291 research outputs found
Item inventory manager / Mohammad Faiz Mohamad Zamri and Nur Muhammad Salim
To realize this project, extensive research and study have to be done on matrix keypad, Arduino Uno Microcontroller, LCD display and interface circuit. The purpose of this project is to design an inventory manager, which the code data can be saved in Arduino Uno Microcontroller and monitor using LCD module interface. So, the objective of this project is to develop. and design a circuit which consists of the combination of hardware such as matrix keypad, Arduino Uno Microcontroller and LCD module to produce a system that have input and output signal The first parts of this project are discussion with the supervisor which is held in every week, to create and form works the circuit. Final Year Project 1 are mainly the embodiment of our real project which are only consist of planning and construct the circuit use for Final Year Project 2. The second parts of this project are about teamwork with partner which is really important to ensure the works were done due the date. In progress of this project, the works are given out equally. This project can be commercialized because it is cheap to build, portable, will fasten work and will be more precis
Pemikiran Haji Agus Salim Tentang Islam.
Haji Agus Salim dilahirkan pada akhir abad ke-19 dan hidup sampai pertengahan abad ke-20, di tengah umat Islam Indonesia yang sedang mengalami berbagai permasalahan. Persoalan tersebut berasal dari intern umat Islam sendiri dalam menerjemahkan Islam dan dari ekstern umat Islam Indonesia, terutama dari infiltrasi kaum imperialis (Belanda) terhadap aktualisasi keIslaman masyarakat. Para pelopor gerakan pembaruan Islam telah sejak awal abad ke-20 memproklamirkan bahwa pintu ijtihad (berusaha untuk mengetahui hukum sesuatu melalui dalil-dalil agama) tak pernah tertutup dan keberanian untuk langsung memahami ajaran agama pada Quran dan Hadist, serta menyeimbangkan antara naql dan aql (tertulis dan akal) adalah suatu keharusan. Haji Agus Salim hadir ditengah-tengah umat tersebut dengan membawa pandangan untuk mengembalikan keadaan umat Islam pada pemahaman konsep-konsep Islam alternatif yang patut.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Faktor-faktor apa sajakah yang melatarbelakangi pemikiran Haji Agus Salim tentang Islam? Bagaimana pemikiran Haji Agus Salim tentang Islam? Bagaimanakah upaya Haji Agus Salim dalam mewariskan gagasan Islam-nya? Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk berusaha membaca kembali sosok seorang aktor sejarah pada dimensi pemikirannya yang telah secara langsung ikut berperan dalam panggung sejarah bangasa Indonesia, terutama fenomena pemikirannya tentang Islam.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yakni dengan tahapan-tahapan sebaggai berikut: Heuristik (mencari dan mengumpulkan jejak-jejak peristiwa sejarah), Kritik sumber yaitu dengan kritik ekstern dan kritik intern, Interpretasi (menghubungkan satu fakta dengan fakta lain) dan Historiografi (penulisan cerita sejarah).
Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa Haji Agus Salim adalah pemikir dan intelektual Islam yang reflektif dan progresif. Dia dihadapkan pada suatu pilihan yang relatif dilematis untuk menampilkan Islam di jamannya. Kolonialisasi di Indonesia yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, telah secara politis menciptakan jurang pemisah nilai-nilai universal Islam dengan nilai-nilai modernitas yang berkembang di Barat. Di lain pihak sikap para ulama tradisional yang kaku dan diliputi alam pikiran sempit dirasakan kurang berarti dalam mengimbangi kemajuan jaman. Haji Agus Salim merupakan sedikit dari banyak tokoh Islam yang secara strategis dapat menyinergikan Islam dengan nilai-nilai modern substantif dengan mengatakan bahwa rasionalisasi adalah Hal yang harus dilakukan, tetapi kalau tidak dibimbing oleh pengakuan tentang keberadaan naql (petunjuk yang diwahyukan) maka semua itu hanya akan mengalami kebangkrutan dunia dan akhirat.
Letak obyektifitas dan keintelektualan Haji Agus Salim sebagai sosok seorang ulama bisa dicermati dalam kajian materi yang pernah dibahas, antara lain yaitu: tentang aqidah (keyakinan), yang berisi konsep tauhid (ketuhanan), takdir (ketentuan Tuhan) dan tawakkal (berserah diri). Kedua, pemikiran yang terkait dengan dimensi syariah (hukum-hukum termaktub) yang berisi gagasan dalam sosial dan ritual. Ketiga, berkenaan dengan Ihsan (budi pekerti), yang mengandung gambaran tentang sikap, dan keutamaan-keutamaan dalam Islam yang teraplikasi. Haji Agus Salim mengunakan gaya pembahasan menggunakan analisis-dialektis ke-Islaman dan penyatuan antara akal dengan ajaran agama Islam serta diperkaya dengan wacana aktual dan dimensi historis. Demikianlah Haji Agus Salim adalah broker of ideas (pencetus ide) sekaligus bagi dua tradisi kecendikiaan yang tumbuh (Pesantren dan Barat) dan reformer (pembaharu) bagi masyarakat awam dalam memandang agama.
Haji Agus Salim sebagai tokoh intelektual Islam, dapat dikatakan telah mentranformasikan kecendikiaan ke wilayah sosial yang semakin luas, yakni kepada kaum terpelajar Islam didikan Barat yang sekuler tetapi tetap beriman. Dari “mulut” Haji Agus Salim-lah para pelajar ini mengenal Islam secara cerdas, kritikal, komprehensif dan modern. Tokoh seperti Muhammad Natsir, Muhammad Roem, Kasman Singo Dimejo, Prawoto, Jusuf Wibisono, adalah anak didik Haji Agus Salim, yang dikemudian hari (pada masa awal kemerdekaan) dikenal dengan golongan “Salimisten”. Sifat advokatif (pembelaan) terhadap umat dan ajaran Islam yang menonjol dari golongan ini bisa dikatakan sebagai cerminan dari warisan Haji Agus Salim
An analysis of rhyme and rhythm shifts and thematic elements in the Qasida Faidhotul Man Min Rohmati Wahhabil Manan by Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz: A study in arūḍ and qawāfī
This study aims to analyze the changes in rhyme and rhythm as well as the thematic content of the qaṣīdah Faidhotul Man Min Rohmati Wahhabil Manan composed by Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, using the approach of ʿarūḍ (Arabic prosody) and qawāfī (rhyme theory). The qaṣīdah, as a form of classical Arabic poetry, features a distinctive metrical and rhyming structure that serves not only as an aesthetic element but also as a medium for conveying spiritual and religious messages. The research method employed is descriptive qualitative, using textual analysis techniques from Arabic literary studies. The analysis reveals that this qaṣīdah demonstrates variations in rhythm (wazn) and rhyme (qāfiyah) patterns while maintaining semantic coherence and the musical integrity of the poem. In terms of theme, the qaṣīdah contains praise for the Prophet Muhammad (peace be upon him), affirmation of divine mercy, and expressions of spiritual longing and submission to Allah
Gaya Kepemimpinan Religio Paternalistik: Analisis Buku “Persepsi Santri Terhadap Perilaku Kepemimpinan Kiai di Pondok Pesantren” karya Muhammad Nur Salim Asy’ari
This article aims to analyze the implementation of the paternalistic religio leadership style contained in Muhammad Nur Salim Asy'ari's book entitled "Students' Perceptions of Kiai Leadership Behavior in Islamic Boarding Schools." Leadership style is the way a leader carries out his leadership function. The connotation of kiai leadership in pesantren is often branded as authoritarian and arbitrary. Even though the leadership of the kiai in pesantren is very closely related to religious values. Apart from that, pesantren life has its own cultural pattern, which eventually forms a kiai's leadership style. This study used library research methods with content analysis. Then check the validity of the data using source triangulation. Based on the BS Cheng theory, there are three indicators of paternalistic leadership: autocracy, benevolence, and morals. If an analysis is carried out on the book "Santri's Perceptions of Kiai Leadership Behavior in Islamic Boarding Schools," it is shown that; the autocratic aspect is shown by the kiai providing direction and guidance to the management; the aspect of virtue is shown by the attitude of syafaqah/affection; and the moral aspect is shown by the kiai always providing role models for santri, both in the form of aqwal and ahwal
An Analysis of Rhyme and Rhythm Shifts and Thematic Elements in the Qasidah Faidhotul Man Min Rohmati Wahhabil Manan by Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz A Study in ʿArūḍ and Qawāfī
This study aims to analyze the changes in rhyme and rhythm as well as the thematic content of the qaṣīdah Faidhotul Man Min Rohmati Wahhabil Manan composed by Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, using the approach of ʿarūḍ (Arabic prosody) and qawāfī (rhyme theory). The qaṣīdah, as a form of classical Arabic poetry, features a distinctive metrical and rhyming structure that serves not only as an aesthetic element but also as a medium for conveying spiritual and religious messages. The research method employed is descriptive qualitative, using textual analysis techniques from Arabic literary studies. The analysis reveals that this qaṣīdah demonstrates variations in rhythm (wazn) and rhyme (qāfiyah) patterns while maintaining semantic coherence and the musical integrity of the poem. In terms of theme, the qaṣīdah contains praise for the Prophet Muhammad (peace be upon him), affirmation of divine mercy, and expressions of spiritual longing and submission to Alla
Metode dakwah KH Nur Salim Kasmany dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam pada masyarakat Dukuh Klapanan Desa Karang Kembang Tunjungan Blora
Metode Dakwah merupakan cara yang digunakan untuk menyampaikan dakwah, agar dakwah dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh mad’u sehingga da’i diharapkan menggunakan metode dakwah yang cocok sehingga dapat diterima dan dilaksanakan dengan baik oleh mad’u. Terdapat bermacam-macam metode dakwah salah satunya metode dakwah bil hal yaitu dakwah secara langsung kepada mad’u, bil lisan dakwah menggunakan lisan bisa dengan pidato atau ceramah, dan metode panutan adalah da’i memberi contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Metode dakwah memberikan pengeruh yang besar dalam keberhasilan dakwah untuk mencapai tujuan dakwah. Oleh sebab itu dengan adanya metode dakwah menjadi salah satu menjadi salah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai agama Islam pada suatu masyarakat. Penelitian ini didasari sebuah fenomena perjuangan dakwah KH. Nur Salim Kasmany di Dukuh Klapanan Desa Karang Kembang Tunjungan Blora. Melakukan dakwah kepada masyarakatnya awam agama dan tempat yang terpencil tidak bisa dianggap mudah karena perlu perjuangan yang ekstra dan harus siap berkorban. Oleh karena itu metode dakwah diperlukan untuk menanamkan nilai-nilai agama Islam pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dakwah KH. Nur Salim kasmany dalam menanamkan nilai-nilai Agama Islam pada Masyarakat Dukuh Klapanan Desa Karang Kembang Tunjungan Blora.
Jenis metode penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi tokoh. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara tidak tersetruktur, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode dakwah yang digunakan KH. Nur Salim Kasmany untuk menanamkan nilai agama Islam pada masyarakat Dukuh Klapanan adalah: Metode bil hal yaitu dengan melatih langsung cara sholat, Metode bil lisan yaitu dengan ngaji rutinan setiap satubulan sekali dan Metode Panutan yaitu dengan memberi contoh dengan perilaku yang baik, selalu rendah hati dan terbuka untuk masyarakat. Nilai-agama Islam yang disampaikan untuk menanamkan nilai agama Islam adalah rukun iman, rukun Islam dan hukum atau syaraiat Islam. Gambaran tertanamnya nilai agama Islam pada masyarakat dapat dilihat dari sudah melaksanakannya sholat lima waktu dan sedikit-demi sedikit sudah meninggalkan hal-hal yang yang dilarang agama misalnya seperti judi, mabuk, dan makan baranag yang dilarang agama
Schach Selim
Engraving from John Ogilby's Asia, the first part (1673) depicting Nur-ud-Din Muhammad Salim, known as Jahangir, Emperor of Hindustan
Workplace motivation: amongst positive circle / Mohd Nur Fitri Mohd Salim ... [et al.]
As people, our minds are heavily influenced by our surroundings. This is particularly crucial, especially in a workplace environment where the need to create a conducive environment is a necessity in meeting the demand of tasks and goals set by the institution. Significant increases in energy, happiness and initiative are among the results of a positive mind created by positive surroundings. As an institution strives for success, emphasis on building an encouraging workplace surrounding needs to be nurtured along the efforts in achieving its visions and missions. Simon Sinek, a prominent author and motivational speaker, expressed that individuals who are emotionally invested are more focused on making a positive impact rather than seeking personal gain. Therefore, the relevance of choosing or creating a positive community in a workplace setting should not be underestimated in the workplace environment as various studies indicate the influence of a positive work atmosphere in producing increased productivity, commitment and achievement-striving ability amongst co-workers (Zhenjing et al., 2022)
STRATEGI IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA KOMISARIAT MUHAMMAD ABDUH
The Muhammadiyah Student Association is an autonomous organization that provides cadre contributions to the Muhammadiyah Association. IMM, The Islamic student movement, operates in the field of religious, social, and student affairs. This research aims to describe and determine the role of the Muhammadiyah Student Association in forming the character of commissariat student Muhammad Abduh at the Muhammadiyah University of Surakarta. In anticipating and improving the character of children, one of them is through character education in schools (formal education). Character or personality education must be socialized, counseling, and intensive from an early age in all groups of the nation\u27s life. The organization is also a series of activity processes that must be carried out to increase the relevance of all sources and aspects that ensure the success of the first management process by observing functions and movements in order to achieve predetermined goals. This research uses a qualitative descriptive approach with data collection methods through several techniques, namely literature or references, both journals and books. From the results of observation, interviews, and documentation, there are results that the character formation of students at the Muhammad Abduh commissariat begins with teaching the basic Tricometency ideology, namely intellectualism, religiosity, and humanity. So that it can form sensitive students. Forming character through habits or routines in IMM. Apart from that, it is also through activities such as the honesty canteen, social service, orphanage, the splendor of Ramadhan, tarjih school, and the blessing of Ramadha
- …
