251 research outputs found

    Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia: Analisis Kebijakan, Implementasi, dan Tantangan Masa Depan

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji transformasi pendidikan Islam di Indonesia melalui analisis komprehensif terhadap kebijakan, implementasi, dan tantangan dalam era globalisasi dan demokratisasi. Dengan menggunakan tinjauan literatur sistematis terhadap 22 publikasi ilmiah terpilih dari tahun 2023 hingga 2024, penelitian ini mengidentifikasi dinamika perubahan dalam sistem pendidikan Islam di Indonesia, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Temuan utama menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Indonesia mengalami transformasi fundamental dalam empat dimensi: (1) reformasi kebijakan dan kerangka hukum, (2) inovasi paradigma pendidikan tinggi Islam, (3) modernisasi pesantren dan lembaga tradisional, serta (4) integrasi moderasi agama dan nilai-nilai demokratis. Meskipun telah terjadi kemajuan signifikan, tantangan tetap ada dalam implementasi kebijakan, profesionalisme guru Al-Quran, dan adaptasi terhadap perubahan global. Studi ini merekomendasikan pendekatan holistik dalam pengembangan pendidikan Islam yang mengintegrasikan tradisi dengan modernitas, memperkuat pengawasan pendidikan, dan mengembangkan kerangka spiritual untuk generasi muda MuslimThis study examines the transformation of Islamic education in Indonesia through comprehensive analysis of policies, implementation, and challenges in globalization and democratization era. Using systematic literature review of 22 selected scientific publications from 2023-2024, this research identifies dynamics of change in Indonesian Islamic education system from elementary to tertiary levels. Key findings indicate Indonesian Islamic education undergoes fundamental transformation in four dimensions: (1) reform of policies and legal frameworks, (2) innovation of Islamic higher education paradigms, (3) modernization of Islamic boarding schools and traditional institutions, and (4) integration of religious moderation and democratic values. Despite significant progress, challenges remain in policy implementation, professionalism of Quranic teachers, and adaptation to global change. This study recommends holistic approach to Islamic education development that integrates tradition with modernity, strengthens educational supervision, and develops spiritual framework for younger generation Muslims

    PENGUATAN KETERAMPILAN ABAD 21 MELALUI PENGABDIAN BERBASIS PELATIHAN INTERNET OF THINGS (IOT) DAN SAINS BAGI SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk: (1) Menggambarkan kondisi awal keterampilan abad 21 siswa MI; (2) Mengimplementasikan pelatihan IoT dan Sains dengan metode Service Learning; (3) Menganalisis efektivitas pelatihan dalam meningkatkan keterampilan abad 21 siswa. Metode yang digunakan adalah Service Learning, dilaksanakan di salah satu MI di Kabupaten Gorontalo dengan 18 siswa kelas V sebagai partisipan. Pendekatan kuantitatif (pre-test dan post-test) dan kualitatif (observasi, wawancara, FGD) diterapkan. Intervensi berupa modul kontekstual, kit IoT sederhana, dan skenario pembelajaran berbasis proyek. Hasil menunjukkan analisis statistik menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan (sig. 0,000) pada keterampilan abad 21 siswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 48,89 (pre-test) menjadi 129,17 (post-test). Observasi kualitatif mengkonfirmasi peningkatan pada aspek critical thinking, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Kapasitas guru juga mengalami transformasi positif menjadi fasilitator pembelajaran inovatif. Kesimpulan dan Implikasi yakni Pelatihan IoT dan Sains berbasis Service Learning terbukti efektif memperkuat keterampilan abad 21 siswa MI dan kapasitas guru. Program ini merekomendasikan integrasi model serupa ke dalam kurikulum, pendampingan berkelanjutan bagi guru, serta penguatan kemitraan multipihak untuk menjamin keberlanjutan dan replikasi inovasi pembelajaran di jenjang pendidikan dasarTujuan penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menggambarkan kondisi awal keterampilan abad 21 siswa MI; (2) Mengimplementasikan pelatihan IoT dan Sains dengan metode Service Learning; (3) Menganalisis efektivitas pelatihan dalam meningkatkan keterampilan abad 21 siswa. Metode yang digunakan adalah Service Learning, dilaksanakan di salah satu MI di Kabupaten Gorontalo dengan 18 siswa kelas V sebagai partisipan. Pendekatan kuantitatif (pre-test dan post-test) dan kualitatif (observasi, wawancara, FGD) diterapkan. Intervensi berupa modul kontekstual, kit IoT sederhana, dan skenario pembelajaran berbasis proyek. Hasil menunjukkan analisis statistik menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan (sig. 0,000) pada keterampilan abad 21 siswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 48,89 (pre-test) menjadi 129,17 (post-test). Observasi kualitatif mengkonfirmasi peningkatan pada aspek critical thinking, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Kapasitas guru juga mengalami transformasi positif menjadi fasilitator pembelajaran inovatif. Kesimpulan dan Implikasi yakni Pelatihan IoT dan Sains berbasis Service Learning terbukti efektif memperkuat keterampilan abad 21 siswa MI dan kapasitas guru. Program ini merekomendasikan integrasi model serupa ke dalam kurikulum, pendampingan berkelanjutan bagi guru, serta penguatan kemitraan multipihak untuk menjamin keberlanjutan dan replikasi inovasi pembelajaran di jenjang pendidikan dasa

    TPACK-BASED MENTORING PROGRAM: AN ALTERNATIVE TO IMPROVE THE ICT COMPETENCY OF MADRASAH IBTIDAIYAH TEACHERS

    Full text link
    This study aims to analyze the effectiveness of a mentoring program based on Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) in improving the information and communication technology competency and the quality of digital learning media of Madrasah Ibtidaiyah teachers. This study used a one-group pretest-posttest design. The sample of this study was 30 Madrasah Ibtidaiyah teachers in Cirebon City. The instruments used were a TPACK competency questionnaire and a digital learning media assessment rubric. Data were analyzed using paired sample t-test and descriptive analysis. The results showed that before mentoring, teachers\u27 technological competency was in the low category (TK = 2.37; TPACK = 2.51), while mastery of material and pedagogy was in the medium to high category. After mentoring, all aspects of TPACK competency experienced a significant increase (p < 0.001) with a very large effect size, especially in technological knowledge (d = 2.89) and overall TPACK (d = 2.76). TPACK competency increased from the low category to the high category (M = 3.93). The digital learning media developed by teachers achieved a good rating (M = 3.28), with the aspect of material accuracy receiving the highest score (M = 3.57). The types of media developed included interactive learning videos (30%), interactive multimedia presentations (27%), and digital educational games (23%). This study proves that TPACK-based mentoring is effective in strengthening teachers\u27 abilities to integrate technology, pedagogy, and content in learning at MI

    Manajemen Pendidikan Islam MANAJEMEN SEKOLAH DALAM MEMBUDAYAKAN LITERASI MEDIA DAN PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP BUKIT ASAM TANJUNG ENIM: SCHOOL MANAGEMENT IN CULTIVATING MEDIA LITERACY AND THE APPLICATION OF TECHNOLOGY IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION LEARNING AT SMP BUKIT ASAM TANJUNG ENIM

    No full text
    Abstract Improving the quality of education is the main goal in the Indonesian education system, especially in Islamic religious education. One approach that can be applied is through effective school management in cultivating media literacy and the application of technology in Islamic Religious Education (PAI) learning. This study aims to examine the implementation of school management in cultivating media literacy and the application of technology in PAI learning at SMP Bukit Asam. The method used in this study is descriptive qualitative with data collection through interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that the use of technology in learning and the media literacy program through "Dear Time" has succeeded in improving the quality of students\u27 understanding of PAI material, although there are still some obstacles in terms of technology access and students\u27 understanding of the use of digital media. Optimal implementation of technology can enrich students\u27 learning experiences and support improving the quality of education in schools. Keywords: Media Literacy, Technology, School Management, Education Quality.Abstrak Peningkatan mutu pendidikan merupakan tujuan utama dalam sistem pendidikan Indonesia, terutama dalam pendidikan agama Islam. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah melalui manajemen sekolah yang efektif dalam membudayakan literasi media dan penerapan teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi manajemen sekolah dalam membudayakan literasi media serta penerapan teknologi dalam pembelajaran PAI di SMP Bukit Asam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran serta program literasi media melalui "Dear Time" berhasil meningkatkan kualitas pemahaman siswa terhadap materi PAI, meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam hal akses teknologi dan pemahaman siswa terhadap penggunaan media digital. Implementasi teknologi yang optimal dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Kata Kunci: Literasi Media, Teknologi, Manajemen Sekolah, Mutu Pendidikan

    INTEGRASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN ISLAM: TANTANGAN DAN PELUANG DI ERA DIGITAL

    Full text link
    ABSTRACT In the 21st century, changes in digital technology advancement have become a global phenomenon that has an impact on many aspects including education. Digitalization not only has an impact on the way information is delivered but also on the paradigm in education fundamentally. This study uses qualitative research with a literature review approach by collecting data from various valid and relevant academic sources. The analysis technique used in qualitative literature review research is theme analysis by grouping the findings into major topics that can describe the data patterns obtained. Technological developments present challenges in the form of obstacles to infrastructure and resources, inadequate digital skills and literacy of educators, and gaps between policy formulation and technology implementation in schools. Opportunities that can be utilized are improving the standards and effectiveness of the learning process, improving the technical digital competence of teachers in the field and strategic synergy between policies and technology implementation. Several things that are recommended as strategic planning steps are the formulation and development of more inclusive and adaptive Islamic education planning, developing an open and flexible curriculum by including digital literacy, investing to improve the development of technological infrastructure in educational institutions and implementing a managerial system to carry out continuous data-based monitoring and assessment. Keywords: Islamic Education Planning, Information Technology, Digital TransformationABSTRAK Pada abad ke-21 ini, perubahan kemajuan teknologi digital telah menjadi fenomena global yang memberikan dampak di banyak aspek termasuk pendidikan. Digitalisasi tidak hanya berdampak pada cara penyampaian informasi tapi juga paradigma dalam pendidikan secara mendasar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber akademis yang valid dan relevan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian kualitatif kajian pustaka yaitu analisis tema dengan mengelompokkan hasil temuan ke dalam topik besar yang dapat menggambarkan pola data yang didapatkan. Perkembangan teknologi memberikan tantangan berupa hambatan pada infrastruktur dan sumber daya, keterampilan dan literasi digital pendidik belum memadai, dan kesenjangan antara perumusan kebijakan dengan implementasi teknologi di sekolah. Peluang yang dapat dimanfaatkan yaitu peningkatan standar dan efektivitas proses belajar, peningkatan kompetensi digital guru secara teknis di lapangan dan sinergi  strategis antara kebijakan dan penerapan teknologi. Beberapa hal yang menjadi rekomendasi sebagai langkah perencanaan strategis yaitu perumusan dan pengembangan perencanaan pendidikan Islam lebih inklusif dan adaptif, pengembangan kurikulum yang terbuka dan fleksibel dengan menyertakan literasi digital, melakukan investasi untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur teknologi di lingkungan lembaga pendidikan dan implementasi sistem manajerial untuk melakukan monitoring dan penilaian berbasis data secara berkelanjutan. Kata Kunci: Perencanaan Pendidikan Islam, Teknologi Informasi, Transformasi Digita

    MEMBANGUN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

    Full text link
    This study aims to explore the effectiveness of a cooperative learning approach in developing students\u27 emotional intelligence. Emotional intelligence is an individual\u27s ability to recognize, understand, and manage their own emotions and establish healthy social relationships, which are crucial for supporting successful learning and character development. A cooperative learning approach provides space for students to interact, collaborate, and respect each other in the learning process, thus contributing to the strengthening of aspects of emotional intelligence such as empathy, self-control, social awareness, and communication skills. This study used a descriptive qualitative method with a case study type, with data obtained through observation, interviews, and documentation techniques in one Islamic junior high school (MTs). The results showed that the consistent implementation of cooperative learning was able to create a learning environment conducive to the development of students\u27 emotional intelligence. Strategies such as dividing students into heterogeneous groups, assigning shared responsibilities, and group reflection proved effective in fostering mutual respect, open communication, and increasing self-awareness. These findings indicate that cooperative learning not only encourages academic achievement but also plays an important role in developing students\u27 character and emotional intelligence.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pendekatan pembelajaran kooperatif dalam membangun kecerdasan emosional siswa. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri serta menjalin hubungan sosial yang sehat, yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan belajar dan pembentukan karakter peserta didik. Pendekatan pembelajaran kooperatif memberikan ruang bagi siswa untuk berinteraksi, bekerja sama, dan saling menghargai dalam proses pembelajaran, sehingga berkontribusi pada penguatan aspek-aspek kecerdasan emosional seperti empati, pengendalian diri, kesadaran sosial, dan kemampuan berkomunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, data di peroleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi di salah satu madrasah tingkat MTs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran kooperatif secara konsisten mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pengembangan kecerdasan emosional siswa. Strategi seperti pembagian kelompok heterogen, pemberian tanggung jawab bersama, dan refleksi kelompok terbukti efektif dalam menumbuhkan sikap saling menghargai, komunikasi yang terbuka, serta peningkatan kesadaran diri. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran kooperatif bukan hanya mendorong pencapaian akademik, tetapi juga berperan penting dalam pembinaan karakter dan kecerdasan emosional peserta didik

    KOLABORASI PENGURUS DAN GEN Z DALAM TATA KELOLA MASJID SECARA MODERN

    Full text link
    This paper is motivated by the mosque\u27s long-neglected and deserted presence, leading to its limited access to worshippers during the Maghrib and Isha prayers. This is evidenced by the mosque\u27s frequent locking after Isha prayers and reopening at Maghrib. This study aims to uncover the causes of the mosque\u27s neglect and lack of worshippers. This type of research uses the descriptive qualitative method used by researchers is to describe and present results that are in accordance with the information and data obtained in the field regarding the collaboration between administrators and Gen Z in modern mosque governance. The research location is the Nurul Firdaus Mosque, Padang Ranjau, Jorong Binjai, Tigo Nagari District, Pasaman Regency. The data collection techniques used by researchers are interviews and documentation. Research informants consist of religious leaders, community leaders, mosque administrators, mosque youth, and the community. The theory used in this study is Anthony Giddens\u27 theory. The results of this study are to show the collaboration of mosque administrators and youth in mosque governance where the mosque has long been neglected and deserted by the congregation due to the administrators\u27 indifference and neglect regarding the responsibilities that have been given to the community

    PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN SARANA PRASARANA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI PONDOK PESANTREN MODERN NURUL IKHLAS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesional guru dan sarana prasarana terhadap motivasi belajar peserta didik di Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya motivasi belajar sebagai faktor kunci dalam keberhasilan proses pendidikan. Kompetensi profesional guru menjadi tolok ukur kualitas pengajaran, sementara sarana prasarana memberikan dukungan fisik dan kenyamanan yang turut memengaruhi semangat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan populasi sebanyak 308 peserta didik, dan sampel sebanyak 100 orang yang dipilih melalui teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap motivasi belajar dengan nilai signifikansi 0.001 dan koefisien korelasi sebesar 0.587. Sarana prasarana juga berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar dengan nilai signifikansi 0.003 dan koefisien korelasi 0.563. Uji F menunjukkan nilai signifikansi 0.003, yang mengindikasikan bahwa kedua variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap motivasi belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa baik kompetensi guru maupun sarana prasarana secara parsial dan simultan memberikan kontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar peserta didik

    PENERAPAN METODE SAINS SEDERHANA HUJAN PELANGI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun melalui Metode Sains Hujan Pelangi di TK Kasih Bunda. Kemampuan kognitif pada usia dini sangat penting dalam membangun dasar berpikir logis, pemecahan masalah, dan pemahaman konsep sains. Metode Sains Hujan Pelangi diterapkan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) dengan melibatkan 15 siswa sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan tindakan, kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun masih rendah dengan persentase sebesar 29,44%. Setelah penerapan Metode Sains Hujan Pelangi, terjadi peningkatan yang signifikan di setiap tahapan penelitian. Pada siklus I, persentase perkembangan kemampuan kognitif meningkat dari 33,33% (pertemuan I), 43,33% (pertemuan II), hingga 58,89% (pertemuan III). Peningkatan berlanjut pada siklus II, yaitu 69,44% (pertemuan I), 80,00% (pertemuan II), hingga mencapai 89,40% (pertemuan III). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan Metode Sains Hujan Pelangi efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun di TK Kasih Bunda. Oleh karena itu, metode ini dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran sains untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif anak usia din

    KESEHATAN MENTAL SEBAGAI FONDASI PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DISRUPSI

    Full text link
    Penelitian ini membahas urgensi integrasi konsep kesehatan mental dalam pendidikan agama Islam di era disrupsi. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana pendidikan agama Islam yang umumnya hanya menekankan nilai spiritual dapat turut serta mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan teknik pengumpulan data melalui literatur, buku, jurnal, dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara konsep kesehatan mental dan pendidikan agama Islam berpotensi menciptakan keseimbangan antara aspek spiritual dan psikologis siswa, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih holistik dan berbasis kesejahteraan mental di lembaga pendidikan. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Pendidikan Agama Islam, Era Disrups

    224

    full texts

    251

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Irfani
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇