182 research outputs found

    Analisis Kepemimpinan Inovatif dalam Kepemimpinan Pendidikan Nabi Muhammad SAW

    No full text
    Kajian tentang kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai model ideal telah banyak dilakukan, namun artikulasi operasionalnya sebagai kerangka kepemimpinan inovatif bagi pendidikan Islam kontemporer yang dihadapkan pada disrupsi digital dan degradasi karakter masih minim. Studi ini bertujuan mengisi celah tersebut dengan merekontekstualisasikan sifat-sifat kepemimpinan Nabi ke dalam konsep kepemimpinan inovatif yang aplikatif. Penelitian menggunakan desain kualitatif melalui studi kepustakaan, menganalisis sumber primer dan sekunder dengan teknik analisis isi. Temuan ini memetakan kepemimpinan Nabi ke dalam dua dimensi yakni dimensi personal seperti (siddiq, amanah, tabligh, fathonah) dan dimensi publik (seperti keteladanan, musyawarah, dan komunikasi efektif). Berdasarkan peta tersebut, kepemimpinan inovatif didefinisikan secara operasional sebagai kapasitas pemimpin mengintegrasikan nilai-nilai profetik yang universal dengan strategi yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis teknologi. Studi ini mengajukan model transformatif yang mengoperasionalkan nilai profetik melalui tiga strategi praktis: pembiasaan karakter, kebijakan partisipatif, dan integrasi kurikulum berbasis teknologi. Kontribusi utama riset ini terletak pada perumusan kerangka operasional yang dapat diadopsi lembaga pendidikan Islam untuk merespons tantangan era digital secara terukur. Analysis of Innovative Leadership in the Educational Leadership of Prophet Muhammad SAW Abstract Studies on the leadership of the Prophet Muhammad (peace be upon him) as an ideal model are abundant, yet the operational articulation of that model as an innovative leadership framework for contemporary Islamic education facing digital disruption and character degradation remains limited. This study aims to fill that gap by recontextualizing the Prophet’s leadership qualities into an applicable concept of innovative leadership. Using a qualitative design through a literature study, it analyzes primary and secondary sources with content analysis techniques. The findings map the Prophet’s leadership into two dimensions: a personal dimension (s?idd?q, am?nah, tabl?gh, fatanah) and a public dimension (such as exemplary conduct, consultation/sh?r?, and effective communication). Based on this mapping, innovative leadership is operationally defined as a leader’s capacity to integrate universal prophetic values with strategies that are adaptive, collaborative, and technology-based. The study proposes a transformative model that operationalizes prophetic values through three practical strategies: character habituation, participatory policy, and technology-integrated curriculum design. The main contribution of this research lies in formulating an operational framework that Islamic educational institutions can adopt to respond measurably to the challenges of the digital era

    Pengaruh Inovasi Produk Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen(Studi Kasus Pada Al-Ahyar Rebana Jepara)

    No full text
    Intensitas kompetisi di pasar dapat mendorong pengrajin alat tradisional rebana untuk mengupayakan inovasi produk yang tinggi guna menarik konsumen untuk membeli. Inovasi produk mempengaruhi pilihan strategi keunggulan bersaing sebuah pengrajin alat tradisional rebana sehingga produk pengrajin alat tradisional rebana menjadi lebih baik dari segi kualitas, kuantitas dan nama mereknya yang akan membawa pengrajin alat tradisional rebana kepada keputusan pembelian dan keunggulan bersaing dimana merupakan nilai yang mampu diciptakan oleh pengrajin untuk konsumennya. Tujuan penelitian ini adalah: Pertama, Untuk mengetahui secara parsial pengaruh inovasi produk terhadap Keputusan Pembelian pada Al-Ahyar Rebana Jepara. Kedua, Untuk mengetahui secara parsial pengaruh kualitas produk terhadap Keputusan Pembelian pada Al-Ahyar Rebana Jepara. Ketiga, Untuk mengetahui pengaruh secara simultan inovasi produk dan kualitas produk terhadapKeputusan Pembelian pada Al-Ahyar Rebana Jepara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan field research. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling insidental. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sejumlah 80 konsumen Al-Ahyar Rebana Jepara . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian lapangan. Metode analisis data menggunakan metode analisis regresi berganda dengan bantuan program olah data SPSS versi 23 for windows. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat pengaruh positif yang signifikan Inovasi Produk terhadap Keputusan pembelian di Al-Ahyar Rebana Jepara dengan nilai t hitung>t tabel (4,169>1,985). Kedua, Terdapat pengaruh positif yang signifikan Kualitas Produk terhadap Keputusan pembelian di Al-Ahyar Rebana Jepara dengan nilai t hitung>t table (6,746>1,985). Ketiga, Terdapat pengaruh positif Inovasi produk dan Kualitas Produk secara bersama-sama terhadap Keputusan pembelian di Al-Ahyar Rebana Jepara dengan nilai f hitung>f table (27,472>,115). Secara koefisien determinasi menunjukkan bahwa penelitian ini memiliki kontribusi sebesar 40,1%. Sisanya 59,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat menambah variabel lain yang dapat mempengaruhi keputusan pembelia

    Etika sosial dalam perspektif Muhammad Iqbal

    No full text
    Etika adalah suatu yang berhubungan dengan seluruh pengetahuan tentang manusia dan masyarakat baik sebagai antropologi, sosiologi, psikologi dan ekonomi. Etika sebagai ilmu melanjutkan kecenderungan kita dalam kehidupan sehari-hari. Merefleksikan tingkah laku manusia dari sudut norma-norma yang baik atau baik buruk, tentang apa yang baik. dilakukan oleh manusia dan tentang apa yang buruk yang seharusnya dihindari oleh manusia Sedangkan etika sosial menurut pemikiran Muhammad Iqbal tentang ego atau yang biasa disebut "khudi" yang mempunyai arti diri atau pribadi. Etika sosial menurut Muhammad Iqbal merupakan suatu yang berkenaan dengan diri pribadi/ diri sendiri. Diri merupakan realita yang benar-benar nyata dan keberadaannya terletak pada hakikatnya sendiri, sehingga manusia menurut M. lqbal adalah makhluk yang bebas, yang tidak memungkinkan suatu individu memikul tanggung jawab individu yang lainya. Kemudian tentang tuhan, tuhan sebagai cermin yang melalui dirinya wujudnya lebih utuh, manusia melaksanakan kehendak tuhan yang segala tindakan agung dilakukan manusia adalah bentuk kontemplasi tertinggi, mengetahui bahwa tuhan adalah mengetaui dirinya dalam dunia yang tuhan ciptakan

    Analisis Deskripsi Berbagai Permasalahan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat (Elaeis Guineensis Jacq)( Studi Kasus: Desa Tanjung Medan Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhan Batu Selatan)

    No full text
    Dibawah bimbingan Bapak Dr.Ir. Muhammad Buchari Sibuea M,S.i selaku ketua Komisi Pembimbing dan Ibu Ir. Gustina Siregar M,Si Selaku Anggota Pembimbing Skripsi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 18 Oktober 2017 Sampai dengan bulan Desember 2017 di Desa Tanjung Medan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara. Perumusan masalah dalam Penelitian ini adalah mengenai permasalahan yang sering di hadapi petani kelapa sawit dilapanga seperti permasalahan tentang permodalan dalam usah perkebunan kelapa sawit rakyat, biaya dalam perawatan kelelapa sawit rakyat, penentuan harga dilapangan yang di dapatkan petani kelapa sawit dari pedangang pengumpul, dan pengangkutan kelapa sawit dari TPH petani hingga ke TPH yang sudah di tentukan petani kelapa sawit yang pada saat pengangkutan petani di kenakan biaya dalam pengangkutan kelapa sawit rakyat. Berdasarkan dari hasil penelitian kelapa sawit rakyat bahwa modal awal petani sebagian dari pinjaman kepada orang lain (saudara) dan aja juga petani menggunakan modal sendiri, yang mana rata-rata jumlah modal awal petani kelapa sawit rakyat sekitar 5 sampai 10 juta mulai dari pembukaan lahan, maupun pembelian bibit, dan penanaman. Bibit yang diperoleh petani sebangian dari hasil tanaman sendiri dan ada juga sebagian petani membeli bibit dari petani lain yang sedang melakukan pembibitan kelapa sawit. Menurut penelitian harga kelapa sawit rakyat pada saat itu Rp.1400/kg harga di tingkat petani, sedangkan harga di RAM Rp.1460/kg perbedan harga dari RAM Rp.60/kg pada saat penelitian, dengan adanya perbedaan harga tidak membuat petani kelapa sawit berpindah dalam melakukan penjualan kelapa sawit kepada RAM tersebut disebabkan petani kelapa sawit tidak mau mengambil resiko dalam melakukan penjualan kelapa sawit. Resiko yang sering di hadapi petani dalam penjualan hasil produksi kelapa sawit ke RAM, banyaknya buah petani yang terkena sortiran di RAM sehingga sebangian petani lebih memilih tetap menjual hasil produksi kelapa sawit kepada pedangang pengumpul yang mana di pedangang pengumpul tidak ada dilakukan pensortiran buah kelapa sawit petani. Menurut penelitian penentuan harga jual di tentukan dari harga TBS di pabrik kelapa sawit. Sehingga penentuan harga di lihat dari kualitas kelapa sawit yang di hasilkan petani, dan jarak tempuh juga dapat menentukan harga jual kelapa sawit di tingkat petani di karenakan dalam pengangkutan pedangang pengumpul juga memerlukan biaya dalam pengangkutan kelapa sawit rakyat sehingga semakin jauh jarak yang di tempuh pedangang penumpul untuk mengangkut hasil kelapa sawit yang di miliki para petani maka rendah juga harga di tingkat petani, itu di karenakan adanya perhitungan biaya-biaya pengeluaran pedangang pengumpul dalam pengangkutan kelapa sawit petani seperti biaya bahan bakar dan biaya kerusakan alat tranfortasi dalam pengangkutan kelapa sawit dari TPH petan

    UPAYA MADRASAH DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ISLAMI SISWA KELAS VIII MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN YASIN TAHLIL DI MTSN 2 KOTA BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Upaya Madrasah dalam Membentuk kepribadian islami siswa kelas VIII melalui kegiatan keagamaan yasin tahlil di MTsN 2 kota blitar” ini ditulis oleh Muhammad Ahyar Arafik, NIM 17201153459, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiah Dan Ilmu Keguruan yang dibimbing oleh Hj. St. Noer Fadila Laila, MA. Kata kunci: Kepribadian islami siswa, kegiatan keagamaan yasin tahlil Kontek penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh keunikan yang terjadi di MTsN 2 Kota Blitar Dikatakan unik disini karena dalam pandangan umum atau pandangan yang dipahami oleh masyarakat kegiatan keagamaan tahlilan itu berkaitan dengan kematian, maksudnya yakni berkaitan dengan membaca ayat Al-Qur’an, dzikir, dan doa-doa untuk dikirimkan kepada orang yang sudah meninggal dunia dan dilaksanakan selama 7 hari sampai 1000 hari setelah orang tersebut meninggal dunia. Namun oleh lembaga pendidikan digunakan guna membantu dalam membentuk kepribadian islami para siswanya. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana kegiatan keagamaan yasin tahlil yang dilaksanakan dalam membentuk kepribadian siswa di MTsN 2 Kota Blitar. 2) Bagai latar belakang kegiatan yasin tahlil dilaksanakan dalam membentuk kepribadian siswa di MTsN 2 Kota Biltar. 3) Bagamana implikasi dari kegiatan yasin tahlil terhadap kepribadian siswa di MTsN 2 Kota Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif desksriptif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisa data dengan mereduksi data atau memilih data atau menyederhanakan data kasar yang berasal dari lapangan. Kemudian data disajikan dengan berupa sekumpulan informasi yang tersusun dalam teks naratif. Selanjutnya penarikan kesimpulan, yang terakhir data ditransformasikan dan disusun secara tematik dalam bentuk teks naratif sesuai dengan fokus penelitian yan dituangkan dalam kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi metode dan sumber. Triangulasi dengan metode peneliti menggunakan metode ganda untuk mengetahui konsistensi atau ekspresi informan. Triangulasi sumber peneliti memandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara dan membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. Hasil penelitian: 1) Upaya madrasah dalam membentuk kepribadian islami siswa melalui kegiatan keagamaan islam yasin tahlil di MTsN 2 Kota Blitar. Pelaksaannya dialkukan setiap hari jum’at pagi jam 06:30. 2) Upaya madrasah dalam membentuk kepribadian islami siswa melalui kegiatan keagamaan islam yasin tahlil di MTsN 2 Kota Blitar. Adalah membenntuk kepribadian yang tertanam didalmanya niali-nilai keislaman yang sesui dengan perintah Allah dan Rasull-Nya. 3) Upaya madrasah dalam membentuk kepribadian islami siswa melalui kegiatan keagamaan islam yasin tahlil di MTsN 2 Kota Blitar. Bentuk kepribadianya dalam bentuk Ibadah, dan Akhlak

    Muslim Societies, Civil and Political Rights, and The Guarantee of Religious Freedom: A Comparative Study Between Indonesia and Turkiye Constitutions

    No full text
    Until the middle of the 20th century, many Muslim population countries became free and independent countries following the end of world colonization. Those countries try to adopt several modern political and legal values, including establishing democracy and state constitutions. One of the constitution's contents in a democratic country is guaranteeing and strengthening civil and political rights. Civil and political rights regulation should be written in a partial part of the constitution as a commitment to live in modern democratic circumstances. Philosophically, citizens' civil and political rights in democratic circumstances cannot be restricted by government. Nevertheless, a gap in the legal argument regarding the limitation of civil and political rights in constitutions is constantly discussed. This article looks at civil and political rights limitations in two cases in different countries: Indonesia and Turkiye. These two countries were chosen as subjective data based on the legal system's proximity pattern and socio-religious conditions. Both countries are also close to the civil law system and have historical references to Islam. In addition, both countries have experience with the restriction of religious organizations. Indonesia has dealt with the restriction of Hizbut Tahrir Movement. Meanwhile Turkiye has experience in banning Gulen Movement. By this background, some questions emerge: How do Indonesian and Turkish constitutions, as Muslim population countries, guarantee human rights issues? By using a comparative legal study and a sociological-empirical approach, this article compares the Indonesian and Turkiye constitutions to see how the two countries guarantee human rights, predominantly civil and political rights. The result of this article reveals that national consensus, national security, stability, and legitimate political power are some of the legal arguments that are always present in the discourse on restrictions on human rights. Under these conditions, human rights restrictions are commonly regulated in the constitution, which contains human rights laws

    Personal Conflict of Main Character Lil Falcon in Ednah Walter’s Novel “Awakened the Guardian Legacy

    No full text
    In this research, the writer found three of personal conflict. There were the conflict between one person and group,conflict between a person and that person, and conflict between person and some aspect of his or her own personality. The result of this research shows that conflict between person to person is most dominant types of personal conflict in the novel. In novel “Awakened the Guardian Legacy” by Ednah Walter’s the most dominan conflict person to person because the first main character do not want become guardian but factor social environment until occur conflict between Bran, Grampa, sykes, demons

    Perilaku Bertani Padi Sawah Yang Mitigatif Terhadap Perubahan Iklim di Kabupaten Bima

    No full text
    ABSTRACT Global climate change is one of the important environmental issues worldwide. This causes a negative impact on various sectors of life. Climate change is primarily due to the impact of global warming from human activities. Catch of global climate change, the Government of Indonesia has committed to reduce greenhouse gas emissions nationally by 26% by 2020 (Bappenas, 2010). Therefore, the mitigation of climate change is very important in any sector of life in many parts of Indonesia, including Bima regency – NTB. The agricultural sector is the sector's third largest emitter of greenhouse gases after the energy and industrial sectors. In agriculture, rice cultivation contributes greenhouse gas emissions by 70.9% and accounted for 76% of the total methane emitted agriculture. This study aims to 1) Assess the suitability of rice farming behavioral aspects of mitigation of climate change, and 2) to analyze the factors that influence patterns mitigatif farming to climate change in rice cultivation. The research method used is descriptive method with the quantitative approach. The results showed that the overall behavior of rice farming in Bima regency is quite in keeping with the pattern mitigatif farming to climate change. Then the socioeconomic factors that were examined had no effect on the behavior of farming. Key Words : Bima, Climate Change, Mitigation, Rice Farming

    ISLAM BAYAN: AN ANALYSIS OF RELIGIOUS BEHAVIOR ON GAMA AND LUIR GAMA TRADITIONAL CEREMONIES IN LOMBOK NTB

    No full text
    This study examined adherents of Islam Bayan or Islam Wetu Telu at the Gama and Luir Gama traditional ceremonies in Lombok, West Nusa Tenggara. This research uses qualitative methods to understand the religious behaviour of Islam Wetu Telu at Gama and Luir Gama traditional ceremonies. The theories used in this study are social action theory and functional structural theory. The findings of this study reveal that Gama traditional ceremonies consist of various behaviour related to religious celebrations. Meanwhile, the Luir Gama traditional ceremony, which is a ceremonial activity held in connection with the occurrence of a long drought and excessive rainfall. This ceremony is carried out once a year, precisely in the first year of the sewindu, namely the year of Alip. Luir Gama customs can be divided into two types of ceremonies, namely Taik Lauk and Taik Daye. The Taik Lauk ritual is held when facing the changing drought, while the Taik Daye ritual is held when entering the rainy season every year. The main actors, all religious ceremonies are traditional leaders and Kiai Kagungan which the author calls central behaviour. The factors behind the religious behaviour of Islam Wetu Telu in Gama and Luir Gama traditional ceremonies are internal and external factors. Internal factors are related to changes in the attitudes of traditional leaders, willingness to acculturate, and the ability to perform adaptation. Meanwhile, external factors concern the history of the entry of Islam in Lombok, Islamic Da'wah, and Hinduizatio
    corecore