1,721,094 research outputs found

    Aktivitas dakwah dalam pengajian selosonan tarekat Naqsyabandiyyah Kholidiyyah al-Maalikiyyah di Desa Jetak Kecamatan Wedung Kabupaten Demak

    Full text link
    Penulis : Muhammad Alfan Aufa (1601036174) Jurusan : Manajemen Dakwah Fakultas : Dakwah dan Komunikasi Judul : Aktivitas Dakwah dalam Pengajian Selosonan Tarekat Naqsyabandiyyah Kholidiyyah Al-Maalikiyyah Di Desa Jetak Kecamatn Wedung Kabupaten Demak. Penelitian ini dilaksanakan karena adanya ketertarikan penulis terhadap masyarakat yang mengikuti Tarekat Naqsyabandiyyah Kholidiyyah Al-Maalikiyyah di Desa Jetak yang tetap menjalankan aktivitas dakwah tanpa terpengaruh oleh perubahan zaman. Meskipun mereka menghadapi berbagai tantangan terhadap kegiatan dakwah yang mereka lakukan, prinsip dan keyakinan mereka tetap tidak berubah. Fokus penelitian ini adalah pada aktivitas dakwah Tarekat Naqsyabandiyyah Kholidiyyah Al-Maalikiyyah di Desa Jetak, Wedung, Demak, Jawa Tengah. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdirinya, tujuan, dan aktivitas dakwah yang dijalankan oleh Tarekat Naqsyabandiyyah Kholidiyyah Al-Maalikiyyah di Desa Jetak dalam konteks Pengajian Selosonan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa Pengajian Selosonan di Naqsyabandiyyah Kholidiyyah Al-Maalikiyyah di Desa Jetak memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya para jamaah, memberikan arahan terkait amalan tarekat, dan mempererat Ukhuwah Islamiyah. Kegiatan pengajian Selosonan ini diadakan dengan beberapa runtutan kegiatan seperti berikut. Pertama, pembacaan tahlil dan arwah jamak leluhur kepada leluhur jamaah tarekat yang sudah dituliskan di kertas. Kedua, pelaksanaan amalan tarekat yang melibatkan dzikir dan wirid besumber dari buku pegangan para jamaah tarekat Naqsyabandiyyah Kholidiyyah Al-Maalikiyyah. Ketiga, pemaparan kajian yang baik oleh guru atau mursyid tarekat. Terakhir, dilakukannya tawajjuh sebagai ritual penyucian jiwa sekaligus pendekatan diri kepada Allah

    Desain Sistem Pengolahan Limbah Cair Dalam Upaya Mewujudkan Konsep Green Building Pada Pasar Induk Singosari, Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAKNoor, Muhammad Alfan. 2019. Desain Sistem Pengolahan Limbah Cair Dalam Upaya Mewujudkan Konsep Green Building Pada Pasar Induk Singosari, Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Anie Yulistyorini, S.T., M.Sc., (II) Drs. Mujiyono, M.Pd.Kata Kunci : biofilter, pengolahan limbah pasar, biofilter anaerobik-aerobikPerancangan sistem pengolahan limbah cair pada sebuah pasar diperlukan untuk memperbaiki kualitas air yang akan dibuang sehingga tidak mencemari lingkungan. Pasar Induk Singosari dengan total pedagang sebanyak 352 kios menghasilkan limbah cair sebesar 14 m3 per hari dengan kualitas BOD, TSS, Lemak atau Minyak, dan pH berturut-turut adalah 4344,54 mg/l, 3600 mg/l, 1035,65 mg/l, dan 6,47. Berdasarkan baku mutu limbah cair yang telah ditentukan PERMEN LH No. 68/2016, maka dibutuhkan perencanaan instalasi pengolahan air limbah pada pasar tersebut. Untuk mengolah limbah cair pasar dapat menggunakan kombinasi sistem biofilter anaerobik-aerobik. Kompartmen yang dibutuhkan yaitu bak pemisah lemak atau minyak, bak ekualisasi, bak pengendap awal, bak biofilter anaerobik, bak biofilter aerobik, dan bak pengendap akhir. Tahap perencanaan IPAL Pasar Induk Singosari meliputi survey kuesioner, pengambilan sampel limbah cair, menguji kualitas limbah cair, dan merencanakan IPAL. Instalasi Pengolahan Air Limbah Pasar Induk Singosari ini memiliki 6 kompartmen yaitu bak pemisah lemak dengan dimensi 1,6 m x 3 m x 2,5 m, bak ekualisasi dengan dimensi 3,2 m x 3 m x 2,5 m, bak pengendap awal dengan dimensi 3,2 m x 3 m x 2,5 m, bak biofilter anaerob dengan dimensi 3,5 m x 5 m x 2,5 m, bak biofilter aerob dengan dimensi 1,1 m x 5 m x 2,5 m, dan bak pengendap akhir dengan dimensi 3,2 m x 3 m x 2,5 m. Dan dari pengolahan tersebut diperkirakan konsentrasi BOD dan TSS turun berturut-turut sebesar 86,9 mg/l dan 6,3 mg/l. ABSTRACTNoor, Muhammad Alfan. 2019. Application of domestic wastewater treatment design for implementation of green building concept in the Market Centre of Singosari Malang. Essay, Civil Engineering, Engineering Faculty, State University of Malang. Mentor: (I) Dr. Anie Yulistyorini, S.T., M.Sc., (II) Drs. Mujiyono, M.Pd.Key Words : biofilter, waste water treatment market, biofilter anaerobic-aerobicDomestic wastewater treatment plant in a traditional market is needed to improve wastewater quality before its discharges into the environment. Pasar Induk Singosari (PIS, market center in Singosari, Malang) is home for 352 small stores. Design of domestic wastewater treatment was produced in this study. To provide excellent design, direct interview with people who occupied the market was conducted to obtain real data for water consumption, and wastewater flow rate. These were followed by laboratory analysis of wastewater sample and designing the wastewater treatment plant. The interview results revealed that the market produced 14 m3/day of wastewater with quality of BOD, TSS, Grease, and Fat, and pH for 4,345 mg/l, 3,600 mg/l, 1,036 mg/l, and 6.47 respectively. According to wastewater quality standard of PERMEN LH No. 68/2016, those parameters concentration were above the discharge consent, and therefore need a facility to treat the wastewater produced by people who occupied the market. A system of biofilter anaerobic-aerobic was considered suitable to treat the wastewater from the market center in Singosari, Malang because they have a high concentration of organic material and solids particle.  The design consists of grease and fat trap, equalization tank, pre-sedimentation tank, anaerobic biofilter tank, aerobic biofilter tank, and final sedimentation tank. Dimensions of each tank were 1.6 m x 3 m x 2.5 m; 3.2 m x 3 x 2.5 m; 3.2 m x 3 x 2.5 m; 3.5 m x 5 m x 2.5 m; 1.1 m x 5 m x 2.5 m and 3.2 m x 3 m x 2.5 m. From that system, BOD and TSS concentration were predicted to decrease up to 86.9 mg/l and 6.3 mg/l respectively

    NUMBERED HEADS TOGETHER AS A TECHNIQUE TO IMPROVE THE STUDENTS’ MASTERY OF SIMPLE PAST TENSE (A Quasi Experimental Study in the Tenth Graders of SMAN 1 Tahunan Jepara in the Academic Year of 2014/2015)

    Full text link
    Muhammad Alfan Nugroho. 2015.“Numbered Heads Together As a Technique to Improve the Students’ Mastery of Simple Past Tense.”(A Quasi Experimental Study in the Tenth Graders of SMAN 1 Tahunan Jepara in the Academic Year of 2014/2015). Pembimbing: Benny Krisbiantoro, S.Pd, M.Pd. Tugas Akhir. Program Pendidikan BahasaInggris, Sarjana Pendidikan, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 2015. Kata Kunci: Numbered Heads Together, Simple Past Tense Penelitian ini adalah tentang pengajaran Simple Past Tense menggunakan tehnik Numbered heads Together untuk siswa kelas sepuluh SMAN 1 Tahunan Jepara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan Numbered Heads Together dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai materi Simple Past Tense. Desain penelitian ini menggunakan metode quantitative dengan tehnik penelitian eksperimental. Populasi untuk penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Tahunan tahun ajaran 2014/2015 denga njumlah total siswa 336 siswa. Penulis menggunakan tehnik sampel purposive dan mengambil 2 kelas sebagai sampel, yaitu X MIA 6 sebagai kelas eksperimental dan X MIA 4 sebagai kelas kontrol. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Penulis menggunakan dua macam tes: pre-test dan posttest. Pre-test terlebih dahulu diberikan pada kedua kelas sebelum perlakuan diberikan. Posttest diberikan setelah perlakuan dilaksanakan. Kemudian data dari kedua kelompok dianalisa menggunakan SPSS versi 16.00 untuk windows. Hasil dari t-test menunjukkan bahwa rata-rata dari kelas eksperimental dalam pretest adalah 64.125 dan rata-rata kelas control adalah 64.750. Setelah melakukan perlakuan, penulis memberikan posttest. Hasil dari posttest untuk kelas control adalah 70.875 dan kelas eksperimental adalah 86.375. Perhitungan t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan. Di dukung oleh hasilanalisist t-test antara pre-test dan posttest dikelas eksperimental bahwa sig(2-tailed) 0.000 < 0.05. dapat disimpulkan bahwa H_1 dapat diterima. Sehingga, penggunaan tehnik Numbered Heads Together untuk mengajarkan Simple Past Tense lebih baik disbanding dengan menggunakan tehnik tradisional

    KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA KELAS VII DI MTS ALI MAKSUM YOGYAKARTA

    Full text link
    MUHAMMAD ALFAN HUDA (12220093), Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Penyesuaian Sosial Siswa Kelas VII di MTs Ali Maksum Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Prodi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2018. Latar belakang penelitian ini mengingat bahwa para siswa kelas VII yang menempuh pendidikan di MTs Ali Maksum merupakan santri, yang sebagian besar jauh dari orangtua serta tempat tinggalnya. Sehingga para siswa memiliki kemungkinan besar mengalami kesulitan dalam penyesuaiaan sosial di ruang lingkupnya yang baru. Sebab para siswa harus kembali beradaptasi dengan situasi baru yang jauh berbeda dari situasi mereka di rumah. Para siswa diharapkan dapat menyesuaikan dengan segala aspek yang ada di lingkungan baru (teman,guru, mata pelajaran, dsb). Faktor tersebut jelas menjadi hambatan bagi siswa dalam menjalani aktivitasnya sehingga menganggu siswa dalam mengikuti KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di MTs Ali Maksum. Setiap anak tentunya memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam penyesuaian sosialnya, sehingga hal tersebut akan menimbulkan problematika yang ditemukan oleh guru BK di MTs Ali Maksum. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data berupa lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan data dan mereduksinya menjadi kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru BK dan lima siswa kelas VII di MTs Ali Maksum. Sedangkan objeknya adalah langkah dan tahap pelaksanaan konseling kelompok yang dilakukan oleh guru BK tehadap siswa guna meningkatkan penyesuaian sosial. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan konseling kelompok yang dilakukan oleh guru BK dalam meningkatkan penyesuaian sosial siswa kelas VII di MTs Ali Maksum Yogyakarta memiliki beberapa tahapan, yaitu: mengidentifikasi tujuan kelompok, mengorganisir kelompok, tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan, tahap penutupan, evaluasi, tindak lanjut dan alih tangan

    PENGELOLAAN KOTAK INFAK NAHDLATUL ULAMA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MUSTAHIK (Studi Kasus Pada NU CARE LAZISNU Kota Blitar)

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Pengelolaan kotak infak Nahdlatul ulama sebagai upaya meningkatkan perekonomian mustahik di lembaga NU CARE LAZISNU Kota Blitar” ini ditulis oleh Muhammad Alfan Zamzami, NIM. 126404202031, Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf, Jurusan Bisnis dan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dosen Pembimbing: Ahmad Supriyadi, M.Pd.I. Penelitian ini di latar belakangi oleh Pengelolaan kotak infak merupakan salah satu program NU CARE LAZISNU Kota Blitar dalam menjalanan fungsi sosial dan dikelola dengan produktif untuk meningkatkan perekonomian mustahik Kota Blitar. Keterbatasan ekonomi menjadi latar belakang pengelolaan dana infak ini untuk membantu para Mustahiq melalui KoinNU (kotak infak) yang tersebar di pertokoan, rumahrumah warga NU, Pondok pesantren, sekolah dan lain-lain. Bentuk pelaksanaan dari pengelolaan kotak infak ini memberikan bantuan kepada mustahik berupa alat atau barang yang dibutuhkan dalam membantu produksi usaha dan membukakan usaha kepada masyarakat yang memiliki potensi atau keahlian. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Untuk Menganalisis Perencanaan Kotak Infak NU Sebagai Upaya Meningkatkan Perekonomian Mustahik di Lembaga NU-Care LAZISNU Kota Blitar. 2) Untuk Menganalisis Pelaksanaan Kotak Infak NU Sebagai Upaya Meningkatkan Perekonimian Mustahik di Lembaga NU-Care LAZISNU Kota Blitar. 3) Untuk Menganalisis Pengawasan Kotak Infak NU Sebagai Upaya Meningkatkan Perekonimian Mustahik di Lembaga NU-Care LAZISNU Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah field research atau penelitian lapangan. Sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Perencanaan Kotak Infak Lazisnu adalah strategi untuk mengumpulkan dana infak dari masyarakat secara terorganisir, transparan, dan berkelanjutan. 2) Pelaksanaan kegiatan pengelolaan dana infak di Lembaga Amil Zakat Infak Shadaqah Nahdlatul Ulama (NU CARE- LAZISNU) Kota Blitar memiliki 3 tahapan yaitu tahapan pengumpulan KOIN NU, pendistribuasian KOIN NU dan Pendayagunaan KOIN NU. 3) Pengawasan kotak infak NU merupakan langkah krusial dalam memastikan bahwa dana tersebut dikelola dengan tepat dan disalurkan kepada pihak yang berhak, yaitu mustahik. Lembaga NU CARE-LAZISNU Kota Blitar memiliki 2 jenis pengawasan kotak infak yang terdiri dari sistem internal dan eksternal. Kata Kunci: Pengelolaan KOIN NU, Pengawasan, pendistribusia

    Chemical Equilibrium Misconceptions Analysis of Public Senior High School 2 Kediri Students

    No full text
    ABSTRACT Effendy, Muhammad Alfan. 2009.  Chemical Equilibrium Misconceptions Analysis of  Public Senior High School 2 Kediri Students. Sarjana’s thesis, Departement of Chemistry, Mathematic and Science Faculty, State University of Malang. Advisor: (I) Dra. Nazriati, M.Si, (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S Keywords: misconception, chemical equilibrium, Public Senior High School 2 Kediri. Science is a combination of knowledge and process, that’s why science doesn’t merely studying about the concepts, principals but also the process that yield science products. Science  can be divided into fields, one of them is chemistry than need special handle in teaching because chemistry is abstact.  In general, chemistry concepts is stage concepts  So it is essential to complete the basic concepts to learn the next concepts. One of the abstract concept is chemical equilibrium given to second grade senior high school students .This abstract concepts makes difficulty in learning chemistry. The purpose of this experiment is to know the percentage of students who experience misconceptions in learning equilibrium constant and the factors affecting equilibrium shift, and also to know what kind of misconceptions experienced by students. This is an descriptive experiment. The steps in this experiment are: (1) instrument arrangement, (2) validation, (3) instrument’s test, (4) collecting the data, and (5) data processing. Sample of this experiment is students of Public Senior High School 2 Kediri Second Grade Students year 2008/2009, it consists of 7 classes and each class consists of 30 students. It is known from the test before that average score of each class  is almost the same, so random sampling is used.The result is chosen XI A-6 and XI A-7 class as the sample. Instrument’s test has been done in XI A-7 class, and experiment is done in  XI A-6 class. The instrument of this experiment is objective test consists of  28 valid questions with 0,9404 coefitient reliability. Descriptive analysis data taken from determining percentage students misconceptions. Experiment results show the percentage of students in understanding is: (1) equilibrium constant Kc 29,55%, (2) equilibrium constant Kp 34,33%, (3) the relationship of equilibrium constant of a reaction with another reaction 6,7%. For the percentage of students in understanding the  factors affecting equilibrium shift is: (1) concentration 48%, (2) temperature 39%, (3) pressure 38%, (4) volume 43,3%. Misconceptions found in this experiment are:Kesalahan: (1) the concentration of all substances in equilibrium state are the same, (2) addition of concentration in a substance will shift equilibrium toward the substance, (3) jika if temperature raised, the equilibrium will shift towards exothermic reaction, (4) adding or reducing concentration won’t shift the equilibrium.

    PENGARUH MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN FIKIH DI MTSN 4 TULUNGAGUNG

    Full text link
    Skripsi dengan judul "Pengaruh Media Sosial Tiktok Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran Fikih di MTsN 4 Tulungagung", ini ditulis oleh Muhammad Alfan Ilma Zakaria, NIM. 126201203299, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Jurusan Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dosen Pembimbing: Ahmad Natsir, S.Th.I., M.Pd.I. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang sudah sangat pesat. Muncul berbagai macam aplikasi-aplikasi canggih dari media sosial seperti; WhatsApp, Instagram, Facebook, YouTube, TikTok dan sebagainya. Penggunaan media sosial sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat, khususnya bagi anak-anak. Fenomena ini juga terjadi pada siswa di MTsN 4 Tulungagung. Banyak siswa yang selalu bermain handphone di kelas saat pembelajaran berlangsung. Apabila guru melarang dapat menjadikan mereka malas untuk belajar, mengantuk, dan berbicara dengan sesama temannya. Akan tetapi ketika mereka membuka aplikasi TikTok mereka terlihat senang dan asyik bahkan hingga lupa waku. Hal ini tentu dapat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar terutama pada mata pelajaran Fikih menjadi kurang efektif. Sehingga perlu mengetahui motivasi belajar siswa dengan melihat apakah motivasi belajar mereka dipengaruhi media sosial TikTok yang biasa mereka gunakan atau tidak. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui adakah pengaruh media sosial TikTok terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran Fikih di MTsN 4 Tulungagung. (2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media sosial TikTok terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran Fikih di MTsN 4 Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probability Sampling dengan metode Simple Random Sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 76 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner dan dokumentasi. Uji keabsahan data yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Uji prasyarat yang digunakan adalah uji normalitas, dan uji linieritas. Metode analisis data dengan metode analisis regresi linier sederhana. Dengan pengujian hipotesis uji t, uji F dan uji keofisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Berdasarkan hasil uji hipotesis maka didapatkan nilai sig sebesar 0,011 lebih kecil dari nilai probabilitas yaitu 0,05, karena nilai sig < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh positif yang signifikan antara media sosial TikTok terhadap motivasi belajar. (2) Berdasarkan hasil uji koefisien korelasi (R) maka didapatkan nilai sebesar 0,289, menunjukan bahwa tingkat hubungan variabel media sosial TikTok terhadap variabel motivasi belajar tergolong rendah. Sementara nilai uji koefisien determinasi (R Square) sebesar 8,4% sedangkan 91,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak di teliti. Kata Kunci: Media Sosial, TikTok, Motivasi Belaja

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore