1,321 research outputs found

    Pemikiran Fikih Muhammad Asywadie Syukur

    No full text
    Abstrak: Artikel ini berupaya mengkaji pemikiran fikih Asywadie Syukur sebagai seorang ulama, akademisi dan sekaligus politisi. Pemikirannya meliputi tidak hanya terkait persoalan klasik tetapi juga persoalan kontemporer dan bahkan yang masih menjadi polemik di masyarakat, yang dihasilkan dari proses metodologis baik metode qaulî maupun metode manhajî. Dari proses inilah membuat Asywadie Syukur tidak terikat hanya pada satu mazhab tetapi terbuka pula pada mazhab yang lain. Namun karena referensi yang digunakan lebih dominan ke mazhab Syâfi‘î, kecenderungan fikih pun identik ke mazhab Syâfi‘î dengan tipologi tradisionalisme sekaligus neo-tradisionalisme bermazhab. Di sisi lain, Asywadie Syukur juga bermanhaj pada teori-teori kemaslahatan sehingga jika dikembalikan pada teori besar tipologi, disamping masuk dalam tipologi tradisionalisme ia juga masuk dalam tipologi modernisme.Abstract: Islamic Legal Thought of Muhammad Asywadie Syukur. This article seeks to examine Islamic legal thought of Asywadie Syukur as a scholar, academician and politician. His works covers not only in the field of the classical perspective, but also related to contemporary issues. But whatever they are, its naturally produced through the methodological process using either a qaulî or manhajî method. Based on this process, Asywadie Syukur is not confined to one particular school of legal thought. However, due to the fact that the references used are predominantly that of Syâfi’î, the tendency of his thought is identical with the principles of the latter with a typology of traditionalism with neo-traditionalism as a consequences of madhhab follower. Consequently, Asywadie Syukur follows the theories of public interest so that if is referred to grand theory of typology, in addition to traditionalism typology he also engaged in modernism typology.Kata Kunci: fikih, Asywadie Syukur, qaulî, manhajî, ushul fikih

    Kriteria Pemimpin Teladan dalam Islam (Analisis Kritis Terhadap Ayat-Ayat Quran dan Hadits-Hadits Nabi SAW)

    No full text
    Assalamu'alaikum Wr. Wb. Segala puji dan syukur kami haturkan kepada Allah SWT. karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan kegiatan penelitian dan laporan hasil penelitian sesuai judul itu. Salawat dan salam, kami samapaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga, kita sebagai umatnya dapat mengamalkan ajaran Islam yang telah beliau risalahkan, kita memperoleh syafa'atnya, kebahagiaan dan keselamatan hidup di dunia dan akherat. Kegiatan meneliti. merupakan bagian dari melestarikan tradisi keilmuan lslam. dalam tataran tekstual dan kontekstual sehingga mutu hasil penelitian d iharapkan mampu memperkaya teori{eori sain dalam Islam sekaiigus pengembangannya dalam realitas kehidupan sosial. Peneiitian judul tersebut, yang telah diselesaikan, agar mampu memberikan kontribusi bagi mayarakat dan kemajuan peradaban yang berbasis nilai Islam. Kegiatan penelitian ini dapat diselesaikan berkat bantuan berbagai pihak, dan kiususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IAIN Raden lntan Lampung. Kami berharap, laporan hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan keilmuan dan berguna bagi pembangunau dan masyarakat. Kami juga berharap, hasil penelitian ini untuk dijadikan bahan bagi pengambil kebijakan dalam rencana program pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat berbasis hasil riset ilmu-ilmu Islam yang multidisipliner. Demikian, semoga hasil penelitian ini terealisir sebagai amal ibadah. memperkaya keihnuan [slam. bermanfaat bagi pembangunan dan masyarakat, meski masih ada kekurangannya. Wassalamu'alaikum Wr- Wb

    Pemikiran fikih Muhammad Asywadie Syukur

    No full text
    Artikel ini berupaya mengkaji pemikiran fikih Asywadie Syukur sebagai seorang ulama, akademisi dan sekaligus politisi. Pemikirannya meliputi tidak hanya terkait persoalan klasik tetapi juga persoalan kontemporer dan bahkan yang masih menjadi polemik di masyarakat, yang dihasilkan dari proses metodologis baik metode qaulî maupun metode manhajî. Dari proses inilah membuat Asywadie Syukur tidak terikat hanya pada satu mazhab tetapi terbuka pula pada mazhab yang lain. Namun karena referensi yang digunakan lebih dominan ke mazhab Syâfi‘î, kecenderungan fikih pun identik ke mazhab Syâfi‘î dengan tipologi tradisionalisme sekaligus neo-tradisionalisme bermazhab. Di sisi lain, Asywadie Syukur juga bermanhaj pada teori-teori kemaslahatan sehingga jika dikembalikan pada teori besar tipologi, disamping masuk dalam tipologi tradisionalisme ia juga masuk dalam tipologi modernisme. Abstract Islamic Legal Thought of Muhammad Asywadie Syukur. This article seeks to examine Islamic legal thought of Asywadie Syukur as a scholar, academician and politician. His works covers not only in the field of the classical perspective, but also related to contemporary issues. But whatever they are, its naturally produced through the methodological process using either a qaulî or manhajî method. Based on this process, Asywadie Syukur is not confined to one particular school of legal thought. However, due to the fact that the references used are predominantly that of Syâfi’î, the tendency of his thought is identical with the principles of the latter with a typology of traditionalism with neo-traditionalism as a consequences of madhhab follower. Consequently, Asywadie Syukur follows the theories of public interest so that if is referred to grand theory of typology, in addition to traditionalism typology he also engaged in modernism typology

    Analisis tematik penafsiran Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy terhadap ayat-ayat syukur dalam tafsir An-Nuur dan implementasinya dalam kehidupan

    No full text
    Syukur diambil dari kata assyukru berarti menggambarkan (mengingat) serta menampakkan nikmat. Terdapat perbedaan ketika memahami makna syukur, yang mana syukur sering kali dimaknai dengan makna yang sempit, atau tekesan duniawi saja. Padahal dalam hal lain memaknai syukur lebih daripada itu, bahkan ketika kita melakukan sesuatu atas dasar ibadah sudah termasuk kedalam bentuk syukur itu sendiri apapun hasil yang nanti kita dapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk syukur dalam arti yang luas juga memaparkan makna syukur yang terdapat dalam Tafsir al-Qur’anul Majid An-Nuur karya Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, juga bagaimana implementasi bentuk syukur itu dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif juga menggunakan kajian studi pustaka dengan mengumpulkan data berupa dokumen dan menerapkan content analysis untuk menemukan makna-makna syukur juga relevansinya dalam al-Qur’an dan penjelasannya dalam Tafsir al-Qur’anul Majid An-Nuur serta pengimplementasiannya. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwasanya terdapat enam makna syukur, yang didalamnya menjelaskan hal-hal yang patut disyukuri dalam kehidpuan ini. Syukur merupakan sikap terpuji, yang mana syukur ini menggambarkan bahwasanya seorang hamba tidak dapat terlepas dari segala nikmat yang diberikan Allah swt dalam kehidupannya baik di dunia maupun di akhirat kelak. Terlepas dari itu manusia itu sendiri yang nantinya menggambarkan makna syukur itu, yakni dengan tiga hal yang dapat menjadikannya hamba yang bersyukur, tiga tersebut ialah dengan hatinya, lisannya, juga perbuatannya. Sebagaimana menurut Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy bahwasanya syukur itu ialah mengakui nikmat Allah melalui hati ucapan dan disertai perbuatan yang baik juga jauh dari segala kemaksiatan keapda Allah swt

    Mudlarabah Pada Perbankan Syariah

    No full text
    Alhamdulillah AIIah SWT telah memberikan kekuatan dalam proses penulisan penelitian ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad S.aw, keluarga, sahabat dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Penelitian Ini dapat diselesaikan atas inayah dan hidayah Allah Swq begitu pula berkat bantuan semua pihak baik berupa moril rnaupun materil. Oleh karena itu saya bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu di sini. Semoga saja Allah senantiasa melimpahkan rahmat_ Nya kepada kita semua. Saya menyadari bahwa penelitian ini tidak terlepas dari kekurangan dan kelemahan, untuk itu kiranya para pembaca berkenan memberikan sumbang saran dan kritik yang konstruktif untuk kesempurnaan penelitian ini. Akhirnya semoga penelitian ini dapat berguna bagi kita semua

    PERJUANGAN MUHAMMAD ALI JINNAH DALAM SEJARAH PEMBAHARUAN DI PAKISTAN

    No full text
    Kajian ini berangkat dari dinamika perjuangan umat Islam di India, yang memperjuangkan keadilan dan kedamaian bagi umat Islam. Pakistan adalah sebuah negara Islam yang muncul setelah hadirnya Islam di tanah India yang ditempati oleh masyarakat yang beragama Hindu. Islam di Pakistan dalam sejarahnya berkembang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena pada realitanya dari awal kemunculan, dan perkembangannya mengalami berbagai rintangan, dan akhirnya berhasil dalam melahirkan komunitas muslim di Negara India ini. Sebelum Negara Pakistan hadir di India, di India sudah ada terlebih dahulu Kerajaan Mughal, yang merupakan salah satu Kerajaan Islam yang sangat perpengaruh dalam peradaban Islam. Setelah Kerajaan Mughal jatuh, maka hancurlah peradaban Islam di India. Berangkat dari realitas itulah, maka muncul ide untuk mendirikan kembali Negara Islam di India. Disamping pendirian negara ini disebabkan keinginan yang sangat kuat dalam diri umat Islam yang terinspirasi oleh sebuah ideologi Islam yang harus ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat. Keberhasilan pendirian Negara Islam Pakistan ini, berkat perjuangan keras dari salah satu politikus India yang selalu ingin menyuarakan keadilan dan kedamaian bagi umat Islam di India. Tokoh tersebut bernama Muhammad Ali Jinnah. Berkat perjuangan Ali Jinnah Negara Pakistan bisa dikenal oleh dunia, dengan corak keislamannya. Hal ini bisa dijadikan inspirasi bagi peradaban Islam yang ada di dunia. Pakistan telah melahirkan kekayaan intelektual dengan lahirnya kaum nasionalis, tradisional fundamentalis, serta kaum modernis

    SYUKUR DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

    No full text
    Beragam ayat yang membicarakan tentang syukur, Artikel ini memaparkan hasil telaah terhadap ayat-ayat syukur di dalam al-Qur’an. Salah satu ayat di dalam Q.S. Luqman (31):  12. Terjemahnya: dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, Yaitu: Bersyukurlah kepada Allah. dan Barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". Syukur merupakan akhlak terpuji yang harus diimplementasikan pada segala linik kehidupan manusia

    Meraih Surga dengan Sabar dan Syukur

    No full text
    Salah satu menjadi tujuan manusia setelah di hari mkemudian adalah surga. Untuk menggapai surga yang diinginkan, maka ada jalan yang harus ditemput sebagai syarat untuk mendapatkannya.. Dalam kehidupan ini, sabar dan syukur merupakan dua indikator sebagai ciri orang yang beriman. Sabar dan syukur menjadi salah satu cara untuk meraih surga tersebut

    SEJARAH TOKOH PENDIDIKAN ISLAM DI KALIMANTAN SELATAN (TUAN GURU ABDURRASYID, TUAN GURU H. MAHFUZ AMIN, PROF. DRS. H. ASYWADIE SYUKUR, LC DAN KH. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI)

    No full text
    Masrawiyah. 2015. Sejarah Tokoh Pendidikan Islam di Kalimantan Selatan (Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H. M. Asywadie Syukur, Lc dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani). Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Dra. Hj. Mudhiah, M. Ag. Kata kunci: Sejarah Tokoh Pendidikan Islam di Kalimantan Selatan(Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H. M. Asywadie Syukur, Lc dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani). Penelitian ini berlatar belakang dari betapa pentingnya sejarah Islam itu sendiri seperti berkembangnya pendidikan Islam khususnya di Kalimantan Selatan. Beberapa tokoh penting yang berperan diantaranya, Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H.M. Asywadie Syukur, Lc, dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani, Oleh karena itu rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran dan kedudukan Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H. M. Asywadie Syukur, Lc dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani, dalam bidang pendidikan Islam di Kalimantan Selatan. Subjek dalam penelitian ini adalah empat orang tokoh yaitu Tuan Guru H. Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H.M. Asywadie Syukur, Lc dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani sedangkan objek dalam penelitian ini adalah pendidikan Islam di Kalimantan Selatan yakni peran dan kedudukan tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan kedudukan yang dapat diberikan oleh keempat tokoh terhadap pendidikan Islam di Kalimantan Selatan khususnya di wilayah Banjarmasin, Martapura, Amuntai dan Barabai. Sumber data diperoleh melalui buku-buku atau literatur, manaqib tokoh dan wawancara setelah terkumpul semua data tersebut, maka langkah yang selanjutnya menganalisis data melalui teknik studi tokoh dimaksud dengan keluarga. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran Abdurrasyid pendiri Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai diresmikan pada tahun 1928. Kedudukan beliau sebagai ulama, pendidik, pendakwah dan panutan masyarakat. Peran Mahfuz Amin pendiri Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih diresmikan 11 Mei 1958. Kedudukan beliau sebagai ulama, pendakwah, pendidik dan tokoh masyarkat. Peran Asywadie pendiri Lembaga Dakwah IAIN, pencetus program Pascasarjana IAIN Antasari dan sebagai pendidik. Kedudukan beliau sebagai rektor, guru besar IAIN Antasari dan tiga kali memimpin MUI Kalimantan Selatan. Peran Guru Sekumpul sebagai penceramah dan pendakwah. Kedudukan beliau sebagai wali mursyid yang mashur
    corecore