12 research outputs found
THE EFFECT OF SHOPEE FEATURE FACILITIES AND PROMOTIONS ON THE CONSUMPTIVE BEHAVIOR OF SULTAN AJI MUHAMMAD IDRIS SAMARINDA STATE ISLAMIC UNIVERSITY STUDENTS
Purpose: The study aims to analyze the impact of Shopee features facilities and promotions on the consumer behavior of FEBI Islamic State University Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda students to understand to what extent these factors influence student consumption decisions.
Design/methodology/approach: The study uses quantitative descriptive research through data collection techniques in online questionnaires using 96 samples obtained using the Slovin formula (5%).
Findings: The results of this research show that facility features and promotions simultaneously influence the consumer behavior of UINSI Samarinda students. Partially, the facility features have no influence on the consumer behavior of UINSI Samarinda students. However, the promotion variable has a positive and significant effect on consumer behavior of UINSI Samarinda students.
Research implications: Every modification in the promotion shop application will affect the behavior of consumer students
Geologi dan Paleogeografi Daerah Kalinusu dan Sekitarnya, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah
Stratigrafi regional daerah Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah memiliki lingkungan pengendapan yang relatif berbeda terdiri dari Formasi Kalibiuk, Formasi Kaliglagah yang terendapkan pada lingkungan marine, Formasi Mengger dan Formasi Gintung yang terendapkan pada lingkungan non marine (Kastowo dan Suwarna,1996). Hal tersebut menjadi dasar untuk mengetahui paleogeografi daerah Kalinusu melalui analisis korelasi fasies. Penelitian bertujuan mengetahui kondisi geologi dan mengidentifikasi korelasi asosiasi fasies dengan rekonstruksi paleogeografi pada derah penelitian dengan menggunakan metode pemetaan geologi lapangan dengan analisis data berupa data geomorfologi, struktur geologi, petrografi, litostratigrafi, dan biostratigrafi. Berdasarkan analisis geomorfologi, daerah penelitian terdiri dari Satuan Lembah Antiklin Kalinusu, Satuan Lembah Sinklin Kalinusu, dan Satuan Dataran Denunadasional Struktur Sesar Kalinusu. Secara stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda tersusun atas satuan batulempung-batupasir karbonat, satuan batupasir silang siur berbutir kasar, satuan batupasir berbutir sedang dan satuan batupasir berbutir kasar karbonat. Pada daerah penelitian terdapat struktur geologi berupa Sinklin Kalinusu, Antiklin Kalinusu Dan Sesar Mendatar Kiri Kalinusu. Berdasarkan asosiasi fasies dengan pendekatan model fasies Nichols, 1988, rekonstruksi paleogeografi daerah penelitian terbagi menjadi 5 tahapan event perubahan asosiasi fasies yaitu pada N19 – N20 terendapkan fasies offshore dengan pengendapan prograding, Pada N20 – N21 mengalami prograding terendapkan fasies beach kemudian terjadi retrograding dan terendapkan fasies shoreface, Pada N21 – N22 terjadi pengendapan prograding sehingga terendapkan fasies braided channel fluvial system, dan pada N22 – N23 terjadi kembali pengendapan retrograding sehingga terendapkan fasies shoreface
Pelatihan Penulisan Makalah Menggunakan Aplikasi Microsoft Word Di MA Nurul Huda Mereng Pemalang
Kegiatan pelatihan penulisan makalah menggunakan program aplikasi Microsoft Word ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan literasi digital dan keterampilan akademik siswa MA Nurul Huda Mereng di Pemalang. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman siswa dalam menyusun karya ilmiah secara sistematis. Pelatihan diikuti oleh 22 peserta. Metode pelaksanaan menggabungkan penjelasan konsep secara teoritis dengan praktik langsung melalui pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman dalam menyusun makalah sesuai kaidah ilmiah, seperti pembuatan halaman sampul, struktur isi, penomoran halaman, dan referensi. Kesimpulannya, program ini terbukti efektif dalam membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi tuntutan penyusunan karya ilmiah di tingkat madrasah maupun jenjang pendidikan lebih lanjut, serta menumbuhkan minat terhadap pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.Kegiatan pelatihan penulisan makalah menggunakan program aplikasi Microsoft Word ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan literasi digital dan keterampilan akademik siswa MA Nurul Huda Mereng di Pemalang. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman siswa dalam menyusun karya ilmiah secara sistematis. Pelatihan diikuti oleh 22 peserta. Metode pelaksanaan menggabungkan penjelasan konsep secara teoritis dengan praktik langsung melalui pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman dalam menyusun makalah sesuai kaidah ilmiah, seperti pembuatan halaman sampul, struktur isi, penomoran halaman, dan referensi. Kesimpulannya, program ini terbukti efektif dalam membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi tuntutan penyusunan karya ilmiah di tingkat madrasah maupun jenjang pendidikan lebih lanjut, serta menumbuhkan minat terhadap pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran
Biostratigrafi Dan Sedimentologi Plio-Pleistosen Daerah Bumiayu - Tonjong, Jawa Tengah
Batuan sedimen Plio-Pleistosen yang termasuk kedalam unit stratigrafi Formasi Kalibiuk, Formasi Kaliglagah, Formasi Mengger, dan Formasi Gintung. Batuan sedimen pada formasi – formasi tersebut tersebar pada Daerah Bumiayu - Tonjong. Penelitian formasi – formasi tersebut masih sedikit, khususnya yang membahas biostratigrafi dan paleogeografi. Tujuan penelitian ini untuk interpretasi biostratigrafi dan sedimentologi formasi – formasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis biostratigrafi untuk penentuan umur relatif, analisis arus purba, dan pengukuran penampang stratigrafi pada keempat formasi yang dapat menjadi penentu interpretasi lingkungan pengendapan berdasarkan pendekatan analisis litofasies dan asosiasi fasies. Hasil penelitian menunjukkan adanya 9 litofasies, yaitu: Litofasies Batulempung (Fm); Litofasies Batupasir Laminasi (Sh); Litofasies Batupasir Swaley (Ssc); Litofasies Batupasir Planar Cross Bed (Sp); Litofasies Batupasir Through Cross Bed (St); Litofasies Batupasir Low Angle Bed (Sl); Litofasies Batupasir Scours (Ss); Litofasies Konglomerat Clastic Supported (Gcs); Litofasies Konglomerat Planar Cross Bed (Gp). Analisis biostatigrafi dan analisis litofasies menunjukkan bahwa Formasi Kalibiuk berumur Pliosen Tengan yang terendapkan pada lingkungan laut dangkal tepatnya pada offshore, Formasi Kaliglagah berumur Pliosen Akhir yang terendapkan pada lingkungan laut dangkal tepatnya pada shoreface, Formasi Mengger berumur Pleistosen Awal yang terendapkan pada lingkungan transisi tepatnya pada beach, dan Formasi Gintung berumur Pleistosen Akhir yang terendapkan pada lingkungan darat tepatnya pada braided channel fluvial. Analisis arus purba menunjukkan bahwa arah orientasi pengendapan sedimen pada formasi – formasi tersebut ke arah timur – tenggara
Asosiasi Fasies dan Lingkungan Pengendapan Batuan Sedimen Pliosen-Pleistosen Lembah Bumiayu, Jawa Tengah
Stratigrafi regional pada Lembah Bumiayu memiliki lingkungan pengendapan yang relatif berbeda terdiri dari Formasi Kalibiuk, Formasi Kaliglagah yang terendapkan pada lingkungan laut, Formasi Mengger dan Formasi Gintung yang terendapkan pada lingkungan non laut. Secara stratigrafi daerah penelitian tersusun atas 10 litofasies secara deskriptif, yaitu batulempung masif karbonat (Fm), batupasir sedang laminasi karbonat (Sh), batupasir kasar silang-siur (Sp), batupasir kasar laminasi (Sh), batupasir kasar laminasi karbonat (Sh), batupasir sedang silang-siur karbonat (Sp), Konglomerat massif karbonat (Gcm), Konglomerat massif (Gcm), Batupasir sedang silang-siur (St), dan batupasir sedang laminasi (Sh). Berdasarkan asosiasi fasies dengan pendekatan model fasies, rekonstruksi paleogeografi daerah penelitian terbagi menjadi 5 tahapan event perubahan asosiasi fasies yaitu pada N19 – N20 terendapkan fasies offshore dengan pengendapan progradasi, Pada N20 – N21 mengalami progradasi terendapkan fasies beach kemudian terjadi retrogradasi dan terendapkan fasies shoreface, Pada N21 – N22 terjadi pengendapan progradasi sehingga terendapkan fasies braided channel fluvial system, dan pada N22 – N23 terjadi kembali pengendapan retrogradasi sehingga terendapkan fasies shoreface.The regional stratigraphy of the Bumiayu Valley, Brebes Regency, Central Java has a relatively different depositional environment consisting of the Kalibiuk Formation, the Kaliglagah Formation which is deposited in the marine environment, the Mengger Formation and the Gintung Formation which are deposited in the non-marine environment. This becomes the basis for knowing the paleogeography of the Bumiayu Valley through facies correlation analysis. This study aims to determine the geological conditions and identify the correlation of facies associations with paleogeographic reconstruction in the study area using geological field mapping methods with data analysis in the form of lithostratigraphy. Based on the facies association, the paleogeographic reconstruction of the research area was divided into 5 stages of the facies association change event, namely at N19 - N20 deposited offshore facies with deposition of progression, N20 - N21 experienced deposited beach facies prograding then retrograding and depositing facies shoreface, At N21 - N22 there was prograding deposition so that the braided channel fluvial system facies were deposited, and at N22 - N23 retrograding deposition occurred so that the shoreface facies were deposited
Edukasi Pencegahan Perilaku Berisiko di Kalangan Pelajar: Strategi Mengatasi Perundungan, Kekerasan Seksual, Pornografi, Rokok dan Zat Adiktif di Sekolah Menengah Atas
Remaja berusia 10-19 tahun sering terjerumus ke dalam perilaku berisiko seperti perundungan, kekerasan seksual, dan penggunaan zat adiktif, yang berdampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan sosial mereka. Intervensi dengan melakukan edukasi yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka tentang risiko tersebut. Kegiatan edukasi di SMAN 4 Mataram dan SMAN 3 Selong bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai perilaku negatif. Metode pembelajaran oleh teman sebaya (peer-education) terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, dengan peningkatan signifikan yang terlihat pada hasil pre-test dan post-test mereka. Persentase siswa yang tidak paham menurun dari 45% menjadi 18%, sementara yang sangat paham meningkat dari 3% menjadi 22%. Edukasi ini berhasil mencapai tujuannya dan menunjukkan perubahan positif dalam pemahaman siswa.Adolescents aged 10-19 often fall into risky behaviors such as bullying, sexual violence, and addictive substance use, which negatively impact their physical, mental, and social health. Therefore, proper education is essential to increase their awareness and understanding of these risks. Educational activities at SMAN 4 Mataram and SMAN 3 Selong aim to increase student awareness about negative behavior. By using the peer-education learning method, the team succeeded in improving the students' understanding, as seen from the results of the pre-test and post-test which showed a significant increase in understanding. The percentage of students who do not understand decreased from 45% to 18%, while those who do not understand very well increased from 3% to 22%. This education successfully achieved its goals and showed a positive change in student understanding
Pembelajaran PPKn di Masa Pandemi Covid-19: Integrasi Learning Management System dan Online Assessment di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta
Pandemi virus Corona atau Covid-19 Pandemi merupakan kondisi yang tidak diinginkan yang terjadi di seluruh dunia. Dampak Covid-19 adalah beberapa kegiatan yang seharusnya dilakukan secara berkelompok atau bersama-sama merupakan kegiatan sehari-hari harus mengalami pembatasan. Semua sektor dipengaruhi oleh pembatasan ini sehingga aktivitas di semua sektor di transfer secara online. Salah satunya bidang pendidikan, kegiatan belajar mengajar dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran online. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Google Classroom Learning Management System dan Google Meet sebagai Online Assessment pembelajaran PPKn pada masa pandemi Covid-19 di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran PPKn dan siswa kelas 9A Global. Teknik analisis data yang digunakan adalah menarik kesimpulan dari hasil wawancara dan observasi. Hasil riset menunjukkan bahwa tulisan ini merupakan fakta yang diperoleh dalam pelaksanaan observasi yang dilakukan terhadap pembelajaran PPKn pada saat pandemi Covid-19 di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta selama pandemi Covid-19.The Corona virus pandemic or the Covid-19 Pandemic is an undesirable condition that occurs around the world. The impact of Covid-19 is that several activities that should be carried out in groups or collectively and constitute daily activities must experience restrictions. All sectors are affected by this restriction so that activities in all sectors are transferred online. One of them is the education sector, teaching and learning activities are shifted into distance learning or online learning. This article aims to describe the usage Google Classroomas Learning Management Systemand Google Meet as an Online Assessment of PPKn learning during the Covid-19 pandemic at SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. This study used a qualitative approach with data collection techniques using the method of observation and interviews with PPKn subject teachers and students of class 9A Global. The data analysis technique used is drawing conclusions from the results of interviews and observations. The results of this article are facts obtained in the implementation of observations made on PPKn learning during the Covid-19 pandemic at SMP Muhammadiyah 7 Surakarta.during the Covid-19 pandemic
DISTRIBUSI UKURAN KRISTAL LAVA SLAMET MUDA BERKAITAN DENGAN WAKTU PERGERAKAN MAGMA DI DALAM PIPA GUNUNGAPI
Gunung Slamet merupakan gunung api Strato yang terletak di Jawa Tengah. Gunung ini melingkupi daerah Purwokerto, Purbalingga, Pemalang, Bumiayu, dan Tegal. Secara stratigrafi terbagi menjadi Slamet Tua dan Slamet Muda, tersusun atas lava dan piroklastik. Produk Slamet Tua memiliki komposisi basaltik andesitik hingga andesitik, sedangkan Slamet Muda basaltik hingga basaltik andesitik. Berdasarkan catatan sejarah, periode erupsi Gunung Slamet terbagi menjadi 1 tahunan, 3 – 5 tahunan, 10 – 15 tahunan dan terpanjang adalah 53 tahunan. Karakter erupsi menghasilkan jatuhan skoria, lava pijar, dan kubah lava. Perbedaan periode dan karakter erupsi mencerminkan dinamika magma. Penelitian bertujuan mempelajari dinamika magma erupsi efusif Gunung Slamet dengan pendekatan distribusi ukuran kristal dan analisis tekstur mineral plagioklas dari lava Slamet Muda. Studi distribusi ukuran kristal dan tekstur mineral terbatas hanya pada pengamatan petrografi dan digitasi manual menggunakan software ImageJ, CSDslice dan CSDcorrection. Produk lava slamet muda berwarna abu-abu kehitaman, struktur kekar kolom, tekstur porfiritik, tersusun atas fenokris plagioklas, olivin, dan piroksen. Sebaran lava slamet muda sejauh 9 – 16 km dari kawah dengan tebal 4 – 5 m. Secara petrografi menunjukan tekstur seriate, glomerocrysts, zoning dan sieve pada mineral plagioklas. Tekstur seriate mencerminkan perubahan ukuran kristal dari fenokris hingga mikrolit. Distribusi ukuran kristal plagioklas terbagi menjadi fenokris, (>0,5 mm), mikro-fenokris (0,05 - 0,05 mm), dan mikrolit (<0,05mm). Kurva distribusi ukuran kristal terbagi menjadi dua segmen yaitu mikrofenokris dengan slope terjal -12,38 dan fenokris memiliki slope landai -3,35. Perubahan slope mencerminkan perubahan kondisi lingkungan pembentukan kristal. Nilai slope untuk menghitung magma residence time (T=(-1/G*slope)/3536000)), dengan asumsi G adalah 10-8 dan 10 – 9. Hasil perhitungan menunjukan magma residence time pada fenokris memiliki waktu 9,4 tahun dan mikrofenokris memiliki waktu 3 bulan. Hal ini sesuai dengan periode erupsi 10 tahunan sedangkan 3 bulan adalah waktu magma tersimpan dan bergerak di dalam pipa gunung api sebelum erupsi. Hal ini mirip dengan peningkatan status dari waspada (Mei 2014) menjadi siaga (Agustus 2014)
ANALISIS PERMASALAHAN SISWA KELAS X MENGGUNAKAN METODE EMPHATIZING DI SMA NEGERI 78 JAKARTA
Problem analysis is one of the important stages in implementing guidance and counseling services in schools. One method that can be used to conduct problem analysis is the empathizing method in Design Thinking. Design Thinking (DT) is one of the methods widely used to solve problems creatively with a focus on understanding user needs. This study aims to explore the problems faced by class X students at SMA Negeri 78 Jakarta. These problems are explored based on four aspects of guidance and counseling: personal, social, academic, and career aspects. Data collection was carried out through in-depth interviews, the results of which were analyzed with extreme users. Extreme users is a technique to build empathy and truly understand the problems faced by extreme users, which aims to help reframe problems and uncover new insights. The results of the study show several problems in the four aspects of BK services faced by class X students of SMAN 78 Jakarta. These problems include not having good self-control, especially in time management, not being able to determine priorities, not having emotional maturity, lacking self-confidence, being closed off from their social environment, liking to procrastinate on assignments, lack of motivation to study, and lack of knowledge about the world of college, including majors, entry routes and the variety of universities that are most likely to be of interest.Analisis permasalahan merupakan salah satu tahapan penting dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan analisis permasalahan adalah metode empathizing dalam Design Thinking. Design Thinking (DT) merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk memecahkan masalah secara kreatif dengan fokus pada pemahaman kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menggali permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh siswa Kelas X di SMA Negeri 78 Jakarta. Permasalahan-permasalahan ini digali berdasarkan empat aspek bimbingan dan konseling yaitu aspek pribadi, sosial, akademik, dan aspek karir. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik in-depth interview yang hasilnya dianalisis dengan extreme users. Extreme users merupakan teknik untuk membangun empati dan benar-benar memahami masalah yang dihadapi pengguna ekstrem yang bertujuan untuk membantu membingkai ulang masalah dan mengungkap wawasan baru. Hasil penelitian menunjukkan beberapa permasalahan pada empat aspek layanan BK yang dihadapi oleh siswa kelas X SMAN 78 Jakarta. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain belum memiliki kontrol diri yang baik terutama dalam manajemen waktu, belum dapat menentukan skala prioritas, belum memiliki kematangan emosi, kurang percaya diri, tertutup dengan lingkungan sosialnya, suka menunda-nunda tugas, motivasi belajar, dan kurangnya pengetahuan tentang seputar dunia perkuliahan baik dari jurusan, jalur masuk dan ragam universitas yang paling mungkin diminati.
Analysis of the Shooting Ability of Futsal Extracurricular Students at Budi Murni 3 High School in Medan
The purpose of this study was to determine the level of futsal shooting skills of extracurricular students of SMA Budi Murni 3 Medan. This study was conducted at SMA Budi Murni 3 Medan, Medan City, North Sumatra Province. The method and type of research used in this study were quantitative descriptive. The population in this study were all 10 students of SMA Budi Murni 3 Medan\u27s futsal extracurricular activities. The number of samples in this study was all 10 students who took part in the SMA Budi Murni 3 Medan extracurricular activities. obtained by total sampling technique. The research instrument for data collection with tests and measurements was the Futsal Shooting Accuracy Test. The study was conducted. The research time was carried out for approximately 1 month. In one week, two meetings were held every Monday and Wednesday at 16.00, the meetings were 8 times. To see the shooting ability, survey and test calculations were used. From the results of the test, the level of shooting ability of extracurricular futsal students at SMA Budi Murni 3 Medan was mostly in the sufficient category
