Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
    744 research outputs found

    Evaluasi Potensi Antioksidan Ekstrak Biji Pala melalui Metode DPPH: Implikasi Awal untuk Aplikasi dalam Peternakan Modern

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak biji pala (Myristica fragrans) menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) sebagai langkah awal dalam mengkaji potensi aplikasinya di bidang peternakan modern. Ekstrak biji pala diuji pada berbagai konsentrasi (1,9–125 ppm), dan aktivitas antioksidannya diukur berdasarkan persen inhibisi terhadap radikal bebas DPPH. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi, dengan nilai IC₅₀ sebesar 5,38 ppm, yang mengindikasikan potensi antioksidan yang kuat. Analisis fitokimia menunjukkan keberadaan senyawa flavonoid (1,1099 mg EQ/g) dan fenol (45,6512 mg EGA/g), dua komponen bioaktif yang berperan penting dalam mekanisme penangkal radikal bebas. Temuan ini mendukung bahwa ekstrak biji pala berpotensi dikembangkan sebagai aditif alami, baik dalam formulasi pakan maupun pengawet hasil ternak. Studi ini memberikan dasar ilmiah untuk eksplorasi lebih lanjut melalui analisis in vitro dalam konteks aplikasi peternakan fungsional yang berorientasi pada peningkatan kesehatan dan kualitas produk ternak

    Strategi Adaptasi Dosen PTS dalam Mencapai Work-life Balance: Studi Kasus Pada Universitas Madako Tolitoli

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi adaptasi dosen Universitas Madako Tolitoli dalam mencapai work-life balance (WLB) di tengah tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang multifaset. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data utama dari dosen lintas fakultas dan jenjang karier, serta didukung analisis dokumen. Penelitian ini menemukan bahwa WLB dosen sangat bergantung pada agensi dan strategi proaktif individu. Tiga tema utama strategi adaptasi yang teridentifikasi dari penelitian ini meliputi: (1) Manajemen waktu dan prioritas adaptif, di mana dosen secara fleksibel mengatur jadwal harian dan mingguan mereka, termasuk alokasi blok waktu khusus untuk riset dan keluarga, serta menerapkan batasan yang tegas antara ranah kerja dan personal. (2) Pencarian dan pemanfaatan dukungan sosial, baik dari rekan kerja melalui sistem dukungan sejawat informal maupun dari keluarga (terutama pasangan), yang terbukti krusial dalam menyeimbangkan tuntutan profesional dan domestik. (3) Pengembangan resiliensi dan penetapan batasan pribadi, di mana dosen belajar untuk mengelola tekanan kerja secara efektif, berani mengatakan "tidak" pada beban berlebih, dan memahami WLB sebagai proses berkelanjutan yang membutuhkan penyesuaian pola pikir. Meskipun kebijakan WLB formal mungkin belum komprehensif di Universitas Madako Tolitoli, penelitian ini menyoroti bahwa fleksibilitas informal dan pemahaman dari atasan langsung turut berperan sebagai faktor pendukung adaptasi individu. Hal ini mengindikasikan signifikansi budaya organisasi yang suportif. Secara keseluruhan, penelitian ini memperkaya literatur WLB dengan perspektif mikro yang mendalam, menekankan bahwa keseimbangan kerja-hidup sangat bergantung pada inisiatif pribadi dan dukungan sosial, di samping kebijakan institusi. Implikasi praktis bagi manajemen sumber daya manusia di Perguruan Tinggi Swasta adalah pentingnya tidak hanya merancang kebijakan formal, tetapi juga menciptakan lingkungan dan budaya yang mendorong fleksibilitas, dukungan rekan kerja, serta pengembangan manajemen diri dan resiliensi dosen

    A Transformasi Sampah Organik Menjadi Pupuk Produktif

    No full text
    Permasalahan sampah organik menjadi tantangan lingkungan yang serius, termasuk di lingkungan pesantren yang memiliki aktivitas harian cukup tinggi. Tanpa pengelolaan yang tepat, sampah organik seperti sisa makanan, dedaunan, dan limbah pertanian dapat menimbulkan pencemaran, bau tidak sedap, hingga menjadi sumber penyakit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pelatihan dan pendampingan transformasi sampah organik menjadi pupuk produktif di Pondok Pesantren An-Nur. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik pembuatan pupuk organik menggunakan metode kompos sederhana, serta monitoring dan evaluasi hasil. Santri dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan proses, mulai dari pemilahan sampah, pengomposan menggunakan bioaktivator alami, hingga pemanfaatan hasil pupuk untuk pertanian pesantren. Hasil menunjukkan bahwa pesantren mampu mengelola sampah organiknya secara mandiri dan menghasilkan pupuk yang berkualitas. Pupuk yang dihasilkan terbukti meningkatkan pertumbuhan tanaman hortikultura di lingkungan pesantren. Selain memberikan manfaat ekologis dan ekonomis, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan spiritual. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah organik, tetapi juga menjadi model pembelajaran berbasis aksi yang berkelanjutan. Keberhasilan ini membuka peluang bagi pengembangan program serupa di pesantren lain, serta mendorong terbentuknya budaya ramah lingkungan dalam kehidupan santri sehari-hari.Permasalahan sampah organik menjadi tantangan lingkungan yang serius, termasuk di lingkungan pesantren yang memiliki aktivitas harian cukup tinggi. Tanpa pengelolaan yang tepat, sampah organik seperti sisa makanan, dedaunan, dan limbah pertanian dapat menimbulkan pencemaran, bau tidak sedap, hingga menjadi sumber penyakit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pelatihan dan pendampingan transformasi sampah organik menjadi pupuk produktif di Pondok Pesantren An-Nur. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik pembuatan pupuk organik menggunakan metode kompos sederhana, serta monitoring dan evaluasi hasil. Santri dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan proses, mulai dari pemilahan sampah, pengomposan menggunakan bioaktivator alami, hingga pemanfaatan hasil pupuk untuk pertanian pesantren. Hasil menunjukkan bahwa pesantren mampu mengelola sampah organiknya secara mandiri dan menghasilkan pupuk yang berkualitas. Pupuk yang dihasilkan terbukti meningkatkan pertumbuhan tanaman hortikultura di lingkungan pesantren. Selain memberikan manfaat ekologis dan ekonomis, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan spiritual. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah organik, tetapi juga menjadi model pembelajaran berbasis aksi yang berkelanjutan. Keberhasilan ini membuka peluang bagi pengembangan program serupa di pesantren lain, serta mendorong terbentuknya budaya ramah lingkungan dalam kehidupan santri sehari-hari

    Prosedur Pendirian Koperasi ANALISIS PROSEDUR PENDIRIAN KOPERASI SIMPAN PINJAM PADA DINAS KOPERASI KABUPATEN BANDUNG: Prosedur Pendirian Koperasi

    No full text
    Analisis Prosedur Pendirian Koperasi Simpan Pinjam Pada Dinas Koperasi Kabupaten Bandung Koperasi memegang peranan penting dalam memperkuat perekonomian anggota dan masyarakat, dengan mengedepankan prinsip kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Proses pendirian koperasi merupakan langkah krusial yang bertujuan untuk menjamin keberlanjutan dan ketahanan usaha di tengah perubahan sosial dan ekonomi. Sebagai wadah kolektif, koperasi berfungsi untuk memenuhi berbagai kebutuhan anggotanya, mulai dari simpan pinjam, konsumsi, produksi, hingga pemasaran dan jasa. Agar koperasi dapat beroperasi secara efektif, diperlukan struktur modal yang solid, legalitas yang jelas, serta prosedur pendirian yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Penelitian ini juga menguraikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pendirian koperasi di Kabupaten Bandung, seperti minimnya pemenuhan persyaratan administrasi, keterbatasan sumber daya manusia, dan masalah permodalan. Selain itu, studi ini menawarkan strategi pengembangan koperasi yang menekankan pada penerapan tata kelola yang baik, promosi keanggotaan, serta inovasi produk simpan pinjam, guna mendukung keberlanjutan usaha koperasi.Koperasi memegang peranan penting dalam memperkuat perekonomian anggota dan masyarakat, dengan mengedepankan prinsip kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Proses pendirian koperasi merupakan langkah krusial yang bertujuan untuk menjamin keberlanjutan dan ketahanan usaha di tengah perubahan sosial dan ekonomi. Sebagai wadah kolektif, koperasi berfungsi untuk memenuhi berbagai kebutuhan anggotanya, mulai dari simpan pinjam, konsumsi, produksi, hingga pemasaran dan jasa. Agar koperasi dapat beroperasi secara efektif, diperlukan struktur modal yang solid, legalitas yang jelas, serta prosedur pendirian yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Penelitian ini juga menguraikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pendirian koperasi di Kabupaten Bandung, seperti minimnya pemenuhan persyaratan administrasi, keterbatasan sumber daya manusia, dan masalah permodalan. Selain itu, studi ini menawarkan strategi pengembangan koperasi yang menekankan pada penerapan tata kelola yang baik, promosi keanggotaan, serta inovasi produk simpan pinjam, guna mendukung keberlanjutan usaha koperasi

    Analisis Aspek Pemasaran Dalam Meningkatkan Daya Saing Usaha Toko Sayur Mayur Desa Bogempinggir Kecamatan Balongbendo Dalam Perspektif Studi Kelayakan Bisnis

    Full text link
    Toko sayur memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek pemasaran dalam meningkatkan daya saing usaha toko sayur di Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi strategi pemasaran yang inovatif, seperti menjalin kemitraan dengan petani lokal, menyediakan layanan pemesanan online, serta menawarkan paket hemat yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran berbasis empat pilar pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran terpadu, dan profitabilitas dapat membantu menghadapi tantangan yang muncul, seperti fluktuasi harga dan kompetisi dengan minimarket. Penelitian ini memberikan wawasan untuk mengembangkan toko sayur secara berkelanjutan dan berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan.Toko sayur memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek pemasaran dalam meningkatkan daya saing usaha toko sayur di Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi strategi pemasaran yang inovatif, seperti menjalin kemitraan dengan petani lokal, menyediakan layanan pemesanan online, serta menawarkan paket hemat yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran berbasis empat pilar pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran terpadu, dan profitabilitas dapat membantu menghadapi tantangan yang muncul, seperti fluktuasi harga dan kompetisi dengan minimarket. Penelitian ini memberikan wawasan untuk mengembangkan toko sayur secara berkelanjutan dan berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan

    Pengembangan Produk Bumbu Penyedap Lokal dari Ikan Nike dan Tongkol Asap dengan Teknik Penyangraian Bertahap

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi suhu penyangraian terhadap kandungan protein dan mutu sensorik bumbu penyedap berbasis ikan nike dan ikan tongkol asap. Lima perlakuan suhu (70 °C, 80 °C, 90 °C, 100 °C, dan 110 °C) diterapkan dalam proses penyangraian, kemudian dianalisis menggunakan metode spektrofotometri untuk kadar protein dan uji organoleptik skala hedonik 1–5 oleh panelis semi terlatih. Hasil menunjukkan bahwa kadar protein meningkat seiring naiknya suhu, dengan nilai tertinggi pada suhu 110 °C (65,80%). Namun, perlakuan optimal secara sensorik ditemukan pada suhu 100 °C, dengan skor tertinggi untuk rasa (4,50), aroma (4,55), dan warna (4,45), serta kadar protein sebesar 63,10%. Penurunan skor pada suhu ekstrem diduga akibat perubahan karakteristik sensori akibat pemanasan berlebih. Kesimpulan menunjukkan bahwa suhu 100 °C merupakan kondisi terbaik untuk menghasilkan bumbu penyedap alami yang berkualitas secara gizi dan disukai secara sensorik.Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi suhu penyangraian terhadap kandungan protein dan mutu sensorik bumbu penyedap berbasis ikan nike dan ikan tongkol asap. Lima perlakuan suhu (70 °C, 80 °C, 90 °C, 100 °C, dan 110 °C) diterapkan dalam proses penyangraian, kemudian dianalisis menggunakan metode spektrofotometri untuk kadar protein dan uji organoleptik skala hedonik 1–5 oleh panelis semi terlatih. Hasil menunjukkan bahwa kadar protein meningkat seiring naiknya suhu, dengan nilai tertinggi pada suhu 110 °C (65,80%). Namun, perlakuan optimal secara sensorik ditemukan pada suhu 100 °C, dengan skor tertinggi untuk rasa (4,50), aroma (4,55), dan warna (4,45), serta kadar protein sebesar 63,10%. Penurunan skor pada suhu ekstrem diduga akibat perubahan karakteristik sensori akibat pemanasan berlebih. Kesimpulan menunjukkan bahwa suhu 100 °C merupakan kondisi terbaik untuk menghasilkan bumbu penyedap alami yang berkualitas secara gizi dan disukai secara sensorik

    Strategi Pemerintah Desa Dalam Pelestarian Hutan Mangrove Di Desa Sandana Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah desa dalam pelestarian hutan mangrove di Dusun Nelayan Desa Sandana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lima informan yang ditentukan secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peluang berupa dukungan kebijakan dan kolaborasi LSM, namun juga dihadapkan pada tantangan rendahnya kepedulian masyarakat dan lemahnya pengawasan. Strategi yang dijalankan mencakup penetapan tujuan konservasi jangka panjang, pelaksanaan reboisasi, serta edukasi kepada warga, namun masih ditemukan ketidakterlibatan masyarakat secara optimal dalam implementasi maupun evaluasi. Diperlukan penguatan koordinasi dan sistem pelaporan untuk efektivitas strategi pelestarian ke depan.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa bagaimana strategi pemerintah Desa Sandana dalam pelestarian hutan mangrove dengan menggunakan indikator yang di kemukakan oleh Hunger & Wheelen (2003:9) Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik analisis pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Dalam penelitian ini terdapat 5 informan yang dipilih melalui teknik purposive dan menjadi informan kunci adalah Sekretaris Desa Sandana. Berdasarkan hasil penelitian proses identifikasi dan evaluasi faktor eksternal yang mempengaruhi pelestarian hutan mangrove di Desa Sandana menunjukkan adanya kebijakan pemerintah dan dukungan dari LSM sebagai peluang besar. Namun, kurangnya kepedulian masyarakat, dan tantangan dalam implementasi kebijakan serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah. Pemerintah Desa Sandana, badan perwakilan desa, masyarakat, dan LSM, menetapkan tujuan jangka panjang yang spesifik, terukur, dapat dicapai, dan relevan terkait pelestarian hutan mangrove, sementara Badan Perwakilan Desa, masyarakat, dan LSM menunjukkan adanya kekurangan dalam sistem pemantauan dan evaluasi, serta kurangnya keterlibatan dan transparansi. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam koordinasi, sistem pelaporan, dan mekanisme umpan balik untuk mencapai tujuan organisasi secara lebih efektif

    Respon Pemberian Dosis Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.)

    No full text
    This study aims to determine the response of liquid organic fertilizer with different doses to the growth of cocoa seedlings. This study was conducted in Kalangkangan Village, Galang District, Tolitoli Regency, Central Sulawesi Province. The study was conducted from April to July 2018. This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 treatment levels, namely: No treatment (P0), liquid organic fertilizer dose of 1 ml / liter of water (P1), liquid organic fertilizer dose of 2 ml / liter of water (P2), liquid organic fertilizer dose of 3 ml / liter of water (P3), liquid organic fertilizer dose of 4 ml / liter of water (P4), and liquid organic fertilizer dose of 5 ml / liter of water (P5). Each treatment was repeated 3 times so that there were 18 research units. The results showed that the treatment of liquid organic fertilizer dose of 2 ml / liter of water gave better results on the growth of cocoa seedlings, both in the root length parameter, which was 51.53 cm. Likewise, in the root volume observation parameters, the provision of liquid organic fertilizer with a dose of 2 ml/liter of water also gave better results, namely an average of 11.00 ml, compared to other liquid organic fertilizer dose treatments.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan respon pemberian pupuk organik cair dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalangkangan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli Propinsi Sulawesi Tengah. Penelitian dilaksakanan dari bulan April samapi dengan dengan Juli 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu : Tanapa perlakuan (P0), dosis pupuk organik cair 1 ml/liter air (P1), dosis pupuk organik cair 2 ml/liter air (P2), dosis pupuk organik cair 3 ml/liter air (P3), dosis pupuk organik cair 4 ml/liter air (P4), dan dosis pupuk organik cair 5 ml/liter air (P5). Setiap perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 unit penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk organik cair 2 ml/liter air, memberikan hasil yang lebih baik pada pertumbuhan bibit tanaman kakao, baik pada parameter Panjang akar yaitu 51,53 cm. demikian pula pada parameter pengamatan volume akar, pemberian pupuk organik cair dengan dosis 2 ml/liter air juga memberikan hasil yang lebih baik yaitu rata-rata 11,00 ml, disbanding dengan  perlakuan dosis pupuk organik cair lainnya

    Analisis Pendapatan Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur Di CV Balita Madani Desa Soulove Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi

    Full text link
    This study aims to analyze the income of layer chicken farming by calculating production costs, revenue, and net profit. The research employed a descriptive quantitative method with a case study approach on a layer poultry farming unit. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed by calculating variable costs, fixed costs, total costs, revenue, and income. The results showed that the total variable cost reached IDR 2,398,000,000, while the fixed cost was IDR 230,353,000, resulting in a total production cost of IDR 2,628,353,000. Revenue was obtained from the sales of 96,725 racks of eggs and 1,800 culled hens, with a total value of IDR 4,424,625,000. The net income generated amounted to IDR 1,796,272,000, indicating that layer chicken farming is economically feasible and has promising business prospects. These findings emphasize that efficient management of production costs, particularly feed costs, plays a crucial role in improving the profitability of layer poultry farming.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usaha peternakan ayam ras petelur melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan bersih. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada unit usaha peternakan ayam ras petelur. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menghitung biaya variabel, biaya tetap, total biaya, penerimaan, serta pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya variabel mencapai Rp2.398.000.000, sedangkan biaya tetap sebesar Rp230.353.000, sehingga total biaya produksi sebesar Rp2.628.353.000. Penerimaan diperoleh dari penjualan telur sebanyak 96.725 rak dan ayam afkir 1.800 ekor dengan total nilai Rp4.424.625.000. Pendapatan bersih yang dihasilkan sebesar Rp1.796.272.000, yang menunjukkan bahwa usaha ayam ras petelur layak dikembangkan dan memiliki prospek ekonomi yang menguntungkan. Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi pengelolaan biaya produksi, khususnya pada komponen pakan, sangat penting dalam meningkatkan profitabilitas usaha peternakan ayam ras petelur

    Partisipasi Politik Suku Lauje Dalam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 Di Desa Anggasan Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli

    No full text
    Suku Lauje merupakan kelompok minoritas juga memiliki hak yang sama seperti sebagai WNI lainnya untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik Suku Lauje dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 di Desa Anggasan Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial dan analisis tema kultural. Penelitian ini menggunakan 9 informan yang dipilih dengan teknik purposive, adapun yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini yaitu Kepala Desa Anggsan. Penelitian ini meminjam teori kesadaran politik, hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Segi kesadaran politik, indikator ini belum optimal, karena masih ada masyarakat dari Suku Lauje tidak berpartisipasi dalam Pilkada meskipun sebagian dari mereka menyadari pentingya hak pilih, bahkan ada beberapa di antara mereka belum mengetahui apa itu Pilkada. 2) Segi kepercayaan kepada pemerintah, indikator ini juga belum berjalan optimal karena masyarakat Suku Lauje khususnya yang tinggal di Dusun Sinungkud menunjukkan kepercayaan kepada pemerintah, tetapi meraka masih merasa kurang diperhatikan terutama dalam hal bantuan dan pembangunan infrastruktur. Kondisi ini menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya partisipasi politik Suku Lauje dalam Pilkada. 3) Segi status sosial, indikator ini belum berjalan maksimal sebab masih ada masyarakat Suku Lauje yang berada di Dusun Sinungkud belum bisa menyalurkan suaranya meskipun ada arahan dari kepala suku. 4) Status ekonomi, indikator ini juga belum terpenuhi karena sebagian besar masyarakat Suku Lauje bekerja sebagai pekebun yang seringkali harus berkebun di lokasi yang jauh dari tempat tinggalnya, hal ini juga menjadi penghambat partisipasi mereka dalam kegiatan Pilkada.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengindentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik suku Lauje dalam pemilihan kepala daerah tahun 2024 di Desa Anggasan Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli, Teknik analisis data menggunakan teknik analisis domain, analisis taksonomi,analisis komponensial dan analisis tema kultural. Dalam penelitian ini menggunakan 9 orang informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini yaitu Kepala Desa Anggsan. Dalam penelitian ini, menggunakan teori kesadaran politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama dari segi kesadaran politik, indikator ini tidak terpenuhi, melihat masih adanya masyarakat suku Lauje yang meskipun menyadari pentingya hak pilih, tidak berpartisipasi dalam pemilihan. Bahkan, beberapa di anatara mereka belum mengetahui apa itu pemilihan. Kedua dari segi kepercayaan kepada pemerintah, indikator ini tidak terpenuhi, masyarakat suku Lauje, khususnya di Dusun Sinungkud, menunjukkan kepercayaan kepada pemerintah, tetapi meraka merasa kurang diperhatikan, terutama dalam hal bantuan dan infrastruktur. Hal ini menjadi salah satu faktor rendahnyha partisipasi mereka dalam Pilkada 2024. Ketiga dari segi status sosial, indikator ini tidak terpenuhi, melihat dari masih adanya masyarakat suku Lauje yang berada di Dusun Sinungkud ini masih belum menyalurkan suarnya, meskipun ada arahan dari kepala suku yang mereka percayai tahu terbaik untuk mereka. Ke empat status ekonomi, indikator ini tidak terpenuhi. Masyarakat suku Lauje, yang sebagian besar adalah pekebun, seringkali harus berkebun di lokasi yang jauh. Hal ini menghambat partisipasi mereka dalam pemilihan, terutama karena kesulitan berpergian

    696

    full texts

    744

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kumpulan Jurnal Universitas Madako
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇