251 research outputs found

    EPISTEMOLOGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN NILAI-NILAI TRADISIONAL KIAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTRI DI ERA DIGITAL: STUDI KASUS PONDOK PESANTREN NURUL HARAMAIN ALMALIKI

    Full text link
    This study aims to examine the epistemology of transformational leadership integrated with the traditional values of Islamic scholars in shaping the character of students in the digital era, using a case study at the Nurul Haramain Almaliki Islamic Boarding School in Karangploso, Malang. A qualitative approach is used to explore how Kiyai Hasan Basri actualizes a transformational leadership style—which emphasizes vision, exemplary behavior, motivation, and individual attention—in the context of Islamic boarding school education, which is rich in Islamic traditional values. The results show that Kiyai Hasan\u27s leadership successfully shapes the character of students through a combination of spiritual and strategic approaches that balance adab, discipline, and awareness of changing times. While maintaining classical learning methods such as sorogan and bandongan, this Islamic boarding school gradually opens up space for digital literacy without eliminating Islamic moral and ethical values. This integration is evidence that tradition and transformation can go hand in hand in shaping students who are virtuous, independent, and adaptive to the digital era. Thus, the epistemology of transformational leadership framed by the traditional values of Islamic boarding schools becomes a strong foundation in the character education of today\u27s Islamic boarding school students.   Keyword: Epistemology, Transformational Leadership, Traditional Kiyai Values, Character Education, Digital Era  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi kepemimpinan transformasional yang diintegrasikan dengan nilai-nilai tradisional kiyai dalam membentuk karakter santri di era digital, dengan studi kasus di Pondok Pesantren Nurul Haramain Almaliki, Karangploso, Malang. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana figur Kiyai Hasan Basri mengaktualisasikan gaya kepemimpinan transformasional—yang menekankan visi, keteladanan, motivasi, dan perhatian individual—dalam konteks pendidikan pesantren yang sarat nilai-nilai tradisi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kiyai Hasan berhasil membentuk karakter santri melalui perpaduan pendekatan spiritual dan strategis yang menyeimbangkan antara adab, kedisiplinan, serta kesadaran terhadap perubahan zaman. Meski tetap mempertahankan metode pembelajaran klasik seperti sorogan dan bandongan, pesantren ini secara bertahap membuka ruang bagi literasi digital tanpa menghilangkan nilai-nilai moral dan akhlak Islami. Integrasi ini menjadi bukti bahwa tradisi dan transformasi dapat berjalan beriringan dalam membentuk santri yang berakhlakul karimah, mandiri, serta adaptif terhadap era digital. Dengan demikian, epistemologi kepemimpinan transformasional yang dibingkai oleh nilai-nilai tradisional pesantren menjadi landasan kuat dalam pendidikan karakter santri masa kini.  Kata Kunci: Epistemologi, Kepemimpinan Transformasional, Nilai Tradisional Kiai, Pendidikan Karakter, Era Digita

    Manajemen Pendidikan

    Full text link
    This study examines extracurricular management at SD Islam Al Azhar 34 Makassar. The focus of this study is: How is extracurricular management and the supporting and inhibiting factors that influence the success of Swimming and Dance extracurricular management at SD Islam Al Azhar 34 Makassar. The purpose of this study is to determine the management system for Swimming and Dance extracurricular activities at SD Islam Al Azhar 34 Makassar, including: planning, organizing, implementing, supervising and evaluating extracurricular activities as well as the supporting and inhibiting factors. This research approach is qualitative with a descriptive research type with research subjects including the Principal, Vice Principal for Student Affairs, and Extracurricular Supervisor. Data collection uses interviews, observation and documentation. The data obtained are analyzed through word reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that (1) Management of Extracurricular activities at SD Islam Al Azhar 34 Makassar in the Planning aspect is in accordance with Permendikbudristek No. 12 of 2024 concerning Curriculum in Early Childhood Education, Elementary Education Level, and Secondary Education Level which includes: activity planning procedures, activity curriculum, and strategies for compiling extracurricular activities. Organization is carried out through a clear structure, involving all responsible persons. The division of tasks and responsibilities is carried out periodically to facilitate coordination. Management of funds, schedules, and facilities is coordinated, and supported by competent supervisors. Implementation Includes: implementation methods, activity schedules, and activity impacts. Supervision is carried out through a monitoring team that records student attendance and discipline. Development evaluation is in the form of activity reports divided into short-term and long-term. Evaluation of success will be seen through the report card scores of students\u27 extracurricular activities given each month. (2) Supporting factors include the availability of facilities and infrastructure, competent implementing staff, and effective coordination. Inhibiting factors include ineffective time management and teacher discipline, limited substitute staff, and administrative constraints such as outstanding student payments.   Keywords: Management, Extracurricular Activities, Minister of Education, Culture,       Research, and Technology Regulation No. 12 of 202

    PENGGUNAAN MEDIA CELEMEK BERCERITA DALAM MENSTIMULASI ANAK SPEECH DELAY

    Full text link
    This study aims to determine the effectiveness of using storytelling aprons in stimulating the speaking abilities of 4–5-year-old children with speech delays at the Pembina Muaro Jambi State Kindergarten. The background of this study is based on the importance of early language stimulation, especially for children with speech delays, so that their language and social development can develop optimally. This study employs the Classroom Action Research (CAR) method following the Kemmis and Taggart model, conducted over three cycles. Each cycle consists of planning, implementing actions, observation, and reflection. The results indicate that the use of storytelling aprons has a positive impact on improving the speech abilities of children with speech delays. There was an increase in the average score from 48.3% in cycle I to 86% in cycle III. This medium proved to be effective in stimulating children to develop storytelling skills, letter pronunciation, and number recognition. Thus, the storytelling apron can be used as an effective learning alternative to support language development in children with speech delaysPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media celemek bercerita dalam menstimulasi kemampuan berbicara anak usia 4–5 tahun yang mengalami speech delay di Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Muaro Jambi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya stimulasi bahasa sejak dini, terutama bagi anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara, agar perkembangan bahasa dan sosial mereka dapat berkembang secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media celemek bercerita memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan bicara anak speech delay. Terjadi peningkatan skor rata-rata dari 48,3% pada siklus I menjadi 86% pada siklus III. Media ini terbukti mampu menstimulasi anak dalam mengembangkan keterampilan bercerita, pengucapan huruf, dan angka. Dengan demikian, media celemek bercerita dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif dalam membantu perkembangan bahasa anak dengan speech delay

    KEPEMIMPINAN TUANKU DALAM MENGELOLA PONDOK PESANTREN DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan signifikan dalam dunia pendidikan pada era 5.0 yang menuntut integrasi teknologi digital dengan kehidupan manusia, termasuk dalam sistem pendidikan pesantren yang berbasis nilai-nilai Islam tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kepemimpinan Tuanku mampu mengadaptasi kemajuan teknologi secara efektif dalam konteks pendidikan tradisional, guna tetap menjamin mutu pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap Tuanku sebagai pimpinan dan para tenaga pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tuanku menerapkan kepemimpinan adaptif yang mengintegrasikan nilai tradisional dengan inovasi teknologi secara bijak, melalui pembelajaran digital terbatas tanpa mengabaikan adab, serta pengembangan kurikulum terpadu yang menjamin lulusan berakhlak dan berdaya saing. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan Tuanku berhasil menjaga relevansi dan mutu pendidikan pesantren di era digital tanpa kehilangan identitasnya

    IMPLEMENTASI VISI, MISI DAN PROGRAM RAUDHATUL ATHFAL AL-BAROKAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

    Full text link
    This study aims to describe the implementation of the vision, mission, and work program in improving the quality of learning at RA Al-Barokah, Bogor Regency. The approach used is descriptive qualitative with interview techniques and documentation studies. The results of the study indicate that the institution\u27s vision and mission are implemented through learning programs, teacher and education staff development, and supporting programs such as extracurricular activities, parenting, and infrastructure. This implementation has a positive impact on improving the quality of the learning process, teacher competency, and student development according to RA national standards. Success is supported by the leadership of the RA head, foundation support, and parental involvement, although there are still obstacles such as limited resources and regulatory changes. The strategy implemented at RA Al-Barokah has the potential to become a model for quality improvement for other RA institutions, provided there is commitment and cooperation between parties.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi visi, misi, dan program kerja dalam meningkatkan mutu pembelajaran di RA Al-Barokah Kabupaten Bogor. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visi dan misi lembaga diimplementasikan melalui program pembelajaran, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, serta program penunjang seperti ekstrakurikuler, parenting, dan sarana prasarana. Implementasi ini berdampak positif terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran, kompetensi guru, dan perkembangan peserta didik sesuai standar nasional RA. Keberhasilan didukung oleh kepemimpinan kepala RA, dukungan yayasan, dan keterlibatan orang tua, meskipun masih terdapat hambatan seperti keterbatasan sumber daya dan perubahan regulasi. Strategi yang diterapkan di RA Al-Barokah berpotensi menjadi model peningkatan mutu bagi lembaga RA lain dengan syarat adanya komitmen dan kerja sama lintas pihak

    Penerapan Metode Bernyanyi dengan Kartu Huruf untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Tunas Bangsa Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak Tunas Bangsa Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan. Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin (perencanaan, tindakan, observasi, refleksi) dilaksanakan di kelas B TK Tunas Bangsa pada April-Mei 2025, melibatkan 14 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kinerja, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa penerapan metode bernyanyi dengan kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan membaca awal anak. Hasil awal menunjukkan bahwa anak-anak mulai menunjukkan ketertarikan, keinginan untuk bernyanyi dengan kartu huruf, dan menjadi lebih kohesif, menciptakan suasana belajar yang lebih ceria dan tertib. Berdasarkan analisis data, tindakan yang dilakukan peneliti menunjukkan peningkatan signifikan. Kondisi awal sebelum tindakan menunjukkan persentase rata-rata kelas sebesar 36,35 %. Pada Siklus I pertemuan 1 persentase meningkat menjadi 40,43 %, Siklus I pertemuan 2 meningkat 45,79% dan pada Siklus II pertemuan 1 terjadi peningkatan yang sangat signifikan mencapai 71,43 %, selanjutnya pada Siklus II pertemuan 2 yang menunjukkan tercapainya ketuntasan klasikal yaitu 85,71 %. Ini menunjukkan bahwa penerapan metode bernyanyi dengan kartu huruf efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahunPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak Tunas Bangsa Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan, yang sebelumnya menunjukkan kemampuan membaca yang masih rendah, seperti kesulitan menyebutkan dan menggabungkan suku kata. Metode konvensional yang kurang menarik membuat anak-anak cenderung pasif dalam belajar. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan metode bernyanyi dengan kartu huruf sebagai pendekatan yang inovatif dan menyenangkan. Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin (perencanaan, tindakan, observasi, refleksi) dilaksanakan di kelas B TK Tunas Bangsa pada April-Mei 2025, melibatkan 14 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kinerja, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa penerapan metode bernyanyi dengan kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan membaca awal anak. Hasil awal menunjukkan bahwa anak-anak mulai menunjukkan ketertarikan, keinginan untuk bernyanyi dengan kartu huruf, dan menjadi lebih kohesif, menciptakan suasana belajar yang lebih ceria dan tertib. Berdasarkan analisis data, tindakan yang dilakukan peneliti menunjukkan peningkatan signifikan. Kondisi awal sebelum tindakan menunjukkan persentase rata-rata kelas sebesar 36,35 %. Pada Siklus I pertemuan 1 persentase meningkat menjadi 40,43 %, Siklus I pertemuan 2 meningkat 45,79% dan pada Siklus II pertemuan 1 terjadi peningkatan yang sangat signifikan mencapai 71,43 %, selanjutnya pada Siklus II pertemuan 2 yang menunjukkan tercapainya ketuntasan klasikal yaitu 85,71 %. Ini menunjukkan bahwa penerapan metode bernyanyi dengan kartu huruf efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun

    POLA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN NEGARA BERKEMBANG DAN MAJU DI ASIA TENGGARA

    Full text link
    This paper discusses a comparative study of educational systems between developing and developed countries, focusing on differences in system design, quality, and management strategies. Education serves as a key indicator of national progress because it plays a crucial role in developing qualified human resources. Developing countries often face challenges such as limited educational facilities, low teacher quality, and unequal access to education. In contrast, developed countries possess well-planned, technology-based education systems that balance theory and practice. Singapore is presented as an example of a developed country that has successfully built an effective education system through curriculum alignment with labor market needs, an emphasis on STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), and teacher development through institutions like the National Institute of Education (NIE). The study reveals that education quality depends on management effectiveness, teacher professionalism, and strong government policy support. Thus, education plays a vital role as a determinant of a nation\u27s advancement and societal welfare.Penelitian ini membahas pola penyelenggaraan pendidikan di negara berkembang dan negara maju, di ASIA Tenggara dengan fokus terhadap sistem, kualitas, dan strategi manajemen pendidikan yang digunakan. Pendidikan adalah komponen  penting kemajuan suatu bangsa yang berkontribusi besar pada pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Negara berkembang umumnya menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya mutu tenaga pendidik, serta ketimpangan akses terhadap pendidikan. Sebaliknya, negara maju memiliki sistem pendidikan yang terencana dengan baik, berbasis teknologi, dan menekankan keseimbangan antara teori dan praktik. Singapura menjadi contoh negara maju yang berhasil membangun sistem pendidikan efektif melalui penerapan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), dan pembinaan guru berkualitas oleh lembaga pelatihan seperti National Institute of Education (NIE). Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Negara berkembang dan maju sangat bergantung pada efektivitas manajemen, profesionalisme guru, serta dukungan kebijakan pemerintah

    DINAMIKA KONFLIK SOSIAL SISWA BARU DAN PERAN GURU DALAM MENGATASINYA : STUDI KASUS SISWA KELAS 7 DI SMP ZAMZAM INTEGRATED ISLAMIC SCHOOL

    Full text link
    This study aims to examine the role of teachers in overcoming conflicts that occur in new students, especially grade 7 students at Zamzam Integrated Islamic School (ZIIS). Using a descriptive-qualitative approach, this study reveals various types of conflicts experienced by students, such as individual conflicts, between individuals, and between individuals and groups. Factors that trigger conflict include emotional immaturity and family background (broken home). The research shows that teachers play an important role as mediators, non-judgmental companions, teachers of problem-solving skills, and communicators between schools and parents. These strategies are strengthened by the synergy between teachers, the support of the principal, and the involvement of parents through the “parent teaching” program. The results confirm that effective conflict management contributes to the creation of a comfortable, conducive learning environment that supports students\u27 character development. This study is expected to be a reference for other educational institutions in managing student conflicts constructively. Keywords: teacher role, conflict management, new studentsPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam mengatasi konflik yang terjadi pada siswa baru, khususnya siswa kelas 7 di SMP Zamzam Integrated Islamic School (ZIIS). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini mengungkapkan berbagai jenis konflik yang dialami siswa, seperti konflik individu, antar individu, dan antara individu dengan kelompok. Faktor-faktor pemicu konflik di antaranya ketidakdewasaan emosional dan latar belakang keluarga (broken home). Penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting sebagai penengah, pendamping tanpa menghakimi, pengajar keterampilan pemecahan masalah, serta komunikator antara sekolah dan orang tua. Strategi-strategi ini diperkuat oleh sinergi antar guru, dukungan kepala sekolah, dan keterlibatan orang tua melalui program “parent teaching”. Hasil penelitian menegaskan bahwa manajemen konflik yang efektif berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan belajar yang nyaman, kondusif, dan mendukung perkembangan karakter siswa. Studi ini diharapkan menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan lain dalam mengelola konflik siswa secara konstruktif. Kata Kunci: peran guru, manajemen konflik, siswa baru

    PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS APRESIASI DAN SANKSI: TELAAH KONSEPTUAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

    Full text link
    ABSTRACT Character education is a fundamental pillar in shaping the personalities of young generations with noble morals, preparing them to face global challenges. This article explores character education based on appreciation and sanction from the perspective of the Qur’an through a conceptual study employing a library research approach. The method utilized is qualitative with thematic analysis techniques applied to Qur’anic verses, classical and modern tafsir, as well as relevant Islamic education literature. The findings reveal that the Qur’an provides appreciation for positive behavior through promises of reward and spiritual motivation, while also emphasizing the importance of sanctions as an educative moral control. The integration of appreciation and sanction is proven to foster the development of disciplined, responsible character aligned with universal values. The implication of this research underscores the necessity of implementing proportional and humanistic appreciation and sanction models in character education within schools or madrasahs. Keywords: Character education, Appreciation, SanctionABSTRAK Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membentuk kepribadian generasi muda yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan global. Artikel ini membahas pendidikan karakter berbasis apresiasi dan sanksi dalam perspektif Al-Qur’an melalui kajian konseptual berbasis studi pustaka. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, tafsir, dan literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan penghargaan (apresiasi) terhadap perilaku positif melalui janji pahala dan motivasi spiritual, serta menegaskan pentingnya sanksi sebagai kontrol moral yang edukatif. Integrasi apresiasi dan sanksi terbukti mampu mendorong terbentuknya karakter disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada nilai-nilai luhur. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya penerapan model apresiasi dan sanksi yang proporsional dan humanis dalam pendidikan karakter di sekolah atau madrasah. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Apresiasi, Sanks

    STIMULASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI ISTIMA DAN TIKRAR UNTUK MENINGKATKAN PEMEROLEHAN KOSAKATA DI LPQ MANSYAUT THULAB MAJALENGKA

    Full text link
    Many non-formal religious educational institutions, such as madrasah diniyah, Islamic boarding school, and Quranic Education Institution (LPQ), have made Arabic as a mandatory subject. However, the methods commonly used, such as memorizing, tend to be conservative. It made the learning process monotonous and less effective for vocabulary building. To address this, a community service program was conducted at LPQ Mansyaut Thulab Rajagaluh, Majalengka, using istima (listening) and tikrar (repetition) methods to improve vocabulary learning. The program employed a learning service approach to identify challenges and propose practical solutions, including the development of cost-effective learning media to support vocabulary and interactive games to reinforce learned vocabulary. Games, like HTST (Count, Clap, Speak, and Translate), throw the ball, and puzzles, were integrated to make learning enjoyable while accommodating auditory, visual, and kinesthetic learning styles. As a result, students found it easier and faster to grasp new vocabulary, and their enthusiasm for learning increased due to the fun and engaging activities. This initiative not only improved students’ vocabulary acquisition, but also created a dynamic, creative, and effective learning environment tailored to their needs and characteristics.Sudah lama bahasa Arab diajarkan di berbagai lembaga pendidikan nonformal, salah satunya di Lembaga Pendidikan Quran, sayangnya metode yang digunakan cenderung masih konserfatif.  Maka diperlukannya upaya untuk memberikan stimulasi pembelajaran bahasa Arab yang lebih menarik dan efektif dengan menggunakan metode istima (mendengarkan) dan tikrar (pengulangan) dalam rangka meningkatkan pemerolehan kosakata siswa di LPQ Mansyaut Thulab Rajagaluh, Majalengka, melalui pendekatan community service. Adapun, bentuk pendampingan yang dilakukan, meliputi pembuatan media pembelajaran yang murah dan praktis sebagai alat peraga dalam mendukung proses stimulasi yang diberikan melalui metode istima serta perancangan beberapa permainan interaktif yang dapat digunakan untuk memperkuat (tikrar) pemerolehan kosakata yang sudah diajarkan. Hasil dari kegiatan pendampingan ini menunjukkan beberapa perkembangan positif, yaitu 1) kemudahan dan kecepatan belajar, para siswa merasa lebih mudah dan cepat dalam belajar bahasa Arab karena adanya media pembelajaran yang digunakan saat mengenalkan kosakata baru; dan 2) pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, para siswa lebih antusias dalam belajar karena mereka bisa belajar sambil melakukan permainan edukatif, seperti HTST (Hitung, Tepuk, Sebutkan, & Terjemahkan), lempar bola, dan puzzles. Permainan ini dirancang agar siswa tidak hanya belajar secara audiotoris, tetapi juga memanfaatkan kemampuan visual dan kinestetik. Dengan demikian, pendampingan yang dilakukan tidak hanya membantu dalam meningkatkan penguasaan kosakata, namun dapat menciptakan suasana pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, sesuai dengan kabutuhan dan karakteristik siswa

    224

    full texts

    251

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Irfani
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇