kindergarten teachers requires capacity strengthening through training, mentoring, and continuous collaboration with parents and professionals. This study is expected to contribute to the development of socio-emotional intervention studies in young children and deliver practical benefits for teachers, schools, parents, and decision-makers in designing effective, responsive, and inclusive educational strategies.ABSTRAK
Penelitian bertujuan menganalisis optimalisasi peran guru TK dalam intervensi gangguan emosi dan perilaku anak usia dini. Fokus penelitian diarahkan pada empat indikator, yaitu pemahaman dan pengetahuan guru mengenai perkembangan emosi-perilaku anak, keterampilan dalam melaksanakan intervensi, sikap kepedulian terhadap kondisi anak, serta kolaborasi dengan orang tua dan evaluasi intervensi. Metode menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian berjumlah 30 guru TK Yayasan Sa’adah Martapura, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket berskala penilaian dan dianalisis dengan statistik deskriptif, kemudian dikategorikan dalam skala rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan peran guru TK belum optimal pada sebagian besar indikator. Rata-rata pemahaman dan pengetahuan guru (8,65), keterampilan intervensi (12,94), serta kolaborasi dan evaluasi (10,2) pada kategori rendah. Sementara, sikap dan kepedulian guru terhadap anak (21,28) pada kategori tinggi. Hal ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara kepedulian emosional guru dan kemampuan konseptual maupun teknis dalam melaksanakan intervensi. Maka, optimalisasi peran guru TK perlu dilakukan penguatan kapasitas dalam bentuk pelatihan, pendampingan, serta kolaborasi berkelanjutan dengan orang tua dan tenaga ahli. Penelitian diharapkan memberikan kontribusi bagi kajian intervensi sosial-emosional anak usia dini, serta manfaat bagi guru, sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan dalam merancang strategi pendidikan yang efektif, responsif, dan inklusif
THE INFLUENCE OF THE BOARDING SCHOOL ENVIRONMENT ON STUDENTS\u27 ACADEMIC VALUES AT MA Al-MUBAROK
This study aims to examine the influence of the pesantren environment on students’ academic achievement at MA Al-Mubarok. The pesantren environment is viewed as an educational ecosystem that integrates formal and nonformal education through discipline, religious values, literacy culture, and social interaction among students. This research employed a qualitative descriptive approach. The research subjects included students residing in the pesantren, subject teachers, and pesantren administrators, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, semi-structured in-depth interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that the pesantren environment has a positive impact on students’ academic achievement. Time discipline, religious habituation, literacy practices, Arabic language learning, and collective learning culture contribute to the enhancement of students’ learning motivation, psychological well-being, and academic understanding. This study confirms that the pesantren environment functions not only as a space for character building but also as an effective educational system that supports students’ academic success in madrasah-based education
KONSEP PENDIDIKAN ISLAMIC ENTERPRENEURSHIP DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERWIRAUSAHA PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI
Education as a whole through spiritual, intellectual and moral aspects in going beyond the mastery of knowledge alone. The ideal educational goal includes the practice of knowledge for the welfare of society and divine pleasure. The implementation of Islamic entrepreneurship emphasizes fair leadership based on Islamic values and maintains a balance between profitability and social sustainability. As for the qualitative research method with a library research approach, research whose subject is literature and literature, \u27Ihya\u27 Ulum Ad-Din\u27 is the source. Researchers with classical text analysis are very relevant to literature research that only focuses on obtaining data and information through books by Imam Al-Ghazali. The analysis data found regarding the concept of Islamic entrepreneurship education includes, that the purpose of entrepreneurship is to worship, and to balance between the world and the hereafter, so that always remember that everything is entrusted, while ethics in business include honesty, justice that does not harm others and responsibility in all interactions. The values of Islamic ethics include, halal intentions and goals in charity, carrying out fardhu kifayah, paying attention to the afterlife market when carrying out activities in the market, keeping away everything that is doubtful and has haram elements and the like, so that always introspective oneself in entrepreneurship with full trust and responsibility. Entrepreneurial skills also include an optimistic attitude in running their business, building a good mentality in facing all challenges, forming practical skills in self-management and discipline, tawakal and optimism as well as building a sustainable entrepreneurial mentality and the integration of Islamic education in the entrepreneurship curriculum.Pendidikan secara utuh melalui aspek spiritual, intelektual dan moral dalam melampaui penguasaan ilmu semata. Tujuan pendidikan yang ideal mencakup pengamalan ilmu untuk kesejahteraan masyarakat serta keridhoan Ilahi. Implementasi kewirausahaan Islam, menekankan kepemimpinan yang adil berlandaskan nilai-nilai Islam serta menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan keberlanjutan sosial. Adapun metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research, penelitian yang subjeknya berupa literatur dan pustaka, ‘Ihya’ Ulum Ad-Din’ menjadi sumbernya. Peneliti dengan analisis teks klasik sangat relevan dengan penelitian kepustakaan yang hanya fokus untuk memperoleh data dan informasi melalui buku karya Imam Al-Ghazali. Adapun data analisis yang ditemukan mengenai konsep pendidikan islamic enterpreneurship diantaranya, bahwa tujuan kewirausahaan adalah untuk beribadah, serta menyeimbangkan antara dunia dan akhirat, agar senantiasa mengingat bahwa segala sesuatu adalah titipan, sedangkan etika dalam bisnis yang meliputi sikap kejujuran, keadilan yang tidak merugikan orang lain serta bertanggung jawab dalam segala interaksi. Nilai etika Islam mencangkup, niat dan tujuan yang halal dalam beramal, melaksanakan fardhu kifayah, memperhatikan pasar akhirat saat menjalankan aktivitas di pasar, menjauhkan segala hal yang meragukan dan memiliki unsur haram dan sejenisnya, sehingga senantiasa intropeksi diri dalam berwirausaha dengan penuh amanah dan tanggung jawab. Keterampilan kewirausahan juga mencangkup sikap optimis dalam menjalankan usahanya, membangun mentalitas yang baik dalam menghadapi segala tantangan, membentuk keterampilan praktis dalam pengelolaan diri dan kedisiplinan, tawakal dan optimisme serta membangun mentalitas wirausahawan yang berkelanjutan dan integrasi pendidikan Islam dalam kurikulum kewirausahaa
Pengaruh kemampuan berfikir kritis siswa dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 tanjung pura tahun pelajaran 2024-2025
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Tanjung Pura Tahun Pelajaran 2024–2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 65 siswa kelas X yang telah menerima pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Instrumen pengumpulan data berupa angket berpikir kritis dengan 31 item pernyataan yang mencakup empat indikator, yaitu mencari informasi, menilai informasi, membuat kesimpulan, dan membuat keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori tinggi, dengan skor rata-rata 64,52 atau setara dengan 41,63% dari skor ideal. Secara spesifik, indikator mencari informasi dan membuat keputusan termasuk dalam kategori tinggi, sementara indikator menilai informasi dan membuat kesimpulan masih tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka telah memberikan ruang bagi penguatan kemampuan berpikir kritis, diperlukan upaya strategis dari guru dan pihak sekolah untuk meningkatkan kemampuan siswa, khususnya pada aspek menilai informasi dan membuat kesimpulanPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkankemampuan berpikir kritis siswa dalammengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Tanjung Pura Tahun Pelajaran 2024–2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatifdengan sampel sebanyak 65 siswa kelas X yang telahmenerima pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Instrumen pengumpulan data berupa angket berpikir kritisdengan 31 item pernyataan yang mencakup empatindikator, yaitu mencari informasi, menilai informasi, membuat kesimpulan, dan membuat keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhankemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategoritinggi, dengan skor rata-rata 64,52 atau setara dengan41,63% dari skor ideal. Secara spesifik, indikator mencariinformasi dan membuat keputusan termasuk dalamkategori tinggi, sementara indikator menilai informasidan membuat kesimpulan masih tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun KurikulumMerdeka telah memberikan ruang bagi penguatankemampuan berpikir kritis, diperlukan upaya strategisdari guru dan pihak sekolah untuk meningkatkankemampuan siswa, khususnya pada aspek menilai informasi dan membuat kesimpulan